cover
Contact Name
Yulingga Nanda Hanief
Contact Email
ynhanief@gmail.com
Phone
+6285784192666
Journal Mail Official
promotif.fik.um@gmail.com
Editorial Address
Jl. Semarang No 5, Lowokwaru, Malang City, East Java Province, 65145, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2798351X     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um075
Core Subject : Health, Education,
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is a peer-reviewed journal published by Universitas Negeri Malang, Indonesia. This journal is a national-scale journal that covers various problems or general issues related to community service, development, strengthening, and empowerment. PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat accepts articles on the results of service in the fields of community development, empowerment, and strengthening, as well as the results of activities or practical implementation of community service, empowerment, or strengthening of communities that are problem-solving, comprehensive, meaningful, and sustainable, with clear objectives. Various community service and empowerment activities must have novelty (innovation and creativity) so that they do not just replicate the same activities in different places, have measurable results and impacts on society, and support the achievement of the goals stated in the Sustainable Development Goals (SDGs). The SDGs are a global action plan agreed by world leaders to end poverty, reduce inequality, and protect the environment. The SDGs contain 17 Goals and 169 Targets, so each article must be linked to these goals and targets (as stated in the contribution statement).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
Pelatihan pembuatan eco fly trap sebagai upaya pengendalian lalat yang ramah lingkungan Al-Irsyad, Muhammad; Arifianto, Muhammad Lukman; Adji, Lanang Laskita; Aini, Rosiana Fadilatul; Lumitasari, Sherly Dia
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p34-44

Abstract

Lalat merupakan vektor yang tidak hanya mengganggu kenyamanan dan estetika, tapi juga dapat menjadi vektor penyakit. Sejauh ini penggunaan insektisida banyak dipilih sebagai langkah pengendalian lalat. Akan tetapi penggunaan insektisida yang berlebihan dan tidak tepat berdampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, sehingga diperlukan cara pengendalian yang lebih alami, salah satunya dengan menggunakan Eco Fly Trap yang lebih ramah lingkungan. Artikel ini melaporkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengendalian lalat yang ramah lingkungan melalui pelatihan pembuatan Eco Fly Trap. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi edukasi berupa penyampaian materi mengenai pentingnya pengendalian lalat dan peran lalat sebagai vektor penyakit, diikuti dengan sesi pelatihan yang terdiri dari demonstrasi dan praktik mandiri pembuatan Eco Fly Trap menggunakan bahan botol plastik bekas. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test pada sesi edukasi serta penilaian hasil praktik mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta secara signifikan tentang pentingnya pengendalian lalat dan peran lalat sebagai vektor penyakit dan keberhasilan dalam membuat Eco Fly Trap secara mandiri. Pelatihan ini diharapkan mampu membantu warga perumahan dalam mengendalikan kepadatan lalat dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan.
Revitalisasi sarana dan prasarana olahraga di Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Amiq, Fahrial; Hariadi, Imam; Widiawati, Prisca; Angga, Prayogi Dwina
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p45-52

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kemajuan kehidupan masyarakat secara menyeluruh adalah dengan melalui pembudayaan olahraga baik di perkotaan maupun pedesaan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu merevitalisasi sarana dan prasarana olahraga dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembudayaan olahraga sepakbola dan bulutangkis di Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Partisipasi aktif masyarakat desa menjadi salah satu metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Wonokerso Kabupaten Malang. Alasan menggunakan metode ini adalah menggunakan data interaksi yang dihasilkan dari diskusi, yaitu perangkat Desa Wonokerso dan masyarakat Desa Wonokerso yang memiliki hobi olahraga. Hasil dari kegiatan ini adalah dengan pemberian bantuan sarana olahraga sepakbola dan bulutangkis kepada perwakilan perangkat desa yang dalam hal ini diwakili oleh masing-masing penanggungjawab cabang olahraga sepakbola dan bulutangkis.
Pelatihan Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI) bagi guru-guru PJOK di Desa Bulak Jatibarang Baru Kabupaten Indramayu Lubis, Johansyah; Wardoyo, Hendro; Lubis, Raka Ardiansyah; Handayani, Putri Dyah; Ningsih, Laras Framudya; Sihombing, Lazarus Gracia
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p15-22

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di Desa Bulak, Jatibarang Baru, Kabupaten Indramayu, dalam melaksanakan Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI). Kegiatan ini sejalan dengan target Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang bertujuan meningkatkan partisipasi olahraga dan kebugaran jasmani masyarakat Indonesia. Pelatihan TKSI ini diikuti oleh 25 guru dari berbagai jenjang pendidikan yang berusia rata-rata 33,64 tahun dengan rata-rata pengalaman mengajar 8,24 tahun. Evaluasi terhadap pelatihan menunjukkan respon positif dari peserta, dengan rata-rata skor kepuasan di atas 3,7 pada semua aspek yang dinilai, termasuk kesesuaian materi, penyampaian narasumber, dan manfaat pelatihan. Mempelajari instrumen pengukuran kebugaran fisik menawarkan banyak manfaat bagi guru Pendidikan Jasmani (PE), meningkatkan kemampuan mereka untuk menilai dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran siswa secara efektif.
Identifikasi Academic Learning Time (ALT) sebagai upaya peningkatan kompetensi mengajar Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Wahyu Indra Bayu; Herri Yusfi; Soleh Solahuddin; Iyakrus Iyakrus; Meirizal Usra; Nora Antika; Agnes Sopiyah Maliza; Nurpajriwati Nurpajriwati; Oktaria Novia Kurnia Sari; Adita Anya Triandini; Erico Aziz Pratama; Feby Cristiani Manurung; Aprilio Beny Permadi
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v4i22024p95-106

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Academic Learning Time (ALT) dalam konteks PJOK, serta bagaimana ALT dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru PJOK. ALT merujuk pada durasi waktu yang dihabiskan peserta didik dalam aktivitas belajar yang efektif dan bermakna, di mana mereka secara aktif terlibat dan memahami materi yang diajarkan. Kegiatan ini mengidentifikasi pentingnya ALT dalam proses belajar mengajar, mengukur ALT melalui observasi langsung dan lembar kerja. Kegiatan ini adalah melibatkan 10 guru PJOK di Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia, dengan menggunakan instrumen Sistem ALT-PE. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa waktu mengajar guru mengalami peningkatan setelah workhop dengan diikuti oleh indikator Aktivitas yang dilakukan oleh guru PJOK selama pembelajaran. Sedangkan indikator Kelola tidak mengalami perubahan signifikan. Indikator Instruksi dan Tunggu mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa guru telah sadar dan memahami bahwa dalam pembelajaran PJOK menitikberatkan pada aktivitas tugas gerak yang dilakukan oleh peserta didik selama proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan fokus pada identifikasi dan optimalisasi ALT, simpulan dari hasil kegiatan PkM ini adalah menekankan bahwa kegiatan ini penting dalam meningkatkan kompetensi mengajar guru PJOK, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan bermakna untuk peserta didik.
Pemanfaatan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) untuk mencegah bullying pada siswa SMP Negeri II Abepura Yane Tambing; Mona Safitri Fatiah; Renti Benedicta Relie Tompul; Esra Rahawarin; Polin Timisela
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v4i22024p122-137

Abstract

Bullying sering terjadi pada anak usia 13-17 tahun, dimana sekitar 25% kasus bullying terjadi pada pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tujuan dari kegiatan ini adalah memanfaatkan Pusat Informasi Konseling-Remaja (PIK-R) untuk mencegah bullying pada siswa-I SMP Negeri II Abepura. Kegiatan dilakukan pada tanggal 06 Agustus 2024 di SMP N II Abepura, dengan peserta yang berusia antara 13-15 tahun, peserta dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pendekatan yang digunakan dalam bentuk Participation Action Research (PAR), dengan 4 metode yang digunakan, yaitu tanya jawab untuk menentukan siapa peserta kegiatan, pengumpulan data berupa pembagian kuesioner pretest dan post test, Pendidikan kesehatan Masyarakat (Penkesmas) berupa penyuluhan tentang bullying serta implementasi atau praktik pencegahan bullying melalui media video. Karakteristik peserta sebagian besar berusia 14 tahun (52,4%) dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (71,4%) dan bersuku Papua (76,2%). Sekitar 95,3% peserta merupakan pelaku bullying. Hasil kegiatan ini adanya peningkatan nilai pengetahuan sekitar 10 poin dan perubahan sikap terhadap bullying, dimana seluruh peserta memiliki sikap negatif terhadap bullying. Penyampaian pesan anti-bullying yang dilakukan peserta menggunaka menggunakan video interaktif dan di upload melalui media sosial. Kegiatan ini merekomendasikan perlu adanya penerapan kurikulum khusus tentang bullying di sekolah.
Pelatihan manajemen UKS dan pendidikan keterampilan hidup sehat untuk mendukung terwujudnya madrasah sehat Lu'lu Nafisah; Yuditha Nindya Kartika Rizqi; Leni Maryati
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v4i22024p78-94

Abstract

Kesehatan siswa berperan penting dalam mencapai keberhasilan akademik. Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS) merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan siswa serta mendukung terwujudnya madrasah sehat. Namun, masih banyak sekolah dengan UKS berstrata minimal, salah satunya adalah UKS di MTs Al Masruriyah. Pengelolaan UKS yang tidak optimal berdampak terhadap status kesehatan warga sekolah juga outcome pendidikan para siswa. Salah satu komponen penting dalam manajemen UKS adalah keterampilan kader UKS yang dapat ditingkatkan melalui Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan sekolah dalam mengelola UKS dan melakukan keterampilan hidup sehat di MTs Al Masruriyah. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi, kuis, dan media slide, modul/booklet, banner, dan poster. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan setelah mengikuti kegiatan (p<0,05). Peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam mencapai tujuannya. Kombinasi metode dan media intervensi yang digunakan terbukti mampu menarik minat peserta dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelatihan. Pelatihan manajemen UKS dan PKHS efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan sekolah di MTs Al Masruriyah dan diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan madrasah sehat. Pelatihan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan sekolah di sekolah-sekolah lain.
Sosialisasi tentang pembelajaran bolavoli dengan pendekan TGfU bagi guru PJOK sekolah dasar Suharjana Suharjana; Widiyanto Widiyanto; Sujarwo Sujarwo
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v4i22024p170-180

Abstract

Pendekatan dalam suatu pembelajaran bolavoli perlu terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan cabang olahraga bolavoli. Kendala yang dialami guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar adalah kurangnya wawasan tentang materi bolavoli yang sesuai dengan kondisi saat ini. Tujuan pengabdian adalah memberikan pengetahuan bagi guru PJOK sekolah dasar di Kulon Progo tentang pembelajaran bolavoli dengan pendekatan TGfU. Metode pengabdian dengan menggunakan sosialisasi. Teknik evaluasi dengan tes sebelum dan setelah kegiatan sosialisasi. Jumlah peserta sosialisasi dalam kegiatan ini adalah 27 orang guru PJOK di Kulon Progo. Hasil Pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta pengabdian dari hasil pretest sebesar: 64.07 menjadi sebesar 76.67 setelah posttest kegiatan pengabdian. Kesimpulan pembelajaran dengan metode TGfU dalam materi bolavoli di sekolah dasar dapat menjadi salah satu alternatif metode untuk lebih mengembangkan pola bermain peserta didik dengan strategi di dalamnya.
Efektivitas psychological first aid terhadap pengelolaan resiliensi narapidana wanita yang mempunyai balita di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Semarang Syarifah Aulia; Zahwa Aulia Alfatika; Hilmi Adhim Farassadani; Faricha Annisa; Tinon Citraning Harisuci
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v4i22024p107-121

Abstract

Dalam menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan, narapidana wanita yang mempunyai balita memiliki beberapa kendala psikologis. Untuk menghadapi kendala tersebut dibutuhkan adanya resiliensi atau kemampuan bertahan dan survive. Resiliensi yang baik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang paling berpengaruh ialah support system. Maka dari itu diperlukan dukungan atau pertolongan pertama yang diterapkan oleh orang disekitar narapidana tersebut. Dukungan tersebut ialah psychological first aid. Pengabdian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan Psychological First Aid (PFA) terhadap pengelolaan resiliensi narapidana wanita yang mempunyai balita di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II-A Semarang. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Subjek pengabdian terdiri dari 15 narapidana wanita yang mempunyai balita yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok. Pengukuran resiliensi dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan instrumen valid dan reliabel. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan resiliensi pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,001) dan nilai t=12,4. Temuan ini menunjukkan bahwa program Psychological First Aid yang dikembangkan efektif dalam mengelola resiliensi dan meningkatkan kemampuan narapidana dalam menghadapi stres dan trauma. Program ini diharapkan dapat menjadi model intervensi yang efektif seperti konseling peer group untuk mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan narapidana wanita.
Pemberdayaan perempuan berbasis TPoL (Three Points of Literacy) di Desa Sirnasari Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang Gaharani Saraswati; Mirwan Aji Soleh; Siti Noor Rochmah
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v4i22024p157-169

Abstract

Perempuan menjadi figur sentral keberhasilan sebuah keluarga. Perempuan berperan sebagai pengatur dan pengelola dalam kehidupan berumah tangga, khususnya dalam keuangan, pemenuhan gizi keluarga dan pengasuhan. Adanya keterbatasan perempuan dalam mengelola keuangan, menjadikan kondisi keuangan keluarga tidak terkontrol dengan baik. Pengetahuan tentang  gizi,  kurangnya  kesadaran  perempuan  akan  pentingnya  gizi,  pola  makan sehari-hari, kesehatan lingkungan dan pola asuh menjadi faktor pemicu kekurangan gizi. Perempuan juga seringkali dihadapkan dengan kekerasan dalam rumah tangga yang berdampak buruk bagi keharmonisan keluarga dan perkembangan anak. Tujuan program pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang literasi keuangan, gizi dan anti kekerasan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ini meliputi: sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi dan keberlanjutan program.  Program TPoL (Three Points of Literacy) terdiri dari literasi keuangan, literasi gizi, dan literasi anti kekerasan. Literasi keuangan meliputi: kegiatan pelatihan mengelola keuangan rumah tangga dan pelatihan merencanakan tabungan. Literasi gizi mencakup: pelatihan dan pendampingan pengelolaan limbah rumah tangga, pelatihan dan pendampingan penyelenggaaan kebun mini, pelatihan pengenalan zat gizi dan pengolahan makanan sehat, serta pelatihan gizi dan olahraga. Literasi anti kekerasan terdiri dari pelatihan pengenalan bentuk-bentuk kekerasan, pelatihan pemanfaatan media Dongeng Antik, dan pelatihan beladiri praktis. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, efektivitas program TPoL sebesar 0,80 termasuk ke dalam kategori tinggi dan pencapaian peningkatan pengetahuan sasaran sebesar 85,58%.
Peningkatan kompetensi pelatih grassroot melalui edukasi pertolongan pertama cedera olahraga di Kecamatan Bantur Muhammad Putra Ramadhan; Kurniati Rahayuni; Yulingga Nanda Hanief; Moch. Yunus; Ratna Mila; Muhammad Hamzah Pratama
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v4i22024p181-191

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada cedera olahraga sehingga dapat meningkatkan kompetensi pelatih grassroot. Tahap persiapan dilakukan dengan identifikasi masalah dan koordinasi antara tim pengabdian dengan mitra pengabdian. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan ceramah, praktek, dan pendampingan implementasi. Tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan pengabdian dan pengukuran hasil. Pengukuran hasil dilakukan dengan membandingkan nilai pretest dan posttest pengetahuan dan praktek. Hasil pengabdian ini menunjukkan kegiatan diikuti oleh 38 pelatih akar rumput dengan mayoritas latar belakang melatih selama lebih dari 3 tahun (64.0%), mayoritas berjenis kelamin laki-laki (56.0%), dan mayoritas pelatih sepak bola (48.0%). Kegiatan dilakukan selama dua hari dan kehadiran peserta mencapai  100%. Hasil evaluasi pengetahuan didapatkan rata-rata skor pretest 60.28 dan skor posttest 84.32. Hasil evaluasi praktek didapatkan rata-rata skor pre-test 59.28 dan skor post-test 83.04. Pengabdian ini dapat digunakan sebagai salah satu model pelatihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi pelatih olahraga akar rumput yang pada akhirnya dapat berkontribusi dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat sehingga atlet muda dapat kembali ke performa puncaknya.