cover
Contact Name
Risjunardi Damanik
Contact Email
jpmsm.usi@gmail.com
Phone
+6281263435115
Journal Mail Official
jpmsm.usi@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM - USI) Universitas Simalungun Jl. Sisingamangaraja Pematang Siantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 28096045     DOI : https://doi.org/10.36985
Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI ini dimaksudkan untuk menyebarkan/mempublikasi hasil - hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen-dosen maupun mahasiswa maupun kajian implementasi hasil - hasil penelitian dalam rangka peningkatan dan pengembangan produk - produk inovatif untuk masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 363 Documents
Budidaya Maggot BSF Untuk Pakan Ternak Skala Rumah Tangga Di Kelurahan Bane Pematang Siantar Romauli Simanjuntak; Roeskani Sinaga; Ramainim Saragih; Wahyunita Sitinjak; Rosmadelina Purba; Arvita Sihaloho; Cristin Imelda Girsang; Linda Reni Purba; Mirna Anriani Siregar; January Rizky; Simon Sidabukke
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/hy6cye65

Abstract

The increase in the price of animal feed makes it difficult for households as farmers by utilizing household waste to feed their livestock. The increase in feed prices also encourages food farmers to switch to corn because corn is a raw material for animal feed. So that household farmers also have difficulty buying corn. Maggot BSF is an alternative feed that is very high in protein to encourage livestock growth. BSF maggots are larvae that can be used as alternative feed. Cultivation of BSF maggot is also relatively easy and can utilize household waste or food scraps as BSF maggot food. In this community service, training activities for maggot cultivation as an alternative to animal feed are carried out in Bane Village. The implementation method is carried out by means of lectures, discussions and practice. The result of this service is to grow the participants' desire to cultivate BSF maggot as animal feed. The result was that the participants were very responsive to this activity, as evidenced by the active participation of the community in the activity from beginning to end and the large number of active participants in the discussion and question and answer sessions. So it can be concluded that the maggot cultivation training in Bane Village was successful and the participants' understanding and attitudes increased about the importance of waste treatment for maggot cultivation as an alternative to animal feed
Sosialisasi Budidaya Lebah Madu Tanpa Sengat (Stingless Bee) Dan Manfaatnya Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Marulam MT Simarmata; Muldri P J Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/brsxhx97

Abstract

There are honey-producing bees that have a sting and do not have a sting (stingless bee). The last type of bee is still rarely known to the public. To introduce these bees, socialization needs to be done. Socialization activities use the method of extension and dissemination of science and technology. This activity explains the conditions of the honey market in Indonesia, types of honey bees, determinants of production, benefits and techniques for harvesting honey and stingless bee pollen. During the activity, the participants enthusiastically listened to the material and played an active role, especially during the discussion and question and answer sessions regarding honey harvesting and pollen processing techniques. For the practice of stingless honey bee cultivation, bee colonies of the Heterotrigona itama species are given to the target community group
Pengabdian Masyarakat Cara Mengembangkan Potensi Daerah Menjadi Pariwisata Unggulan Di Desa Hariara Pohan Irsyadiyah Al Marhindy; Romaulina Sumbayak; Rosita Manawari Girsang; Mahaitin H Sinaga; Yoan Hendrawan Junpridan Saragih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/xdn77z49

Abstract

Entrepreneurship is a creative and innovative ability, keen to see opportunities and always open to any positive input and changes that can bring the business to continue to grow. Businesses should have value and be useful where this can be done through the application of the concept of social entrepreneurship. Various groups have begun to discuss the concept of social entrepreneurship as an innovative solution in solving social problems. The purpose of social entrepreneurship is the realization of social change in a better or positive direction and solving social problems for the benefit of the community
Penyuluhan Budidaya Lebah Madu Di Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun Sarintan Efratani Damanik; Rozalina; Meylida Nurrachmania; Triastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/92jtqt22

Abstract

Budidaya lebah madu di Nagori Merawa dilakukan karena madu memiliki banyak manfaat, selain bermanfaat bagi manusia, madu juga merupakan kebutuhan manusia, maka budidaya lebah madu sangat penting. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang budidaya madu. Salah satu cara untuk memberikan edukasi kepada petani tentang peningkatan produksi madu adalah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini dilaksanakan di Nagori Merawa, Kecamatan Silou Kahean. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa, kelompok tani belum pernah mengikuti penyuluhan dan masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang budidaya madu, setelah adanya penyuluhan ini diharapkan pemahaman masyarakat tentang budidaya lebah madu. Kegiatan pengabdian diharapkan sesuai dengan target program yang telah ditetapkan, yaitu semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan budidaya lebah madu dan meningkatkan pendapatan mitra
Identifikasi dan Pengayaan Jenis Tanaman Di Taman Keanekaragaman Hayati Kota Pematangsiantar Marulam MT Simarmata; Tioner Purba; Kurnia Intan Sari Purba; Suparmo Sinaga; Agung Susilo; Marthin Evando Siahaan; Eko Febriyanto; Reimbon Manurung; Nur Abdi Aprilianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rc8q3v49

Abstract

Keanekaragaman hayati adalah keadaan diantara makhluk hidup yang beraneka ragam dari semua sumber, termasuk daratan, lautan, ekosistem akuatik, dan kompleks ekologis termasuk juga keanekaragaman dalam spesies diantara spesies dan ekosistemnya. Pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) di setiap kabupaten dan kota merupakan upaya menjawab isu tersebut. Permasalahan Taman Kehati Pematangsiantar belum terdokumentasinya jumlah dan jenis spesies tanaman, desain, dan peta sebaran vegetasi tanaman. Kegiatan identifikasi jenis tanaman yang terdapat di lokasi Taman Kehati Kota Pematangsiantar dilaksanakan dengan metode yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi Atrificial Intelligence (AI) yakni dengan memanfaatkan aplikasi PlantNet dengan menggunakan smartphone. Taman Kehati Kota Pematangsiantar terdapat 51 jenis dan dua jenis belum teridentifikasi. Kegiatan pengayaan jenis juga dilakukan untuk menambah koleksi jenis tanaman yang ada di Taman Kehati Kota Pematangsiantar. Terdapat 10 jenis pohon yang ditanam sebagai pengayaan di Taman Kehati didasarkan pada fungsi, tujuan dari keberadaan tanaman
Pelatihan kelompok tani PERGAS dalam mengelola Limbah Kulit menjadi Pupuk Organik serta pemanfaatan mesin pengupas kulit Kopi Ramah Lingkungan Silaban, Winarto; Simanullang, Ady Frenly; Naibaho, Winfronstein
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/qwgxdx92

Abstract

Pemberdayaan dan pelatihan kelompok tani PERGAS bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola limbah kulit kopi menjadi pupuk organik yang berkualitas serta memanfaatkan mesin pengupas kulit kopi yang ramah lingkungan. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan praktis yang melibatkan pelatihan langsung dan pendampingan teknis. Kegiatan ini mencakup pelatihan pengolahan limbah kulit kopi, penggunaan mesin pengupas, dan penerapan teknik pengolahan pupuk organik. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan efisiensi proses pengolahan kopi hingga 50% dan peningkatan hasil panen kopi sebesar 20%. Selain itu, penggunaan pupuk organik yang dihasilkan dari limbah kulit kopi tidak hanya meningkatkan kesuburan tanah tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, menciptakan dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan. Peningkatan pendapatan petani mencapai 15-20% melalui hasil penjualan kopi dan pupuk organik, yang berdampak langsung pada kesejahteraan mereka. Program ini juga mendorong keterlibatan aktif anggota kelompok tani, meningkatkan rasa kepemilikan terhadap usaha pertanian mereka. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan petani melalui pelatihan dan teknologi ramah lingkungan dapat membawa perubahan signifikan dalam praktik pertanian, meningkatkan produktivitas, dan keberlanjutan ekonomi bagi kelompok tani PERGAS. Rencana tindak lanjut mencakup pelatihan lanjutan, diversifikasi produk, dan penguatan jaringan kerjasama untuk menjaga keberlanjutan dan memperluas dampak positif di masa mendatang
Program Kegiatan Promosi Melalui Sistem Kanvas (Studi Media Informasi Promosi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Rumiris Siahaan; Rizki Wulanita Batubara; Rakhmawati Purba; Abednego Ketaren; Bayu -; Zaki Damanik; Bagus -
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/715xm176

Abstract

Promosi adalah suatu kegiatan menawarkan dan menperkenalkan suatu brand dan produk baik barang maupun jasa kepada masyarakat luas. Kampus merupakan organisasi pada bidang pendidikan, dan termasuk dalam kategori organisasi nonprofit. Dunia bisnis yang terpuruk setelah pandemi covid - 19, sangat berdampak pada semua sektor, tidak terkecuali pada bidang pendidikan. Rendahnya minat masyarakat mengkuliahkan putra - putri mereka di STIE Bina Karya mengakibatkan penurunan jumlah peserta didik. Salah satu sistem promosi menggunakan model kanvas lebih diterapkan selain menjalankan promosi yang lainnya. Harapan utama agar prospek penyebaran informasi kampus dapat tersampaikan ke khalayak masyarakat lebih luas dari tahun sebelumnya dan capaian jumlah mahasiswa baru bisa meningkat
Education Of Knowledge And Basic Life Support Training For Teenage Students Syahferi Anwar; Tanjung, Dudut; Damanik, Balqis Nurmauli; Sianturi, Marta Imelda Br; Lubis, Izmi Arisa Putri; Padang, Alisarjuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/nc678661

Abstract

Individuals and groups, including the general public, are currently required to be able to provide immediate assistance when facing emergency conditions. To ensure assistance is provided according to proper procedures, it is necessary to offer training on Basic Life Support (BLS). Students of SMK Kesehatan Haji Sumatera Utara, who are teenagers with significant potential, are ideal candidates for such training. Although they are organized into a KKR Cadre Team or Youth Health Cadre group, they currently lack the necessary knowledge and need to be equipped with BLS skills. The purpose of this service is to enhance the knowledge and technological capabilities of students at SMK Kesehatan Haji Sumatera Utara regarding Basic Life Support in emergency cases. The method used includes interactive lectures, questions and answers, pre-tests, interventions, and post-tests. The results of the counseling and training showed a marked improvement in knowledge about Basic Life Support and an increase in the skills required to administer BLS. It is essential to carry out continuous counseling and socialization efforts within the school, particularly in the area of Basic Life Support
PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN DAN KEBERANIAN SISWA SMA AL-FITYAN MEDAN Damanik, Balqis Nurmauli; Syahferi Anwar; Tanjung, Dudut; Ismayadi, Ismayadi; Nilawati; Manurung, Irma Valentina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/nzs7nm37

Abstract

Kejadian henti napas dan henti jantung di komunitas memiliki keterkaitan erat dengan epidemiologi penyakit jantung. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2024, prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 17 dari 1000 orang, yang meningkatkan risiko henti jantung dan henti napas di lokasi yang tidak dapat diprediksi. Remaja, sebagai bagian dari keluarga dan komunitas, harus memiliki kemampuan dasar untuk memberikan bantuan hidup dasar (BHD) guna mengurangi komplikasi kematian akibat penyakit jantung. Tujuan pelatihan BHD yang dilakukan di SMA Al-Fityan Medan adalah untuk (1) memberikan edukasi kesehatan tentang penyakit jantung kepada remaja, (2) mengajarkan peran remaja dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi risiko penyakit jantung sejak dini, dan (3) memberikan pelatihan BHD kepada remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini mencakup edukasi kesehatan dan demonstrasi BHD. Pelatihan ini terbukti bermanfaat, dengan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dibuktikan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test (p<.000). Peserta juga mampu memberikan BHD dengan baik setelah pelatihan. Edukasi tentang penyakit jantung dan pelatihan BHD pada remaja penting dalam pencegahan penyakit jantung dan komplikasinya
MICRO EMPOWERMENT : SOSIALIASI EDUKASI LAYANAN GADAI DI PEGADAIAN CABANG SERBELAWAN SIMALUNGUN Liharman Saragih; Achichan Dani Grasella Natasya; Dinda Maharani; Putri Wahyuni; Titania Dwi Ramadani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/b6eqt119

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Serbelawan tentang manfaat Layanan Gadai yang ditawarkan oleh Pegadaian Cabang Serbelawan. Banyaknya masyarakat di daerah ini yang belum sepenuhnya memahami potensi Layanan Gadai sebagai solusi pemberdayaan mikro. Melalui program edukasi, sosialisasi dan pendampingan, masyarakat didorong untuk memanfaatkan layanan Pegadaian, seperti gadai BPKB dan kredit mikro, guna mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan literasi keuangan dan pemanfaatan layanan pegadaian dikalangan masyarakat setempat, terutama bagi pelaku usaha mikro

Page 8 of 37 | Total Record : 363