cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Analisis Usahatani Semangka di Desa Muning Tengah Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Latifah Latifah; Muhammad Husaini; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10354

Abstract

Tanaman semangka sebagai salah satu komoditas yang banyak diusahakan para petani di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dengan jumlah produksi mencapai 146.690 kw. Dalam usahatani semangka diperlukan biaya yang cukup besar, sementara pada sisi yang lain yaitu produksi dan harganya relatif berfluktuasi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis biaya, pendapatan, penerimaan, keuntungan, serta kelayakan usahatani semangka. Penelitian dilaksanakan di Desa Muning Tengah Kecamatan Daha Selatan pada bulan Oktober 2022 sampai Februari 2023 dengan periode analisis dari bulan Juni hingga September 2022. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 13 petani dan dipilih dengan teknik simple random sampling (acak sederhana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total yang diperlukan dalam usahatani semangka terdiri dari biaya eksplisit dan implisit yakni sebesar Rp 12.420.461,54/usahatani dan Rp 5.736.688,98/usahatani sehingga diperoleh biaya total sebesar Rp 18.157.150,52/usahatani. Produksi rata-rata 10.769,23 kg per usahatani dengan harga jual Rp 2.838,46 per kg sehingga diperoleh penerimaan petani semangka sebesar Rp 31.453.846,15 per usahatani. Pendapatan sebesar Rp 19.033.384,62 per usahatani, serta keuntungan yang diperoleh petani semangka sebesar Rp 13.296.695,63 per usahatani. Berdasarkan perbandingan antara biaya dengan penerimaan diperoleh nilai RCR sebesar 1,73 yang berarti setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan oleh petani akan diperoleh penerimaan sebesar 1,73 rupiah dengan kata lain usahatani semangka ini layak dan menguntungkan untuk diusahakan
Hubungan Tingkat Kosmopolitan Dengan Tingkat Penerapan Teknologi Budidaya Jeruk Siam di Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala Danu Prasetiyo; Masyhudah Rosni; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.799

Abstract

Penerapan teknologi budidaya jeruk siam belum optimal salah satunya dipengaruhi oleh tingkat kosmopolitan petani. Dalam keberhasilan petani membudidayakan usaha jeruk siam petani diharapkan untuk menerima dan terbuka terhadap adanya informasi-informasi mengenai teknologi yang disosialisasikan oleh penyuluh dan informasi yang didapat dari media massa diantaranya media cetak, media elektronik maupun yang diperoleh dari petani lainnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam dengan analisis secara deskriptif; tingkat kosmopolitan petani jeruk siam dengan analisis secara deskriptif; dan hubungan tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam dengan tingkat kosmopolitan di Kecamatan Belawang dengan menggunakan analisis rumus Rank Sperman. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 petani jeruk. Hasil penelitian diperoleh tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam berada pada kategori sedang yaitu 76%. Tingkat kosmopolitan petani jeruk siam berada pada kategori sedang yaitu 60,83%. Hubungan kosmopolitan dengan tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam adalah terdapat hubungan yang positif antara kosmopolitan dengan tingkat penerapan teknologi budidaya jeruk siam di Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala.Kata kunci: kosmopolitan, penerapan jeruk siam
ANALISIS FAKTOR PERILAKU KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN MAKANAN TRADISIONAL KUE APAM DI KECAMATAN BARABAI Hatmiyani Hatmiyani; Djoko Santoso; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2908

Abstract

Dalam menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga dapat meningkatkan nilai keuntungan, maka pelaku usaha perlu mengetahui faktor apa saja yang berperan dalam keputusan konsumen melakukan pembelian terhadap kue apam di Kecamatan Barabai. Dengan menganalisis variabel dalam pemilihan produk kue apam di segmen remaja diharapkan mampu mendapatkan kombinasi atribut yang sesuai dengan harapan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor apa saja yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian terhadap kue apam di Kecamatan Barabai. Dan apabila sudah diketahui faktor yang berpengaruh maka akan terlihat kontribusi masing-masing faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan September 2019. Metode dalam menentukan banyaknya sampel digunakan metode Multi-stage Cluster Random Sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan area dengan kriteria contoh adalah remaja yang terdiri dari 3 kelas (Perguruan Tinggi, SMA dan SMP). Dari 3 kelas tersebut masing-masing dipilih satu cluster secara acak. Kemudian pada sekolah terpilih, secara acak dipilih satu kelas/angkatan sebagai sampel dan dari daftar anggota kelas/angkatan yang terpilih secara acak dipilih lagi 20 responden sebagai sampel penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu analisis faktor. Analisis faktor merupakan teknik untuk menyederhanakan variabel menjadi faktor baru yang jumlahnya lebih sedikit tanpa mengurangi informasi yang terkandung. Hasil analisis faktor menghasilkan 7 faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen remaja terhadap makanan tradisional kue apam di Kecamatan Barabai, masing masing yaitu faktor manfaat, faktor kesesuaian fisik produk, faktor pemasaran produk, faktor harga, faktor model produk, faktor jarak dan faktor aroma. Berdasarkan hasil penelitian yang lebih menyukai kue apam adalah konsumen perempuan yang merupakan remaja akhir.
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Unggul di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka Herni Safitri; Yudi Ferrianta; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8274

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga petani padi unggul sebagai sebuah sistem dibentuk dari berbagai sub-sistem yaitu ketersediaan, akses pangan dan sub-sistem konsumsi pangan. Masing-masing sub- sistem tersebut dibentuk dari berbagai indikator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka. Dengan metode survei, populasi dalam penelitian ini berjumlah 83 petani padi unggul yang terdiri dari 5 RT, masing-masing RT satu kelompok tani. Peneliti menentukan sampel sebanyak 45 orang yang diambil secara acak menggunakan metode simple random sampling. Ketahanan pangan rumah tangga petani padi unggul signifikan temasuk kedalam kategori rentan pangan dengan nilai indeks rata-rata sebesar 0,69. Rendahnya nilai rata-rata indeks ketahanan pangan, disebabkan oleh rendahnya indeks sub-sistem ketersediaan pangan yaitu sebesar 0,72, indeks akses pangan sebesar 0,63 dan indeks konsumsi pangan sebesar 0,71. Rendahnya indeks sub-sistem tersebut disebabkan oleh rendahnya indeks indikatornya. Indeks indikator pembentuk ketersediaan yang berjumlah 8 indikator hampir seluruhnya termasuk kedalam rentan pangan, kecuali indikator pembelian beras yang termauk kedalam tahan pangan. Hal yang sama dengan indeks indikator pembentuk akses pangan dan konsumsi pangan hampir seluruhnya termasuk kedalam krietria rentan pangan kecuali indikator konsumsi yaitu konsumsi sayur-sayuran dengan nilai indeks sebesar 0,86 dan termasuk kedalam kriteria tahan pangan. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai thit sebesar 3,990. Jika angka tersebut dibandingkan dengan t tabel pada taraf signifikan 5% sebesar 1,681 angka tersebut lebih besar dari angka t hit, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (H1) diterima, dengan kata lain bahwa ketahanan pangan rumah tangga petani padi unggul di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka signifikan termasuk kedalam kriteria rentan pangan.
Tingkat Kesejahteraan Keluarga Petani Karet di Desa 7 Wonorejo, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan Wahyu Suprianoor; Usamah Hanafie; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6020

Abstract

Keluarga sejahtera adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan material yang layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang selaras, serasi  dan seimbang antara anggota dan antar keluarga dengan masyarakat dan lingkungan.  Indikator yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan rumah tangga disesuaikan oleh informasi tentang kependudukan, kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, pola konsumsi atau pengeluaran rumah tangga, perumahan dan lingkungan dan sosial lainnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahuitingkat kesejahteraan keluarga petani karet di Desa 7 Wonorejo Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan pengukuran dari BKKBN dan BPS. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja sebanyak 43 orang. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan tabel silang dan analisis persentase untuk menjelaskan tingkat kesejahteraan keluarga petani di Desa 7 Wonorejo. Hasil dari penelitian ini berdasarkan indikator BKKBN tingkat kesejahteraan petani karet di Desa 7 Wonorejo berada pada kesejahteraan keluarga tahap III sebanyak 36 orang (83.72%) dan 7 orang (26.28%) berada pada tahap kesejahteraan III+. Berdasarkan  indikator BPS tingkat kesejahteraan petani karet di Desa 7 Wonorejo termasuk kedalam kategori kesejahteraan kriteria tinggi dengan jumlah petani 40 orang dengan persentase 93.02% dan pada kriteria sedang berjumlah 3 orang petani dengan presentase 6.98%
ANALISIS KARAKTERISTIK KONSUMEN JAMU (Studi Kasus Cafe Jamu di Kampung Pejabat Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan) Isti Radiah; Mira Yulianti; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen jamu pada Cafe Jamu dan mengidentifikasi perilaku konsumsi jamu pada Cafe Jamu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2017 sampai Desember 2017 di Cafe Jamu Kampung Pejabat Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Karakteristik menjadi suatu pembeda individu untuk mengetahui latar belakang sosial dan ekonomi dari setiap konsumen Cafe Jamu Kampung Pejabat lebih banyak kaum perempuan, kelompok usia produktif, dengan rata-rata konsumen berasal dari kota Banjarbaru yang berstatus sudah menikah, pendidikan terakhir SMA, dengan beragam profesi yang kebannyakan pegawai swasta, kalangan ekonomi kelas menengah ke atas. Pengguna kendaraan pribadi dan pengguna smartphone lebih dari 2 jam dalam sehari. Konsumen Cafe Jamu pengguna media sosial aktif dari beragam jejaring sosial yang seharinya dapat lebih dari 2 kali akses media sosial dan dalam penggunaan media sosial pun lebih dari 2 jam.Konsumen jamu lebih banyak yang tidak melakukan olahraga dan lebih banyak menyukai makanan olahan rumah. Diukur dengan perilaku konsumsi, konsumen yang datang ke Cafe Jamu menyukai jamu dan rutin meminum jamu. Setiap konsumen memiliki alasan dalam mengkonsumsi produk dan jasa yang membuat konsumen kembali mengkonsumsi produk dan jasa yang sama. Adapun informasi yang didapat dari lingkungan sekitar menjadi pilihan untuk mengkonsumsi jamu pada jam kerja yaitu pagi sampai malam. Dalam setiap kunjungan konsumen lebih dahulu merencanakan sebelum berkunjung ke Cafe Jamu yang memiliki varian jamu olahan yang segar. Mengkonsumsi jamu bagi sebagian konsumen untuk memelihara kesehatan yang sangat penting untuk di konsumsi karena berbagai manfaat jamu dan beragaman pengalaman seseorang yang mengajak untuk mengkonsumsi jamu dan khasiat yang teruji sepanjang jaman dari turun temurun. Jamu baik untuk di konsumsi oleh semua kalangan dan kapan saja.Kata kunci: jamu, konsumen, karakteristik konsumen
ANALISIS USAHATANI HIDROPONIK “HIDROPUNG” DI DESA BATI-BATI KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Putri Shinta Dianti; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12265

Abstract

Hidroponik menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengatasi penurunan lahan pertanian di Indonesia. “Hidropung” merupakan satu-satunya usahatani hidroponik selada keriting di Desa Bati-Bati milik Ibu Kurnia yang menggunakan 2 sistem hidroponik yaitu DWC (Deep Water Culture) atau bisa juga disebut sebagai sistem rakit apung dan NFT (Nutrient FilmTechnique). Untuk pertumbuhan suatu usaha, keseimbangan antara biaya total, penerimaan, dan keuntungan sangat penting. Tujuan dari analisis ini yaitu untuk mendeskripsikan proses budidaya, menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, tingkat kelayakan usahatani dan untuk mengetahui permasalahan atau hambatan yang dihadapi. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif, analisis biaya total, penerimaan, keuntungan serta tingka tkelayakan dengan harga yang diperhitungkan adalah harga yang terjadi/diterima usahatani hidroponik “Hidropung” pada bulan November tahun 2021 hingga Mei 2023. Menurut hasil penelitian yang dilakukan proses budidaya hidroponik pada usahatani “Hidropung” telah dilakukan sebanyak 21 kali periode tanam. dimulai dari persemaian, peremajaan, pembesaran, pemeliharaan, panen, hingga pasca panen. Biaya total yang dikeluarkan pada periode November 2021 - Mei 2023 yaitu sebesar Rp17.727.697. Penerimaan sebesar Rp20.160.000 serta keuntungan sebesar Rp2.669.881. Tingkat kelayakan usahatani diperoleh nilai sebesar1,137, sehingga dapat disimpulkan bahwasanya usahatani “Hidropung” layak untuk dijalankan dan dikembangkan.  Permasalahan saat ini yang dihadapi oleh pemilik usahatani hidroponik “Hidropung” yaitu hama dan kontinuitas produksi.
Analisis Kelembagaan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Pola Plasma untuk Meningkatkan Efisiensi dan Keberlanjutan Sawit Rakyat di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Luthfi Fatah; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1304

Abstract

Abstrak. Perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas unggulan saat ini di Indonesia, hal ini terbukti dengan adanya perkembangan dan pertumbuhan kelapa sawit terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apa saja lembaga yang terkait dengan perkebunan kelapa sawit rakyat pola plasma di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, mengetahui apa saja peranan yang dimiliki oleh lembaga tersebut, menganalisis berapa besar margin keuntungan yang diperoleh masing-masing lembaga dalam saluran tataniaga, dan mengetahui bagaimana prospek, efisiensi tataniaga, dan keberlanjutan usaha perkebunan sawit rakyat dengan adanya kelembagaan tersebut. Penelitianeini menggunakanrmetode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian analisis deskriptif kualitatif meliputi lembaga dan peranan lembaga yang terkait dalam pelayanan perkebunan kelapa sawit rakyat, serta prospek dan keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit yang dijelaskan secara deskriptif. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan melalui pendekatan margin tataniaga, farmer’s share, dan rasio keuntungan dan biaya. Lembaga yang terkait dengan perkebunan kelapa sawit antara lain PTPN XIII Pelaihari, KUD Sawit Makmur, Bank, Pemerintah Daerah, Dinas Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, BPN Kalimantan Selatan, Pedagang Pengumpul dan Ketua Kelompok Tani. Peran lembaga dalam perkebunan kelapa sawit meliputi akses input, finansial, kelembagaan, lahan, informasi dan teknologi, serta akses pasar. Berdasarkan margin keuntungan disimpulkan bahwa saluran tataniaga I lebih menguntungkan petani dibanding saluran tataniaga II. Perkebunan kelapa sawit memiliki prospek yang bagus karena input yang diperlukan mudah didapatkan, output dan insentif yang diterima memuaskan bagi petani. Berdasarkan efisiensi tataniaga, saluran 1 dinilai lebih efisien karena memiliki margin tataniaga yang lebih rendah, farmer’s share yang lebih tinggi dan memiliki rasio keuntungan terhadap biaya yang lebih besar. Selain itu, usaha perkebunan kelapa sawit rakyat dapat berkelanjutan karena dampak lingkungan yang terjadi masih dapat di tanggulangi.Kata kunci: kelapa sawit, pola plasma, kelembagaan, efisiensi, keberlanjutan
Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengeluaran Pangan Rumah Tangga di Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Shania Sulie Punuh; Muhammad Husaini; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pangsa pengeluaran pangan dan non pangan rumah tangga dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengeluaran pangan rumah tangga di Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan jumlah populasi sebanyak 464 rumah tangga. Dari jumlah tersebut diambil sebanyak 35 rumah tangga dengan teknik acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangsa pengeluran pangan dan non pangan rumahtangga di Kelurahan Baru masing-masing sebesar 46,56% dan 53,44%. Sesuai kriteria yang telah ditetapkan, pangsa pengeluaran pangan lebih kecil dari 60% sehingga rumah tangga di Kelurahan Baru tergolong tahan pangan. Berdasarkan pangsa pengeluraan tersebut, sebesar 65,71% dari total rumah tangga tergolong  tahan pangan, sisanya sebesar 34,29% dari total rumah tangga tergolong tidak tahan pangan. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran pangan rumah tangga yaitu pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga dan pengeluaran pendidikan. Faktor-faktor yang lain yang meliputi pendidikan kepala keluarga, jenis pekerjaan, keikutsertaan BPJS, dan kepemilikan rumah tidak berpengaruh signifikan.
Persepsi Konsumen Remaja terhadap Jamu Gendong di Kota Banjarbaru ( Studi Kasus Mahasiswa-Mahasiswi Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat) Salsabilla Arsyad; Hairin Fajeri; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa dan mahasiswi Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat terhadap keputusan pembelian produk jamu gendong dan menganalisis atribut yang dipilih terhadap keputusan pembelian produk jamu gendong di Kota Banjarbaru. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 292 Mahasiswa Agribisnis yang masih aktif. Dari jumlah tersebut yang mendapatkan respon sebanyak 90 orang dan tidak merespon sebanyak 202 orang. Dari 90 orang yang merespon hanya diambil 80 orang, dikarenakan 10 orang tidak memenuhi syarat sebagai responden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan uji chi kuadrat dan melihat frekuensi jawaban paling banyak dipilih konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin, suku terhadap atribut-atribut jamu gendong. Sedangkan atribut yang paling dipertimbangkan dalam keputusan pembelian jamu gendong adalah kebersihan jamu gendong, memiliki rata-rata tertinggi dalam dalam atribut yang dipilih mahasiswa-mahasiswi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat.