cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Analisis Usahatani Jagung Hibrida di Desa Kandangan Lama Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Insinul Riki; Nina Budiwati; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11546

Abstract

Jagung hibrida atau jagung dengan benih unggul merupakan upay apemerintah untuk mengembangkan budidaya jagung. Selain dikonsumsi, jagung juga dapat dijadikan pakan ternak. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan dan permasalahan serta solusi apa yang diberikan pada usahatani jagung hibrida di Desa Kandangan Lama Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Populasi terdiri dari 150 petani yang ada di Desa Kandangan Lama dan diambil sampel secara bertingkat yaitu sebanyak 30 orang petani. Dari hasil penelitian, diketahui ada 3 jenis kategori luas lahan yaitu lahan sempit, sedang dan luas. Biaya total usahatani jagung hibrida untuk lahan sempit, yaitu Rp 24.948.650/usahatani (Rp14.101.413/ha), dan untuk penerimaan Rp35.113.846/usahatani (Rp19.846.956/ha) sehingga keuntungan yang diperoleh oleh petani lahan sempit Rp10.165.196/usahatani (Rp5.745.543/ha). Untuk lahan sedang, biaya total usahatani jagung hibrida sebesar Rp41.220.926/usahatani (Rp13.740.309/ha) dan penerimaan yaitu Rp61.688.571/usahatani (Rp20.562.857/ha), sehingga memperoleh keuntungan Rp20.467.645/usahatani (Rp6.822.548/ha). Sedangkan lahan luas, total biaya usahatani jagung hibrida yaitu, Rp56.765.300/usahatani (Rp13.515.547/ha) dan penerimaan yaitu sebesar Rp79.862.000/usahatani (Rp19.014.761/ha), sehingga diperoleh keuntungan yang diperoleh petani Rp23.096.700/usahatani (Rp 5.499.214/ha). Permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan usahatani jagung hibrida adalah kurangnya modal untuk pengadaan pupuk, kurangnya sarana alat mesin pertanian traktor roda 4 dan kualitas benih yang kurang baik.
Tingkat Penerapan Teknologi Budidaya Beras Merah di Desa Teluk Limbung Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara Muhammad Rendy Anugerah Putra; Abdullah Dja'far; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.805

Abstract

Usahatani padi sawah beras merah mulai diusahakan petani di Desa Teluk Limbung. Untuk mendukung produktivitas budidaya beras merah, penerapan Teknologi budidaya perlu dilakukan dengan baik, karena untuk menunjang hasil produksi yang lebih optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu; (1) Untuk mengetahui tingkat penerapan teknologi budidaya beras merah; (2) Untuk mengetahui hubungan tingkat penerapan teknologi dengan luas tanam beras merah; (3) Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi petani beras merah di Desa Teluk Limbung, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus, dengan memilih seluruh petani yang membudidayakan padi beras merah, yaitu 11 responden di Desa Teluk Limbung. Analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan teknologi budidaya beras merah di Desa Teluk Limbung berada pada kategori tinggi, yaitu 88%. Untuk penerapan masing-masing panca usaha tani yaitu pemilihan bibit unggul sebesar 89,70%, pengolahan lahan sebesar 86,67%, pemupukan sebesar 83,64%, pengendalian hama dan penyakit sebesar 87,27%, dan pengairan sebesar 96,97%. Sedangkan hubungan tingkat penerapan teknologi budidaya beras merah dengan luas tanam, berdasarkan hasil analisis uji Rank Spearman untuk taraf kepercayaan 95% (α = 0,05) dengan 11 responden sebesar 2,228. Setelah dilakukan pergitungan t hit 2,509 > 2,228 sehingga keputusan hipotesis pengujian statistik ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara tingkat penerapan teknologi budidaya beras merah dengan luas tanam di Desa Teluk Limbung Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara.Kata kunci: tingkat penerapan, beras merah
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI GOGO DI DESA BELANGIAN, KECAMATAN ARANIO, KABUPATEN BANJAR Marhan Marhan; Yudi Ferrianta; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2914

Abstract

Komoditas padi gogo menjadi salah satu usahatani pilihan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di Desa Belangian. Penelitian dilaksanakan di Desa Belangian Kecamatan Aranio, dimulai dari bulan September - Desember 2019. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan petani padi gogo sebesar Rp18.528.573,62/usahatani atau Rp11.233.977,54/hektar. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi padi gogo di Desa Belangian adalah jumlah pupuk, obat-obatan dan tenaga kerja yang berpengruh signifikan pada saat taraf α = 1%. Sedangkan faktor produksi luas lahan dan jumlah benih berpangruh signifikan pada saat taraf α = 5%. Permasalahan -permasalahan yang dihadapi petani padi gogo yaitu gangguan hama dan penyakit serta pemasaran hasil produksi yang sulit. Gangguan hama yang sering menyerang tanaman padi gogo yaitu hama lalat bibit (Atherigona oryzae) dan tikus. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman padi gogo yaitu bercak daun coklat yang disebabkan dari jamur Helmintosporium oryzae.
Analisis Usahatani Melon (Cucumis Melo L.) di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Abdurrahman Abdurrahman; Hamdani Hamdani; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8280

Abstract

Produktivitas tanaman melon Kalimantan Selatan dari tahun ke tahun ada yang mengalami fluktuatif. Hal ini terjadi karena adanya cuaca yang tidak menentu seperti musim kemarau panjang yang membuat kesulitan air untuk penyiraman tanaman sehingga tanaman mengalami pembuahan yang kurang maksimal. Hal tersebut dapat mempengaruhi pada tingkat produksinya dan perkembangan produksi tanaman melon di Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan tingkat kelayakan usaha dari usahatani melon (Cucumis melo L.) dan mendeskripsikan permasalahan apa saja yang terdapat dalam usahatani melon (Cucumis melo L.). Penelitian ini dilaksanakan di usahatani melon (Cucumis melo L.) di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata biaya total yang dikeluarkan selama tiga bulan masa tanam sebesar Rp 21.418.333,- dengan jumlah penerimaan rata-rata sebesar Rp 45.500.000,- pendapatan rata-rata sebesar Rp 25.661.667,- dan keuntungan yang diperoleh yaitu rata-rata sebesar Rp 24.081.667,-. Kelayakan usahatani pada tiga bulan masa tanam secara finansial diperoleh nilai RCR > 1 yaitu rata-rata sebesar 2,18. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi usahatani yaitu untuk masalah teknis terkendala dengan iklim mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman melon dan lambatnya datang pasokan obat-obatan karena tidak tersedianya obat-obatan lengkap.
Evaluasi Pelaksanaan Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP) pada Dua Tipe Lahan Lebak di Kabupaten Hulu Sungai Utara Elly Fitriyana; Muhammad Fauzi; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6026

Abstract

Rawannya sektor pertanian usahatani padi terkena dampak negatif dinamika perubahan iklim seperti serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), banjir dan kekeringan. Jika tidak ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat, dapat berpotensi melemahkan petani dalam upaya mengembangkan usahatani dan berdampak pula terhadap kondisi ekonomi petani. Untuk mengurangi risiko dan kerugian yang dihadapi petani padi, pemerintah menjalankan program AUTP. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan gambaran pelaksanaan AUTP , mengidentifikasi permasalahan yang menghambat terserapnya AUTP dan menganalisis faktor yang menjadi pengaruh terhadap keikutsertaan petani pada program AUTP. Penarikan contoh dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel diambil sebanyak 35 orang petani mengikuti AUTP dan 35 orang petani tidak mengikuti AUTP. Analisis deskriptif dan analisis regresi logistik biner digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan AUTP di Kabupaten Hulu Sungai Utara terdiri dari tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Secara keseluruhan, pelaksanaan AUTP di Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah sesuai dengan pedoman AUTP yang berlaku dan tidak ada perbedaan prosedur pelaksanaan baik untuk lahan lebak pematang maupun lebak tengahan. Permasalahan yang menghambat terserapnya AUTP disebabkan oleh faktor internal berasal dari petani dan faktor eksternal yang dilihat dari pelaksanaan AUTP dan kondisi lahan wilayah penelitian. Melalui analisis regresi logistik biner diketahui bahwa semua variabel independen penelitian yaitu lama pendidikan formal, luas lahan yang diusahakan, pengalaman usahatani padi, pendapatan usahatani padi, risiko kemungkinan kerusakan panen dan kemampuan petani membayar premi memberikan pengaruh sangat nyata terhadap keikutsertaan petani pada program AUTP.
Hubungan Interaksi Sosial Anggota Kelompok Tani dengan Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Desa Jaro Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong Muhammad Syukur; Usamah Hanafie; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i1.764

Abstract

Saat ini petani kurang berminat mengikuti kegiatan penyuluhan dengan berbagai alasan seperti masih ada kerjaan yang harus diselesaikan, petani kurang aktif dalam tanya jawab atau diskusi, sehingga mereka beranggapan kegiatan penyuluhan kurang begitu penting untuk diikuti. Penelitian ini bertujuan pertama Untuk mengetahui tingkat interaksi sosial yang terjadi antar anggota kelompok tani dalam kegiatan penyuluhan, kedua untuk mengetahui tingkat partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan, ketiga untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dengan partisipasi Petani dalam kegiatan penyuluhan. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Jumlah sampel responden yang diambil adalah 36 orang petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata interaksi sosial anggota kelompok tani di Desa Jaro Kecamatan Jaro adalah 90,00 %  tergolong dalam kategori tinggi, rata-rata partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan di Desa Jaro Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong sebesar 80,56% tergolong dalam kategori tinggi, serta terdapat hubungan yang nyata antara interaksi sosial anggota kelompok tani dengan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan di Desa Jaro Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong.Kata kunci : interaksi sosial, partisipasi, hubungan.
ANALISIS SERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN TANAH LAUT Sarianah Sarianah; Muhammad Husaini; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12271

Abstract

Industri pertanian diperkirakan akan memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja tertinggi di Kalimantan Selatan pada tahun 2020, karena menyerap sebagian besar angkatan kerja di wilayah tersebut. Sebagai akibatnya, ketergantungan Provinsi Kalimantan Selatan pada sektor pertanian dalam menyerap tenaga kerja menjadi sangat signifikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap kecenderungan penyerapan tenaga kerja dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti PDRB, luas lahan, dan upah minimum, karena faktor-faktor ini memiliki dampak yang besar terhadap serapan tenaga kerja. Penelitian ini difokuskan di Provinsi Kalimantan Selatan, dengan mempertimbangkan bagaimana upah minimum provinsi, luas lahan yang digunakan untuk pertanian, dan PDRB) sektor tersebut mempengaruhi lapangan kerja di industri pertanian. Data sekunder untuk penelitian ini, pada tahun 2010 hingga 2022, diberikan oleh BPS dan Departemen Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura. Berdasarkan penelitian, terdapat kecenderungan perubahan PDRB sektor pertanian, tingkat penyerapan tenaga kerja, luas lahan pertanian di Kabupaten Tanah Laut, dan upah minimum di provinsi Kalimantan Selatan terjadi secara cepat. PDB sektor pertanian adalah 6,20 persen, variabel rata-rata pengembangan tenaga kerja adalah 1,5 persen, area di bawah pertanian adalah 0,74 persen, dan upah minimum adalah 5,44 persen. Produktivitas Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian Kabupaten Tanah Laut, ukuran daerah pertanian Kabupaten Tanah Laut, dan upah minimum provinsi Kalimantan Selatan semuanya berdampak pada perekrutan tenaga kerja pada saat yang bersamaan., dengan demikian, PDB sektor pertanian memiliki dampak yang patut dicatat dan menguntungkan pada penyerapan tenaga kerja. Namun, upah minimum Kabupaten Tanah Laut dan luas lahan yang fluktuatif berdampak negatif pada kemampuan daerah untuk menyerap tenaga kerja dari industri pertanian
Peran Wanita Pedagang Sayur di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru dalam Pengambilan Keputusan dalam Keluarga Adetya Mardita Fitria Ningrum; Usamah Hanafie; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1312

Abstract

Abstrak. Pemberdayaan sumberj dayaj manusiaj merupakanj salahj satuj caraj agarj dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perempuan menjadi salah satu objek dalam pemberdayaan. Seorang wanita kini dituntut untuk kreatif, sabar, ulet, dan tekun dalam mencapai kesejahteraan keluarga. Kedudukanj danj peranj seorangj ibuj adalahj penanggungjawabj urusanj rumahj tanggaj dan mengasuhj anak. Namunj dalamj perkembangannya, pembagianj kerjaj yangj tidakj tertulisj ini mengalamij banyakj perubahan. Wanita tidak hanya berperan di sektor domestik tetapi juga di sektor publik. Pekerjaan di sektor publik yang dilakukan wanita salah satunya sebagai pedagang sayur-mayur, termasuk wanita di Kota Banjarbaru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran wanita pedagang sayur di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru dalam tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga, serta mengetahui faktor sosial ekonomi (umur, pendidikan formal, lama berdagang, dan pendapatan) wanita pedagang sayur di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru yang berhubungan dengan tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga. Penelitianj inij dilaksanakanj denganj metodej survei. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita pedagang sayur yang ada di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sample. Sampel yang diambil sebanyak 30 wanita pedagang sayur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa wanita pedagang sayur di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru berperan dalam tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga. Tingkat pengambilan keputusan wanita pedagang sayur tergolong sedang dengan persentase 71,82%. Faktor umur, pendidikan formal, dan lama berdagang wanita pedagang sayur tidak berhubungan secara nyata dengan tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga. Sedangkan faktor pendapatan wanita pedagang sayur berhubungan secara nyata dengan tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga.Kata kunci: pedagang kaki lima, pengambilan keputusan, peran wanita
Persepsi Petani terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan di BPP Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara Nove Munira; Mariani Mariani; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5892

Abstract

Dalam kegiatan penyuluhan, kinerja penyuluh menjadi penting untuk menilai penyuluh yang berhasil dalam merubah pengetahun, sikap dan keterampilan petani dalam berusahatani. Dalammelakukan penilaian tersebut perlu diketahui pendapat atau persepsi petani.  Persepsi adalah proses petani untuk memahami, merasakan, mendapatkan manfaat dan mampu menginterpretasikan apa yang disampaikan oleh penyuluh dalam berusahatani padi melalui indra yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap kinerja penyuluh pertanian dan untuk mengetahui faktor internal petani yaitu umur, pendidikan, kekosmopolitan, luas lahan, lama berusahatani dan faktor eksternal yaitu akses terhadap informasi, partisipasi dalam kegiatan penyuluhan yang mempengaruhi persepsi petani terhadap kinerja penyuluh di Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 47 petani dari populasi sebanyak 471 petani yang diambil dengan teknik acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  persepsi petani terhadap kinerja penyuluh pertanian lapangan di BPP Babirik signifikan termasuk dalam kriteria persepsi positif dengan indeks rata-rata sebesar 0,54. Faktor internal petani yaitu pendidikan formal petani dan luas lahan, serta faktor eksternal petani yang terdiri dari  akses terhadap informasi dan partisipasi anggota kelompok tani signifikan mempengaruhi persepsi petani terhadap kinerja penyuluh. Sementara itu, faktor internal dan eksternal yang terdiri dari umur petani, pengalaman dalam berusahatani dan kekosmopolitan petani  tidak signifikan mempengaruhi persepsi petani terhadap kinerja penyuluh tersebut.
Analisis Finansial Usaha Tanaman Hias di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pada Usaha Tanaman Hias Plumeria Florist) Muhammad Rasyid Hidayatulloh; Luki Anjardiani; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9431

Abstract

Tanaman hias merupakan salah satu peluang yang dimiliki oleh sektor pertanian yang ada di Indonesia menjadi salah satu peluang yang dimiliki oleh negara Indonesia untuk memajukan perekonomian dari segi agribisnis. Sangat mudahnya tanaman hias untuk tumbuh pada keadaan iklim yang berbeda-beda dan juga mampu berkembang pada lahan luas maupun pada lahan yang sempit. Masyarakat dari berbagai kalangan sangat menerima dengan tanaman hias baik untuk dijadikan hiasan maupun untuk diperjual belikan lagi karena mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Kota Banjarbaru sendiri banyak yang membuka usaha tanaman hias terutama di Kecamatan Landasan Ulin, oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitan usaha tanaman hias di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran biaya, besaran penerimaan dan keuntungan serta kelayakan usaha tanaman hias Plumeria Florist yang ada di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru dimulai dari bulan Juli 2022 sampai dengan bulan Desember 2022. Metode Penelitian yang digunakan ialah studi kasus yang dimana salah satu bentuk dari penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitan total biaya yang dikeluarkan oleh usaha tanaman hias Plumeria Florist sebesar Rp 314.927.000 dalam periode 6 bulan dan mendapat penerimaan sebesar Rp 510.538.000 selama periode 6 bulan dari bulan Juli 2022 sampai dengan bulan Desember 2022. Sehingga keuntungan yang didapatkan oleh usaha tanaman hias Plumeria Florist sebesar Rp 195.611.000 atau jika dirata ratakan perbulannya mendapatkan keuntungan Rp 32.601.833. Kelayakan usaha tanaman hias Plumeria Florist berada pada Nilai R/C sebesar 1.6 kegiatan usaha tanaman hias Plumeria Florist yang sedang dijalankan cukup menguntungkan untuk dikembangkan kedepannya sebab penerimaan yang didapatkan lebih besar dibandingkan dengan pengeluarannya.