cover
Contact Name
Media Gizi Pangan
Contact Email
mediagizipangan@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+62411-510197
Journal Mail Official
mediagizipangan@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar, Jl. Paccerakkang KM. 14 Daya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Gizi Pangan
ISSN : 18584608     EISSN : 26226480     DOI : 10.32382
Core Subject : Health,
Media Gizi Pangan is a scientific periodic journal published by the Makassar Ministry of Health Poltekkes since 2005, with pISSN 1858-4608 and eISSN 2622-6480. Media Gizi Pangan is published twice a year, namely January-June and July-December. Media Gizi Pangan accepts scientific writing in the form of research results with a focus on Community Nutrition, Clinical Nutrition and Food Processing. Media Gizi Pangan is reviewed by experts in the field of food and nutrition in accordance with the scientific field being developed which aims to encourage the development of nutrition and food science in general so that it can become a reference source in supporting the implementation of Evidence Based Practice-based health services in Indonesia. Media Gizi Pangan can be a forum for researchers in the field of nutrition and food science to publish the results of their research so that they can enrich scientific references that can be used to improve the quality of health human resources in Indonesia.
Articles 60 Documents
FORMULASI BROWNIES TEPUNG HATI AYAM DAN TEPUNG DAUN KELOR SEBAGAI CAMILAN SUMBER ZAT BESI: Formulation of Brownies of Chicken Liver Flour and Moringa Leaf Flour Marsita, Nindy; Rotua, Manuntun; Eliza
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.1063

Abstract

Brownies merupakan jenis kue berwarna cokelat, tidak mengembang, memiliki rasa manis dan aroma khas cokelat sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif penambahan bahan lain pada produk pangan guna meningkatkan kandungan zat gizi khususnya zat besi. Salah satu contoh bahan tambahan sumber zat besi adalah hati ayam. Selain hati ayam, daun kelor juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan pangan sumber zat besi karena mengandung zat besi dan protein yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik, daya terima berdasarkan sifat organoleptik, dan kandungan gizi pada brownies tepung hati ayam dan tepung daun kelor. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial dari 3 formula. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi brownies tepung hati ayam dan tepung daun kelor yang terpilih adalah formula P3 (30 gram tepung hati ayam dan 5 gram daun kelor) dengan kandungan energi sebesar 182,4 kkal, protein 4,17%, lemak 10,35%, karbohidrat 18,15%, dan zat besi 3,02 mg pada 100 gram brownies tepung hati ayam dan tepung daun kelor. Brownies tepung hati ayam dan tepung daun kelor formula terbaik (P3) dapat dikonsumsi sebagai makanan selingan khususnya oleh remaja putri yang menderita anemia karena dengan porsi saji 1 potong (40 gram) per hari, brownies ini dapat memenuhi 20,13% kebutuhan harian zat besi remaja, sehingga efektif sebagai tambahan nutrisi untuk mengatasi anemia.
EFEK PEMBERIAN PUDING KERSEN JAHE MERAH TERHADAP KADAR ASAM URAT PENDERITA HIPERURISEMIA DI PUSKESMAS KENTEN: Red Ginger Jamaica Cherry Pudding On Uric Acid Levels Of Hyperurisemia Patients Uswah, Miftah Chairisyah; Rotua, Manuntun; Eliza
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.1064

Abstract

Hiperurisemia adalah terjadinya peningkatan kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal, yaitu pada laki-laki lebih dari 7,0 mg/dl dan pada perempuan 6,0 mg/dl. Salah satu pengobatan non farmakologi yang dapat diberikan kepada penderita hiperurisemia adalah dengan cara pemberian puding kersen jahe merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian puding kersen jahe merah terhadap penurunan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan rancangan pretest and postest with control group. Sampel pada penelitian ini dipilih secara simple random sampling. Jumlah sampel kelompok perlakuan dan kelompok pembanding masing-masing 34 responden. Analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test dengan selisih nilai rata-rata kadar asam urat kelompok perlakuan 1,5 mg/dl (p-value = 0,000) dan kelompok pembanding 0,7 mg/dl (p-value = 0,000). Hasil independent sample t-test didapatkan p-value = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian puding kersen jahe merah terhadap penurunan kadar asam urat pada pasien hiperurisemia dengan perbedaan selisih rata-rata kadar asam urat kelompok perlakuan lebih tinggi daripada kelompok pembanding. Ada pengaruh pemberian puding kersen jahe merah terhadap kadar asam urat penderita hiperurisemia di Puskesmas Kenten.
DAYA TERIMA SOKU COOKIES : Acceptance Of Soku Cookies Lestari, Retno Sri; Amir, Aswita
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.1135

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit metabolik yang paling umum di dunia, ditandai oleh hiperglikemia kronis akibat gangguan pada sekresi insulin, aksi insulin, atau keduanya. Soku Cookies adalah salah satu alternatif makanan selingan untuk pasien DM yang terbuat dari tepung sorgum dan kuit buah naga. Tujuan Khusus penelitian ini adalah mengetahui daya terima panelis terhadap Soku Cookies dari aspek warna, tekstur, aroma dan rasa. Jenis penelitian pra eksperimen dengan desain one shot group design. Daya terima dinilai dengan uji organoleptik pada 100 panelis konsumen dan 25 panelis agak terlatih. Hasil uji daya terima terhadap warna (ρ=0,305), tekstur (ρ=0,180), aroma (ρ=0,166) dan rasa (ρ=0,626) yang berarti tidak ada perbedaan nyata perlakuan (F1, F2, dan F3) terhadap cookies dengan substitusi tepung sorgum dan tepung kulit buah naga. Berdasarkan hasil perankingan dengan menggunakan metode perbandingan eksponensial, formula yang paling disukai adalah F2 (70%:30%). Disarankan dalam pembuatan Soku Cookies selanjutnya agar dapat meneliti zat gizi khususnya yang berpengaruh terhadap kadar gula darah pasien DM. Kata kunci: Tepung Kulit Buah Naga, Tepung Sorgum,  Soku Cookies
VISUALISASI DATA E-PPGBM MENGGUNAKAN GOOGLE DATA STUDIO: E-PPGBM Data Visualization Using Google Data Studio Manjilala; Ipa, Agustian
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.1185

Abstract

Aplikasi Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) adalah aplikasi berbasis web yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk memudahkan pemantauan status gizi balita hingga tingkat Posyandu. Namun, aplikasi ini belum menyediakan alat bantu analisis untuk petugas gizi dalam memantau tren masalah gizi dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dashboard interaktif berbasis Google Data Studio yang mampu memvisualisasikan data hasil analisis e-PPGBM. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan target luaran berupa dashboard visualisasi data. Sasaran penelitian adalah Petugas Gizi Puskesmas di Kabupaten Maros yang telah menginput data e-PPGBM minimal 90% dari target sasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data e-PPGBM terdiri dari tiga komponen utama: pemantauan pertumbuhan, tatalaksana masalah gizi, dan laporan gizi. Fokus penelitian ini adalah mengembangkan visualisasi untuk data pemantauan pertumbuhan balita, khususnya laporan status gizi balita. Proses pembuatan dashboard meliputi persiapan data, integrasi data, desain dashboard, penambahan interaktivitas, serta publikasi. Dashboard ini dapat meningkatkan efisiensi analisis dan pemantauan tren status gizi balita di tingkat puskesmas.
GAMBARAN KESESUAIAN STANDAR PORSI MAKANAN BIASA MENU MAKAN SIANG PASIEN KELAS I DI RUMAH SAKIT ISLAM FAISAL KOTA MAKASSAR: Description of The Standard Completeness of The Usual Food Portion of The Lunch Menu For Class I Patients At The Faisal Islamic Hospital Makassar City Rauf, Suriani; Kartini B, Thresia Dewi; Isqara Putri, Andi Diin; Asikin, Hijrah
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.1188

Abstract

Penyusunan standar makanan adalah kegiatan menyandingkan dana, kondisi kesehatan dan latar belakang sosial budaya pasien dalam menyusun kecukupan gizi. Standar makanan rumah sakit diperlukan sebagai alat adminstrasi untuk merancang jenis dan jumlah kebutuhan makanan pasien perhari. Kesesuaian standar porsi makanan di rumah sakit berdasarkan penelitian terdahulu dan yang berkaitan menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam pemorsian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesesuaian standar porsi makanan biasa menu makan siang pasien kelas I di Rumah Sakit Islam Faisal Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 5 pasien perhari selama 10 hari pelaksanaan mengikuti satu siklus menu. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan metode penimbangan makanan (food weighing) secara langsung yaitu makan siang pasien dan data sekunder yaitu standar porsi RSI Faisal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar porsi yang tidak sesuai yaitu makanan pokok hanya 87,70%, lauk hewani 94,14%, sayur 89,58% dan buah 87,38% sedangkan yang sesuai dengan standar porsi yaitu lauk nabati 97,6%. Kesimpulan penelitian ini  adalah kesesuaian standar porsi makanan pokok pada menu makan siang pasien kelas I di Rumah Sakit Islam Faisal Kota Makassar dikategorikan tidak sesuai dengan standar porsi yang telah ditetapkan. Disarankan agar Pemorsian makanan pokok di instalasi gizi di RSI Faisal Makassar menggunakan URT yang ukurannya telah distandarkan sesuai dengan rata-rata kebutuhan pasien pada umumnya, sehingga belum memenuhi standar porsi rumah sakit.
PERAN GIZI DALAM MENANGANI KANKER PARU-PARU : LITERATURE REVIEW: The Role Of Nutrition In Managing Lung Cancer: Literature Review Asiyah, Siti Nur; Rachman Al Syaiba, Fauzy; Nailun Nabilah, Silvana; Marsha Finanda, Zakiya; Fadhilah Mudrik, Puja Zada
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.691

Abstract

Salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia adalah Kanker, khususnya Kanker Paru yang menyerang sistem pernapasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran asupan gizi, khususnya makronutrien, dalam penanganan komplikasi sistem pernapasan pada pasien kanker paru. Artikel jurnal ini menggunakan metode kajian pustaka, dengan mengumpulkan sumber dari jurnal nasional dan internasional melalui basis data seperti Google Scholar, ResearchGate, dan PubMed selama 5 tahun terakhir (2019-2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko internal seperti gaya hidup, kebiasaan makan, dan faktor eksternal seperti polusi udara berkontribusi terhadap kejadian kanker paru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara asupan gizi dengan kejadian kanker paru.
ASUPAN PROTEIN DENGAN KADAR UREUM DAN KREATININ PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK HEMODIALISA RSUD PRINGSEWU : Protein Intake Urea and Creatinine in Chronic Kidney Hemodialysis Patients at Pringsewu Hospital Nofiyanti, Alfina; Nurhayati, Aftulesi; Junita, Dera Elva; Ambar Wati, Desti
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.835

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kondisi gangguan fungsi ginjal yang memengaruhi kesehatan secara signifikan. Hemodialisis merupakan metode pengganti fungsi ginjal untuk mengatasi gejala akibat penurunan laju filtrasi glomerulus. Pengaturan asupan protein pasien GGK dengan hemodialisis perlu diperhatikan, karena konsumsi protein yang tinggi dapat memperberat kerja ginjal dalam mengeluarkan sisa metabolisme, sehingga meningkatkan kadar ureum dan kreatinin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan asupan protein dengan kadar ureum dan kreatinin pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Pringsewu tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan populasi 423 orang dan sampel 36 responden. Penelitian dilakukan di ruang Alamanda, RPDP, RPDW, dan ruang Hemodialisis pada 29 Mei–26 Juni 2024. Data asupan protein dikumpulkan menggunakan formulir Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Kadar ureum dan kreatinin diperoleh dari hasil laboratorium di buku rekam medis pasien atau pengecekan langsung dengan bantuan perawat dan petugas laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara asupan protein dengan kadar ureum (p=0,080) maupun kadar kreatinin (p=0,995). Hal ini disebabkan oleh penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) dan ekskresi urin yang terganggu, sehingga metabolisme protein menghasilkan penumpukan ureum dan kreatinin. Akibatnya, meskipun asupan protein rendah, kadar ureum dan kreatinin tetap tinggi karena penumpukan kembali ke sistem sirkulasi darah.
TINGKAT PENGETAHUAN PREBIOTIK, PROBIOTIK, DAN ASUPAN SERAT DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA: Relation Between Knowledge of Prebiotic, Probiotik and Fiber Intake on The Incidence of Contipation Among Patient with Chronic Kidney Disease on Hemodialysis Amara, Talika; Nurhayati, Aftulesi; Elva Junita, Dera; Akhriani, Mayesti
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.849

Abstract

Hemodialisa mengharuskan pasien untuk melakukan pembatasan seperti pembatasan pola makan dan aktivitas fisik selama pasien melakukan hemodialisa. Hal tersebut menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan yaitu konstipasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan prebiotik, probiotik, dan asupan serat pada kejadian konstipasi pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung. Jenis penelitian analitik kuantitatif, dengan pendekatan cross-sectional. Total populasi sample adalah 91 responden penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa pada bulan mei – juni 2024. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisi data yang digunakan meliputi data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesionesr tingkat pengetahuan prebiotik dan probiotik milik refita et al., (2021), formulir 2 x 24 jam food recall untuk asupan serat, dan Bristol Stool Chart untuk mengetahui tingkat kejadia konstipasi responden. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan tingkat pengetahuan prebiotik dan probiotik (p=0.002), serta asupan serat (p=0.004) dengan kejadian konstipasi pada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa. Saran untuk penelitian kedepan untuk melakukan konsultasi gizi dengan menambahkan materi mengenai prebiotik dan probiotik serta asupan serat oleh ahli gizi kepada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis.
KONSUMSI FAST FOOD, AKTIVITAS FISIK, DAN TINGKAT STRES DENGAN DISMENOREA PADA SISWI SMAN 7 BEKASI: Fast Food Consumption, Physical Activity, and Stress Level With Dysmenorrhea in Female Students of SMAN 7 Bekasi Damartiasari, Priska Anggun; Mardiyah, Sarah; Wijayanti, Wiwit; Poppy, Maria
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1072

Abstract

Dismenorea merupakan kondisi yang terjadi sebelum atau saat menstruasi berlangsung. Kejadiannya di Indonesia tergolong tinggi pada tahun 2018 yaitu 60 hingga 70% wanita mengalami kondisi ini. Prevalensi dismenorea di Indonesia mencapai 64,25% yang mencakup dismenorea primer 54,89% dan dismenorea sekunder 9,36%. Penelitian ini bertujuan  mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi fast food, aktifitas fisik, dan tingkat stres dengan kejadian dismenorea pada siswi di  SMA Negeri 7 Bekasi tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan design Cross Sectional. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Sampel dalam penelitian ini merupakan siswi kelas X.1, XI F7, XII F9 SMAN 7 Bekasi tahun 2024 berjumlah 62 orang yang kemudian disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 60 responden diambil menggunakan teknik total sampling. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua siswinya mengalami dismenorea dengan intensitas yang berbeda. Sehingga hasilnya tidak terdapat hubungan signifikan konsumsi fast food (p-value 0,099), terdapat hubungan signifikan aktivitas fisik (p-value 0,004), tidak terdapat hubungan tingkat stres (p-value 0,056) dengan dismenorea. Siswi dapat mengurangi keparahan dismenorea dengan membatasi aktivitas fisik ringan. Sekolah bisa meningkatkan pengetahuan tentang nyeri haid melalui Unit Kesehatan Sekolah dan PIK-R, serta mengadakan kegiatan fisik rutin 30 menit setiap hari sebelum pelajaran dimulai.
PERAN EDUKASI IMPLEMENTASI MAKAN YANG OPTIMAL PADA REMAJA PUTRI TERHADAP ASUPAN ENERGI DAN PENGETAHUAN GIZI: The Role of Education in Implementing Good Eating in Adolescent Females on Energy Intake and Nutrition Knowledge Hendrayati; Adam, Adriyani; `, Zakaria
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1103

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok usia yang sedang memasuki masa penting karena pada masa ini terjadi peralihan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Masalah gizi yang sering di hadapi remaja putri saat ini adalah masalah gizi kurang. Gizi kurang pada remaja putri disebabkan ketidak seimbangan antara asupan energi dan kebutuhan. Factor yang dapat menyebabkan rendahnya asupan energi adalah rendahnya pengetahuan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran edukasi implementasi makan yang baik pada remaja putri terhadap asupan energi dan pengetahuan gizi. Sampel dalam penelitian ini yaitu remaja putri yang berjumlah 54 orang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan asupan energi kurang sebesar 58% dari 89% menjadi 31% setelah pemberian edukasi (p = 0,001). Pengetahuan gizi meningkat sebesar 15% (p= 0,002). Saran untuk remaja putri agar  meningkatkan pengetahuan gizi serta  dapat menerapkan implementasi makan yang baik  yang  mengacu pada gizi seimbang untuk remaja putri.