cover
Contact Name
Media Gizi Pangan
Contact Email
mediagizipangan@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+62411-510197
Journal Mail Official
mediagizipangan@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar, Jl. Paccerakkang KM. 14 Daya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Gizi Pangan
ISSN : 18584608     EISSN : 26226480     DOI : 10.32382
Core Subject : Health,
Media Gizi Pangan is a scientific periodic journal published by the Makassar Ministry of Health Poltekkes since 2005, with pISSN 1858-4608 and eISSN 2622-6480. Media Gizi Pangan is published twice a year, namely January-June and July-December. Media Gizi Pangan accepts scientific writing in the form of research results with a focus on Community Nutrition, Clinical Nutrition and Food Processing. Media Gizi Pangan is reviewed by experts in the field of food and nutrition in accordance with the scientific field being developed which aims to encourage the development of nutrition and food science in general so that it can become a reference source in supporting the implementation of Evidence Based Practice-based health services in Indonesia. Media Gizi Pangan can be a forum for researchers in the field of nutrition and food science to publish the results of their research so that they can enrich scientific references that can be used to improve the quality of health human resources in Indonesia.
Articles 60 Documents
SUBTITUSI TEPUNG UMBI TALAS DENGAN PENAMBAHAN SPIRULINA PADA MIE KERING UNTUK PENCEGAHAN STUNTING : Taro Flour Substitution With Spirulina In Dried Noodles For Stunting Prevention Elcahyani, Adhisty; Natasya Febriani, Betarina; Aurora Firdauza, Trustha; Sindi Pratiwi, Elvin; Waruwu, Firmanta; Astuti, Siswi
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1176

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan tinggi anak terhambat akibat malnutrisi kronis dan kurangnya stimulasi psikososial. Penyebabnya meliputi lingkungan yang kurang sehat dan kekurangan gizi pada ibu hamil. Kasus stunting masih banyak ditemukan di Indonesia karena distribusi asupan gizi seimbang belum merata. Salah satu cara untuk mencegah stunting adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas asupan gizi anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan mie kering dengan menggantikan sebagian tepung terigu dengan tepung talas dan menambahkan Spirulina sebagai sumber nutrisi tambahan. Spirulina dikenal kaya akan protein, vitamin, mineral, dan antioksidan penting bagi pertumbuhan anak. Metode penelitian meliputi formulasi berbagai proporsi tepung talas dan Spirulina yang meliputi perbandingan tepung talas dengan tepung terigu serta berat spirulina, dimana uji yang dilakukan yaitu uji karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik mie kering yang dihasilkan, termasuk analisis kandungan gizinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian tepung terigu dengan tepung talas dan penambahan Spirulina pada mie kering dapat meningkatkan kandungan nutrisi, terutama protein dan mikronutrien esensial. Selain itu, mie kering yang dihasilkan memiliki tekstur dan rasa yang diterima oleh panelis, dengan kandungan protein 11,433%, lemak 13,09%, karbohidrat 75,91%, dan tidak terdeteksi adanya logam Cd, Hg, Pb, serta bakteri Escherichia coli. Dengan demikian, mie kering berbasis tepung talas yang ditambah Spirulina dapat membantu mencegah stunting pada anak-anak.
NILAI INDEKS GLIKEMIK DAN ZAT GIZI MAKRO FORMULA FLAKES JEWAWUT, KACANG MERAH DAN LABU KUNING: Glycemic Index Value and Macronutrients of Jekabu Flakes Formula Chaerunnimah; Rihadatul Aisy, Nabilah; Asikin, HIjrah; Mustamin
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1196

Abstract

Pola makan di era gobalisasi bergeser ke makanan cepat saji yang mengandung indeks glikemik, lemak dan energi yang tinggi yang meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes. Flakes merupakan produk pangan yang banyak dikonsumsi karena kepraktisannya, sehingga dibuat formula flakes Jekabu yang menggunakan lebih dari satu jenis tepung yaitu jewawut, kacang merah dan labu kuning karena ketiga bahan makanan tersebut memiliki indeks glikemik yang rendah. Tujuan penelian untuk mengetahui nilai indeks glikemik dan zat gizi makro flakes Jekabu. Desain penelitian adalah one shot case study dengan  menggunakan 6 sampel yang memiliki indeks masa tubuh normal dan tidak memiliki riwayat diabetes untuk pemeriksaan glukosa pada waktu 0 menit, 30 menit, 60 menit, 90 menit dan 120 menit. Data pemeriksaan glukosa darah dihitung luas area di bawah kurva dan data indeks glikemik dianalisis dengan uji One Way Anova.  Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan formula produk flakes Jekabu yang digunakan yaitu dengan perbandingan tepung jewawut, tepung kacang merah dan tepung labu kuning yaitu (70%, 15%, 15%), (68%, 20%, 12%) dan (65%, 25%, 10%). Kandungan gizi karbohidrat dibawah standar SNI dan kandungan gizi protein dan lemak mencapai standar. Kandungan zat gizi makro pada flakes Jekabu (70%, 15%, 15%) rendah dan meningkat pada flakes (68%, 20%, 12%) dan (65%, 25%, 10%). Kisaran indeks glikemik  dari ketiga formulasi flakes Jekabu berada di kisaran lebih kecil dari 55 yaitu indeks glikemik rendah.  Disarankan melakukan pengembangan formula lebih lanjut untuk memperbaiki rasa dan meningkatkan kadar karbohidrat produk flakes Jekabu hingga mencapai standar SNI dan tetap memiliki indeks glikemik rendah.
PERBEDAAN TOTAL GULA PRODUK NATA DE SOYA DENGAN VARIASI PENAMBAHAN GULA: Differences of total sugar nata de soya with variations sugar addition Febyani, Fajarita; Ambar Wati, Desti; Elva Junita, Dera; Khairani, Masayu Dian
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1261

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Faktor yang mempengaruhi peningkatan gula darah diantaranya asupan makan, khususnya karbohidrat. Diet tinggi karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah. Jenis karbohidrat kompleks tinggi serat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Nata de soya merupakan pangan fungsional berbahan dasar limbah cair tahu yang mengandung karbohidrat kompleks dan kaya serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula pasir, gula batu, gula merah, dan gula aren terhadap kandungan total gula nata de soya, sehingga dapat diketahui kandungan total gula yang paling baik dikonsumsi sebagai alternatif pengganti selingan/snack untuk penderita diabetes.Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2024. Limbah cair tahu didapat dari produsen tahu desa Gadingrejo, Pringsewu. Pembuatan nata de soya dilakukan di Perumahan Griya Hanifa, Desa Kurungan Nyawa, Pesawaran. Formula yang digunakan yaitu F0 : gula pasir, F1 : gula batu, F2 : gula merah, dan F3 : gula aren, dengan berat masing-masing 42 gram, dengan lama fermentasi 14 hari. Untuk pengujian kandungan total gula menggunakan metode luff scrholl d an dilakukan di Laboratorium Polinela. Desain yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 kali pengulangan . Analisis uji normalitas data dengan uji Saphiro wilk. Analisis bivariat menggunakan uji one way anova, dan dilanjutkan dengan uji perbedaan nyata dengan post hoc bonferroni.Hasil penelitian diperoleh adanya pengaruh variasi jenis gula terhadap kandungan total gula nata de soya dengan nilai p value 0,001. Uji lanjutan dilakukan untuk melihat perbedaan nyata antar kelompok data, menggunakan Uji Bonferroni, hasilnya terdapat perbedaan nyata kandungan total gula nata de soya dengan nilai p value 0,001.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PEMILIHAN SUMBER MAKANAN ZAT BESI DAN LILA (LINGKAR LENGAN ATAS) DENGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MTs MA’ARIF 18 RU PASIR SAKTI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2024 Wulandari, Desi; Elva Junita, Dera; Ambar Wati, Desti; Ayu Lestari, Lara
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1272

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi yang paling umum di seluruh dunia terutama disebabkan karena defisiensi zat besi, ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah dibawah normal yaitu kurang dari 12,0 g/dL. Rendahnya pengetahuan makanan sumber zat besi akan berpengaruh terhadap kebutuhan asupan zat gizi dalam sehari, apabila hal ini berlangsung lama dan secara terus menerusakan mempengaruhi status gizi (LILA). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan pemilihan sumber makanan zat besi dan LILA dengan anemia pada remaja putri di MTs Ma’arif 18 RU Pasir Sakti Lampung Timur. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 oktober – 1 november, populasi dalam penelitian berjumlah 174 remaja putri dengan jumlah sampel sebanyak 64 remaja putri anemia yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner pengetahuan pemilihan sumber makanan zat besi, pita LILA (Lingkar Lengan Atas) dan alat kadar hemoglobin Mission. Analisis bivariat yang digunakan adalah Uji Gamma.Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan pemilihan sumber makanan zat besi kategori kurang 37 responden (57.8%), KEK sebanyak 37 responden (57.8%) remaja putri mengalami anemia ringan sebanyak 42 responden (65.6%). Ada hubungan kuat antara pengetahuan pemilihan sumber makanan zat besi (P = 0,001; r= 0,702) dan LILA (P = 0,002 ; r= 0,690) dengan anemia. Saran peneliti responden agar lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri sehingga bisa memilih makanan yang tinggi zat besi, rutin meminum tablet tambah darah seminggu satu kali serta membiasakan sarapan setiap pagi. Kata Kunci : Pengetahuan, anemia, kadar HB, LILA
SUBSTITUSI IKAN TONGKOL TERHADAP NILAI GIZI DAN ORGANOLEPTIK KUE BAWANG: Substitution of Tuna on Nutritional and Organoleptic Values of Onion Cake Tasya Febryani, Raya; Ms, Andriani
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1304

Abstract

Kue bawang adalah cemilan yang kaya akan kandungan karbohidrat karena bahan utamanya yang terbuat dari tepung terigu. Kandungan karbohidrat yang tinggi menyebabkan perlunya inovasi baru salah satunya dengan penambahan ikan tongkol yang diharapkan dapat meningkatkan kandungan protein kue bawang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi ikan tongkol 50 gram, 100 gram, 150 gram terhadap nilai gizi dan sifat organoleptik kue bawang. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan RAL non faktorial menggunakan 3 kali percobaan dalam 3 kali pengulangan. Uji organoleptik menggunakan 30 orang panelis semi terlatih yang dilakukan di Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Aceh, dan analisis nilai zat gizi dilakukan di Laboratorium Analisis Pangan dan Hasil Pertanian USK Banda Aceh. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil analisis didapatkan bahwa pada uji organoleptik warna di dapatkan hasil 3.80-4.10,  rasa 3.66-4.10, aroma 3.26-3.80, dan tekstur 3.73-3.96. Hasil analisis nilai gizi pada kadar air didapatkan hasil 3.42-4.67, kadar abu 1.01-1.24, protein 5.33-7.36, lemak 16.67-18.37, serat didapatkan hasil 0.79-1.03, dan karbohidrat 67.02-69.04. dari penelitian yang dilakukan terdapat pengaruh nyata pada sampel terhadap nilai gizi, rasa, dan aroma, namun tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara sampel dengan warna dan tekstur.
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MP-ASI DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KELURAHAN BONTOKADATTO KABUPATEN TAKALAR: Eksklusive breastfeeding and early complementary foods with the incidence of stunting in toddlers in bontokadatto village takalar regency Sukmawati; Andriana, Risna; Rowa, Sitti Sahariah; Sri Lestari, Retno
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1315

Abstract

Hasil Survei Kesehatan Indonesi (SKI) tahun 2023 prevalensi stunting di Indonesia mencapai 12,9% dan severly stunting sebesar 5,4%, Provinsi Sulawesi Selatan prevalensi stunting sebesar 17,2% dan severly stunting sebesar 6,3%. Kabupaten Takalar prevalensi stunting sebesar 35,4% yang masih berada diatas cut off WHO yaitu 20%. WHO menyebutkan prinsip pemberian makanan pada anak yang baik adalah melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), memberikan ASI ekskusif, memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI dini dengan kejadian stunting. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan case control secara retrospektif. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Bontokadatto Kabupaten Takalar pada Januari sampai Maret 2024. Sampel adalah seluruh balita yang mengalami stunting sebanyak 20 orang sebagai kelompok kasus dan balita yang tidak stunting sebanyak 20 orang sebagai kelompok kontrol. Variabel penelitian adalah ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI dini. Data pemberian ASI eksklusif dan pemberian MP-ASI dini diperoleh melalui wawancara dengan bantuan kuisioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI dini dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Bontokadatto Kabupaten Takalar dengan masing-masing nilai p-value 0,34 untuk pemberian ASI eksklusif dan p-value 0,74 untuk pemberian MP-ASI dini dimana nilai p-value > 0,05. Pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI dini merupakan faktor risiko kejadian stunting, dengan nilai OR keduanya yaitu 2,27 dan 1,55 yang bernilai (OR > 1). Disarankan kepada para ibu untuk memberikan ASI eksklusif mulai dari bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan, kemudian dilanjutkan dengan memberikan MP-ASI pada usia 6 bulan dengan tepat, dilanjutkan dengan pemberian ASI hingga usia 2 tahun.
PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI DESA BAJU BODOA KABUPATEN MAROS: Mother’s Knowledge and The Prevalence of Stunting on Toddler Ages 6-59 Months In The Baju Bodoa Village Maros Regency Sunarto; Nadimin; Hartono, Rudy; Annisa, Aulia
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1475

Abstract

Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi selama masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian stunting adalah tingkat pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Desa Baju Bodoa Kabupaten Maros. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional pada 39 sampel ibu yang memiliki balita berusia 6-59 bulan. Data yang dikumpulkan meliputi data karakteristik responden dan pengetahuan ibu menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara serta data status gizi balita terkait kondisi stunting dikumpulkan melalui pengukuran panjang atau tinggi badan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p=0,000 (p<α=0,05) dengan nilai Creamer’s V 0,762. Berdasarkan analisis hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di Desa Baju Bodoa Kabupaten Maros.
DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN FLAVONOID MOCASIA DENGAN SUBSTITUSI TALAS DAN EKSTRAK BUNGA TELANG SEBAGAI ALTERNATIF MENCEGAH KANKER PAYUDARA: Acceptance Rate and Flavonoid Content of Mocasia with Taro Substitution and Butterfly Pea Extract as an Alternative for Breast Cancer Prevention Suci F, Putri Anugrah; Kartini B, Thresia Dewi; Chaerunimmah; Agung, Permana; Asikin, Hijrah
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1480

Abstract

Pangan fungsional merupakan pangan yang kaya zat gizi sehingga dapat dimanfaatkan untuk mencegah berbagai jenis penyakit seperti kanker yang menjadi salah satu penyakit tidak menular di Indonesia. Mocasia (Mochi Colocasia Esculenta) dengan substitusi talas dan ekstrak bunga telang menjadi produk alternatif mencegah kanker payudara. Jenis penelitian pra eksperimen dengan desain one shot study case. Daya terima dinilai dengan uji organoleptik pada 50 panelis tidak terlatih. Kandungan flavonoid diuji menggunakan metode Spektrofotometri Uv-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi talas tidak berpengaruh nyata terhadap daya terima dari aspek warna (ρ=0,312), rasa (ρ=0,084), tekstur (ρ=0,067) dan aroma (ρ=0,383). Kandungan flavonoid meningkat secara signifikan pada setiap perlakuan dari hasil uji statistik One Way Anova (ρ=0,000) yang artinya formulasi talas berpengaruh nyata pada uji kandungan flavonoid. Formula terpilih berdasarkan hasil perbandingan eksponensial pada penelitian ini adalah F1 (Talas 60%). Disarankan dalam pembuatan mocasia selanjutnya agar meneliti zat gizi makro dan mikro lainnya dan mengembangkan produk mocasia.
EDUKASI GIZI MELALUI TIKTOK DAN PENYULUHAN TERHADAP CITRA TUBUH DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO REMAJA GIZI LEBIH: Nutrition Education Through Tiktok and Counseling on Body Image and Macronutrient Intake Among Overnourished Adolescents Suaib, Fatmawaty; Rauf, Suriani; Mas'ud, Hikmawati; Nurshafira Ramadhani
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1482

Abstract

Gizi lebih pada remaja berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis, termasuk citra tubuh dan pola makan. Media sosial seperti tiktok saat ini banyak digunakan sebagai sarana edukasi gizi, selain metode penyuluhan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui tiktok dan penyuluhan terhadap citra tubuh dan asupan zat gizi makro pada remaja gizi lebih. Penelitian ini menggunakan desain before-after with control group dengan 50 siswa gizi lebih sebagai sampel, dibagi menjadi kelompok edukasi melalui tiktok dan kelompok edukasi melalui penyuluhan. Data citra tubuh dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan asupan zat gizi makro diukur dengan food recall 2x24 jam sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi melalui tiktok dan penyuluhan  sama-sama  meningkatkan  citra  tubuh  positif  secara signifikan. Pada kelompok  edukasi gizi menggunakan  tiktok terjadi peningkatan asupan energi, protein, lemak  dan karbohidrat secara signifikan. Pada kelompok penyuluhan terjadi peningkatan asupan energi, protein dan karbohidrat secara signifikan tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan sebelum dan setelah intervensi dalam asupan lemak. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh edukasi gizi melalui tiktok dan penyuluhan terhadap citra tubuh dan asupan zat gizi makro remaja gizi lebih. Pemanfaatan media sosial dapat menjadi alternatif yang lebih menarik dan efektif dalam edukasi gizi bagi remaja
PENGETAHUAN GIZI IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMBA KABUPATEN MAROS: Mother’s Nutritional Knowledge with Stunting Incidents in Posyandu Work Area Camba Health Center, Maros District Fanny, Lydia; Lutfiah, Nurul Lutfiah; Lutfiah, Nursalim; Rauf, Suriani
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1487

Abstract

Hasil SSGI tahun 2022, prevalensi Stunting di Indonesia mencapai 21,6%, Provinsi Sulawesi Selatan berada di posisi ke 10 dengan jumlah Stunting sebanyak 27,2%. Kabupaten Maros dengan jumlah Stunting 30,1% menempati posisi ke 8 tertinggi di Sulawesi Selatan. Penyebab stunting dibagi menjadi dua faktor yakni faktor langsung dan faktor tidak langsung. Faktor langsung seperti asupan makan dan penyakit infeksi. Sedangkan faktor tidak langsung antara lain Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan pengetahuan gizi ibu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi ibu terhadap kejadian stunting. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang hasilnya berupa data, data ini diolah dan dianalisis secara statistik dengan menggunakan perhitungan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di posyandu wilayah kerja puskesmas Camba Kabupaten Maros. Sampel adalah balita yang mengalami stunting sebanyak 82 orang. Data pengetahuan gizi ibu diperoleh melalui wawancara dengan bantuan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji kruskal-wallis. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu terhadap kejadian stunting di posyandu wilayah kerja puskesmas Camba Kabupaten Maros.