cover
Contact Name
Yusmaniarti
Contact Email
yusmaniarti8@gmail.com
Phone
+6281368411554
Journal Mail Official
jurnaljophs@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Asri 1 Blok C2 RT 31 RW 06 Palembang South Sumatra 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Public Health Science (JoPHS)
ISSN : -     EISSN : 30473632     DOI : https://doi.org/10.59407/jophs.v1i1.596
Core Subject : Health,
Journal of Public Health Science (JoPHS) is a national journal for scientific research on public health practices, epidemiology, health promotion, health service effectiveness, disease prevention, and public health evaluation. nutrition, family health, infectious diseases, research health services, gerontology, child health, adolescent health, behavioral medicine, rural health, chronic disease, promotion Health evaluation and intervention, health policies and management of public health, health economics, occupational health and environmental health, environmental health, health and safety at work, health administration and policy, nutrition science, biostatistics, reproductive health, hospital management, and health information systems
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4 (2025): Desember" : 13 Documents clear
OPTIMALISASI STRUKTUR MOLEKULER MELALUI KIMIA MEDISINAL: STRATEGI INOVATIF UNTUK MENGATASI RESISTENSI OBAT PADA PENYAKIT INFEKSI MODERN Amin, Saeful; Fernanda, Refa
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kimia medisinal memainkan peran kunci dalam pengembangan obat melalui sintesis senyawa bioaktif untuk terapi penyakit kompleks. Tinjauan ini menganalisis metode sintesis senyawa bioaktif, dengan fokus pada strategi modern seperti sintesis organik, biokatalisis, kimia hijau, dan pendekatan berbasis komputasi. Penelitian dilakukan melalui tinjauan sistematis literatur dari PubMed, Scopus, dan Web of Science (2015–2024). Hasil menunjukkan bahwa katalis heterogen, enzim biokatalitik, dan desain berbantuan komputer meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sintesis. Tantangan seperti skalabilitas dan dampak lingkungan tetap menjadi hambatan. Pembahasan menyoroti potensi pendekatan hibrida untuk mengatasi keterbatasan ini. Kesimpulan menekankan perlunya integrasi teknologi inovatif untuk mempercepat pengembangan obat yang efektif dan ramah lingkungan.
ANALISIS SISTEMATIS DAN BIBLIOMETRIK MOLECULAR DOCKING SENYAWA ALAM SEBAGAI ANTIDIABETES TIPE 2 Fathila Azahra, Fildza; Saeful Amin
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i4.2366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis dan bibliometrik berbagai studi molecular docking senyawa alam sebagai kandidat antidiabetes tipe 2, serta mengidentifikasi tren penelitian, jenis senyawa bioaktif potensial, target protein dominan, dan perangkat lunak yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA dan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer dan Biblioshiny, dengan menganalisis 27 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa alam golongan flavonoid dan fenolik, seperti quercetin, luteolin, dan apigenin, memiliki afinitas ikatan tinggi terhadap target protein α-glukosidase, α-amilase, DPP-IV, dan PPAR-γ dengan nilai energi ikatan berkisar antara –6,5 hingga –11,2 kkal/mol. AutoDock Vina merupakan perangkat lunak yang paling banyak digunakan, diikuti MOE dan Schrodinger. Simpulan, molecular docking efektif dalam mengidentifikasi potensi senyawa alam sebagai agen antidiabetes tipe 2 berbasis mekanisme multi-target, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan obat herbal berbasis bukti (evidence-based herbal medicine).
HUBUNGAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA Irma, Irma
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) termasuk dalam faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian balita di berbagai negara melebihi berbagai masalah kesehatan lainnya.  Hingga kini, penyakit ini masih Sering masuk dalam daftar sepuluh penyakit dengan jumlah kasus terbanyak ditemukan di layanan kesehatan, khususnya di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Studi ini memiliki tujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepadatan hunian (p-value = 0,004) dengan kejadian ISPA pada balita di area layanan Puskesmas Lalowaru. Dengan demikian, Studi ini menyimpulkan bahwa tingkat kepadatan hunian berhubungan secara signifikan dengan angka kejadian ISPA pada balita di daerah tersebut.
SEBARAN DAN TREN DEMAM BERDARAH DENGUE SERTA FAKTOR RISIKONYA DI KECAMATAN CENGKARENG TAHUN 2021 - 2024 Rindu, Rindu Felisya; Rony Darmawansyah Alnur
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i4.3014

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit terjadi karena infeksi virus demam berdarah dengan penularan dari gigitan nyamuk berjenis Aedes aegypti. Kecamatan Cengkareng merupakan wilayah endemis DBD dengan kasus kejadian yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan tren kejadian DBD serta faktor risikonya berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG). Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Kelurahan Cengkareng. Rancangan penelitian ini adalah studi ekologi dengan pendekatan deskriptif analisis spasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian DBD tertinggi terjadi pada tahun 2024 terutama di Kelurahan Kapuk, kejadian DBD berdasarkan kepadatan Penduduk menunjukkan pola mengelompok (clustered), kejadian DBD berdasarkan Angka Bebas Jentik menunjukkan pola menyebar (dispersed), kejadian DBD berdasarkan umur menunjukkan pola acak (random), kejadian DBD berdasarkan jenis Kelamin menunjukkan pola menyebar (dispersed). Saran yang direkomendasikan agar pemerintah, masyarakat serta petugas kesehatan bekerjasama dan berperan aktif dalam memutus penularan serta mencegah peningkatan kejadian DBD.
THE EFFECT OF SOCIAL MEDIA EXPOSURE ON ADOLESCENT PREMARITAL SEXUAL BEHAVIOR Ulfa Diya Atiqa
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i4.3207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan media sosial terhadap perilaku seksual pranikah di kalangan remaja usia 17–18 tahun di Kecamatan Biringkanaya. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional melalui pengisian kuesioner oleh 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% remaja sering terpapar media sosial dan 75% memiliki perilaku seksual negatif, dengan nilai p-value 0,000 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan media sosial dan perilaku seksual pranikah remaja. Simpulan, paparan media sosial berpengaruh signifikan terhadap pembentukan perilaku seksual pranikah, dimana remaja dengan intensitas penggunaan media sosial yang tinggi lebih berisiko menunjukkan perilaku seksual negatif.
DEPRESCRIBING PADA LANSIA DENGAN POLIFARMASI: DAMPAK TERHADAP OUTCOME KLINIS, KUALITAS HIDUP, DAN KEAMANAN OBAT – SUATU TINJAUAN LITERATUR Nova, Riki
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i4.3318

Abstract

Background: Polypharmacy in older adults is associated with higher risks of adverse drug events (ADE), potentially inappropriate medications (PIM), hospitalisation, and mortality. Deprescribing has emerged as a structured clinical approach to optimise medication use, although its clinical outcomes remain inconsistent. Objective: This review aimed to summarise the current evidence regarding the effectiveness and safety of deprescribing interventions in older adults with polypharmacy. Methods: A structured literature review was conducted using PubMed/MEDLINE, Scopus, Google Scholar, and grey literature sources published between 2010–2025. Search terms included “older adults”, “polypharmacy”, “deprescribing”, and “medication review”. Eligible studies included clinical trials, quasi-experimental studies, and systematic reviews reporting deprescribing outcomes in older adults. Data were analysed narratively due to heterogeneity of methods and outcomes. Results: Most deprescribing interventions were based on explicit criteria (Beers, STOPP/START) or pharmacist-led medication reviews. Strong evidence supports deprescribing to reduce the number of medications and PIM in various clinical settings. However, findings regarding ADE, hospitalisations, and mortality remain inconsistent. The variability is partly explained by short follow-up duration, clinical heterogeneity, and differences in deprescribing models. Despite this, deprescribing appears safe, clinically acceptable, and well received by older adults and healthcare providers. Conclusion: Deprescribing improves medication optimisation and safety in older adults, although conclusive evidence on major clinical outcomes is still limited. Structured and multidisciplinary deprescribing approaches should be encouraged, particularly in primary care. Local studies are needed to evaluate long-term clinical effects and implementation feasibility in Indonesia.
TERAPI ROM BERBASIS MORSE FALL SCALE PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK TAHUN 2025 Deddy Sepadha Putra Sagala; Ratna Dewi; Ali Sabela Hasibuan; Aureliya Hutagaol; Jhoon pieter Hulu
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronik (PGK) memiliki risiko tinggi mengalami Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronik (PGK) memiliki risiko tinggi mengalami penurunan mobilitas dan kejadian jatuh akibat kelemahan otot, gangguan keseimbangan, serta komplikasi akibat terapi hemodialisis yang dijalani. Risiko jatuh yang tidak ditangani dapat meningkatkan morbiditas, memperpanjang lama rawat inap, dan menurunkan kualitas hidup pasien. Morse Fall Scale (MFS) merupakan instrumen yang digunakan untuk menilai tingkat risiko jatuh secara sistematis, sedangkan terapi Range of Motion (ROM) berfungsi mempertahankan fleksibilitas sendi dan kekuatan otot untuk meningkatkan stabilitas postural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi ROM berbasis MFS terhadap risiko jatuh pada pasien PGK di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest–posttest, melibatkan 32 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa latihan ROM aktif-pasif pada ekstremitas atas dan bawah dilakukan selama tujuh hari berturut-turut, masing-masing sesi 15–20 menit. Risiko jatuh diukur menggunakan Morse Fall Scale sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test menggunakan taraf signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor MFS yang signifikan (p = 0,000), di mana kategori risiko tinggi menurun dari 59,4% menjadi 18,8%, sedangkan risiko rendah meningkat menjadi 71,9%. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi ROM efektif menurunkan risiko jatuh dan meningkatkan mobilitas pasien PGK. Oleh karena itu, latihan ROM berbasis MFS direkomendasikan sebagai bagian dari program rehabilitasi keperawatan rutin di unit hemodialisa untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup pasien. Kata kunci : Penyakit Ginjal Kronik, Range of Motion, Morse Fall Scale, Risiko Jatuh, Rehabilitasi.
LUMBAR VERTEBRAE RADIOGRAPHY WITH SUSPECTED SPONDYLOSIS AT MEDAN ADVENTIST HOSPITAL Laia, Helvinus; Sihotang, Sri Nanda
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumbar Radiography with suspected Spondylosis is an examination to show anatomy and abnormalities in the lumbar spine using x-rays. Spondylosis is a term used to describe degenerative changes that occur in the articular components of the spine. Spondylosis can be said to be the development of osteophytes (bone spurs) along the joints of the vertebral body and intervertebral discs. The projections used are Antero-Posterior and Lateral x-ray planes used general x-ray unit using 200 mA. Image recording using Digital Radiography (DR) The type of research conducted is a qualitative and descriptive method. Data collection techniques using documentation and observation.
RADIOGRAPHY OF OSSA PEDIS WITH SUSPECTIVE CORPUS ALIENU AT DRS. H. AMRI TAMBUNAN REGIONAL HOSPITAL LUBUK PAKAM Sihotang, Sri Nanda; Sidauruk, Juliana Lasniar
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radiography of the ossa pedis (lower extremities) is an examination of the foot bones consisting of 26 bones and divided into 3 parts, namely, 7 ossa tarsalia, 5 ossa metatarsal, and 14 ossa phalanges using a general X-ray plane that aims to show or describe the structure of the bones in the pedis. Corpus alienum is the entry of foreign objects into the body abnormally, usually caused by gunshots, stabs, inhalation, swallowing in certain parts. The radiographic technique used is the dorso-plantar and lateral projections of the plane used is a fixed general radiography with a capacity of (500 mA) but the author only uses (200 mA) and image recording using Digital Radiography. The type of research used is qualitative and descriptive research by means of observation, interviews, data analysis then this research was conducted on April 10-May 10, 2025 in the radiology installation of Drs. H. Amri Tambunan Lubuk Pakam Hospital using a general X-ray unit.
ABDOMEN RADIOGRAPHY WITH SUSPENSION OF CORPUS ALIENU AT HAJI ADAM MALIK CENTRAL GENERAL HOSPITAL, MEDAN Ariyanti, Stephanie; Tambunan, Justinus
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abdominal radiography with suspected swallowed foreign body can be defined as an abdominal examination for a sudden condition in the form of a foreign object in the abdominal cavity that requires immediate action. Foreign body is a common cause of emergency unit visits and can enter the human body through various methods, namely by swallowing, inhalation, and intentional insertion. Foreign body can occur at all ages, especially children because they often put objects into their mouths. This study aims to find out how to perform an abdominal examination with suspected foreign body where the patient is a child. The projections used are Antero-Posterior Erect and Lateral, which can show the anatomy and location of the foreign body in the abdominal cavity. The type of research carried out is a qualitative research method, with data collection techniques based on observation results. The results of the study obtained abdominal radiographic examination with suspected foreign body with film processing carried out using Digital Radiography (DR).

Page 1 of 2 | Total Record : 13