FISIO MU: Physiotherapy Evidences
Aim: This journal aims to publish articles with special interest in the development of physiotherapy and health sciences. Not only limited to discussing musculoskeletal, but this journal covers broader health sciences seen from the development of motion and activity. Scope: - Physiotherapy Musculoskeletal - Physiotherapy Neurology - Physiotherapy Cardio Pulmonal - Physiotherapy Pediatric - Physiotherapy Integumen - Physiotherapy Reproduction Health - Physiotherapy Geriatric - Physiotherapy Sport - Physiotherapy Wellness
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No.2 Juli 2023"
:
15 Documents
clear
Pengaruh Pemberian Workplace Exercise terhadap Neck Pain pada Perajin Batik Tulis
Putri, Gabriella Anindita;
Ayu, Warih Anjari Dyah Kusumaning;
Awanis, Almas
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4981
Latar Belakang: Perajin batik tulis merupakan salah satu pekerjaan yang rentan mengalami gangguan muskuloskeletal, salah satu gangguan yang paling umum adalah neck pain, dikarenakan posisi yang salah saat bekerja, posisi yang dimaksud adalah membungkuk, menunduk, dan duduk dalam waktu yang lama. Neck pain memiliki beberapa tingkatan yang dilihat dari keterbatasan dalam melakukan kegiatan sehari-hari, nyeri yang dirasakan oleh perajin dapat dikurangi dengan melakukan exercise. Untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian workplace exercise terhadap neck pain pada perajin batik tulis di Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Metode Penelitian: Quasi eksperimen dengan one groups pretest-posttest. Pengambilan sampel dari 24 populasi perajin dilakukan dengan purposive random sampling didapatkan 19 perajin. Instrumen yang digunakan untuk mengkategorikan neck pain adalah Neck Pain Disability Index Questionnaire (NDI) yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan, untuk mengurangi neck pain dapat melakukan gerakan workplace exercise. Hasil Penelitian: Berdasarkan uji statistik diperoleh hasil p value =0,000 dimana <0,05 berarti terdapat pengaruh pemberian workplace exercise terhadap penurunan tingkat neck pain yang dipengaruhi oleh jenis kelamin dan usia. Kesimpulan: Adapun kesimpulan yang didapat berdasarkan hasil analisa data bahwa terdapat pengaruh pemberian workplace exercise terhadap neck pain pada perajin batik tulis.
Pengaruh Terapi Mandiri Oleh Orang Tua Terhadap Kelurusan Tengah Tubuh Anak CP Spastic Quadriplegia
Abdullah, Khabib;
Khasanah, Al Um Aniswatun;
Darajatun, Anik Muwarni;
Firdaus, Mutiara;
Swandari, Atik;
Putri, Fadma
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4982
Latar Belakang: program fisioterapi pada anak CP spastic quadriplegia harus rutin dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Orang tua menjadi tumpuan utama untuk melakukan program fisioterapi di rumah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi mandiri oleh orang tua terhadap kelurusan tengah tubuh pada anak CP spastic quadriplegia. Metode Penelitian: one group pre and posttest desain pada 10 anak CP spastic quadriplegia yang mengalami kesulitan dalam orientasi kelurusan tengah tubuh pada posisi terlentang di komunitas Happy CP family Surabaya. Orang tua diajarkan cara memijat punggung dan pengaturan posisi yang sesuai dengan kelurusan tengah tubuh anak. Pemijatan punggung dilakukan 15 menit, 2x perhari selama 14 hari dengan bukti perlakuan berupa video call. Alat ukur dengan GMFM dimensi A (terlentang dan berguling) dalam persen. Hasil Penelitian: 10 anak CP spastic quadriplegia dengan rerata usia 2,9±1,1 tahun, rerata nilai GMFM pra perlakuan 0.38±0,8 % dan paska perlakuan 4.2±1,2 %, dengan uji Wilcoxon signifikan 0,003. Kesimpulan: terapi mandiri oleh orang tua berupa pemijatan otot punggung dan pengaturan posisi berpengaruh pada kelurusan tengah tubuh anak CP Spastic Quadriplegia.
Gambaran Faktor Penyebab Penyakit Tidak Menular pada Lansia Masyarakat Urban
Nazhira, Fidyatul;
Dhari, Ika Fitri Wulan;
Mailani, Rena;
Bachtiar, Farahdina;
Husna, Anwiena Nimatul;
Anjani, Fadhira Citra Surya
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4983
Latar Belakang: Hipertensi dan kurangnya aktivitas fisik adalah masalah kesehatan yang sering ditemukan di masyarakat perkotaan. Berbagai faktor seperti perubahan gaya hidup dan perubahan demografi menyebabkan angka kejadian hipertensi dan kurangnya aktivitas fisik pada lansia semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran dari aktivitas fisik dan tekanan darah sebagai faktor penyebab penyakit tidak menular pada lansia di Kelurahan X, Jakarta Selatan. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptive study yang dilakukan pada bulan Juni 2022. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner IPAQ untuk mengukur aktivitas fisik, dan untuk mengukur tekanan darah menggunakan stetoskop dan sfigmomanometer atau tensimeter. Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini yaitu berdasarkan gambaran aktivitas fisik didapatkan bahwa dari 178 masyarakat didapatkan bahwa 33% lansia termasuk kategori aktivitas fisik rendah, 58% termasuk kategori sedang dan 9% termasuk kategori berat. Sedangkan untuk hipertensi, didapatkan hipertensi ringan sebanyak 13%, hipertensi sedang sebanyak 78% hipertensi berat sebanyak 9%. Kesimpulan: aktivitas fisik lansia masih sedikit yang kategori tinggi dan lansia keluarahan tersebut cenderung memiliku hipertensi. Masyarakat harap lebih aktif berolahraga dan layanan kesehatan sekitar kelurahan tersebut dapat lebih di giatkan agar dapat menurunkan angka hipertensi di masyarakat.
Pengaruh Constraint Induced Movement Therapy terhadap Fungsional Ekstremitas Atas pada Kasus Stroke: Critical Review
Salam, Muhamad Elfitra;
Pristianto, Arif
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4985
Latar Belakang: Stroke menjadi penyebab utama disabilitas secara global. Sekitar dua pertiga dari semua pasien stroke mengalami kelemahan ekstremitas atas pada fase awal stroke. Metode neurorehabilitasi, seperti Constraint Induced Movement Therapy (CIMT), dipercaya dapat memperbaiki fungsional ekstremitas atas setelah stroke dengan pembatasan ekstremitas sehat dan pemberian specific-task training pada ekstremitas lesi. Metode Penelitian: Desain studi penelitian ini adalah critical review pada artikel jenis Randomized Controlled Trial, yang bertujuan untuk menelaah serta memberikan analisis dan sintesis data. Selanjutnya dilakukan appraisal menggunakan Skala PEDro untuk menilai kualitas artikel. Hasil Penelitian: Skala PEDro menunjukkan bahwa 5 artikel mempunyai total skor 6/10 (risiko bias sedang), 5 artikel dengan total skor 7/10 (risiko bias sedang), 1 artikel dengan total skor 8/10 (risiko bias sedang) dan 1 artikel dengan total skor 9/10 (risiko bias rendah). Adapun berdasarkan kajian dari 12 artikel didapatkan bahwa intervensi CIMT berpengaruh (p<0,05) terhadap perbaikan fungsional ekstremitas atas pada kasus stroke. Kesimpulan: Intervensi CIMT berbentuk tunggal atau dengan kombinasi intervensi lain berpengaruh terhadap fungsional ekstremitas atas pada pasien stroke high function, severe hemiparese dalam fase akut, subakut dan kronis. Namun, CIMT versi modifikasi (mCIMT) dengan dosis latihan lengan lesi selama 30 menit sampai 3 jam lebih terlihat beda pengaruh yang signifikan dengan kelompok kontrol dibandingkan dosis CIMT asli pada pasien high function.
Perbandingan Dominasi Kaki Pada Saat Drop Landing Berdasarkan Gender Pada Pemain Basket Di Sma Kota Malang
Nugraha, Cevin Risky Ditia;
Irawan, Dimas Sondang;
Wardojo, Sri Sunaringsih Ika
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4986
Latar Belakang: Dalam olahraga basket terdapat teknik dengan cara jump, saat jump pemain juga harus memperhatikan posisi landing karena memungkinkan terjadinya cedera yang terjadi secara non-contact dan yang sering terjadi adalah Anterior Cruciate Ligament (ACL). Mekanisme terjadi karena posisi kaki knee valgus yang membuat abduksi lutut berlebihan. Faktor gender salah satu faktor yang berpengaruh terhadap resiko cedera karena beban tumpuan yang berbeda saat melakukan landing dengan tumpuan secara dominasi kaki yang berbeda. Metode Penelitian: Desain penelitian berupa observasional cross-sectional study dengan jumlah sampel 22 pemain basket Sekolah Menengah Atas di Kota Malang yang sudah tersaring kriteria inklusi. Alat ukur menggunakan kuisioner untuk menentukan dominasi kaki dan Frontal Plane Projection Angle (FPPA) untuk melihat derajat knee valgus saat melakukan drop landing. Analisa data menggunakan uji Shapiro-wilk, uji Paired T-test dan uji Independent T-test. Hasil penelitian: menunjukkan karakterisitik responden lebih banyak laki-laki, dominasi kaki dominan kanan, perbandingan kaki dominan dan non dominan lebih besar laki-laki daripada perempuan. Kesimpulan: penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan antara kaki dominan dan non-dominan setiap gender saat melakukan drop landing dan tidak ada perbandingan knee valgus yang signifikan pada kaki dominan dan non-dominan antara laki-laki dan perempuan saat melakukan drop landing pada pemain basket tingkat SMA di Kota Malang.
Pengaruh Self-Efficacy Pada Treatment Fisioterapi Terhadap Kesembuhan Pasien Pasca Stroke
Wahyuni, Wahyuni;
Hafidz, Muhammad Farkhan Al
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4987
Latar belakang: Salah satu penyebab kematian terbesar di dunia adalah penyakit tidak menular seperti penyakit degenerative, seperti stroke. Menurut World Health Organization (WHO), risiko meninggal yang disebabkan oleh stroke yaitu lebih dari dua pertiga (70%) penduduk dunia. Stroke merupakan penyakit degeneratif yang sering timbul di kalangan masyarakat yang menjadi masalah serius dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan single subject research dengan metode case study, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap treatment fisioterapi atau intervensi yang telah diberikan. Desain penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test A-B-A design dengan diberikannya treatment berupa home based exercise sebanyak 3 kali seminggu selama 4 minggu. Kesembuhan pasien diukur dengan kemampuan fungsional menggunakan Barthel index. Hasil Penelitian: pengukuran kemampuan fungsional pasien mendapatkan skor 65 poin, yaitu ketergantungan moderate (60-90), pada hasil pemeriksaan post-test menunjukkan bahwa kemampuan fungsional responden mengalami peningkatan dengan perolehan skor indeks Barthel dari 65 berubah 95 yang meningkat secara signifikan menjadi ketergantungan ringan (91-95). Kesimpulan: Treatment fisioterapi diiringi self-efficacy berpengaruh bagi kesembuhan pasien, dan mampu meningkatkan tingkat kepercayaan diri pasien serta menyebabkan kemampuan fungsionalnya meningkat pada penderita post stroke.
Pengaruh Pemberian Carioca Exercise Terhadap Kecepatan Pemain Sepak Bola
Nurudin, Moch. Dava Iman;
Rahim, Anita Faradilla;
Irawan, Dimas Sondang
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4988
Latar Belakang: Olahraga saat ini sedang popular di seluruh penjuru dunia, salah satunya ialah sepak bola karena dalam cabang olahraga ini terdapat teknik dasar yang harus di miliki antara lain dribbling, passing, shooting, heading dan trapping. Permainan sepak bola modern sangat membutuhkan kecepatan agar menciptakan peluang dan goal saat bermain. Kecepatan juga dapat di tingkatkan dengan latihan yang intens menggunakan carioca exercise. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh carioca exercise terhadap kecepatan pemain SSB SKB Kediri. Metode Penelitian: Desain dari penelitian ini menggunakan quasi experimental with one group pre dan post-test. Populasi dari penelitian ini adalah siswa SSB SKB Kediri sedangkan respondennya adalah siswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 26 orang, instrument yang di gunakan adalah tes lari 30-meter.Hasil Penelitian: Hasil Uji normalitas menunjukan data terdistribusi normal dan hasil uji paired t-test menunjukan hasil p 0,000 (< 0,05) yang berarti H0 di tolak dan H1 di terima, yaitu terdapat pengaruh intervensi carioca exercise terhadap kecepatan pemain SSB SKB Kediri dengan rata-rata sebelum dan sesudah berjarak 0,35 detik. Kesimpulan: terdapat pengaruh latihan carioca exercise terhadap pemain sepak bola.
Pengaruh Penggunaan Kinesio Tape Terhadap Derajat Knee Valgus Pada Gerak Cutting Pemain Basket SMA di Kota Malang
Putra, Bagus Rahmansyah Fajeri Dwi;
Irawan, Dimas Sondang;
Rahim, Anita Faradilla;
Darmawan, Aditya Arma;
Prabowo, Nugroho Ageng
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4989
Latar Belakang: Change of direction (COD) dan cutting dalam olahraga basket dilakukan untuk menghindar, menembus pertahanan lawan dan mencetak skor. Pada basket kombinasi keduanya sering dilakukan sehingga rentan mengalami cedera. Cedera yang sering terjadi yaitu cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL). Knee valgus berisiko menyebabkan cedera ACL lebih besar karena menyebabkan beban ACL meningkat. Ketika melakukan cutting derajat knee valgus meningkat kemudian ACL menerima beban berlebih dan menyebabkan risiko cedera ACL meningkat. Derajat knee valgus dikatakan abnormal apabila melebihi 20°. Hal ini juga akan berdampak pada tingkat keparahan resiko cedera, semakin besar derajatnya maka semakin besar juga risiko mengalami cedera. Kinesio tape sangat berguna bagi atlet yang mengalami cedera untuk mengoreksi gangguan muskuloskeletal dan mengurangi nyeri. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kinesio tape dan non-kinesio tape ketika melakukan cutting pada pemain basket SMA di Kota Malang. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre-experimental one group pre-test - post-test dengan jenis rancangan penelitian yang dilakukan dengan pre-test sebelum pemberian kinesio tape dan post-test setelah pemberian kinesio tape. Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini tentang pengaruh penggunaan kinesio tape terhadap derajat knee valgus pada gerak cutting pemain basket SMA di Kota Malang. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh penggunaan kinesio tape terhadap derajat knee valgus pada gerak cutting dalam kelompok pre-test dan post-test.
Perbandingan Efektivitas Pemberian Kinesio Tape Lutut Terhadap Knee Valgus pada Gerak Cutting Atlet Basket Tingkat SMA di Kota Malang
Darmawan, Aditya Arma;
Tohiroh, Afifah;
Ditia, Cevin Risky;
Prabowo, Nugroho Ageng;
Irawan, Dimas Sondang;
Rahim, nita Faradilla
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.5035
Latar Belakang: Anterior cruciate ligament (ACL) bertugas sebagai stabilisator persendian lutut, penyebab terbesar cedera ACL disebabkan oleh COD dan cutting manuver karena adanya perubahan kecepatan dan arah yang mendadak saat melakukanya. Selama cutting, wanita menunjukan penurunan sudut fleksi hip, sudut knee valgus lebih besar daripada dengan pria. Hal ini menunjukan bahwa wanita lebih beresiko cedera ACL dibandingkan pria. Kinesio tape memiliki fungsi lain disamping stabilisasi otot dan sendi, yaitu untuk mengurangi nyeri. Tetapi pada saat ini banyak ditemui penggunaan taping pada atlet yang tidak mengalami cedera sehingga hanya menimbulkan efek placebo saja. Tuuan dari penelitian ini mengetahui perbandingan efektivitas kinesio tape terhadap knee valgus pada gerak cutting atlet basket tingkat SMA. Metode Penelitian: Desain penelitian Quasi-Eksperimental menggunakan purposive sampling dengan populasi atlet basket tingkat SMA di Kota Malang. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini Frontal Plane Projection Angle (FPPA) dengan pengukuran 2D menggunakan aplikasi Kinovea untuk menilai derajat knee valgus. Sampel yang diambil sebanyak 22 responden. Uji Analisa data menggunakan uji independent T-test. Hasil Penelitian: berdasarkan uji independent T-test hasil perbandingan derajat knee valgus pada gerak cutting atlet mendapatkan nilai signifikan (2-tailed) > 0,05 pada setiap kelompok. Kesimpulan: tidak ada pengaruh kinesio tape terhadap knee valgus atlet saat melakukan cutting manuver atlet.
Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Terhadap Gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
Naufal, Adnan Faris;
Safitri, Eri Fersiana;
Nurulinsani, Atikah;
Darojati, Hafizhah Putri Ilma;
Pristianto, Arif;
Susilo, Taufik Eko;
Awanis, Almas
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.5036
Latar Belakang: Durasi penggunaan gadget yang disarankan untuk anak usia 4-6 tahun oleh American Academy of Pediatrics adalah tidak lebih dari 1 jam per hari. Menggunakan gadget dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan masalah bagi anak, seperti meningkatkan risiko gejala ADHD. Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) didefinisikan sebagai gangguan perkembangan yang ditandai dengan kurangnya perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan gadget dengan gejala ADHD pada anak usia 4-6 tahun. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah 73 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kuesioner yang digunakan adalah ADHD RS-5 dan kuesioner durasi penggunaan gadget. Pengolahan data menggunakan analisis bivariat dan univariat. Hasil Penelitian: Hasil korelasi menggunakan uji Spearman rho diperoleh nilai r sebesar 0,427 dengan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan antara lama penggunaan gadget dengan gejala ADHD pada anak usia 4-6 tahun dan memiliki hubungan yang sedang karena koefisien korelasinya sebesar 0,427.