cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021)" : 37 Documents clear
Analisis Usahatani Cabai Besar di Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala Rizqi Amalia; Abdurrahman Abdurrahman; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6013

Abstract

Tujuan peneIitian ini yaitu untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani cabai besar dengan menganalisis besar biaya yang dikeluarkan, penerimaan, pendapatan dan keuntungan yang diperoIeh petani cabai besar serta mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi luas lahan benih, pupuk, obat-obatan dan tenaga kerja terhadap produksi  usahatani cabai besar di Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai dengan bulan September 2020. Data yang dikumpulkan adalah satu kali periode per musim tanam dengan kisaran waktu 4 bulan. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode sensus dimana semua petani cabai besar di Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala diambil sebagai responden. Hasil penelitian penyelenggaraan usahatani cabai besar yang dilakukan mencakup pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman dan panen. Besarnya rata-rata biaya eksplisit petani cabai besar pada penelitian ini adalah Rp1.437.323,00/usahatani atau Rp7.186.615,00/ha. Rata-rata biaya implisit adalah Rp2.454.639,00/usahatani atau Rp12.273.195,00/ha. Sehingga biaya rata-rata total sebesar Rp3.891.962,00/usahatani atau sebesar Rp19.459.810,00/ha. Nilai rata-rata penerimaan petani cabai besar Rp7.042.070,00/usahatani atau Rp35.210.350,00/ha. Dengan diketahuinya nilai rata-rata dari biaya eksplisit, biaya implisit, biaya total dan penerimaan,  maka    nilai      rata-rata pendapatan yang diperoleh petani  responden  pada  penelitian  ini  sebesar Rp5.604.747,00/usahatani atau Rp28.023.735,00/ha. Nilai rata-rata keuntungan adalah sebesar Rp3.150.108,00/usahatani atau Rp15.750.540,00/ha. Berdasarkan analisis fungsi produksi tipe Cobb-Doughlas dengan penambahan variabel TER dapat diketahui bahwa faktor produksi yang berpengaruh terhadap usahatani cabai besar yaitu benih dan pupuk organik sedangkan lahan, pupuk anorganik, pestisida dan tenaga kerja tidak berpengaruh.
Kajian Usaha Ternak Ayam Petelur di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kota (Studi Kasus Pada Usaha Agri Mulya Farm) Bagas Pratikta; Nuri Dewi Yanti; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5955

Abstract

Subsektor agribisnis jika dalam pengembangannya dioptimalkan maka subsektor agribisnis industri peternakan memiliki prospek yang baik dan industri peternakan akan membawa dampak positif bagi peternak. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat akan mempengaruhi konsumsi masyarakat terhadap produk ternak, Salah satunya telur ayam ras. Ada dua  tipe telur diantaranya telur tipe medium biasanya bertelur dengan cangkang coklat, sedangkan tipe light biasanya bertelur dengan cangkang putih. Setiap tahun produksi telur Kabupaten Banjar mengalami peningkatan, meskipun tidak ada peningkatan yang signifikan. Sebagian besar penduduk Kabupaten Banjar adalah petani tanaman pangan dan peternakan. Bapak H. Karnoto memiliki peternakan ayam ras petelur di Kabupaten Banjar. Peternakan yang berlokasi di Jl. Kebun Raya No. 101, Desa Cindai Alus Kelurahan Martapura Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar  Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya, pendapatan, penerimaan , keuntungan dan kelayakan usaha peternakan ayam agri mulya farm. Penelitian dilakukan mulai Agustus 2019 hingga Agustus 2020. Jenis data yang digunakan adalah data utama dan data pembantu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Total biaya agri mulya farm pada tahap awal usaha peternakan meliputi biaya tetap Rp 55.876.495, biaya variabel Rp 1.269.714.680, total biaya Rp 1.325.590.795 dan penerimaan Rp 1.436.145.000, jumlah keuntungan yang diperoleh adalah Rp 110.554.205. Kelayakan komersial dengan nilai RCR 1,08.
Persepsi Petani Padi terhadap Peran Penyuluh Pertanian di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Milawiyah Milawiyah; Usamah Hanafie; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui persepsi petani padi terhadap peran penyuluh pertanian dan mengetahui permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian di Kecamatan Gambut Kabupeten Banjar. Metode penelitian yaitu dengan menggunakan metode multistage sampling (penentuan sample dengan bertahap) dalam penilitian ini memiliki tiga tahap dalam menentukan sample petani. Pada tahap pertama dalam menentukan tempat penelitian yaitu secara sengaja mengambil Kecamatan Gambut. Pada tahap kedua dalam menentukan Desa yang meliputi dari tiga desa yaitu Desa Malintang, Desa Guntung Papuyu, dan Desa Guntung Ujung dalam pemilihan Desa dalam penelitian ini dengan menggunakan metode acak sederhana, dan pada tahap ketiga dalam menentukan sample petani yaitu dengan mengambil secara acak 2 kelompok tani perdesa. Untuk menentukan jumlah responden keseluruhan dilakukan dengan menggunakan Rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap peran penyuluh pertanian dengan jumlah responden 25 sample petani di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar berada dalam 73,3% sehingga dapat tergolong baik, yang dapat dihitung dengan menggunakan rumus skala likert, dengan jumlah skor pengumpulan data yang di dapat (1.832) yang didapat dari 20 pertanyaan dengan total responden 25 petani. Permasalahan yang di hadapi penyuluh pertanian di Kecamatan Gambut yaitu dalam mendorong keaktifan dan kehadiran petani suatu kegiatan dalam bidang usaha tani yang dapat dilakukan oleh penyuluh pertanian, sulitnya merubah sikap, perilaku, pengetahuan, dan keterampilan dalam menerima informasi atau inovasi, dan kebanyakan petani masih ragu dalam menerapkan suatu inovasi yang diberikan penyuluh, yang menyebabkan penyuluh merasa kesulitan dalam memberi pembelajaran dan inovasi kepada petani mengenai bidang pertanian, sehingga penyuluh harus memberi pendekatan kepada petani secara bertahap agar petani mau menerapkan suatu informasi yang diberikan.
Partisipasi Masyarakat terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Harapan Masa di Desa Pasar Lama Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Dea Edna Adinda; Masyhudah Rosni; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5961

Abstract

Desa memiliki potensi sebagai pembangunan nasional yang ditinjau dari segi sumberdaya alamnya. Sumberdaya yang dikelola dengan baik membuat perekonomian desa mejadi meningkat dan membawa kesejahteraan pada masyarakat desa. Pembangunan desa bisa dilakukan dengan pemberdayaan yang mengacu pada partisipasi. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yaitu lembaga yang membawahi unit usaha pedesaan serta berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BUMDes dengan jenis usaha terbanyak terdapat di Desa Pasar Lama dengan nama BUMDes Harapan Masa. BUMDes yang memiliki jenis usaha terbanyak juga memerlukan adanya partisipasi yang mendukung dari semua pihak termasuk pemerintah desa dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat terhadap BUMDes, mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat dengan karakterisktik responden serta permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan BUMDes. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner, metode penarikan contoh menggunakan simple random sampling, diperoleh 30 KK sebagai responden. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis tingkat partisipasi, hubungan tingkat partisipasi dengan karakteristik responden dengan uji Rank Spearman dan Chi Square. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan BUMDes dengan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, partisipasi masyarakat Desa Pasar Lama terhadap BUMDes Harapan Masa tergolong kategori sedang (67,58%). Partisipasi dalam perencanaan tergolong sedang (65%), partisipasi dalam pelaksanaan tergolong rendah (53%), partisipasi dalam pemanfaatan hasil tergolong tinggi (80%) dan partisipasi dalam evaluasi tergolong sedang (72%). Terdapat hubungan yang positif yang nyata seperti pendidikan responden (ρhitung 0,206), hubungan negatif yang nyata seperti umur (ρhitung-0,264); pendapatan (ρhitung -0,150); lama tinggal (ρhitung-0,124) responden, tidak terdapat hubungan yang nyata seperti pekerjaan (x2hitung1,188) responden dengan partisipasi masyarakat terhadap BUMDes. Tinggi rendahnya umur, pendidikan, pendapatan dan lama tinggal responden diikuti oleh tinggi rendahnya partisipasi masyarakat sedangkan pekerjaan responden tidak diikuti oleh tinggi rendahnya partisipasi masyarakat. Permasalahan yang terjadi dalam pengembangan BUMDes yaitu pemasaran jasa atau produk yang masih kurang serta kurangnya pelatihan lebih lanjut yang diadakan BUMDes.
Analisis Finansial Usahatani Cabai Rawit di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Mutiara Novrista Elisya; Luthfi Fatah; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6034

Abstract

Pertanian merupakan sektor utama perekonomian Indonesia, artinya pertanian merupakan sektor utama yang menyumbang hampir setengah dari total perekonomian. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan taraf hidup petani. Sektor pertanian di Indonesia yang memiliki potensi pengembangan yang besar adalah sektor pertanian hortikultura, cabai hampir merupakan salah satu komoditas hortikultura yang dibutuhkan oleh semua industri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan serta sensitivitas usahatani cabai rawit.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah multistage random sampling. Di Kota    Banjarbaru terdapat 5 kecamatan, dipilih satu kecamatan secara acak yang dijadikan sampel penelitian yakni Kecamatan Liang Anggang. Di Kecamatan Liang Anggang terdapat 4 kelurahan kemudian dipilih secara acak (random) 2 kelurahan untuk dijadikan sampel yaitu Landasan Ulin Utara dan Landasan Ulin Barat. Dari kelurahan Landasan Ulin Utara dan Landasan Ulin Barat terdapat 85 orang petani cabai rawit diambil 30 orang petani secara acak yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Hasil dari penelitian menunjukan biaya yang dikeluarkan petani per usahatani sebesar Rp9.667.089,24 sedangkan biaya per hektar senilai Rp68.265.583,21. Penerimaan yang dihasilkan petani per usahatani sebesar Rp17.820.833,33 sedangkan penerimaan yang dihasilkan per hektar senilai Rp125.844.455,43. keuntungan yang diperoleh petani per usahatani sebesar Rp8.153.455,143 sedangkan keuntungan yang diperoleh petani per hektar senilai Rp57.578.827,22. kelayakan dalam usahatani ini dikatakan layak secara finansial berdasarkan analisis RCR dengan nilai > 1 yakni sebesar 1,84 per usahatani sedangkan nilai kelayakan per hektar juga > 1 yakni senilai 1,84. Analisis sensitivitas pada usahatani ini dengan harga jual terendah Rp15.000,00 harga jual rata-rata Rp23.868,23 dan harga jual tertinggi dengan harga Rp45.000,00 dengan RCR > 1.
Studi Komparatif Pendapatan Petani Jagung Pakan Ternak Antara Peserta dan Non-Peserta Program Korporasi Penangkaran Jagung di Kabupaten Tanah Laut Andri Yulianti; Usamah Hanafie; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5949

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas yang berpengaruh dalam perekonomian di Indonesia dan tidak lepas halnya dengan keperluan benih yang dibutuhkan dalam menghasilkan produksi jagung bermutu di tiap musimnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan bersih petani peserta program dan non-program korporasi serta mengetahui apakah ada perbedaan pendapatan yang terjadi diantara petani peserta program dengan petani peserta non-program. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tanah Laut. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan alasan Kabupaten Tanah Laut memiliki tingkat produksi jagung tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan selama 5 periode terakhir yakni 2015 – 2019. Penelitian ini dimuai dari bulan Maret 2020 sampai dengan September 2020. Penarikan contoh dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Proportional random sampling. Analisis yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah satu kali musim tanam maka biaya total yang harus di keluarkan petani untuk usahatani jagung korporasi Rp9.399.841/Ha (Rp36.424.384/Rata-rata Usahatani), sedangkan biaya total usahatani jagung non-korporasi Rp7.651.677/Ha (Rp17.422.279/Rata-rata Usahatani). Untuk penerimaan petani korporasi Rp27.909.677/Ha (Rp108.150.000/Rata-rata Usahatani), penerimaan petani jagung non-korporasi yang sebesar Rp16.994.164/Ha (Rp38.580.558/Rata-rata Usahatani). Pendapatan kotor pun dapat kita ketahui pendapatan kotor petani jagung korporasi Rp19.258.224/Ha (Rp74.625.616/Rata-rata Usahatani), pendapatan petani jagung non-korporasi sebesar Rp10.117.065/Ha (Rp23.035.779/Rata-rata Usahatani). Dalam penelitian ini diketahui petani jagung korporasi menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp15.950.145/Ha (Rp61.806.813/Rata-rata Usahatani)  sedangkan pendapatan bersih yang dihasilkan petani jagung non-korporasi  yang sebesar Rp9.292.487/Ha (Rp21.158.279/Rata-rata Usahatani). Pengujian uji t menggunakan bantuan aplikasi statgraph versi 17.2.0.0 maka diperoleh hasil P-value = 0,00357585, karena nilai-P yang dihitung kurang dari 0,05, kita dapat menolak hipotesis nol yang mendukung alternatifnya, dimana artinya pendapatan bersih petani jagung pakan korporasi tidak sama dengan pendapatan bersih petani jagung non-korporasi.
Analisis Finansial dan Strategi Pengembangan Industri Rumah Tangga Pengolahan Kerupuk Udang di Desa Gadung Keramat, Kecamatan Bakarangan, Kabupaten Tapin (Studi Kasus Usaha Kerupuk Udang “Zakiah”) Azzahra Luthfiah; Rifiana Rifiana; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan mengetahui strategi pengembangan usaha kerupuk udang “ZAKIAH”. Penelitian ini dimulai pada bulan Februari 2020 sampai dengan Agustus 2020. Data yang dikumpulkan adalah data selama satu bulan produksi kerupuk udang “ZAKIAH” yaitu pada bulan Juli tahun 2020. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi kasus dan teknik accidental sampling untuk pemilihan responden. Responden yang digunakan berjumlah 21 orang terdiri dari responden internal yaitu pemilik usaha dan responden eksternal terdiri dari 1 orang dari Dinas Perindustian Kabupaten Tapin selaku pembina usaha, 4 orang tukang sayur keliling, 3 orang pemilik warung, 2 orang pemilik toko dan 10 orang konsumen yang mengkonsumsi kerupuk udang “ZAKIAH”. Hasil penelitian menunjukkan biaya total yang dikeluarkan oleh usaha kerupuk udang “ZAKIAH” selama bulan Juli 2020 sebesar Rp 4.556.915, penerimaan sebesar Rp 10.481.000, sehingga keuntungan yang diperoleh Rp 5.924.085. Pada hasil analisis faktor internal dan eksternal terhadap usaha kerupuk udang “ZAKIAH” diperoleh faktor internal strategis yang menjadi kekuatan bagi usaha ini adalah tidak menggunakan bahan pengawet, memiliki PIRT dan label halal serta upah tenaga kerja yang murah, sedangkan kelemahan terbesar adalah distribusi yang tidak luas dan kurangnya promosi. Peluang terbesar adalah dukungan pemerintah serta ancaman terbesar adalah kenaikan harga BBM dan faktor cuaca. Total score IFAS sebesar 3.08 dan score EFAS sebesar 2.80. Berdasarkan hasil penggabungan dari total score matriks IFAS dan EFAS dapat diketahui posisi usaha kerupuk udang “ZAKIAH” berada di sel IV yaitu tumbuh dan berkembang (growth and built) seperti strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk). Hasil perumusan alternatif strategi pada matriks SWOT yang dapat diterapkan yaitu strategi S-O (memperluas daerah pemasaran serta mempertahankan dan meningkatkan  kualitas produk).
Efisiensi Teknis Usahatani Ubi Nagara di Lahan Rawa Lebak Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tiya Septeana; Yusuf Aziz; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6014

Abstract

Hulu Sungai Selatan memanfaatkan lahan rawa lebak untuk usahatani ubi jalar. Ada dua kecamatan yang produksi ubi jalarnya besar yaitu kecamatan Daha Utara dan Daha Selatan biasa disebut dengan nama ubi nagara. Ubi ini hanya ditemui di daerah sungai rawa Nagara. Ubi nagara adalah komoditi tanaman pangan endemik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang diusahakan petani di lahan rawa lebak. Lahan rawa lebak yang dikelola secara teknis diperlukan untuk mencapai produksi yang efisien dalam menghasilkan output yang lebih baik. Lahan rawa lebak yang kurang produktif mengakibatkan terbatasnya penyediaan lahan untuk usahatani memberikan dampak terbatasnya jalur ekstensifikasi dalam meningkatkan produksi ubi jalar, sehingga upaya peningkatan produksi yang tepat adalah dengan efisiensi teknis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh penggunaan faktor produksi serta tingkat efisiensi teknis usahatani ubi nagara menggunakan metode Maximum Likehood Estimation (MLE) dalam fungsi produksi frontier stochastic. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Responden dipilih sebanyak 30 petani dilakukan secara proportionated random sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini, produksi usahatani ubi nagara dipengaruhi secara positif dan nyata oleh luas lahan, jumlah bibit dan jumlah tenaga kerja. Nilai efisiensi teknis rata-rata yang dihasilkan di lokasi penelitian adalah 0,76 yang dapat dikatakan bahwa efisien secara teknis.
Motivasi Petani Menanam Tanaman Sengon ( Paraserianthes falcataria L. Nelson) di Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Haryogi Muliandri; Muhammad Husaini; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5972

Abstract

Motivasi adalah suatu proses psikologis yang dapat mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi dan keputusan yang terjadi pada diri petani. Kekuatan motivasi dapat digambarkan melalui motif, dan harapan petani. Motif merupakan faktor pendorong petani untuk melakukan tindakan. Tujuan penelitian mengetahui motivasi petani dan mengidentifikasi permasasalahan yang dihadapi petani dalam menanam tanaman sengon. Penelitian ini menggunakan metode survei. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 petani dari total populasi 118 petani sengon. Untuk mengetahui tujuanbsatu dan dua, digunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, motivasi petani menanam tanaman sengon terbagi kedalam dua bagian yaitu motivasi ekonomi dan sosial. Motivasi ekonomi termasuk dalam kategori tinggi dengan skor yang diperoleh sebesar 84.86% dari skor ideal. Dengan menanam sengon dapat meningkatkan pendapatan petani, meskipun setelah berumur 6-7 tahun setelah tanam dan ada jaminan harga sengon karena sudah ada pebrik pengolahan.  Hal yang sama dengan motivasi sosial, dengan skor yang diperoleh sebesar  92.86% dari skor ideal.  Dengan menanam sengon petani dapat berinteraksi terhadap sesama petani dan masyarakat sekitar, selain itu juga mendapatkan pembinaan dari pemerintah. Permasalahan utama dalam menanam sengon adalah kebakaran lahan, berikutnya hama tupai, keterbatasan modal dan tidak adanya kredit usaha dari pemerintah.
Analisis Usaha Produk Sirup Limau Kuit Borneo Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Husnil Yusra; Hairin Fajeri; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5956

Abstract

Sektor pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Dibuktikan dengan munculnya berbagai macam usaha, mulai dari usaha kecil milik perorangan dan perusahaan besar yang sudah berkembang, yang lebih dikenal dengan istilah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satu usaha pengolahan yang menggunakan bahan baku buah limau kuit di Kota Banjarbaru adalah industri pengolahan minuman sirup “Borneo Bu Mun” bertempat di Komplek Berlina Jaya 4, No 5, RT 11/RW 02, Jalan Sidorejo, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan umum aktivitas bisnis pengolahan pada produk sirup limau kuit; menganalisa macam-macam biaya, penerimaan, serta keuntungan dari usaha pengolahan pada produk sirup limau kuit Borneo, menganalisa kelayakan usaha dan titik impas (Break Event Point) pengolahan pada produk sirup limau kuit Borneo. Penelitian ini berlangsung dari Maret sampai dengan November 2020. Jenis data yang digunakan adalah data utama (primer) dan data pembantu (skunder). Prosesnya jeruk limau kuit dibersihkan dan pilah dengan air bersih, selanjutnya diperas untuk diambil airnya, setelah didapatkan biangnya lanjut proses pemasakan dengan gula dilarutkan, masukkan pewarna makanan dan masak sampai keketanlan yang diinginkan didapatkan, dinginkan selama 1-1,5 jam dan kemudian dikemas dalam botol sesuai varian yang disediakan. Usaha sirup limau kuit Borneo diproduksi dengan 2 jenis varian berdasarkan volume botol yaitu sebesar 500 ml dan 250 ml. Biaya yang dikelurkan dari bulan Januari-Desember 2019 Sebesar Rp. 490.728.600. Penerimaan yang diterima dari Januari-Desember sebesar Rp. 742.500.000. Keuntungan yang didapat adalah Rp. 251.771.400. Nilai kelayakan RCR yang diperoleh sebesar 1,51. Nilai  BEP  penjualan  ada 2 (dua) jenis yaitu 500 ml dan 250 ml diperoleh berturut-turut sebanyak 20.644,93 dan 6.881,64 dengan penjualan dalam rupiah beturut-turut sebesar Rp. 410.938.560 dan sebsar Rp. 102.734.640. Nilai BEP berdasarkan jumlah harga jual perbotol 500 ml dan 250 ml berturut-turut sebesar Rp. 16.372,89 dan sebesar Rp. 8.186,44

Page 1 of 4 | Total Record : 37