cover
Contact Name
Rahmat Sewa Suraya
Contact Email
mhat_suraya@yahoo.co.id
Phone
+6285395828765
Journal Mail Official
lisani.tradisilisan@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Universitas Halu Oleo, Gedung Fakultas Ilmu Budaya Lantai II, Jl. H.E.A. Mokodompit, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
LISANI : Jurnal Kelisanan Sastra dan Budaya
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 26139006     EISSN : 26224909     DOI : https://doi.org/10.33772/lisani
Jurnal ini berisi tentang hasil penelitian, artikel ilmiah, makalah ilmiah dalam bidang kelisanan dalam bidang sastra dan budaya di Indonesia. Jurnal ini terbuka untuk para peneliti dan para penulis yang berminat dalam kajian tradisi lisan khususnya kelisanan dalam budaya dan sastra di Indonesia.
Articles 145 Documents
Pengetahuan Tradisional Suku Muna dalam Pengobatan Rempe di Desa Ondoke Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat Siti Nurhalisa; Rahmat Sewa Suraya; Nurtikawati Nurtikawati
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 No 1, Juni 2025
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/c2jz1935

Abstract

Penyakit Rempe merupakan penyakit yang disebabkan oleh pergantian musim atau kondisi cuaca yang buruk, dengan gejala utama berupamunculnya ruam kemerahan pada seluruh bagian tubuh penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengetahuan tradisional masyarakat mengenai pengobatan penyakit Rempe, serta menguraikan proses pelaksanaan pengobatan tersebut di Desa Ondoke, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datamelalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan tradisional penyakit Rempe terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap awal, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Pada tahap awal, pihak keluarga pasien terlebih dahulu memberitahukan kepada dukun waktu yang dianggap baik untuk melakukan pengobatan. Selanjutnya, keluarga menyiapkan air mineral (air aqua) yang kemudian dibacakan mantra oleh dukun. Setelah itu, air tersebut langsung diberikan kepada penderita dengan tujuan untuk mengeluarkan penyakit dari dalam tubuh. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan ramuan tradisional yang berasal dari beberapa jenis tumbuhan, seperti daun tomat (roo ntamate), daun jawa (kambadhawa), dan biji labu kuning (ghonuno labu). Adapun padatahap akhir, pengobatan dilakukan dengan menggunakan santan kelapa yang digunakan untuk memandikan penderita. Tujuan dari tahapanini adalah untuk menghaluskan kulit dan membersihkan bekas bintik-bintik yang terdapat pada tubuh penderita.
Tradisi Kafoere Pada Orang Muna Di Desa Wakadia Kecamatan Watopute Kabupaten Muna Ahmat Keke; Ronan Trisilia
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 No 1, Juni 2025
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/b43kj298

Abstract

Tradisi Kafoere adalah sebuah praktik adat masyarakat Muna yang bertujuan untuk memohon keselamatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, agar terhindar dari bala dan malapetaka serta untuk mendatangkan keberkahan dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan proses, fungsi, dan pantangan dalam tradisi kafoere pada masyarakat Muna di Desa Wakadia Kecamatan Watopute Kabupaten Muna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi kafoere memiliki berbagai bentuk, antara lain kafoere untuk pertandingan, pendidikan, merantau, pernikahan, dan peperangan. Masyarakat Muna meyakini bahwa pelaksanaan kafoere dapat mendatangkan keselamatan, keberkahan, serta perlindungan dari bala dan malapetaka atas izin Tuhan Yang Maha Kuasa. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual perlindungan, tetapi juga mengandung nilai-nilai simbolik yang memperkuat identitas budaya dan spiritual masyarakat.
Tradisi Pengobatan Kawangku Buku Pada Masyarakat Muna di Desa Mabolu Kecamatan Lohia Kabupaten Muna La Ode Ikbal; Syahrun Syahrun; La Ode Marhini
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 No 1, Juni 2025
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/c8vjq143

Abstract

Kawangku Buku (pukul tulang) merupakan tradisi pengobatan tradisional masyarakat Muna yang masih dilestarikan hingga kini.Pengobatan ini dilakukan dengan cara memukul bagian tubuh tertentu untuk mengobati sakit tulang akibat kelelahan bekerja, dan biasanyadiperuntukkan bagi orang tua berusia 40 tahun ke atas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan serta makna simbolik dalam tradisi Kawangku Buku di Desa Mabolu, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna. Metode yang digunakan adalah deskriptifkualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Proses pelaksanaan dimulai dari pertemuan keluarga pasien dengan imam untuk menentukan waktu dan tempat pengobatan. Kemudian dilakukan persiapan alat danbahan. Pada hari pelaksanaan, imam membacakan mantra ke dalam air, lalu air digunakan untuk menyiram alat kerja dan makanan. Pasienmencuci muka, tangan, dan kaki, dilanjutkan dengan pemukulan pada tubuh pasien dan alat kerja, pembacaan doa, serta pemberian bhoka(nasi). Makna simbolik dari alat dan bahan sangat penting. Lakora melambangkan kekuatan, neke kebugaran, kariwu-riwu dan lapa-lapa sebagai penyembuh, karukuno kaharo penolak penyakit, serta kain putih dan daun pisang sebagai lambang kesucian. Pukulan di dahi melambangkan kedekatan kepada Tuhan.
Tradisi Kadamba Pada Masyarakat Desa Moko Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah Muhamad Risal; La Niampe La Niampe; La Ode Marhini
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 No 1, Juni 2025
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/vb8yzt49

Abstract

Tradisi kadamba adalah suatu kebiasaan yang dilakukan sebelum kegiatan pelamaran selesai, bentuk kesepakatan serta keikhlasan seorang laki-laki kepada calon mempelai wanita dari pihak keluarga untuk selalu mengunjungi calon istri, pihak laki-laki mengunjungi calon mempelai wanita dianggap sebagai bukti bahwa keduanya sudah saling mengikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsidan nilai-nilai di Desa Moko Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah.. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil Penelitian Tradisi kadamba adalah salah satu tradisi masyarakat Moko di buton tengah yang dilakukan setelah pelamaran. Tradisi kadamba bentuk kesepakatan serta keikhlasan seorang laki-laki kepada calon mempelai wanita dari pihak keluarga untuk selalu mengunjungi calon istri, pihak laki-laki mengunjungi calon mempelai wanita di anggap sebagai bukti bahwa keduanya sudah saling mengikat. Kegiatan yang sering dilakukan dengan membawakan bahan-bahan keperluan dapur, seperti beras, sayur-sayuran. Selain bentuk makan ada juga bentuk tenaga seperti, mempelai pria selalu membantu orang tua wanita dalam hal berkebun atau membersihkan pekarangan rumah dan lain. Fungsi yang terdapat dalam tradisi kadamba pada masyarakat desa moko, yakni; Adaptasi, Pencapain Tujuan, Integrasi, dan Pemeliharaan Pola.Nilai- nilai yangterkandung dalam tradisi kadamba pada masyarakat desa moko yakni; Nilai Komunikatif, Nilai Tanggung Jawab, Nilai Silaturahmi, Nilai Keikhlasan, Nilai Kejujuran.
Praktik Pengobatan Tradisional Monggeha Sinalaki (Membuang Kesalahan) Pada Suku Tolaki di Desa Bungguosu Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara Riska; Abdul Alim; Agus Rihu
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 No 1, Juni 2025
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/xrrah891

Abstract

Monggeha Sinalaki adalah pengobatan tradisional yang dilakukan oleh masyarakat Tolaki dengan bantuan supranatural yang disebut Mbu’owai (dukun) yang menggunakan air sebagai media pelaksanaan prosesi pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana praktik dan bentuk pewarisan pengobatan tradisional Monggeha Sinalaki. Dalam penelitian ini menggunakan teori/konsep pengobatan tradisional dan pewarisan tradisional dengan jenis penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi/pengamatan, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengobatan Monggeha Sinalaki terdiri dari tiga tahapan yaitu tahapan persiapan, sebelum pengobatan Monggeha Sinalaki dilakukan, pihak keluarga pasien terlebih dahulu mengunjungi rumah dukun (Mbu’owai) untuk membicarakan atau memberitahu perihal penyakit yang di derita oleh pasien dan mereka mulai menanyakan apakah harus dibawa di rumah dukun atau di rumah pasien saja untuk pengobatan Monggeha Sinalaki, pelaksanaan yakni dimana terlebih dahulu dukun (Mbu’owai) menyentuh dada dan perut si pasien dengan menggunakan piring yang telah berisikan air dan uang logam, dan tahapan ketiga yaitu tahap akhir yaitu dukun (Mbu’owai) menyentuh ke dua telapak kaki sipasien sambil membacakan mantra dan si pasien meminum air yang sudah dibacakan mantra oleh dukun. Pola pewarisan dalampengobatan Monggeha Sinalaki yaitu dengan cara nonformal, yakni melalui keturunan dan dengan cara berguru.