cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 3046787X     EISSN : 30467179     DOI : https://doi.org/10.57235
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law dengan nomor ISSN terdaftar 3046-787X (Cetak - Print) dan 3046-7179 (Online - Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup: 1. Sains, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2. Pendidikan dan Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas, 3. Hukum, Sosial, Politik, Budaya, Antropologi 4. Akuntansi, Ekonomi, Bisnis, Manajemen SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan April & Oktober
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 353 Documents
Problematika Yuridis Pelaksanaan Mandat Pengawasan oleh DPR/DPRD: Tinjauan terhadap Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat Pandu Wijaya Nagari Harahap; Taryanto
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol. 3 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v3i2.8973

Abstract

Meskipun DPR telah melaksanakan pengawasan sesuai mandat hukum, masih terdapat kendala yang memengaruhi efektivitasnya. Faktor-faktor internal seperti kualitas sumber daya manusia (SDM), kapasitas analisis regulasi, dan keterampilan komunikasi anggota DPRD berperan signifikan dalam menentukan keberhasilan pengawasan. Selain itu, faktor eksternal seperti transparansi eksekutif, partisipasi masyarakat, serta peran media dan pengawasan publik juga memengaruhi hasil pengawasan. Metode penelitian ini fokus pada masalah hukum pengawasan oleh DPR/DPRD dengan pendekatan hukum empiris dan socio legal research. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen untuk analisis kualitatif. Penelitian ini bertujuan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pengawasan. Adapun kesimpulan dari pembahasan di atas yaitu anggota dewan dengan latar belakang pendidikan tinggi lebih memahami kebijakan dan memberikan masukan yang konstruktif. Keragaman latar belakang menghasilkan analisis yang lebih baik dalam pengawasan dan pembuatan kebijakan. Namun, regulasi masih kurang detail dalam menetapkan standar kompetensi, dan seleksi lebih pada aspek administratif. Banyak partai memilih calon berdasarkan popularitas dan jaringan politik. Perlu diadakan penataan regulasi agar calon legislator memiliki kualifikasi yang tepat, terutama dalam pengawasan anggaran. Banyak legislator kesulitan memahami tata kelola, sehingga memerlukan pendampingan. Negara lain sudah menerapkan uji kompetensi dan pelatihan. Pemerintah harus memperbaiki sistem seleksi agar lebih berkualitas. Peran alat kelengkapan dewan penting dalam verifikasi data untuk mencegah manipulasi dan pelanggaran hukum. Partisipasi masyarakat dalam pengawasan sering kurang berpengaruh karena kendala yuridis. Regulasi pengaduan belum rinci, mengurangi kepercayaan publik. Verifikasi yang tidak tepat bisa menyebabkan pelanggaran hukum dan menurunkan kepercayaan terhadap lembaga legislatif. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan sangat dibutuhkan. Rekomendasi penelitian lanjutan yaitu melakukan studi empiris mengenai tingkat kompetensi sumber daya manusia di DPR/DPRD, termasuk tenaga ahli dan staf pendukung, dalam melakukan verifikasi, analisis data, dan penegakan hukum. Penelitian ini dapat menyertakan pengukuran kompetensi melalui kuesioner dan wawancara mendalam, serta mengkaji kebutuhan pelatihan dan pengembangan kapasitas SDM untuk meningkatkan efektivitas pengawasan
Perbedaan Skor Nafsu Makan Batita Sebelum dan Sesudah Pemberian Akupresur Titik CV12 di Puskesmas Baki Sukoharjo Juniarthi Shinei Amalia; Enny Yuliaswati
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol. 3 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v3i2.9062

Abstract

Latar Belakang: Penurunan nafsu makan pada batita merupakan salah satu masalah yang dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi serta pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan nafsu makan adalah akupresur pada titik CV12 (Zhongwan), yang berhubungan dengan fungsi lambung dan sistem pencernaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor nafsu makan batita sebelum dan sesudah pemberian akupresur titik CV12 di PKD Ngrombo wilayah kerja Puskesmas Baki. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 batita yang mengalami nafsu makan kurang dan dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengukuran nafsu makan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian akupresur titik CV12. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor nafsu makan batita sebelum pemberian akupresur adalah 4,20 dan meningkat menjadi 4,80 setelah pemberian akupresur. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,040 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor nafsu makan batita sebelum dan sesudah pemberian akupresur titik CV12. Kesimpulan: Terdapat perbedaan skor nafsu makan batita sebelum dan sesudah pemberian akupresur titik CV12. Akupresur titik CV12 dapat digunakan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan nafsu makan batita.
Optimalisasi Pembelajaran Iqra’-Al-Qur’an Berbasis Media Interaktif Melalui Literasi Digital Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok Natasya Syahida; Yasmin Nafisah; Halif Riadin; Gading Muhammad Thoriq; Farhan Indra
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol. 3 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v3i2.9155

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang dalam pengembangan metode pembelajaran, termasuk pembelajaran Iqra’ dan Al-Qur’an. Namun, pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran keagamaan masih memerlukan pendampingan agar penggunaannya dapat diarahkan pada aktivitas yang edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pembelajaran Iqra’ dan Al-Qur’an melalui pemanfaatan media interaktif sekaligus memperkuat literasi media digital masyarakat Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Kegiatan dilaksanakan selama 10 hari, yaitu 6–15 Juli 2026, dengan program utama berupa pendampingan pembelajaran Iqra’ dan Al-Qur’an berbasis media interaktif setiap ba’da Magrib. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui observasi, perencanaan program, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi kualitatif. Program utama diperkuat melalui kegiatan kelas kreatif, kultum Subuh, senam bersama warga, pengajaran di taman kanak-kanak, perwiridan ibu-ibu dan bapak-bapak, seminar literasi media digital tentang hoaks dan kecerdasan buatan, gotong royong masjid, perlombaan warga dan anak-anak, serta Festival Anak Sholeh dan Sholehah. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif memberikan variasi dalam pembelajaran dan membantu anak-anak memperoleh contoh pelafalan huruf hijaiyah serta ayat Al-Qur’an melalui aplikasi. Pendampingan mahasiswa juga membantu anak-anak yang masih terbatas dalam menggunakan gawai untuk kepentingan pembelajaran. Selain itu, berbagai kegiatan pendukung memperluas interaksi mahasiswa dengan masyarakat dan memperkuat aspek keagamaan, pendidikan, literasi digital, kreativitas, kesehatan, serta solidaritas sosial. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi media digital dengan pendampingan langsung dapat menjadi alternatif dalam mengoptimalkan pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan masyarakat.