cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Pola Pengembangan Usaha Pengrajin Olahan Purun Melalui Diversifikasi Produk di Kampung Purun Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Achmad Reza Fahriannoor; Mariani Mariani; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1935

Abstract

Dalam perkembangan dunia perindustrian di Indonesia berkembang konsep dan gagasan baru yang dikenal dengan istilah ekonomi kreatif, yang merupakan suatu konsep ekonomi di era baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Kerajinan ialah bagian dari kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dihasilkan oleh para pengrajin, berawal dari desain sampai proses penyelesaian produk. Kegiatan usaha kerajinan anyaman purun merupakan suatu kegiatan usaha yang banyak ditekuni oleh masyarakat secara turun-temurun dari generasi ke generasi, dilihat dari aspek sosial dan ekonomi, kerajinan anyaman purun dapat menghidupi banyak orang, baik sebagai usaha pokok maupun sebagai usaha sampingan atau usaha musiman masyarakat. Tujuan penelitian ini dapat mengetahui pola pengembangan usaha pengrajin purun melalui diversifikasi produk dan apakah ada hubungan dengan faktor kompetensi kerja, pembinaan pihak terkait dan pendapatan pada pengembangan usaha pengrajin purun dan mengetahui hambatan apa saja yang dihadapi para pengrajin dalam upaya pengembangan usaha pengrajin purun melalui diversifikasi produk di kampung purun. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder, data primer didapatkan secara langsung dari responden melalui hasil wawancara, sedangkan data sekunder didapatkan dari instansi-instansi terkait. Populasi dalam penelitian ini dua kelompok pengrajin purun dengan total 51 orang, dan untuk pengambilan sampel menggunakan metode sensus yang dimana seluruh populasinya diambil sebagai sampel penelitian. Tingkat pola pengembangan usaha pengrajin olahan purun melalui diversifikasi produk tergolong tinggi dengan skor 90,72%. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pola pengembangan usaha yaitu kompetensi kerja dan pembinaan pihak terkait tidak mempunyai hubungan sedangankan untuk pendapatan terdapat hubungan yang signifikan dengan pola pengembangan usaha pengrajin olahan purun melalui diversifikasi produk. Permasalahan yang dihadapi para pengrajin dalam  pengembangan usahanya dari pemasaran, kurangnya kontrol dari dinas terkait, dan kesulitan dalam mendapatkan modal.Kata kunci: anyaman purun, diversifikasi produk, pengrajin purun, kampung purun, metode sensus
Analisis Usaha Pengolahan Gula Aren di Desa Walatung Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Aditya Rahman; Emy Rahmawati; Yusuf Aziz
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5908

Abstract

Indonesia adalah negara dengan berbagai sektor pertanian, yang memiliki peran penting di berbagai ekonomi nasional. Sektor dalam pertanian mampu bertahan serta tumbuh positif dan juga mampu menyerap banyak tenaga kerja yang berasal dari sektor dalam pertanian, sehingga dapat meminimalisir risiko penurunan pada pertumbuhan ekonomi. Sektor-sektor dalam pertanian juga menjadi peran dalam pemasukan devisa Negara dan juga penyumbang kebutuhan pangan dalam negeri. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) lebih tepatnya berada di Desa Walatung adalah salah satu daerah yang melakukan pengolahan gula aren. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tahapan pengolahan, besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan dan juga mengetahui permasalahan yang dihadapi produsen gula aren di perkampungan Walatung Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode sensus yaitu 17 responden produsen gula aren. Penghitungan dilakukan pada periode satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan besarnya biaya total dalam usaha ini sebesar Rp. 601.329,-, penerimaan sebesar Rp. 1.236.176, dan keuntungan sebesar Rp. 634.847,-. Permasalahan yang dihadapi adalah tidak adanya pembudidayaan pohon aren dan juga kualitas air nira yang kurang baik pada musim hujan mengakibatkan hasil produksi yang kurang baik.
Analisis Sensitivitas Kelayakan Usahatani Cabai Besar di Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Muhammad Amin; Nuri Dewi Yanti; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9483

Abstract

Tanaman cabai besar banyak diusahakan oleh petani di beberapa wilayah di Indonesia, hal tersebut dikarenakan secara topografi wilayah Indonesia yang cocok untuk budidaya tanaman cabai besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan dan tingkat sensitivitas kelayakan usahatani cabai besar di Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari 2023 hingga Juni 2023. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah metode sensus yaitu semua petani cabai besar pada tahun 2022 yang berjumlah 30 orang dijadikan sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total usahatani cabai besar yang dikeluarkan selama satu kali musim tanam sebesar Rp37.777.599/usahatani, dengan penerimaan yang diperoleh sebesar Rp92.177.100/usahatani, sehingga diperoleh keuntungan sebesar Rp54.399.501. Secara finansial usahatani cabai besar layak untuk diusahakan karena nilai RCR yang diperoleh lebih dari 1 yaitu sebesar 2,44/usahatani/musim tanam. Usahatani cabai besar tidak sensitif terhadap ketiga skenario yang dibuat dalam uji kelayakan, yaitu kenaikan biaya produksi, penurunan hasil produksi dan penurunan harga cabai besar. Hal ini dapat dilihat ketika biaya produksi naik sebesar 7% atau hasil produksi turun sebesar 25% atau harga cabai besar turun 45% diperoleh nilai RCR masih lebih dari 1.
Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Produksi Usahatani Padi Lokal Pasang Surut Tipe A dan Pasang Surut Tipe B di Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Muhammad Ariza Fahlefi Alfadillah; Muzdalifah Muzdalifah; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7804

Abstract

Kecamatan Aluh-Aluh di Kabupaten Banjar merupakan salah satu tempat produksi padi lokal terbanyak. Usaha tani padi lokal memiliki beberapa kendala. Diantaranya, hama, penyakit dan penggunaan faktor-faktor produksi yang digunakan petani kurang efisien. Tujuan dari penelitian ini menganalisis proses produksi usahatani padi lokal pasang surut tipe A dan tipe B dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi lokal pasang surut tipe A dan tipe B. Jumlah populasi petani padi lokal yang ada di kecamatan tersebut sebanyak 3.593 petani. Dari jumlah tersebut diambil masing-masing sebanyak 30 petani pada lahan tipe A 30 petani dan lahan tipe B 30 petani dengan teknik proporsional. Analisis data dilakukan dengan menggunakan persamaan fungsi produksi Cobb-Douglas dengan model persamaan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi usahatani padi lokal pasang surut, pada fase pembibitan memerlukan waktu 2 bulan , perawatan memerlukan waktu 5 bulan, pase panen memerlukan waktu 1 bulan dan pascapanen 4 bulan. Mengetahui faktor-faktor produksi dengan menggunakan model regresi diperoleh pada Lahan Pasang surut Tipe A penggunaan benih berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi padi, sementara lahan pasang surut tipe B penggunaan pupuk mempengaruhi secara nyata terhadap peningkatan produksi padi di Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP ASPEK KUALITAS PELAYANAN PADA PROGRAM PEMBERDAYAAN BIDANG EKONOMI (STUDI KASUS PT JORONG BARUTAMA GRESTON KECAMATAN JORONG KABUPATEN TANAH LAUT) Syahrudi Hermawan; Usamah Hanafie; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.638

Abstract

Tujuan penelitian ini: Untuk mengetahui Indeks Kepuasan Masyarakat yang mencakup Analisis kesenjangan/kesesuaian, dan analisis kuadran terhadap aspek kualitas pelayanan program pemberdayaan ekonomi CSR PT Jorong Barutama Greston. Serta untuk mengetahui kebutuhan/harapan masyarakat terhadap program pemberdayaan ekonomi CSR PT Jorong Barutama Greston. Penelitian dilaksankan di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Dimulai bulan Mei sampai Desember 2017. Menggunakan metode survei dengan populasinya masyarakat penerima bantuan CSR yaitu program pengolahan ikan, pupuk bokashi, budidaya perikanan, perkebunan pisang,dan peternakan ayam yang diambil masing-masing bidang diambil dengan teknik penarikan contoh acak berkelompok yaitu mengambil secara acak proporsional berdasarkan kelompok pada setiap program, sehingga jumlah keseluruhan masyarakat yang menjadi sampel adalah 30 orang. Hasil penelitian menunjukan masyarakat menilai tingkat kepuasan terhadap kinerja 24 atribut, skor rata-ratanya sebesar 3,14 (Kategori cukup puas: 2,60-3,39). Sedangkan skor rata-rata tingkat kepentingannya, sebesar 4,20 (Kategori sangat penting: 4,20-5,00). Serta skor indeks kepuasan masyarakat (IKM) adalah 0,63 dengan kriteria “cukup puas” (kriteria cukup puas: 0,51-0,65). Harapan masyarakat pada program ini adalah pada program pengolahan hasil perikanan yaitu masyarakat berharap dibantu alat simpan Frezer yang cukup besar agar mampu menampung ikan lebih banyak saat musim ikan. Pada peternakan ayam, kesamaan perlakuan mendapatkan bantuan seperti peralatan sarana produksi kepada seluruh anggota kelompok. Budidaya perikanan, manfaat berupa meningkatnya pendapatan petani dirasa masih belum sesuai harapan, karena terkendala pemasaran hasil perikanan terutama di Desa Karang Rejo. Masyarakat berharap perusahaan membantu pemasaran maupun menyerap sendiri hasil perikanan. Perkebunan pisang, manfaat berupa meningkatnya pendapatan petani dirasa masih belum sesuai harapan karena masih minimnya pendapatan dari perkebuanan pisang. Pisang baru menghasilkan apabila usianya telah 1 tahun lebih. Untuk mengatasi kendala itu masyarakat menyarankan tumpang sari. Pembuatan pupuk bokashi, masyarakat ingin bisa mengetahui anggaran pembinaan. Dengan diketahuinya anggaran, masyarakat dapat melakukan perencanaan dan pengembangan yang lebih baik dangan mempertimbangkan alokasi anggaran.Kata kunci: indeks kepuasan masyarakat, CSR pemberdayaan, analisis tingkat kinerja kepentingan, analisis tingkat kesesuaian, analisis kuadran.
ANALISIS FINANSIAL DAN NILAI TAMBAH USAHA PENGOLAHAN KOPI ROBUSTA (Coffea robusta) DI KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR Taufik Rahman; Eka Radiah; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2612

Abstract

Kopi dapat dianggap sebagai salah satu penyumbang devisa negara yang cukup potensial dan juga merupakan mata pencaharian bagi setidaknya satu setengah juta jiwa petani kopi yang tersebar di Indonesia. Untuk menambah nilai ekonomis suatu produk, maka diperlukan pengolahan agar bahan mentah mampu menjadi produk yang memiliki nilai tambah, tidak terkecuali dengan pengolahan produk kopi robusta (Coffea robusta) seperti yang dilakukan pengolah kopi di Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pengolahan kopi, mengetahui perbedaan pendapatan dan keuntungan dari produk kopi yang diolah, mengetahui nilai tambah dari pengolahan kopi, serta hambatan yang dihadapi pengolah kopi. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode sensus dengan jenis data berupa data primer dan data sekunder. Jumlah responden yang diambil berjumlah 6 orang pengolah kopi. Penelitian ini dilakukan di Desa Jati Baru, Kecamatan Astambul, dimana wilayah tersebut adalah satu-satunya tempat pengolahan kopi di Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari sampai September 2019, dimana pengambilan data pada September 2019. Berdasarkan hasil penelitian untuk mekanisme pengolahan kopi memiliki beberapa tahapan seperti sotarsi kopi biji kering, penyangraian, pendinginan, pengayakan dan pembubukan biji kopi. Kemudian untuk perbedaan pendapatan dan keuntungan dari produk kopi yang diolah, untuk rata-rata pendapatan kopi biji sangrai dalam satu bulan sebesar Rp 600.583, sedangkan untuk kopi bubuk Rp 3.976.583. Untuk rata-rata keuntungan kopi biji sangrai dalam satu bulan sebesar Rp 600.583, sedangkan untuk kopi bubuk Rp 2.056.583. Untuk nilai tambah yang diperoleh pengolahan kopi dari kopi biji kering menjadi kopi biji sangrai sebesar Rp 7.667 dan nilai tambah dari kopi biji kering menjadi kopi bubuk sebesar Rp 7.701. Selanjutnya untuk hambatan yang dihadapi oleh pengolah kopi, yaitu kurangnya modal, kurangnya bahan baku kopi robusta Pengaron dan kurangnya ilmu pengetahuan infomasi dan komunikasi.Kata kunci: nilai tambah, kopi robusta, pengolahan, pendapatan, keuntungan 
Analisis Finansial Usaha Petik Madu Trigona Itama di Desa Pulau Sari Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus Pada Usaha Agrowisata Petik Madu Lebah Tanpa Sengat Trigona itama Cap Pepaya California) Nurul Huda; Emy Rahmawati; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5951

Abstract

Lebah Trigona itama memproduksi cairan manis keasaman berupa madu yang memiliki nilai jual tinggi dengan manfaat yang bersaing dengan madu dari lebah jenis lain seperti lebah Apis sp. Berbeda dari Apis sp, Trigona itama dapat dengan mudah beradaptasi di lingkungan wilayah Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan finansial dan kelayakan usaha budidaya lebah tanpa sengat jenis Trigona itama. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui finansial dan kelayakan usaha budidaya lebah Trigona itama adalah analisis RCR (Revenue Cost Ratio). Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha budidaya lebah Trigona itama dengan harga jual 500.000/liter memiliki RCR sebesar 1,70. Total produksi madu 860 liter per tahun (periode Agustus 2019-Juli 2010), dengan biaya total sebesar Rp252.600.000,- yang terdiri atas biaya eksplisit sebesar Rp110.800.000,- dan biaya implisit sebesar Rp141.800.000,-. Penerimaan usaha sebesar Rp430.000.000,-. Pendapatan usaha sebesar Rp319.200.000,-. Keuntungan usaha sebesar Rp117.400.000,-. BEP produk sebesar 505,2 liter, BEP harga sebesar Rp293.720 dengan pengembalian modal antara lima hingga delapan bulan.
Analisis Risiko Usahatani Kacang Panjang di Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Muhamad Ridani Firdaus; Rifiana Rifiana; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10336

Abstract

Usahatani tanaman kacang panjang di Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk mengalami kendala yang sering dihadapi adalah risiko produksi yang bersumber dari serangan hama, penyakit yang cukup tinggi, musim, keahlian tenaga kerja, perubahan iklim dan cuaca yang sulit diprediksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber-sumber risiko dan risiko usahatani kacang panjang di Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan pendekatan nilai koefisien variasi. Berdasarkan hasil penelitian, sumber risiko-risiko yang dihadapi petani berkaitan dengan usahatani kacang panjang yaitu curah hujan yang tinggi, seranga hama (lalat kacang, kutu putih, ulat grayak, kutu daun dan tungau) dan penyakit (bercak, busuk daun, busuk buah, busuk akar dan batang serta layu fursarium). Usahatani kacang panjang mempunyai risiko produksi yang rendah dengan nilai koefisien variasi MT I 0,09, MT II 0,10 dan MT III 0,10, risiko harga jual dengan nilai koefisien variasi MT I 0,13, MT II 0,14 dan MT III 0,14 dan risiko keuntungan dengan nilai koefisien variasi MT I 0,53, MT II 0,54 dan MT III 0,57
Efektivitas Distribusi Pupuk Subsidi pada Tingkat Petani Padi Sawah di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Aziz Dian Saputra; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7856

Abstract

Program pupuk subsidi merupakan salah satu program dari pemerintah yang pengadaan dan pendistribusiannya mendapat subsidi untuk kebutuhan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme perolehan pupuk subsidi, mengetahui efektivitas pencapaian distribusi pupuk subsidi pada petani padi sawah berdasarkan prinsip 6 (enam) tepat dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pendistribusian pupuk bersubsidi di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 petani penerima pupuk subsidi. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan mekanisme perolehan pupuk subsidi yang ada di Kecamatan Pelaihari, sudah sesuai dengan regulasi mekanisme perolehan pupuk subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah. Untuk efektivitas distribusi pupuk subsidi di Kecamatan Pelaihari berdasarkan indikator 6 (enam) tepat yaitu tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, tepat jumlah, tepat mutu dan tepat jenis dikatakan cukup efektif dengan persentase 60,81% dikarenakan harga pupuk subsidi yang dibeli oleh petani masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), pupuk subsidi masih sering datang terlambat, petani masih belum melakukan pemupukan berimbang karena keterbatasan permodalan petani, dan masih terdapat petani yang tidak memperoleh jenis pupuk subsidi sesuai RDKK. Dalam pendistriusian pupuk subsidi di Kecamatan Pelaihari masih ditemukan kendala diantaranya masih ada ditemui petani menjual kembali pupuk subsidi ke petani lain, pupuk subsidi masih sering datang terlambat, petani yang belum melakukan pemupukan berimbang karena keterbatasan permodalan, jenis pupuk subsidi yang didapat petani tidak sesuai dengan RDKK dan masih minimnya pengawasan hingga ke hilir yaitu petani sehingga masih terjadi penyelewengan dalam penerima pupuk subsidi.
Analisis Perbandingan Biaya dan Pendapatan Bersih Usahatani Jagung Manis Dengan Jagung Hibrida di Desa Suka Ramah Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Muhammad Awami Lazuardi; Masyhudah Rosni; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.692

Abstract

Jagung adalah salah satu tanaman palawija yang mudah dalam pengelolaan budidayanya. Awalnya produksi jagung dimanfaatkan untuk panganan pokok manusia, ketika industri peternakan berkembang, pemanfaatan jagung bergeser dari pangan manusia ke pakan ternak. Jagung hibrida diketahui mampu menghasilkan produksi yang lebih besar jika dibandingkan dengan jagung manis sehingga diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional dan mampu meningkatkan pendapatan petani. Namun sebagian besar petani di Desa Suka Ramah masih enggan melaksanakan usahatani jagung hibrida karena biaya yang lebih besar dan harga yang lebih murah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung biaya dan pendapatan bersih jagung manis dan jagung hibrida, untuk membandingkan pendapatan bersih jagung manis dengan jagung hibrida, dan untuk mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi petani dalam usahatani jagung manis dan jagung hibrida di Desa Suka Ramah. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode secara survei dan proportional random sampling dengan memilih 46 responden jagung manis dan 14 responden jagung hibrida di Desa Suka Ramah. Analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan dalam satu kali musim tanam, usahatani jagung manis rata–rata biaya total Rp14.677.654/ha (Rp6.381.588/UT) dengan penerimaan Rp27.110.000/ha (Rp11.786.957/UT), pendapatan Rp15.634.411/ha (Rp6.797.570/UT) dan pendapatan bersih Rp12.432.346/ha (Rp5.405.369/UT). Sedangkan usahatani jagung hibrida rata–rata biaya total Rp10.270.972/ha (Rp31.546.555/UT) dengan penerimaan Rp17.693.023/ha (Rp54.342.857/UT), pendapatan Rp9.881.965/ha (Rp30.351.752/UT), dan pendapatan bersih Rp7.422.051/ha (Rp22.796.301/UT). Perbandingan pendapatan bersih usahatani jagung manis dengan jagung hibrida berbeda secara nyata pada tingkat kepercayaan 95%. Permasalahan yang dihadapi petani usahatani jagung yaitu serangan hama babi hutan dan sapi, minimnya modal usahatani jagung, resistensi hama ulat, gulma dan penyakit terhadap pestisida serta kelangkaan pupuk.Kata kunci : biaya, pendapatan bersih, usahatani jagung, jagung manis, jagung hibrida