cover
Contact Name
Media Gizi Pangan
Contact Email
mediagizipangan@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+62411-510197
Journal Mail Official
mediagizipangan@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar, Jl. Paccerakkang KM. 14 Daya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Gizi Pangan
ISSN : 18584608     EISSN : 26226480     DOI : 10.32382
Core Subject : Health,
Media Gizi Pangan is a scientific periodic journal published by the Makassar Ministry of Health Poltekkes since 2005, with pISSN 1858-4608 and eISSN 2622-6480. Media Gizi Pangan is published twice a year, namely January-June and July-December. Media Gizi Pangan accepts scientific writing in the form of research results with a focus on Community Nutrition, Clinical Nutrition and Food Processing. Media Gizi Pangan is reviewed by experts in the field of food and nutrition in accordance with the scientific field being developed which aims to encourage the development of nutrition and food science in general so that it can become a reference source in supporting the implementation of Evidence Based Practice-based health services in Indonesia. Media Gizi Pangan can be a forum for researchers in the field of nutrition and food science to publish the results of their research so that they can enrich scientific references that can be used to improve the quality of health human resources in Indonesia.
Articles 90 Documents
EFEKTIVITAS VIDEO INTERAKTIF GIZI SEIMBANG TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN ASUPAN MAKRONUTRIEN ANAK SEKOLAH: Effectiveness of Interactive Videos on Schoolchildren’s Knowledge, Attitudes, and Macronutrient Intake Alya Sri Windari; Lintang Purwara Dewanti; Nofia Angela; Nadiyah; Isniati Dwijayanti
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.1713

Abstract

Anak usia sekolah memiliki kerentanan terhadap masalah gizi akibat rendahnya pengetahuan dan sikap terkait pola makan sehat. Oleh karena itu, edukasi gizi melalui media pembelajaran diperlukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gizi menggunakan video interaktif terhadap pengetahuan, sikap, dan asupan makronutrien pada anak usia sekolah di SDN Lambangsari 05 Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pre-test post-test control group design. Responden berjumlah 48 siswa yang terdiri dari 23 siswa kelompok perlakuan yang diberikan edukasi menggunakan video interaktif dan 25 siswa kelompok kontrol yang diberikan edukasi menggunakan media poster. Penelitian menggunakan intact group berdasarkan pembagian kelas oleh pihak sekolah tanpa randomisasi individu.  Data pengetahuan dan sikap diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data asupan makronutrien diperoleh menggunakan metode food recall 2×24 jam. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan asupan makronutrien pada kelompok perlakuan setelah intervensi. Kelompok perlakuan menunjukkan peningkatan skor yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Media video interaktif berpotensi menjadi salah satu alternatif edukasi gizi karena mampu menyampaikan informasi melalui kombinasi visual dan audio yang menarik bagi anak usia sekolah. Namun, hasil penelitian perlu diinterpretasikan secara hati-hati mengingat periode intervensi yang relatif singkat dan kemungkinan adanya faktor eksternal yang tidak dapat dikontrol sepenuhnya selama penelitian berlangsung.
OVERRUN, DAYA LELEH, DAN DAYA TERIMA SENSORIS ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN BUBUR TEMPE: Overrun, Melting Rate, and Sensory Acceptability of Ice Cream with Tempeh Puree Addition Siti Masithah Fiqtinovri; Dahlia
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.1865

Abstract

Es krim dengan substitusi sebagian bahan berbasis nabati telah banyak dikembangkan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan fungsional dan sumber protein alternatif. Tempe, sebagai pangan fermentasi yang kaya protein dan zat gizi, memiliki potensi untuk digunakan dalam formulasi es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan bubur tempe terhadap overrun, daya leleh, dan akseptabilitas sensoris es krim, serta menentukan konsentrasi optimum penerimaan bubur tempe. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dengan dua kali ulangan (P0 = 0 g bubur tempe, P1 = 50 g, P2 = 100 g, and P3 = 150 g bubur tempe). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubur tempe berpengaruh nyata (p< 0,05) terhadap overrun, daya leleh, dan seluruh parameter sensoris es krim. Konsentrasi bubur tempe yang lebih tinggi cenderung meningkatkan overrun dan meningkatkan waktu leleh (meskipun tidak semua perlakuan berbeda nyata pada nilai daya leleh), namun menurunkan tingkat penerimaan panelis. Penurunan akseptabilitas tersebut ditandai dengan warna yang lebih kuning, aroma khas tempe yang lebih kuat, tekstur yang kurang lembut, dan rasa yang lebih pahit. Penambahan 50 g bubur tempe merupakan formulasi optimal yang dapat diterima yang optimal oleh panelis, di mana produk masih mencapai akseptabilitas yang relatif baik. Hasil ini menunjukkan bahwa bubur tempe berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku es krim berbasis nabati; meskipun demikian, optimasi formulasi masih diperlukan untuk mencapai keseimbangan antara kualitas fisik dan akseptabilitas sensoris produk.
ASUPAN ENERGI DAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA REMAJA PUTRI: Energy Intake and Breakfast Habits with the Incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) in Adolescent Girls Hendrayati; Adriyani Adam; Zakaria `
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.1899

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi, salah satunya Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kondisi ini disebabkan oleh ketidak seimbangan antara asupan dan kebutuhan energi  dalam jangka waktu lama. Faktor perilaku makan, seperti rendahnya asupan energi dan kebiasaan melewatkan sarapan, diduga berkontribusi terhadap kejadian KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran  hubungan antara asupan energi dan kebiasaan sarapan dengan kejadian KEK pada remaja putri. Penelitian menggunakan desain potong lintang yang dilakukan pada 54 remaja putri usia 15–18 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Raya Makassar. Data asupan energi diperoleh melalui Food recall 1×24 jam dan dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG), kebiasaan sarapan diukur menggunakan kuesioner frekuensi sarapan. Status KEK ditentukan berdasarkan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan batas <23,5 cm.  Hasil penelitian menunjukkan  terdapat remaja yang mengalami KEK 40,7 %, Asupan sarapan kurang 64,8 %, asupan total kurang 88,8%. Rata rata remaja putri memiliki variasi beragam 64,8% dan frekwensi makan cukup 59,3%. Remaja putri masih mengandalkan jajanan sebagai sumber energi sebesar 29,6% dan 16,7 berupa jajanan junkfood.. Diperlukan upaya edukasi gizi di sekolah untuk membentuk kebiasaan sarapan bergizi serta pemantauan status gizi secara berkala guna mencegah KEK pada remaja putri.
PENGARUH MEDIA EDUKASI VIDEO, FLASHCARD, DAN SHEET TERHADAP PENGETAHUAN DAN PRAKTIK KEAMANAN PANGAN PADA PEKERJA KATERING : The Effect of Video, Flashcard, and Sheet Educational Media on Food Safety Knowledge and Practices of Catering Workers Nayla Arista Fauziyah; Ratih Kurniasari; Fitriyah Nafsiyah Muthmainah
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.1962

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam penyediaan makanan karena berkaitan langsung dengan kesehatan konsumen dan pencegahan penyakit bawaan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian media edukasi gizi (video podcast, flashcard, dan sheet benar-salah) terhadap pengetahuan dan praktik terkait keamanan pangan pada pekerja katering. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan tiga kelompok pre-test dan post-test. Pembagian subjek ke dalam tiga kelompok perlakuan dilakukan secara non-random. Penelitian dilaksanakan di perusahaan katering di Kecamatan Kotabaru, Karawang, pada September-Oktober 2025. Sebanyak 30 pekerja yang memenuhi kriteria inklusi dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan, masing-masing menerima satu jenis media edukasi. Data pengetahuan dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan praktik diamati langsung menggunakan lembar observasi. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test dan Wilcoxon sign rank test sesuai distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media 2D (video podcast) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan (p = 0,004), sedangkan media 3D (flashcard) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan praktik (p = 0,020). Media inovatif menunjukkan peningkatan pada pengetahuan dan praktik, namun tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Kesimpulannya, pemberian media edukasi gizi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik keamanan pangan pada pekerja katering, dengan efektivitas yang berbeda antar jenis media.
POLA ASUH MAKAN ANAK DAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN PANDEGLANG BANTEN: Child Feeding Practices and Stunting Among Under-Five Children in Pandeglang, Banten Adam Sugiharto; Megawati Simanjuntak; Yulina Eva Riany; Muhammad Rizal Martua Damanik; Diah Krisnatuti
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.2204

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya pada wilayah dengan keluarga berisiko tinggi seperti Kabupaten Pandeglang, Banten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh makan anak dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 402 keluarga yang memiliki anak usia 0–59 bulan yang dipilih melalui metode cluster random sampling di tujuh desa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan pengukuran antropometri. Wawancara dilakukan oleh enumerator dengan ibu bayi atau pengasuh utama anak. Pola asuh makan diukur menggunakan kuesioner FPSQ-S extended version yang mencakup enam indikator. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji korelasi Spearman menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan signifikan antara seluruh indikator pola asuh makan dan kejadian stunting tidak terdeteksi secara statistik (p>0,05). Proporsi stunting relatif seragam pada seluruh kategori pola asuh makan, yang menunjukkan adanya homogenitas praktik pemberian makan dalam populasi penelitian. Selain itu, karakteristik anak dan keluarga juga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Temuan ini mengindikasikan bahwa stunting merupakan masalah multifaktorial yang dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor individu, keluarga, dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang komprehensif dan terintegrasi dalam upaya pencegahan stunting.
PENGARUH EDUKASI LEAFLET ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN MENGONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI PUSKESMAS BULUROKENG: The Effect of Anemia Leaflet Education on Knowledge and Compliance with Iron Tablet Consumption at Bulurokeng Health Center Lydia Fanny; Khaerunnisa; Sunarto
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.2206

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah global, di mana WHO (2020) melaporkan prevalensi sebesar 36,55%. Riskesdas Sulawesi Selatan (2018) mencatat prevalensi 48,9%, sementara SKI (2023) menunjukkan angka nasional 27,7%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi leaflet anemia terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil. Penelitian menggunakan desain One Group Pretest–Posttest dengan 43 ibu hamil yang dipilih secara purposive pada Oktober 2025 di Puskesmas Bulurokeng. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis sesuai uji normalitas menggunakan uji T dan Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan kepatuhan setelah intervensi (p = 0,000). Pengetahuan kategori baik meningkat dari 14% menjadi 51,2%, sedangkan kepatuhan naik dari 30,2% menjadi 90,7%. Dapat disimpulkan bahwa edukasi leaflet efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD sehingga berpotensi mendukung upaya pencegahan anemia. SARAN memanfaatkan leaflet sebagai media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah sebagai upaya pencegahan anemia. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji media edukasi lain guna meningkatkan efektivitas layanan gizi.
DETERMINAN HIPERTENSI PADA GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PANAKUKANG KOTA MAKASSAR: Determinan Of Hypertension Among Elementary School Teachers In Makassar Andi Nurhalizah Tenriyola A.P; Vicky Milenia Ramadhina Putri
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.2228

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas global serta dikenal sebagai silent killer. Prevalensinya terus meningkat, termasuk pada kelompok usia produktif seperti guru yang rentan mengalami beban kerja dan tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kejadian hipertensi pada guru Sekolah Dasar di Kecamatan Panakukang, Kota Makassar tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 83 guru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan. Variabel independen meliputi konsumsi lemak, konsumsi garam, konsumsi kopi, obesitas, aktivitas fisik, stres, dan merokok. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lemak (p=0,000), konsumsi garam (p=0,000), konsumsi kopi (p=0,003), obesitas (p=0,000), aktivitas fisik (p=0,005), dan stres (p=0,000) berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi, sedangkan merokok tidak berhubungan signifikan (p=0,345). Analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi garam (p=0,029), obesitas (p=0,007), dan stres (p=0,001) berpengaruh signifikan terhadap kejadian hipertensi, dengan stres sebagai faktor yang paling dominan. Model regresi menunjukkan goodness-of-fit yang baik berdasarkan uji Hosmer-Lemeshow (p=0,273). Kesimpulan: kejadian hipertensi pada guru dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan psikologis, terutama konsumsi garam, obesitas, dan stres, dengan stres sebagai determinan utama.
EDUKASI LEAFLET DAN CERAMAH TENTANG POSISI PELEKATAN MENYUSUI TERHADAP PENGETAHUAN IBU DI PUSKESMAS PACCERAKKANG KOTA MAKASSAR: Leaflet and Lecture Education on Breastfeeding Knowledge in Makassar Hikmawati Masud; Fitri Safira ML; Adriyani Adam; Mustamin
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.2272

Abstract

Menyusui merupakan proses penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. Posisi dan pelekatan menyusui yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah menyusui serta menurunkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media leaflet dan ceramah terhadap pengetahuan ibu tentang posisi dan pelekatan menyusui di Puskesmas Paccerakkang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre- eksperimen one group pre-test. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung ke puskesmas tersebut. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok leaflet dan kelompok ceramah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi pada kedua kelompok. Kelompok leaflet menunjukkan peningkatan pengetahuan yang lebih besar dibandingkan kelompok ceramah dengan perbedaan yang signifikan (p=0,004). Media leaflet dinilai lebih efektif, praktis, dan mudah dipahami dalam penyampaian informasi mengenai posisi dan pelekatan menyusui. Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi menggunakan media leaflet lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang posisi dan pelekatan menyusui.
EFEKTIVITAS EDUKASI GIZI BERBASIS REELS INSTAGRAM TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG ANEMIA PADA REMAJA PUTRI: Effectiveness of Instagram Reels on Anemia Knowledge and Attitudes Nadimin; Theresia Dewi Kartini B; Istiqlal Maharani Putri
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.2273

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan sikap tentang perilaku pencegahan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya prevalensi anemia. Di sisi lain, meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja membuka peluang pemanfaatan platform digital, seperti Instagram melalui fitur Reels, sebagai sarana edukasi gizi yang lebih interaktif dan mudah dijangkau. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experimental dengan pendekatan pre-test and post-test control group design. Responden dibagi menjadi kelompok intervensi yang menerima edukasi gizi melalui Reels Instagram dan kelompok kontrol yang mendapatkan edukasi melalui metode ceramah. Intervensi diberikan selama enam hari berturut-turut dengan durasi video maksimal 90 detik. Pengetahuan dan sikap terkait anemia diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test, Paired t-test, Mann–Whitney U test, dan Independent samples t-test. Terdapat peningkatan yang bermakna pada skor pengetahuan dan sikap responden setelah intervensi pada kedua kelompok (p < 0,05). Namun, peningkatan pada kelompok yang memperoleh edukasi melalui Reels Instagram terbukti lebih tinggi dibandingkan kelompok ceramah. Edukasi gizi berbasis Reels Instagram efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta membentuk sikap positif remaja putri terhadap pencegahan anemia, sehingga berpotensi diterapkan sebagai strategi inovatif dalam program promosi kesehatan remaja.
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM EDUKASI MP-ASI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU : Effectiveness of interpersonal communication in complementary feeding education to improve mothers' knowledge Hijrah Asikin; Lisnawati; Hendrayati; Mustamin
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.2292

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat masih menjadi salah satu tantangan di masyarakat, terutama karena kurangnya pengetahuan ibu terkait usia, frekuensi, jumlah dan jenis MP-ASI yang sesuai. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas komunikasi antarpribadi dalam edukasi MP-ASI untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest dan melibatkan dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan edukasi dengan metode komunikasi antarpribadi (KAP), sedangkan kelompok kontrol diberikan edukasi satu arah. Sampel penelitian sebanyak 66 ibu yang memiliki bayi dan anak usia 6–24 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Babana, Kabupaten Mamuju Tengah. Analisis data menggunakan uji t dengan tingkat signifikan p<0,05. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna pada kelompok intervensi sebesar 37,14% dan kelompok kontrol sebesar 27,75% (p<0,001). Metode komunikasi antarpribadi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu terkait MP-ASI. Tenaga kesehatan diharapkan dapat menerapkan metode edukasi ini dengan optimal dalam setiap kegiatan edukasi kesehatan dimasyarakat khususnya edukasi gizi.