cover
Contact Name
Media Gizi Pangan
Contact Email
mediagizipangan@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+62411-510197
Journal Mail Official
mediagizipangan@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar, Jl. Paccerakkang KM. 14 Daya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Gizi Pangan
ISSN : 18584608     EISSN : 26226480     DOI : 10.32382
Core Subject : Health,
Media Gizi Pangan is a scientific periodic journal published by the Makassar Ministry of Health Poltekkes since 2005, with pISSN 1858-4608 and eISSN 2622-6480. Media Gizi Pangan is published twice a year, namely January-June and July-December. Media Gizi Pangan accepts scientific writing in the form of research results with a focus on Community Nutrition, Clinical Nutrition and Food Processing. Media Gizi Pangan is reviewed by experts in the field of food and nutrition in accordance with the scientific field being developed which aims to encourage the development of nutrition and food science in general so that it can become a reference source in supporting the implementation of Evidence Based Practice-based health services in Indonesia. Media Gizi Pangan can be a forum for researchers in the field of nutrition and food science to publish the results of their research so that they can enrich scientific references that can be used to improve the quality of health human resources in Indonesia.
Articles 90 Documents
DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN ZAT GIZI MAKRO BISKUIT SUBTITUSI BAHAN PANGAN LOKAL UNTUK PMT IBU HAMIL KEK: Acceptability and Analysis of Macronutrients Biscuits Substitution of Local Food For PMT Pregnant Women KEK Masud, Hikmawati; Sahariah Rowa, Sitti; Suaib, Fatmawaty
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya terima serta kandungan zat gizi makro biskuit berbasis pangan lokal yang diformulasikan menggunakan tepung ubi jalar ungu, tepung tempe, dan tepung kacang merah sebagai bahan substitusi. Ketiga bahan tersebut dipilih karena memiliki potensi meningkatkan nilai gizi biskuit, terutama dari aspek protein dan kandungan senyawa bioaktif. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan tiga variasi formula, yaitu F1 (60% tepung ubi jalar ungu, 10% tepung tempe, 10% tepung kacang merah, 20% tepung terigu), F2 (50%, 15%, 15%, 20%), dan F3 (40%, 20%, 20%, 20%). Uji hedonik dilakukan terhadap 25 panelis tidak terlatih untuk menilai atribut warna, aroma, tekstur, dan rasa. Formula dengan tingkat penerimaan tertinggi kemudian dianalisis kandungan gizinya menggunakan metode titrimetri untuk karbohidrat, Mikro Kjeldahl untuk protein, dan gravimetri untuk lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F3 merupakan formula dengan tingkat kesukaan tertinggi. Analisis laboratorium menunjukkan bahwa per 100 gram biskuit F3 mengandung 36,12% karbohidrat, 11,44% protein, dan 28,99% lemak. Kandungan protein dan lemak telah memenuhi standar SNI 01-2973-1992, sedangkan kadar karbohidrat belum sesuai standar. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi tepung tempe dan tepung kacang merah efektif meningkatkan nilai gizi biskuit, namun proporsi tepung ubi jalar ungu yang tinggi dapat menurunkan daya terima, terutama pada aspek warna dan rasa.
PENGEMBANGAN DASHBOARD GOOGLE DATA STUDIO UNTUK PEMANTAUAN SISA MAKANAN RSUP DR. TADJUDDIN CHALID MAKASSAR : Google Data Studio Dashboard for Monitoring Food Waste at Dr. Tadjuddin Chalid Hospital Manjilala; Nurfadillah; Chaerunnimah; Ipa, Agustian
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1937

Abstract

Penilaian sisa makanan merupakan komponen penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi pasien, karena jumlah makanan yang tidak dikonsumsi dapat memengaruhi kecukupan asupan selama perawatan. Hasil observasi di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar menunjukkan bahwa proses pencatatan dan analisis sisa makanan masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan berisiko menimbulkan ketidaktepatan data. Pemanfaatan teknologi digital, seperti pengembangan dashboard berbasis Google Data Studio yang terhubung secara realtime dengan data dari Google Form, menjadi alternatif untuk meningkatkan efisiensi pengolahan informasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menampilkan dashboard pemantauan kategori sisa makanan pasien rawat inap menggunakan Google Form dan Google Data Studio di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan melibatkan 99 pasien rawat inap kelas II dan III yang mendapatkan diet makanan biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76 pasien (76,77%) termasuk kategori menghabiskan makanan, sedangkan 23 pasien (23,23%) berada pada kategori tidak menghabiskan makanan. Dashboard yang dibuat melalui Google Data Studio mampu menampilkan visualisasi kategori sisa makanan beserta indikator pendukung lainnya yang memungkinkan pemantauan kondisi secara realtime. Kesimpulannya, dashboard ini berfungsi sebagai alat pemantauan yang cepat dan akurat, sehingga mendukung efisiensi proses penilaian serta penyediaan informasi yang lebih andal dalam layanan gizi rumah sakit.
EDUKASI SARAPAN PAGI DENGAN MEDIA POSTER AR DAN VIDEO BAGI SISWA DI SMK LANIANG MAKASSAR: Breakfast Education Using AR Posters and Video for Students at SMK Laniang Makassar Chaerunnimah; Azzahra, Fatimah; Azzahra, Sirajuddin; Azzahra, Mustamin
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1947

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan mengalami malnutrisi salah satunya akibat sering melewatkan sarapan. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya gizi di pagi hari perlu diperhatikan karena berdampak pada konsentrasi belajar dan produktivitas remaja di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan edukasi sarapan menggunakan media poster Augmented Reality (AR) dan video terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa di SMK Laniang Makassar. Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan desain pretest–posttest control group yang melibatkan 36 siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Edukasi dilakukan selama 12 hari dalam 4 kali pertemuan dengan materi yang sama di setiap kelompok. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, kemudian dianalisis dengan uji t berpasangan dan Wilcoxon untuk mengetahui perubahan sebelum dan sesudah perlakuan, serta uji t tidak berpasangan dan Mann–Whitney untuk mengetahui perbedaan antarkelompok pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap yang signifikan pada kedua kelompok (p<0,001). Pada Poster AR, pengetahuan meningkat dari 88,9% kategori kurang menjadi 88,9% baik dan sikap positif dari 16,7% menjadi 72,2% (p<0,001). Pada kelompok Video, pengetahuan meningkat dari 83,3% kurang menjadi 77,8% baik dan sikap dari 5,6% menjadi 72,2% positif (p<0,001). Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua media terhadap pengetahuan (p=0,058) maupun sikap (p=0,379). Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi sarapan menggunakan poster AR dan video memiliki efektivitas yang setara dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa, sehingga keduanya dapat digunakan dalam program edukasi gizi di sekolah.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) HASIL FERMENTASI TERHADAP MUTU ROTI TAWAR: The Effect of Substituting Purple Sweet Potato Flour (Ipomoea batatas) From Fermentation on The Quality of Plain Bread Faramitha; Asikin, Hijrah
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roti tawar merupakan salah satu produk pangan berbasis tepung terigu yang banyak dikonsumsi masyarakat dan berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional melalui substitusi bahan lokal. Ubi jalar ungu yang dimodifikasi secara fermentasi memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan nilai fungsional roti tawar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung ubi jalar ungu hasil fermentasi terhadap mutu organoleptik dan karakteristik fisikokimia roti tawar. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan substitusi tepung terigu dan tepung ubi jalar ungu fermentasi, yaitu T0 (100:0), T1 (80:20), T2 (70:30), T3 (60:40), dan T4 (50:50). Uji organoleptik dilakukan menggunakan metode hedonik terhadap parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa, sedangkan analisis fisikokimia meliputi kadar air, abu, protein, lemak, serat kasar, karbohidrat, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesukaan panelis tertinggi diperoleh pada perlakuan T0, diikuti T1 dan T2, dengan kecenderungan penurunan kesukaan seiring peningkatan tingkat substitusi. Analisis statistik menunjukkan bahwa substitusi tepung ubi jalar ungu fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar serat, karbohidrat, dan aktivitas antioksidan (p < 0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, protein, dan lemak (p > 0,05). Substitusi hingga 30% mampu meningkatkan kadar serat dan aktivitas antioksidan serta menurunkan kadar karbohidrat, dengan karakteristik mutu yang masih memenuhi persyaratan roti tawar berdasarkan SNI 01-3840-1995, khususnya kadar air maksimal 40%. Dapat disimpulkan bahwa roti tawar dengan substitusi tepung ubi jalar ungu fermentasi hingga 30% berpotensi dikembangkan sebagai produk roti tawar fungsional berbasis pangan lokal dengan daya terima yang baik
ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO: Nutritional Care for CKD Patients Hemodialysis at RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Hariana; Adam, Adriyani; Rowa, Sitti Sahariah; Sirajuddin; Thahir, Musyawarah
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1993

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penurunan fungsi ginjal progresif hingga memerlukan terapi hemodialisis. Masalah ini berdampak besar pada status gizi dan kualitas hidup pasien, sehingga diperlukan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan asuhan gizi terstandar pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan jumlah 3 pasien GGK stadium 5 rawat inap yang menjalani hemodialisis di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo pada bulan Juli – September 2025. Hasil penelitian ini melibatkan tiga pasien rawat inap dengan diagnosis GGK stadium 5 yang menjalani hemodialisis dan memiliki penyakit penyerta. Ketiga pasien mengalami masalah gizi, seperti asupan rendah, anemia, kadar ureum dan kreatinin tinggi, eGFR rendah, serta edema. Status gizi bervariasi, dari kurang hingga normal. Intervensi gizi menunjukkan kecenderungan perbaikan kondisi klinis dan asupan zat gizi pasien selama periode asuhan gizi.
KEPATUHAN DIET DAN KOMPOSISI TUBUH PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DENGAN HEMODIALISA DI RS BHAYANGKARA: Dietary Adherence and Body Composition in Hemodialysis CKD Patients Putri Alfisyah; Mayesti Akhriani; Lara Ayu Lestari; Dera Elva Junita
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.1369

Abstract

Pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisa menunjukkan bahwa terdapat perubahan signifikan dalam komposisi tubuh, terutama BB, massa otot, lemak tubuh dan lemak visceral. Hal ini menjadi penting karena kepatuhan diet yang baik dapat mempengaruhi status nutrisi pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani HD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan diet dengan komposisi tubuh pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung. Jenis penelitian ini kuantitatif denganpendekatan Cross Sectional. Total populasi pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang melakukan hemodialisa di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Bhayangkara dengan total sample sebanyak 96 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober - November 2024. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner kepatuhan diet dan pengukuran komposisi tubuh menggunakan alat bioimpedance analysis (BIA). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet dengan lemak visceral sesudah hemodialisis (p=0,013; p<0,05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet dengan berat badan sebelum hemodialisis (p=0,358), berat badan sesudah hemodialisis (p=0,375), massa otot sebelum hemodialisis (p=0,535), massa otot sesudah hemodialisis (p=0,550), dan lemak visceral sebelum hemodialisis (p=0,147) karena seluruh nilai p>0,05. Kepatuhan diet pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis perlu ditingkatkan karena berkaitan dengan komposisi tubuh, terutama pada indikator lemak visceral sesudah hemodialisis. Oleh karena itu, pasien PGK disarankan mematuhi diet yang dianjurkan guna mempertahankan kondisi tubuh secara optimal.
YODIUM SERUM, KADAR THYROID STIMULATING HORMONE (TSH) DAN FREE THYROXINE (FT4) PADA PENYAKIT HIPERTHIROID: Iodine Serum, Thyroid Stimulating Hormone (TSH) Level And Free Thyroxine (FT4) On Hyperthyroidism Husnul Khatimah; Setyo Sri Rahardjo; Ferliani Fransisca Sa’pang
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.1503

Abstract

Hipertiroid adalah kelainan patologis akibat sekresi hormon tiroid secara berlebihan yang ditandai dengan serapan yodium radioaktif yang normal atau tinggi. Prevalensi kejadian hipertiroid di Indonesia berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 sebesar 0,4% dan berdasarkan data laporan tahunan Balai Litbang Kesehatan Magelang (2019), 332 (50%) pasien terdiagnosa hipertiroid dari total pasien yang melakukan pemeriksaan. Yodium merupakan zat gizi yang memiliki peran penting dalam proses pembentukan thyroxin (T4, pro-horman) dan triiodotironim (T3, hormon aktif) yang berperan dalam pembentukan hormon tiroid pada sel folikel tiroid. Maka dari itu, yodium yang cukup sangat diperlukan dalam mempertahankan fungsi tiroid tetap sehat. Salah satu metode untuk mengetahui status yodium melalui pemeriksaan yodium serum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar yodium serum dengan kadar Thyroid Stimulating Hormone (TSH)  dan Free Thyroxine (FT4) pada penyakit hipertiroid. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang pada 50 pasien hipertiroid di Balai Litbang Kesehatan Magelang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi serta sebelumnya telah menandatangani inform consent. Analisis kadar yodium serum dengan metode Spektrofotometri dan untuk kadar serum TSH dan FT4 dengan metode ELISA yang dianalisis di laboratorium Balai Litbang Kesehatan Magelang. Rata-rata kadar yodium serum, TSH dan FT4  sampel masing-masing sebesar 75,14 µg/L, 0,23 µIu/mL dan 2,61 ng/dL. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara yodium serum dengan kadar FT4 pasien hipertiroid (r=0.476; p=0,001). Sedangkan dengan kadar TSH tidak berhubungan secara signifikan (r= -0.275; p=0,053). Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar yodium serum dan FT4 pada pasien hipertiroid, sedangkan untuk kadar TSH tidak ada hubungan yang bermakna.
PENILAIAN KONSUMSI MAKAN BERDASARKAN INDEKS GIZI SEIMBANG 3-60 PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEGALREJO: Food Consumption Assessment Using IGS 3-60 Among Adolescent Girls Sara Rahmani Krisetya; Sarah Melati Davidson; Gelora Mangalik
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.1602

Abstract

Prevalensi masalah gizi seperti gizi kurang, gizi lebih, bahkan anemia pada remaja putri di Indonesia masih tinggi, yang menunjukkan perlu dilakukannya evaluasi terhadap makanan. Pola makan yang optimal sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan fisik, serta mencegah masalah gizi yang dapat menyebabkan penyakit dan berpotensi mempengaruhi kesehatan di masa mendatang. Penelitian bertujuan untuk menilai kualitas konsumsi pangan pada remaja putri menggunakan Indeks Gizi Seimbang 3-60 (IGS3-60) di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo, Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri usia 13-15 tahun kelas 7 dan 8 SMP/MTS di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner food recal 2x24 jam dan diolah berdasarkan skor Indeks Gizi Seimbang 3-60 (IGS 3-60). Analisis data menggunakan analisis univariat untuk melihat sebaran penilaian kualitas konsumsi pangan remaja putri. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 90% remaja putri masih memiliki kualitas konsumsi pangan yang buruk, sedangkan 10% lainnya berada dalam kategori kurang. Rata-rata nilai IGS 3-60 sebesar 14,78 dengan skor rata-rata IGS 3-60 tertinggi yaitu pada komponen pangan lauk hewani sebesar 5,48. Rendahnya kualitas konsumsi pangan ini dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman tentang pola makan seimbang, kebiasaan melewatkan waktu makan, konsumsi makanan cepat saji, serta persepsi yang salah mengenai tubuh ideal.
PERBANDINGAN KADAR ASAM URAT BERDASARKAN WILAYAH DAN TINGKAT PENDIDIKAN PADA WANITA INDONESIA: Comparison of Uric Acid Levels Based on Region and Education Level in Indonesian Women Nisya Cesaryani Rahmasari; Rasyid Avicena; Dodik Briawan; Mira Dewi
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.1623

Abstract

Hiperurisemia, atau peningkatan kadar asam urat dalam darah, merupakan kondisi metabolik yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan. Faktor sosial-demografis seperti wilayah tempat tinggal dan tingkat pendidikan diduga berpengaruh terhadap kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar asam urat pada wanita di Indonesia berdasarkan wilayah tempat tinggal dan tingkat pendidikan. Studi ini menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 606 wanita dari 10 provinsi di Indonesia selama periode September–Desember 2023. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 41–54 tahun, paling banyak berasal dari Jawa Barat dengan tingkat pendidikan terbanyak yaitu SMA/SMK. Mayoritas responden bekerja sebagai ibu rumah tangga, dengan wilayah tempat tinggal paling banyak di wilayah perkotaan. Kadar asam urat responden dalam penelitian ini ditemukan paling banyak berkategori normal. Hasil uji beda menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kadar asam urat dengan tingkat pendidikan (p=0,459) maupun wilayah tempat tinggal (p=0,491). Disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara wilayah dan pendidikan dengan kadar asam urat. Oleh karena itu, upaya edukasi dan pencegahan hiperurisemia perlu dilakukan secara menyeluruh tanpa membedakan latar belakang sosial atau geografis, dengan dukungan media digital yang mudah diakses.
PEMBERIAN SOSIS IKAN PATIN DAN DAUN KELOR SEBAGAI INTERVENSI PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA UNDERWEIGHT : Provision of Catfish and Moringa Leaf Sausage as an Intervention to Increase Body Weight in Underweight Toddlers Winda Herlika; Podojoyo; Mardiana; Sartono; Yulianto
Media Gizi Pangan Vol 33 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v33i1.1635

Abstract

Underweight adalah kondisi kekurangan gizi pada balita yang ditandai dengan berat badan menurut umur (BB/U) berada di bawah -2 SD hingga -3 SD berdasarkan standar WHO. Masalah ini masih menjadi perhatian di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Merdeka dengan prevalensi sebesar 3%. Salah satu upaya penanggulangan adalah melalui pemberian makanan tambahan berupa snack seperti sosis berbahan dasar ikan patin dan daun kelor yang merupakan pangan lokal tinggi energi dan protein. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sosis ikan patin dan daun kelor terhadap perubahan berat badan balita underweight di wilayah kerja Puskesmas Merdeka. Metode pada penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan rancangan pretest and posttest with control group. Sampel sebanyak 45 balita underweight, terdiri dari 30 balita kelompok perlakuan dan 15 balita kelompok pembanding. Kelompok perlakuan diberikan sosis ikan patin dan daun kelor sebanyak 75 gram per hari selama 14 hari. Hasil Penelitian didapatkan Rata-rata kenaikan berat badan kelompok perlakuan setelah intervensi adalah 0,283 kg, sedangkan kelompok pembanding sebesar 0,123 kg. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan pemberian sosis ikan patin dan daun kelor terhadap perubahan berat badan balita underweight dengan nilai p-value = 0,03. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh pemberian sosis ikan patin dan daun kelor terhadap perubahan berat badan pada balita underweight di wilayah kerja Puskesmas Merdeka.