cover
Contact Name
Oktariani Pramiastuti
Contact Email
jurnalkunir@bhamada.ac.id
Phone
+6285640253017
Journal Mail Official
jurnalkunir@bhamada.ac.id
Editorial Address
Program Studi Farmasi Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bhamada Slawi Jl. Cut Nyak Dien No.16, Kalisapu, Kec. Slawi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah
Location
Kab. tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Kunir: Jurnal Farmasi Indonesia (KJFI)
ISSN : -     EISSN : 3025907X     DOI : https://doi.org/10.36308/kjfi.v1i1
Core Subject : Health, Science,
Kunir: Jurnal Farmasi Indonesia (KJFI) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Farmasi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi yang bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). KJFI diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan November. KJFI menerima naskah tentang hasil penelitian laboratorium, lapangan, mini review, surat kepada editor, dan studi kasus yang berhubungan dengan bidang kefarmasian (Farmakoterapi, Farmasi Klinis, Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Analisis Farmasi, Biologi Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, Manajemen Farmasi, Farmakoekonomi, Farmakologi, Farmasi Lingkungan, Fiotkimia, Biokimia, Kimia Farmasi, Kimia Bahan Alam, Sintesis Senyawa Obat, Pengobatan Herbal, Bioteknologi, Nanoteknologi). Naskah yang dimuat merupakan hasil seleksi dan disetujui oleh Dewan Redaksi dan belum pernah dimuat di jurnal lain.
Articles 38 Documents
Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Daun Mint (Mentha Piperita L.) Yang Diekstraksi Dengan Metode Ultrasonic Assisted Extraction Wardhani, Risty Ayu; Cahyani, Intan Martha; Suharsanti, Ririn
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 1 (2025): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i1.770

Abstract

Paparan sinar matahari berlebihan menimbulkan efek merugikan bagi kulit seperti eritema, immediate pigmen darkening, fotoaging dan fotokarsinogenik. Salah satu upaya untuk mencegah yaitu menggunakan tabir surya. Daun mint (Mentha piperita L.) mengandung senyawa flavonoid yang memiliki sifat antioksidan yang sangat tinggi. Selain memiliki antioksidan yang sangat tinggi, flavonoid juga merupakan komponen yang dapat menangkal radikal induksi ultraviolet sehingga berpotensi sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tabir surya pada daun mint berdasarkan nilai Sun Protection Factor (SPF), persentase transmisi eritema (%Te), dan persentase transmisi pigmentasi (%Tp) secara in vitro. Metode ekstraksi dilakukan dengan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) dengan variasi suhu 50˚C, 60˚C, 70˚C dan lama waktu 10 menit, 20 menit, 30 menit. Pengujian aktivitas tabir surya dilakukan tehadap semua sampel pada konsentrasi 100, 200, dan 300 ppm yang meliputi penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF), persentase transmisi eritema (%Te), dan persentase transmisi pigmentasi (%Tp) ekstrak daun mint dengan menggunakan spektrofotometer UV (panjang gelombang 2990-320 nm). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak paling baik terdapat pada variasi lama waktu ekstraksi 30 menit dengan suhu ekstraksi 70˚C.
Review Artikel: Potensi Talas sebagai Obat Luka Laila, Wahyu Kumil; Firsty, Girly Risma; Sunardi, Kartika Setyaningsih
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 1 (2025): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i1.808

Abstract

Latar belakang: Luka insisi merupakan luka goresan pada kulit yang disebabkan oleh benda tajam. Umum terjadinya luka insisi pada masyarakat dan minimnya pemanfaatan tanaman obat menjadi fokus utama dalam review ini. Umbi secara empiris telah digunakan masyarakat sebagai pembalut luka dan secara ilmiah mengandung saponin, tanin, dan flavonoid untuk meningkatkan reepitalisasi luka insisi. Tujuan: bukti ilmiah tentang penggunaan ekstrak umbi talas dalam meningkatkan reepitelisasi luka insisi, jumlah fibroblas dan ketebalan kolagen. Metode: studi literature jurnal dilakukan secara sistematis melalui penelusuran hasil publikasi ilmiah menggunakan database PubMed, Google Scholardan Scientdirect. Hasil: tanaman umbi talas memliki kandungan yang dapat mempercepat penyembuhan luka dengan membantu reepitalisasi sel kulit. Kata kunci : Colocasia esculenta, talas, luka Introduction: Incision wounds are scratches on the skin caused by sharp objects. The common occurrence of incision wounds in society and the minimal use of medicinal plants are the main focus of this review. Tubers have been empirically used by the community as wound dressings and scientifically contain saponins, tannins, and flavonoids to increase reepithelialization of incision wounds. Objective: scientific evidence on the use of taro tuber extract in increasing reepithelialization of incision wounds, the number of fibroblasts and collagen thickness. Methods: a systematic journal literature study was conducted through searching for scientific publication results using the PubMed, Google Scholar and Scientdirect databases. Results: taro tuber plants have content that can accelerate wound healing by helping skin cell reepithelialization. Keywords : Colocasia esculenta, taro, wound
Hubungan antara Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Tabir Surya pada Siswa SMK Muhammadiyah Lebaksiu, Kabupaten Tegal Nisa, Ikrima Khaerun; Hidayati, Nur Rahmah; Nisa, Fitrotun; Ratih, Putri Deti; Rosita, Melia Eka
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 1 (2025): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i1.813

Abstract

Tabir surya adalah cara paling populer untuk melindungi kulit dari sinar UV. Beberapa kandungan bahan aktif dalam tabir surya dapat melindungi kulit dengan memantulkan, menghamburkan dan menyerap sinar UV. Kesadaran akan menggunakan tabir surya masih rendah di Indonesia. Hal ini terlihat masih sedikitnya masyarakat yang sadar akan penggunaan tabir surya setiap hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku dalam penggunaan tabir surya pada siswa SMK Muhammadiyah Lebaksiu, Kabupaten Tegal. pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden sebanyak 72 orang dengan desain penelitian non-probability-purposive sampling. Instrumen utama penelitian ini adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan aplikasi IBM SPSS kemudian diolah dengan uji analisis chi-square. Hasil analisis menunjukan sebanyak 87,5% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dalam penggunaan tabir surya, sedangkan 11,1% lainnya memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dalam penggunaan tabir surya. Sebanyak 30,6% responden memiliki tingkat perilaku yang kurang, sedangkan 69,4% lainnya memiliki tingkat perilaku yang cukup dalam penggunaan tabir surya. Berdasarkan uji Chi-Square, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku Siswa SMK Muhammadiyah Lebaksiu terhadap penggunaan tabir surya (p=0,098 > 0,05).
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Muli (Musa acuminta Colla.) dalam Sediaan Foot Sanitizer Spray Sebagai Antiseptik Alami Amalia, Meli; Rejeki, Desi Sri; Alfiraza, Ery Nourika
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i2.814

Abstract

Kulit pisang muli diketahui memiliki beberapa senyawa aktif diantaranya flavonoid, saponin serta tanin yang memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan sediaan antiseptik alami (foot sanitizer spray). Foot sanitizer spray adalah produk larutan higienis untuk kaki yang diformulasikan guna menjaga kebersihan dan kesehatan kaki, membunuh bakteri, ragi serta jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri serta menentukan konsentrasi optimal dari sediaan foot sanitizer spray dalam menghambat S.aureus. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol kulit pisang muli dapat dibuat menjadi sediaan foot sanitizer spray dibuktikan dengan semua uji fisik sediaan yang dilakukan memperoleh hasil sesuai dengan literatur yang ditentukan, serta dapat menghambat pertumbuhan S.aureus. Formula 3 menunjukkan efektivitas tertinggi dalam menghambat S.aureus, dengan ukuran area hambat mencapai 11 mm yang termasuk dalam klasifikasi daya hambat kuat. Pengolahan data dilakukan menggunakan uji statistik Kruskal- Wallis dan memperoleh hasil adanya perbedaan yang bermakna pada zona hambat masing-masing konsentrasi. Semakin tinggi konsentrasi zat aktif, maka aktivitas antibakteri semakin tinggi.
Review Article: Manajemen Terapi Farmakologi dan Non Farmakologi pada Pasien Hipertensi Artini, Putu Wina Widya; Rosita, Melia Eka; Purba, Kristina Mahdalena; Giban, Natalia; Kobak, Yosua Yahuli
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i2.789

Abstract

Hipertensi ialah kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam kurun waktu yang lama) yang dapat menyebabkan kesakitan pada seseorang dan bahkan menyebabkan kematian. Seseorang dapat disebut hipertensi jika di dapatkan tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan diastolik > 90 mmHg (Yeyeh, 2010). Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti retinopati, penebalan dinding jantung, kerusakan ginjal, jantung koroner, pecahnya pembuluh darah, stroke, bahkan dapat menyebabkan kematian. Menurut data World Healty Oraganization (WHO, 2015) menunjukan prevelensi penderita hipertensi terjadi pada kelompok usia dewasa yang berumur ≥ 25 tahun yaitu sekitar 40%. Hal ini menunjukan prevelensi kejadian hipertensi di Indonesia cukup tinggi dan dampak dari kejadian hipertensi memerlukan perhatian dan penanganan khusus. Untuk mencegah Hipertensi dan mengendalikan Hipertensi beberapa hal dapat dikontrol diantaranya berat badan berlebih, aktifitas fisik, merokok, serta asupan nutrisi. Metode yang digunakan dalam jurnal adalah literatur artikel melalui google scholar dengan 8 jurnal pada tahun 2019-2025. Hasil literature review mamajemen terapi secara non farmakologi menunjukkan adanya penurunan pada tekanan darah dengan terapi nutrisi dan terapi diet, self care manajemen dan terapi spritual emotional fredom technique, terapi diet DASH. Dan manajemen terapi secara farmakologi obat yang paling banyak digunakan adalah golongan CCBs (calcium channel blockers) seperti obat amlodipine dan ARB (angiotensin reseptor block) seperti obat kandesartan, bisoprolol, metformin.
Review Article: Pelayanan Farmasi Klinik di Apotek Berdasarkan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016 di Indonesia Agusti, Marcelli Regina; Rosita, Melia Eka; Maulidin, Muhammad Iqbal; Arsady, Faniesha Alia
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i2.796

Abstract

Pelayanan farmasi klinik di apotek merupakan aspek integral dari sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk memastikan penggunaan obat yang rasional dan aman bagi pasien. Peran apoteker meliputi pengkajian resep, dispensing, pelayanan informasi obat, konseling, pemantauan terapi obat, serta monitoring efek samping obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan penerapan pelayanan farmasi klinik di apotek agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelusuran jurnal penelitian yang diterbitkan dalam rentang waktu tahun 2021 hingga 2025. Hasil telaah menunjukkan bahwa penerapan konseling, pengkajian resep, dispensing, dan pelayanan kefarmasian di rumah telah dilakukan dengan baik di beberapa wilayah seperti Sleman dan Banyumas. Namun, aspek PIO, PTO, dan MESO masih belum sepenuhnya sesuai dengan standar nasional. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas serta kepatuhan terhadap regulasi agar pelayanan farmasi klinik dapat berperan optimal dalam peningkatan hasil terapi pasien.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Tradisional di Desa Temenggungan Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Jannah, Miftakhul; Kusumo, Djati Wulan; Mayangsari, Fransisca Dita
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i2.852

Abstract

Penggunaan obat tradisional masih menjadi bagian penting dari praktik kesehatan masyarakat di pedesaan Indonesia, namun pemahaman terkait aspek keamanan, batas konsumsi, dan regulasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat pengetahuan masyarakat Desa Temenggungan tentang obat tradisional serta hubungan karakteristik responden terhadap tingkat pengetahuan tersebut. Penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi ini melibatkan 89 responden yang dipilih secara purposive dan stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner terstruktur 15 item pertanyaan yang telah diuji validitas menggunakan korelasi Pearson ( r hitung 0,612–0,863 > r tabel 0,361) dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha (0,939). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial (uji chi-square). Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan kategori cukup (69,7%), diikuti kurang (21,3%) dan baik (9%). Pekerjaan berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan (p=0,009), sedangkan umur (p=0,372) dan pendidikan (p=0,720) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Secara umum, masyarakat di Desa Temenggungan memiliki pengetahuan yang berada pada kategori cukup dengan kekuatan pada pemahaman definisi dan manfaat umum, namun lemah pada aspek keamanan, batas konsumsi, dan literasi regulasi. Edukasi berbasis bukti ilmiah diperlukan untuk meningkatkan penggunaan obat tradisional yang aman dan tepat.
Pengaruh NaOH terhadap Sediaan Sabun Padat Ekstrak Kulit Durian (Durio zibethinus Murr.) Saputra, Sony Andika; Anggraini, Tiva Surya
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i2.869

Abstract

Sabun adalah sediaan topikal yang umum digunakan sehari-hari, serta efektif dalam membersihkan kotoran dan bakteri pada kulit. Antibakteri alami dapat ditemukan pada tanaman, seperti kulit durian yang mengandung senyawa alkaloid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsentrasi NaOH mempengaruhi mutu fisik sediaan sabun padat ekstrak kulit durian (Durio zibethinus Murr.). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Ekstrak kulit durian yang diperoleh dilakukan uji skrining fitokimia. Setelah itu, ekstrak kulit durian diformulasikan menjadi sabun dengan variasi konsentrasi NaOH (6,5 %, 8,5 %, dan 10 %). Sabun yang sudah jadi dievaluasi mutu fisiknya melalui serangkaian pengujian seperti uji organoleptis, uji pH, uji stabilitas busa, dan uji kadar air. Meskipun ditemukan bahwa perbedaan konsentrasi NaOH mempengaruhi berat, bentuk, dan warna pada sabun, secara keseluruhan disimpulkan bahwa konsentrasi NaOH tidak berpengaruh terhadap kualitas sabun dalam uji organoleptis, pH, stabilitas busa, dan kadar air.

Page 4 of 4 | Total Record : 38