cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit Swadaya di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah Muhammad Fahmi; Yusuf Azis; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani kelapa sawit swadaya, serta menganalisis pendapatan usahatani kelapa sawit swadaya di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara dari bulan Maret sampai November2023. Metode pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dengan jumlah responden 24 orang, dan jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan analisis pendapatan usahatani. Data yang diperoleh ditabulasi dan kemudian dianalisis dengan menggunakan konsep biaya eksplisit, penerimaan dan pendapatan usahatani pertahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyelenggaraan usahatani kelapa sawit swadaya di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara. Sebagian besar sudah sesuai anjuran budidaya kelapa sawit. Rata-rata pendapatan petani kelapa sawit swadaya di Desa Tawan Jaya Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara adalah sebesar Rp35.188.043/usahatani/tahun atau Rp8.540.787/ha/tahun.
Analisis Usahatani Pepaya California di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Binti Mukaromah; Rifiana Rifiana; Abdussamad Abdussamad
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.804

Abstract

Pepaya merupakan tanaman yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Kegunaan tanaman pepaya cukup beragam dan hampir semua bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya buah, daun bahkan getahnya yang mengandum enzim papain dapat dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani pepaya California, mengetahui apakah usahatani pepaya California sensitif atau peka terhadap peningkatan biaya produksi, penurunan harga jual, dan pada saat terjadinya peningkatan biaya produksi dan penurunan harga jual, serta mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam penyelenggaraan usahatani pepaya California. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Provinsi Kalimantan Selatan dimulai pada bulan Agustus sampai Desember 2018. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan cara sengaja (Purposive). Pengambilan sampel menggunakan metode sensus dengan jumlah populasi sebanyak 18 petani. Luas lahan per usahatani dalam penelitian ini adalah 0,78 hektar. Berdasarkan hasil penelitian usahatani pepaya California dinyatakan layak karena memperoleh hasil Profit Rate 91,60%, Payback Period selama 1 tahun 8 bulan, NPV positif sebesar Rp 144.600.129,13 sedangkan nilai Net B/C sebesar 4,80 dan nilai Gross B/C sebesar 1,78. Usahatani papaya California sensitif atau peka terhadap perubahan peningkatan biaya produksi maksimal 78%, penurunan harga jual maksimal 44% yaitu Rp 1.680 per Kg, serta peningkatan biaya produksi dan penurunan harga jual maksimal 28%. Permasalahan yang dihadapi petani yaitu permasalahan teknis seperti serangan hama dan penyakit, perubahan cuaca, permasalahan modal awal usahatani yang besar, harga jual ditingkat petani yang berbeda-beda tiap petani serta tidak adanya penanganan pasca panen.Kata kunci: analisis usahatani, analisis sensitivitas, pepaya California
PEMASARAN JAGUNG MANIS (Zea Mays saccharata Sturt) DI KECAMATAN BATI-BATI, KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Hayatun Najah; Muhammad Husaini; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2913

Abstract

Komoditas jagung merupakan salah satu komoditi pangan terbesar selain padi, ubi, dan tebu  yang dihasilkan di Kabupaten Tanah Laut. Di Kecamatan Bati-bati mayoritas petani yang tergabung pada kelompok tani setempat menanam jagung. Pada umumnya jagung yang ditanam yaitu jagung manis. Jagung tersebut banyak didistribusikan ke luar kecamatan, bahkan ke beberapa daerah di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui lembaga-lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran jagung, mengingat jagung merupakan salah satu komoditas pokok selain padi untuk bahan pangan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui rantai pemasaran, serta mengetahui biaya, margin pemasaran, keuntungan dan share yang diperoleh petani, dan mengetahui masalah pemasaran jagung manis. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 3 saluran pemasaran, yaitu rantai pemasaran pertama  (petani, pedagang pengumpul, pedagang pengecer, konsumen) yang di ikuti sebanyak 13 orang petani (43,33%). Rantai pemasaran kedua (petani, pengumpul, pedagang besar,  pedagang pengecer, konsumen) yg diikuti sebanyak 10 orang petani (33,34%). Pemasaran ketiga (petani, pedagang besar, konsumen) yang di ikuti sebanyak 7 orang petani (23,33%). Total biaya pada rantai pemasaran pertama sebesar Rp555,26,- ; rantai pemasaran kedua Rp840,76,-; dan total biaya pada rantai pemasaran ketiga sebesar Rp294,76,- seluruh biaya yang dikeluarkan meliputi biaya transportasi, retribusi masuk, upah pengangkutan, tali dan karung. Margin total rantai pemasaran pertama sebesar Rp1.156,- ; rantai pemasaran kedua sebesar Rp1.476,- ; dan rantai pemasaran ketiga sebesar Rp 1.076,-. Keuntungan total rantai pemasaran pertama sebesar Rp 600,74,- ; rantai pemasaran kedua sebesar Rp635,24,- ; dan rantai pemasaran ketiga sebesar Rp781,00,-. Share petani rantai pemasaran pertama 59,86%, selanjutnya rantai pemasaran kedua 53,87%, dan rantai pemasaran ketiga 57,46%
Analisis Sikap Konsumen Terhadap Pembelian Sayur Segar di Pasar Bauntung Banjarbaru Windarti Windarti; Luki Anjardiani; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8279

Abstract

Kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi sayuran masih sangat rendah, oleh sebab itu produsen sayur harus menyediakan produk yang sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen, karena hal itu Pasar Bauntung yang berlokasi di Jl. RO Ulin, Loktabat Sel., Kec. Banjarbaru Selatan, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan merupakan kawasan dengan luas bangunan mencapai 1,7 hektar dan luas lahan 3,9 hektar berupaya menarik minat konsumen agar mengunjungi Pasar itu sendiri, khususnya pada sektor sayur segar pihak Pasar Bauntung memberikan tempat yang tertata rapi dan menjaga kebersihan sehingga produk yang dijual terlihat lebih menarik daripada ditempat lain. Dengan adanya upaya tersebut bagaimana sikap konsumen dalam menentukan pilihan mereka dalam pembelian sayur segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap konsumen terhadap pembelian sayur segar di Pasar Bauntung Banjarbaru, sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 orang yang dipilih menggunakan metode Non Probality Sampling. Karakteristik konsumen dihitung menggunakan persentase dan sikap konsumen dihitung menggunakan rumus Analisis Multiatribut Fishbein karena menggunakan lebih dari satu atribut. Dari rumus tersebut dapat diketahui karakteristik konsumen paling dominan yaitu 40% kisaran umur 21-30 tahun, 92,5% perempuan, 30% pekerjaan lain (ibu rumah tangga), 45% berpendapatan >Rp.1000.000- Rp.2000.000, 45% tingkat pendidikan tamat SLTA dan 62,5% beranggota keluarga 3-5 orang. Sedangkan analisis tingkat tingkat evaluasi terhadap tingkat kepercayaan dinilai secara keseluruhan tinggi oleh responden, pada atribut sayur segar dengan nilai total 142.719 tergolong tinggi dan atribut pasar dengan nilai 107.176 tergolong sedang.
Analisis Potensi Wilayah Berbasis Komoditas Subsektor Tanaman Pangan di Kabupaten Tanah Laut Dian Ayu Lestari; Luki Anjardiani; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6025

Abstract

Subsektor tanaman pangan merupakan subsektor potensial yang berpengaruh besar terhadap perekonomian Kabupaten Tanah Laut. Pada tahun 2018, subsektor ini memberikan kontribusi PDRB sebesar 24,79% terhadap keseluruhan PDRB sektor pertanian di Kabupaten Tanah Laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komoditas tanaman pangan yang merupakan komoditas basis, mengetahui komoditas tanaman pangan basis yang mengalami pertumbuhan cepat dan berdaya saing, dan mengidentifikasi komoditas tanaman pangan basis yang menjadi prioritas pengembangan di Kabupaten Tanah Laut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data time series produksi komoditas tanaman pangan di Kabupaten Tanah Laut selama lima tahun (2014-2018). Analisis data yang digunakan adalah analisis Location Quoetient (LQ) dan analisis Shift Share (SSA). Berdasarkan hasil analisis, Kabupaten Tanah Laut memiliki komoditas tanaman pangan basis yang berbeda-beda di tiap kecamatan dengan jagung sebagai komoditas yang menjadi basis di sebagian besar wilayah kecamatan. Jagung merupakan satu-satunya komoditas yang mengalami pertumbuhan cepat di sebagian besar wilayah kecamatan. Jagung dan ubi kayu merupakan komoditas yang paling banyak menjadi komoditas berdaya saing, yaitu di tiga kecamatan. Prioritas utama pengembangan di Kabupaten Tanah Laut adalah jagung, prioritas kedua pengembangan adalah padi ladang dan ubi kayu, prioritas ketiga pengembangan adalah padi sawah, kedelai, dan kacang tanah.
Tingkat Adopsi Inovasi Petani terhadap Teknologi Budidaya Kacang Tanah di Desa Belangian, Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar Irpansyah Irpansyah; Suprijanto Suprijanto; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i1.765

Abstract

Masalah utama dalam pengembangan komoditas pertanian termasuk kacang tanah adalah sistem penerapan inovasi teknologi, Selain itu produktivitas kacang tanah saat ini sangat rendah karena penggunaan benih dan teknologi prapanen dan pasca panen yang sederhana. Kendala lainnya, petani masih menggunakan teknologi tradisional yang tidak memperhatikan teknologi spesifik yang dikehendaki oleh tanaman kacang tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi inovasi petani terhadap teknologi budidaya kacang tanah di Desa Belangian, Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar dengan menggunakan metode survei. Pengambilan contoh dilakukan dengan cara bertahap (multiple stage sampling): (1) menentukan desa tempat penelitian, ditentukan dengan cara metode sengaja (purposive method sampling), (2) menentukan jumlah sampel petani kacang tanah, ditentukan dengan cara acak sederhana (simple random sampling) sedangkan analisis yang digunakan adalah data kualitatif. Data tersebut menggunakan skoring dan persentase untuk mendapatkan tingkat adopsi inovasi petani yang mana tiap variabel data diolah menggunakan kelas bertingkat sebanyak 3 kelas, yaitu rendah, sedang dan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil perhitungan tingkat adopsi inovasi petani terhadap teknologi budidaya kacang tanah secara umum berada pada kategori sedang (belum mamadai/optimal) dengan kriteria 55,56% ≤ TAI < 77,78% dan persentase sebesar 66,13%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa yang selama ini dilakukan oleh petani di Desa Belangian mengenai teknologi budidaya kacang tanah belum sepenuhnya diterapkan.Kata kunci: inovasi, adopsi inovasi, teknologi, kacang tanah.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI MINYAK GORENG KEMASAN BERMEREK DI KECAMATAN PELAIHARI Muhammad Febri Abimanyu; Yusuf Azis; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12270

Abstract

Tingginya permintaan yang berdampak pada beragamnya produk yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen dapat meningkatkan kebebasan konsumen dalam memilih minyak goreng. Hal ini menuntut pemahaman mendalam terhadap preferensi konsumen di tengah persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen Kecamatan Pelaihari terhadap produk minyak goreng kemasan bermerek serta atribut yang paling dipertimbangkan konsumen. Penelitian dilakukan dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang responden yang diperoleh dengan teknik accidental sampling. Untuk mencapai tujuan penelitian ini dilakukan pengkategorian atribut ke dalam kategori yang berbeda dan dilihat frekuensi jawaban terbanyak dan menggunakan teknik analisis Multiatribut Fishbein dengan menggunakan skala Likert. Atribut yang menjadi preferensi konsumen adalah adalah kemasan berbentuk plastik refill, harga per liter sejumlah Rp. 20.000,00 – Rp. 30.000,00,berwarna kuning keemasan, konten label kemasan mencantumkan tanggal kadaluarsa, terdapat informasi dan promosi pada tempat pembelian dan ukuran sebesar 2L. atribut yang paling dipertimbangkan dilihat dari besar nilai Ao secara berurutan adalah atribut harga per liter (17,97), ukuran (17,22), informasi danpromosi (17.01), kemasan (15,62), merek (15,13), warna minyak goreng (13,35), dan konten label kemasan (12,32).
Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Tani dalam Upaya Program Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Rudi Handoko; Taufik Hidayat; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1310

Abstract

Abstrak. Partisipasi merupakan keikutsertaan seseorang didalam suatu kelompok sosial untuk mengambil bagian dari kegiatan masyarakat, diluar kegiatan atau profesinya sendiri. Kegiatani upaya peningkatan produksi padi, jagungi dan kedelai dalam pencapaian swasembada pangan berkelanjutan padi, jagungandan kedelai terdiri dari pengembangan jaringan irigasi dan optimalisasi lahan pertanian pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi anggota kelompok tani dalam  programerupayaionpeningkatani produksih padi, jagunga dan kedelai, untuk mengetahui motivasi anggota kelompok tani dalami mengikuti programe upaya khususi peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. Untuk mengetahui kendala yang dialami oleh anggota kelompok tani dalamii mengikuti pelaksanaan programeerupaya khususi peningkatan produksi, padi, jagung dan kedelai di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengkategorikan (tinggi, sedang, rendah) untuk mengetahui tingkat partisipasipankelompok tani dalam upaya programerepeningkatan produksi padi, jagung dan kedelai di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu. Untuk mengetahui tujuan kedua dan ketiga untuk mengetahui motivasi dan kendala dilakukan wawancara secara terbuka kepada responden dengan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan penelitian secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat partisipasi anggota kelompok tani dalam  programerupaya  peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu tergolong dalam kategori tinggi (90,23%). Dari hasil wawancara yang telah dilakukan bahwa ada beberapa motivasi anggota kelompok tani dalam berpartisipasi yaitu adanya dorongan dengan keinginan untuk meningkatkan hasil produksi lebih baik dan terdapat beberapa kendala yang disampaikan oleh responden diantaranya tidak adanya lahan untuk bercocok tanam dan adanya keterlambatan bantuan yang disalurkan kepada petani seperti benih, pupuk dan alsintan.Kata kunci: tingkat partisipasi, program pajale, motivasi
Analisis Pendapatan Petani Rumput Laut di Desa Handil Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Mufi Jatur Rahmi; Nina Budiwati; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik budidaya rumput laut, besaran biaya, penerimaan dan pendapatan petani rumput laut di Desa Handil Kecamatan Muara Jawa. Perhitungan biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani rumput laut mencakup periode musim tanam 2021 dengan periode analisis 1 kali musim tanam selama 3 bulan dari bulan Maret 2021 - Mei 2021. Biaya total rata-rata sebesar Rp7.105.042,66/usahatani/musim tanam atau Rp2.727.050,29/ha/musim tanam. Penerimaan usahatani rata-rata sebesar Rp13.300.000,-/usahatani/musim tanam atau Rp2.850.000,-/ha/musim tanam dan pendapatan usahatani rumput laut rata-rata Rp6.672.958,33/usahatani/musim tanam atau Rp1.429.919,64/ha/musim tanam. Adapun saran bagi permerintah dan perangkat masyarakat sebaiknya memberikan pembinaan kepada pembudidaya berupa pelatihan terkait teknik budidaya rumput laut seperti pemilihan lokasi budidaya, tambak yang baik, pemilihan bibit berkualitas, penanganan bibit yang ramah lingkungan, penanganan penyakit, pengolahan panen, kegiatan pascapanen, dan pengolahan produk turunan. Pemberian edukasi kepada generasi muda. Bagi petani tetap menggunakan bibit berkualitas dan menjaga kualitas lahan yang baik. Pemerintah setempat dapat memberikan percontohan/demplot penggunaan teknologi budidaya rumput laut yang baik kepada petani rumput laut dan juga menjamin terserapnya produk yang dihasilkan petani di pasar seperti mempromosikan hasil rumput laut petani sebagai komoditas unggulan daerah di even-even lokal, nasional maupun internasional.
Analisis Pemasaran Kulit Kayu Manis di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Candra Wahyu Pratama; Kamiliah Wilda; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran kulit kayu manis, fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan serta efisiensi pemasaran kulit kayu manis di Kecamatan Loksado, Menganalisis biaya pemasaran dan marjin pemasaran kulit kayu manis di Kecamatan Loksado. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang dilaksanakan mulai dari bulan Juni 2022 sampai dengan bulan Desember 2022. Data pada penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh secara langsung dari petani, pedagang pengumpul, dan pedagang pengecer dengan melakukan wawancara yang berpedoman pada daftar pertanyaan (kuesioner) yang telah disusun sebelumnya dan data sekunder yang diperoleh dari serta dinas/instansi dan sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode penarikan contoh pada penelitian ini dilakukan menggunakan metode purposive sampling dan proporsional random sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 40 orang petani. Efisiensi pemasaran yang diproleh dari hasil analisa efisiensi ekonomis dan efisiensi teknis, disimpulkan bahwa ketiga saluran pemasaran efisien. Biaya pemasaran yang paling besar terdapat pada saluran I yaitu sebesar Rp. 2.600/Kg dengan total margin pemasaran sebesar Rp. 40.000/Kg. Sedangkan biaya pemasaran yang paling kecil terdapat pada saluran II yaitu sebesar Rp. 1.900/Kg dengan total margin pemasaran sebesar Rp. 40.000/Kg. Pada saluran III biaya pemasaran yang dikeluarkan sebesar Rp. 2.560/Kg dengan total margin pemasaran sebesar Rp. 58.333/Kg.