cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 720 Documents
Cegah Diare dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SMAN 4 Cimahi Ramadhan, Muhammad Deri; Manumara, Theophylia Melisa; Karya, Ahmad Adhi; Hermawati, Agustina; Yusmita, Aliqa Anzani; Maharani, Dewi; Gulo, Irwan Anugrah; Istiqomah, Isma Amalia; Azizah, Lutfiana Nur; Aryati, Siti Ai; Ramadani, Silvana Zahra; Ningrum, Tri Murti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8ts2td12

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan global yang menjadi penyebab utama kematian dan kesakitan pada anak di seluruh dunia, yang sebagian besar dipicu oleh kontaminasi sumber makanan dan air serta sanitasi yang buruk. Data menunjukkan bahwa kasus diare secara global mencapai 2,5 miliar anak usia sekolah, sementara di Indonesia, penyakit ini termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai angka kematian yang signifikan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa-siswi SMAN 4 Cimahi dalam mencegah diare melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif melalui penyuluhan langsung kepada 36 siswa kelas XI-5 dengan memanfaatkan media presentasi dan pembagian leaflet. Materi yang disampaikan mencakup definisi, cara pencegahan, pengenalan tanda dan gejala, hingga komplikasi yang mungkin terjadi akibat diare. Hasil kegiatan melalui pre-test menunjukkan bahwa awalnya hanya sekitar 2-3 siswa yang memiliki pemahaman memadai mengenai pencegahan penyakit ini. Namun, setelah proses sosialisasi yang interaktif selama 30 menit, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman yang baik serta kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan. Melalui edukasi ini, diharapkan siswa mampu secara mandiri mencegah penyakit dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.
Pelatihan Penelusuran Referensi Ilmiah Berbasis AI Sebagai upaya Pengembangan Kompetensi Literature Review Mahasiswa STAI Darussalam Bangkalan Sa'diyah, Fatichatus; Muin, Abd
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3pdwmx87

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia akademik memberikan peluang besar dalam meningkatkan efektivitas penelusuran literatur ilmiah. Namun, kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi tersebut masih relatif terbatas, khususnya dalam menyusun literature review secara sistematis dan kritis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) dalam menelusuri referensi ilmiah berbasis AI serta menumbuhkan kesadaran penggunaan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan ceramah, demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan pada 18 Januari 2026 di Gedung Rektorat STAIDA dengan melibatkan 50 mahasiswa sebagai peserta. Materi pelatihan difokuskan pada penggunaan tiga platform AI, yaitu Open Knowledge Maps, Connected Papers, dan Research Rabbit. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menelusuri literatur ilmiah, memetakan keterkaitan antar penelitian, serta menyusun peta kajian pustaka secara lebih sistematis. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya penggunaan AI secara bijak dalam kegiatan akademik. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam penguatan literasi riset mahasiswa serta mendorong terbentuknya budaya penelitian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Be Aware of Thyroid: Edukasi Hipotiroidisme pada Remaja di MA-Alfarisy Ramadhan, Muhammad Deri; Manumara, Theophylia Melisa; Eriyana, Adinda Putri; Azahra, Afifah; Nadila, Anggun; Lestari, Anggraeni; Maulana , Bagas Dinan; Alipiya, Dina; Karinda , Faiza Sausan; Nirmalasari, Naesyha; Nurliawati, Salsa; Nabil , Salsa Putri; Andreani, Siti Jenab; Alifannisa, Zahra
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xzdske29

Abstract

Hypothyroidism is a condition of disorders in the thyroid gland characterized by low production of thyroid hormones (T3 and T4), causing a decrease in the body's metabolism. This condition can cause various symptoms such as fatigue, weight gain, dry skin, and growth disorders in adolescents. Education about hypothyroidism is important to be done early on to increase awareness and prevention. This health education activity aims to increase adolescents' knowledge about hypothyroidism at MA Al-Farisy. The method used is an interactive method with pre-test stages, material delivery, discussion, and post-test. The activity was held on March 12, 2026 involving 20 participants. The results showed an increase in knowledge after education, marked by an increase in scores from pre-test by 10% to post-test by 15%, and the level of understanding reached 50%. However, the level of activity of participants is still relatively low (25%). Overall, this health education has a positive impact on improving adolescents' knowledge and understanding of hypothyroidism, although further efforts are needed to increase participants' active participation.
From Hyper to Aware: Strategi Promosi Kesehatan tentang Hipertiroidisme pada Remaja SMK Ramadhan, Muhammad Deri; Manumara, Theophylia Melisa; Alfiana, Desti; Amalia, Bunga Riase; Putri, Davina Apandi; Alawiyah, Novy; Solihin, Salwa Fadhila Oktaviani; Lestari, Dhea; Zalfa, Nabila; Mukti, Nur Aeni; Septiani, Tiara Andita; Zahra, Farla Meitha; Suwita, Albar Rizky
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/rv5r7q53

Abstract

Hyperthyroidism is a condition characterized by excessive production of thyroid hormones, leading to increased metabolic activity and symptoms such as weight loss, palpitations, tremors, and emotional disturbances. This condition can affect various body systems and potentially cause serious complications if not properly managed. Knowledge among adolescents regarding hyperthyroidism and its risk factors remains low, making health education important to increase awareness and early prevention. The method used in this study was a literature-based approach by reviewing sources from online databases such as PubMed and Google Scholar to collect information related to the mechanisms, symptoms, and prevention of hyperthyroidism. The results indicate that proper health education can improve adolescents’ understanding of hyperthyroidism and encourage the adoption of healthy lifestyle behaviors. In conclusion, increasing access to health information and continuous education can enhance awareness among students, thereby supporting early detection and prevention of hyperthyroidism in the future.
Edukasi Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Diabetes Mellitus pada Remaja di SMK Kiansantang Ramadhan, Muhammad Deri; Manumara, Theophylia Melisa; Noviyanti, Nesa Regina; Nurhibah , Tiara; Ordora, Delia; Amelia, Mia; Lestari, Sarah Ayu; Saidah , Mila; Billah, Inge Parasnigtias; Sukardi, Zalva Febriana; Nisa, Putri Mutiara; Nurohman, Rifki; Ramdani, Riki Muhammad
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c7rqbx60

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan ketidakmampuan pankreas memproduksi insulin secara cukup atau ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin secara efektif, sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). Secara global, jumlah penderita DM terus meningkat setiap tahunnya, dengan Indonesia mencatat lebih dari 2,5 juta kasus. Faktor risiko utama meliputi obesitas, kurangnya aktivitas fisik, riwayat keluarga, pola makan tidak seimbang, serta hipertensi. DM tipe 2 menjadi kasus terbanyak, yakni sekitar 90–95% dari seluruh kejadian, yang disebabkan oleh resistensi insulin dan disfungsi sel beta pankreas. Jika tidak ditangani dengan baik, DM dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, baik akut seperti ketosidosis diabetik, maupun kronik seperti kerusakan ginjal, gangguan penglihatan, dan penyakit kardiovaskular. Gaya hidup modern yang cenderung tidak sehat, khususnya pada kalangan remaja, semakin memperparah prevalensi penyakit ini. Oleh karena itu, upaya pencegahan melalui promosi dan pendidikan kesehatan menjadi sangat penting. Penyuluhan kesehatan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan individu dan masyarakat sehingga mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih sehat dan terkendali.
Ekonomi Sirkular Berbasis Teori U untuk Pengelolaan Sampah Plastik di Desa Ngadimulyo Sulistyowati, Enik; Syawaludin, Makhfud; Azis, Abd.; Yusuf, Yusuf; Suadi, Suadi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/r82kes74

Abstract

Sampah plastik menjadi permasalahan lingkungan mendesak di Indonesia, di mana 4,9 juta ton dari total 7,8 juta ton sampah plastik per tahun tidak terkelola dengan baik (World Bank, 2021). Di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, kondisi ini diperparah oleh rendahnya kesadaran masyarakat, terbukti hanya 100 dari 600 KK yang aktif dalam sistem pengelolaan sampah desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk membangun sistem pengelolaan sampah plastik berbasis ekonomi sirkular sekaligus mengubah pola pikir masyarakat secara mendasar melalui pendekatan Teori U (Presencing Theory). Metode pelaksanaan mengintegrasikan lima fase Teori U – co-initiating, co-sensing, presencing, co-creating, dan co-evolving, dengan pelatihan teknologi tepat guna, lokakarya reflektif, dan pendampingan berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan tiga inovasi produk bernilai ekonomi: (1) ecobrick dari sampah plastik non-organik, (2) kompos dari limbah dapur rumah tangga, dan (3) bata ekologis dari abu sisa pembakaran sampah. Terbentuknya unit Bank Sampah Plastik Desa membuktikan terjadinya transformasi pola pikir masyarakat dari paradigma linier "gunakan-buang" menuju kesadaran sirkular yang menempatkan sampah sebagai sumber daya ekonomi. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 11 dan 12 tentang komunitas berkelanjutan serta pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Pelatihan Kreativitas Dekorasi Puding dan Optimalisasi Pemasaran Digital sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pristiwa, Nara; Fitri, Aida; G, Harbiyah; Chudri, Intan Rizkia; Ramiady, Luthfiar; Nilazarni, Nilazarni
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9315tt66

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat melalui pelatihan kreativitas dekorasi puding yang dipadukan dengan optimalisasi pemasaran digital. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pelatihan mulai dari teknik dasar hingga pengembangan desain puding yang bernilai estetika dan ekonomis. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai strategi pemasaran digital, seperti pemanfaatan media sosial, pembuatan konten promosi, serta teknik komunikasi pemasaran yang efektif untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, khususnya pada pasar acara seperti pesta pernikahan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam menghasilkan produk puding yang lebih menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Di sisi lain, pemahaman terhadap pemasaran digital turut mendorong peserta untuk mulai memasarkan produk secara mandiri melalui platform online. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan
Promosi Kesehatan Bijak Menggunakan Antibiotik pada Santriwati di Ponpes Ath-Thohariyah 2 Desa Sindanghayu Saketi Pandeglang Banten Noviyanto, Fajrin; Shobah, Afifah Nur; Halimatusyadiah, Leni; Renata, Deo; Ulfah, Selvi Maria; Khairunnisa, Iqlima Raina; Agustine, Yensi Widiasti; Rahmadhanti, Alfi; Permatasari, Desi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n550xe03

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di lingkungan pesantren yang memiliki tingkat interaksi tinggi sehingga berisiko terhadap penyebaran penyakit infeksi. Kurangnya pengetahuan santri mengenai indikasi, dosis, dan durasi penggunaan antibiotik dapat meningkatkan kejadian resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan serta efektivitas promosi kesehatan dalam meningkatkan pemahaman santriwati mengenai penggunaan antibiotik yang bijak. Penelitian ini menggunakan desain pre-ekperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 80 santriwati di Pondok Pesantren Ath-Thohariyah 2, Pandeglang, Banten. Intervensi dilakukan melalui promosi kesehatan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan pemberian leaflet. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan total skor jawaban benar meningkat dari 654 pada pre-test menjadi 1078 pada post-test (selisih 424). Peningkatan terbesar terjadi pada pemahaman terkait penggunaan antibiotik untuk infeksi virus, pentingnya menghabiskan antibiotik, serta bahaya penggunaan tanpa resep. Disimpulkan bahwa promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai penggunaan antibiotik secara rasional. Edukasi berkelanjutan diperlukan untuk membentuk perilaku penggunaan antibiotik yang tepat guna mencegah resistensi antibiotik di lingkungan pesantren.
Pemberdayaan Keluarga dan Sekolah Dalam Penurunan Anemia Siswi SMA Muhammadiyah 1, Semarang Ayuningtyas, Rr. Annisa; Putri, Sri Hapsari Suhartono
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qsevmf23

Abstract

Anemia defisiensi besi pada remaja putri prevalensinya meningkat dari tahun ke tahun. Cakupan pemberian tablet tambah darah (TTD) di sekolah sudah mencapai 100% namun kepatuhan konsumsinya masih rendah. Perlu adanya pendampingan komprehensif dari guru, Puskesmas, dan Sekolah. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Semarang, melibatkan orang tua siswi, guru UKS, Kepala Sekolah, Puskesmas, dan tim pengabdi. Kegiatan dilakukan secara bertahap dalam beberapa langkah, yang pertama sosialisasi, kedua advokasi, ketiga penggunaan aplikasi Jelita, keempat minum TTD Bersama, dan kelima pembagian booklet. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan untuk pengetahuan orang tua tentang anemia dari 73,96% menjadi 75,39%, dan dukungan keluarga. Kepala Sekolah dan Ahli Gizi Puskesmas bersepakat merutinkan konsumsi TTD seluruh siswi secara bersama – sama setiap minggu yaitu pada hari Selasa, selesai istirahat. Guru juga telah dibekali pengetahuan terkait anemia dan cara mengkonsumsi tablet tambah darah. Pemberdayaan keluarga dan sekolah dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik Konsumsi TTD.
Peningkatan Literasi Digital Orang Tua dalam Pengawasan Penggunaan Gadget Anak melalui Pengabdian Masyarakat Kusuma, Anggi; Palupi, Rini
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xvgbwt79

Abstract

Perkembangan teknologi digital saat ini membawa dampak besar bagi kehidupan, termasuk dalam pola pengasuhan anak. Salah satu fenomena yang sering dijumpai adalah penggunaan gadget secara berlebihan pada anak-anak. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi, menurunnya interaksi sosial, serta risiko kecanduan digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kepada orang tua agar mampu mengontrol penggunaan gadget pada anak. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Yayasan Mitra Mulia Husada dengan judul “Tips Kontrol Pemberian Gadget pada Anak”. Metode kegiatan menggunakan ceramah dan diskusi interaktif dengan media PowerPoint dan leaflet berisi ringkasan materi yang mudah dipahami. Materi yang disampaikan meliputi pengertian dan dampak penggunaan gadget pada anak, batasan waktu penggunaan sesuai usia, serta strategi orang tua dalam mengatur pola penggunaan gadget yang sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pengawasan dalam penggunaan gadget pada anak. Orang tua menjadi lebih memahami dampak negatif penggunaan gadget berlebihan dan mampu menerapkan aturan yang tepat di rumah.