cover
Contact Name
Muhammad Alfan
Contact Email
jitpro.ppg@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jitpro.ppg@um.ac.id
Editorial Address
Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Negeri Malang (UM), Gedung A21 Lantai 2, Jalan Semarang 5, Kota Malang, 65145 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Innovation and Teacher Professionalism
ISSN : -     EISSN : 30248604     DOI : 10.17977/um084
JITPro is fundamentally concerned with the improvement of teacher education, curriculum, policy, and in-service training. Besides these, the journal also accepts researches related to the problems of teacher educators and researchers in the field of educational sciences.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025)" : 30 Documents clear
Peningkatan Keaktifan Belajar Peserta Didik Menggunakan Aplikasi Quizizz Metode Kolaborasi dalam Pembelajaran Matematika Arini, Kartika Ayu Dwi; Hidayanto, Erry
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p403-410

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar dan pemahaman materi pada pembelajaran Matematika peserta didik kelas VIII F SMPN 18 Malang menggunakan metode kolaborasi dengan aplikasi Quizizz. Pendekatan ini melibatkan kerja sama dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan kuis dan tugas Matematika. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklusnya mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, pedoman wawancara, dan soal tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk melihat peningkatan keaktifan belajar peserta didik. Hasil penelitian pra-siklus menunjukkan rata-rata keaktifan peserta didik sebesar 41,54 persen, sementara pada siklus I meningkat menjadi 61,92 persen dan mencapai 83,87 persen pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam keaktifan belajar pada pembelajaran Matematika dengan menggunakan pendekatan kolaborasi dan aplikasi Quizizz. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.
Optimalisasi Problem Based Learning dalam Meningkatkan Representasi Matematis dan Kepercayaan Diri Siswa Kelas IV SD Istiqomah, Roshydatul; Rufiana, Intan Sari; Handayani, Tri
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p411-419

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh hasil pengamatan, uji coba awal, dan tes yang menunjukkan keterampilan representasi peserta didik awalnya cukup rendah, yaitu sebesar 52 persen secara keseluruhan. Hal tersebut juga sejalan dengan tingkat kepercayaan diri peserta didik yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan representasi matematis dan self-efficacy peserta didik dengan menerapkan model Problem Based Learning. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV di Sekolah Dasar 1 Malang pada tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus yang melibatkan empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil awal menunjukkan keterampilan representasi peserta didik hanya sebesar 52 persen, namun setelah penerapan pembelajaran Problem Based Learning, persentasenya meningkat menjadi 55 persen pada siklus pertama dan naik signifikan menjadi 83 persen pada siklus kedua. Self-efficacy peserta didik yang awalnya sebesar 74 persen juga meningkat menjadi 83 persen pada siklus pertama dan 86 persen pada siklus kedua. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan keterampilan representasi matematis dan self-efficacy, terutama dalam konteks pembelajaran matematika pada materi data dan diagram.
Model Pembelajaran PBL Pendekatan TaRL untuk Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Putra, Dheny Andika; Permatasari, Dian; Septiana, Indah; Fawaiz, Kirana Rokhimatul; Maidina, Nindia Mia; Widodewi, Rini; Rahardjo, Swasono
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p420-428

Abstract

Penelitian tindakan kelas diterapkan pada peserta didik kelas 1 SD Negeri 4 Madyopuro, Kota Malang, tahun ajar 2023/2024, mengingat adanya permasalahan minat belajar peserta didik yang kurang saat proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memotivasi minat belajar peserta didik agar semakin meningkat pada materi Pendidikan Pancasila. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di kelas 1 SD Negeri 4 Madyopuro, Kota Malang, dengan subjek berjumlah 28 anak, terdiri dari 15 siswi perempuan dan 13 siswa laki-laki. Pengamatan dilakukan sebanyak dua siklus, dengan satu kali pertemuan di setiap siklus. Setiap pertemuan terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada siklus 1, diperoleh persentase minat belajar peserta didik kelas 1 dengan kategori "rendah" sebesar 12,5 persen, "sedang" 25 persen, dan "tinggi" 62,5 persen. Kategori "rendah" masih menunjukkan kurangnya minat belajar berdasarkan persentasenya. Pada siklus 2, terlihat peningkatan minat belajar peserta didik, dengan kategori "rendah" sebesar 12,5 persen, "sedang" 12,5 persen, dan "tinggi" 75 persen. Hal ini menunjukkan peningkatan pada kategori rendah, dan kategori sedang serta tinggi menjadi seimbang.
Meningkatkan Minat Belajar IPA dengan Media Edukatif Berbasis Permainan Tradisional di Kelas VIII SMP Novitasari, Dewi; Munzil, Munzil; Widodo, Anang; Fadhilah, Athiyatus Sholihatul; Nada, Hana Naqiyya; Ariesta, Nabela Aqiella Fadia; Azizah, Rafida; Saharani, Savilla Nadya; Nurhayati, Suci
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p429-436

Abstract

Pembelajaran yang dibungkus dengan permainan bisa membangkitkan jiwa kompetitif dan daya saing peserta didik yang berimbas pada meningkatnya motivasi belajar. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa sekitar 70 persen peserta didik kelas 8 SMP Negeri 2 Pakis memiliki minat belajar yang rendah. peneliti tertarik untuk mengimplementasikan permainan tradisional congklak sebagai upaya dalam meningkatkan minat belajar IPA pada peserta didik kelas 8 di SMP Negeri 2 Pakis. Tujuan penelitian adalah mengetahui implementasi permainan tradisional edukatif (dalam penelitian ini yaitu permainan Congklak) untuk meningkatkan minat belajar IPA (daya saing, keaktifan, motivasi) pada seluruh peserta didik kelas 8 di SMP Negeri 2 Pakis. Penelitian dilaksanakan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Dengan alat pengumpulan data yaitu lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data yang digunakan merupakan analisis data kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil observasi menunjukkan penggunaan permainan edukatif dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan minat belajar dan keaktifan pesera didik dalam proses pembelajaran IPA dibandingkan dengan pembelajaran dengan metode ceramah.
Peningkatan Pemahaman Kognitif Siswa pada Materi Tari Tradisional melalui Model Learning Start with A Question di Kelas VIII SMP Anggara, Widi Dwijati; Rahayuningtyas, Wida
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p437-449

Abstract

Pada pembelajaran seni budaya sub bidang tari pada materi keunikan tari tradisional di kelas VIII E SMPN 1 Kasembon siswa mengalami kendala yang menyebabkan ketidaktuntasan nilai hasil belajar pada ranah kognitif. Kendala yang dihadapi adalah kurangnya antusias dan berkonsentrasi dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran yang diterapkan sebelumnya juga kurang memacu keaktifan siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran learning start a with question dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif materi keunikan tari tradisional. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah peneltitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yakni siklus 1 dan siklus 2. Setiap siklus mencakup empat tahap yakni perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pembelajaaran diawali dengan sebuah pertanyaan yang diberikan oleh guru sebagai awal pembelajaran. Siswa diminta untuk mengajukan jawaban berdasarkan pengetahuan dan pengalaman belajar sebelumnya. Siswa dituntut mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dipahami pada pembelajaran sebelumnya. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran LSQ mampu meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaaran. Sebelum diadakan penelitian ketuntasan hasil belajar mencapai 34 persen kemudian meningkat 53 persen pada siklus 1 dan meningkat 84 persen pada siklus 2. Sehingga penerapan model pembelajaran LSQ berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif, yakni siswa berpikir kristis, terampil menyusun pertanyaan dan jawaban, serta aktif dalam proses pembelajaran.
Pengaruh Penerapan Kode Etik Guru terhadap Kualitas Interaksi Pembelajaran dan Kedisiplinan di Sekolah Annisa, Riska Elvia; Anggoro, Bayu Koen
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p450-462

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan kode etik dalam proses pembelajaran di sekolah dasar serta mengeksplorasi dampaknya terhadap kualitas interaksi pembelajaran dan kedisiplinan antara guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan yang mendalam terhadap berbagai literatur terkait. Kode etik guru diidentifikasi sebagai seperangkat aturan profesional yang harus dipatuhi oleh tenaga pengajar untuk melindungi integritas profesi, memastikan kesejahteraan guru, dan memperkuat komitmen terhadap pengembangan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kode etik memiliki peran penting dalam menjaga profesionalisme guru, membentuk hubungan yang sehat dengan siswa, menciptakan lingkungan belajar yang positif, serta mendorong kedisiplinan dalam pengelolaan kelas. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa penerapan kode etik di sekolah dasar masih sering menghadapi kendala. Tantangan utama meliputi ketidakmerataan pemahaman guru terhadap kode etik, kurangnya pengawasan dan evaluasi berkala, serta keterbatasan dukungan dari pihak-pihak terkait, yang semuanya berpotensi menghambat konsistensi pelaksanaan standar etika dalam praktik sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah dan lembaga pendidikan mengintensifkan pengawasan, menyediakan pelatihan rutin, serta meningkatkan sosialisasi mengenai kode etik guru. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendorong implementasi kode etik yang lebih konsisten dan mendalam, sehingga menciptakan interaksi pembelajaran yang berkualitas dan kedisiplinan yang lebih baik, yang pada gilirannya berdampak positif pada perkembangan pendidikan secara keseluruhan.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android pada Materi Berpikir Komputasional Bahri, Achmad Faisal; Widiyanti, Widiyanti; Kurniawan, Arif
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p463-471

Abstract

Masalah dalam pembelajaran informatika sering kali disebabkan oleh rendahnya minat dan keterlibatan peserta didik, yang mengakibatkan pemahaman materi yang terbatas. Optimalisasi penggunaan smartphone sebagai media pembelajaran berpotensi meningkatkan keterlibatan peserta didik secara efektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Android yang mendukung materi berpikir komputasional dalam mata pelajaran informatika untuk kelas X. Media pembelajaran ini diharapkan dapat memfasilitasi pembelajaran mandiri serta meningkatkan minat dan pemahaman peserta didik. Studi ini didasarkan pada observasi di SMK Negeri 9 Malang, yang menunjukkan bahwa proses pembelajaran konvensional cenderung pasif dan kurang menarik bagi peserta didik. Pengembangan media dilakukan dengan menggunakan perangkat Unity3D dan mengikuti model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Uji kelayakan melibatkan ahli materi dan media serta pengguna, dengan penilaian mencakup aspek kepraktisan, keterbacaan, dan dampak terhadap motivasi belajar. Hasil akhir penelitian ini adalah aplikasi pembelajaran Android yang efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman peserta didik terhadap konsep berpikir komputasional, sehingga dapat menjadi solusi pembelajaran inovatif yang relevan bagi pendidikan berbasis teknologi.
Media Pembelajaran Presentasi Materi Operator Pemrograman untuk Model Discovery Learning dengan Asesmen Berbasis Filter Instagram Rochmawati, Diyah; Putranto, Hari
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p472-479

Abstract

Discovery Learning merupakan metode pembelajaran berbasis masalah yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi dan mempelajari konsep baru, seperti materi tipe operator dalam pemrograman. Dalam konteks pembelajaran digital, Instagram sebagai media sosial populer dengan fitur interaktif menyediakan peluang yang potensial untuk diterapkan dalam metode ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi presentasi yang mengintegrasikan model pembelajaran Discovery Learning pada materi operator pemrograman dengan asesmen berbasis filter Instagram. Metode pengembangan yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil dari pengembangan ini adalah sebuah materi presentasi interaktif yang meliputi konsep dasar dan implementasi operator logika dalam pemrograman, yang dipadukan dengan asesmen dalam bentuk kuis berbasis filter Instagram. Dengan fitur filter ini, peserta didik dapat menjawab soal atau kuis secara langsung melalui Instagram, yang tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga memanfaatkan teknologi yang akrab bagi mereka. Materi presentasi dan asesmen berbasis filter Instagram ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman peserta didik dalam memahami konsep operator logika dan melatih kemampuan pemecahan masalah. Dengan demikian, penggunaan Instagram sebagai media asesmen berbasis teknologi dapat memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan relevan bagi peserta didik.
Pengaruh Budaya Sekolah terhadap Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar Indriani, Dwi Fitria; Anggraini, Nur Afni; Hasanah, Wahyu Ezy Asmi; Bintartik, Lilik; Lestari, Ana Dwi
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p480-487

Abstract

Pendidikan karakter penting untuk ditanamkan sejak dini, khususnya di sekolah dasar, sebagai fondasi bagi generasi penerus dalam menghadapi tantangan era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat. Tantangan-tantangan ini berpotensi memengaruhi karakter anak bangsa, sehingga diperlukan upaya untuk menanamkan nilai-nilai luhur yang sejalan dengan karakteristik dan budaya bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk karakter yang dimiliki oleh siswa di SDN Percobaan 1 Malang, yang terbentuk melalui penerapan budaya sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif naratif, penelitian ini mengandalkan teknik wawancara mendalam, observasi langsung, serta dokumentasi foto sebagai metode pengumpulan data. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5A di SDN Percobaan 1 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang diterapkan, seperti rutinitas membaca asmaul husna, berdoa bersama, menyanyikan lagu-lagu nasional, hormat bendera, dan memberi salam kepada guru, secara efektif membangun karakter positif siswa. Budaya ini selaras dengan profil Pelajar Pancasila, yang mencerminkan nilai-nilai moral dan nasionalisme dalam diri siswa.
Manfaat dan Tantangan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) bagi Guru dan Peserta Didik di Era Society 5.0 Pratiwi, Rachel Theresa Laras; Yunus, Mahmuddin
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p488-494

Abstract

Teknologi dan industri di abad ke-21 mengalami perkembangan pesat, khususnya dengan hadirnya era Society 5.0, yaitu era yang tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kemanusiaan dan kesejahteraan sosial. Di era ini, teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), Internet of Things (IoT), dan big data berperan besar dalam mendukung upaya meningkatkan kualitas hidup manusia dan membantu menyelesaikan masalah-masalah sosial yang kompleks. Society 5.0 dengan demikian merupakan perpaduan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan, dimana teknologi dimanfaatkan secara lebih bijaksana untuk kebermanfaatan yang lebih luas. Transformasi ini juga memengaruhi dunia pendidikan, terutama melalui integrasi AI dalam proses pembelajaran. Penggunaan AI di bidang pendidikan menawarkan banyak manfaat bagi guru dan peserta didik, seperti pembelajaran yang lebih personal dan efisien. Namun, di sisi lain, hal ini juga membawa tantangan. Guru diharapkan untuk terus mengembangkan keterampilan digital agar peran mereka sebagai pengajar dan pembimbing tidak tergantikan oleh teknologi. Bagi peserta didik, keberadaan AI memerlukan pendampingan yang kuat dari guru dan orang tua agar mereka tetap bertanggung jawab dan tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi, sehingga kemampuan berpikir kritis dan belajar mandiri mereka tetap terjaga. Dengan panduan yang tepat, AI dapat menjadi alat yang efektif dalam memperkaya pengalaman belajar peserta didik dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Page 3 of 3 | Total Record : 30