cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Strategi Pengembangan Usaha Jamur Merang “Bajarang” Gunung Kupang Cempaka Banjarbaru Yoga Kurniawan; Muhammad Fauzi; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal dan menentukan srategi pengembangan usaha jamur merang “BAJARANG” di Gunung Kupang Cempaka Banjarbaru melalui analisis SWOT dan QSPM. Penelitian ini dilaksanakan di Gunung Kupang Cempaka Banjarbaru, pada bulan September 2021 sampai November 2021. Penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden, terdiri dari 2 orang pemilik usaha jamur merang ”BAJARANG”. Penarikan contoh dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sengaja (Purposive Sampling) kriteria populasi yang telah ditentukan terdiri dari 2 orang sebagai pemilik usaha karena usaha jamur merang “BAJARANG” merupakan usaha kelompok. Strategi pengembangan usaha jamur merang “BAJARANG” melalui analisis SWOT dan QSPM yang mempertimbangkan sebuah pencapaian dengan analisis setiap faktor internal dan eksternal yang dianalisis melalui identifikasi dan perhitungan untuk mendapat sebuah alternatif strategi yang menarik dipertimbangkan dalam keputusan pengembangan usaha. Hasil yang diperoleh melalui perhituangan analisis SWOT dan QSPM dengan mengetahui Total nilai daya tarik pemilik usaha, alternatif strategi yang paling menarik diprioritaskan untuk diterapkan yaitu meningkatkan produksi dengan memanfaatkan luas lahan untuk memenuhi permintaan, dengan skor QSPM tertinggi 4.93207237 pada urutan pertama. Prioritas yang didapat akan menjadi pertimbangan yang menarik pada perusahaan untuk mencapai tujuan dalam pengembangan usaha jamur merang.
Persepsi Petani terhadap Usahatani Cabai Hiyung di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin Alifah Nor’ain; Mariani Mariani; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5997

Abstract

Cabai hiyung merupakan cabai rawit lokal yang mempunyai agroekosistem rawa lebak. Pada tahun 2020 produksi cabai hiyung mengalami penurunan produksi hanya memproduksi 1210 ton. Hal ini disebabkan, kebanyakan lahan petani terserang antraks dan musim hujan ekstrem yang merendam lahan petani. Sedangkan luas areal tanam mengalami perluasan menjadi 184 ha. Keinginan petani untuk terus menanam ataupun berhenti menanam cabai hiyung dipengaruhi oleh persepsi petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat persepsi petani cabai hiyung di Desa Hiyung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hiyung yang merupakan daerah asal mula cabai hiyung pertama kali dikembangkan. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode sempel random sampling sehingga didapatkan sempel sebanyak 29 orang petani yang di ambil dari 289 petani cabai hiyung. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis indeks dan teknik skoring dengan skala 1-5. Hasil penelitian menunjukkan persepsi petani terhadap usahatani cabai hiyung pada aspek ekonomi, sosial, teknis dan kebijakan masuk ke dalam kategori baik, sedangan fisik wilayah dalam kategori netral. Pada aspek ekonomi memperoleh skor 3,59. Aspek sosial memperoleh skor 3,78. Aspek teknis memperoleh skor 3,65. Aspek fisik wilayah memperoleh skor 3,38 dan aspek kebijakan memperoleh skor 3,48. Sehingga secara keseluruhan persepsi petani masuk ke dalam kategori baik (3,57).
PROFIL WANITA PEDAGANG PENGECER SAYURAN DI PASAR BAUNTUNG KOTA BANJARBARU Intan Permata Sari; Eka Radiah; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil wanita pedagang pengecer sayuran dan kendala yang di hadapi dalam berdagang sayuran di Pasar Beuntung Banjarbru. Hasil dari penelitian ini sebagian besar wanita yang bekerja sebagai pedagang pengecer sayuran 50% merupakan wanita yang lanjut usia dengan tingkat pendidikan yang rendah dan pengalaman kerja yang cukup lama dalam bidang informal yaitu pedagang sayuran serta alasan bekerja yaitu dikarenakan tingkat ekonomi yang rendah dalam keluarga. Jumlah tanggungan yang dimiliki dalam keluarga menjadi salah satu alasan bekerja sebagai pedagang sayuran, dengan pendapatan yang cukup untuk pemenuhan kebutuhan dalam rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh oleh responden yang awalnya hanya dianggap sebagai pekerjaan sampingan tapi saat ini memegang peranan penting dalam usaha meningkatkan pendapatan usaha. Permasalahan yang di hadapi wanita pedagang pengecer sayuran yaitu masalah pelayanan (pelayanan dalam kegiatan pertagangan), masalah pengiriman, masalah pembayaran (modal dagang), masalah waktu dan cuaca, serta permasalahan modal, dan melonjaknya harga barang dagangan yang akan di jual.Kata kunci: profil wanita pedagang, pedagang pengecer, sayuran
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Beras Berlabel di Kota Banjarbaru Aisya Najmi Maulida; Sadik Ikhsan; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11551

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis atribut beras berlabel yang menjadi preferensi konsumen dan atribut beras berlabel yang paling dipertimbangkan konsumen dalam melakukan pembelian di Kota Banjarbaru dengan menggunakan model sikap multi atribut Fishbein. Pengambilan data pada penelitian dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan sampel sebanyak 100 orang. Metode pengumpulan data adalah wawancara dengan menggunakan kuesioner. Atribut beras berlabel yang menjadi preferensi konsumen di Kota Banjarbaru adalah jenis beras premium, ukuran beras medium, memiliki aroma, ukuran kemasan 5 kg, warna beras putih, desain kemasan yang berwarna mencolok dan memiliki gambar, mencantumkan SNI, panduan memasak, dan informasi kadaluarsa pada kemasan. Sedangkan urutan atribut yang paling dipertimbangkan yaitu jenis beras, ukuran kemasan, informasi kadaluarsa, pencantuman SNI, aroma, ukuran beras, informasi nutrisi, warna beras, desain kemasan, dan panduan memasak.
Analisis Keuntungan Usahatani Melati (Jasminum sambac) di Desa Jingah Habang Ilir, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar Ika Irana Arbiassari; Usamah Hanafie; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.811

Abstract

Tanaman hias semakin berkembang pada saat ini, Kalimantan Selatan salah satu daerah yang mengembangkan tanaman hias, karena memiliki daerah yang tropis sehingga sangat cocok untuk bertanam tanaman hortikultura seperti bunga melati. Khususnya di Kabupaten Banjar banyak terdapat makam-makam dan tempat bersejarah dimana tidak pernah sepi akan pengunjung, sehingga permintaan terhadap bunga melati akan selalu ada bahkan bisa meningkat pada saat peringatan hari-hari besar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani melati, menganalisis berapa besar kontribusi pendapatan usahatani melati terhadap keseluruhan pendapatan keluarga petani, menganalisis kelayakan usahatani melati, dan mengetahui permasalahan yang dihadapi petani menyangkut usahatani melati. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive sampling), yaitu memilih wilayah yang memproduksi tanaman melati. Sebanyak 39 petani responden diambil sebagai sampel, menentukan jumlah sampel yang bisa mewakili masing-masing kelompok menggunakan metode Proportionated Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya rata-rata sebesar Rp 11.489.666/usahatani atau Rp 90.891.877/ha, penerimaan rata-rata sebesar Rp 29.529.739/usahatani atau sebesar Rp 233.602.396/ha, pendapatan rata-rata sebesar Rp 24.302.078/usahatani atau sebesar Rp 192.247.673/ha, keuntungan rata-rata sebesar Rp 18.040.0738/usahatani atau sebesar Rp 142.710.519/ha. Hasil kontribusi pendapatan usahatani melati terhadap keseluruhan pendapatan petani responden diperoleh persentase sebesar 76%. Hasil kelayakan usahatani/ RCR memiliki nilai sebesar 2,57 ini berarti dapat dikatakan usaha ini layak untuk diusahakan. Permasalahan yang dihadapi petani responden yaitu produksi melati di Desa Jingah Habang Ilir per usahatani masih sangat kurang dari standar rata-rata produksi bunga melati, belum ada nilai tambah dari pasca panen usahatani melati pasca panen dan bunga melati rentan terkena serangan hama dan penyakit. Kata kunci: bunga melati, Jasminum sambac, analisis keuntungan, kontribusi, usahatani
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI LABU KUNING DI DESA UJUNG BARU KECAMATAN BATI BATI KABUPATEN TANAH LAUT Mahrita Mahrita; Abdurrahman Abdurrahman; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2919

Abstract

Tanaman sayur-sayuran semusim berpeluang tinggi dalam meningkatkan keuntungan petani di Indonesia. Labu kuning adalah salah satu komoditas yang sangat cocok dan potensial sebagai bahan pangan. Desa Ujung Baru memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan usahatani labu kuning karena kondisi lahan dan alamnya yang sangat mendukung untuk berusahatani labu kuning. Namun, labu kuning belum mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat dikarenakan tingkat konsumsi dan harga jual oleh petani yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usahatani labu kuning di Desa Ujung Baru, Kecamatan Bati Bati, Kabupaten Tanah Laut. Data yang digunakan untuk membantu penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode yang dipakai pada pengambilan sampel adalah dengan cara penarikan contoh acak sederhana (simple random sampling) dengan memilih 30 responden dari 4 kelompok tani yang memiliki total populasi berjumlah 88 orang. Hasil penelitian menunjukkan biaya total untuk berusahatani labu kuning sebesar Rp 11.028.544/usahatani atau sebesar Rp 8.050.032/Ha. Petani memperoleh peneriamaan dari usahatani sebesar Rp 20.500.000/usahatani atau Rp 15.000.000 /Ha. Pendapatan petani labu kuning sebesar Rp 10.846.502/usahatani atau Rp 7.953.651/Ha. Keuntungan yang diperoleh pada usahatani ini sebesar Rp 9.471.456/usahatani atau Rp 6.949.968/Ha. Nilai RCR yang diperoleh sebesar 1,86. Dengan demikian usahatani labu kuning di daerah penelitian ini dinyatakan layak karena nilainya 1,86 > 1.
Analisis Usahatani Sayur Sayuran di Desa Pulau Pinang Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin Tambarico Oktavianda Sitepu; Usamah Hanafie; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan pendapatan usahatani serta menganalisis keuntungan dan kelayakan usaha pada usahatani sayur-sayuran bapak H. Hairani. Dalam penelitian ini ada dua macam jenis sayuran yang ditanam pada usahatani ini yaitu cabai dan terong. Luas lahan untuk usahatani cabai adalah 0,5 ha dan luas lahan untuk usahatani terong adalah 0,5 ha. Dari hasil penelitian yang dilakukan terdapat hasil bahwa untuk biaya yang dikeluarkan untuk usahatani cabai adalah sebesar Rp 6.035.200 dan untuk usahatani terong sebesar Rp 7.447.500. Sedangkan untuk penerimaan usahatani cabai adalah sebesar Rp 8.359.000 dan untuk usahatani terong adalah sebesar Rp 8.744.000. Untuk usahatani cabai hasil pendapatan yang didapatkan adalah sebesar Rp 2.323.800 sedangkan untuk usahatani terong adalah sebesar 1.296.500. Hasil dari perhitungan kelayakan usahatani milik bapak H. Hairani untuk usahatani cabai adalah sebesar 1,4 dan usahatani terong sebesar 1,2 yang berarti RCR > 1 menunjukkan bahwa usahatani cabai dan terong ini layak untuk dijalankan.
Peran Penyuluh Pertanian terhadap Penggunaan Pestisida Nabati Oleh Petani di Desa Sirih Kecamatan Kalumpang Kabupaten Hulu Sungai Selatan Zahratun Nisa; Mariani Mariani; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6032

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluh pertanian terhadap penggunaan pestisida nabati oleh petani di Desa Sirih Kecamatan Kalumpang Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan untuk mengetahui permasalahan yang dialami dalam menjalankan peran sebagai penyuluh pertanian terhadap penggunaan pestisida nabati oleh petani di Desa Sirih Kecamatan Kalumpang Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik acak sederhana dan untuk menentukan jumlah sampel dengan menggunakan teknik acak berimbang. Untuk menjawab tujuan penelitian yang pertama yakni dengan menggunakan rumus peran penyuluh pertanian dan untuk menjawab tujuan penelitian kedua dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil dari penelitian didapatkan peran penyuluh pertanian terhadap penggunaan pestisida nabati oleh petani di Desa Sirih secara keseluruhan tergolong ke dalam kategori rendah yakni sebesar 39,96%. Pada peran edukasi tergolong sedang (66,67%), peran diseminasi informasi atau inovasi tergolong sedang (61,67%), peran fasilitasi tergolong rendah (21,67%), peran konsultasi tergolong rendah (40,00%), peran supervisi tergolong rendah (16,67%), peran pemantauan tergolong rendah (37,22%) dan peran evaluasi tergolong rendah (35,83%). Kemudian permasalahan yang dialami dalam menjalankan peran sebagai penyuluh pertanian terhadap penggunaan pestisida nabati yakni tidak setiap kegiatan belajar inovasi pestisida nabati penyuluh pertanian dapat menggunakan mikrofon dan speaker, tidak setiap kegiatan belajar inovasi pestisida nabati penyuluh pertanian dapat menggunakan papan tulis dan penyuluh pertanian Desa Sirih tidak selalu dapat datang ke Desa Sirih.
Studi Kinerja Usaha Industri Rumah Tangga Berbasis Bahan Baku Ikan (Studi Kasus P-IRT Bakti Food di Banjarbaru) Beny Budianto; Kamiliah Wilda; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i1.761

Abstract

Sistem pengukuran kinerja perusahaan yang hanya menekankan pada aspek finansial tidak dapat mengetahui aspek-aspek lain (non-finansial) didalam perusahaan yang juga mempengaruhi performansi perusahaan. Oleh sebab itu diperlukan juga diukur aspek-aspek non-finansial perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan industri rumah tangga tersebut dengan melihat organisasi dan membuat laporan keuangan serta menghitung rasio-rasio keuangan. Metode penelitian dengan metode deskriptif untuk organisasi, administrasi menggunakan laporan keuangan dan operasional menggunakan rasio Likuiditas dan rasio Rentabilitas. Analisis data dengan membagi struktur organisasi dalam 5 jabatan, serta administrasi membuat neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan modal, kemudian menghitung rasio solvabilitas (Current ratio dan Quick ratio) dan rentabilitas (ROI dan ROE). Hasil dari penelitian organisasi Bakti Food sehat karena memiliki mendapatkan skor 80%, tetapi masih ada jabatan-jabatan yang merangkap dalm tugasnya, laporan keuangan pada Bakti Food mengalami kenaikan setiap bulannya. Berdasarkan laporan keuangan maka rasio solvabilitas dikatakan tidak baik secara Current ratio dan baik sekali secara Quick ratio, sedangkan pada rasio rentabilitas mengalami kenaikan keuntungan setiap bulannya.Kata kunci: kinerja usaha, industri rumah tangga, kesehatan usaha
ANALISIS PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ike Dewi Yuliani; Sadik Ikhsan; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12276

Abstract

Salah satu indikator yang digunakan sebagai dasar kebijakan untuk mengukur kesejahteraan petani di daerah pedesaan ialah Nilai Tukar Petani (NTP), Seiring berjalannya waktu, perubahan struktur perekonomian dari sektor pertanian ke industri mengakibatkan pendapatan petani lebih rendah, sehingga perubahan NTP lebih merugikan daripada menguntungkan petani. Disatu sisi, Kalimantan Selatan merupakan Provinsi yang masih mengandalkan perekonomiannya di sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan dan menganalisis perbandingan antar NTP di subsektor tanaman pangan, peternakan, hortikultura, perikanan, dan perkebunan rakyat. Penelitian ini menggunakan data sekunder, meliputi data bulanan selama 10 tahun (2013 – 2022) yang terdiri dari data NTP, indeks harga yang diterima petani (It), dan indeks harga yang di bayar petani (ib). Berdasarkan hasil pada penelitian ini, perkembangan NTP subsektor yang mengalami defisit adalah subsektor tanaman pangan (98,8855) dan subsektor perkebunan rakyat (94,7985), sedangkan subsektor yang mengalami surplus adalah subsektor peternakan (106,351), subsektor perikanan (105,14017), dan subsektor tanaman hortikultura (104,386). Subsektor peternakan nyatanya memiliki rerata paling tinggi dari kelima subsektor di Kalimantan Selatan, sehingga tingkat kesejahteraannya meningkat atau lebih baik, berbeda dengan subsektor perkebunan rakyat yang memiliki rerata paling rendah sehingga tingkat kesejahteraannya menurun.