cover
Contact Name
Media Gizi Pangan
Contact Email
mediagizipangan@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+62411-510197
Journal Mail Official
mediagizipangan@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar, Jl. Paccerakkang KM. 14 Daya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Gizi Pangan
ISSN : 18584608     EISSN : 26226480     DOI : 10.32382
Core Subject : Health,
Media Gizi Pangan is a scientific periodic journal published by the Makassar Ministry of Health Poltekkes since 2005, with pISSN 1858-4608 and eISSN 2622-6480. Media Gizi Pangan is published twice a year, namely January-June and July-December. Media Gizi Pangan accepts scientific writing in the form of research results with a focus on Community Nutrition, Clinical Nutrition and Food Processing. Media Gizi Pangan is reviewed by experts in the field of food and nutrition in accordance with the scientific field being developed which aims to encourage the development of nutrition and food science in general so that it can become a reference source in supporting the implementation of Evidence Based Practice-based health services in Indonesia. Media Gizi Pangan can be a forum for researchers in the field of nutrition and food science to publish the results of their research so that they can enrich scientific references that can be used to improve the quality of health human resources in Indonesia.
Articles 75 Documents
POLA PEMBERIAN MAKAN DAN PERILAKU PICKY EATER TERHADAP STATUS GIZI PADA PASIEN BALITA USIA 1-3 TAHUN: Feeding Patterns and Picky Eater Behavior on Nutritional Status in Children Aged 1-3 Years Septiani, Nyiayu farahnaz; Lestari, Lara Ayu; Nurhayati, Aftulesi; Elva Junita, Dera
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1264

Abstract

Balita membutuhkan stimulasi dan kondisi yang tepat untuk tumbuh kembang optimal, namun sering menghadapi masalah makan seperti pola makan yang kurang baik dan perilaku picky eater. Pola makan merupakan perilaku pemberian makan dan Picky eater adalah perilaku memilih-milih makan. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya wasting, overweight dan obese seperti kurangnya asupan gizi, dan pola pemberian makan. Kurangnya asupan gizi berkaitan dengan picky eater di karenakan pemberian pola makan yang tidak tepat. Salah satu cara meningkatkan status gizi adalah memantau pola pemberian makan dan perilaku picky eater balita. Tujuan dari penelitian mengetahui hubungan pola pemberian makan dan perilaku picky eater terhadap status gizi pasien balita usia 1-3 tahun di Rumah Sakit Bumi Waras Lampung 2024. Rancangan penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah balita berusia 1-3 tahun berjumlah 104 balita dan responden 89 balita di RS Bumi Waras pada Oktober – November 2024 menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner CEBQ dan CFQ. Analisis univariat mengetahui persentase, dari hasil setiap variable berbentuk frekuensi, Analisa bivariat menguji dua variabel data dilakukan uji korelasi gamma. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan pola pemberian makan dan picky eater terhadap status gizi dengan hasil p-value 0.002 dan 0.035. Diharapkan ibu dapat meningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang pola pemberian makan terhadap anak Picky eater agar mendapatkan status gizi dengan komposisi tubuh baik.
PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA, MINDFUL EATING, DAN KONSUMSI JUNK FOOD DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMK NEGERI 41 JAKARTA SELATAN: Social Media Use, Mindful Eating, and Junk Food Consumption with Nutritional Status of Adolescents at SMK Negeri 41 South Jakarta Yusvitha, Marcella; Riska Ashari, Chica
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1394

Abstract

Obesitas merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan penimbunan lemak tubuh secara berlebihan. Penggunaan sosial media, mindful eating, dan konsumsi junk food merupakan salah satu faktor risiko terjadinya obesitas. Tujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan sosial media, mindful eating, dan konsumsi junk food dengan status gizi pada remaja di SMK Negeri 41 Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, dengan jumlah responden sebanyak 80 subjek siswa-siswi di SMK Negeri 41 Jakarta Selatan. Pengambilan subjek menggunakan metode stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran secara langsung. Data meliputi penggunaan sosial media, mindful eating, dan konsumsi junk food masing- masing diukur menggunakan Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIMPS),  Mindful Eating Questionnaire (MEQ), Semi Quantitative Food Frequency Questioner (SQ-FFQ). Analisa data dengan menggunakan Uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan penggunaan sosial media (p=0,026), mindful eating (p=0,014), dan konsumsi junk food (p<0,001) dengan status gizi. Oleh karena itu, penting bagi siswa-siswi untuk lebih bijak dalam menggunakan sosial media dan mengembangkan kebiasaan mindful eating guna mendukung pola makan yang sehat dan mengurangi konsumsi junk food
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI PADA SISWA SMPN 1 KARAWANG BARAT: Relationship Between Parental Education and Nutritional Status Among Junior Students Syafira Nurul Azmi; Sefrina, Linda Riski; Elvandari, Milliyantri
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1518

Abstract

Permasalahan gizi merupakan masalah kesehatan yang belum dapat ditangani dengan baik di Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, menunjukkan status gizi remaja (16-18 tahun) yang tergolong kurus dan sangat kurus sebesar 8,3 %, overweight 8,8 % dan obesitas 3,3 %. Kondisi ini menggambarkan adanya masalah gizi ganda, di mana masalah gizi kurang masih ditemukan bersamaan dengan meningkatnya gizi lebih. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang baik harus ditunjang dengan asupan gizi yang seimbang agar anak dapat melakukan aktivitas dengan baik. Peran orang tua mempengaruhi pemenuhan gizi pada anak. Pendidikan orang tua menentukan sejauh mana orang tua mampu memahami pentingnya gizi seimbang, memilih makanan sehat, serta membentuk pola makan anak di rumah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan orang tua terhadap status gizi pada siswa SMPN 1 Karawang Barat. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Karawang Barat pada tanggal 26 April 2024. Metode yang digunakan yaitu observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 37 siswa kelas 7J SMPN 1 Karawang Barat. Sampel penelitian diambil dari seluruh populasi yang diuji menggunakan teknik total sampling, yang berarti semua siswa kelas 7J SMPN 1 Karawang Barat, sebanyak 37 siswa. Hasil penelitian menunjukan frekuensi status gizi yang terbanyak adalah kategori gizi baik (normal) yaitu 23 siswa (62,16%), kategori gizi lebih sebanyak 8 siswa (21,61%), kategori obesitas sebanyak 5 siswa (13,5%), dan yang memiliki frekuensi paling sedikit yaitu kategori gizi kurang hanya 1 siswa (2,7%). Nilai signifikan ɑ lebih besar dari p-value pada tingkat pendidikan ibu sebesar (0,823 > 0,05) dan pada tingkat pendidikan ayah (0,112> 0,05) yang berati Ha ditolak dan H0 diterima. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan orang tua dengan status gizi siswa, hal ini menunjukkan bahwa faktor lain di luar pendidikan formal orang tua berperan dalam menentukan status gizi remaja
KANDUNGAN KAFEIN KOPI BUBUK LOKAL DI KOTA MAKASSAR: Caffeine Level in Local Coffee Powder in Makassar City Maskar, Risma; Faisal; Kurniawan Husain, Tsalis
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1532

Abstract

Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah penghasil kopi, khususnya varietas Arabika dan Robusta. Karakteristik terpenting pada kopi salah satunya yaitu kandungan kafeinnya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kadar kafein dalam kopi bubuk yang beredar di pasaran menjadi penting bagi konsumen agar dapat mengatur asupan hariannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan kafein dalam beberapa merek kopi bubuk lokal yang tersedia di Kota Makassar dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dan mengidentifikasi kandungan kafein tersebut sesuai dengan aturan SNI 01-3542-2004 mengenai batas maksimum kafein pada kopi bubuk. Sampel yang digunakan adalah kopi bubuk yang dijual di toko oleh-oleh di Kota Makassar, yang berasal dari Kabupaten Enrekang, Kabupaten Toraja, Kabupaten Malino dan Kabupaten Sinjai. Sampel diekstraksi dan dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 285 nm untuk menentukan konsentrasi kafein. Kadar kafein tersebut kemudian dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3542-2004). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap gram kopi Enrekang mengandung 9,50 mg (0,95% b/b) kafein, kopi Toraja 13,83 mg (1,3% b/b), kopi Malino 8,02 mg (0,80% b/b), dan kopi Sinjai 11,81 mg (1,18% b/b). Di antara sampel tersebut, kopi Toraja memiliki kadar kafein tertinggi. Seluruh sampel kopi memenuhi standar SNI 01-3542-2004, yaitu kadar kafein berada pada rentang 0,45–2,00% b/b. Dapat disimpulkan bahwa kadar kafein pada kopi bubuk lokal di Makassar bervariasi antar daerah, namun secara umum telah memenuhi standar nasional.
STATUS GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN SERAT DENGAN MENARCHE DINI PADA SISWI SDN KARAWANG KULON 2: Nutritional Status and Fiber Intake Adequacy Level with Early Menarche Maula, Hilma; Elvandari, Milliyantri; Sefrina, Linda Riski
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1537

Abstract

Menarche dini menjadi perhatian kesehatan global karena penurunan usia dan potensi dampak jangka panjang terhadap kesehatan remaja putri. Menarche yang terjadi terlalu dini dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan reproduksi dan penyakit tidak menular di kemudian hari. Status gizi dan tingkat kecukupan serat berperan dalam proses maturasi seksual melalui pengaruhnya terhadap komposisi tubuh dan regulasi hormonal. Penelitian mengenai hubungan status gizi dan tingkat kecukupan serat dengan menarche dini pada anak usia sekolah dasar masih terbatas, khususnya di wilayah Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan kecukupan serat dengan menarche dini pada siswi SDN Karawang Kulon 2. Desain penelitian menggunakan metode cross-sectional yang melibatkan 30 siswi kelas VI di SDN Karawang Kulon 2 yang terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi pada bulan Mei 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner status menarche dan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk asupan serat, sementara status gizi dinilai melalui pengukuran antropometri (z-score IMT/U). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasi antara status gizi dengan menarche dini (p=0,579). Sebaliknya, terdapat korelasi signifikan antara kecukupan serat dan usia menarche (koefisien Spearman’s rho = 0,401; p=0,028), yang mengindikasikan bahwa asupan serat yang lebih tinggi berhubungan dengan usia menarche yang lebih lambat. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan konsumsi pangan tinggi serat sejak usia sekolah sebagai upaya preventif untuk mendukung kesehatan reproduksi remaja putri. Implementasi edukasi gizi seimbang di lingkungan sekolah serta pemantauan rutin status gizi siswi perlu dilakukan sebagai upaya promotif.
KORELASI ASUPAN GIZI MAKRO DAN PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SDN ADIARSA TIMUR I: Correlation Between Macronutrient Intake And Parental Education With Student Learning Achievement At Sdn Adiarsa Timur I Mardiatus Sya'diyah, A'inun; Sefrina, Linda Riski; Elvandari , Milliyantri
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1538

Abstract

Masalah gizi kurang maupun gizi lebih pada anak usia sekolah dasar masih menjadi perhatian penting karena berpotensi memengaruhi perkembangan kognitif serta pencapaian prestasi belajar. Ketidakseimbangan asupan gizi makro pada anak sekolah dasar dapat berdampak pada kemampuan belajar. Selain faktor gizi, tingkat pendidikan orang tua berperan dalam pola asuh dan pendampingan belajar anak yang turut mendukung prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan gizi makro dan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas V di SDN Adiarsa Timur I. Metode penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan data primer pada 29 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data asupan gizi makro diperoleh melalui food recall 1×24 jam dan dianalisis menggunakan Nutrisurvey 2007, sedangkan data prestasi belajar diambil dari nilai rapor semester ganjil tahun 2025. Tingkat pendidikan orang tua dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki asupan energi, protein, dan lemak dalam kategori cukup, sementara asupan karbohidrat masih tergolong kurang. Prestasi belajar siswa umumnya berada pada kategori sangat baik dan baik, dengan mayoritas orang tua berpendidikan SMA/SMK. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan gizi makro dan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa (p > 0,05).
KEPATUHAN KONSUMSI TTD, STATUS GIZI, DAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMPN 33 MAKASSAR: Iron Supplement Compliance, Nutrition, and Anemia in SMPN 33 Makassar Fanny, Lydia; Junadi, Nur Afifah; Mas'ud, Hikmawati
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1614

Abstract

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya penanggulangan stunting, salah satunya melalui intervensi spesifik sektor kesehatan dengan program 8000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Strategi pencegahan juga menyasar remaja, terutama remaja putri yang rentan anemia, hipertensi, kekurangan berat badan, gangguan reproduksi, dan pernikahan dini, karena berisiko melahirkan anak stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD), status gizi, dan kejadian anemia pada siswi kelas VIII SMPN 33 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 115 orang dengan menggunakan total sampling. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2025. Hasil menunjukkan prevalensi anemia mencapai 61,7%, didominasi oleh ketidakpatuhan konsumsi TTD (86,1%). Sebagian besar responden memiliki IMT normal (59,1%) dan IMT tidak normal (40.9%). Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai signifikansi p-value = sebesar 0.946 (p>0.05) dan 0.687 (p>0.05) yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri SMPN 33 Makassar. Temuan ini menegaskan perlunya program edukatif untuk meningkatkan kesadaran remaja putri dalam mengonsumsi TTD demi mendukung terbentuknya generasi sehat.
GIZI MAKRO, SERAT, INDEKS DAN BEBAN GLIKEMIK COOKIES BIJI NANGKA UNTUK PENCEGAHAN HIPERGLIKEMIA: Macronutrients, Fiber, Glycemic Index and Load of Jackfruit Seed Cookies for Hyperglycemia Prevention Fandir, Abdul; Fitrasyah, St.Ika; Khatimah, Husnul; Ayu Rizka Putri, Linda; Ariani; Muttaqim
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1755

Abstract

Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa darah di atas normal yang berhubungan erat dengan diabetes melitus tipe 2. Salah satu strategi pencegahan adalah konsumsi pangan dengan indeks glikemik (IG) rendah yang dapat menurunkan resistensi insulin. Tepung biji nangka berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fungsional, seperti cookies, karena mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan serat yang berperan dalam meningkatkan rasa kenyang serta memperlambat penyerapan glukosa di usus halus.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif berbasis uji laboratorium menggunakan rancangan one shoot case study untuk analisis IG. Tiga formulasi cookies diuji, yaitu F0 (0:100), F1 (60:40), dan F2 (60:40). Parameter yang dianalisis meliputi kadar karbohidrat, protein, lemak, serat, energi, serta nilai IG dan beban glikemik (BG).  Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,05) antar formulasi pada kadar karbohidrat, protein, lemak, serat, dan energi. Formula F2 memiliki komposisi gizi lebih baik dibandingkan formulasi lain, dengan nilai IG sebesar 5,7% dan BG sebesar 0,7% yang termasuk kategori sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa cookies berbasis tepung biji nangka berpotensi menekan respon glukosa postprandial.  Kesimpulannya, cookies berbasis tepung biji nangka dapat dijadikan alternatif makanan selingan untuk pencegahan hiperglikemia. Kandungan zat gizi makro, serat, serta nilai IG dan BG yang rendah mendukung penggunaannya pada diet penderita diabetes maupun individu berisiko. Penelitian lanjutan dengan uji klinis berskala lebih besar diperlukan untuk menguatkan temuan ini.
DAYA TERIMA DAN KADAR ZAT BESI BAKSO IKAN GABUS DENGAN PENAMBAHAN SAYUR BAYAM MERAH: Acceptability and iron content of snakehead fish meatballs with the added red spinach vegetables Lestari, Retno Sri; Manjilala; Akil, Windah Wahyuni; Sunarto
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1855

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan anemia dan prevalensi anemia di Indonesia masih tinggi. Bakso ikan gabus dengan penambahan bayam merah bisa menjadi makanan selingan yang sehat yang kaya akan zat besi dan berbahan pangan lokal yang mudah dijangkau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya terima bakso ikan gabus dengan penambahan bayam merah berdasarkan aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa, serta menganalisis kandungan zat besinya. Jenis penelitian penelitian pra eksperimental. Desain penelitian yang digunakan adalah one shot study case dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, 20% penambahan sayur bayam merah. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium oragnolabtik pada bulan januari 2025 dengan jumlah 30 orang panelis tidak terlatih, sedangkan uji kadar zat besi dianalisis di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar dengan metode Absorpsi Atom Spektrofotometer (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya terima panelis yang disukai terhadap bakso ikan gabus dengan penambahan sayur bayam merah dari aspek warna yaitu konsentrasi F2 (15%) sedangkan dari aspek aroma, tekstur, rasa yang paling di sukai adalah F1 (10%). Analisis zat besi bakso ikan gabus dengan penambahan sayur bayam merah menghasilkan 0,92497 mg/100 g. Bagi peneliti selanjutnnya melakukan penelitian lanjut untuk mengurangi atau menutupi rasa dan aroma langu yang khas pada bayam merah serta meneliti zat gizi lain yang dapat memberikan nilai tambah pada produk ini.
PENGEMBANGAN COOKIES ‘ZIDAN’ SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL UNTUK IBU HAMIL : “ZIDAN” Cookies for Pregnant Women in the Prevention of Stunting Hajirah; K, Theresia Dewi; Adam, Adriyani
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1877

Abstract

Stunting sampai saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia. Stunting salah satunya diawali dengan status gizi ibu hamil yang tidak memenuhi standar dan ini menjadi faktor penyebab stunting. Kekurangan zat besi dan antioksidan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko anemia, berat badan lahir rendah, dan stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan cookies “Zidan” berbasis bahan lokal yaitu daun kelor, kacang merah, dan jintan hitam sebagai pangan fungsional kaya zat besi dan antioksidan bagi ibu hamil. Penelitian dengan desain eksperimental pada tiga formula perlakuan konsentrasi jintan hitam (F1 : 2,4%, F2 : 4,8%, dan F3 : 7,2%). Uji daya terima dilakukan terhadap 100 panelis menggunakan skala hedonik, sedangkan kadar zat besi dianalisis dengan metode ICP-MS dan kadar antioksidan dengan spektrofotometri. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) pada semua aspek organoleptik (warna, aroma, tekstur, rasa). Formula F2 merupakan yang paling disukai panelis. Formula F1 memiliki kadar zat besi tertinggi (2,73 µg/100gr), sedangkan formula F3 menunjukkan kadar antioksidan tertinggi (18,33 µg/100gr). Penambahan jintan hitam meningkatkan kandungan antioksidan, namun menurunkan kadar zat besi dan daya terima jika digunakan dalam jumlah tinggi. Produk cookies ‘Zidan’ berpotensi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dalam mendukung upaya pencegahan stunting.