cover
Contact Name
Yenda Puspita
Contact Email
yendapuspitah@gmail.com
Phone
+6282390436300
Journal Mail Official
yendapuspitah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Mutiara Cadika Blok A Nomor 5 Bangkinang Kota, Kab. Kampar, Riau 28411
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 29868300     DOI : 10.37985
Core Subject : Education,
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan menerbitkan artikel ilmiah yang meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan baik yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti independent. Kajian tersebut meliputi, filsafat pendidikan, psikologi pendidikan, bimbingan dan konseling pendidikan, metodologi pendidikan, analisis kebijakan pendidikan, pengelolaan pendidikan, analisis kepemimpinan dan penelitian-penelitian lainnya di bidang praktis pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 146 Documents
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai Iman dan Akhlak Mulia Di Sekolah Ghufron, Muhammad; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1662

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam menanamkan nilai iman dan akhlak mulia pada peserta didik sebagai bagian dari pembentukan karakter di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai iman dan akhlak mulia di lingkungan sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian peserta didik pada satuan pendidikan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilaksanakan secara kontekstual, disertai keteladanan guru dan pembiasaan di sekolah, mampu mendukung penanaman nilai iman dan akhlak mulia pada peserta didik. Penerapan Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Selain itu, penerapan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat turut memperkuat pembentukan karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, dan bertanggung jawab.
Pemahaman Konsep Peluang dan Penerapannya Pada Siswa Sekolah Dasar Nurhaswinda, Nurhaswinda
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1664

Abstract

Pemahaman konsep peluang merupakan salah satu bagian penting dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar karena berkaitan erat dengan kemampuan berpikir logis, penalaran, dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada praktiknya masih banyak siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep peluang secara benar, terutama karena sifatnya yang abstrak dan kurang dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman konsep peluang pada siswa sekolah dasar serta penerapannya dalam konteks pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber berupa buku teks, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan pembelajaran peluang di tingkat sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman konsep peluang siswa dapat ditingkatkan melalui pembelajaran yang kontekstual, penggunaan media konkret, serta penerapan model pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Selain itu, penerapan konsep peluang dalam situasi nyata, seperti permainan sederhana dan peristiwa sehari-hari, terbukti membantu siswa memahami konsep secara lebih bermakna. Dengan demikian, guru perlu merancang pembelajaran peluang yang sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
Integrasi Pendidikan Agama Di Era Digital Dalam Menumbuhkan Iman Dan Akhlak Furqon Ferdiansyah, Angga; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1667

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pelaksanaan pendidikan agama. Era digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam upaya menumbuhkan iman dan akhlak peserta didik. Integrasi pendidikan agama di era digital menjadi strategi penting untuk memastikan nilai-nilai keimanan dan akhlak tetap tertanam kuat di tengah arus informasi yang semakin terbuka. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep integrasi pendidikan agama di era digital serta perannya dalam menumbuhkan iman dan akhlak peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan pendidikan agama, teknologi digital, iman, dan akhlak. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital secara bijak dalam pendidikan agama dapat memperkuat pemahaman keimanan, meningkatkan kesadaran beragama, serta membentuk akhlak mulia peserta didik. Oleh karena itu, integrasi pendidikan agama dan teknologi digital perlu diarahkan pada penggunaan media yang edukatif, bernilai moral, dan didukung oleh keteladanan pendidik agar tujuan pembinaan iman dan akhlak dapat tercapai secara optimal.
Integrasi Nilai-Nilai Keagamaan Dalam Proses Pembelajaran Sebagai Upaya Pembentukan Akhlak Nabilah, Mahdiyyah; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1668

Abstract

Pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa yang bermartabat. Tantangan pendidikan kontemporer tidak hanya terletak pada pencapaian kecerdasan kognitif, tetapi juga pada kemampuan menginternalisasikan nilai-nilai keagamaan secara substantif dalam seluruh proses pembelajaran agar tidak berhenti pada hafalan konseptual. Hasil pengamatan menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman agama siswa dengan implementasi perilaku akhlak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diperlukan reorientasi strategi pembelajaran yang lebih integratif. Penelitian ini bertujuan mengkaji mekanisme integrasi nilai-nilai keagamaan dalam proses pembelajaran sebagai strategi fundamental pembentukan akhlak siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan observasi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai keagamaan yang efektif dilakukan melalui tiga jalur utama, yaitu infusi nilai spiritual dalam materi pembelajaran, keteladanan pendidik (uswatun hasanah), dan penciptaan ekosistem sekolah yang mendukung pembiasaan adab. Temuan ini menegaskan bahwa pembentukan akhlak sangat bergantung pada kemampuan guru mengaitkan materi ajar dengan dimensi ketuhanan serta konsistensi penguatan perilaku positif, sehingga menghasilkan lulusan yang cerdas, berintegritas, dan berakhlak mulia.
Penanaman Nilai Keimanan Dan Pembentukan Akhlak Melalui Pembelajaran Agama di Lembaga Pendidikan Asti Amelia, Adifa; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1670

Abstract

Pembelajaran agama memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai keimanan serta membentuk akhlak peserta didik sebagai fondasi karakter bangsa. Di tengah tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, pendidikan agama dituntut tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan normatif, tetapi juga pada proses internalisasi nilai yang berdampak nyata terhadap perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh pembelajaran agama terhadap internalisasi iman dan pembentukan akhlak peserta didik di lembaga pendidikan. Objek kajian meliputi peserta didik serta praktik pembelajaran agama yang diterapkan di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan, yang memanfaatkan sumber data berupa buku akademik, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, klasifikasi, dan sintesis temuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran agama yang dirancang secara sistematis, kontekstual, dan berkelanjutan berkontribusi signifikan dalam memperkuat keimanan peserta didik serta membentuk perilaku akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, pembelajaran agama masih menghadapi tantangan implementatif di era modern, sehingga diperlukan strategi pedagogik yang adaptif dan integratif. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai keagamaan dalam pendidikan sebagai upaya membangun karakter, moral, dan perilaku etis peserta didik secara holistik.
Peran Agama Dalam Menyatukan Iman, Ibadah dan Akhlak Dalam Kehidupan Manusia Jazilah, Naila; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1671

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran agama dalam menyatukan iman, ibadah, dan akhlak sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Agama tidak hanya berfungsi sebagai sistem keyakinan, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang mengarahkan perilaku, sikap moral, dan praktik ibadah umat beragama. Iman menjadi fondasi utama yang melahirkan kesadaran beribadah, sementara ibadah yang dilaksanakan secara konsisten berimplikasi pada pembentukan akhlak mulia dalam kehidupan individu maupun sosial. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah nasional dan internasional serta buku-buku relevan yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir, melalui penelusuran pada Google Scholar dan Google Books. Hasil kajian menunjukkan bahwa agama memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan iman, ibadah, dan akhlak secara holistik. Integrasi ketiga aspek tersebut mampu membentuk pribadi manusia yang beriman kuat, taat dalam beribadah, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika agama. Namun, dalam implementasinya, masih terdapat berbagai tantangan, seperti pengaruh modernisasi dan lemahnya internalisasi nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penguatan peran agama melalui pendidikan dan pembiasaan nilai-nilai keagamaan menjadi sangat penting guna mewujudkan kehidupan manusia yang berkarakter, beriman, dan berakhlak mulia.
Integrasi Nilai Iman, Islam, dan Ihsan Dalam Membangun Kepribadian Muslimah di Era Digital Rosyada, Amrina; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1672

Abstract

Dalam era digital yang berkembang pesat, tantangan dan peluang baru muncul bagi muslimah dalam membangun kepribadiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana iman, Islam dan Ihsan dapat berperan dalam membentuk kepribadian muslimah yang kuat dan berkualitas di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini dapat diutarakan pertama, tekanan sosial dan standar kecantikan yang tidak realistis, dengan demikian tidak sedikit kaum muslimah yang terpapar pada standar kecantikan dan gaya hidup yang sering kali tidak realistis dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam, seperti contoh menggunakan hijab tetapi tidak menutup aurat, menggunakan pakaian tertutup tetapi membentuk lekukan tubuh, foto dengan gaya yang berlebihan/tidak sesuai syariat Islam dan lain sebagainya. Kedua, penyebaran konten negative, yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, seperti konten pornografi, kekerasan, ujaran kebencian dan informasi yang menyesatkan. Ketiga, kecanduan teknologi dan media sosial, dampak dari kecanduan teknologi yakni dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik, serta mengganggu kualitas interaksi nyata sehingga membuat muslimah lebih sulit fokus pada tujuan hidup yang lebih besar.
Pengaruh Ajaran Islam Terhadap Imam Dan Akhlak Shafya, Shafya; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1673

Abstract

Penguatan iman dalam ajaran Islam merupakan fondasi eksistensial dalam pembentukan karakter manusia, di mana keyakinan spiritual berfungsi sebagai jangkar moral di tengah arus globalisasi dan disrupsi nilai. Urgensi untuk menempatkan iman bukan sekadar sebagai doktrin teoretis, melainkan sebagai landasan filosofis dan praktis dalam seluruh dinamika kehidupan manusia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran iman sebagai katalisator utama dalam pembentukan akhlak serta mengidentifikasi mekanisme internalisasinya dalam ajaran Islam. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis reflektif terhadap pola hubungan antara akidah dan etika Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman yang kokoh menjadi motor penggerak kontrol diri (self-control) dan kesadaran etis melalui pemahaman akan kehadiran Tuhan (muraqabah). Pembentukan akhlak berbasis iman secara efektif tercapai melalui tiga strategi integratif: kristalisasi nilai-nilai rukun iman dalam manifestasi sosial, pemberian keteladanan spiritual berdasarkan sifat-sifat kenabian, serta penguatan lingkungan religius yang mengedepankan pembiasaan ibadah sebagai basis etika. Akhlak yang stabil dan berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila berakar pada keyakinan transendental yang diinternalisasikan secara emosional dan rasional. Melalui penguatan fondasi iman ini, diharapkan ajaran Islam mampu mencetak individu yang memiliki keseimbangan antara keteguhan prinsip spiritual dan keluhuran perilaku sosial.
Iman Sebagai Landasan Pembentukan Akhlak Siswa Sekolah Dasar Septia Rani, Viola; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1674

Abstract

Pendidikan agama sering kali terjebak pada aspek kognitif-formalitas, sehingga pemahaman teologis siswa belum sepenuhnya bertransformasi menjadi perilaku aplikatif atau akhlakul karimah. Fenomena ini mengindikasikan adanya urgensi untuk menempatkan iman bukan sekadar sebagai materi pelajaran, melainkan sebagai landasan filosofis dan praktis dalam seluruh dinamika perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran iman sebagai katalisator utama dalam pembentukan akhlak siswa sekolah dasar serta mengidentifikasi mekanisme internalisasinya. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis reflektif terhadap pola pendidikan karakter berbasis religiusitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman yang kokoh menjadi motor penggerak kontrol diri (self-control) dan kesadaran etis siswa melalui pemahaman akan kehadiran Tuhan (muraqabah). Pembentukan akhlak berbasis iman secara efektif tercapai melalui tiga strategi integratif: kristalisasi nilai-nilai rukun iman dalam aktivitas keseharian, pemberian keteladanan spiritual dari pendidik, serta penguatan lingkungan sekolah yang mengedepankan pembiasaan ibadah sebagai basis etika. Temuan ini menegaskan bahwa akhlak yang stabil dan berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila berakar pada keyakinan transendental yang diinternalisasikan secara emosional dan rasional oleh siswa. Melalui penguatan fondasi iman ini, diharapkan pendidikan tingkat dasar mampu mencetak generasi yang memiliki keseimbangan antara keteguhan prinsip spiritual dan keluhuran perilaku sosial.
Integrasi Nilai Keimanan dan Akhlak Dalam Pembelajaran Agama di Sekolah Aurelin Zaskia, Yessy; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1675

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran agama dalam mengintegrasikan nilai keimanan dan akhlak sebagai satu kesatuan yang saling mendukung dalam pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan agama tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian pengetahuan ritual, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai moral dan spiritual yang memengaruhi sikap serta perilaku siswa. Keimanan menjadi fondasi yang mendorong kesadaran spiritual, sementara akhlak yang terbentuk melalui pembiasaan dan praktik sehari-hari mencerminkan kualitas keimanan tersebut. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah nasional dan internasional serta buku relevan yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, melalui penelusuran pada Google Scholar dan Google Books. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai keimanan dan akhlak melalui pembelajaran agama mampu membentuk peserta didik yang beriman kuat, memiliki perilaku moral, dan berkarakter positif. Implementasinya menghadapi tantangan, seperti pengaruh globalisasi, digitalisasi, dan lemahnya internalisasi nilai agama dalam praktik pembelajaran. Oleh karena itu, penguatan peran pendidikan agama melalui strategi pembelajaran kontekstual, keteladanan guru, dan pembiasaan nilai-nilai keimanan serta akhlak menjadi sangat penting untuk membentuk generasi muda yang religius dan berakhlak mulia.