cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Analisis Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Karet di Desa Sungai Jati Kecamatan Mataraman Anggi Setiawan; Hairin Fajeri; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7874

Abstract

Perkembangan karet di Indonesia baik luas areal maupun produksinya cenderung sedikit meningkat setiap tahunnya sejak tahun 2011 hingga 2020. Tanaman karet di Indonesia sebagian besar dikuasai oleh perkebunan rakyat yaitu sekitar 85,92%. Dari produksi karet tahun 2019 sebesar 3,45 juta ton, sekitar 2,50 juta ton diekspor atau sekitar 72,60% dari produksi karet nasional di ekspor. Volume ekspor karet nasional selama tahun 2010 – 2019 berfluktuasi dengan rata-rata tumbuh 1,06% per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani karet di Desa Sungai Jati Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar. Penelitian dilakukan sejak bulan Agustus 2022 sampai dengan Oktober 2022. Untuk metode penarikan contoh menggunakan metode sensus, yaitu dengan 32 responden. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan petani dari hasil karet sebesar Rp 22.995.827/tahun dan rata-rata pendapatan non usahatani sebesar Rp2.901.396/tahun. Pendapatan total petani karet rakyat sebesar Rp 25.897.22/tahun. Adapun tingkat kesejahteraan petani karet di Desa Sungai Jati menurut kriteria World Bank dengan persentase terhadap jumlah total petani responden tingkat kesejahteraan sejahtera adalah sebesar 100% artinya dari 32 responden yang di pilih semuanya termasuk dalam kategori sejahtera. Selanjutnya pemasalahan yang dihadapi petani di Desa Sungai Jati Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar diantaranya perubahan iklim yang tidak menentu, harga yang selalu berubah, dan biaya pupuk yang relatif tinggi.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Marhamah Marhamah; Nina Budiwati; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani padi sawah, faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan dan permasalahan yang dihadapi rumah tangga petani padi sawah pasca banjir 2021 di Kecamatan Sungai Tabuk. Metode penarikan contoh yang digunakan proportional random sampling dengan jumlah 50 sampel dari 4 Desa terpilih. Bahan dikumpulkan melalui wawancara dengan bantuan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, biaya keseluruhan usahatani padi sawah periode tanam Rp10.473.057/usahatani/tahun 2020 atau rata – rata sebesar Rp13.780.338/ha/tahun, penerimaan usahatani padi sawah rata – rata Rp11.700.111,11/usahatani/tahun dan pendapatan usahatani padi sawah rata – rata Rp7.175.691,59/usahatani/tahun. Faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga petani padi sawah adalah pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga dan pendidikan ibu rumah tangga. Sementara itu, permasalahan yang dihadapi petani periode pasca banjir 2021 diantaranya adalah gabah kering panen terendam dan tanaman selain padi ikut mati.
DINAMIKA KELOMPOK TANI KARET DI DESA PELAJAU KECAMATAN BATUMANDI KABUPATEN BALANGAN Muhammad Adnan; Umi Salawati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.625

Abstract

Hasil penilaian terhadap Peranan Kelompok Tani Teratai di Desa Pelajau Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan berada pada katagori sedang hingga tinggi dengan persentase antara 71,80% sampai dengan 82,05%. Sehingga dapat dikatakan peranan Kelompok Tani Teratai telgolong cukup baik, hal ini dikarenakan Responden selaku anggota Kelompok Tani Teratai merasakan manfaat dari Kelompok Tani Teratai. Manfaat tersebut seperti pemberian informasi yang berkaitan dengan usaha tani anggota, baik teknologi maupun pengentahuan baru mengenai pertanian karet untuk kemajuan pertanian karet responden. Pemberian informasi ini membuat para responden merasa bahwa jika dengan kelompok tani mereka dapat mendapatkan banyak manfaat untuk kelangsungan usaha tani mereka. Hasil penilaian terhadap Dinamika Kelompok Tani Karet di Desa Pelajau Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan yang dilakukan oleh Kelompok Tani Teratai menghasilkan nilai tinggi setiap indikator-indikator tersebut. Hal ini berarti bahwa Dinamika kelompok tani karet di Desa Pelajau Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan Berada Pada kategori Tinggi. Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh kelompok tani dalam meningkatkan dinamika kelompok tani karet adalah memperbaiki kekompakan antar kelompok, kerja sama antar kelompok, memperbaiki jadwal pertemuan dan jadwal kegiatan kelompok, mengadakan pertemuan rutin setiap minggu maupun setiap bulan. Adapun kendala yang dihadapi petani dalam berkelompok tani karet yaitu adanya ketidak aktifan antar anggota kelompok, adanya ketidak kompakannya sesama anggota, kurangnya kegiatan terhadap penyuluh pertanian untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan petani, sehingga mengakibatkan kurangnya ilmu pengetahuan petani dalam berkelompok.Kata kunci: Manfaat, peranan kelompok tani, dinamika kelompok tan
Analisis Neraca Ketersediaan Beras Pasca Banjir di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Fanisha Windyatama; Muhammad Fauzi; Ana Fauziatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11554

Abstract

Ketersediaan beras akibat bencana banjir yang melanda Kecamatan Astambul pada awal tahun 2021 mengalami penurunan, karena pemukiman rumah tangga dan lahan yang ditanami padi terendam. Hal ini menyebabkan produksi yang dihasilkan menurun jika dibandingkan dengan sebelum banjir. Penelitian ini bertujuan menganalisis neraca ketersediaan beras sebelum dan sesudah banjir dan cadangan pangan khususnya padi (beras) sesudah banjir di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Data dianalisis secara deskriptif. Data yang digunakan berupa data sekunder, meliputi data produksi padi sebelum dan sesudah banjir, konsumsi beras dan cadangan pangan khususnya padi (beras) tahun berikutnya. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui perhitungan produksi beras, neraca ketersediaan beras dan cadangan beras. Berdasarkan hasil penelitian, ketersediaan beras mengalami penurunan dari tahun 2020 ke 2021 sebesar 792 ton atau 12%. Penurunan tersebut disebabkan oleh banjir yang hampir menggenangi seluruh desa diKecamatan Astambul, sehingga diperlukan cadangan pangan khususnya beras sebagai langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak. Adapun Cadangan pangan (beras) yang harus disediakan untuk tahun 2023 sebesar 4.582 ton sehingga cukup untuk mengatasi situasi darurat seperti kekurangan pasokan akibat bencana alam atau krisis lainnya
Analisis Sikap Konsumen terhadap Produk Ayam Geprek di Kecamatan Martapura Henny Pasriantie; Abdullah Dja'far; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1296

Abstract

Abstrak. Suatu objek memiliki atribut tertentu dan pembentukan sikap melibatkan berbagai atribut, konsumen memiliki penilaian idealnya masing-masing dan dengan atribut-atribut yang ada ini akan mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penilaian konsumen terhadap tingkat kepentingan, tingkat permorma ideal, dan tingkat performa aktual atribut ayam geprek di Kecamatan Martapura dan menganalisis penilaian rata-rata sikap konsumen terhadap keseluruhan atribut ayam geprek di Kecamatan Martapura. Penelitian ini menggunakan metode survei, lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive), metode penarikan contoh dilakukan dengan teknik convenience sampling dan didapat 64 orang responden. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui penilaian terhadap atribut yaitu dengan Model Angka Ideal dan Skala Linear Numerik. Dari hasil analisis Model Angka Ideal, atribut yang dianggap paling penting oleh konsumen adalah atribut kebersihan ruang makan (Wi=4,50) dan atribut dengan nilai kepentingan terendah yaitu atribut dekorasi rumah makan (Wi=3,58), atribut dengan nilai total sikap (Ab) yang paling baik menurut konsumen adalah atribut lokasi rumah makan yang strategis (0,12), sedangkan atribut dengan nilai total sikap (Ab) yang paling buruk adalah atribut dekorasi rumah makan (2,07). Kemudian nilai total sikap konsumen terhadap keseluruhan atribut ayam geprek adalah 10,00, angka ini berada pada kategori skala 0     34,34  yang menunjukkan bahwa keseluruhan atribut ayam geprek dianggap sangat baik oleh konsumen.Kata kunci: sikap konsumen, atribut, model angka ideal, skala linear numerik
ANALISIS DAYA SAING KOMODITAS JAGUNG DI KABUPATEN TANAH LAUT Anggi Puspita Devi; Muhammad Husaini; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2922

Abstract

Permintaan jagung Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini di karenakan meningkatnya jumlah penduduk, berkembangannya industri pangan dan peternakan. Laju tingkat kebutuhan jagung yang terus meningkat tidak didukung dengan laju produksi jagung dalam negeri, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara penerimaan dan kebutuhan jagung. Produksi jagung di Kabupaten Tanah Laut mendapat dukungan dari pemerintah dengan kebijakan subsidi benih, pupuk, suku bunga dan alat mesin pertanian. Sementara pada sisi yang lain komoditas jagung diperdagangkan di pasar internasional. Dengan berbagai subsidi yang diberikan tersebut, apakah usahatani jagung menguntungkan dan layak serta apakah mempunyai daya saing baik secara kompetitif dan komparatif.  Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pendapatan bersih serta kelayakan komoditas jagung berdasarkan harga privat dan harga sosial, dan mengetahui daya saing komoditas jagung baik secara kompetitif dan komparatif. Penelitian ini digunakan sumber data, berupa data primer dan data sekunder. Penelitian ini mengunakan metode survey, teknik sampling yang digunakan berupa multistage random sampling, sehingga terpilih kecamatan Bajuin dan Takisung dengan jumlah populasi sebanyak 101 petani. Dari jumlah tersebut diambil sebanyak 40 orang petani atau sebesar 39,60%. Penelitian ini mempunyai hasil yang menunjukkan bahwa pendapatan bersih komoditas jagung dengan harga privat lebih besar dari harga sosial masing-masing sebesar Rp 9,51 juta per hektar dan sebesar Rp 7,70 juta per hektar, hal tersebut disebabkan pemberian subsidi oleh pemerintah. Revenue Cost Ratio (RCR) usahatani jagung berdasarkan harga privat dan harga sosial layak untuk diusahakan dengan ratio masing-masing sebesar  2,06  dan secara sosial 1,61, dengan kata lain  bahwa dengan harga  privat maupun sosial layak untuk diusahakan. Berdasarkan analisis daya saing dengan Policy Analysis Matrix (PAM) komoditas jagung Kabupaten Tanah Laut mempunyai daya saing secara kompetitif dengan PCR 0,27 dan secara komparatif dengan nilai DRCR sebesar 0,32.
Analisis Usahatani Kopi Robusta di Desa Lok Tunggul Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar Didit Gunawan; Hairi Firmansyah; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani buah kopi robusta, menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dalam usahatani kopi robusta serta permasalahan dalam usahatani kopi robusta. Jumlah responden sebanyak 6 orang diambil menggunakan metode sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan usahatani kopi robusta mendapatkan hasil panen yang baik mulai dari pengolahan lahan sampai dengan teknik penanaman serta pemeliharaan yang tepat dan menyesuaikan waktu. Rata-rata biaya total yang harus dikeluarkan petani yaitu sebesar Rp 32.666.259 per usahatani atau Rp 27.221.885/ha dengan rata-rata biaya eksplisit sebesar Rp 23.742.744 per usahatani atau Rp 19.785.622/ha dan rata-rata biaya implisit sebesar Rp 8.923.515 per usahatani atau Rp 7.436.263/ha. Rata-rata penerimaan usahatani kopi robusta tahun 2022 diperoleh sebesar Rp 45.000.000 per usahatani atau Rp 37.500.000/ha. Rata-rata pendapatan usahatani buah kopi robusta tahun 2022 sebesar Rp 21.248.580 per usahatani atau Rp 17.707.150/ha. Sedangkan rata-rata keuntungan usahatani kopi robusta sebesar Rp 12.166.354 per usahatani atau Rp 10.138.628/ha. Pada usahatani kopi robusta mempunyai masalah pada hama PBKo dan banjir. Hama PBKo, kumbang betina mulai menyerang pada 8 minggu setelah pembungaan saat buah kopi masih lunak untuk mendapatkan makanan sementara, kemudian menyerang buah kopi yang sudah mengeras untuk berkembang biak. Kumbang betina akan menggerek bagian ujung bawah, dan biasanya adanya terlihat adanya kotoran bekas gerekan di sekitar lubang masuk. Banjir di Desa Lok Tunggul Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar sangat mempengaruhi usahatani kopi robusta, bukan hanya gsgal panen, banjir tersebut pun merusak lahan serta tanaman kopi robusta dan mengakibatkan petani kopi mengolah dan memelihara tanaman kopi robusta dari awal.
Analisis Respon Penawaran Karet Rakyat di Kalimantan Selatan Feri Vega Pratama; Djoko Santoso; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6035

Abstract

Dominasi perkebunan karet rakyat memberikan kontribusi besar dalam perekonomian di Indonesia. Karet merupakan komoditas perkebunan unggulan kedua setelah kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Selatan. Perubahan harga dan luas areal berpengaruh terhadap besaran ouput produksi yang akan mempengaruhi pasokan karet rakyat di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon penawaran karet rakyat dan elastisitas penawaran karet rakyat melalui prediktor luas areal dan harga. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data time series selama 31 tahun dari tahun 1988 s.d. 2019. Analisis penawaran karet rakyat diketahui dengan variabel luas areal dan harga melalui pendekatan model Nerlove. Hasil analisis menunjukkan nilai adjusted R2 sebesar 0,991523, atau sebesar 99,15% penawaran karet rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan dapat dijelaskan oleh variabel harga karet satu tahun sebelumnya, harga karet dua tahun sebelumnya, harga karet empat tahun sebelumnya, dan luas areal satu tahun sebelumnnya. Bedasarkan uji F semua variabel yang digunakan dalam model secara simultan signifikan. Uji parsial menunjukkan bahwa variabel bebas harga karet satu tahun sebelumnya dan luas wilayah tahun sebelumnya signifikan terhadap penawaran karet rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan. Nilai elastisitas penawaran karet rakyat terhadap harga dari model luas areal yang digunakan menggambarkan karet rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan bersifat inelastis pada jangka pendek dan jangka panjang. Hal ini menggambarkan bahwa perkebunan karet rakyat kurang responsif dalam menanggapi perubahan harga yang terjadi karena lahan yang dimiliki perkebunan karet rakyat sebagai modal tetap, sehingga tidak mudah bagi perkebunan rakyat untuk merubah lahan yang mereka miliki ketika terjadi kenaikan harga karet.
TINGKAT PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK TANAMAN HORTIKULTURA DI KELURAHAN SYAMSUDIN NOOR KECAMATAN LANDASAN ULIN KOTA BANJARBARU mahdaniah mahdaniah; Suprijanto Suprijanto; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.580

Abstract

Pertanian adalah sektor yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Pembangunan ekonomi masih akan tetap berbasis pertanian secara luas, namun sejalan dengan tahapan-tahapan perkembangan ekonomi maka kegiatan jasa-jasa dan bisnis berbasis pertanian juga akan semakin meningkat, dengan kata lain kegiatan agribisnis akan menjadi salah satu kegiatan unggulan pembangunan ekonomi nasional dalam berbagai aspek yang luas. Mengetahui tingkat partisipasi anggota kelompok wanita tani dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman hortikultura. Hasil analisis data penelitian diketahui bahwa tingkat partisipasi anggota kelompok wanita tani dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman hortikultura di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, dimana partisipasi anggota kelompok wanita tani termasuk dalam kategori sedang karena memperoleh nilai/skor rata-rata sebesar 72,78%. Sedangkan permasalahan dalam hal partisipasi yaitu setiap anggota kelompok wanita tani tentunya memiliki sifat, tingkah laku, dan pola fikir yang berbeda-beda kurangnya semangat, kesadaran serta adanya kesibukan dalam megurus rumah tangga, dan pekerjaan lainnya pada sebagian anggota kelompok wanita tani mengakibatkan partisipasi tidak menjadi tinggi. Untuk itu diperlukan kesadaran di setiap anggota kelompok agar mau dan mampu dalam menjalankan program pemanfaatan lahan pekarangan ini.Kata Kunci : partisipasi, wanita tani, pemanfaatan lahan
ANALISIS PENDAPATAN USAHA SARANG BURUNG WALET DI DESA JAKATAN MASAHA KECAMATAN MANDAU TALAWANG KABUPATEN KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Niprol Pahmi; Nuri Dewi Yanti; Ana Fauziyatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12279

Abstract

Di Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas merupa kansalah satu sentral produksi sarang burung wallet. Sebagian besar penduduknya banyak membangun rumah sarang burung walet, hal itu dapat dilihat banyaknya rumah/bangunan untuk burung walet yang dibangun masyarakat di wilayah ini khususnya di daerah perkampungan termasuk Desa Jakatan Masaha. Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti biaya usaha sarang burung walet dan pendapatan. Penelitian dilakukan di Desa Jakatan Masaha, Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas yang dimulai dari bulan Februari sampai Januari 2024. Periode pengambilan dan perhitungan data diambil pada bulan Mei 2023 yaitu selama 1 (satu) proses produksi. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total yang dipakai oleh pengusaha sarang burung walet pada bulan Mei 2023 sebesar Rp1.965.599 dengan rincian jumlah biaya penyusutan bangunan dan alat Rp1.725.149 dan biaya operasional Rp240.450. Total penerimaan sebesar Rp15.210.000 dengan rata-rata produksi sebesar 1,69kg/produksi dan harga senilai Rp9.000.000/kg. Didapatkan pendapatan sebesar Rp13.244.401/produksi yang dihasilkan dari pengurangan jumlah penerimaan dengan biaya eksplisit. Berdasarkan total pendapatan dari pengusaha sarang burung walet di Desa Jakatan Masaha dapat dikatakan sangat menguntungkan untuk dijalankan.