cover
Contact Name
Hengki Hendra Pradana
Contact Email
hengkihendra007@gmail.com
Phone
+6281585567780
Journal Mail Official
psi@unublitar.ac.id
Editorial Address
Jl. Masjid No. 22 Kota Blitar
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Psycho Aksara Jurnal Penelitian Psikologi
ISSN : -     EISSN : 29882850     DOI : https://doi.org/10.28926/pyschoaksara
Jurnal Psycho Aksara Jurnal Psikologi menerima naskah penelitian terkait pengembangan dalam bidang ilmu Psikologi Sosial, Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri dan organisasi, Psikologi Klinis, Psikologi Agama, Psikologi Perkembangan dan Psikologi Konseling, Jurnal Psycho Aksara terbit satu tahun dua kali yaitu bulan Januari dan Juli. Diterbitkan oleh Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Agama Islam bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, Indonesia.
Articles 73 Documents
Konseling Behavioral dengan Teknik Positive Reinforcement untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Fitria, Nur Ida; Astriani, Defi; Ningtyas, Dhea Octa
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1141

Abstract

Proses pembelajaran mempunyai permasalahan yang erat kaitannya dengan prestasi belajar anak. Prestasi belajar salah satunya dipengaruhi oleh factor motivasi belajar. Pada penelitian ini, subjek mempunyai permasalahan dalam akademiknya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan subjek dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru dan diperkuat oleh lingkungan tempat ia tinggal. Subjek kurang mendapatkan perhatian dan pendampingan keluarga dalam belajar dan lingkungan pertemanan yang kebanyakan berusia di atas usia subjek membuat subjek menghabiskan waktunya untuk bermain di warnet. Berdasarkan hasil asesmen wawancara, observasi, dan kuesioner motivasi belajar, subjek mengalami permasalahan motivasi belajar rendah. Desain penelitian ini digunakan untuk melihat perilaku dan mengevaluasi intervensi atau treatment tertentu pada subyek tunggal dengan penilaian yang dilakukan secara berulangulang dalam suatu waktu tertentu. Intervensi bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar subjek melalui konseling behavioral dengan tekhnik positive reinforcement. Pemberian intervensi pada penelitian ini terdiri dari lima sesi dan berlangsung selama 60 menit di setiap sesinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan dan peningkatan motivasi belajar pada subjek setelah mengikuti intervensi. Ini berarti program intervensi konseling behavioral dengan teknik positive reinforcement efektif untuk meningkatkan motivasi belajar pada subjek
Bahaya Kekerasan Orang Tua Terhadap Mental Anak Astuti, Arni Dwi Yuni; Shanie, Arsan
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1206

Abstract

Kekerasan terhadap anak adalah setiap tindakan kekerasan fisik, kekerasan seksual, pelecehan emosional, atau penelantaran terhadap anak. Banyak orang tua melakukan tindak kekerasan kepada anak yang dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap mental anaknya. Oleh karena itu, Penelitian ini disajikan dengan tujuan untuk melihat dampak yang terjadi akibat kekekaran yang dilakukan orang tua terhadap psikologi anak. Metode atau pendekatan kajian pustaka digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua macam bentuk kekerasan yang dilakukan diantaranya kekerasan secara fisik dan psikis. Dampak dari tindakan tersebut dapat membahayakan bagi masa depan anak karena anak merupakan merupakan generasi muda pewaris cita-cita perjuangan bangsa dan merupakan sumber daya manusia yang perlu dikembangkan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua, keluarga, pendidik dan masyarakat umum untuk mengetahui tentang dampak kekerasan terhadap anak, sehingga dapat mencegah terjadinya kekerasan dan membantu anak yang pernah mengalami kekerasan untuk pulih dari traumanya.
Gambaran Smartphone Addiction Pada Siswa SMKN 1 Kota Blitar Albi, Umniyyah; Cahyani, Putri Dewi; Meiliani, Aliza; Pradana, Hengki Hendra
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut tentang situasi remaja yang kecanduan gadget (samrtphone addiction). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan field note. Subjek dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek merupakan remaja yang mengalami kecanduan gadget (smartphpne addiction) yang berusia 16-18 tahun sejumlah 6 orang, diantaranya tiga subyek utama dan tiga signficant others yang bersekolah di SMKN 1 Kota Blitar. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecanduan gadget yang dialami oleh remaja, diantaranya faktor fisik (terganggunya penghlihatan dan adanya rasa sakit dibagian tubuh) sosial (kurangnya interaksi dengan orang lain) dan psikologis (emosi yang tidak stabil dan terganggunya aktivitas).
Studi Fenomenologi Dalam Menghadapi Quarter Life Crisis Pada Siswa Menjelang Kelulusan Nurofiqhoh, Asmi; Rohmah, Dewi Nailir; Laiali, Dewi Nur; Roziqi, Imam; Maulidiah, Risma Nasiatul; Pradana, Hengki Hendra
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menghadapi quarter life crisis pada siswa menjelang kelulusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi, menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek merupakan siswa SMA kelas XII yang mengalami Quarter Life Crisis yang berusia 17-18 tahun yang berjumlah 6 orang, diantaranya tiga subyek utama dan tiga signficant others dengan usia yang berbeda dengan subjek utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa strategi dalam menghadapi Quarter Life Crisis pada siswa menjelang kelulusan, strategi yang dijelaskan terdapat dibeberapa aspek Quarter Life Crisis diantaranya masalah mencari pekerjaan diselesaikan dengan memilih peran yang cocok dengan dirinya serta menjaga relasi dan saling bertukar pikiran dengan teman, aspek kurangnya dukungan sekitar diatasi dengan selalu menyampaikan ketika ada suatu ketidaknyamanan dengan lingkungan, aspek perasaan kecewa diatasi dengan berusaha memperbaiki meskipun harus melewati kesedihan terlebih dahulu, aspek perasaan tertekan diatasi dengan tetap berusaha mewujudkan harapan orang tua dan selalu berpikir positif dan aspek masalah eksplorasi diri diatasi dengan berusaha untuk mengambil kesempatan baru dan membangun relasi.
Fenomena Flexing Pada Media Sosial: Persepsi Generasi Z Arik, Mohammad Hariyono; Pradana, Hengki Hendra
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1341

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendalami pemahaman tentang bagaimana generasi zoomer melihat dan menghadapi fenomena flexing. Metode pengumpulan data melibatkan catatan lapangan, wawancara, dan observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dalam pendekatannya dan bersifat kualitatif. Subjek penelitian menggunakan empat mahasiswi STIE Kesuma Negara Blitar angkatan 2021, (V) 20 tahun, (A) 20 tahun, (R) 21 tahun, (M) 20 tahun. Subjek diambil dari kelas akuntansi yang berjumlah sepuluh orang. hasil penelitian menunjukkan, 1) insecure tidak selalu mengakibatkan flexing, 2) kemudian individu yang cenderung mengekspresikan diri secara berlebihan seringkali terlibat dalam manipulasi diri. 3) Seseorang yang merasa puas dengan menjelajahi tempat-tempat yang belum menjadi tren cenderung menunjukkan perilaku berlebihan. 4) Alasan di balik perilaku menunjukkan diri bervariasi,5) dan rangsangan yang diterima seseorang dapat menjadi pemicu dari tindakan ini. 6) Kecenderungan untuk menunjukkan diri tidak selalu bersifat memaksa situasi, 7) dan kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri dapat mencegah perilaku menunjukkan diri karena kesulitan dalam berinteraksi sosial.
Konsep Islam sebagai Problem Solving dalam Menghadapi Quarter Life Crisis di Era Milenial Suatin, Wiwik; Kasanah, Siti Uswatun; Purwaningrum, Devia; Firmansyah, Satria Fajar; Prasetyo, Yogi Danang
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1350

Abstract

Tujuan dari 1penelitian ini adalah mengembangkan buku Konsep Islam sebagai Problem Solving dalam Menghadapi Quarter Life Crisis di Era Milenial, adalah memberikan pengetahuan bagi usia dewasa awal (emerging adulthood). Penelitian ini menggunakan rancangan studi kepustakaan (library research) dimana penulis mengumpulkan, mengidentifikasi, dan menganalisis, bahan-bahan yang relevan dengan masalah yang diangkat seperti buku, jurnal, dan artikel pada situs-situs terpercaya di internet. Periode seperempat kehidupan sebaiknya tidak lagi dikaitkan dengan hal-hal negatif, melainkan dapat dianggap sebagai ruang bagi individu untuk dapat tumbuh dan berkembang. Dengan ini diharapkan dapat mengurangi akibat-akibat negatif potensial yang dapat terjadi jika periode tersebut sudah diekspektasikan secara negatif. Periode seperempat kehidupan mungkin bagi sebagian orang merupakan masa-masa gelap, tetapi bagi mereka yang berusaha, bersangka baik, dan bertawakkal kepada Allah boleh jadi merupakan medianya untuk tumbuh secara personal dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya
Haidarsyah Peran Islamic Psychotherapy Untuk Meningkatkan Kondisi Mental Health Kasyfillah, Muhammad Haidarsyah Haidarsyah; Bachtiar, Muhammad Anis
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1366

Abstract

Psikoterapi islam merupakan suatu proses pengobatan yang ditujukan untuk memberikan pendekatan-pendekatan secara psikologis melalui Al-Quran dan hadist, dengan makna untuk melakukan problem solving yang sedang dialami oleh indivdiu baik secara psikis, spiritual, maupun menjaga kesehatan mental. Tujuan Literature Review ini agar memberikan manfaat Dan sumbangsih psoitif untuk meningkatkan kesehatan mental seseorang dengan menggunakan pendekataan psikoterapi islam. Metode penelitian ini menggunakan Literature Rieview, dengan cara mencari sumber data yang memiliki hubungan dengan tema Islamic psychotherapy yang diperoleh dari berbagai macam sumber data seperti jurnal, buku, artikel, internet dan berbagai data-data penelitian yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa islamic psychotherapy dapat meningkatkan mental helath seseorang dan salah satu cara yang paling efektif. Melalui aspek penjiwaan dan self control emosi yang baik dengan menerapkan psikoterapi islam seperti ajaran agama islam yang bersumber dari Al-quran dan Al-Hadist. Dalam pengimplementasiannya untuk meningkatkan kesehatan mental pada individu dapat diterapkan dengan banyak seperti, penguatan rohanni dzikir, shalat, mengaji, shalat sunnah, mendengarkan tausiah atau ceramah agama tentang larangan yang tidak boleh dilanggar dalam ajaran agama islam.Hal itu semua dilaku kan agar seseorang dapat hidup dengan berpegang teguh pada agama tidak mudak stress atau depresi dalam menjalani kehidupan
Urgensi Psikologi Komunikasi dalam Layanan Konseling Individu Faizin, Muhammad
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1369

Abstract

Penelitian ini berfokus tentang urgensi psikologi komunikasi dalam layanan konseling individu yang diterapkan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro dengan tujuan mengatasi permasalahan yang dialami oleh peserta didik. Tujuan utama layanan ini juga mencakup pemahaman peran guru dalam lingkungan sekolah dan pengumpulan data terkait masalah tertentu untuk mencari solusi dari berbagai jenis permasalahan di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian, peserta didik mengalami masalah, tidak menyelesaikan tugas, sering terlambat, atau bahkan tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran serta lebih memilih tugas yang lebih menyenangkan dari pada yang seharusnya dilakukan. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh konselor atau guru BK adalah pertama, mengubah opini peserta didik (To Change the Opinion) atau memberikan transfer pokok-pokok pengetahuan tertentu agar peserta didik termotivasi untuk memperluas pengetahuannya, sehingga pada gilirannya, diharapkan secara sadar mereka mengubah opininya terhadap sesuatu hal yang dianggap salah. Kedua, mengubah sikap peserta didik (How to Change the Attitude) atau proses mental yang menuju pada perubahan dari opini ke sikap, yang nantinya akan menjadi nyata dalam wujud perilaku dalam rentang waktu tertentu. Kegiatan komunikasi pada tahap ini menjadi sangat penting karena bila sikap sudah berubah di dalamnya sekaligus terjadi proses untuk sampai kepada perwujudan perilaku.
Kecerdasan Spiritual dan Kenakal Kecerdasan Spiritual dan Kenakalan Remaja dalam Hubungan Antara Keharmonisan Keluarga dan Agama Sejati, Sugeng; Nur’aini, Dika; Vitaloka, Viola Junia; Widiyawati, Nur Aifah; Rahayu, Puspa Yuni
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1381

Abstract

Penelitian ini menekankan pentingnya membina tidak hanya kecerdasan kognitif tetapi juga kecerdasan spiritual dan keyakinan pada anak. Penelitian ini membahas masalah kenakalan remaja dan dampak sosialnya yang kompleks, serta menekankan peran kecerdasan spiritual dalam memitigasi perilaku tersebut. Penelitian ini juga mengeksplorasi pengaruh keharmonisan keluarga terhadap perilaku remaja menunjukkan bahwa konflik dalam keluarga dapat berkontribusi terhadap kenakalan. Selain itu, hal ini menggaris bawahi pentingnya agama dalam kehidupan manusia, yang berfungsi sebagai motivasi dan alat penting untuk pengembangan pribadi dan pengendalian diri. Metodologi penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi hubungan antara kenakalan remaja, kecerdasan spiritual, keharmonisan keluarga, dan agama. Hasil dan diskusi menyoroti konsep kecerdasan spiritual dan empat komponennya, serta menekankan perannya dalam mencapai ketenangan pikiran. Teks tersebut diakhiri dengan menekankan dampak positif keluarga harmonis dan pendidikan agama dalam mencegah kenakalan remaja. Ringkasnya, penelitian ini memberikan wawasan mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku remaja, menunjukkan bahwa pendekatan holistik yang melibatkan kecerdasan emosional, keharmonisan keluarga, dan pendidikan agama dapat memainkan peran penting dalam membentuk individu yang bertanggung jawab dan seimbang. Dengan memahami dan mengembangkan kecerdasan spiritual dan kenakalan remaja, individu dapat menciptakan keharmonisan yang baik dalam keluarga dan agama.
Kunci Sukses Pembelajaran Efektif: Tinjauan Sistematic Literature Review Memahami Hubungan Gaya Kognitif, Regulasi Diri, dan Motivasi Pratama, Indra Gunawan
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1422

Abstract

Effective education requires a profound understanding of the psychological factors influencing the learning process. In this context, this research conducts a systematic review of existing literature to explore the relationship between cognitive styles, self-regulation, and motivation in achieving effective learning. Cognitive styles encompass individual preferences in processing information and completing learning tasks, while self-regulation involves the ability to control behavior and emotions to achieve learning goals. Motivation, as a driving force, plays a crucial role in directing learning behavior, both intrinsically and extrinsically. This systematic review method involves the identification, selection, and critical analysis of relevant articles published within a specified time period. Data are comprehensively analyzed to identify patterns and trends that emerge in the relationship between cognitive styles, self-regulation, and motivation in the context of learning. The review findings indicate a significant correlation between cognitive styles and self-regulation with learning motivation. These findings underscore the importance of adapting learning strategies according to individual cognitive styles and developing self-regulation skills to enhance learning motivation. Intrinsic motivation, rooted in internal interests and desires, proves stronger in predicting sustained academic achievement compared to extrinsic motivation dependent on external rewards or punishments. The conclusion of this review emphasizes the need for a holistic educational approach that considers the complex interaction between cognitive styles, self-regulation, and motivation. Practical implications include the development of personalized and differential learning strategies as well as empowering students to manage their own motivation and self-regulation to achieve optimal learning potential.