cover
Contact Name
Firman Panipahan
Contact Email
panipahanf@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
publique@uinsa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No 682 Gunung Anyar Kecamatan Gunung Anyar Surabaya Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal PUBLIQUE
ISSN : -     EISSN : 27749142     DOI : https://doi.org/10.15642/publique
Core Subject : Social,
Jurnal PUBLIQUE merupakan jurnal yang dikelola secara profesional oleh Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai media yang mempublikasikan berbagai hasil penelitian dari akademisi. PUBLIQUE mempublikasikan berbagai hasil penelitian dalam ruang lingkup keilmuan Sosiologi baik kajian secara teoritis maupun praktis yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat sosial
Articles 75 Documents
Strategi dan Implementasi Program Rehabilitasi Sosial bagi Lansia Terlantar oleh Dinas Sosial Sidoarjo Unzilatur, Putri
Jurnal PUBLIQUE Vol 6 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/publique.2025.6.2.199-210

Abstract

Artikel ini membahas strategi dan implementasi program rehabilitasi sosial bagi lansia terlantar yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo. Indonesia, termasuk Sidoarjo, mengalami penuaan penduduk yang cepat. Data BPS menunjukkan proporsi lansia (>60 tahun) naik menjadi 10,26% pada tahun 2020, dengan banyak kasus akibat urbanisasi dan perubahan struktur keluarga. Penelitian ini menggambarkan solusi konkret melalui program Dinas Sosial, membantu pencegahan masalah sosial seperti kemiskinan lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam strategi dan implementasi program rehabilitasi sosial bagi lansia terlantar yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Sidoarjo, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan maupun hambatan dalam pelaksanaannya. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan beberapa metode yang sesuai dengan jenis penelitian kualitatif, seperti studi pustaka dan dokumentasi, observasi, dan wawancara untuk mengeksplorasi berbagai tantangan dan upaya pemberdayaan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia terlantar mengalami masalah fisik, psikis, sosial, dan ekonomi yang kompleks. Meskipun pemerintah telah menjalankan berbagai program, masih terdapat kendala dalam koordinasi dan kesadaran masyarakat. Artikel ini mengusulkan perlunya kolaborasi yang lebih baik antar pemangku kepentingan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengoptimalkan program rehabilitasi sosial.  
Pengembangan Modal Sosial Kader Surabaya Hebat untuk Menekan Kenakalan Remaja Prasetyo, Ratna Azis; Karnaji, Karnaji; Syamsiyah, Nur; Savira, Pingkan Sekar; Mawardi, Rafi Aufa
Jurnal PUBLIQUE Vol 6 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/publique.2025.6.2.182-198

Abstract

Juvenile delinquency remains a persistent issue in major cities, including Surabaya. In response, the Surabaya City Government established a grassroots organization, Kader Surabaya Hebat (KSH), to support community-level monitoring and problem-solving at the sub-district level. This study employed a mixed-methods approach involving 50 KSH cadres in Pradah Kalikendal Sub-district. Data collection consisted of three stages: pre-test and post-test questionnaires to assess cadres’ knowledge of juvenile delinquency, and a focus group discussion (FGD) to explore challenges encountered in the field. The findings indicate that KSH cadres possess moderate to high levels of knowledge regarding juvenile delinquency and are generally well-prepared to perform their roles. However, low levels of trust between the community and KSH cadres emerged as a key challenge. As trust is a central component of social capital, its absence hinders effective collaboration and community development. This study recommends strengthening social capital by improving social relations and fostering trust-building strategies to enhance the effectiveness of KSH cadres in addressing juvenile delinquency.
Rekonstruksi Sosial-Budaya Pendidikan Dasar Islam melalui Trilogi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Putra, Putra
Jurnal PUBLIQUE Vol 5 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/publique.2024.5.2.157-173

Abstract

Pendidikan dasar Islam menghadapi tantangan sosial-budaya berupa melemahnya keteladanan, partisipasi, dan kemandirian peserta didik di tengah tuntutan modernitas. Artikel ini bertujuan merekonstruksi pendidikan dasar Islam melalui pendekatan sosial-budaya dengan menggunakan Trilogi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara sebagai kerangka konseptual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan menganalisis karya-karya Ki Hadjar Dewantara serta literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani relevan sebagai fondasi pembentukan kultur pendidikan yang humanistik, partisipatif, dan kontekstual. Trilogi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai metode pedagogis, tetapi juga sebagai mekanisme pembentukan nilai dan relasi sosial dalam lingkungan sekolah. Rekonstruksi sosial-budaya pendidikan dasar Islam melalui Trilogi Ki Hadjar Dewantara berkontribusi pada penguatan karakter, motivasi belajar, serta kemandirian peserta didik secara berkelanjutan
Opportunities and Challenges of Da'wah and Tarbiyah in the Internet Era Nihayaty, Arini Indah
Jurnal PUBLIQUE Vol 5 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/publique.2024.5.2.237-252

Abstract

Era internet telah secara signifikan membentuk ulang komunikasi keagamaan Islam, khususnya praktik dakwah dan tarbiyah. Perkembangan media digital menggeser dakwah dari ruang fisik konvensional ke ruang daring yang dinamis, ditandai oleh kecepatan, interaktivitas, dan logika media. Oleh karena itu, pendidikan Islam dituntut untuk ber­a­daptasi dengan mengintegrasikan kreativitas, literasi digital, dan pendekatan pedagogis yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengkaji peluang dan tantangan dakwah dan tarbiyah di era internet melalui perspektif teori difusi inovasi, determinisme teknologi, mediatization of religion, dan ekologi media. Penelitian ini menggunakan desain Sys­te­ma­tic Literature Review dengan menganalisis publikasi ilmiah yang relevan untuk mengi­den­ti­fikasi pola dan isu utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memperluas jangkauan dakwah, mendorong kreativitas keagamaan, dan memperkuat keterlibatan partisipatif. Namun, media digital juga memunculkan tantangan berupa pemahaman keagamaan yang dangkal, fragmentasi otoritas keagamaan, disinformasi, serta melemah­nya keteguhan akademik. Studi ini menyimpulkan bahwa dakwah kreatif dan tarbiyah adaptif merupakan kebutuhan struktural dalam ekosistem media kontemporer yang menuntut integrasi kreativitas, etika, otoritas keilmuan, dan tanggung jawab pedagogis.
Institusionalisasi Ruang Belajar Alternatif dalam Masyarakat Urban: Studi Sosiologis Program Magang “Urban Islamic After-School Lab” di Surabaya Nadlir, Nadlir; Erfansyah, Nasrul Fuad
Jurnal PUBLIQUE Vol 5 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/publique.2024.5.2.253-263

Abstract

This study addresses two major issues in urban communities: the administrative and less impactful nature of university internship programs, and the absence of systematic alternative learning spaces to support elementary students facing academic difficulties at home. In urban contexts marked by limited parental time, economic pressure, and weak domestic academic assistance, community-based learning institutions are increasingly necessary. This research analyzes the institutionalization process of the “Urban Islamic After-School Lab” model as an alternative learning space integrating educational support, literacy enhancement, and Islamic values formation in Surabaya. Using action research, the study involved fourth- and fifth-grade students in Kelurahan Babad Jerawat. The research followed five stages: initial assessment, problem identification, focus group discussion, corrective action, and final assessment. The intervention emphasized reading literacy and religious literacy as foundational aspects of academic and moral development. Findings indicate that the model improved students’ literacy outcomes and transformed internships into structured social praxis, strengthening university–community engagement and revitalizing higher education’s social function in urban settings.
DIALEKTIKA ANTARA TRADISI ADAT MALUKU DAN SYARIAT ISLAM PASCA TRAGEDI KEMANUSIAN 1999 Jamilu, La; Humaidi, Anis
Jurnal PUBLIQUE Vol 7 No 1 (2026): May
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/publique.2026.7.1.23-44

Abstract

The 1999 humanitarian conflict in Maluku not only triggered large-scale religious violence but also disrupted the traditional social and cultural order that had long sustained communal harmony. In the post-conflict context, Maluku society demonstrates a distinctive dynamic through the revitalization of customary traditions and the strengthening of local Islam as foundations for social reconciliation. This article aims to analyze the dialectical relationship between Maluku customary traditions and Islamic law in the aftermath of the 1999 conflict using the Functional Integration theory. Employing a qualitative descriptive approach, this study is based on a systematic literature review of peer-reviewed journals, books, and scholarly publications from the last five years (2020–2025). The findings reveal that customary law and Islamic law in Maluku are not antagonistic but functionally integrated, fulfilling complementary social, moral, and spiritual roles. Local Islam provides ethical and religious legitimacy for peacebuilding, while the Pela Gandong customary system serves as a cross-religious mechanism of social cohesion. This functional integration significantly contributes to post-conflict reconciliation, the strengthening of religious moderation, and the reconstruction of contextual and peaceful Islamic identity in Maluku.
SUGARCANE AGRIBUSINESS PARTNERSHIP AND FOOD SECURITY: THE ROLE OF WONOLANGAN SUGAR FACTORY IN POLICY IMPLEMENTATION IN DRINGU VILLAGE, PROBOLINGGO REGENCY Fitrianti, Deistiara; Marwiyah, Siti; Maksin, Mastina
Jurnal PUBLIQUE Vol 7 No 1 (2026): May
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/publique.2026.7.1.114-128

Abstract

Food security requires cross-sectoral engagement, including the role of industry in strengthening commodity-based agribusiness systems. This study aims to analyze the role of Wonolangan Sugar Factory in supporting the implementation of food security policy through partnerships with sugarcane farmers in Dringu Village, Probolinggo Regency. A qualitative approach with a descriptive design was employed, utilizing in-depth interviews, observation, and documentation as data collection techniques. Informants were selected purposively, including factory management, sugarcane farmers, and other relevant stakeholders. Data were analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, and interpretation. The findings reveal that Wonolangan Sugar Factory plays a strategic role as a non-state actor in local food security policy implementation through the provision of production inputs, technical assistance, and guaranteed purchase of harvest outputs. The partnership generates both economic and institutional benefits for farmers while ensuring a stable supply of raw materials for the industry. This practice reflects a collaborative interaction between industry and farmers that contributes to strengthening the local food system. At the same time, several constraints remain evident, including limited farmer resources, price volatility, weak coordination among stakeholders, and external pressures such as climate variability and infrastructure limitations. These challenges indicate the need for strengthening partnership governance through capacity building, transparency in cooperation mechanisms, and more integrated institutional arrangements. This study contributes to the literature on collaborative policy implementation and provides empirical insights into the role of industrial actors in local food security systems.
PENGARUH MUSEUM SINGHASARI TERHADAP KESADARAN SEJARAH MASYARAKAT DESA PURWOASRI, KEC. SINGOSARI, KAB. MALANG Ramadhani, Fauziyah Ramadhani
Jurnal PUBLIQUE Vol 7 No 1 (2026): May
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/publique.2026.7.1.92-104

Abstract

Bentuk pembelajaran sejarah sangat signifikan untuk diimplementasikan di Masyarakat. Mengingat perlu akan kesadaran sejarah atas keberagaman peninggalan mahakarya nenek moyang kita dalam masyarakat Indonesia khususnya daerah Singosari Malang, maka Museum Singhasari didirikan pada tanggal 20 Mei 2015 sebagai wisata edukatif akan sejarah. Penelitian ini penting dikarenakan mengkaji nilai kesadaran sejarah masyarakat lokal terhadap menanggapi pentingnya dalam melestarikan material-material kebudayaan dan bersejarah. Tujuan penelitian ini dikembangkan dari kedua rumusan masalah yakni 1. Mengetahui ada tidaknya Pengaruh Peninggalan sejarah Terhadap Kesadaran Sejarah Masyarakat desa Purwoasri, Kec. Singosari; 2. Mengetahui seberapa besar Pengaruh Peninggalan Sejarah Terhadap Kesadaran Sejarah Masyarakat desa Purwoasri, Kec. Singosari. Proses penelitian ini mengaplikasikan teori sosiologis yaitu interaksionisme simbolik oleh George Herbert Mead serta mengaplikasiakan Pendekatan metodologi Kuantitatif yang mana meneliti populasi ataupun sampel. Populasi masyarakat Purwoasri berjumlah 6.927 tidak termasuk bayi balita didalamnya. Kemudian menggunakan rumus slovin diperoleh 40 orang responden.  Kemudian data dikumpulkan melalui angket dan observasi dengan alat uji analisis data mengaplikasikan metode reliabilitas, validitas, dan regresi untuk melakukan pengujian dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Dari seluruh hasil interpretasi data yang telah peneliti analisis menunjukkan bahwa hipotesis yang peneliti ajukan yaitu peninggalan sejarah berpengaruh terhadap kesadaran sejarah masyarakat desa Purwoasri Kec. Singosari bisa diterima. Hal ini diterima dikarenakan adanya pengaruh variabel X (independen) terhadap variabel Y (dependen) masuk dalam kategori yang kuat. Maka, dapat peneliti simpulkan bahwa peran peniggalan sejarah sangat kuat pengaruhnya bagi masyarakat desa Purwoasri. Hal ini sejalan dengan teori interaksionisme simbolik bahwa peninggalan sejarah yang terdapat pada Museum Singhasari merupakan simbol sejarah yang menghasilkan kesadaran dan pemahaman sejarah. Sehingga, peninggalan sejarah di museum menjadi ruang interaksi simbolik yang membentuk makna sejarah bagi masyarakat.
Strategi Kursus Bahasa Inggris ELLA di Pare Kediri dalam Membentuk Nilai-Nilai Moderasi Agama Ahsan, Nashrulloh; Susilo, Suko; Khoiruddin, Arif
Jurnal PUBLIQUE Vol 7 No 1 (2026): May
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/publique.2026.7.1.45-62

Abstract

Religious moderation is a religious attitude that is balanced, tolerant, and avoids extremism, which is very relevant in the context of social and cultural diversity in Indonesia. Religious moderation does not mean equalizing all religions, but accepting and appreciating differences, and avoiding excessive attitudes (ghuluw) in religious beliefs and practices. The purpose of this research is to examine Ella English Course Pare Kediri's strategy in shaping the value of religious moderation. The research method used to explore in depth about social interactions between students who come from diverse religious, cultural, and regional backgrounds is using descriptive qualitative with data collection conducted through observation, interviews, and documentation. The results showed that the practice of religious moderation at Ella English Course Pare Kediri is reflected in social solidarity, tolerance, and harmonious interactions between students. These values are built through institutional culture, inclusive learning approaches, and the active role of teachers in shaping an open and peaceful learning environment. This research contributes to the strengthening of character education and the importance of non-formal institutions as agents of forming social harmony within the framework of religious moderation.
PEMBANGUNAN GAMPONG INKLUSIF : INTEGRASI GENDER DALAM TEORI PEMBANGUNAN PARTISIPATIF Khairumnisa, Winda; Chadijah, Devi Intan; Lestari, Yeni Sri
Jurnal PUBLIQUE Vol 7 No 1 (2026): May
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/publique.2026.7.1.78-91

Abstract

Kajian analisis dari penelitian ini membahas mengenai integrsasi perspektif gender dalam paradigma pembangunan partisipatif pada skala gampong sebagai strategi penting untuk mencapai pembangunan yang merangkul semua pihak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dalam penelitian ini menemukan bahwasanya partisipasi perempuan dan kelompok rentan dalam berbagai kegiatan seperti musyawarah, perencanaan, dan pelaksanaan pembangunan masih terhalang oleh sejumlah rintangan struktural dan juga kultural. Penelitian ini menegaskan perlunya kesetaraan gender dan kebijakan yang peka agar semua kelompok, termasuk yang terpinggirkan dapat mendapatkan kesempatan dan sumber daya yang adil serta merata. Penerapan dari konsep pembangunan pertisipatif yang mengarusutamakan gender diperkirakan dapat memperkuat keberlangsungan dari pembangunan dan bentuk gampong yang setara serta inklusif untuk seluruh masyarakat.