cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Permintaan Daging Ayam Broiler di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pasar Bauntung dan Pasar Ulin Raya) Tri Norarifin; Luki Anjardiani; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.785

Abstract

Daging ayam broiler adalah salah satu sumber protein hewani dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Permintaan daging ayam broiler yang meningkat dari tahun ke tahun tersebut tidak terlepas dari pengaruh banyak faktor. Harga daging ayam broiler di Kota Banjarbaru cukup mengalami fluktuasi, Sehingga perlunya mengetahui apakah faktor tersebut dapat mempengaruhi permintaan terhadap daging ayam broiler atau ada faktor lainnya yang sangat mempengaruhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan perilaku konsumen daging ayam broiler Kota Banjarbaru. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru. Elastisitas permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pemilihan responden penelitian ini menggunakan metode Accidental Sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 65 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan dilakukan pengujian koefisien determinasi, uji F dan Uji t. Hasil dari penelitian ini, faktor yang berpengaruh nyata secara bersamaan terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru adalah harga daging ayam broiler (X1), harga telur ayam ras (X2), harga ikan (X3), pendapatan (X4), jumlah anggota keluarga (X5) dan tingkat pendidikan (X6). Faktor yang berpengaruh nyata secara individual terhadap permintaan daging ayam broiler adalah harga daging ayam broiler, harga ikan dan pendapatan. Untuk elastisitas permintaan daging ayam broiler menunjukan bahwa elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap harga adalah elastis. Elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap pendapatan menunjukan bahwa daging ayam broiler termasuk dalam barang normal. Elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap harga telur ayam broiler dan harga ikan, sehingga telur ayam ras dan ikan dapat dikategorikan sebagai barang pengganti bagi daging ayam broiler.Kata kunci: daging ayam broiler, faktor-faktor permintaan, elastisitas
KOMBINASI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DENGAN TANAMAN PANGAN UNTUK MEMPERBAIKI KESEJAHTERAAN PETANI DAN KELUARGA DI KECAMATAN BAJUIN, KABUPATEN TANAH LAUT Sri Hartini; Luthfi Fatah; Abdussamad Abdussamad
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperoleh petani dari usaha perkebunan kelapa sawit reguler non kombinasi, berapa besar pendapatan yang diperoleh petani dari usaha perkebunan kelapa sawit kombinasi dengan tanaman pangan dan bagaimana perbandingan kesejahteraan keluarga petani yang mengusahakan kelapa sawit reguler dengan kelapa sawit kombinasi di Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut. Responden data primer dipilih secara purposive dari ke 2 lokasi perkebunan kelapa sawit (reguler dan kombinasi) dengan jumlah masing-masing 15 Responden. Analisis dilakukan dengan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, besar total biaya eksplisit yang dikeluarkan petani usaha perkebunan kelapa sawit reguler (non kombinasi) adalah sebesar Rp 9.572.986,00/tahun, penerimaan sebesar Rp 41.267.050,00/tahun dan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 31.694.064,00/tahun. Besar total biaya eksplisit yang dikeluarkan petani usaha perkebunan kelapa sawit non reguler (kombinasi) adalah sebesar Rp11.323.636,89/tahun, penerimaan sebesar Rp 53.537.783,34/tahun dan pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 42.214.146,45/tahun. Kesejahteraan keluarga petani yang mengusahakan kelapa sawit kombinasi (non reguler) dengan tanaman pangan (jagung) yang diperoleh petani (signifikan) lebih besar dibandingkan kesejahteraan keluarga petani yang mengusahakan kelapa sawit regular (non kombinasi).
Identifikasi Kelas Kemampuan Kelompok Tani di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar Muhammad Rizky Ramadhani; Eka Radiah; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8271

Abstract

Identifikasi kelas kemampuan kelompok tani merupakan salah satu kelas belajar mengajar, unit produksi, kelompok usaha kearah komersial dan sebagai wahana kerjasama antara sesama anggota kelompok serta kerjasama antara kelompok tani dengan kelompok tani lainnya. Upaya pembinaan kelompok tani melalui penyuluh pertanian berkaitan dengan upaya pemberdayaan petani. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kelas kemampuan kelompok tani di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 24 orang. Berdasarkan hasil penelitian, identifikasi kelas kemampuan kelompok tani di Desa Panggalaman Kecamatan Martapura Barat dengan menggunakan 5 aspek yang terdiri dari: (1) Perencanaan dengan skor rata-rata 56,4; 2) Pengorganisasian dengan skor rata- rata 47,8; 3) Pelaksanaan dengan skor rata-rata 105,2; 4)Pengendalian dan Pengawasan dengan skor rata-rata 44,1; dan 5) Kepemimpinan dengan skor rata-rata 56,9. Identifikasi kemampuan kelas kelompok tani pada tahun 2022 dengan hasil perhitungan diketahui dari 24 kelompok tani yang tergolong ke dalam, yaitu: 1) kelas pemula ada sebanyak 5 kelompok tani; 2) kelas lanjut ada sebanyak 16 kelompok tani; dan 3) kelas madya sebanyak 3 kelompok tani; serta 4) kelompok tani kelas utama belum ada. Nilai tertinggi yaitu 611 dan tergolong ke dalam kelas madya adalah kelompok tani Bangun Karyo serta nilai terendah yaitu 124 dan tergolong kelas pemula adalah kelompok tani Subur Makmur.
Analisis Usahatani Tumpang Sari Jagung dan Padi Unggul di Desa Anjir Kalampan Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas (Studi Kasus “Eduwisata Agroforestri”) Ikhsannoor Alhaviz; Hamdani Hamdani; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6018

Abstract

Terbatasnya lahan pertanian yang ada di Indonesia, tentunya mendorong kita untuk tetap mengoptimalkan lahan tersebut dengan mencoba menumbuhkan banyak tanaman di lahan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani tumpang sari jagung dan padi unggul di Desa Anjir Kalampan (Studi kasus “Eduwisata Agroforestri”) dan menganalisis pendapatan dan kelayakan usahatani tumpang sari jagung dan padi unggul serta apa yang menjadi masalah-masalah dalam usahatani pola tumpang sari jagung dan padi unggul. Penelitian ini menggunakan jenis data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan, yaitu penyelenggaraan usahatani tumpang sari jagung dan padi unggul yaitu dari penyemaian sampai ke panen, serta dilihat pada struktur biaya total sebagian besar pengeluaran untuk usahatani tumpang sari ini terbanyak dibagian tenaga kerja dengan persentase 33,88%. Hal ini disebabkan karena pemeliharaan untuk usahatani ini termasuk intens karena dua komoditi dalam satu lahan pengeluaran untuk pupuk, benih, penyusutan, dan pestisida sebesar Rp. 6.128.934,00. Pendapatan usahatani tumpang sari jagung dan padi ungul yaitu sebesar Rp. 17.428.018,00. Untuk satu musim tanam dengan luas lahan 0,5 hektar, kelayakan usahatani dengan nilai 2,16 sehingga usahatani tersebut dikatakan layak. Permasalahan usahatani tumpang sari yaitu pada iklim dan cuaca dimana pada padi unggul pada umur akan berbuah tidak mau berbuah kalau terkena angin atau disentuh yang membuat buah padi itu menjadi hampa atau kosong.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI PETANI DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Rahmini Rahmini; Suprijanto Suprijanto; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.633

Abstract

Penyuluhan pertanian adalah sistem pendidikan nonformal yg berupaya untuk memberdayakan petani dalam memperbaiki kehidupannya, sehingga dpt lebih berpartisipasi dalam pembangunan pertanian. Dalam kegiatan tersebut sangat diperlukan adanya partisipasi masyarakat khususnya petani yang sebagian besar berada di pedesaan untuk mendukung keberhasilan pembangunan pertanian. Partisipasi adalah keikutsertaan seseorang atau keterlibatan seorang individu atau masyarakat dalam kegiatan tertentu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat partisipasi anggota kelompok tani dalam kegiatan penyuluhan pertanian, untuk mengetahui hubungan faktor umur, pendidikan, pelatihan-pelatihan pertanian, lama pengalaman bertani dan jumlah tanggungan dengan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017–Januari 2018 di Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong. Jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Penentuan wilayah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Metode penarikan contoh menggunakan Proportional Random Sampling dengan jumlah sampel diambil sebanyak 30 responden petani di Desa Bangkiling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Bangkiling Kecamatan Banua Lawas secara keseluruhan digolongkan dalam kategori sedang, dengan TPP 88,34%. Faktor tingkat pendidikan dan pelatihan pertanian terdapat hubungan yg signifikan dgn tingkat partisipasi petani dlm kegiatan penyuluhan pertanian. Sedangkan faktor umur, lama pengalaman bertani, dan jumlah tanggungan tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap partisipasi kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Bangkiling.Kata kunci : tingkat partisipasi, kegiatan penyuluhan pertanian.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERIPIK INDUSTRI RUMAH TANGGA RIO R.M DI KELURAHAN GUNTUNG PAIKAT KECAMATAN BANJARBARU SELATAN KOTA BANJARBARU Nor Latifah; Umi Salawati; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12262

Abstract

Pangan adalah kebutuhan pokok manusia yang menjadi dasar bagi para pelaku bisnis untuk membuka dan mengembangkan usaha di bidang makanan. Industri pengolahan pangan merupakan salah satu produk industri pengolahan hasil pertanian yang banyak berkembang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor internal dan eksternal serta strategi pengembangan usaha Keripik Rio R.M. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menerapkan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis faktor internal dapat diketahui kekuatan utama usaha Keripik Rio R.M adalah produk keripik yang enak dan berkualitas. Sedangkan kelemahan utamanya adalah manajemen usaha yang masih tergolong kurang. Analisis faktor eksternal peluang utama usaha Keripik Rio R.M adalah sudah adanya perhatian pemerintah terhadap pengembangan usaha dari segi pembinaan, sedangkan ancaman utamanya adalah fluktuasi harga bahan baku dan produk yang mudah ditiru. Strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha Keripik Rio R.M berada dikuadran I yaitu menggunakan strategi agresif dimana sebuah usaha menggunakan kekuatan yang ada untuk memanfaatkan peluang.
Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut Sri Ismiati Rahayu; Umi Salawati; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1301

Abstract

Abstrak. Tanaman sawit merupakan tanaman yang memerlukan waktuvyang panjang untuk berproduksi. Biasanyavjangka waktu pada produksi tanaman tersebutvhingga mencapai puluhan tahun danvbisa dipanen lebih dari satuvkali. Di Kecamatan Batu Ampar perkebunan kelapa sawit menempati posisi kedua terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani kelapa sawit dan total pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut dan mengetahui kesejahteraan petani kelapa sawit di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan cara stratified random sampling yaitu cara pengambilan 30 sampel petani dari jumlah populasi sebanyak 73 petani yang terbagi ke dalam tiga strata. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pendapatan rumah tangga adalah jumlah total dari pendapatan usahatani kelapa sawit dengan non usahatani dan tingkat kesejahteraan menggunakan acuan Bank Dunia. Berdasarkan hasil penelitian pendapatan bersih yang diperoleh petani kelapa sawit rata-rata sebesar Rp 50.092.499/tahun dan rata-rata untuk pendapatan non usahatani sebesar Rp 11.240.000/tahun. Kemudian untuk rata-rata pendapatan rumah tangga adalah Rp 61.332.499/tahun dan kontribusi pendapatan kelapa sawit terhadap pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit adalah sebesar 81,67%. Tingkat  kesejahteraan petani kelapa sawit dengan pendapatan sebesar Rp 170.367,914 per kapita per hari, sementara acuan Bank Dunia adalah sebesar $2 per kapita per hari atau sebesar Rp 29.800 per kapita per hari (nilai tukar Desember 2018). Berdasarkan hal tersebut maka sebesar 70% petani yang berpendapatan di atas kriteria Bank Dunia tergolong sejahtera dan sisanya sebesar 30% yang berpendapatan di bawah acuan Bank Dunia tergolong tidak sejahtera.Kata kunci: tanaman tahunan, kelapa sawit, pendapatan, tingkat kesejahteraan 
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN AYAM GEPREK SOLO DI KOTA BANJARBARU Neta Anita Malinda; Hairin Fajeri; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2937

Abstract

Persaingan dalam dunia bisnis semakin bertambah ketat. Persaingan yang semakin ketat ini menuntut para pelaku bisnis untuk mampu memaksimalkan kinerja perusahaannya agar dapat bersaing di pasar. Metode dasar penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pelaksanaan penelitian menggunakan metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive), yaitu di Kota Banjarbaru dengan memilih pembeli ayam geprek. Metode penarikan contoh dilakukan dengan teknik convenience sampling, kemudian didapat 64 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Model Angka Ideal (Ideal Point Model). Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan hasil perhitungan dengan Model Angka Ideal, atribut yang dianggap paling penting oleh konsumen adalah atribut kebersihan ruang makan dan atribut dengan nilai kepentingan terendah yaitu atribut dekorasi rumah makan. Kemudian atribut yang dianggap konsumen paling sesuai dengan harapannya dan nilai total sikap (Ab) yang paling baik adalah atribut lokasi rumah makan yang strategis, sedangkan atribut yang paling tidak sesuai dengan harapan dan nilai total sikap (Ab) yang paling buruk menurut konsumen adalah atribut dekorasi rumah makan. Kemudian berdasarkan hasil perhitungan Model Angka Ideal, nilai total sikap konsumen terhadap keseluruhan atribut ayam geprek adalah 34,34 angka ini berada pada kategori skala  34,34 <= AB < 68,69 yang menunjukkan bahwa keseluruhan atribut ayam geprek dianggap baik oleh konsumen.Saran dari penelitian ini yaitu berdasarkan hasil perhitungan dengan  Model Angka Ideal, atribut dekorasi rumah makan memiliki skor total sikap (Ab) yang paling buruk daripada atribut laiinya, artinya atribut ini belum sesuai dengan harapan konsumen. Maka, perlu adanya peningkatan kinerja aktual yakni dengan melakukan penambahan pajangan dinding dan aksen-aksen dekorasi lainnya.
Sikap Konsumen terhadap Produk Teh Daun Kelor Gaol Tea Bags dari Moringa Factory Suhan Sukma Sari; Mira Yulianti; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi konsumen, menganalisis kepentingan konsumen, dan menganalisis sikap konsumen terhadap atribut produk teh daun kelor Gaol Tea Bags dari Moringa Factory. Penelitian ini dilakukan mulai bulan September 2022 hingga Februari 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penarikan contoh Non Probability Sampling, dan jenis penarikan contoh yang digunakan adalah accidental sampling, untuk jumlah sampel responden sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel sendiri dilakukan di area Car Free Day (CFD) Lapangan Murjani dan CFD halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan. Nilai evaluasi semua atribut mempunyai nilai dengan skor 3-5. Atribut dengan penilaian evaluasi tertinggi adalah atribut manfaat sebanyak 4,76 (sangat bermanfaat). Menurut konsumen teh daun kelor sangat bermanfaat karena mempunyai kandungan nutrisi yang lengkap dan vitamin yang didapat dari daun kelor, sebagaimana yang tertulis pada kemasan produk. Nilai kepentingan semua atribut mempunyai nilai yang baik dengan mendapat posisi skor 3-5. Atribut manfaat Teh Daun Kelor mendapatkan skor tertinggi sebesar 4,52 (sangat penting). Karena konsumen menilai manfaat pada suatu produk sangat penting dan diutamakan ketika konsumen memilih dan mengkonsumsi suatu produk. Responden ingin mendapatkan produk dengan manfaat yang baik. Produk Teh Daun Kelor merek Gaol Tea Bags mendapat skor sikap A0 positif, maka dengan demikian produk sudah dapat diterima oleh konsumen dan memungkinkan untuk dipasarkan secara umum.
Alokasi Waktu Tenaga Kerja Wanita Pengrajin Anyaman Purun dan Konstribusi Pendapatannya terhadap Pendapatan Total Rumah Tangga di Desa Walatung Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan Marhamah Marhamah; Kamiliah Wilda; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7787

Abstract

Desa Walatung merupakan salah satu desa penghasil anyaman purun berupa bakul di Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kegiatan menganyam purun ini umumnya dilakukan oleh wanita yang sudah berumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alokasi waktu kerja wanita pengrajin anyaman purun, pendapatan dan kontribusi pendapatannya terhadap pendapatan total rumah tangga. Responden dalam penelitian ini memiliki peran ganda yaitu sebagai ibu rumah tangga juga sebagai pengrajin anyaman purun. Curahan waktu kerja responden pada usaha anyaman purun ini berkisar antara 4 sampai 6 jam setiap harinya. Penerimaan yang didapat responden pada usaha ini rata-rata Rp 442.286 perbulan dan total biaya eksplisitnya adalah Rp 82.052 perbulan. Rata-rata pendapatan responden dalam penelitian ini adalah Rp 360.234 perbulan. Pendapatan total rumah tangga reponden diperoleh dari pendapatan responden dan pendapatan anggota keluarga lainnya yang bekerja. Rata-rata pendapatan total rumah tangga responden Rp 1.305.948 perbulan. Konstribusi pendapatan responden terhadap pendapatan total rumah tangga sebesar 27,54%.