cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Strategi Pemasaran Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal di Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin (Studi Kasus Usaha Sambal Acan Raja Banjar) Riky Devi Saputra; Abdussamad Abdussamad; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.784

Abstract

Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal Acan Raja Banjar mempunyai potensi yang dapat dikembangkan karena memiliki keunggulan dan memiliki prospek yang baik. Namun industri Sambal Acan Raja Banjar masih industri berskala rumah tangga dengan menggunakan peralatan yang masih sederhana dalam proses pengolahannya, kepemilikan modal yang terbatas, tenaga kerja yang masih sedikit dan pemasarannya belum terlalu luas. Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta menganalisis strategi pemasaran Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal Acan Raja Banjar di Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan untuk memperoleh data lingkungan Internal adalah studi kasus sedangkan untuk memperoleh data lingkungan Eksternal menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian diperoleh kekuatan usaha industri adalah tersertifikasi halal MUI, sudah melakukan promosi melalui media massa, terbuat dari bahan alami dan memiliki rumah makan dalam pemasaran. Kelemahan industri adalah produk tidak tahan lama dibandingkan dengan produk pesaing, tempat pengolahan sambal kurang strategis, jumlah karyawan terbatas, terbatasnya modal usaha, dilakukan secara manual dan jaringan distribusi belum terlalu luas dibandingkan produk pesaing. Peluang industri adalah banyak bahan yang dapat dimanfaatkan  (buah perasa), harga sambal acan dapat bersaing dengan produk lain, masih terbukanya lahan atau lokasi untuk membuka outlet, dikenal diberbagai kalangan masyarakat, perubahan gaya hidup, perkembangan teknologi, banyak event event yang dapat di ikuti, banyak kios dan minimarket yang menjadi mitra. Sedangkan ancaman industri adalah produk mudah ditiru. Strategi pemasaran industri yang disarankan adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths-Opportunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan cara memperluas skala usaha dengan menambah varian rasa produk yang dijual, menambah cara promosi seperti menjadi sponsor dalam kegiatan di sosial media seperti youtube dan memperluas jaringan distribusi dalam penjualan produk sambal acan ke wilayah baru.Kata kunci: industri rumah tangga, pengolahan sambal, strategi pemasaran, matriks SWOT
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI BAWANG MERAH GORENG (Studi Kasus Industri Bawang Merah Goreng Mak Yem di Kota Banjarbaru) Lidiya Santi; Yudi Ferrianta; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2904

Abstract

Bawang merah goreng adalah satu jenis olahan dari bawang merah yang diiris tipis, ditambah sedikit garam dan tepung beras kemudian digoreng dengan minyak yang panas sampai berwarna kecoklatan sampai berbau harum dan bawang merah goreng digunakan sebagai pelengkap setiap masakan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai tambah dan strategi pemasaran bawang merah goreng mak Yem. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Agustus 2019 sampai dengan Januari 2020 di Banjarbaru. Jenis data yang digunakan ialah data utama (primer) dan data pendukung (sekunder). Responden sebanyak 14 orang terdiri dari pemilik industri, pengecer, pelanggan serta konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah pada pengolahan bawang merah goreng ritel lebih tinggi dibandingkan pada pengolahan bawang merah goreng tradisional maupun pada pengolahan bawang merah goreng jumbo. Nilai tambah yang dihasilkan usaha industri bawang merah menjadi bawang merah goreng ritel sebesar Rp 25.328/kg, sedangkan bawang merah goreng tradisional sebesar Rp 16.062/kg dan bawang merah menjadi bawang merah goreng jumbo sebesar Rp14.347/kg dan Strategi pemasaran yang harus dilakukan usaha industri di daerah penelitian adalah strategi Diversifikasi yang lebih fokus pada strategi ST (strengths-threats) yaitu menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman. Strategi ST (strengths-threats): meningkatkan produksi bawang merah goreng dengan menggunakan bahan baku yang sudah ada, mempertahankan kualitas dan merek produk dengan harga yang terjangkau, dengan label dan desain yang menarik bawang merah goreng Mak Yem dapat dikenali di pasaran, Menjaga cita rasa dari bawang merah goreng dan melakukan pelayanan yang baik agar produk dapat terus laku dipasaran dan Menjaga kestabilan penjualan bawang merah goreng ritel yang dititipkan di swalayan.
Analisis Keuntungan Usaha Sayuran Hidroponik Dengan Media Sosial Dalam Upaya Peningkatan Volume Penjualan (Studi Kasus Pada Usahatani Sayuran Hidroponik “Casual Farmer”) Bela Tiara; Muhammad fauzi; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8270

Abstract

Media sosial pada saat ini sangat cocok dan mendukung bagi bisnis atau usaha yang baru dilakukan. Hal ini dikarenakan dapat menghemat biaya, dapat dikendalikan sendiri tanpa harus merekrut karyawan, waktu atau jam kerja yang tidak terbatas, sert memiliki jangkauan pasar yang luas karena pemasaran online. Pada sisi lain, kehidupan manusia saat ini juga tidak terlepas dari penggunaan platform media sosial sehingga mudah diakses dan memberikan velue positif dalam pengembangan usaha. Tujuan dari penelitian untuk mengidentifikasi penggunaan media sosial dalam upaya peningkatan volume penjualan sayuran hidoponik Casual Farmer, menganalisis saluran pemasaran penjualan sayuran hidroponik Casual Farmer menggunakan media sosial dan pemasaran secara langsung, serta mengetahui biaya pemasaran, marjin pemasaran, dan keuntungan pemasaran dari penjualan sayuran hidroponik Casual Farmer menggunakan media sosial dan pemasaran secara langsung. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan penjualan menggunakan media sosial digunakan untuk melakukan promosi. Saluran pemasaran Casual Farmer melalui media sosial atau pun pemasaran secara langsung memiliki dua saluran yaitu produsen - pengecer - konsumen, produsen - pedagang kebab - konsumen. Biaya pemasaran secara langsung pada saluran I sebesar Rp. 2.656/Kg, marjin pemasaran Rp. 13.000/Kg, dan keuntungan pemasarannya sebesar Rp. 10.344/Kg. Sementara pada saluran I (produsen ke pedagang kebab) tidak dapat dihitung karena pedagang menjual sayuran hidroponiknya dalam bentuk olahan dan pada saluran I (produsen ke pengecer) penjualan melalui media sosial biaya pemasarannya sebesar Rp. 1.383/Kg, marjin pemasaran sebesar Rp. 14.000/Kg, dan Keuntungan pemasaran sebesar Rp. 12.617/Kg.
Preferensi Konsumen Remaja pada Kafe Kopi di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat) Aulia Savira Puteri; Djoko Santoso; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6015

Abstract

Modernisasi mengakibatkan  adanya pergeseran perilaku konsumsi. Dengan meningkatnya taraf  hidup dan  pergeseran gaya hidup masyarakat perkotaan di Indonesia telah  mendorong terjadinya pergeseran dalam  pola konsumsi kopi. Salah satu kota yang mengalami perkembangan kafe kopi yang cukup pesat adalah Kota Banjarbaru. Hal ini dapat membuat konsumen memiliki alternatif pilihan dan membuat pengusaha kopi harus mengenali perilaku konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan preferensi konsumen remaja pada kafe kopi di Kota Banjarbaru. Teknik pengumpulan data pada penelitian  ini adalah  menggunakan kuesioner dan  metode penarikan contoh yaitu menentukan kafe kopi melalui penelitian pendahuluan untuk mereduksi 40 kafe kopi menjadi 8 kafe kopi dan memberi penilaian 8 kafe kopi terpilih menggunakan metode angket diperoleh 100 responden sesuai syarat sebagai responden yaitu mahasiswa  aktif Agribisnis yang bersedia mengisi kuesioner dan berusia 17-22 tahun serta belum menikah. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis konjoin. Analisis konjoin akan menghasilkan preferensi konsumen pada kafe kopi yang terpilih. Kafe kopi yang terpilih diantaranya Janji Jiwa, U Need, Sabar Menanti, Kedai Kopi Kulo, Kupi Datu, Kopi Pasar, Syihab Corner dan Excelso. Diantara 8 kafe kopi yang terpilih ada 1 kafe kopi  yang tidak beroperasi lagi karena adanya pandemi Covid-19. Berdasarkan  hasil analisis konjoin menunjukkan bahwa D10= minuman dan cemilan merupakan level yang paling berpengaruh nyata terhadap preferensi konsumen  remaja karena nilai koefisien regresi menunjukkan angka negatif paling besar yaitu sebesar (-2.68) dan sementara itu, kafe kopi yang paling disukai oleh konsumen yaitu Kafe Kopi Janji Jiwa. Saran untuk penelitian selanjutnya  jika keadaan kembali normal adalah agar juga memperhatikan outdoor kafe kopi.
ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI KOMODITAS PADI DI KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR Siti Naimah; Mariani Mariani; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem distribusi komoditas padi dan sistem pemasaran padi di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai September 2017 di kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian sistem distribusi komoditas padi yang ada di Kecamatan Astambul memiliki dua pola yaitu pertama dari petani kepedagang tengkulak kepedagang pengecer kepedagang besar kepedagang pengecer kekonsumen; kedua. Dari petani kepedagang tengkulak kepedagang pengecer ke konsumen. Sistem pemasaran yang terdiri dari biaya pemasaran yang tertinggi diantara dua saluran adalah biaya pada saluran II yaitu sebesar Rp 582,77/kg dan biaya terkecil ada pada saluran I yaitu sebesar Rp 15,01/kg. Margin terbesar pada saluran II yaitu sebesar Rp3500/kg. Sedangkan margin terkecil terdapat pada saluran I yaitu Rp833,33/kg. Keuntungan terbesar berada pada saluran II yaitu sebesar Rp 2917,23/kg, sedangkan keutungan terkecil berada pada saluran I yaitu Rp 818,32/kg. Share petani tertinggi terdapat pada saluran II yaitu sebesar 63,16% dan share petani terendah pada saluran I yaitu sebesar 50%. Saluran distribusi yang efisien adalah pada saluran II karena memiliki efisiensi teknis dan ekonomis yang baik dibandingkan dengan efisiensi pada saluran I.Kata Kunci: padi, sistem distribusi, sistem pemasaran 
ANALISIS PENDAPATAN PETANI NANAS PARIGI DI DESA PARARAPAK KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Januar Khodari; Umi Salawati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12261

Abstract

Nanas Parigi adalah varietas nanas madu unggulan yang dapat tumbuh baik di tanah gambut dengan pH 4 – 5 (sangat asam) di daerah Dusun Parigi dan Dusun Danau Jutuh, Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Nanas parigi punya karakter khas, diantaranya tidak menimbulkan rasa gatal di lidah dan kadar gula yang lebih banyak. Uniknya, bila ditanam diluar Kabupaten Barito Selatan rasanya akan berubah, tidak semanis apabila ditanam di sekitaran Desa Pararapak padahal sama-sama ditanam di tanah gambut. Desa Pararapak merupakan salah satu penghasil produksi buah nanas di Kecamatan Dusun Selatan. Permasalahan yang dihadapi petani dalam usahatani nanas parigi yang pertama yaitu pada musim hujan dimana air melimpah sehingga tanaman nanas parigi yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan baik, tetapi disisi lain ketika curah hujan ekstrem lahan akan tergenang dan tanaman nanas rawan terserang hama penyakit yang berakibat produksi yang dihasilkan petani tidak optimal. Permasalahan kedua yaitu murahnya harga jual nanas parigi saat panen bersamaan yang menyebabkan penawaran melebihi permintaan. Tujuan penelitian ini adalah menghitung biaya, penerimaan, pendapatan usahatani nanas parigi yang diterima oleh petani dan mengetahui permasalah yang dihadapi petani dalam usahatani nanas parigi
Analisis Pemasaran Bawang Merah (Allium cepa L) di Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin Amrul Kahfi; Artahnan Aid; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1323

Abstract

Abstrak. Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang penting di Indonesia, bawang merah dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk tanpa melihat tingkat sosialnya, mengingat potensi serapan pasar yang terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat meningkat karena adanya pertambahan jumlah penduduk, menjadikan komoditas ini sumber pendapatan yang menjanjikan untuk diusahakan. Berdasarkan sumber data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tapin, Kecamatan Tapin Selatan merupakan daerah produksi bawang merah terbesar di Kabupaten Tapin dengan jumlah produksi sebesar 549,2 ton tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, fungsi pemasaran, biaya, margin, keuntungan, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian terdapat empat pola saluran pemasaran yaitu; saluran I: petani-konsumen, saluran II: petani-pedagang pengecer-konsumen, saluran III: petani-pedagang pengumpul-pedanga pengecer-konsumen, saluran IV: petani-pedagang pengumpul-pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen. Petani dan lembaga pemasaran telah melakukan keseluruhan fungsi pemasaran yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas. Total biaya pemasaran terbesar yaitu pada saluran IV sebesar Rp 5.771,59/kg dan biaya terkecil pada saluran IIb Rp 1.455,33/kg. Margin total terbesar yaitu pada saluran IV sebesar Rp 12.833,00/kg, sedangkan margin total terkecil pada saluran I Rp 6.667,00/kg. Keuntung total terbesar pada saluran III sebesar Rp 8.550,92/kg dan keuntungan total terkecil pada saluran I Rp 5.078,68/kg. Share petani yang paling baik terdapat pada saluran I yaitu 100%, dan share petani terendah pada saluran IV sebesar 50,32%. Keempat saluran pemasaran efisien, jika dilihat dari diversfikasi pasar maka saluran II lebih efisien dari sisi ekonomis dan teknis, sedangkan untuk petani saluran I lebih efisien karena memiliki nilai farmer’s share tertinggi dan nilai margin paling rendah.Kata kunci: bawang merah, saluran pemasaran, margin, efisiensi
KETAHANAN DAN KEMANDIRIAN PANGAN RUMAHTANGGA PETANI DI LAHAN MARGINAL DESA SEMANGAT DALAM KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA Elfa Refina; Muhammad Husaini; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2936

Abstract

Ketahanan dan kemandirian pangan rumahtangga petani pasti sangat dipengaruhi oleh pangan yang mereka hasilkan di pertanian. Jika lahan pertanian tergolong lahan marginal, maka kegiatan pertanian tentunya belum optimal. Situasi ini diyakini akan berdampak pada ketahanan pangan dan kemandirian keluarga petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan dan kemandirian pangan. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan dan kemandirian pangan adalahangka kecukupan energi, pangsa pengeluaran pangan, dan perbandingan antara produksi dengan konsumsi rumahtangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rumahtangga yang konsumsi energinya (AKE) ˂80% sebesar 59% rumahtangga, sisanya sebesar 41% rumahtangga dengan (AKE) ≥80%. Hal yang sama dengan pangsa pengeluran pangan (PPP) rumahtangga petani yang masih ≥60% dari total pengeluaran dengan jumlah rumahtangga petani mencapai 63%, sisanya sebesar 37% rumahtangga petani dengan PPP < 60% untuk pangan.  Berdasarkan (AKE dan PPP), tampak bahwa lebih dari setengah rumahtangga petani di desa tersebut termasuk dalam kategori tidak tahan pangan. Hal yang sama dengan kemandirian pangan rumahtangga petani, berdasarkan nilai (KP) yang lebih kecil dari satu (˂ 1) sebesar 63% rumatangga petani, sisanya sebesar 37% rumahtangga petani dengan nilai KP lebih besar atau sama (≥1). Hal ini berarti bahwa lebih dari setengah rumahtangga petani di desa tersebut termasuk dalam kategori tidak mandiri pangan. Dengan kata lain bahwa lebih dari setengah rumahtangga petani di lahan marginal Desa Semangat Dalam tidak tahan pangan dan tidak mandiri pangan.
Analisis Pemasaran Bawang Daun (Allium Fistolisum L.) yang Diproduksi di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Normayanti Normayanti; Mariani Mariani; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9421

Abstract

Bawang daun merupakan salah satu jenis sayuran dalam kelompok bawang yang lazim ditanam di Indonesia. Produk yang dihasilkan dari kegiatan bercocok tanam tersebut kemudian dipasarkan melalui berbagai saluran pemasaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis saluran pemasaran, besar biaya, margin, keuntungan pemasaran dan Share yang diterima produsen atau petani, dan permasalahan yang terjadi di lembaga pemasaran yang terlibat. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru dari bulan Juli 2022 sampai dengan Maret 2023. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling. Untuk menentukan metode dalam pengambilan sampel petani yaitu dengan metode simple random sampling dari 112 orang populasi petani dan diambil 28 petani bawang daun. Sedangkan untuk pedagang pengumpul dan pengecer dengan metode snowball sampling. Berdasarkan hasil dari penelitian terdapat dua saluran pemasaran yang berbeda. Hasil yang didapat dari besarnya biaya, margin dan keuntungan dari saluran I bawang daun, untuk tempat pemasarannya yaitu di pasar Laura Banjarbaru adalah sebesar Rp 3.356,66/kg, Rp 5.250,00/kg dan Rp 533,34/kg. dan untuk besarnya biaya, margin dan keuntungan pada saluran II bawang daun adalah yaitu sebesar Rp 4.207,56/kg, Rp 7.000,00/kg dan Rp 2.792,44/kg, untuk wilayah pemasarannya di pasar Pom Liang Anggang. Share yang didapat petani pada saluran I yaitu sebesar 75,29%, dan untuk pedagang pengecer sebesar 24,70%. Share yang didapat petani pada saluran II yaitu sebesar 65,85%, untuk pedagang pengumpul yaitu sebesar 9,75%, dan untuk pedagang pengecer sebesar 24,39%. Permasalahan yang terjadi di petani yaitu kurangnya pengetahuan mengenai harga pasar. Untuk pedagang pengumpul masalah yang dihadapi yaitu kualitas dan kerusakan bawang daun yang diterima dari petani. Sementara yang dihadapi pedagang pengecer yaitu penanganan sebelum habis terjual.
Analisis Kelayakan Usaha Coffee Shop “Setara” Banjarbaru Kalimantan Selatan (Aspek Manajemen Sumberdaya Manusia dan Aspek Finansial) Rosdiana Rosdiana; Sadik Ikhsan; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sumberdaya manusia dan kelayakan usaha coffee shop Setara pada aspek finansial. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus coffee shop Setara yang berlokasi di Jalan Soeparto No.24 Loktabat Utara, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dari aspek manajemen sumberdaya manusia ada beberapa kriteria yang layak seperti sistem pemutusan hubungan kerja (PHK), jadwal kerja, jumlah tenaga kerja, struktur organisasi, dan job desc. Untuk sistem perekrutan dianggap tidak layak. Biaya yang dikeluarkan terdiri dari biaya inventaris sebesar Rp. 537.156.000 biaya gaji per tahun Rp 309.600.000 biaya operasional per tahun sebesar Rp. 181.860.000, dan biaya produksi per tahun sebesar Rp. 720.536.880. Pendapatan yang diterima per tahun sebesar Rp. 1.885.948.800. Nilai NPV diperoleh sebesar 2.609.785.455, nilai IRR diperoleh sebesar 88,3%, Net B/C diperoleh sebesar 5,859, Gross B/C diperoleh sebesar 1,25, dan untuk payback period diperoleh nilai 6,568 atau 6 tahun 7 bulan. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas kelayakan finansial usaha coffee shop Setara masih layak pada tiga simulasi yaitu, pada kenaikan harga produksi sebesar 10%, penurunan pendapatan sebesar 10%, dan secara bersama-sama menaiknya harga produksi dan menurunnya pendapatan masing-masing sebesar 10%.