cover
Contact Name
Mutiah
Contact Email
Ikom.fish@unesa.ac.id
Phone
+628563086790
Journal Mail Official
Ikom.fish@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Gedung i7, Department of Communication Science, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia. Postal Code 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
THE COMMERCIUM
ISSN : -     EISSN : 2809591     DOI : https://doi.org/10.26740/tc.v8i2
Core Subject : Education, Social,
The Commercium adalah Jurnal Ilmu Komunikasi yang memuat tulisan hasil penelitian mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal the commercium terbit 3 kali dalam setahun. Fokus dan scope penelitian di bidang Ilmu Komunikasi mencakup : Komunikasi Pemasaran Public Relations Periklanan Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Manajemen Media
Articles 757 Documents
Pengalaman Emotional Labor Pekerja Jasa Sleep Call dalam Interaksi Digital dengan Klien Sofia Fasya Nadhira; Gilang Gusti Aji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81389

Abstract

Perkembangan teknologi digital memunculkan praktik sleep call sebagai bentuk companionship virtual berbasis suara, yang kemudian terkomodifikasi menjadi layanan berbayar. Layanan ini menuntut pekerja (talent) untuk mengelola emosi secara profesional guna menghadirkan kenyamanan bagi klien, namun perspektif pekerja dalam praktik ini masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman emotional labor pekerja jasa sleep call dalam interaksi dengan klien, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan (talent agensi, independen, dan mantan talent) yang dipilih secara purposive, dianalisis menggunakan kerangka emotional labor Hochschild. Hasil penelitian menunjukkan talent melakukan surface acting dan deep acting disertai emotional dissonance yang memudar seiring pengalaman. Feeling rules bersumber dari aturan institusional dan pribadi, dengan talent independen lebih rentan terhadap pelanggaran batas. Kebutuhan emosional klien yang beragam serta interaksi berulang memunculkan kedekatan emosional yang dapat melampaui batas profesional, dengan dampak dua arah: kelelahan emosional sekaligus peningkatan kepekaan dan kemampuan komunikasi talent.
STUDI FENOMENOLOGI PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA WARTAWAN SIWO PWI JAWA TIMUR Erlangga Putra Hardianto; Aditya Fahmi Nurwahid
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81390

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah membawa gangguan masif dalam industri media digital, ditandai dengan tingginya tekanan kecepatan publikasi lintas platform. Wartawan olahraga, khususnya yang tergabung dalam Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Jawa Timur, membayangkan kenyataan beban kerja yang ketat dalam menyajikan berita kompetisi olahraga yang padat. Kehadiran teknologi AI generatif menawarkan solusi otomatisasi, namun memicu dinamika adaptasi serta tantangan etis tersendiri di ruang redaksi masih terhambatnya bias pemahaman konteks lokal dan adanya kesenjangan adaptasi digital antargenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perspektif serta interaksi subyektif wartawan olahraga SIWO PWI Jawa Timur mengenai pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi Alfred Schutz. Data primer diperoleh melalui teknik wawancara mendalam dengan lima informan wartawan olahraga SIWO PWI Jawa Timur yang dipilih berdasarkan variasi latar belakang generasi lintas era digital. Data sekunder didukung oleh studi dokumen produk artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pers mengintegrasikan AI seperti ChatGPT, Gemini dan kecerdasan buatan lainnya murni sebagai alat bantu pendukung dalam proses jurnalisme tanpa mendegradasi intuisi serta kendali moral wartawan. Meski demikian, efektivitas pemanfaatannya di lingkungan SIWO Jatim.
Pengaruh Iklan Grab “Kumis Mas Adam, Awet Murahnya” Terhadap Brand Loyalty Grab Indonesia (Studi pada pengguna aktif Grab Bike di Jakarta) Aryasatya Vincentio Wian; Tsuroyya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81391

Abstract

Perkembangan iklan dalam industri layanan transportasi daring memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan respons perilaku konsumen terhadap suatu merek. Iklan tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga sebagai alat komunikasi persuasif yang mengintegrasikan daya tarik rasional dan emosional untuk memengaruhi persepsi konsumen. Dalam persaingan layanan transportasi daring yang semakin ketat, iklan menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk citra merek serta mempertahankan loyalitas pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklan Grab “Kumis Mas Adam, Awet Murahnya” dengan brand loyalty pengguna GrabBike di Jakarta. Iklan tersebut dianalisis berdasarkan advertising appeals yang terdiri dari rational appeals dan emotional appeals sebagai variabel independen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 385 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pernah melihat iklan tersebut dan aktif menggunakan layanan GrabBike di Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring, dengan uji coba (pre-test) pada 30 responden untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara iklan “Kumis Mas Adam, Awet Murahnya” dengan brand loyalty, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,519 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang menunjukkan hubungan positif dengan kategori sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik persepsi terhadap daya tarik rasional dan emosional dalam iklan, maka semakin tinggi tingkat brand loyalty pengguna. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa daya tarik iklan memiliki peran penting dalam membentuk evaluasi dan loyalitas konsumen terhadap merek. Dengan demikian, efektivitas iklan tidak hanya ditentukan oleh tingkat paparan, tetapi juga oleh bagaimana pesan rasional dan emosional dalam iklan tersebut dipersepsikan oleh konsumen.   
Pengaruh Strategi Live Streaming Terhadap Citra Merek YSL Beauty di Mata Audiens Muhammad Restu Aji Parameswara; Hasna Nur Lina
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81393

Abstract

Perkembangan fitur live streaming shopping pada platform TikTok telah dimanfaatkan sebagai strategi komunikasi pemasaran, termasuk oleh merek mewah seperti YSL Beauty Indonesia. Meskipun demikian, penggunaan live streaming pada merek mewah masih menimbulkan perdebatan karena dikhawatirkan dapat memengaruhi citra merek yang eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi live streaming shopping terhadap citra merek YSL Beauty Indonesia di mata audiens. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivistik dan metode survei. Data diperoleh melalui kuesioner terbuka yang disebarkan secara daring kepada 384 responden Generasi Z pengguna TikTok, kemudian dianalisis menggunakan metode kategorisasi dengan mengelompokkan jawaban berdasarkan kata kunci dan menghitung frekuensi kemunculannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas audiens memandang YSL Beauty sebagai merek yang mewah dan premium. Identitas visual, seperti logo, kemasan, dan desain produk, menjadi ciri khas utama yang memperkuat brand recognition, sedangkan kualitas produk dan formula dipersepsikan sebagai keunggulan yang membedakan YSL Beauty dari merek kosmetik lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi live streaming shopping mampu memperkuat citra merek melalui penyajian visual yang konsisten, komunikasi produk yang informatif, serta pengalaman siaran yang selaras dengan karakter merek mewah.
Manajemen Krisis Bumdes Sekapuk Dalam Memulihkan Citra Wisata Setigi Pasca Kasus Penggelapan Aset Desa Mohammad Teguh Santoso; Tsuroyya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81394

Abstract

Village-Owned Enterprises (BUMDes) play an important role in improving the village economy through the management of local potential, making organizational sustainability highly dependent on public trust. A conflict involving the former Head of Sekapuk Village triggered a crisis that led to a decline in public trust toward BUMDes Sekapuk and the image of Setigi Tourism as one of the village's main attractions. This study aims to analyze the crisis management strategies implemented by BUMDes Sekapuk in restoring its organizational image after the crisis. The research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and were analyzed using W. Timothy Coombs’ Situational Crisis Communication Theory (SCCT). The findings reveal that BUMDes Sekapuk implemented various crisis management strategies, including a family-oriented approach, open deliberation forums, mediation processes, improvements in organizational governance, and the rebranding of Setigi Tourism into Sekapuk Smartland. These efforts reflected the application of diminish, rebuild, and bolstering strategies aimed at reducing the impact of the crisis, improving relationships with the community, and rebuilding public trust and organizational image. The study concludes that these strategies contributed significantly to the gradual recovery of BUMDes’ image and the reputation of village tourism.  
Pengaruh User Generated Content (UGC) pada Aplikasi TikTok terhadap Minat Berkunjung ke Kopi Klotok Yogyakarta Amalia Husnaifah Raihani; Oni Dwi Arianto
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81395

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  menguji  pengaruh  User  Generated Content  (UGC)  pada  aplikasi TikTok terhadap minat berkunjung ke Kopi Klotok Yogyakarta. Elaboration Likelihood Model (ELM) digunakan sebagai kerangka interpretatif untuk menafsirkan keterkaitan antara karakter isi dan penyajian pesan UGC dengan pembentukan minat berkunjung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan metode survei terhadap 390 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert 1-5 untuk mengukur dimensi UGC, yaitu content authenticity, content interestingness, content usefulness, dan content valence, serta aspek operasional minat berkunjung, yaitu likelihood of visiting, time allocation, willingness to expend money, dan willingness to recommend. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, regresi linear sederhana, uji t, koefisien determinasi, serta analisis tambahan terhadap kontribusi dimensi  UGC. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  UGC  pada  aplikasi  TikTok  berpengaruh  positif  dan  signifikan terhadap minat berkunjung ke Kopi Klotok Yogyakarta (B = 0,746; beta = 0,767; t = 23,540; p < 0,001). Nilai R Square sebesar 0,588 menunjukkan bahwa UGC mampu menjelaskan 58,8% variasi minat berkunjung. Analisis tambahan menunjukkan bahwa  content interestingness memiliki kontribusi prediktif relatif paling kuat ketika seluruh dimensi UGC diuji secara bersama-sama.
The Makna Pernikahan Dini dalam Perspektif Society: Intervensi Keluarga terhadap Keputusan Menikah Pasangan di Kota Probolinggo Aurelia Putri; Aditya Fahmi Nurwahid
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pernikahan dini yang dibentuk oleh pengaruh keluarga, dengan menggunakan perspektif "masyarakat" dalam kerangka teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead. Melalui pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini mengkaji lima pasangan di Kota Probolinggo yang menikah pada usia muda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk menikah tidak semata-mata didasarkan pada kehendak individu, melainkan sangat dipengaruhi oleh keluarga yang terwujud dalam bentuk perjodohan, tuntutan kepatuhan kepada orang tua, nilai-nilai agama, serta tradisi budaya setempat. Nilai-nilai tersebut terinternalisasi sebagai pedoman dalam menyetujui pernikahan, meskipun sebagian responden pada awalnya belum siap secara psikologis. Penelitian ini menunjukkan bahwa "masyarakat" merupakan faktor dominan dalam membentuk makna pernikahan dini, yang mengesampingkan keinginan pribadi. Akibatnya, pernikahan dipandang sebagai wujud tanggung jawab, kepatuhan, dan pengabdian kepada keluarga.
Komunikasi Krisis MAN 1 Lamongan dalam Penanganan Kasus Pendaftaran Siswa Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi Fauzia Naswa Aprita; Teguh Dwi Putranto
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81398

Abstract

Kasus yang terjadi pada sekolah MAN 1 Lamongan yaitu kegagalan pendaftaran siswa seleksi nasional berdasarkan prestasi menjadi krisis bagi 22 siswa yang terdampak dan hal ini tentu menimbulkan rasa kecewa, sedih, frustasi pada siswa yang terdampak karena merasa kehilangan kesempatan emas untuk melanjutkan Pendidikan Perguruan Tinggi Negeri melalui Jalur berdasarkan prestasi. Pada kondisi tersebut tidak hanya mempengaruhi semangat belajar, melainkan juga menurunkan kredibilitas diri mereka dengan sistem pendidikan yang seharusnya mendukung perkembangan akademik peserta didik. Kondisi ini menuntut pihak MAN 1 Lamongan melakukan komunikasi krisis guna menangani krisis yang terjadi dan memulihkan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi krisis MAN 1 Lamongan dalam penanganan krisis pendaftaran siswa seleksi nasional berdasarkan prestasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan yaitu melalui Observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MAN 1 Lamongan menerapkan Komunikasi Krisis berdasarkan Teori SCCT (Situational Communication Crisis) yaitu Deny (penyangkalan), Diminish (Pengurangan Dampak), Rebuild (Membangun Kembali), Bolstering (Penguatan). Implementasi ini tercermin melalui pengalihan kesalahan pada sistem, penekanan konsekuensi terhadap siswa penyebar video, Klarifikasi Pihak Madrasah terhadap Situasi Sistem Pendaftaran SNBP, Klarifikasi Pihak Madrasah Terhadap Guru yang Bersangkutan, Permohonan maaf dari pihak Madrasah, Pendampingan Siswa dan Pemberian Harapan, Apresiasi Pihak Madrasah Terhadap Murid dan Wali Murid Terdampak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa MAN 1 Lamongan telah mengimplementasikan komunikasi krisis sesuai dengan teori SCCT dengan berbagai upaya komunikasi yang dilakukan guna mengurangi dampak negatif krisis.
Strategi Niche Konten Afiliator Pemula dalam Memasarkan Produk di TikTok (Studi Komparasi pada Beauty, Mom & Kids, dan Fashion) Friska Rosyidah; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81403

Abstract

Perkembangan TikTok sebagai media sosial sekaligus platform pemasaran digital telah membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi afiliator dan memperoleh komisi melalui promosi produk. Fenomena ini mendorong munculnya afiliator pemula yang memanfaatkan berbagai niche konten untuk menarik perhatian audiens dan meningkatkan keterlibatan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi niche konten yang diterapkan afiliator pemula dalam memasarkan produk di TikTok pada niche beauty, mom & kids, dan fashion. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif. Informan penelitian terdiri dari tiga afiliator pemula, yaitu akun @itsdinayyz (beauty), @nooviahr (mom & kids), dan @afbfashion6 (fashion). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis komparatif tetap. Penelitian ini menggunakan teori The Circular Model of SOME meliputi aspek share, optimize, manage, dan engage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap niche menerapkan strategi konten yang berbeda sesuai karakteristik audiensnya. Niche beauty menekankan konten review berbasis pengalaman pribadi dan penggunaan hook yang relevan. Niche mom & kids mengandalkan review, tutorial, serta pengalaman parenting dengan pendekatan soft selling. Sementara itu, niche fashion berfokus pada visualisasi produk, personal branding, dan pemanfaatan tren TikTok. Meskipun berbeda, ketiga afiliator sama-sama mengoptimalkan fitur TikTok, mengevaluasi performa konten, serta membangun interaksi dengan audiens untuk meningkatkan keterlibatan dan mendukung pemasaran produk affiliate.
Pengaruh Kualitas Konten Tiktok Bang Jago Kopi Terhadap Purchase Intention Jago Coffee Nadiva Aulia Ramadhani; Herma Retno Prabayanti
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81406

Abstract

Perkembangan TikTok menjadi sarana krusial bagi industri kuliner modern dalam membangun minat beli konsumen melalui pengelolaan konten. Penelitian ini menganalisis pengaruh Kualitas Konten TikTok @bangjagokopi terhadap Purchase Intention Jago Coffee menggunakan landasan konsep Komunikasi Pemasaran Digital. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan profil keterpaparan media dan Rumus Slovin. Data dikumpulkan via Google Form dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan kualitas konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention (t hitung 21,154 > 1,984; sig. 0,001 < 0,05) dengan kontribusi sebesar 82% (R Square = 0,820). Secara deskriptif, dimensi Relevansi Konten paling dominan pada variabel X karena mampu membangun kedekatan emosional, sedangkan dimensi Niat Membeli mencatat nilai tertinggi pada variabel Y yang didominasi hasrat spontan mencoba produk. Penelitian ini mengidentifikasi dua bentuk research gap. Pertama, Kesenjangan Motif Audiens menunjukkan audiens lebih menuntut informasi produk dan transparansi harga dibandingkan unsur hiburan. Kedua, Kesenjangan Waktu Respons memperlihatkan adanya perbedaan antara tingginya hasrat spontan jangka pendek untuk mencoba produk akibat penasaran visual, dengan rendahnya komitmen pembelian ulang jangka panjang akibat batasan fisik aksesibilitas armada serta kecocokan rasa. Disimpulkan bahwa komunikasi pemasaran digital efektif membangun ketertarikan awal, namun loyalitas konsumen tetap ditentukan oleh validasi fisik terhadap kualitas pelayanan riil dan produk di lapangan.