cover
Contact Name
-
Contact Email
ijphn@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijphn@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition
ISSN : 27984265     EISSN : 27769968     DOI : https://doi.org/10.15294/ijphn
Core Subject : Health,
IJPHN published 3 numbers in 1 volume. Published in March, July and November. IJPHN is published by the Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang in collaboration with the Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Pusat.
Articles 64 Documents
Kondisi Pencahayaan Lingkungan Rumah Sebagai Penyebab Kejadian Pneumonia pada Anak di Kabupaten Banjarnegara Wijayanti, Yuni; Siwiendrayanti , Arum; Istiklaili, Fifti; Muzaqi, Lutfi; Kurniawan, Tri Prapto; Waluya, Agus Sapta Eka; Pramesti, Adinda Mayhana; Kusumaningtyas, Diyan Argani
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.32425

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita, dengan beban besar di negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi pneumonia balita meningkat dari 3,55% (2019–2021) menjadi 4,06% pada 2023, dengan tren serupa di Jawa Tengah dan Kabupaten Banjarnegara. Kondisi fisik rumah, terutama pencahayaan alami, diduga menjadi faktor risiko penting. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pencahayaan rumah dengan kejadian pneumonia pada anak usia 1–5 tahun di Kabupaten Banjarnegara. Metode: Penelitian case control ini melibatkan 68 responden (34 kasus, 34 kontrol) yang dipilih secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Punggelan I dan Susukan II. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran menggunakan lux meter. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square. Hasil: Pencahayaan buruk (<60 lux) memiliki hubungan signifikan dengan pneumonia (OR = 2,091; 95% CI: 1,220–3,584; p = 0,008). Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara pencahayaan rumah dan pneumonia balita. Anak yang tinggal di rumah dengan pencahayaan kurang baik berisiko lebih dari dua kali lipat terkena pneumonia dibandingkan dengan yang tinggal di rumah dengan pencahayaan memadai.
Faktor yang Berhubungan dengan Cakupan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Karangdoro Febriara, Erika; Budiono, Irwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.32671

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan kualitas kesehatan anak. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum optimal di beberapa wilayah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Karangdoro Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi analitik observasional dan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 55 responden ibu yang memiliki bayi berusia 0-24 bulan di Kelurahan Kemijen, Kota Semarang, yang dibagi menjadi kelompok kasus dan kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia ibu (p=0,055), perilaku ibu (p=0,001), pengetahuan ibu (p=0,001), dan dukungan suami serta keluarga (p=0,001) dengan pemberian ASI eksklusif. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan signifikan antara pendidikan ibu (p=0,339), pekerjaan ibu (p=0,354) dan jumlah anak (p=0,343) dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Faktor usia, perilaku, pengetahuan, serta dukungan keluarga berperan penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Intervensi edukatif dan dukungan tenaga kesehatan perlu ditingkatkan untuk mendorong praktik ASI eksklusif di masyarakat. 
Determinan Psikososial dan Individu terhadap Perilaku Berkendara pada Mahasiswa di Jayapura: Studi Potong Lintang Menggunakan Teori Perilaku Terencana Damanik, Brema JK; Walianggen, Nimbrot; Hidayanti, Maria Ulfa Nur
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.33725

Abstract

Latar Belakang Perilaku berkendara berisiko di kalangan mahasiswa merupakan tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Jayapura, Indonesia, di mana penggunaan sepeda motor sangat luas sementara penegakan hukum lalu lintas masih terbatas. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor individu dan psikosial terhadap perilaku berkendara menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Metode: Studi menerapkan desain potong lintang dengan responden adalah 76 mahasiswa di Jayapura. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup aspek sikap, norma yang dirasakan, efikasi diri, motivasi pengendalian diri, dan pengetahuan berkendara. Analisis regresi logistik multivariat digunakan untuk mengidentifikasi prediktor yang signifikan. Hasil: Pengendara berjenis kelamin laki-laki (AOR = 7,235; 95% CI: 1,914–27,350; p = 0,004), pengalaman berkendara sejak usia <17 tahun (AOR = 7,100; 95% CI: 1,808–27,891; p = 0,005), efikasi diri rendah (AOR = 6,280; 95% CI: 1,083–36,401; p = 0,040), dan pengetahuan lalu lintas kurang baik (AOR = 0,240; 95% CI: 0,061–0,943; p = 0,041) berasosiasi signifikan dengan perilaku berkendara berisiko. Sikap dan norma yang dirasakan tidak berasosiasi secara signifikan dengan perilaku tersebut. Kesimpulan: Perilaku berkendara berisiko di kalangan mahasiswa lebih banyak berasosiasi dengan karakteristik individu dan kompetensi psikologis dibandingkan dengan sikap atau norma sosial. Intervensi sebaiknya difokuskan pada peningkatan efikasi diri dan pendidikan lalu lintas yang terarah, terutama bagi pengendara laki-laki muda yang telah terbiasa menggunakan sepeda motor sejak dini.
Eksplorasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Terhadap Terapi Antiretroviral pada Orang dengan HIV di Papua Barat Rumbiak, Since Ivana; Windiyaningsih, Cicilia; Sunita, Anna
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.33956

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) tetap menjadi masalah kesehatan global, dengan tingkat kepatuhan terhadap terapi antiretroviral (ART) yang masih rendah, termasuk di Provinsi Papua Barat, Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor psikososial dan lingkungan yang memengaruhi kepatuhan terhadap ART pada orang dengan HIV (ODHIV) di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat dengan menggunakan Integrated Behavioral Model (IBM). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Sebanyak 38 partisipan terlibat, terdiri atas 31 informan utama (ODHIV) dan 7 informan pendukung yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik menggunakan manual coding. Hasil: Analisis menghasilkan beberapa tema utama yang mendukung kepatuhan terhadap ART, antara lain sikap positif terhadap pengobatan, niat kuat untuk sembuh, kemampuan mengendalikan perilaku secara efektif, rutinitas minum obat yang konsisten, pengetahuan yang memadai, kondisi fisik yang mendukung, dukungan keluarga, keterlibatan tenaga kesehatan, dan penerimaan sosial. Sebaliknya, stigma dan diskriminasi muncul sebagai hambatan utama terhadap kepatuhan. Kesimpulan: Kepatuhan terhadap ART pada ODHIV di Papua Barat dipengaruhi oleh motivasi pribadi, keterlibatan keluarga, dan penerimaan masyarakat. Penguatan intervensi berbasis keluarga dan komunitas, peningkatan strategi edukasi untuk memperkuat niat pengobatan, serta promosi layanan kesehatan yang inklusif dan empatik sangat penting untuk mempertahankan kepatuhan terhadap ART.
Evaluasi Pelaksanaan dan Pengelolaan Kebijakan Pengendalian Tuberkulosis di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Baransano, Karolina; Windiyaningsih, Cicilia; Ulfa, Laila
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.34428

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan Papua Barat termasuk di antara provinsi dengan angka notifikasi kasus tertinggi. Di Kabupaten Manokwari, tercatat 927 kasus TB paru dengan tingkat kematian 3% pada tahun 2023. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan pengendalian TB di Manokwari berdasarkan kerangka implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif yang dilaksanakan pada April–Juni 2025 melalui diskusi kelompok terarah (FGD) dengan 26 partisipan dan wawancara mendalam (IDI) dengan 3 partisipan, terdiri atas tenaga kesehatan, pasien TB, pendamping pengobatan, tokoh masyarakat, LSM, dan pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten. Data dianalisis secara tematik menggunakan pendekatan Braun dan Clarke, mengacu pada kerangka Policy Implementation Process dan model Input–Process–Output–Outcome, dengan triangulasi sumber dan metode untuk validitas. Hasil: Program TB masih bergantung pada regulasi nasional tanpa adaptasi lokal yang kuat, menghadapi keterbatasan sumber daya, infrastruktur, dan koordinasi lintas sektor yang belum optimal. Kesimpulan: Diperlukan penyusunan regulasi daerah, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan penguatan koordinasi lintas sektor sebagai prioritas jangka pendek, serta integrasi program TB ke dalam rencana pembangunan kesehatan daerah untuk menjamin keberlanjutan program.
Riwayat Pemberian ASI Eksklusif, MPASI, Riwayat BBLR, dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Bandarharjo Afifah, Ade Oktava
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.34442

Abstract

Latar Belakang: Masalah stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Kasus stunting di Puskesmas Bandarharjo diketahui sebanyak 178 anak tahun 2024 dan meningkat menjadi 245 anak pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah kasus balita stunting. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, MPASI, riwayat BBLR, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain case control yang bersifat retrospektif. Besar sampel yang digunakan sebesar 44 balita dengan rasio 1:1. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dengan wawancara, pengisian kuesioner, dan pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square (α=0,05) dan multivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil: Analisis bivariat menunjukan riwayat pemberian ASI eksklusif (p-value=0,445>0,05), riwayat usia pemberian MPASI (p-value=0,650>0,05), tekstur pemberian MPASI (p-value=0,243>0,05), frekuensi pemberian MPASI (p-value=0,029<0,05), porsi pemberian MPASI (p-value=<0,001<0,05), riwayat BBLR (p-value=0,031<0,05), dan sanitasi lingkungan (p-value=0,001<0,05). Analisis Multivariat menunjukan hasil riwayat BBLR (p-value=0,001; OR= 46,920; 95% CI= 4,477 – 491,807). Kesimpulan: tidak ada hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat usia pemberian MPASI, riwayat tekstur pemberian MPASI dengan kejadian stunting. Ada hubungan antara riwayat frekuensi pemberian MPASI, riwayat porsi pemberian MPASI, riwayat BBLR dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting. Riwayat BBLR merupakan variabel dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting
Karakteristik Sensoris dan Deskriptif Produk Yogurt Berbasis Apel Malang dan Pisang Bantan Sebagai Modulator Disbiosis Usus pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Rozi, Fahrul; Majiding , Chaidir Masyhuri
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.35712

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease/CKD) merupakan masalah kesehatan global yang berkaitan erat dengan gangguan sumbu usus–ginjal dan kondisi disbiosis usus. Modifikasi mikrobiota melalui pangan fermentasi seperti yogurt menjadi pendekatan gizi potensial untuk memperlambat progresivitas CKD. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik sensoris dan deskriptif yogurt sinbiotik berbasis Apel Malang (Malus sylvestris) dan Pisang Bantan (Musa acuminata C.) sebagai kandidat modulator disbiosis usus pada pasien CKD. Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimental deskriptif dengan lima formula (F1–F5) yang berbeda pada komposisi susu full cream dan skim, kadar gula, serta jumlah starter (3%–5%). Proses fermentasi dilakukan pada suhu 37°C selama 18–24 jam. Uji organoleptik dilakukan oleh 50 panelis tidak terlatih menggunakan skala hedonik lima poin untuk menilai warna, aroma, kekentalan, rasa, mouthfeel, aftertaste, dan penerimaan keseluruhan, sedangkan uji deskriptif menggunakan skala intensitas 1–10 untuk mengidentifikasi profil sensori. Hasil: Formula F5 (perbandingan susu full cream dan skim 1:1 dengan starter 5%) memperoleh skor tertinggi (p<0,05) pada atribut rasa (5,75), kekentalan (5,67), dan penerimaan keseluruhan (5,69) dengan profil sensori paling seimbang antara aroma buah, rasa manis, dan tekstur. Kesimpulan: Penambahan Apel Malang dan Pisang Bantan meningkatkan mutu sensori yogurt serta berpotensi menjadi produk sinbiotik lokal untuk modulasi mikrobiota pada pasien CKD.
Formulasi Mie Kering dari Ubi Jalar Kuning (Ipomoea batatas) dan Tepung Ikan Gabus (Channa striata) untuk Ibu Hamil Kurang Energi Kronis Majiding, Chaidir Masyhuri; Rozi, Fahrul
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.35792

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan mie kering berbahan ubi jalar kuning (Ipomoea batatas) dan tepung ikan gabus (Channa striata) sebagai alternatif pangan fungsional untuk ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Metode: metode eksperimental dengan rancangan deskriptif-kuantitatif yang dilakukan di Laboratorium Gizi dan Kulinari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman pada Maret 2025. Hasil: Empat formula diuji dengan variabel bebas berupa proporsi ubi jalar dan tepung ikan gabus, serta variabel terikat berupa mutu organoleptik, fisik, dan kimia. Penilaian organoleptik dilakukan oleh 42 panelis menggunakan uji hedonik 7 skala; data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil menunjukkan Formula 4 (F4) memiliki skor warna tertinggi (5,33 ± 0,81), daya serap air 55,43 ± 0,66%, cooking loss 10,51 ± 0,41%, dan kadar protein 23,8%. Substitusi bahan meningkatkan nilai gizi mie tanpa menurunkan penerimaan panelis secara signifikan. Kesimpulan: formulasi mie kering ubi jalar kuning dan tepung ikan gabus menghasilkan produk bergizi tinggi, berwarna menarik, dan berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan energi serta protein ibu hamil KEK. Saran kedepannya diperlukan pengujian lebih lanjut mengenai efek pada ibu hamil KEK
Pengetahuan Gizi Ibu Hamil KEK Sebelum dan Sesudah Edukasidi Kecematan Pamboang Sahrir, Nur Zakiah; Annisa , Nurul; Aryanti , Novi; Supyati
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.35793

Abstract

Latar belakang : Ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi KEK pada ibu hamil sebesar 17,3%, dan meskipun menurun menjadi 16,9% pada tahun 2023, angka tersebut masih di atas target nasional 10% pada tahun 2024. Kondisi KEK berisiko menimbulkan komplikasi seperti perdarahan, preeklamsia, persalinan prematur, serta berat badan lahir rendah pada bayi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi seimbang terhadap peningkatan pengetahuan gizi ibu hamil dengan KEK di Desa Bonde Utara, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene. Metode : Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel diberi pretest kemudian diberikan edukasi gizi berupa penyuluhan dan sesi tanya jawab pada ibu hamil selanjutnya di beri posttest. Sampel terdiri atas 12 ibu hamil KEK yang dipilih secara purposif. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan gizi kehamilan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi edukasi gizi seimbang. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil : Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebelum edukasi sebesar 86,25 dan setelah edukasi sebesar 85,83 dengan nilai p = 0,7751 (p > 0,05). Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu hamil sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi gizi seimbang yang dilakukan satu kali belum mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil KEK secara signifikan. Diperlukan pendekatan edukasi yang lebih interaktif, penggunaan media audiovisual, serta pelaksanaan edukasi secara berulang dan berkelanjutan agar dapat memberikan dampak yang lebih optimal terhadap peningkatan pengetahuan gizi ibu hamil.
Efektivitas Video Animasi terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Remaja Mengenai Minuman Berpemanis di Kecamatan Pauh Kota Padang Aorama, Aulia; Nur, Nadia Chalida
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.35876

Abstract

Latar belakang: Konsumsi minuman manis yang berlebihan telah terbukti berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, penerapan edukasi gizi telah diidentifikasi sebagai langkah pencegahan yang krusial. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh video animasi sebagai media edukasi gizi tentang minuman berpemanis terhadap pengetahuan dan sikap pada remaja sekolah menengah atas di Kecamatan Pauh. Metode: Jenis penelitian ini adalah Quasy Experiment dengan desain two group pre-test post-test. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 9 Padang dan SMAN 15 Padang. Sampel dipilih secara acak dengan jumlah 31 siswa pada masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan edukasi gizi menggunakan media video animasi, sedangkan kelompok intervensi tanpa adanya pemberian media.  Analisis data untuk uji perbedaan perlakukan dengan Paired T Test, dan uji efektivitas dengan N-gain. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, sikap, dan video animasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan skor pengetahuan dan sikap pada kelompok intervensi sebelum dan setelah perlakuan (p-value = 0,0001). Terdapat perubahan pengetahuan dan sikap pada kelompok intervensi, dengan persentase n-gain pengetahuan sebesar 76% (efektif) dan 60% (cukup efektif) untuk sikap. Kesimpulan: Media video animasi tentang minuman berpemanis efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap pada remaja. Diharapkan sekolah berperan aktif dalam memberikan edukasi gizi dengan memanfaatkan media yang menarik