cover
Contact Name
Muhammad Asmar
Contact Email
sendamas@uai.ac.id
Phone
+6285210479291
Journal Mail Official
sendamas@uai.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Al Azhar Indonesia, Lt. 2. Ruang 207 Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 Telp : 021 727 92753, 724 4456 ext 2012 Fax : 021 7244767 email : lp2m@uai.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)
ISSN : -     EISSN : 29858747     DOI : http://dx.doi.org/10.36722/psn.v3i1.2391
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (Sendamas) mempublikasikan naskah artikel yang bertemakan*, namun tidak terbatas pada:* 1. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan 2. Layanan Msyarakat, orang - orang, ketahanan pangan lokal 3. Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna 4. Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial 5. Layanan Komunitas Mahasiswa 6. Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 149 Documents
Peningkatan Kapasitas Orangtua dalam Upaya Mengurangi Pemakaian Gawai pada Anak Susidarmasanti, Seffi; Rohita, Rohita
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3275

Abstract

Gawai menjadi satu alat yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan dan dari penggunanya, baik kalangan orangtua, dewasa, hingga anak-anak, termasuk anak usia dini. Penggunaannya semakin besar sejak terjadinya pandemi, dimana aktivitas banyak dilakukan di rumah untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Penggunaan gawai dalam waktu yang lama setiap harinya tentu akan berdampak negatif, terlebih pada anak usia dini yang sedang dalam masa perkembangan. Banyak stimulasi yang seharusnya diterima anak menjadi berkurang, demikian pula dalam hal menjalankan aktivitas hariannya. Anak akan asyik dengan dunianya bersama gawai yang dapat menyebabkan aspek perkembangan nya menjadi terhambat, baik aspek perkembangan kognitif, bahasa, sosial emosional, maupun fisik motoriknya. Agar anak tetap mendapatkan stimulasi pendidikan yang tepat maka orangtua perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk dapat mendampingi anak-anaknya selama belajar dari rumah. Tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas orang tua agar dapat mengurangi pemakaian gawai pada anak selama belajar dari rumah. Mitra kegiatan ini adalah Pos PAUD Kuntum Mekar RW.21 Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. Peserta kegiatan adalah 10 orangtua yang menyekolahkan anak-anaknya di pos PAUD tersebut. Metode pelaksanaan yang dilakukan untuk mencapai tujuan adalah melalui kegiatan sosialisasi mengenai perkembangan anak, pelatihan mengenai cara membuat alat permainan edukatif (APE), dan pendampingan pembuatan APE tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas yang ditandai dengan peningkatan pengetahuan orangtua mengenai perkembangan anak serta peningkatan kemampuan orangtua dalam membuat APE.Kata kunci: anak usia dini, alat permainan edukatif, orang tua, peningkatan kapasitas
Pengenalan dan Pelatihan Computational Thinking untuk Guru dan Siswa SD-SMP di Jabodetabek Safitri, Riri; Hermawan, Denny; Supriyanto, Arif
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3187

Abstract

Perkembangan dan peningkatan pemanfaatan Teknologi (ICT) saat ini semakin pesat. Era transformasi digital, industry 4.0 dan Society 5.0 mengharuskan pemanfaatan IT hampir di seluruh aspek kehidupan. Hal ini mengharuskan kompetensi SDM meningkat, khususnya di bidang ICT. Hal ini juga yang mendasari penambahan kompetensi siswa dari 4C menjadi 6C yang dicanangkan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu kompetensi yang ditambah adalah Computational Thinking (CT). CT merupakan kemampuan komprehensif dalam memecahkan persoalan, untuk mencari solusi yang efisien, efektif dan optimal di era digital, dimana solusi permasalahan akan membutuhkan bantuan IT untuk menghasilkan solusi yang cepat, akurat dan kreatif. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah masih kurangnya pemahaman guru dan siswa mengenai CT, sehingga, perlu adanya pengenalan dan pelatihan CT kepada siswa, khususnya tingkat SD dan SMP serta membekali guru dengan konsep, materi dan resources mengenai CT yang nantinya diberikan kepada siswa di sekolah. Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam 3 tahap, yaitu workshop dan pelatihan CT kepada siswa SD dan SMP serta webinar dan pelatihan CT untuk guru. Kegiatan terakhir adalah mengikutsertakan siswa dalam kegiatan Tantangan Bebras, sebuah ajang kompetisi CT global yang diselenggrakan secara serentak di 56 negara termasuk di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus sebagai evaluasi keberhasilan pelatihan yang dilakukan, yaitu banyaknya siswa yang mengikuti Tantangan Bebras dan peringkatnya di tingkat nasional. Kegiatan abdimas ini berjalan dengan lancar, dengan jumlah peserta sebanyak 874 peserta untuk semua rangkaian kegiatan. Jumlah siswa yang mengikuti Tantangan Bebras sebanyak 358 siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA, dengan peringkat tertinggi yang diperoleh adalah peringkat 10 besar di tingkat SMP dan peringkat 25 besar di tingkat SD di tingkat nasional.Kata kunci: Computational Thinking, Problem Solving, Transformasi Digital
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Penularan Covid-19; Sebuah Upaya Mendukung Ketahanan Nasional Puspasari, Herti Windya; Kusnali, Asep
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3206

Abstract

Pandemi Covid-19 berpengaruh pada Ketahanan Nasional yang terlihat dari adanya penurunan Indeks Ketahanan Nasional. Pemerintah telah melakukan langkah-langkah penanggulangan terpadu termasuk keterlibatan seluruh komponen masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat. dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat agar berdaya dan mampu berperan serta mencegah penularan Covid-19. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 di Indonesia sebagai upaya mendukung ketahanan nasional. Artikel ini merupakan hasil studi literatur dengan berbagai sumber artikel ilmiah dan pustaka lainnya baik cetak maupun elektronik melalui mesin pencari manual. Literatur yang ditelusuri berkaitan dengan topik pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 serta ketahanan nasional. Berbagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid-19 sudah dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Antara lain pemberdayaan berbasis daring, pemberdayaan karang taruna yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan. Selain itu terdapat pemberdayaan ibu PKK untuk pembuatan sabun cuci tangan, pemberdayaan tingkat RW/RT dan kolaborasi peran pimpinan serta masyarakat desa. Pemberdayaan melibatkan masyarakat dengan menggali potensi lokal dan dilakukan dengan bersama-sama dengan memperhatikan karakteristik sosial dan budaya sehingga menjadi aspek dinamis yang mendukung ketahanan nasionalKata kunci : Covid-19 , Pemberdayaan Masyarakat, Ketahanan Nasional
Sosialisasi Program Pelatihan Strategi Pemasaran di Era Digital Demi Berkembangnya Usaha Makanan dan Minuman Fildzah, Jihan; Nurhasanah, Nunung
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3270

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud nyata dari tugas dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni aspek pengabdian, dimana setiap mahasiswa mendekati akhir semester wajib melakukan kegiatan KKN. Isi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari tiga poin yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Di poin ketiga ini yang berkaitan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN dikhususkan untuk mahasiswa S1 dan wajib diikuti sebagai syarat kelulusan. Dengan mengikuti kegiatan KKN, mahasiswa diharapkan akan memperoleh pengalaman hidup bermasyarakat serta dapat mengembangkan dan menerapkan pengetahuan akademik.  Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Jl. Anggrek Raya RT06 RW012, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, maka terjadi interaksi positif antara mahasiswa dengan masyarakat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat mengenai cara pemasaran yang lebih modern di era digital. Pengabdian dilakukan melalui beberapa kegiatan di antaranya yaitu; pemberian kuesioner, sosialisasi, pemberian materi mengenari strategi pemasaran di era digital, pelatihan mengenai cara menggunakan platform mobile marketplace, pendampingan dalam pelatihan melalui online chat, dan yang terakhir pemberian kuesioner evaluasi. Kegiatan ini membuat perkembangan dalam pengetahuan Ibu-Ibu yang awalnya tidak bisa memanfaatkan teknologi sampai bisa mengoperasikan mobile marketplace melalui gadget.Kata Kunci: era digital, strategi digital, strategi pemasaran
Pelatihan Membaca Wacana Ujian Japanese Language Proficiency Test Level 4 Bagi Calon Perawat Lansia Magang Jepang Yulianti, Vera; Manasikana, Arina; Gayatri, Wening
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3200

Abstract

Calon nakes perawat lansia magang di Jepang mengalami kesulitan untuk lulus ujian kemampuan Bahasa Jepang setara Japanese Language Proficiency Test Level 4 yang merupakan syarat untuk berangkat magang di Jepang. Kesulitan terbesar mereka adalah pada bagian Membaca Wacana. Solusi yang dirancang pada kegiatan abdimas ini adalah pelatihan membaca wacana soal JLPT level 4 dengan menggunakan tiga modul yang merupakan pengembangan hasil penelitian pelaksana abdimas ini. Ketiga modul tersebut adalah modul Pemahaman Wacana, modul Pencarian Informasi Detil dalam Wacana, dan modul Strategi JLPT level N4. Ketiga modul dilaksanakan secara daring baik bersifat synchronous maupun asynchronous melalui aplikasi Whatsapp messenger dan media video conference ZOOM. Sebelum dan sesudah pelaksanaan pelatihan akan diadakan tes awal dan tes akhir untuk mengukur efektifitas pelatihan. Hasil pelaksanaan Abdimas menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan membaca wacana peserta. Peserta mengalami peningkatan yang signifikan dalam penguasaan membaca wacana secara utuh, mencari informasi detil dalam wacana dengan menggunakan kata kunci, dan mengerjakan simulasi JLPT N4 dengan menggunakan strategi memilih soal. Pada akhir kegiatan seluruh peserta mampu lulus simulasi ujian JLPT N4 yang dipersyaratkan bagi calon nakes perawat manula di Jepang.Kata Kunci: Pelatihan Membaca Wacana, JLPT level 4, Nakes Perawat Lansia
Psikoedukasi Mengenai Kesehatan Jiwa Melalui Metode Role Play untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Self Efficacy Kader Jiwa Sari, Dian Sartika
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3264

Abstract

Kader jiwa adalah pekerja sosial yang ditunjuk oleh puskesmas disetiap wilayahnya, biasanya kader jiwa diambil dari warga yang secara sukarela mendaftarkan diri. Tugas dari kader jiwa ini adalah melakukan screening dan psikoedukasi pada warga terkait dengan kesehatan mental. Berdasarkan tugas ini kader jiwa membutuhkan pengetahuan yang cukup mengenai kesehatan mental hanya saja kader jiwa pada wilayah biasanya tidak berasal dari latar belakang yang kurang memiliki pengetahuan yang cukup akan kesehatan jiwa. Adanya gap antara kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan sebagai tugas kader dengan skill dan latar belakang kader dapat menjadi salah satu analisis kebutuhan bahwa kader jiwa ini butuh dilatih guna meningkatkan pengetahuan dan self efficacy untuk melakukan tugasnya salah satunya adalah melakukan screening mengenai kesehatan jiwa dimasyarakat. Studi ini berupa kegiatan pengabdian yang dilakukan dengan dua metode psikoedukasi ceramah dan roleplay. Maksud dari kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan pelatihan guna meningkatkan pengetahuan dan self efficacy kader, tetapi juga untuk membandingkan kegiatan dengan metode mana yang lebih efektif untuk kader dalam meningkatkan pengetahuan dan self efficacy.Kata Kunci: Psikoedukasi, Kesehatan Jiwa, Kader Jiwa, Self efficacy, Pelatihan
Brain Gym untuk Menurunkan Tingkat Kejenuhan (Burnout) dalam Pembelajaran Daring pada Remaja di Ciliwung Mailani, Liana; Bustan, Radhiya; Novianti, Marsella
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3194

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak kepada masyarakat dari sisi kesehatan, ekonomi, pendidikkan dan lainny, Kondisi ini diharapkan masyarakat dapat cepat beradaptasi. Salah satu dampak dari segi pendidikkan berimbas kepada pelajar dan mengakibatkan adanya program pembelajaran online. pembelajaran online diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang efektif pada kondisi pandami, menjadi tantangan tersendiri bagi pelajar. Banyak keluhan bahwa sistem pembelajaran online mengakibatkan pelajar menjadi merasa tertekan, stres, sulit fokus dan jenuh terhadap belajar. Keluhan lainnya berasal dari eksternal yaitu adanya jaringan yang lambat, sulit mengerti materi pelajaran, kesulitan komunikasi, hingga akhirnya menyebabkan hilangnya minat dan motivasi belajar pada pelajar yang akan berpengaruh terhadap prestasi belajar, mereka karena munculnya kejenuhan (Burnout). Untuk membantu pelajar yang merasakan hal demikian, maka team abdimas melakukan senam otak (Brain Gym) dengan tujuan agar pelajar mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai Burnout terutama cara-cara dalam mengatasi Burnout. pelatihan senam otak ini dilakukan secara online melalui video dan eflyer senam otak dengan sasaran peserta yaitu remaja pada komunitas Mat Peci. Pelaksanaan kegiataini menunjukan hasil yang positif, yaitu terdapat pengurangan kejenuhan (Burnout) pada remaja yang melakukan kegiatan sekolah daring Kata kunci: Pembelajaran Online, Burnout, Brain Gym
Pelatihan Digital Marketing Melalui Aplikasi Merchant Shopee Food Sebagai Strategi Pemasaran UMKM Apriyansyah, Bayu; Samiono, Bambang Eko
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3252

Abstract

Digital marketing bagi sebuah usaha khusus nya UMKM merupakan bagian yang sangat penting pada era industri 4.0 saat ini, karena sebuah usaha membutuhkan publikasi yang baik demi kelangsungan dan kemajuan usahanya. Selain harus mampu memberikan kualitas produk yang baik para pelaku usaha UMKM juga harus mampu bersaing dengan pesaing lainnya. Pemanfaatan digital marketing melalui aplikasi Shopee Food pada era industri 4.0 dapat dijadikan alternatif strategi dalam pemasaran produk agar memudahkan pelaku usaha memantau dan menyediakan kebutuhan serta keinginan calon konsumen,terutama pada para pelaku UMKM keluarahan Rawa Badak Utara yang mayoritas masih menggunakan penjualan secara konvensional. Karena mereka masih terkendala kurangnya pengetahuan terhadap pemasaran secara digital terutama pada aplikasi Shopee Food. Melihat permasalahan yang ada para UMKM maka Tim KKN memberikan solusi berupa pelatihan Digital Marketing melalui aplikasi Shopee Food sebagai strategi dari memasarkan produk UMKM di era industri 4.0. Tim KKN memberikan pelatihan berupa cara mendaftarkan usaha ke dalam mitra shopee food, cara perhitungan bagi hasil dan cara penggunaan aplikasi Shopee Food merchant. Setidaknya sebanyak 11 orang pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dari kegiatan KKN ini berhasil membantu para pelaku UMKM untuk berjualan di Merchant Shopeefood. Dan setelah dievaluasi mereka merasa terbantu dan cukup antusias dalam melakukan kegiatan karena mendapatkan ilmu yang berguna bagi usaha mereka.Kata kunci: UMKM,Pemasaran online, Merchant Shopee Food.
Penentuan Lokasi dan Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Kabupaten Malang Suwignyo, Suwignyo; Darmawan, Azhar Adi; Saleh, Chairil; Amal, Andi Syaiful
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3276

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro adalah pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air di bawah kapasitas 1 MW yang dapat berasal dari jaringan irigasi, sungai, dan air terjun, dengan cara memanfaatkan tinggi terjunnya dan jumlah debit air. Kabupaten Malang mempunyai potensi besar bagi pengembangan PLTMH. Hingga saat ini saluran irigasi atau sumber air yang berpotensi sebagai sumber energi baru sangat sedikit yang memanfaatkan. Ketersediaan air dan tinggi jatuh pada saluran irigasi dan pembuangan di daerah studi merupakan faktor utama potensi pembangunan PLTMH. Pembangunan PLTMH di desa Gondanglegi dapat digunakan sebagai penerangan jalan yang saat ini masih kurang atau dapat digunakan sebagai tempat pembelajaran tentang PLTMH bagi warga sekitar dan SMK Mutu ataupun Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PPEM). Dengan adanya potensi sumber daya serupa yang ada maka dapat juga dilakukan identifikasi dan inventarisasi hingga perencanaan pembangunan PLTMH di aliran irigasi sebelah PPEM. Berdasarkan observasi dan pengukuran awal, debit air sesaat di lokasi Gondanglegi sebesar 3,5 m3/dtk dan akan digunakan pada tiap turbin untuk desain debit pembangkit sebesar 1,75 m3/dtk, potensi tinggi jatuh hidrolik total sebesar2,00 m. Sehingga, potensi daya yang dapat dipasang sebesar 49,44 KWh.Kata kunci: Tinggi Jatuh, Debit, PLTMH, Pembangkit
Gerakan Masyarakat Sedekah Air Wudhu (GM-SAW) sebagai Upaya Konservasi Air Bersih Noriko, Nita; Yusuf, Andi Mukramin; Alfiah, Elma
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3188

Abstract

Wilayah Lampiri Pondok Kelapa kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur adalah salah satu wilayah urban di Jakarta Timur dengan pemukiman padat penduduk yang minim areal resapan air. Kondisi umum masyarakat umumnya berpendidikan SMP dan SMA belum memahami siklus air/hidrologi dan pentingnya areal terbuka untuk peresapan air. Areal terbuka yang tersedia untuk penyerapan air di pemukiman tersebut rata-rata adalah16%. Masyarakat umumnya memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari dari air tanah. Solusi dari permasalahan tersebut adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang konservasi air dan menerapkan teknologi tepat guna. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan memberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya RW 05 dan membangun unit instalasi penyerapan limbah air wudhu pada masjid dan sekolah Al Manar, masjid Al Ma’mur, masjid Al Hidayah, madrasah ibtidaiyyah dan Tsanawiyah Al Hidayah. Sosialisasi yang lebih luas dilakukan melalui video edukasi di channel youtube dan tutorial pemasangan instalasi serta ajakan Gerakan Masyarakat Sedekah Air Wudhu (GM-SAW). Indikator tercapainya solusi permasalahan adalah para tokoh masyarakat yaitu Lurah Pondok Kelapa, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), ketua RW, RT, DKM masjid serta masyarakat memahami pentingnya konservasi air yang ditandai dengan persetujuan masyarakat dipasanngnya instalasi penyerapan limbah air wudhu di masjid dengan konsekuensi pembongkaran sebagian areal masjid khususnya yang berdekatan dengan tempat wudhu. Limbah air wudhu yang kembali ke dalam tanah juga menjadi keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat. Selain itu indikator keberhasilan adalah tersosialisasinya video edukasi dengan minimal 500 viewers dan kenyataannya mencapai 871 juga instagram dan dijadikan GM-SAW menjadi program kerja Asosiasi Mesjid Kampus DKI Jakarta (AMKI DKI) pada tahun 2021.Kata Kunci: Konservasi, Air, Instalasi, Masjid, GM-SAW

Page 8 of 15 | Total Record : 149