cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Analisis Finansial Usaha Kopi Hirang “Efgeen” di Kelurahan Komet Kota Banjarbaru Rizqy Puspitasari; Hairin Fajeri; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7790

Abstract

Usaha Kopi Hirang “eFGeeN” merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memproduksi kopi bubuk di Kota Banjarbaru yang dirintis pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan dan pendapatan serta menganalisis kelayakan usaha dan titik impas atau Break Even Point (BEP) pada usaha Kopi Hirang “eFGeeN”. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total yang dikeluarkan usaha Kopi Hirang “eFGeeN” pada bulan Desember 2021 sebesar Rp16.145.862 dengan penerimaan total sebesar Rp18.875.000 dan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp2.729.138. Kelayakan usaha Kopi Hirang “eFGeeN” pada bulan Desember 2021 sebesar 1,17. Hal ini menunjukkan bahwa usaha Kopi Hirang “eFGeeN” menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Titik impas produk kopi bubuk robusta varian rasa original kemasan aluminium foil sebanyak 65,67 kemasan dengan jumlah penjualan Rp1.970.186. Titik impas produk kopi bubuk robusta varian rasa salted caramel kemasan aluminium foil sebanyak 95,51 kemasan dengan jumlah penjualan Rp2.865.404. Titik impas produk kopi bubuk liberika varian rasa original kemasan aluminium foil sebanyak 94,20 kemasan dengan jumlah penjualan Rp3.297.100. Titik impas produk kopi bubuk robusta varian rasa original kemasan kaleng sebanyak 11,18 kemasan dengan jumlah penjualan Rp558.963. Titik impas produk kopi bubuk robusta varian rasa salted caramel kemasan kaleng sebanyak 6,87 kemasan dengan jumlah penjualan Rp343.394. Titik impas produk kopi bubuk liberika varian rasa original kemasan kaleng sebanyak 21,77 kemasan dengan jumlah penjualan Rp1.088.477.
Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Sayur Kelurahan Loktabat Utara Kota Banjarbaru Rusidah Rusidah; Artahnan Aid; Taufik Hidayat
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.598

Abstract

Karakteristik sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani sayur dan usahatani, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi (tingkat pendapatan petani, pendidikan formal dan non formal, kepemilikan lahan, dan pengalaman berusahatani), serta mengetahui apa saja kendala-kendala yang dihadapi dalam meningkatkan pendapatan petani sayur di Kelurahan Loktabat Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan per usahatani petani sayur sebesar Rp 1.464.858, Pendidikan formal rata-rata petani sayur adalah SMP, sedangkan pendidikan non formal dari 33 orang hanya 5 orang atau 15,15% yang pernah mengikuti pendidikan non formal, Kepemilikan lahan rata-rata yang  digarap petani adalah lahan kebun dengan status sewa dan total luas lahan yang dimiliki adalah 4.80 ha, dengan rata-rata 0,15 ha. Rata-rata pegalaman berusahatani petani sayur adalah 10,73 tahun. Kendala yang di hadapi petani umumnya adalah hama penyakit tanamaan (ulat) dan iklim (hujan, kemarau, banjir) dengan persentase sebesar 78,79%.
ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) USAHATANI AUFA HIDROPONIK DI DESA SUMBERJAYA KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT Khairunnisa Khairunnisa; Mira Yulianti; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13058

Abstract

Usahatani Aufa Hidroponik adalah salah satu perusahaan yang aktif di sektor pertanian dengan spesialisasi dalam produksi sayuran hi-droponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Business Model Canvas pada usahatani Aufa Hidroponik dan menganalisis kelayakan usahanya. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus hingga September 2023. Hasil sembilan blok BMC pada usahatani Aufa Hidroponik yaitu untuk blok segmentasi pelanggan (customer segments) yaitu ibu-ibu rumah tangga, rumahmakan, catering , toko sayur, frozen food. Blok Proposisi nilai (value propositions) yaitu bonus setiap pembelian Rp50.000,00, kemasan standar supermarket, kenyamanan berbelanja dengan mempersilahkan pelanggan untuk melihat dan memilih sayuran, dan gratis ongkir dengan pemesanan minimal Rp50.000,00, dan khusus untuk pelanggan tetap pembelian sayur minimal lima bungkus dapat diantar dengan gratis ongkir. Blok saluran (channels) berupa pemesanan dan membuat update kegiatan melalui media sosial yang ada yaitu whatsapp dan facebook. Blok hubungan pelanggan (customer relationship) yaitu melayani chat pelanggan secara fast response, mengantar pesanan tepat waktu, dan memberikan kebebasan pelanggan untuk memilih sayuran yang ada di greenhouse. Blok arus pendapatan (revenue stream), yaitu selada, sawi dan pakcoy. Blok struktur biaya (cost structure), berupa biaya total dan biaya variabel. Blok sumberdaya kunci (keyresource) yaitu lahan, greenhouse, instalasi hidroponik, dan sarana pendukung berupa internet dan listrik. Blok aktivitas kunci (key activities), yaitu proses produksi, pasca panen dan pemasaran. Kemitraan utama (key partnership), saat ini tidak terdapat mitra yang bekerjasama dengan Aufa Hidroponik. Usaha ini dinyatakan layak untuk dijalankan dengan hasil perhitungan RCR adalah 1,58
Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Petani Karet Rakyat Desa Batu Merah Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan Eka Tunggal Dewi; Yusuf Azis; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2111

Abstract

Karet merupakan salah satu perkebunan dengan nilai ekonomi tinggi, juga merupakan salah satu perkebunan yang cukup banyak dibudidayakan sebagai sumber pendapatan. Perkebunan karet merupakan salah satu sumber mata pencaharian sebagian besar masyarakat desa Batu Merah Kecamatan Lampihong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kesejahteraan petani karet rakyat berdasarkan umur karet. Penelitan ini dilakukan di Desa Batu Merah, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada metode purposive dengan alasan bahwa Desa Batu Merah adalah salah satu desa di Kecamatan Lampihong yang merupakan salah satu desa dimana sebagian besar orang bekerja pada tanaman karet rakyat. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah petani karet di Desa Batu Merah dengan total 220 orang. Penentuan sampel dilakukan menggunakan Stratified Random Sampling dengan membedakan umur tanaman karet strata I ≤ 15 tahun dan strata II > 15 tahun. Jumlah sampel yang diambil 30 orang dengan sampel masing-masing yaitu strata I 21 orang dan strata II 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani karet rakyat di Desa Batu Merah strata I sebesar Rp8.284.638/kapita/tahun dan strata II sebesar Rp6.378.184/kapita/tahun. Kesejahteraan petani karet Bank Dunia menetapkan sebesar Rp10.909.200/kapita/tahun, yang menunjukkan bahwa pada strata I sebesar 33,33% petani karet sejahtera dan sisanya sebesar 66,67% petani karet tidak sejahtera. Pada strata II menunjukkan bahwa 100% petani karet tidak sejahtera.Kata kunci: kesejahteraan, pendapatan, petani karet rakyat
Analisis Finansial Usaha Pembibitan Karet di Kecamatan Salam Babaris Kabupaten Tapin Novia Susanty; Umi Salawati; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5929

Abstract

Salam Babaris adalah salah satu Kecamatan penghasil bibit karet yang ada di Kabupaten Tapin dengan luas lahan yang berbeda beda tiap desanya. Luas lahan pembibitan paling luas berada di Desa Suato Baru dan Pantai Cabe dan pembibitan yang dilakukan terdiri dari hasil perbanyakan generatif (benih) maupun vegetatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan menganalisis permasalahan pada usaha pembibitan karet. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret 2020 sampai Februari 2021 adapun data yang dipakai berupa data primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode sensus dengan jumlah 3 responden yang diambil menjadi sumber data peneliti ini. Biaya rata-rata pembibitan karet di Kecamatan Salam Babaris terdiri dari biaya ekplisit yang berjumlah sebesar Rp.79.018.045, biaya implisit berjumlah sebesar Rp.39.059.970 sehingga biaya total yang dikeluarkan petani sebesar Rp.118.075.015 dengan penerimaan sebesar Rp. 195.000.000, biaya total pendapatan yang didapat oleh petani sebesar Rp.115.981.955 dengan keuntungan sebesar Rp.76.924.985. Permasalahan yang dihadapi petani selama proses produksi pembibitan karet yakni karena serangan hama dan penyakit yang mengakibatkan bibit karet banyak yang layu/tidak tumbuh dan petani pembibitan karet mengalami permasalahan pada harga bibit karet yang turun naik dan tidak stabil.
Analisis Usaha Industri Kerupuk Beras Skala Rumah Tangga di Desa Sungai Batang Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar Nor Winda Wardani; Nuri Dewi Yanti; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10322

Abstract

Kerupuk beras adalah salah satu cemilan yang digemari oleh masyarakat yang dapat dikonsumsi sebagai lauk pauk bersama nasi, dengan harga yang terjangkau sehingga mudah untuk didapat semua kalangan. Kerupuk beras mempunyai rasa yang lezat, gurih dengan berbagai varian rasa seperti rasa jeruk, pedas, udang sehingga banyak disukai setiap kalangan baik anak- anak maupun orang dewasa. Analisis usaha industri kerupuk beras di Desa Sungai Batang Kecamatan Martapura Barat bagi produsen kerupuk beras sangat penting dalam menjalankan usahanya untuk meningkatkan keuntungan dan mengembangkan usahanya. Namun kenyataannya produsen kerupuk beras kurang dalam memperhatikan besarnya biaya, penerimaan, maupun keuntungan ataupun nilai tambah dari industri kerupuk beras. Oleh sebab itu, dirasa perlu untuk melakukan kajian berkenaan dengan biaya, penerimaan, keuntungan usahanya maupun nilai tambah dari industri kerupuk beras. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Martapura Barat yaitu di Desa Sungai Batang. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Januari 2021. Penarikan contoh dilakukan dengan metode sensus, dari populasi yang berjumlah 20 orang yang dijadikan responden yang diambil dari 2 kelompok pengrajin pengolahan kerupuk beras. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa rata- rata biaya total, yang dikeluarkan oleh pengrajin kerupuk beras per bulannya adalah Rp 1.515.669. Rata– rata penerimaan, yang diperoleh pengrajin kerupuk beras per bulan sebesar Rp 2.615.000. Rata-rata, keuntungan, yang diperoleh pengrajin kerupuk beras per bulannya sebanyak Rp 1.009.331 dan nilai tambah pada usaha pengolahan kerupuk beras didapat rata- rata sebesar Rp 36.095.11 per kg.
Analisis Usaha Pengolahan Gula Aren dan Usahatani Padi Lokal di Desa Banyu Irang Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Mila Sari; Hairi Firmansyah; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran produksi gula aren, menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, dan kelayakan usaha pengolahan gula arenmenganalisis biaya, penerimaan, keuntungan usahatani padi lokal, serta permasalahan pada usaha gula aren dan usahatani padi lokal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2021 sampai Juni 2022 yang berlokasi di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mendapatkan nira, dengan cara memotong tandan bunga jantan. Tandan aren disadap pada pagi dan sore hari, selanjutnya nira yang diperoleh disaring kemudian air nira dimasak sampai berubah menjadi pekat dan berwarna coklat, kemudian dicetak dengan menggunakan cetakan dari tempurung kelapa yang telah dilapisi dengan daun. Biaya total usaha gula aren selama bulan November 2021 rata-rata sebesar Rp 981.525, rata- rata penerimaan sebesar Rp 2.368.750 rata-rata keuntungan sebesar Rp 1.387.225 dengan RCR > 1 yaitu 2,41. Biaya total usahatani padi lokal selama satu kali musim tanam tahun 2021 sebesar Rp 5.912.522. Penerimaan sebesar Rp 7.711.786/musim tanam, keuntungan sebesar Rp 1.799.264/musim tanam atau sebesar Rp 2.844.595/ha. Permasalahan pada usaha pengolahan gula aren yaitu ketersediaan kayu bakar, gagal jadi gula aren dan hama pada pohon aren. Pada usahatani lokal permasalahan yang ada yaitu kurangnya alsintan untuk usahatani padi lokal.
Tingkat Kesejahteraan Petani Pola Padi-Jeruk di Desa Kolam Kiri Dalam, Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala Sidiq Rahmadi; Muhammad Husaini; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.671

Abstract

Di lahan pasang surut khususnya di Kabupaten Barito Kuala penerapan pola usahatani padijeruk di lahan guludan merupakan salah satu upaya meningkatkan pengoptimalan fungsi lahan usahatani yang telah tertata dengan sistem surjan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biaya dan pendapatan petani padi-jeruk, tingkat kesejahteraan petani padi-jeruk dan faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan petani padi-jeruk di Desa Kolam Kiri Dalam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kolam Kiri Dalam Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala yang dimulai dari bulan Februari 2018 sampai Juli 2018. Jumlah sampel sebanyak 35 orang petani pola padi-jeruk, diambil dengan cara acak sederhana. Hasil penelitian diperoleh besar biaya total yang dikeluarkan petani pada usahatani padi-jeruk adalah sebesar Rp 66.145.796,56/tahun, pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 61.838.143,67/tahun dan keuntungannya sebesar 21.556.034,87/tahun. Berdasarkan indikator tingkat kesejahteraan menurut BKKBN 20,00% pada tingkat sejahtera III dan 80,00% pada tingkat sejahtera III Plus. Sedangkan indikator tingkat kesejahteraan menurut Badan Pusat Statistik 100% petani padi-jeruk tidak miskin atau sejahtera dan tingkat kesejahteran menurut Bank Dunia 62,86% petani berada diatas garis kemiskinan atau sejahtera, sedangkan sisanya 27,14% petani berada dibawah garis kemiskinan atau tidak sejahtera. Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kesejahteraan petani padi-jeruk adalah pendapatan perkapita petani (x1), pendidikan (x2), umur (x3) dan jumlah tanggungan keluarga (x4). Kata kunci: tingkat kesejahteraan, pola padi-jeruk
ANALISIS USAHATANI JERUK SIAM DENGAN SISTEM POLA TANAM MONOKULTUR DI KECAMATAN SUNGAI PINANG, KABUPATEN BANJAR Muhammad Hariyadi; Hairi Firmansyah; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2636

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola usahatani jeruk siam dengan sistem pola tanam  monokultur di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar, mengetahui besar biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani jeruk siam di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar dan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh petani dalam penyelenggaraan usahatani jeruk siam di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Penentuan responden dilakukan dengan metode sensus terhadap 29 petani yang menanam buah jeruk siam di Kecamatan Sungai Pinang. Hasil penelitan menunjukkan pola tanam yang digunakan petani di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar adalah pola tanam monokultur dengan rata-rata luas lahan petani sebesar 1,07 hektar. Rata-rata biaya total yang dikeluarkan petani jeruk siam di Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar selama satu periode produksi (satu tahun) adalah sebesar Rp8.361.026,82 untuk rata-rata penerimaan sebesar Rp53.296.551,72. Rata-rata pendapatan sebesar Rp48.876.112,06 dan untuk rata-rata keuntungan sebesar Rp44.935.524,90 per usahataninya. Jika dihitung dalam satuan hektar, maka rata-rata biaya totalnya adalah sebesar Rp7.814.043,77 untuk rata-rata penerimaan sebesar Rp49.809.861,42. Rata-rata pendapatan Rp45.678.609,40 dan rata-rata keuntungan sebesar Rp41.995.817,65. Permasalahan yang dihadapi petani jeruk siam yaitu masalah teknis seperti serangan hama dan penyakit akibat musim yang tidak menentu. Penyakit yang sering ditemukan petani pada usahatani jeruk siam di antaranya penyakit diplodia basah dan kering. Kata kunci: monokultur, biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan
Analisis Usaha Pengolahan Kue Rangai “Mahabbah Salwis” (Studi Kasus pada Usaha Kue Rangai Bapak Muhammad Darwis Nur) Inna Sisbi Laillasa; Umi Salawati; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5986

Abstract

Salah satu UKM Binaan Dinas Koperasi UMKM di Kecamatan Liang Anggang yaitu usaha Kue Tradisional atau Kue Rangai “Mahabbah Salwis”. Penelitian ini dilaksanakan pada usaha pengolahan Kue Rangai “Mahabbah Salwis”, dimulai dari bulan Januari sampai Maret 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan usaha, besar biaya, penerimaan dan keuntungan dari usaha pengolahan Kue Rangai “Mahabbah Salwis” serta menganalisa kelayakan usaha pengolahan Kue Rangai “Mahabbah Salwis”. Mahabbah Salwis adalah industri makanan kue kering (Kue Rangai) khas Kalimantan Selatan. Bahan baku yang digunakan kelapa dan tepung beras (beras menir). Kue rangai banyak dijumpai di sejumlah toko atau pusat oleh-oleh khas Kalimantan Selatan di seputaran Banjarmasin Banjarbaru-Martapura. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total selama 8 minggu pada usaha Kue Rangai “Mahabbah Salwis” sebesar Rp 15.938.321. Penerimaan yang diperoleh selama 8 minggu sebesar Rp 28.140.000. Hal ini menunjukkan usaha Kue Rangai “Mahabbah Salwis” mengalami keuntungan sebesar Rp 12.201.679 selama 8 minggu. Dengan kelayakan secara finansial diperoleh nilai RCR (Revenue Cost Ratio) sebesar 1,76 yang menunjukkan usaha Kue Rangai “Mahabbah Salwis” layak diusahakan.