cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
penelitianmultidisiplinbangsa@gmail.com
Phone
+6285732331291
Journal Mail Official
penelitianmultidisiplinbangsa@gmail.com
Editorial Address
PT. Amirul Bangun Bangsa - Amirul Bangun Bangsa Publishing Jalan Terusan Mergan Raya No. 11 Tanjungrejo Sukun Kota Malang Jawa Timur Telp : 0858-0680-8392 email : penelitianmultidisiplinbangsa@gmail.com
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa
ISSN : -     EISSN : 30484251     DOI : https://doi.org/10.59837/jpnmb
Jurnal Penelitian Multidisplin Bangsa published every month (12 times a year), contains the publication of the student final assignment research, research students and lecturers in the field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Amirul Bangun Bangsa Publishing
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 399 Documents
Determinan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Sebamban II Ma'rupah, Ma'rupah; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Laili, Fitria Jannatul; Suhrawardi, Suhrawardi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.238

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang signifikan, terutama pada balita, dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Wilayah kerja Puskesmas Perawatan Sebamban II mencatat angka stunting 29 kasus pada tahun 2023, dengan berbagai faktor risiko seperti KEK, anemia, dan riwayat BBLR. Tujuan: Untuk menganalisis determinan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Sebamban II pada tahun 2023, termasuk hubungan riwayat KEK, anemia, dan BBLR terhadap kejadian stunting. Metode: Menggunakan instrumen dokumen case control terhadap semua balita yang datang ke posyandu melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui catatan kohort ibu, catatan di buku KIA, dan catatan regiater ibu hamil. Kemudian, di analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian balita stunting Sebanyak 29 orang (33,3%) KEK sebanyak 35 orang (40,2%), Anemia sebanyak 35 orang (40,2%), BBLR sebanyak 29 orang (33,3%).Kemudian, berdasarkan hasil uji chi square terdapat hubungan signifikan antara riwayat KEK dengan stunting (p-value=<0,05), riwayat anemia dengan stunting (p-value=<0,05), dan riwayat BBLR dengan stunting (p-value=<0,05) di wilayah tersebut. Kesimpulan: Semakin tinggi kejadian KEK, anemia, dan BBLR pada ibu dan anak, semakin besar risiko stunting pada balita. Oleh karena itu, diperlukan intervensi pada masa kehamilan dan balita melalui peningkatan status gizi ibu, pemantauan kehamilan, dan pengelolaan lingkungan yang sehat.
Analisis Pengaruh Nilai Tukar Rupiah, Likuiditas, Dan Leverage Terhadap Keputusan Hedging Untuk Instrumen Derivatif Azizah, Ira Maelani; Saputri, Della Ananda; Ramadhani, Rovia; Septiani, Fidia; M, Ersa
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.314

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh likuiditas, leverage, dan nilai tukar rupiah terhadap penggunaaan instrumen derivatif sebagai keputsan hedging pada bank konvesional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2023.penelitian ini menggunakan metode kuantitif data yang digunakan berasal dari laporan keuangan tahunan bank konvensional yang terdaftar di bursa efek indonesia dari tahun 2021-2023 Hasil penelitian dapat memberikan kontribusi teoritis untuk pengembangan ilmu akuntansi manajemen, khususnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan hedging menggunakan instrumen derivatif pada industri perbankan. Penemuan ini juga dapat memberikan implikasi praktis bagi manajemen bank konvensional dalam menerapkan strategi hedging yang efektif untuk mengelola risiko, khususnya terkait dengan leverage, likuiditas, dan perubahan nilai tukar rupiah.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Konsumsi Tablet FE Dengan Anemia Ibu Hamil Di Puskesmas Perawatan Sebamban II Sari, Yashinta Karina; Yuniarti, Yuniarti; Hipni, Rubiati; Tunggal, Tri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.240

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe sangatlah penting karena jika ibu hamil tidak patuh dalam mengkonsumi tablet Fe maka akan menyebabkan anemia. Anemia yang terjadi pada ibu hamil sangat membahayakan bukan hanya ke ibu melainkan ke janin yang dikandungnya bahkan bisa mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu ibu hamil trimester III yang mendapatkan tablet Fe pada bulan Mei-September 2024 yang berjumlah 117 orang. Teknik sampel pada penelitian ini yaitu accidental sampling menggunakan rumus slovin. Instrumen penelitian ini yaitu lembar ceklis kontrol minum tablet Fe yang ada dibuku KIA dan each touch (GcHb). Analisa data atau uji statistik yang digunakan yaitu uji spearman rank. Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan bahwa 52 (57,8%) ibu hamil tidak mengalami anemia dan 38 (42,2%) ibu hamil mengalami anemia. Sedangkan untuk kepatuhan 50 (55,6%) ibu hamil patuh dalam mengkonsumi tablet Fe dan 40 (44,4%) ibu hamil tidak patuh dalam mengkonsumi tablet Fe. Hasil uji menggunakan uji spearman rank didapatkan bahwa nilai p-value adalah 0,000 (r=0,956) yang mana < 0,05 dapat diartikan bahwa adanya hubungan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia. Saran : Diharapkan dapat meningkatkan Promosi kesehatan tentang kepatuhan mengkonsumsi tablet FE dan dampak anemia
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan dengan Kejadian Spotting di PMB Bakti Ibu Martapura Raihana, Raihana; Isnaniah, Isnaniah; Kristiana, Efi; Rafidah, Rafidah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.242

Abstract

Latar Belakang: Spotting keluarnya darah dari vagina diluar siklus menstruasi yang sedikit berupa bercak. Data dari WHO lebih dari 50% pengguna kontrasepsi suntik 3 bulan mengalami spotting. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di PMB Bakti Ibu Martapura didapati sebanyak 11 orang akseptor menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan sebanyak 7 (77%) akseptor dengan lama penggunaan   ≤ 1  tahun mengalami spotting. Dampak kejadian spotting dapat menyebabkan terjadinya anemia, iritasi genetalia, perasaan cemas, stress dan mudah tersinggung. Tujuan : Mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kejadian spotting di PMB Bakti Ibu Martapura. Metode Penelitian :  Penelitian analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi sejumlah 280 akseptor, teknik sampling yaitu sampling jenuh. Variabel dalam Penelitian ini kejadian spotting dan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari register KB dilakukan uji menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian :  Kejadian spotting sebanyak 84 orang (30%) dengan lama penggunaan > 1 tahun sebanyak 189 akseptor  (67,5%) lama penggunaan < 1 tahun. Uji Chi Square menunjukkan p-value 0,000, (p<0,05), artinya Ada hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik dengan kejadian spotting pada akseptor di PMB Bakti Ibu Martapura. Kesimpulan : Bahwa lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan saling mempengaruhi dengan kejadian spotting. Saran : Diharapkan tenaga kesehatan terus memberikan edukasi kepada pasangan usia subur tentang dampak kontrasepsi suntik 3 bulan sehingga pasangan usia subur dapat  mempertimbangkan dan mendiskusikan pemilihan alat kontrasepsi yang akan digunakan
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik Dengan Peningkatan Berat Badan Akseptor Di PMB DN Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Besar Kota Banjarbaru Habibah, Nor; Yuliastuti, Erni; Suhrawardi, Suhrawardi; Kristiana, Efi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.244

Abstract

Latar belakang : Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu program pemerintah dalam upaya menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia. Pada tahun 2023 jumlah akseptor KB suntik di wilayah Kota Banjarbaru Selatan sebanyak 23.519 orang (55,3%). Efek samping yang sering ditemukan pada penggunaan kontrasepsi suntik adalah kenaikan berat badan. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di PMB DN, didapatkan dari 9 akseptor KB suntik dengan lama penggunaan 1-2,5 tahun (sedang) sebanyak 7 orang (77,8%) mengalami peningkatan berat badan. Tujuan : mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor di PMB DN. Metode : Penelitian ini adalah survey analitik, dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini 248 akseptor KB suntik di PMB DN. Sampel penelitian ini 228 akseptor. Variabel dalam penelitian ini adalah lama penggunaan kontrasepsi suntik dan peningkatan berat badan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari status akseptor KB dilakukan uji menggunakan uji chi square. Hasil : Akseptor yang mengalami peningkatan berat badan sebanyak 114 akseptor (50,0%) dari 228 akseptor. Sebagian besar akseptor yang mengalami peningkatan berat badan menggunakan kontrasepsi suntik selama >2,5 tahun (lama) sebanyak 65 akseptor (57,0%). Hasil uji Chi Square menunjukkan p-value 0,008 <α0,05, artinya ada hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor. Kesimpulan : Lama penggunaan kontrasepsi suntik berpengaruh terhadap peningkatan berat badan akseptor. Diharapkan tenaga kesehatan selalu memberikan informasi mengenai efek samping penggunaan kontrasepsi dalam jangka panjang sehingga akseptor dapat mengetahui dengan baik terkait kontrasepsi yang akan digunakannya.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslsusif Di Puskesmas Tamban Tahun 2024 Rusmawati, Rusmawati; Hipni, Rubiati; Hapisah, Hapisah; Tunggal, Tri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.245

Abstract

Latar Belakang: ASI Eksklusif adalah memberikan hanya ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan. Dari data capaian  ASI Eksklusif di Puskesmas Tamban  tahun 2023 masih rendah yaitu 150 (64,2%), karena faktor ibu yang bekerja. Tujuan penelitian Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sejumlah 54 ibu yang mempunyai bayi usia > 6 – 12 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tamban dengan pengambilan sampel secara total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah usia, pendidikan, pekerjaan. Variabel dependen adalah pemberian ASI Eksklusif.  Analisa data menggunakan uji Chi square dengan nilai Confidence Interval (CI) 95 % dan tingkat kemaknaan adalah (α) 0,05. Hasil Penelitian : Hasil analisis univariat ibu yang memberikan ASI Eksklusif 17 (31,4%), mayoritas ibu berusia 20-35 tahun sebanyak 46 (85,2%), Ibu pendidikan dasar 44 (81,5%) dan ibu bekerja 33 (61,1%). Hasil analisis bivariat menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif ( ρ < α = 0,05). Kesimpulan Pekerjaan ibu merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI Eksklusif. Temuan ini memperlihatkan bahwa pekerjaan ibu dapat menjadi hambatan dalam memberikan ASI Eksklusif pada bayinya, oleh karena itu program edukasi yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak tetap diperlukan untuk meningkatkan angka pemberian ASI Eksklusif di kalangan ibu bekerja dan yang memiliki pendidikan rendah.
Hubungan Usia Ibu, Paritas Dan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil Terhadap Kejadian Pre Eklampsi Di Puskesmas Pelambuan Tahun 2024 Rahmatika, Novia; Tunggal, Tri; Yuliastuti, Erni; Hipni, Rubiati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.247

Abstract

Latar Belakang: Penyebab tingginya AKI di Indonesia pada tahun 2020 adalah hipertensi dalam kehamilan sebanyak 1.066 kasus (25,2%), sekota Banjarmasin, 5 kasus disebabkan akibat dari Hipertensi dalam kehamilan (Hipertensi, Preeklampsia, Eklamsi). Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Pelambuan ditemukan sebanyak 8 (9,30%) kasus preeklampsia pada tahun 2023 dan ditemukan sebanyak 6 kasus pada Januari-Juni tahun 2024. Tujuan: Mengindentifikasi dan menganalisa hubungan usia ibu, paritas dan kenaikan berat badan  ibu hamil terhadap kejadian preeklampsia di Puskesmas Pelambuan. Metode Penelitian Menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil triwulan II dan triwulan III di Puskesmas Pelambuan sejumlah 988 orang. Pengambilan jumlah sampel menggunakan perbandingan 1:2 menggunakan teknik simple random sampling, Instrumen penelitian menggunakan buku register dan kohort ibu hamil di Puskesmas Pelambuan. Analisis data yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian Didapatkan bahwa dari 57 ibu hamil, responden yang mengalami kejadian preeklampsia 19 orang (33,33%). Responden usia berisiko 30 orang (52,60%). Responden dengan paritas tidak aman 26 orang (45,60%). Responden dengan kenaikan berat badan tidak normal 24 orang (42,10%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan usia ibu hamil (ρ = 0,024) terhadap kejadian preeklampsia di Puskesmas Pelambuan. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan paritas (ρ = 0,851) dan kenaikan berat badan (ρ = 0,255) terhadap kejadian preeklampsia di Puskesmas Pelambuan. Kesimpulan: Adanya hubungan usia ibu hamil terhadap kejadian preeklampsia, tidak ada hubungan paritas dan kenaikan berat badan terhadap kejadian preeklampsia
Hubungan Preeklamsia Berat Pada Ibu Bersalin Dengan Kejadian BBLR Dan Asfiksia Neonatorum Di RSUD Dr. H Moch Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2023 Setiyanigsih, Khoiru Nisa; Zakiah, Zakiah; Prihatanti, Nur Rohmah; Hapisah, Hapisah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.249

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang signifikan dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Menurut World Health Organization (WHO) salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi (AKB) di dunia adalah berat badan lahir rendah (BBLR). Menurut hasil riset kesehatan dasar penyebab kematian paling banyak di Indonesia adalah kondisi berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu 35,3%. Penyebab kematian lainya diantaranya asfiksia, kelainan bawaan, sepsis, tetanus tetanotarium, dan lainnya. Tujuan: untuk menganalisis hubungan pre eklampsia berat dengan kejadian BBLR dan asfiksia neonatorum di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Metode: Penelitian ini mengunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel yang diambil berjumlah 295 orang dari jumlah total ibu bersalin sebesar 1127 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklis dari data Register ibu bersalin. Data dianalisis menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ibu bersalin dengan preeklamsia berat sebanyak 85 sampel (28,8%), ibu bersalin yang melahirkan bayi BBLR sebanyak 70 sampel (23,7%) dengan p value 0,512 sedangkan ibu bersalin yang melahirkan bayi asfiksia neonatorum sebanyak 74 sampel (25,1%) dengan p value 0,000. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan pre eklamsia berat pada ibu bersalin dengan kejadian BBLR (p value 0,512) dan terdapat hubungan pre eklamsia berat pada ibu bersalin dengan dengan kejadian asfiksia neonatorum (p value 0,000) di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Tahun 2023.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Balita Dengan Kunjungan Ke Posyandu Di Kelurahan Pelaihari Puskesmas Pelaihari Tahun 2024 Ratnaningtyas, Devi Vemmy; Dewi, Vonny Khresna; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Tunggal, Tri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.251

Abstract

Latar belakang: Data rendahnya capaian D/S di tingkat posyandu dimana pada tahun 2023 capaian D/S rata-rata kunjungan ibu ke posyandu di bawah 50% dari 2026 ibu balita yang berada diwilayah kerja Puskesmas Pelaihari. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap Ibu balita dengan kunjungan ibu ke Posyandu di Kelurahan Pelaihari Tahun 2024. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Jumlah sampel penelitian 96 responden, Teknik sampling  Proportionate Stratified Random Sampling. Variabel independen adalah Tingkat Pengetahuan (X1) dan Sikap Ibu (X2), variabel dependen adalah Kunjungan ke Posyandu (Y). Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisa menggunakan uji Unvariat dan Bivariat dengan signifikansi α=0.05. Menggunakan data primer dengan menggunakan uji statistik SPSS versi 25.0. Hasil: Ibu yang ke posyandu aktif sebanyak 72 orang (25%), ibu tidak aktif 24 orang (25%), Ibu yang berpengetahun baik sebanyak 73 orang (76%), tingkat pengetahun kurang sebanyak 23 orang (24%) dan Ibu yang memiliki sikap positif sebanyak 73 orang (76%), Ibu yang memiliki sikap negatif sebanyak 23 orang (24%). Secara Bivariat Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kunjungan keposyandu dengan dan ada hubungan antara sikap ibu balita dengan kunjungan keposyandu. Kesimpulan:Berhubungan tingkat pengetahuan dengan kunjungan ibu balita keposyandu
Hubungan Pekerjaan Dana Akses Pelayanan Kesehatan Dengan Kunjungan K4 Pada Ibu Hamil di Puskesmas Lontar Tahun 2024 Rabianti, Sulistina; Hipni, Rubiati; Dewi, Vonny Khresna; Suhrawardi, Suhrawardi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.253

Abstract

Latar Belakang: Antenatal care (ANC) merupakan pelayanan antenatal komprehensif berkualitas yang diberikan kepada ibu. Pelayanan antenatal harus dilakukan secara rutin terpadu dan sesuai sandar pelayanan yang berkualitas. K4 adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang kompeten untuk mendapatkan pelayanan antenatal terpadu dan komprehensif sesuai standar minimal 4 kali dengan distribusi waktu: 1 kali pada trimester pertama (0-12 minggu), 1 kali pada trimester kedua (>12minggu -24 minggu), dan 3 kali pada trimester ketiga (>24 minggu sampai dengan kelahiran). Kunjungan antenatal bisa lebih dari 4 kali sesuai kebutuhan (jika ada keluhan, gangguan kehamilan). Dari studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan April 2024 3 dari 10 ibu hamil melakukan kunjungan K4 di Puskesmas Lontar hanya ada 4 orang ibu yang melakukan kunjungan k4 sesuai standar, 2 orang ibu melakukan K1 pada trimester 2, 4 orang ibu tidak rutin melakukan kunjungan. Tujuan penelitian: menganalisa Hubungan pekerjaan dan akses pelayanan kesehatan dengan kunjungan K4 pada ibu hamil di Puskesmas Lontar Tahun 2024. Metode penelitian:: kuantitatif cross sectional study. Sampel diambil dengan menggunakan metode Probability Sampling dengan teknik Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 Ibu hamil. Hasil Penelitian : Dari 84 responden masing-masing 42 (50%) melakukan kunjungan dan tidak melakukan kunjungan, mayoritas responden tidak bekerja sebanyak 53 (63,1%) akses mudah sebanyak 45 (53,6 %). Hasil uji statistik chi square pekerjaan menunjukkan ρ-value 0,458 > 0,05 dan akses . Ada hubungan yang bermakna antara  Akses ρ-value 0,000 < α 0,05. Kesimpulan Pekerjaan ibu merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI Eksklusif. Temuan ini memperlihatkan bahwa pekerjaan ibu dapat menjadi hambatan dalam memberikan ASI Eksklusif pada bayinya, oleh karena itu program edukasi yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak tetap diperlukan untuk meningkatkan angka pemberian ASI Eksklusif di kalangan ibu bekerja dan yang memiliki pendidikan rendah.