cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
TINGKAT MOTIVASI PETANI SAYUR PADA BUDIDAYA SAYUR SEMI ORGANIK DAN SAYUR ANORGANIK DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA, KOTA BANJARBARU Annisa Yosidah; Hairin Fajeri; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatmotivasi petani pada budidaya sayur semi organik dan anorganik; serta mengetahui permasalahan yang dihadapi petani pada budidaya sayur semi organik dan anorganik di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode sensus dansimple random sampling. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk menjawab tujuan pertama dan kedua. Hasil penelitian menunjukkan tingkat motivasi petani pada budidaya sayur semi organik dan anorganik di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru termasuk kategori sedang dengan rata-rata sebesar 67,79%. untuk petani sayur semi organik dan untuk petani sayur anorganik sebesar 70,75%. Sedangkan tingkat motivasi ekonomi petani sayur semi organik dan anorganik termasuk kategori tinggi dengan rata-rata 83,33% untuk petani sayur semi organik dan sebesar 86,67% untuk petani sayur anorganik. Tingkat motivasi sosiologis petani sayur semi organik dan anorganik di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru termasuk kategori rendah dengan rata-rata sebesar 49,95% untuk petani sayur semi organik dan sebesar 52,67% untuk petani sayur anorganik. Permasalahan dihadapi petani sayur semi organik serangan hama penyakit, cuaca, dan harga sayur semi organik di pasar tidak berbeda dengan harga sayur anorganik.Permasalahan dihadapi petani sayur anorganik sama dengan petani sayur semi organik serangan hama penyakit, cuaca, dan harga sayur akan turun jika panen bersamaan.
Analisis Usaha Madu Kelulut (Trigona Sp.) (Studi Kasus Pada IRT Zahra di Desa Mangkauk Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar) Khoirul Nur Janah; Nuri Dewi Yanti; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8276

Abstract

IRT Zahra di Desa Mangkauk merupakan sebuah usaha yang bergerak pada budidaya lebah madu kelulut. Usaha ini terus berkembang, tetapi belum adanya penelitian yang menganalisis berapa biaya, penerimaan dan keuntungan dari usaha madu kelulut IRT Zahra. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan usaha madu kelulut IRT Zahra di Desa Mangkauk Kecamatan Pengaron. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif dan analisis keuntungan. Berdasarkan hasil penelitian, madu yang terkumpul dalam wadah penampungan madu, selanjutnya dikemas. Produksi madu kelulut ini sebanyak 104 liter/bulan dan dikemas sebanyak 340 produk yang terdiri dari 40 botol kemasan 100 ml, 200 botol kemasan 250 ml dan 100 botol kemasan 100 ml. Biaya total usaha madu kelulut IRT Zahra periode Januari 2022 sebesar Rp 16.968.183/bulan dengan penerimaan total diperoleh sebesar Rp 33.600.000/bulan, sehingga keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 16.631.817/bulan.
Analisis Pengaruh Cita Rasa, Word Of Mouth, dan Promosi Melalui Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus Rumah Makan Ngikan Skip Lama Kota Banjarmasin) Nuzula Almira Salsabila; Hairi Firmansyah; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cita rasa, word of mouth, dan promosi melalui media sosial terhadap keputusan pembelian di Rumah Makan Ngikan Skip Lama Kota Banjarmasin. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 100 responden. Kuesioner disebarkan secara langsung kepada responden yaitu konsumen yang berada di tempat, selain itu kuesioner juga disebarkan secara online. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, kuesioner, dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) melalui program IBM SPSS AMOS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel cita rasa dan word of mouth berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai critical ratio sebesar 2,695 > ±1,96 dan 2,272 > ±1,96. Sedangkan variabel promosi melalui media sosial tidak berpengaruh signifikan dengan nilai critical ratio sebesar 1,669 < ±1,96.
Pola Penggunaan Tenaga Kerja Berdasarkan Gender pada Beberapa Usahatani Sayuran di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Tara Erin Desyanti; Emy Rahmawati; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i1.768

Abstract

Hortikultura merupakan bidang pertanian dengan cakupan yang cukup luas, diantaranya adalah buah-buahan, sayur-sayuran, dan tanaman hias. Di Kecamatan Landasan Ulin, komoditas sayuran dan palawija banyak ditemukan dengan mayoritas varietas unggul dengan masa pemeliharaan sepanjang tahun dan masa panen dilakukan sepanjang tahun dengan pola tanam secara bergiliran. Kelurahan Syamsudin noor dan Kelurahan Guntung Payung adalah wilayah penghasil tanaman sayuran terbanyak di Kecamatan Landasan Ulin. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pola penggunaan tenaga kerja pada usaha tani sayuran pada setiap aktivitas yang dilakukan, mulai pengolahan tanah sampai dengan pasca panen, berdasarkan jenis tenaga kerja pria dan wanita. Mengetahui tingkat upah yang didapat tenaga kerja pada setiap aktivitas yang dilakukan mulai pengolahan tanah sampai dengan pasca panen, berdasarkan jenis tenaga kerja pria dan wanita pada satu kali proses periode penanaman sayuran. Penelitian dilaksanakan dari Agustus 2016 sampai pada tahap sidang yaitu Oktober 2017. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode untuk memilih petani dilakukan dengan cara purposive sampling. Analisis data dengan cara analisis deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan penjelasan secara detail. Pola penggunaan tenaga kerja petani pria dan petani wanita pada usahatani sayuran di Kelurahan Syamsudin Noor maupun Kelurahan Guntung Payung memiliki perbedaan. Pada kegiatan pengolahan lahan, penanaman, dan pemeliharaan di dominasi oleh petani pria, karena menggunakan fisik yang cukup berat. Sedangkan kegiatan panen hingga pasca panen yaitu pengikatan sayuran didominasi oleh petani wanita. Pada upah petani pria dan petani wanita memiliki harga upah yang berbeda-beda tergantung ketentuan harga masing-masing per wilayah. Pada kelurahan Syamsudin Noor dan Kelurahan Guntung Payung tingkat upah petani pria dari pukul 08.00 – 17.00 sebanyak Rp 100.000,- sampai dengan Rp 150.000,-/ hari , dan untuk upah petani wanita dari pukul 08.00 – 14.30 sebesar Rp.60.000,- sampai dengan Rp.75.000,-/hari.Kata kunci: pola penggunaan tenaga kerja, gender, petani sayuran.
PERSEPSI DAN MINAT GENERASI MUDA UNTUK MELANJUTKAN USAHATANI SAYURAN ORANG TUA MEREKA DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU Lisda Octaviani; Masyudah Rosni; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12267

Abstract

Kelurahan Landasan Ulin Utara mempunyai sumber daya manusia yang cukup banyak dan akan berpotensi untuk keberlanjutan usahatani sayuran. Hal ini terlihat pada generasi muda di Kelurahan Landasan Ulin Utara tidak hanya sekedar untuk membantu saat pemanenan saja, namun mereka juga ikut serta berkegiatan usahatani mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemupukan bahkan sampai pada proses memanen. Hal ini jarang sekali ditemukan pada daerah perkotaan di Kota Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana persepsi terhadap usahatani sayuran dan minat generasi muda untuk melanjutkan usahatani sayuran orang tua mereka. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara. Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 30 orang generasi muda (anak petani) dengan teknik quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan Persepsi generasi muda (anak petani) terhadap usahatani sayuran menunjukan skor sebesar 79,9167% dan angka ini masuk dalam klasifikasi baik. Hal ini menunjukan jika bekerja disektor pertanian akan memberikan manfaat yang baik dan pekerjaan yang mulia karena dapat memajukan perekonomian negara, dapat meluaskan pertanian di Indonesia dan dapat menunjang kebutuhan pokok masyarakat. Minat generasi muda (anak petani) terhadap usahatani sayuran menunjukan skor sebesar 80,93% dan angka ini masuk dalam klasifikasi sangat baik. Hal ini berarti generasi muda (anak petani) sangat memiliki minat dalam melanjutkan usahatani sayuran orangtua mereka.
Analisis Pemasaran Jagung Manis (Zea Mays L.) di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Gugun Aditama; Muzdalifah Muzdalifah; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1306

Abstract

Abstrak. Salah satu kendala yang dihadapi petani jagung di Kelurahan Landasan Ulin Utara adalah melakukan pemasaran, dimana petani masih kurangnya informasi tentang pemasaran. Tetapi kebutuhan jagung terus meningkat sehingga perlu adanya penelitian pemasaran agar pendapatan petani dan keuntungan lebih meningkat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru dari bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proporsional random sampling, yaitu sebanyak 42 petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran yang ada di Kelurahan Landasan Ulin Utara memiliki empat pola. Total biaya pemasaran yang tertinggi pada empat saluran adalah pada saluran IV yaitu tujuan Pasar Banjarbaru sebeesar Rp. 791,91 dan biaya terkecil pada saluran I sebesar Rp. 191,27 yaitu petani menjual langsung ke konsumen akhir. Margin total terbesar Rp. 1.100,00 terdapat pada saluran IV yaitu tujuan pemasaran di Pasar  Banjarbaru, sedangkan margin total terkecil pada saluran II tujuan pemasaran di Pasar Ulin Raya yaitu sebesar Rp. 400,00. Farmer’s share tertinggi tertinggi terdapat pada saluran I yaitu pada tingkat petani sebagai pedagang pengecer sebesar 100%, sedangkan farmer’s share rendah terdapat pada saluran IV tujuan pemasaran di Pasar Banjarbaru yaitu sebesar 63,33%. Berdasarkan hasil anaisis penelitian, maka saluran I lebih efisien dari sisi efisiensi ekonomis, sedangkan dari sisi efisiensi teknis adalah saluran II tujuan Pasar  Banjarbaru. Permasalahan yang sering dihadapi oleh petani adalah sering tanaman jagung terkena penyakit kuning pada daunnya dan mahal harga obat-obatan. Permasalahan yang sering dihadapi pedagang adalah kualitas jagung kurang bagus. Kata kunci: pemasaran, jagung manis, Zea Mays L
Neraca Ketersediaan Beras Pasca Bencana Banjir Tahun 2021 di Kabupaten Banjar Annisa Pramesti Rahmayanti; Muhammad Fauzi; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5888

Abstract

Bencana banjir bulan Januari tahun 2021 di Kabupaten Banjar membuat pemukiman dan lahan pertanian terendam. Karena bencana banjir luasan lahan pertanian yang ditanami padi terendam sehingga setelah air surut keadaan lahan produktivitasnya menurun dibandingkan dengan sebelum banjir. Lahan yang sebelumnya ditanami padi tidak dapat ditanami kembali akibat adanya banjir. Tujuan penelitian menganalisis neraca ketersediaan beras sebelum dan sesudah bencana banjir di Kabupaten Banjar; dan pemenuhan beras pasca bencana banjir di Kabupaten Banjar. Penelitian menggunakan data sekunder mengenai data produksi padi, ketersediaan beras, konsumsi beras dan pemenuhan beras sebelum bencana banjir (tahun 2020) dan sesudah banjir (tahun 2021). Analisis digunakan secara deskriptif dengan perhitungan produksi beras dan neraca ketersediaan beras. Berdasarkan hasil penelitian ketersediaan beras di tahun 2021 mengalami penurunan dari tahun 2020 sebesar 6.603,50 ton. Di tahun 2020 ketersediaan beras di Kabupaten Banjar sebanyak 94.201,50 ton sedangkan di tahun 2021 sebanyak 87.598 ton. Penurunan ketersediaan beras disebabkan oleh lahan yang digunakan untuk menanam padi menurun, tidak seperti saat sebelum banjir. Perimbangan (selisih ketersediaan beras dengan konsumsi beras) tahun 2021 di Kabupaten Banjar mengalami kenaikan dari tahun 2020. Tingkat rata-rata konsumsi beras di Kabupaten Banjar tahun 2021 adalah 85,82 kg/kapita/tahun dan tahun 2020 sebesar 139,15 kg/kapita/tahun. Dengan kenaikan pemenuhan beras sebesar 23.518,39 ton dari tahun sebelumnya dapat dinyatakan bahwa kondisi ketersediaan beras pasca bencana tahun 2021 di Kabupaten Banjar masih surplus.
Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Kota Banjarbaru Muhammad Afrizal Fadilah; Mariani Mariani; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9427

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di kota Banjabaru dan mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam pekerjaan penyuluh. Penelitian dilaksanakan dari September hingga Desember 2022 di mulai dari persiapan, pengumpulan data sampai dengan tahap penyusunan laporan. Pemilihan jumlah sampel petani wilayah binaan BPP Cempaka dengan proportionate sampling method. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 petani. Penentuan sampel terpilih pada GAPOKTAN menggunakan simple random sampling (acak sederhana). Data primer diperoleh dengan cara wawancara langsung kepada masyarakat yang terpilih dengan bantuan kuesioner. Data sekunder dalam penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik, Balai Penyuluh Pertanian, jurnal serta bahan bacaan pendukung. Analisis data yang digunakan menggunakan metode Skala Likert dan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dari persepsi petani mengenai hasil kinerja penyuluh pertanian Kota Banjarbaru tergolong, kategori sangat baik yaitu jumlah skor 6.021 dengan persentase 89,2%. Dimana 8 dari 9 indikator menyatakan bahwa kinerja petani kategorinya sangat baik. Hanya 1 indikator yang memiliki penilaian kinerja dengan kategori baik yaitu akses pasar, teknologi, sarana-prasarana serta pembiayaan. Permasalahan yang dialami petani selama kegiatan penyuluhan yaitu penyuluh kurang memberikan informasi mengenai kemitraan dan akses pemasaran sehingga petani memiliki kesulitan dalam memasarkan produknya. Selain itu, penyuluh berupaya meminimalisir biaya produksi petani namun hal tersebut belum terealisasi dengan baik karena petani mendapatkan modal sendiri dan bantuan yang diberikan hanya bibit sedangkan petani mengharapkan adanya bantuan pupuk. Sehingga meminimalisir biaya produksi sulit untuk dilakukan.
Efisiensi Harga (Alokatif) pada Usahatani Tomat di Desa Rantau Keminting Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Akhmad Zulfa; Abdurrahman Abdurrahman; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7792

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji banyak faktor yang mempengaruhi produksi tomat dan menilai implikasi harga pasar dari faktor-faktor yang digunakan oleh petani dalam memanen tomat untuk konsumsi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rantau Keminting Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah dari bulan Maret 2021 sampai dengan Desember 2021. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah luas lahan, benih, pupuk anorganik, pupuk organik, pestisida dan tenaga kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode acak sederhana (simple random sampling) sebanyak 60 orang dari jumlah populasi petani 97 orang dijadikan sebagai responden dengan pertimbangan bahwa kondisi populasi relatif homogen pada luasan lahan usahatani tomat. Adapun metode pengumpulan data adalah dengan melakukan wawancara kepada petani sampel sebagai responden dengan menggunakan alat bantu daftar pertanyaan (kuesioner) yang telah disusun sebelumnya. Hasil analisis menggunakan Cobb-Douglas dalam fungsi produksi didapat bahwa hasil pengujian menggunakan taraf α yang berbeda- beda, pada luas lahan, pupuk organik, pestisida, dan tenaga kerja signifikan pada taraf uji α = 0,01. Benih signifikan pada taraf uji α = 0,05. Pupuk anorganik signifikan pada taraf uji α = 0,10, sehingga dapat diputuskan menolak H0 dan menerima H1 yang berarti bahwa semua faktor produksi yang digunakan berpengaruh nyata pada produksi tomat Hasil pengujian menggunakan analisis efisiensi alokatif pada usahatani tomat, didapat bahwa faktor produksi benih, pupuk anorganik, pupuk organik, dan tenaga kerja di daerah tersebut sudah mencapai tahap efisien. Sedangkan penggunan luas lahan tidak efisien sehingga input harus dikurangi penggunaanya (ki < 1). Sedangkan faktor produksi pestisida belum efisien sehingga penggunaan inputnya harus ditambah (ki > 1).
PERAN KEMITRAAN TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN DAN PENINGKATAN PENDAPATAN PETERNAK AYAM BROILER DI KOTA BANJARBARU Firman Yunizar; Yusuf Azis; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.600

Abstract

Dalam upaya pengembangan pertanian, kondisi pertanian dihadapkan pada permasalahan pengusahaan skala ekonomi kecil dengan luas lahan yang relatif kecil dan penggunaan teknologi yang sederhana serta permodalan yang terbatas. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengintegrasikan para pelaku usaha pertanian ke sektor yang lebih modern yaitu sektor industri dengan konsep kemitraan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola kemitraan yang terjalin antara peternak dan perusahaan, dampak kemitraan terhadap pengembangan usaha dan pendapatan, menganalisis perbandingan pendapatan saat sebelum dan sesudah menjalin kemitraan serta mengetahui permasalahan yang dihadapi peternak ayam broiler.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai bulan Agustus 2017.Metode analisis data yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan dan analisis RCR. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukanpola kemitraan yang diikuti seluruh responden peternak ayam broiler di Kota Banjarbaru adalah pola inti plasma, kemitraan memiliki dampak positif terhadap pengembangan skala usaha dan pendapatan yang diperoleh peternak ayam broiler yang dilihat berdasarkan peningkatan jumlah kandang, luas lahan usaha, populasi ayam yang dipelihara dan pendapatan bersih yang diperoleh peternak saat sebelum dan sesudah menjalin kemitraan, rata-rata pendapatan bersih yang diterima peternak sebelum menjalin kemitraan sebesar Rp 15.21.250 sedangkan rata-rata pendapatan bersih yang diterima peternak setelah menjalin kemitraan sebesar Rp 30.427.259.Besarnya RCR pada saat sebelum menjalin kemitraan yaitu 1,1825 sedangkan besarnya RCR setelah menjalin kemitraan yaitu 1,2173 dan Permasalahan yang terjadi pada peternak dengan pola kemitraan adalah terjadinya keterlambatan waktu pembayaran.Kata kunci: kemitraan, usaha peternakan, pendapat, ayam broiler.