cover
Contact Name
masfufatun
Contact Email
masfufatun@uwks.ac.id
Phone
+6281555465802
Journal Mail Official
semnaskusuma@uwks.ac.id
Editorial Address
Dukuh Kupang XXV no. 54 Surabaya Jawa Timur, Kode Pos 60225
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kusuma
ISSN : -     EISSN : 30629365     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional KUSUMA merupakan terbitan berkala setiap tahun sekali pada bulan Oktober. Prosiding ini berisi kumpulan artikel hasil penelitian dan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah dipresentasikan dalam Seminar Nasional KUSUMA yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Prosiding ini memuat sejumlah artikel oleh para pakar, praktisi, dan mahasiswa di perguruan tinggi dalam berbagai bidang/multidisiplin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
Pembuatan Film Fiksi “Tashwirul Afkar” Dalam Pesantren Sebagai Kearifan Budaya Lokal Berbasis Visual Dan Audio Visual Yunanto Tri Laksono; Raka Fadilah Saelan
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Manivestasi seni dan budaya tidak hanya bersumber dari karya cipta seni maupun pelestari seni saja, namun budaya yang bersumber dari kearifan lokal masyarakat yang terus dilestarikan juga menjadi salah sejarah perjalanan budaya masyarakat. Pesantren Baitus Sholihin Genggong, Kabupaten Probolinggo merupakan pesantren yang mempertahankan pola pendidikan islam menggunakan model salaf. Namun, modernisasi menjadi salah satu tantangan besar bagi pesantren yang menjalankan pendidikan secara konvensional, oleh sebab itu perlunya akselerasi penunjang sebagai bentuk penguatan pelestarian melalui film guna mempertahankan tradisi, budaya dan adat pesantren yang sudah berjalan. Tujuan:  Tujuan pembuatan film pendek fiksi berjudul: “Tashwirul Afkar” dalam pesantren  adalah untuk menggali dan memaknai nilai-nilai yang bersumber dari kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi pemikiran di pesantren sebagai manivestasi kebudayaan. Metode: Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif melalui narasi yang menarik dan menggugah, dengan memadukan unsur visual, audio visual (musik dan dialog). Film ini juga menampilkan beberapa tokoh penting dalam pesantren, guna memberikan wawasan mendalam tentang tradisi pemikiran dalam pesantren. Hasil: Hasil pembuatan film ini adalah untuk memperkenalkan pesantren dan tradisi pemikirannya kepada masyarakat luas, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap kearifan lokal yang ada di Indonesia. Selain itu, film ini juga diharapkan dapat menjadi media edukasi yang efektif bagi generasi muda dalam memahami nilai-nilai agama dan kehidupan yang sejalan dengan tradisi pemikiran pesantren. Kesimpulannya film ini akan dipromosikan melalui media sosial, festival film, dan acara-acara yang terkait dengan kegiatan pesantren. Kesimpulan: Dengan demikian, diharapkan film ini dapat mencapai khalayak yang lebih luas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia dalam memperkuat nilai-nilai kearifan lokal
Identifikasi Gambaran Hasil Footprint Plantar Pedis Ayly Soekanto; Hardiyono Hardiyono
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Deformitas plantar pedis akan menyebabkan komplikasi yang akan muncul pelahan pelahan dengan bertambahnya usia, dimulai setelah 5 – 10 tahun akan timbul keluhan pada musculoskeletal, Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui dan mengindenfikasi pemeriksaan sidik dan bentuk plantar pedis atau foot print, dengan cara menghitung sudut arcus longitudinalis inferior kearah superior memakai pataokan batas plantar pedis medialis. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mengindentifikasi prosentase footprint pada 64 responden yang telah mencelupkan plantar pedis kedalam tinta merah kemudian dilakukan percetakan pada kertas dan dievaluasi bentuk dari gambar cetakan dari plantar pedis termasuk jenis normal, low foot dan hight foot. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada 40% responden mempunyai bentuk plantar pedis normal sebanyak 40% responden, bentuk low foot sebanyak 52% responden dan responden dengan hight foot sebanyak 8%. kesimpulan dari 64 responden hanya 26 orang responden yang mempunyai bentuk plantar pedis normal.
Host Range Bakteriofag yang diisolasi dari Air di Lingkungan Rumah Burung Walet Afni Hariasaktipa; Siti Gusti Ningrum
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: bakteriofag atau phage adalah virus yang menyerang sel bakteri yang dapat melisiskan bakteri inang. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kisaran inang dari bakteriofag yang diisolasi dari air di lingkungan rumah burung walet. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif laboratorik yang diuji pada metode plaque assay. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa bakteriofag uji hanya bisa menginfeksi satu bakteri saja, yaitu bakteri Pseudomonas putida dan bakteriofag ini tidak mampu untuk menginfeksi bakteri Stenotrophomonas maltophilia dan Stenotrophomonas sp. Kesimpulan: hasil perhitungan titer yang diperoleh dari jumlah plak yaitu 2,3 x 108 PFU/mL. Bakteriofag ini bersifat narrow yang artinya memiliki kemampuan yang sempit dalam menginfeksi bakteri.
Penanganan Hernia Inguinalis dengan Hernioplasty pada Kucing Vinsensius Rianto; Nur Rohim A. Ali; Maharani Lisna Wulandari; Aldi Bayu Hendriansah; Arya Bisma Putra Sampurna; Frederika Karina Yubilia Fitus; Getsemani Claudia Bora; Ananta Dwita Pramesthi; Desty Apritya; Muhammad Noor Rahman
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hernia inguinalis adalah kondisi medis di mana sebagian organ atau jaringan dalam rongga perut menonjol keluar melalui area lemah di dinding perut bagian bawah, tepatnya di daerah selangkangan (inguinal). Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan hernioplasty atau mengembalikan organ ke dalam perut dan menutup cincin hernia. Metode yang dilakukan dengan menautkan hernia mesh pada cincin hernia dengan pola jahitan matras silang. Hasil temuan kucing Judan berusia 5 tahun berjenis kelamin jantan dilakukan pemeriksaan klinis menunjukkan bagian ventral abdomen di bagian inguinal mengalami penonjolan dan saat di palpasi kucing memperlihatkan adanya respon rasa sakit namun kucing tampak masih aktif bergerak serta suhu tubuh 38,3̊C. Diagnosa penunjang kasus ini menggunakan ultrasonografi dan x-ray. Pemeriksaan laboratorium Complete Blood Count menunjukkan penurunan MCHC dan RDWCV serta peningkatan MCV dan PDW. Terapi yang diberikan sebelum operasi antara lain infus NS 0,9%, amoxicillin 20 mg/kg BB (IM), meloxicam 0,1 ml/kg BB (IM). Sedangkan terapi yg diberikan setelah operasi secara per oral yaitu cefixime 10 mg/kg BB, ciproheptadine 1/10 tablet, asam mefenamat 16 mg/kg BB dan vitamin b-complex ½ tablet. Kesimpulan dari hasil diagnosa dan pemeriksaan penunjang menunjukkan adanya hernia inguinalis. Setelah tiga hari dilakukan perawatan secara intensif, perban dapat dibuka dengan kondisi luka jahitan mengering.
Relevansi Kepemimpinan Kewijayakusumaan di Era Society 5.0 Johan Paing Heru Waskito; FX Wisnu Yudo Untoro; Siswoyo
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Di era Kerajaan Majapahit, karakter kepemimpinan Raden Wijaya mampu membawanya sampai pada puncak kejayaan dengan mempersatukan sebagian besar kepulauan nusantara. Saat ini, 600 tahun setelah era Majapahit, jaman berubah total. Berawal dari revolusi industri pertama yang dimulai sejak tahun 1784, sekarang sudah memasuki era Society 5,0. Tujuan: Problem statement yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah masih relevan kah karakter kepemimpinan Kewijayakusumaan di era society 5.0? Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuisioner berbasis skala Likert 1-5. Adapun indikator kepemimpinan Kewijayakusumaan yang diteliti adalah teguh, teteg, tatag, tanggon dan trapsila. Sampelnya adalah para dosen dan karyawan di lingkungan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Hasil: Dari 45 responden yang mengisi google form didapatkan hasil bahwa 90% menyatakan selalu atau sering menggunakan prinsip – prinsip kewijayakusumaan dalam kehidupan berkeluarga atau dalam lingkungan sosial kemasyarakatan atau dalam lingkungan pekerjaan. Kesimpulan: Hal ini berarti kearifan lokal karakter kepemimpinan kewijayakusumaan tetap relevan sampai saat ini.
Pengaruh Self Efficacy terhadap Hasil Belajar IPAS Peserta Didik savitri suryandari; Hery Setiyawan
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Self Efficacy merupakan keyakinan dalam diri seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki bahwa seseorang mampu untuk melakukan sesuatu atau mengatasi suatu situsi serta keyakinan bahwa seseorang akan berhasil dalam melakukannya. Tujua: penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh self Efficacy dengan hasil belajar IPAS Peserta didik.  Metode Penelitian : Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif jenis ex post fakto, dengan jumlah sample sebanyak 87 siswa yang dipilih secara random sampling. Teknik pengumpulan data pada variable Self Efficacy mempergunakan kuisioner dengan 12 butir item dengan mempergunakan skala likert, sedangkan variable hasil belajar dengan mempergunakan nilai ujian Tengah semester siswa kelas V SDN Pakis V Surabaya. Uji validitas menunjukkan r hitung > 0.211 pada tabel sedangkan  reliabilitas menunjukkan 0,684 > 0.60  sehingga butir item dinyatakan valid serta reliabel.  Hasil uji t diperoleh hasil koefisien regresi senilai – 0.211, dengan nilai t – 15,331 dengan sig 0,000. Hasil temuan: menunjukkan self efficacy mempunyai pengaruh yang signifikan pada hasil belajar IPAS, tetapi arah pengaruhnya negative. Kesimpulan : Arah pengaruh self efficacy negative bisa diakibatkan adanya factor-faktor lain yang menyebabkan arah pengaruhnya negative, diantaranya kurang tantangan dalam materi pelajaran, ataupun metode pembelajaran yang kurang menarik.
Deteksi Protozoa Darah Pada Sapi Potong di Kabupaten Kediri Yusr Irfan Mahendra Sigit; Intan Permata Hermawan; Desty Apritya; Marek Yohana Kurniabudhi
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sapi potong merupakan salah satu komoditas ternak yang seringkali dikembangkan oleh para peternak di Indonesia, akan tetapi jenis sapi tersebut juga mudah terserang penyakit, seperti anemia yang disebabkan oleh infeksi parasit darah yang ditularkan melalui caplak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi parasit darah pada sapi potong di Kabupaten Kediri. Metode: Sampel darah yang digunakan adalah sapi potong yaitu Limousin dan Simmental sebanyak 30 ekor, diambil dari setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Kediri. Sampel darah akan dilakukan uji ulas darah dan kemudian akan dilakukan pewarnaan menggunakan metode Morfologi Darah Tepi, lalu diperiksa di mikroskop. Hasil: Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa dari 30 sampel yang telah diteliti, terdapat 13 sampel positif Anaplasma sp, 6 sampel positif Anaplasma marginale dan Anaplasma centrale, 5 sampel positif Anaplasma marginale, dan hanya 2 sampel positif Anaplasma centrale, juga ditemukan bentuk abnormal dari sel darah merah tersebut, seperti Acanthositosis dan Tear drop cell. Kesimpulan: Jadi kesimpulan yang didapatkan, penyebab hewan ternak terserang parasit darah yaitu manajemen kandang yang buruk, menyebabkan vektor mekanik pembawa penyakit dapat berkembang biak secara masif, sejauh ini dari laporan para peternak dan hasil pengamatan ditemukan bahwa caplak sapi yaitu Boophilus microplus/Rhipicephalus microplus menjadi penyebab utama penularan parasit darah tersebut.
Dialog Seni: Pertautan Pengetahuan dan Gerakan Lingkungan Atas Perubahan Ekologis di Malang Raya Genta Mahardhika Rozalinna; Devita Duwi Kurnia; Cici Alifiah Linggawati
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Perubahan ekologis menjadi ancaman kerusakan ruang ekologi yang terjadi di Wilayah Malang Raya. Adanya ancaman atas kerusakan ekologi bagi masyarakat di Wilayah Malang Raya menggerakkan para pemuda untuk membentuk berbagai kelompok kolektif dan juga pergerakan akar rumput.  Mereka mengambil peran untuk memperbaiki dan melakukan pelestarian ekologi sehingga mampu menjaga keberlanjutan kondisi lingkungan. Salah satu kelompok kolektif yang melakukan gerakan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan adalah Komunitas Pemuda Bundle. Melihat adanya gerakan yang dilakukan oleh para pemuda di Wilayah Malang Raya mendorong terciptanya pengabdian kepada masyarakat pada tahun 2024 untuk saling berbagi pengetahuan terkait dengan gerakan lingkungan yang dilakukan atas perubahan ekologis. Tujuan: Oleh sebab itu, pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan menawarkan kegiatan dalam bentuk sosialisasi yang menghadirkan berbagai aktor dari Komunitas Pemuda Bundle, anggota dari pergerakan akar rumput, Koordinator Puan Menulis, dan mahasiswa sosiologi Universitas Brawijaya yang tergabung di dalam research group lingkungan dan bencana sosial. Metode: Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode berupa pemetaan target dampingan, target mitra yang bekerjasama, dan langkah evaluasi kegiatan. Hasil: Dalam pertemuan di kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tiap aktor berkesempatan untuk membagikan cerita yang mereka lakukan dalam menanggapi perubahan ekologis di Wilayah Malang Raya. Dari adanya pertemuan antar aktor diharapkan setiap pengetahuan yang tersampaikan dapat menjadi bekal untuk melakukan gerakan lingkungan dalam menanggapi perubahan ruang ekologis di Malang Raya. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kemudian juga menggambarkan bahwa gerakan lingkungan bisa terlaksana melalui cara yang halus lewat seni rupa dan tulisan esai sehingga pesan yang disampaikan bisa diterima serta dimaknai dengan baik oleh masyarakat.
Peningkatan Pendapatan Masyarakat melalui Budidaya Cacing di  Desa Pulosari, Bareng, Kabupaten Jombang Freshinta Jellia Wibisono; Adhitya Yoppy Ro Candra; Ratna Widyawati; Sheila Marty Yanestria; Arief Mardijanto
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pencemaran lingkungan sebagai dampak dari limbah ternak disekitar pemukiman warga menjadi permasalahan yang umum terjadi, hal ini disebabkan karena belum terdapat upaya pengolahan pada limbah kotoran ternak sapi di masyarakat. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Pulosari, Bareng, Kabupaten Jombang ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan kandang dan lingkungan untuk kesejahteraan warga melalui peningkatan pendapatan dari pengolahan limbah peternakan. Metode: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan beberapa metode, mulai dari sosialisasi, penyuluhan kepada peternak sapi dan pelatihan pengolahan limbah kotoran sapi sebagai media budidaya cacing tanah. Hasil: Kegiatan pengabdian ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peternak sapi dalam pengolahan limbah ternak menjadi media yang dapat digunakan untuk budidaya cacing tanah. Panen cacing tanah telah dilakukan pada bulan ketiga, sehingga dapat sebagai tambahan pendapatan warga masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat dalam mengatasai limbah ternak dengan budidaya cacing tanah ini dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat di Desa Pulosari, Bareng, Kabupaten Jombang. Faktor pendukung program sosialisasi dan dan pelatihan yaitu respon baik dari masyarakat, pihak desa, narasumber yang berkompeten dan tersedianya sumber daya. Faktor penghambat yaitu pola pikir dan motivasi masyarakat untuk memulai budidaya cacing tanah. Kesimpulan: Keberlanjutan program pengabdian dapat mengatasi permasalahan limbah ternak dan dapat meningkatkan perekonomian warga masyarakat.
Meningkatkan Kemampuan Berpendapat Siswa melalui Penerapan Perangkat Teknologi Argumen Matematis dengan Model Infusion Learning Lia Budi Tristanti; Wiwin Sri Hidayati; Anisah Nabilah; Farda Rahmawanda; Nur Wahida Putri
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan yang ditemui bahwa siswa yang langsung menyelesaikan soal matematika tanpa menyertakan argumen, padahal argumen memiliki peran penting. PkM ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpendapat siswa melalui penerapan Perangkat Teknologi Argumen Matematis dengan model infusion learning. Dalam konteks pembelajaran matematika, kemampuan berargumen sangat penting untuk membantu siswa mengembangkan logika yang kuat, pandangan yang jelas, dan penjelasan yang rasional. Faktanya kemampuan argumentasi siswa masih rendah dan belum ada perangkat teknologi khusus yang digunakan untuk menyusun, menyajikan, atau mengevaluasi argumen berdasarkan komponen argumentasi Toulmin. Tujuan: Oleh karena itu, PkM ini bertujuan mengaplikasikan model infusion learning dan perangkat digital argumen untuk meningkatkan kemampuan argumentasi siswa kelas IX di SMPN 2 Jombang. Metode: pelaksanaan melibatkan ceramah, diskusi, demonstrasi, latihan, dan pendampingan. Evaluasi keberhasilan program dilakukan melalui pengukuran pemahaman peserta terhadap materi dan peningkatan kemampuan berpendapat secara matematis menggunakan N-Gain. Hasil: PkM menunjukkan bahwa penerapan teknologi argumen matematis dengan model infusion learning berhasil meningkatkan kemampuan berpendapat sebagian besar siswa. Sebanyak 36,4% siswa menunjukkan peningkatan pada kategori tinggi, sementara 63,6% lainnya berada pada kategori sedang. Kesimpulan: Ini mengindikasikan bahwa metode yang digunakan cukup efektif, meskipun perlu ada penyesuaian lebih lanjut untuk peningkatan yang lebih signifikan  

Page 4 of 14 | Total Record : 131