cover
Contact Name
Oktariani Pramiastuti
Contact Email
jurnalkunir@bhamada.ac.id
Phone
+6285640253017
Journal Mail Official
jurnalkunir@bhamada.ac.id
Editorial Address
Program Studi Farmasi Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bhamada Slawi Jl. Cut Nyak Dien No.16, Kalisapu, Kec. Slawi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah
Location
Kab. tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Kunir: Jurnal Farmasi Indonesia (KJFI)
ISSN : -     EISSN : 3025907X     DOI : https://doi.org/10.36308/kjfi.v1i1
Core Subject : Health, Science,
Kunir: Jurnal Farmasi Indonesia (KJFI) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Farmasi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi yang bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). KJFI diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan November. KJFI menerima naskah tentang hasil penelitian laboratorium, lapangan, mini review, surat kepada editor, dan studi kasus yang berhubungan dengan bidang kefarmasian (Farmakoterapi, Farmasi Klinis, Farmasetika dan Teknologi Farmasi, Analisis Farmasi, Biologi Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, Manajemen Farmasi, Farmakoekonomi, Farmakologi, Farmasi Lingkungan, Fiotkimia, Biokimia, Kimia Farmasi, Kimia Bahan Alam, Sintesis Senyawa Obat, Pengobatan Herbal, Bioteknologi, Nanoteknologi). Naskah yang dimuat merupakan hasil seleksi dan disetujui oleh Dewan Redaksi dan belum pernah dimuat di jurnal lain.
Articles 38 Documents
Evaluasi Penggunaan Antibiotik di Puskesmas Kabupaten Tegal di Jawa Tengah Dengan Metode ATC/ DDD Fakhrunnisa, Farida
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 1 (2024): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i1.670

Abstract

Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang memiliki pelayanan andalan peresepan dan penggunaan obat. Antibiotik merupakan salah satu obat yang sering diresepkan. Penggunaan yang berlebihan dapat menjadikan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kuantitas penggunaan antibiotik sebelum dan sesudah dilakukan intervensi edukasi. Penelitian dilakukan di 5 Puskesmas di wilayah Kabupaten Tegal yang memiliki Apoeker, dokter umum dan dokter gigi serta sudah menggunakan Sistem Informasi dan manajemen Puskesmas (SIMPus). Instrumen penelitian mengguna LPLPO periode 1 Juni – 31 Agustus 2018 digunakan sebagai data pre intervensi (P1) dan November 2018 – 31 Januari 2019 untuk post intervensi (P2), Panduan Praktek Klinis Faskes Primer 2024 dan Indeks ATC/DDD Collaborating Centre 2018. Kuantitas penggunaan antibiotik dihitung dalam satuan DDD/1000 KPRJ/hari. Diagnosis terbanyak yang mendapatkan resep antibiotik yaitu Nasopharingitis akut (common cold) dan antibiotik yang paling banyak diresepkan yaitu Amoxicillin, Ciprofloxacin dan Cotrimoxazol. Kuantitas total penggunaan antibiotik pada P1 sebasar 14, 960 DDD / 1000 KPRJ/ hari dan 9, 375 DDD / 1000 KPRJ / hari pada P2. Pemberian intervensi edukasi pada penelitian ini dapat menurunkan kuantitas peresepan antibiotik di Puskesmas secara signifikan (p value : 0,062). Kata Kunci : Evaluasi Penggunaan Obat, Antibiotik, ATC/DDD
Review Artikel: Daun Jati Belanda dengan Potensi Penurunan Kadar Lipid dalam Darah Wulandari, Prihastini Setyo
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 1 (2024): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i1.685

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) dalam menurunkan kadar lipid darah, termasuk kolesterol dan trigliserida. Berdasarkan telaah data dari berbagai sumber, penggunaan daun jati belanda pada dosis antara 25 mg/kgBB hingga 800 mg/kgBB pada tikus dan 1000 mg/kgBB pada ayam broiler menunjukkan penurunan kadar lipid yang signifikan. Senyawa aktif dalam daun jati belanda, seperti beta-sitosterol, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, antosianin, steroid, dan triterpenoid, berkontribusi pada penurunan kadar lipid dengan mekanisme yang meliputi penghambatan enzim lipase pankreas dan pengurangan penyerapan lemak di usus. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jati belanda efektif dalam menurunkan kadar LDL, meskipun tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan HDL. Penambahan tepung daun jati belanda ke dalam pakan broiler juga terbukti menurunkan kadar trigliserida dan lemak abdominal. Meskipun data dari penelitian hewan mendukung efektivitas daun jati belanda, diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk memastikan efektivitas dan keamanan klinisnya, serta untuk menentukan dosis optimal dan potensi efek samping atau interaksi dengan obat lain
Formulasi dan Uji Efektivitas Sediaan Aromaterapi Minyak Atsiri Bunga Melati (Jasminum sambac) Sebagai Antidepresan pada Mencit Jantan Putih (Mus Musculus) Alifah, Dwi Yulianti; Siradjuddin, Mutmainnah; Idris, Zulfiah; Farid, Nurfiddin; Setiawan, Prayitno; Suhenro, Suhenro; Azima, Annisa
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i2.633

Abstract

Depresi merupakan gangguan mental yang pada kondisi tertentu dapat menjadi kronis hingga berulang dan mampu mengganngu aktivitas seseorang dan paling parahnya dapat menyebabkan bunuh diri. PDSKJI pada tahun 2020 menyebutkan bahwa dari 2.364 responden di 34 provinsi yang ada di Indonesia, terdapat 67% mengalami depresi, 77% mengalami trauma psikologis serta sejumlah 49% responden mengalami depresi berat (berpikir tentang kematian). Bunga Melati merupakan bagian dari melati yang memiliki banyak manfaat selain sebagai antibakteri juga antidepresan karna mengandung banyak metabolit sekunder seperti flavonoid dan benzil asetat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi aromaterapi dari minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac) dan untuk mengetahui apakah aromaterapi minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac) memiliki efek sebagai antidepresan pada mencit jantan putih (Mus musculus) serta konsentrasi paling efektif sebagai antidepresan pada mencit jantan putih (Mus musculus). metode destilasi digunakan untuk mengambil minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac). Formula aromaterapi yang telah dibuat dievaluasi terhadap sediaan, dan diuji efektivitas antidepresannya dengan metode force swimming test. Hasil penelitian pada pengujian evaluasi sediaan, uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji kejernihan dan uji iritasi sesuai dengan parameter sediaan aromaterapi dan memiliki efek sebagai antidepresan serta memiliki konsentrasi paling efektif pada konsentrasi 6%.
Formulasi dan Uji Iritasi Sediaan Lipbalm Kombinasi Ekstrak Etanol Amaranthus tricolor dan Punica granatum secara In-Vivo Ramadhani, Berliana Diva; Fahamsya, Arifina; Rejeki, Desi Sri
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i2.649

Abstract

Daun bayam merah dan kulit buah delima mengandung vitamin C, vitamin A, asam folat, mineral dan nutrisi lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pembuatan sediaan lipbalm kombinasi ekstrak etanol daun bayam merah 3%, 2%, 1% dan kulit buah delima 7%, 8%, 9% dapat diformulasikan serta mengetahui potensi efek iritasi pada hewan uji kelinci terhadap sediaan lipbalm kombinasi ekstrak etanol daun bayam merah dan kulit buah delima. Daun bayam merah dan kulit buah delima di maserasi agar memperoleh ekstrak kental, formulasi lipbalm dengan bahan tambahan lainnya dan pengujian mutu fisik. Hasil Uji organoleptis menunjukkan semua formulasi memiliki aroma khas oleum cacao serta bertekstur lembut dan mudah dioles, sedangkan untuk warna Formulasi 1, 2, dan 3 berwarna coklat. Formulasi 0 tidak memiliki warna karena tidak ada penambahan ekstrak. Uji homogenitas semua formulasi memiliki homogenitas yang baik tidak ada butiran kasar setelah dioleskan pada kaca transparan. Uji pH semua formulasi memiliki pH yang sama yaitu 5 memenuhi syarat pH fisiologis kulit manusia dalam rentang pH 4,5-8. Uji daya oles semua formulasi terlihat mengkilap dan merata tetapi tidak memberikan efek warna. Uji stabilitas semua formulasi memiliki organoleptis, homogenitas, dan pH yang stabil dalam penyimpanan suhu kamar selama 14 hari. Hasil uji hedonik yang diminati panelis yaitu warna Formulasi 3 dengan persentase 82%, tekstur Formulasi 2 dengan persentase 76%, bentuk Formulasi 3 dengan persentase 76%, dan aroma Formulasi 3 dengan persentase 70%. Hasil Uji iritasi secara in-vivo yang dilakukan selama 72 jam ketiga kelinci termasuk dalam kategori tidak mengiritasi atau tidak terdapat eritema dan udema.
Pengaruh PIO terhadap Keberhasilan Pengobatan Antidiabetik Oral pada Pasien DMT2 Mananna, Esran; Hajrah, Hajrah; Suparningtyas, Juniza Firdha
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i2.713

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan ganguan fungsi insulin. Kepatuhan pengobatan merupakan salah satu faktor penting yang secara kuat memengaruhi terkontrolnya kadar gula darah. Oleh karena itu, dengan adanya Pelayanan Informasi Obat (PIO) dapat meningkatkan kepatuhan minum obat sehingga keberhasilan pengobatan dapat tercapai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelayanan informasi obat terhadap keberhasilan pengobatan antidiabetik oral pada pasien diabetes melitus tipe 2. Pengambilan data dilakukan secara prospektif dengan penentuan sampel secara purposive sampling. Dari hasil penelitian pada 27 sampel didapatkan penderita diabetes melitus tipe 2 paling banyak pada perempuan sebesar 70,37%, usia 46-55 tahun dan usia 56-65 tahun sebesar 44,44%. Sebagian besar responden adalah IRT dengan persentase 55,55% dengan komorbid hipertensi sebesar 40,74%. Jenis obat paling banyak digunakan yaitu kombinasi obat metformin HCl dosis 500 mg dan glimepiride dosis 2 mg sebesar 40,74% dan penggunaan obat tunggal yaitu metformin HCl dosis 500 mg sebesar 37,03%. Pemberian PIO berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dengan nilai signifikansi p= 0,000. Pemberian PIO berpengaruh dalam keberhasilan pengobatan yaitu terjadi penurunan kadar gula darah.
Penetapan Kandungan Kurkumin secara KLT Densitometri Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorriza) Berdasarkan Perbedaan Tempat Tumbuh Aryantini, Dyah; Hardini, Pri
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i2.715

Abstract

Temulawak merupakan salah satu dari lima anggota famili Zingiberaceae yang oleh WHO telah ditetapkan sebagai prioritas. Salah satu senyawa fitofarmaka yang terkandung dalam rimpang temulawak dan telah banyak dieksplorasi aktivitas biologisnya yaitu senyawa kurkumin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan sampel temulawak Curcuma xanthorrhiza Roxb. yang diperoleh dari pasar Raya Kutorejo (Ku), Mojosari (Mo), dan Materia Medika Indonesia (MMI) Malang Ekstraksi rimpang temulawak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% (1:10 b/v). Analisis KLT secara kualitatif dan kuantitatif dianalisis menggunakan KLT Densitometri menggunakan fase gerak kloroform:metanol (95:5 v/v). Secara KLT kualitatif menunjukkan bahwa ketiga ekstrak temulawak dari tempat yang berbeda mengandung kurkumin. Adapun hasil secara kuantitatif kandungan kurkumin dari pasar Kutorejo, Mojosari dan MMI berturut- turut adalah 187,37; 143,3; dan 110,59 μg/mL. Kadar kurkumin dari pasar Kutorejo dan Mojosari tidak berbeda signifikan, artinya rimpang temulawak yang berasal dari kedua pasar tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku obat tradisional yang terstandar kurkumin. Dapat disimpulkan bahwa kandungan kurkumin tertinggi adalah dari pasar Kutoarjo dibandingkan dari Mojosari dan MMI. Rimpang dari kedua pasar dapat digunakan sebagai bahan baku obat tradisional.
Formulasi Sediaan Clay Stick Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Khairunnisa, Hanifah; Suharsanti, Ririn; Cahyani, Intan Martha
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i2.716

Abstract

Kerusakan oksidatif dapat menyebabkan hilangnya kelembapan yang menyebabkan kulit kering dan kusam. Salah satu kosmetik yang dapat mengatasi kulit kering adalah clay stick dari bahan alam bunga telang (Clitoria ternatea L.) karena mengandung senyawa antioksidan dengan nilai IC50 ekstrak bunga telang sebesar 41,36 ± 1,91 µg/ml, termasuk kategori poten sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan clay stick selama 4 minggu konsentrasi 5%, 10% dan 15% terhadap kelembapan kulit, kadar minyak, kehalusan kulit dan untuk mengetahui berapa konsentrasi ekstrak bunga telang sediaan Clay Stick yang efektif. Pada penelitian ini, ekstrak diperoleh dengan metode remaserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak bunga telang dilakukan uji bebas etanol, uji skrining fitokimia dan uji penegasan dengan metode KLT, kemudian di formulasikan dalam bentuk sediaan clay stick dengan ekstrak bunga telang konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Sediaan clay stick kemudian dilakukan uji karakteristik fisik uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji waktu mengering, uji iritasi, uji kelembapan, uji kadar minyak dan uji kehalusan kulit. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah terdapat pengaruh pemberian sediaan clay stick konsentrasi 5%, 10% dan 15% terhadap kelembapan kulit, kadar minyak, kehalusan kulit dan sediaan clay stick ekstrak bunga telang dengan konsentrasi 5% adalah sediaan yang efektif untuk aktivitas tersebut.
Variasi Konsentrasi Emulgator Span-Tween 80 pada Body Scrub Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) dan Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana mill) Fikriyanti, Dyah Ayu; Alfiraza, Ery Nourika; Rizqiyana, Fika
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 1 (2025): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i1.648

Abstract

Body scrub merupakan sediaan kosmetik untuk kecantikan yang bermanfaat untuk melembutkan dan mengangkat sel kulit mati. Ampas kelapa mengandung serat kasar yang digunakan sebagai scrub agent dan biji alpukat mengandung vitamin E yang dapat digunakan untuk perawatan kulit. Salah satu bahan yang digunakan pada sediaan body scrub didalamnya terdapat bahan span-tween 80 yang berfungsi sebagai emulgator. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui sebesar apa pengaruh variasi konsentrasi emulgator span-tween 80 pada sediaan body scrub Ampas kelapa (Cocos nucifera) dan ekstrak biji alpukat (Persea americana mill). Metode yang digunakan yaitu maserasi dengan prelarut etanol 96% dan pembuatan scrub agent dengan cara diperas kemudian dioven lalu diblender sampai halus dan diayak menggunakan ayakan no 18. Hasil rendemen ekstrak biji alpukat sebesar 12,83% dan hasil standarisasi ekstrak biji alpukat memenuhi syarat sesuai standar kadar air dan kadar abu. Dari hasil skrining fitokimia terdapat kandungan polifenol, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin pada ekstrak biji alpukat. Pada dasarnya hasil penelitian terdapat pengaruh perbedaan variasi konsentrasi emulgator span-tween 80 terhadap sifat fisik sediaan body scrub
Hubungan Pengetahuan terhadap Perilaku Penggunaan Kosmetik Mengandung Merkuri pada Mahasiswa di DIY Khasanah, Indayati; Faizah, Nurul; Fatimah, Fitri Andriani
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 1 (2025): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i1.723

Abstract

Penggunaan kosmetika merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan mahasiswa. Namun, perlu diperhatikan bahwa beberapa produk kosmetika mengandung bahan berbahaya seperti merkuri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan kosmetik mengandung merkuri pada mahasiswa di DIY. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain analitik dan pendekatan cross sectional menggunakan alat ukur kuisioner dengan sampel 400 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan beberapa uji yaitu uji validitas, uji reabilitas dan analisis nivariat. Hasil pada uji validitas yang dilakukan pada 30 responden didapatkan data bahwa variabel pengetahuan dan perilaku penggunaan dinyatakan valid dan realibel karena r Hitung lebih besar dari r Tabel. Pada variabel pengetahuan didapatkan hasil 76% (304) responden dengan tingkat pengetahuan yang tinggi, 23,5% (94) responden dengan tingkat pengetahuan sedang, dan 0,5% (2) responden dengan tingkat kategori rendah. Pada variabel Perilaku penggunaan didapatkan hasil 86,25% (345) responden dengan tingkat perilaku yang tinggi, 13,25% (53) responden dengan tingkat perilaku sedang, dan 0,5% (2) responden dengan tingkat perilaku rendah. Digunakan metode Spearman Rank untuk mengetahui korelasi antar variabel. Setelah dilakukan uji didapatkan hasil bahwa pengetahuan memiliki hubungan dengan perilaku penggunaan kosmetik karena nilai p-value yang didapat 0.001 (<0,05) yang berarti memiliki hubungan, dan pada nilai correlation coefficient sebesar 0,641 yang termasuk dalam kategori hubungan yang kuat.
Pengaruh Konsentrasi Natrium Lauril Sulfat pada Karakteristik Fisik Sediaan Gel Sampo Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Nurjanah, Hidayatillah; Suharsanti, Ririn; Cahyani, Intan Martha
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 3 No 1 (2025): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v3i1.767

Abstract

Bakteri dapat tumbuh pada kondisi rambut dengan kelenjar minyak berlebih, sehingga kebersihan kulit kepala harus dijaga menggunakan sampo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh natrium lauril sulfat serta konsentrasinya yang dapat menghasilkan sediaan gel sampo ekstrak etanol bunga telang dengan karakteristik yang baik. untuk mengetahui apakah semua konsentrasi natrium lauril sulfat pada sediaan gel sampo memenuhi syarat uji ALT Dirjen POM tahun 1994. Ekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Konsentrasi natrium lauril sulfat yang digunakan pada sediaan gel sampo yaitu 10% (Formula I), 15% (Formula II), dan 20% (Formula III). Sediaan gel sampo dilakukan uji karakteristik fisik dan angka lempeng total. Hasil pengujian dianalisis menggunakan pendekatan statistika uji parametrik one-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan konsentrasi natrium lauril sulfat pada karakteristik fisik sediaan gel sampo ekstrak etanol bunga telang dengan nilai P Value (< 0,05). Konsentrasi 15% natrium lauril sulfat dalam sediaan gel sampo merupakan konsentrasi yang memiliki karakteristik fisik yang baik. Semua konsentrasi natrium lauril sulfat pada sediaan gel sampo memenuhi syarat uji ALT Dirjen POM tahun 1994 yaitu < 105 koloni/gram.

Page 3 of 4 | Total Record : 38