cover
Contact Name
Agung Rorhi Prayudha
Contact Email
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Phone
+6281947933377
Journal Mail Official
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee, Darussalam, Banda Aceh.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : -     EISSN : 26566060     DOI : https://doi.org/10.24815/jimpkk
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (JIMPKK) FKIP Universitas Syiah Kuala adalah jurnal elektronik yang berfungsi sebagai wadah untuk publikasi hasil penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Universitas Syiah Kuala. Artikel yang ditulis oleh mahasiswa bersama dosen pembimbingnya ini diterbitkan setelah melalui proses review oleh reviewer dan editor JIMPKK. JIMPKK Universitas Syiah Kuala ini diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Articles 272 Documents
GAYA BUSANA ADAT PENGANTIN TAMIANG DALAM UPACARA PERKAWINANDI DESA KEBUN TANAH TERBAN KECAMATAN KARANG BARU ACEH TAMIANG . Tiara; . Nurhayati; Aya Sophiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Gaya Busana Adat Pengantin Tamiang Dalam Upacara Perkawinan Di Desa Kebun Tanah Terban Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang bertujuan untuk mengetahui busana pengantin Tamiang saat ini dan jenis-jenis busana adat pengantin Tamiang yang sebenarnya dalam upacara perkawinan di Desa Kebun Tanah Terban serta pendapat para tokoh adat tentang gaya busana adat pengantin dalam acara perkawinan saat ini.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang bersifat naturalistik, dengan delapan orang subjek penelitian yang terdiri dari dua orang tokoh masyarakat, dua orang perias pengantin, dan empat orang masyarakat Desa Kebun Tanah Terban yang pernah melaksanakan upacara perkawinan dan satu orang tokoh adat sebagai informan.Pengumpulan data diperoleh dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan busana adat pengantin Tamiang yang saat ini digunakan oleh masyarakat Desa Kebun Tanah terban telah mengalami modifikasi karena beberapa perubahan, seperti perubahan pada warna bahan pakaian dari kuning menjadi merah, penggunaan detar menjadi tengkulok, penggunaan sanggul sisir sederhana menjadi sanggul goyang, perubahan motif serati dari motif bulan sabit dan bintang menjadi motif bunga melati, dan penambahan pemakaian labong atau tutup kepala. Busana adat pengantin Tamiang hanya terdiri dari satu macam model. Tokoh adat berpendapat bahwa perubahan kebiasaan masyarakat Desa Kebun Tanah Terban pada upacara perkawinan saat ini merupakan suatu langkah mundur dalam pelestarian busana adat pengantin Tamiang di tengah pengaruh kehidupan masyarakat multietnis di Desa Kebun Tanah Terban Kecamatan Karang Baru.Kata Kunci : Gaya busana adat, pengantin Tamiang, Desa Kebun Tanah Terban
TANGGAPAN PENGELOLA BUTIK KOTA BANDA ACEH TERHADAP KOMPETENSI MAHASISWA PRAKERIN KONSENTRASI TATA BUSANA FKIP UNSYIAH . Rahmi; . Mukhirah; . Fitriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik Kerja Industri (Prakerin) adalah mata kuliah wajib pada Konsentrasi Tata Busana FKIP Unsyiah, yang merupakan suatu upaya mewujudkan visi dan misi Prodi PKK Unsyiah untuk menyiapkan tenaga kependidikan yang unggul serta wirausaha yang berkualitas. Pada pelaksanaan prakerin lembaga pendidikan dan pengelola usaha sudah memiliki kesepakatan tertentu. Jika ditinjau mahasiswa prakerin sudah memiliki bekal yang cukup untuk praktik lapangan, begitu juga halnya pengelola usaha yang sudah memiliki pengetahuan dalam menjalankan usaha. Dalam hal ini kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa prakerin sangat berpengaruh dengan pelaksanaan prakerin. Pelaksanaan prakerin pada penelitian ini yaitu di butik yang berada di Kota Banda Aceh. Butik adalah toko yang menjual busana dan pelengkapnya dengan kualitas tinggi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 3 orang, yang semuanya merupakan pengelola butik Kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil analisis temuan penelitian ini dapat dikemukakan bahwa kecakapan mendesign, membuat pola, memotong bahan, menjahit dan finishing yang dimiliki mahasiswa dalam pelaksanaan prakerin di ketiga butik sudah baik. Simpulan dari penelitian ini bahwa model usaha yang dikembangkan oleh ketiga butik adalah usaha perseorangan; kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa prakerin Konsentrasi Tata Busana FKIP Unsyiah sudah sesuai dengan kebutuhan butik; program prakerin sangat bermanfaat baik bagi mahasiswa yang melaksanakan prakerin maupun bagi butik; Tidak ada faktor penghambat dalam pelaksanaan program prakerin.
HUBUNGAN KETERAMPILAN MENJAHIT DENGAN NILAI MATA KULIAH KONSTRUKSI BUSANA WANITA PADA MAHASISWA TATA BUSANA PKK FKIP UNSYIAH Nurul Shoumi; Rosmala Dewi; . Nurhayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penyelesaian busana diperlukan pola yang sudah sesuai dengan ukuran si pemakai. Pola tersebut diperlukan agar busana yang dijahit memiliki lekuk-lekuk tubuh yang tepat dan nyaman dipakai. Supaya busana terlihat serasi dan nyaman dibutuhkan keterampilan menjahit yang baik. Dalam kurikulum program studi Tata Busana, terdapat satu mata kuliah yang berkaitan dengan pembuatan pola dan pengembangan pola, yaitu mata kuliah Konstruksi Busana Wanita yang merupakan inti dari pengetahuan pola busana. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan Wanita. Hipotesisnya yaitu Ada hubungan yang positif dan signifikan antara keterampilan menjahit dengan nilai mata kuliah Konstruksi Busana Wanita pada mahasiswa Tata Busana PKK FKIP Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, sampel penelitian berjumlah 23 orang mahasiswa tata Busana PKK FKIP Unsyiah angkatan 2014/2015, pengambilan sampel secara total sampling dengan pengumpulan data secara observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengolahan data, menunjukkan bahwa koefisien korelasi product moment antara keterampilan menjahit dengan nilai mata kuliah Konstruksi Busana Wanita diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,600 dengan tingkat korelasi yang kuat. Hubungan yang terjadi berjalan searah, semakin tinggi keterampilan menjahit mahasiswa maka nilai akhir yang diperoleh akan semakin tinggi. Kesimpulannya adalah terdapat korelasi yang positif antara keterampilan menjahit dengan nilai mata kuliah Konstruksi Busana Wanita pada mahasiswa Tata Busana PKK FKIP Unsyiah. Hipotesis penelitian yang diajukan pada penelitian ini diterima. Kata Kunci: Keterampilan, Menjahit, Nilai, Konstruksi Busana
PENGEMBANGAN MOTIF KERAWANG GAYO PADA BUSANA PESTA WANITA DI ACEH TENGAH Tiara Arliani; . Mukhirah; . Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan motif kerawang Gayo tidak terbatas pada produk kerajinan dan busana pengantin, tetapi pada saat ini penempatan motif kerawang Gayo sudah banyak diterapkan pada busana, khususnya busana pesta bagi wanita. Penelitian yang berjudul Pengembangan Motif kerawang Gayo Pada Busana Pesta Wanita di Aceh Tengah. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pendapat masyarakat terhadap pengembangan motif kerawang Gayo pada busana pesta (2) mengetahui makna motif kerawang Gayo (3) mengetahui pengembangan motif kerawang Gayo pada busana pesta (4) mengetahui penempatan motif kerawang Gayo pada busana pesta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bersifat naturalistik, dengan subjek penelitian tujuh responden. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan motif kerawang Gayo tidak terbatas pada busana pengantin saja namun pada saat ini pengembangan motif kerawang Gayo banyak diterapkan pada busana pesta wanita. Selain itu warna yang digunakan juga sudah banyak mengalami variasi warna, namun demikian antara penempatan motif dan penggunaan warna disesuaikan dengan permintaan konsumen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masyarakat sangat menerima dan merespon dengan baik terhadap pengembangan motif kerawang Gayo yang diterapkan pada busana pesta wanita. Diharapkan kepada masyarakat Gayo agar selalu menjaga dan melestarikan salah satu budaya yang diwariskan nenek moyang termasuk kerawang Gayo sebagai simbol dan kebanggaan masyarakat Gayo.Kata kunci: pengembangan, motif kerawang Gayo, busana pesta wanita
PERAN IBU DALAM PENATAAN CARA BERBUSANA UNTUK ANAK REMAJA PUTRI DI KOTA LANGSA Sitti Muthmainnah; Fikriah Noer; . Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada konteks penerapan berbusana yang sesuai untuk remaja putri di area perkembangan mode saat ini tergantung pada bagaimana sikap orang tua dalam mendidik karakter yang baik pada masa anak memasuki masa dewasa. Penelitian ini berupaya mengungkapkan Peran Ibu Dalam Penataan Cara Berbusana Untuk Anak Remaja Putri di Kota Langsa. Secara khusus penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) mengetahui peran yang dilakukan ibu dalam penggunaan busana putri di Kota Langsa dan (2) mengetahui faktor yang mempengaruhi perubahan pemakaian berbusana anak remaja putri di Kota Langsa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan cara pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian ini bersumber dari teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan sumber data penelitian ini dari 10 (sepuluh) ibu sebagai responden dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan dan perekaman. Berdasarkan hasil analisis data, peran ibu dalam penataan cara berbusana untuk remaja putri ialah dengan cara menegur, memberikan bimbingan melalui contoh dari dampak berbusana yang tidak sesuai, dan menjelaskan fungsi dari busana yang sesuai saat keluar rumah di pandangan masyarakat. Busana yang digunakan oleh remaja putri saat ini sudah tidak sesuai seperti menggunakan celana Jean, kaus ketat dan baju sifon transparan, faktor yang mempengaruhi perubahan gaya berbusana remaja putri ialah minimnya bimbingan orang tua terhadap remaja putri dalam penerapan berbusana yang sesuai dengan syariat dan beberapa faktor lain dalam perubahan gaya berbusana remaja putri ialah perkembangan mode, pengaruh lingkungan, dan menonton TV. Simpulan penelitian dari sepuluh responden dalam penerapan berbusana untuk remaja putri di Kota Langsa tidak memiliki perbedaan dari masing-masing ibu yang berpendidikan maupun hanya ibu rumah tangga. Ibu hanya memberikan motivasi dalam berbusana tapi ibu juga memberikan kebebasan remaja putri dalam berbusana gaul. Perubahan gaya berbusana remaja putri dipengaruhi oleh faktor minimnya bimbingan orang tua dalam pembentukan kepribadian baik pada sikap, cara berkomunikasi maupun dalam berbusana yang sesuai.Kata kunci: Penataan Berbusana, Remaja Putri, Peran Ibu
SUBSTITUSI PARSIAL TEPUNG BERAS DENGAN TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea Batatas L) PADA PEMBUATAN KUE LAPIS . Khairunnisa; Suryati Sufiat; . Zuraini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat yang dapat digunakan sebagai bahan pengganti beras. Ubi jalar dapat dijadikan sebagai tepung untuk pengganti sebahagian bahan utama dalam pembuatan berbagai jenis penganan diantaranya kue lapis, serta memanfaatkan warna alami dari ubi jalar ungu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ubi jalar ungu dengan persentase 16%, 31% dan 46% terhadap karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa), dan untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap kue lapis tepung ubi jalar ungu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan 4 perlakuan dengan 4 kali pengulangan. Pengumpulan data menggunakan uji pengamatan (Sensory Evaluation) oleh 6 orang narasumber yaitu dosen Tata Boga PKK Unsyiah. Selanjutnya uji penerimaan (Acceptability Test) oleh 30 orang panelis konsumen, 27 orang mahasiswa serta 3 orang karyawan Prodi PKK Unsyiah. Teknik analisis data menggunakan LSD (Least Significant Different) dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil analisis data, narasumber terhadap resep kontrol kue lapis menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan ke IV, dengan nilai rata-rata 95,50. Dari hasil uji pengamatan narasumber terhadap kue lapis dengan penambahan tepung ubi jalar ungu menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan Kl3, dilihat dari warna ungu cerah, aroma harum, tekstur kenyal dan rasa manis. Dari hasil uji penerimaan panelis konsumen terhadap kue lapis dengan penambahan tepung ubi jalar ungu menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan Kl3, ditinjau dari warna ungu cerah, aroma harum, tekstur kenyal dan rasa sangat manis. Diharapkan masyarakat dapat mengembangkan penganan basah dalam variasi lain.Kata Kunci: Substitusi Parsial, Tepung Ubi Jalar Ungu, Kue Lapis
EVAKUASPENERIMAAN KONSUMEN TERHADAP CITA RASA COOKIES PISANG OWAK (Musa paradisiaca L) . Zulhera; Suryati Sufiat; . Nurhayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cookies merupakan penganan yang rasanya manis, berstektur renyah yang terbuat dari tepung terigu protein rendah, gula, lemak dan telur. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resep standar pembuatan cookies dengan menggunakan pisang owak dan mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap cookies dengan penambahan pisang owak (Musa paradiaca L). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan 3 kali perlakuan dengan 2 kali pengulangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 6 orang narasumber/ panelis terlatih yaitu dosen Prodi PKK FKIP Unsyiah. Selanjutnya uji penerimaan (Acceptability Test) dilakukan oleh 30 orang panelis konsumen yang terdiri dari 20 mahasiswa FKIP Unsyiah. Teknik analisis data menggunakan LSD (Least Significant Different) dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil analisis data oleh narasumber terhadap resep kontrol cookies menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan ke II dilihat dari segi warna memiliki warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan dari segi rasa manis. Dari hasil uji pengamatan oleh narasumber terhadap cookies dengan penambahan pisang owak menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan pertama Zc001 50 gr (20%). Dari hasil uji penerimaan panelis konsumen terhadap cookies dengan penambahan pisang owak menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan pertama Zc00I, ditinjau dari warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan rasa manis, untuk uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan tingkat penerimaan konsumen terhadap karakteristik organoleptik cookies pisang owak dilihat dari warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan rasa manis. Dengan demikian hipotesis alternatif diterima (H1). Diharapkan masyarakat dapat mengembangkan penganan dari pisang owak lebih bervariasi.Kata Kunci: Penerimaan, Konsumen, Cita Rasa, Cookies,Pisang Owak
STANDARISASI RESEP BROWNIES KUKUS DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG PISANG OWAK (Musa Paradisiaca. L) Helyanti Muharamah; Laili Suhairi; Yuli Heirina Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung pisang owak adalah tepung pisang yang diperoleh dari pisang owak melalui proses pengupasan, penjemuran, dan penggilingan. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui resep standar brownies kukus dengan penambahan tepung pisang owak (2) mengetahui daya terima konsumen terhadap penambahan tepung pisang owak didalam pembuatan brownies kukus, dan (3) mengetahui karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) pada brownies kukus dengan penambahan tepung pisang owak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Data-data dari uji pengamatan dianalisis dengan cara menentukan nilai rata-rata (mean) dari total yang diperoleh dari narasumber. Data-data dari uji penerimaan dianalisis menggunakan analisis varian (anava) satu jalur pada pembuatan brownies kukus yang diperoleh dari narasumber, panelis siswa-siswi (SMKN 3 Banda Aceh). Pengumpulan data dilakukan dengan uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 7 orang narasumber, dan uji penerimaan (Hedonic Scale) yang diuji cobakan kepada 30 orang panelis konsumen yaitu murid SMKN 3 Banda Aceh. Resep standar brownies kukus dengan penambahan tepung pisang owak yaitu (BK550) yang terdiri dari tepung terigu 30 gram, tepung pisag owak 30 gram,gula pasir 112 gram, telur ayam 164 gram, coklat bubuk 17 gram, coklat batang, 50 gram, dan margarin 60 gram. Simpulan dari penelitian ini adalah narasumber dan panelis konsumen menyukai brownies kukus (BK550) 85%.Kata kunci : Standarisasi, Brownies kukus, Pisang owak
KAJIAN VISUAL KERAWANG GAYO PADA UPUH ULEN-ULEN Umi Sakinah; Rosmala Dewi; . Irsanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerawang Gayo merupakan identitas masyarakat Gayo. Kerawang Gayo adalah salah satu ragam atau motif dalam menghias kain. Menghias atau membordir Kerawang Gayo ini merupakan suatu kerajian yang dapat dimanfaatkan oleh para kaum wanita maupun kaum pria. Dilihat dari kenyataan sekarang ini banyak masyarakat yang tidak tahu bentuk fisik upuh ulen-ulen itu sendiri terlebih generasi penerus, karena perkembangan penggunaan motif upuh ulen-ulen sering kali sulit dibedakan dengan ragam hias pelaminan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Bahan yang digunakan pada Kerawang Gayo upuh ulen ulen di Aceh Tengah (2) Warna yang digunakan pada Kerawang Gayo upuh ulenulen di Aceh Tengah. (3) Jenis motif kerawang Gayo pada upuh ulenulen di Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 6 (enam) orang yang terdiri dari 2(dua) orang pengrajin/penjahit, 2(dua) tokoh Majlis Adat Gayo ( MAG )/Tokoh adat, 2(dua) orang pengelola wedding organizer yang berada di kecamatan Bebesen, Aceh Tengah. Dari hasil analisis data, temuan dalam penelitian ini dapat dikemukakan yaitu, ada 5(lima) jenis motif pada upuh ulen-ulen, 5(lima) warna yang digunakan dalam upuh ulen-ulen, dan bahan yang digunakan dalam pembuatan upuh ulen-ulen adalah kain evita dan benang bordir. Jadi simpulan dari penelitian ini adalah semua responden mengetahui upuh ulen-ulen yaitu merupakan suatu ragam hias adat Gayo dan merupakan identitas masyarakat Gayo. ini membuktikan bahwa semua responden banyak mengetahui tentang upuh ulen-ulen tersebut dengan baik dan masih memegang kuat adat mereka, Warna yang terdapat pada kerawang Gayo upuh upuh ulen-ulen ada 5 warna yaitu (1) warna kuning, (2) ilang(merah), (3) poteh (putih) , (4) ijo (hijau), (5) item (hitam). bahan yang digunakan dalam pembuatan/menjahit kerawang Gayo upuh ulen-ulen adalah bahan jenis sanwos dan evita, benang bordir dan viselin.Kata Kunci: Kajian Visual, Kerawang, Upuh Ulen-Ulen
PENGARUH PENAMBAHAN REBUNG BETUNG (Dendrocalamus Asper) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN TINGKAT PENERIMAAN KONSUMEN PADA KERUPUK Nova Rizkiani; Rahmi Kamal; Yuli Heirina Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh penambahan rebung betung (DendrocalamusAsper), yang diolah menjadi kerupuk. Rebung betung merupakan jenis sayuran yang sudah dikenal, mempunyai tekstur renyah, manis dan memiliki bau khas rebung betung. Mengandung kalium yang dapat menurunkan tekanan darah, fosfor, kalsium, vitamin A, vitamin C, serat dan protein yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh resep standar, pengaruh penambahan rebung betung terhadap karakteristik organoleptik dan pengaruh penambahan rebung betung terhadap tingkat penerimaan konsumen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dalam bentuk eksperimen. Data penelitian ini bersumber dari para narasumber dan konsumen. Pengumpulan data dilakukan dengan uji pengamatan dan uji penerimaan. Uji pengamatan dilakukan menggunakan kartu penilaian untuk Sensory Evaluation dan uji penerimaan dilakukan menggunakan kartu penilaian untuk Hedonic Scale. Berdasarkan hasil analisis data, menunjukan bahwa kerupuk rebung betung 150gr (50%) dengan nilai rata-rata 16,52 lebih disukai konsumen dibandingkan kerupuk rebung betung 75gr (25%) dan 225gr (75%). Hal ini dikarenakan kerupuk dengan campuran rebung betung 150gr (50%) memiliki warna krem muda, aroma harum, tekstur renyah dan rasa yang gurih, dengan demikian penambahan rebung betung pada pembuatan kerupuk dapat diterima. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pengamatan narasumber terhadap karateristik organoleptik pada kerupuk dengan penambahan rebung betung memberikan pengaruh yang nyata. Hasil uji kesukaan panelis konsumen terhadap warna, aroma, testurdan rasa kerupuk dengan penambahan rebung betung 50% memiliki warna yang baik, aroma harum, tekstur sangat renyah dan rasa yang sangat gurih. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan rebung betung untuk dijadikan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan panganan.