cover
Contact Name
Yenda Puspita
Contact Email
yendapuspitah@gmail.com
Phone
+6282390436300
Journal Mail Official
yendapuspitah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Mutiara Cadika Blok A Nomor 5 Bangkinang Kota, Kab. Kampar, Riau 28411
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 29868300     DOI : 10.37985
Core Subject : Education,
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan menerbitkan artikel ilmiah yang meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan baik yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti independent. Kajian tersebut meliputi, filsafat pendidikan, psikologi pendidikan, bimbingan dan konseling pendidikan, metodologi pendidikan, analisis kebijakan pendidikan, pengelolaan pendidikan, analisis kepemimpinan dan penelitian-penelitian lainnya di bidang praktis pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 108 Documents
Implementasi Model Project-Based Learning (PjBL) dalam Pembelajaran IPAS Kelas IV SD Negeri 005 Hangtuah Kabupaten Kampar Fitra Adi Kusuma; Leny Julia Lingga
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1973

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif, kolaborasi, tanggung jawab, dan kemampuan siswa dalam mengaitkan materi IPAS dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu model yang relevan dengan kebutuhan tersebut adalah Project-Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model PjBL dalam pembelajaran IPAS kelas IV SD Negeri 005 Hangtuah Kabupaten Kampar serta mengidentifikasi kendala yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian guru kelas IV dan siswa kelas IV. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL dilaksanakan melalui enam tahapan, yaitu penentuan proyek, perencanaan langkah-langkah penyelesaian proyek, penyusunan jadwal pelaksanaan proyek, pelaksanaan dan monitoring proyek, penyusunan laporan serta presentasi hasil proyek, dan evaluasi serta refleksi. Penerapan tahapan tersebut mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam diskusi kelompok, membagi tugas, menyelesaikan proyek, mempresentasikan hasil, serta merefleksikan pengalaman belajar. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan tingkat partisipasi siswa dalam kelompok, dan keterbatasan fasilitas pendukung proyek. Dengan demikian, implementasi PjBL dalam pembelajaran IPAS kelas IV telah terlaksana cukup baik dan memberikan pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, serta kontekstual, meskipun masih memerlukan penguatan dalam pengelolaan waktu, pemerataan peran siswa, dan dukungan sarana pembelajaran.
Pengaruh Pemahaman Perkembangan Peserta Didik Terhadap Efektivitas Pembelajaran Pada Mahasiswa PGSD Universitas Pahlawan Adifa Asti Amelia; Siti Nabila Ardelia
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1985

Abstract

Pemahaman perkembangan peserta didik merupakan kompetensi pedagogik yang berperan penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman perkembangan peserta didik terhadap efektivitas pembelajaran pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pahlawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian berjumlah 60 mahasiswa PGSD yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah Perkembangan Peserta Didik dan memiliki pengalaman praktik pembelajaran. Data dikumpulkan menggunakan angket berskala Likert lima pilihan jawaban, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif dan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman perkembangan peserta didik memiliki nilai rata-rata 86,42 dengan kategori tinggi, sedangkan efektivitas pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 84,75 yang juga berada pada kategori tinggi. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa pemahaman perkembangan peserta didik berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pembelajaran dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) dan koefisien regresi sebesar 0,812. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,648 menunjukkan bahwa 64,8% efektivitas pembelajaran dipengaruhi oleh pemahaman perkembangan peserta didik, sedangkan 35,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, semakin tinggi pemahaman mahasiswa mengenai perkembangan peserta didik, semakin tinggi pula efektivitas pembelajaran yang dapat dirancang dan dilaksanakan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi program studi dalam meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Peserta Didik Fitri Rhamadani; Putri Tuljannah; Imam Hanafi
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1986

Abstract

Perkembangan teknologi digital di era globalisasi membawa perubahan transformatif pada lanskap pendidikan, khususnya perilaku dan kondisi psikologis anak didik. Media sosial kini menjadi ruang interaksi primer yang mendominasi keseharian generasi muda dari tingkat dasar hingga menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap perkembangan sosial-emosional peserta didik berdasarkan kompilasi data empiris dari berbagai literatur jurnal ilmiah. Menggunakan metode studi pustaka (literature review), artikel ini menelaah dinamika interaksi virtual, dampak psikologis durasi penggunaan gawai, degradasi moral, hingga urgensi filterisasi konten. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki implikasi ganda. Pada satu sisi, penggunaan media digital yang interaktif seperti video animasi dapat menstimulasi kemampuan sosial-emosional. Namun di sisi lain, durasi berlebih, paparan konten dewasa, dan kecanduan aplikasi video pendek memicu kerentanan emosional, kecemasan, serta pergeseran moral anak. Diperlukan sinergi antara guru, layanan bimbingan konseling, dan orang tua untuk memfilter arus informasi siber demi menjaga kestabilan psikologis peserta didik.
Perkembangan Sosial Emosional Peserta Didik Sekolah Dasar sebagai Fondasi Keberhasilan Belajar Zahwa Nabila Inka; Yuliana Dwi Astika Sari; Imam Hanafi
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1993

Abstract

Perkembangan sosial emosional merupakan salah satu aspek penting dalam proses tumbuh kembang peserta didik sekolah dasar yang berperan sebagai landasan bagi keberhasilan belajar. Kemampuan peserta didik dalam mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara tepat serta menjalin hubungan sosial yang positif akan memengaruhi kesiapan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya perkembangan sosial emosional peserta didik sekolah dasar sebagai fondasi dalam mencapai keberhasilan belajar. Penulisan artikel menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber pustaka yang relevan mengenai perkembangan sosial emosional serta kaitannya dengan hasil belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki perkembangan sosial emosional yang baik cenderung lebih percaya diri, mampu mengendalikan emosi, memiliki motivasi belajar yang tinggi, mudah bekerja sama, serta mampu membangun hubungan positif dengan guru maupun teman sebaya. Sebaliknya, perkembangan sosial emosional yang kurang optimal dapat menghambat konsentrasi, partisipasi, dan prestasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, pengembangan aspek sosial emosional perlu menjadi perhatian bersama antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah melalui pembelajaran yang mendukung, interaksi yang positif, serta pemberian pengalaman belajar yang bermakna. Dengan demikian, perkembangan sosial emosional menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan belajar peserta didik di sekolah dasar.
Implementasi Inovasi Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah Dasar Nurhaswinda Nurhaswinda; Vivi Maulia Cahyani. S; Gita Caturrahayu; Sabrina Putri; Reza Ananda
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1998

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dasar memerlukan penerapan inovasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 serta perkembangan teknologi digital. Implementasi inovasi pembelajaran menjadi salah satu strategi yang dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, keterlibatan peserta didik, dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi inovasi pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh melalui penelusuran berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi buku, artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding, serta dokumen kebijakan pendidikan yang membahas inovasi pembelajaran dan kualitas pendidikan dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model analisis isi (content analysis) yang meliputi reduksi data, penyajian data, interpretasi, serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi inovasi pembelajaran memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Inovasi pembelajaran yang diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi digital, penggunaan media pembelajaran interaktif, penerapan model Problem Based Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, dan Cooperative Learning, serta pembelajaran yang berpusat pada peserta didik terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan hasil belajar peserta didik. Keberhasilan implementasi inovasi pembelajaran dipengaruhi oleh kompetensi guru, dukungan kepemimpinan kepala sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kebijakan sekolah yang mendukung transformasi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi inovasi pembelajaran merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21
Memahami Karakteristik dan Gaya Belajar Peserta Didik Digital Native di Sekolah Dasar Alya Sindi; Nabila Izzati Ramadhan; Imam Hanafi
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1999

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah karakteristik dan cara belajar peserta didik sekolah dasar sehingga menuntut penyesuaian dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik peserta didik digital native di sekolah dasar serta menganalisis implikasi gaya belajar mereka terhadap penyelenggaraan pembelajaran. Penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap buku, artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, pengelompokan berdasarkan tema, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa peserta didik digital native memiliki karakteristik berupa kemampuan mengakses informasi secara cepat, memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar, serta menyukai pembelajaran yang visual, interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Gaya belajar tersebut menuntut penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui pemanfaatan media digital, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kolaboratif, dan penguatan literasi digital serta kemampuan berpikir kritis. Pemahaman terhadap karakteristik dan gaya belajar peserta didik digital native menjadi landasan penting bagi guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan bermakna sehingga mampu meningkatkan motivasi, partisipasi, dan hasil belajar peserta didik serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Upaya Guru Dalam Menanamkan Nilai Kedisiplinan Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Di Kelas V SDN 006 Terpadukubang Jaya Cristin Sitorus; Elpri Darta Putra
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.2051

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kedisiplinan sebagian siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), yang ditunjukkan melalui perilaku datang terlambat, kurang memperhatikan penjelasan guru, berbicara saat pembelajaran berlangsung, serta terlambat menyelesaikan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam menanamkan nilai kedisiplinan siswa pada pembelajaran IPAS serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas VB dan siswa kelas VB SDN 006 Terpadu Kubang Jaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menanamkan nilai kedisiplinan melalui perannya sebagai teladan, pendidik, dan pembimbing. Guru memberikan keteladanan dengan hadir tepat waktu, mematuhi tata tertib sekolah, dan menunjukkan sikap disiplin. Sebagai pendidik, guru membiasakan siswa berbaris sebelum masuk kelas, berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, mengerjakan tugas tepat waktu, serta melaksanakan piket kelas. Sebagai pembimbing, guru menerapkan aturan kelas, memberikan arahan, teguran, dan sanksi edukatif kepada siswa yang melanggar. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran dan pemahaman siswa tentang pentingnya disiplin, kurangnya dukungan orang tua, serta pengaruh teman sebaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penanaman nilai kedisiplinan memerlukan kolaborasi yang berkesinambungan antara guru, siswa, orang tua, dan sekolah agar karakter disiplin berkembang secara optimal.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Wordwall Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Materi Operasional Berhitung Di Kelas IIB SDN 143 Pekanbaru Imelda Mardiana; Elpri Darta Putra
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.2068

Abstract

Rendahnya minat belajar siswa pada materi operasional berhitung menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Proses pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah menyebabkan siswa kurang aktif, mudah bosan, dan kurang antusias mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Wordwall terhadap minat belajar siswa pada materi operasional berhitung di kelas IIB SD Negeri 143 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 21 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket minat belajar dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji hipotesis Paired Sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media Wordwall terhadap minat belajar siswa, ditunjukkan oleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,029 < 0,05. Selain itu, nilai rata-rata minat belajar meningkat dari 8,76 pada pretest menjadi 9,71 pada posttest. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran Wordwall terbukti efektif meningkatkan minat belajar siswa pada materi operasional berhitung di kelas IIB SD Negeri 143 Pekanbaru.

Page 11 of 11 | Total Record : 108