cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN PARE SECARA PENGUAPAN TERHADAP KUALITAS INTERIOR TELUR AYAM Al Udhma, As’ad M Wafawaid; Kentjonowaty, Inggit; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji dampak penguapan ekstrak Daun Pare terhadap mutu interior telur ayam. Sebanyak dua puluh empat butir telur dari strain Isa Brown dipilih sebagai subjek penelitian, diambil pada hari pertama dari peternak, dengan bubuk Daun Pare yang diekstraksi menggunakan etanol 96%. Metodologi yang diterapkan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan dan diulang enam kali. Perlakuan yang diterapkan meliputi P0: tanpa penguapan, P1: penguapan ekstrak Daun Pare 5%, P2: 10%, dan P3: 15%. Variabel yang dicatat meliputi Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT), serta Unit Haugh (HU). Analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa penguapan ekstrak Daun Pare tidak memberikan dampak signifikan (P>0,05) pada semua parameter mutu interior telur. Rata-rata nilai IKT tercatat pada P0 (0,224), P1 (0,258), P2 (0,251), dan P3 (0,263); nilai IPT pada P0 (0,018), P1 (0,020), P2 (0,021), dan P3 (0,022); serta HU pada P0 (48,854), P1 (48,433), P2 (52,502), dan P3 (53,853). Secara keseluruhan, pola peningkatan nilai pada setiap perlakuan menunjukkan indikasi efek positif dari ekstrak Daun Pare, dengan hasil tertinggi pada konsentrasi 15%.Kata kunci: ekstrak Daun Pare, interior telur ayam, indeks putih telur, indeks kuning telur, Haugh Unit. THE EFFECT OF GIVING VARIOUS CONCENTRATIONS OF BITTER MELON LEAF EXTRACT BY EVAPORATION ON THE INTERIOR QUALITY OF CHICKEN EGGS ABSTRAKThis research aimed to find out how using evaporated extract from bitter melon leaves impacts the quality inside chicken eggs. In this study, twenty-four Isa Brown hen eggs were chosen and gathered on their first day from the source, and the bitter melon leaf powder was taken out using 96% ethanol. The approach in this research involved an experimental setup using a Completely Randomized Design (CRD), which included four different methods, each tested six separate times. The treatments used were P0, where nothing was evaporated, P1 with 5% evaporation of bitter melon leaf, P2 at 10%, and P3 at 15%. The study tracked several factors, including the Egg White Index (IWI), the Egg Yolk Index (IKT), and the Haugh Unit (HU). Statistical analysis (ANOVA) showed that evaporating the bitter melon leaf extract did not significantly change (P>0.05) any of the measures of egg quality inside. The average IWI numbers were P0 (0.224), P1 (0.258), P2 (0.251), and P3 (0.263); the IPT numbers were P0 (0.018), P1 (0.020), P2 (0.021), and P3 (0.022); and the HU numbers were P0 (48.854), P1 (48.433), P2 (52.502), and P3 (53.853). In general, because the numbers went up in each method, this shows that bitter melon leaf extract has a good effect, with the best outcomes when the concentration was 15%.Keywords: bitter melon leaf extract, chicken egg interior, egg white index, egg yolk index, Haugh Uni
EVALUASI PENGGUNAAN MINYAK LALAT TENTARA HITAM TERSUPLEMENTASI ANTIOKSIDAN SELENIUM DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMA PRODUKSI BROILER Putra, Arjuna Adi Rahma; Kalsum, Umi; Mahardhika, Brahmadhita Pratama
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian minyak lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) dan selenium serta interaksinya terhadap performa produksi broiler. Objek Penelitian yaitu 60 ekor broiler jantan dipelihara selama 35 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan terdiri atas minyak lalat tentara hitam (0% dan 1,5%) dan selenium (0 ppm dan 0,3 ppm). Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB), bobot badan final, dan FCR. Data dianalisis menggunakan ANOVA. Apabila terdapat data yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa minyak lalat tentara hitam dan selenium secara nyata (P<0,05) meningkatkan bobot badan final dan Pertumbuhan Bobot Badan (PBB), serta terdapat interaksi antar perlakuan, tetapi tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan dan Feed Convertion Ratio (FCR). Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi 1,5% minyak BSF dan 0,3 ppm selenium. Kata Kunci : Broiler, Minyak Lalat Tentara Hitam, Selenium EVALUATION OF THE USE OF BLACK SOLDIER FLY OIL SUPPLEMENTED WITH SELENIUM ANTIOXIDANT IN FEED ON BROILER PRODUCTION PERFORMANCE Abstract             This study aimed to examine the effects of Black Soldier Fly (BSF) oil and selenium supplementation, as well as their interaction, on broiler production performance. The research subjects were 60 male broilers reared for 35 days using a factorial Completely Randomized Design with three replications. The treatment factors consisted of BSF oil (0% and 1.5%) and selenium (0 ppm and 0.3 ppm). Observed variables included feed intake, body weight gain (BWG), final body weight, and feed conversion ratio (FCR). Data were analyzed using ANOVA, and significant differences were further tested using Duncan’s test. The results showed that BSF oil and selenium significantly (P<0.05) increased final body weight and body weight gain, and an interaction between treatments was observed; however, they did not affect feed intake or FCR. The best treatment was the combination of 1.5% BSF oil and 0.3 ppm selenium. Keywords: Broiler, Black Soldier Fly Oil, Selenium 
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT TERHADAP SUSUT MASAK DAN UJI pH PADA MEATBALL AYAM KAMPUNG Santosa, David Kusworo Budi; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meatball merupakan produk olahan dari daging yang dihaluskan, seperti daging sapi, ayam, atau ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh penambahan tepung rumput laut terhadap susut masak dan pH meatball ayam kampung sekaligus menentukan tingkat penambahan yang paling efektif. Bahan-bahan yang digunakan adalah es batu, tepung rumput laut, tepung tapioka, 2.500 gram daging paha ayam kampung jantan berumur delapan bulan, dan bumbu pendukung. Lima perlakuan dan empat ulangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah 10% tepung tapioka dan 5%, 10%, 15%, dan 20% tepung rumput laut, serta kelompok kontrol tanpa tepung rumput laut. Parameter yang diamati adalah susut masak dan pH, dan jika terdapat perbedaan yang signifikan, uji BNT dilakukan setelah analisis ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah tepung rumput laut secara signifikan (P<0,01) menurunkan susut masak dan meningkatkan pH, dengan perlakuan 10% menghasilkan hasil terbaik berupa susut masak sebesar 30,0% dan pH 7,42. Kata Kunci : Daging Ayam Kampung, Tepung Rumput Laut, Susut Masak, pH. THE EFFECT OF THE ADDITION OF SEAWEED FLOUR ON THE COOKING LOSS AND pH TEST KAMPUNG CHICKEN MEABALLAbstractMeatballs are processed products from mashed meat, such as beef, chicken, or fish. This study aims to assess the effect of the addition of seaweed flour on the shrinkage of cooking and pH of free-range chicken meatballs as well as determine the most effective level of addition. The ingredients used were ice cubes, seaweed flour, tapioca flour, 2,500 grams of eight-month-old male free-range chicken thighs, and supporting spices. The five treatments and four replicates used in this trial were 10% tapioca flour and 5%, 10%, 15%, and 20% seaweed flour, as well as the control group without seaweed flour. The parameters observed were ripe shrinkage and pH, and if there was a significant difference, the BNT test was performed after ANOVA analysis. The results showed that a significant increase in the amount of seaweed flour (P<0.01) reduced ripening shrinkage and increased pH, with 10% treatment producing the best results in the form of ripening shrinkage of 30.0% and pH of 7.42. Keywords: Free-Range Chicken Meat, Seaweed Flour, Cooking Depreciation, pH
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN PARE (Momordica charantia L.) SECARA PENGUAPAN TERHADAP RONGGA UDARA DAN TOTAL BAKTERI TELUR AYAM RAS Verdianto, Ageng Prima; Suryanto, Dedi; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pemberian berbagai konsentrasi ekstrak daun pare (Momordica charantia L.) secara penguapan terhadap rongga udara dan total bakteri telur ayam ras. Materi pada penelitian ini yaitu telur ayam ras (ISA Brown) segar berumur 1 hari yang diambil langsung dari peternak dan bubuk daun pare yang diekstraksi dengan etanol 96%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 6 pengulangan. Perlakuan penelitian ini meliputi P0 : telur tanpa penguapan 0%, P1 : penguapan telur dengan konsentrasi ekstrak daun pare 5%, P2 : penguapan telur dengan konsentrasi ekstrak daun pare 10%, dan P3 : penguapan telur dengan konsentrasi ekstrak daun pare 15%, kemudian telur disimpan selama 21 hari pada suhu ruang. Variabel yang dianalisis mencakup rongga udara dan total bakteri. Analisis statistik yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA). Penelitian yang dilakukan  menunjukkan hasil perlakuan penguapan telur ayam ras menggunakan ekstrak daun pare yang disimpan selama 21 hari tidak memberikan adanya pengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai rongga udara dan total bakteri. Hasil nilai rata-rata rongga udara pada setiap perlakuan yaitu P0 : 0,53 cm; P1 : 0,495 cm; P2 : 0,42 cm; dan P3 : 0,445 cm. Rata-rata nilai total bakteri pada setiap perlakuan yaitu: P0 sebesar 3,5 x 108 CFU/ml; P1 sebesar 13 x 108 CFU/ml; P2 sebesar 1,3 x 108 CFU/ml; dan P3 sebesar 2,0 x 108 CFU/ml. Kesimpulan yang didapat yaitu pemberian berbagai konsentrasi ekstrak daun pare secara penguapan belum mampu mempertahankan kualitas nilai total bakteri, namun pemberian berbagai konsentrasi ekstrak daun pare secara penguapan dapat mempertahankan mutu kualitas rongga udara setelah disimpan pada suhu ruang selama 21 hari. Pemberian konsentrasi ekstrak daun pare sebanyak 10% secara penguapan menghasilkan nilai rongga udara sebanyak 0,42 cm dengan nilai mutu I, sedangkan nilai total bakteri sebanyak 1,3 x 108 CFU/ml.Kata kunci: telur ayam ras, ekstrak daun pare, penguapan, rongga udara, dan total bakteri.THE EFFECT OF GIVING VARIOUS CONCENTRATIONS OF BITTER GOURD LEAF EXTRACT (Momordica charantia L.) BY FUMIGATION ON THE AIR CELL                              AND TOTAL BACTERIA OF LAYER CHICKEN EGGS ABSTRACT This study was conducted to analyze the effect of giving various concentrations of bitter melon leaf extract (Momordica charantia L.) by evaporation on the air cavity and total bacteria of purebred chicken eggs. The material in this study is 1 day old fresh purebred chicken eggs (ISA Brown) taken directly from farmers and bitter melon leaf powder extracted with 96% ethanol. This research uses an experimental method with a Complete Random Design (RAL) consisting of 4 treatments and 6 repetitions. The treatment of this study includes P0 : eggs without 0% evaporation, P1 : evaporation of eggs with a concentration of 5% bitter melon leaf extract, P2 : evaporation of eggs with a concentration of 10% bitter melon leaf extract, and P3 : evaporation of eggs with a concentration of 15% bitter melon leaf extract, then the eggs are stored for 21 days at room temperature. The variables analyzed include air cavities and total bacteria. The statistical analysis used is Analysis of Variance (ANOVA). The research carried out showed that the results of the evaporation treatment of purebred chicken eggs using bitter melon leaf extract stored for 21 days did not have a real effect (P>0.05) on the value of air cavities and total bacteria. The average result of the air cavity in each treatment is P0 : 0,53 cm; P1 : 0,495 cm; P2 : 0,42 cm; and P3 : 0,445 cm. The average total value of bacteria in each treatment is: P0 is 3.5 x 108 CFU/ml; P1 is 13 x 108 CFU/ml; P2 is 1.3 x 108 CFU/ml; and P3 is 2.0 x 108 CFU/ml. The conclusion obtained is that the administration of various concentrations of bitter melon leaf extract by evaporation has not been able to maintain the quality of the total value of bacteria, but the administration of various concentrations of bitter melon leaf extract by evaporation can maintain the quality of the air cavity after being stored at room temperature for 21 days. The administration of a bitter melon leaf extract concentration of 10% by evaporation produces an air cavity value of 0.42 cm with a quality value of I, while the total value of bacteria is 1.3 x 108 CFU/ml. Keywords: hicken eggs, bitter melon leaf extract, evaporation, air space, and total bacteria. 
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN MENGANDUNG MINYAK BLACK SOLDIER FLY (BSF) TERPROTEKSI METALOENZIM ZINK DAN SELENIUM TERHADAP ORGAN VISERAL AYAM PETELUR Pratama, Rio Hendra; Yulianti, Dyah Lestari; Mahardhika, Brahmadhita Pratama
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakan berperan penting dalam performa produksi dan status fisiologis ayam petelur, termasuk perkembangan organ viseral yang berfungsi mendukung sistem imun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan mengandung minyak Black Soldier Fly (BSF) terproteksi metaloenzim zink dan selenium terhadap bobot organ viseral ayam petelur. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan yaitu Juli-Oktober 2025 di Teaching Farm Universitas Islam Malang menggunakan 27 ekor ayam petelur ISA Brown dan diberi pakan secara ad libitum selama 29 hari. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis minyak BSF (0%, 1,5%,dan 3%) dan jenis antioksidan (zink 80 ppm, selenium 0,3 ppm serta kombinasi zink dan selenium). Variabel yang diamati meliputi bobot timus, bursa fabricius, limpa, jantung, paru-paru,  dan empedu. Data ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA), jika terdapat perbedaan dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian minyak BSF berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan bobot organ limfoid yaitu, timus, bursa fabricius dan limpa serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot paru-paru namun tidak berpengaruh nyata terhadap bobot jantung dan empedu. Suplementasi zink dan selenium berpengaruh nyata terhadap bobot timus dan limpa. Tidak terdapat interaksi antara minyak BSF dan jenis antioksidan  terhadap seluruh parameter organ viseral. Disimpulkan bahwa minyak BSF tersuplementasi zink dan selenium dapat digunakan dan berpotensi mendukung kesehatan organ viseral serta sistem imun  ayam petelur.Kata Kunci : Minyak Black Soldier Fly terproteksi metaloenzim zink dan selenium, organ viseralTHE EFFECT OF FEEDING DIETS CONTAINING BLACK SOLDIER FLY (BSF) OIL PROTECTED WITH ZINC AND SELENIUM METALLOENZYMES ON THE VISCERAL ORGANS OF LAYING HENSAbstractDiet plays an important role in determining production performance and physiological status of laying hens, including the development of visceral organs that support the immune system. This study aimed to evaluate the effect of dietary supplementation with Black Soldier Fly (BSF) oil supplemented with zinc and selenium on visceral organ weights of laying hens as indicators of health and physiological function. The study was conducted for four months (July–October 2025) at the Teaching Farm of Universitas Islam Malang using 27 ISA Brown laying hens, which were fed ad libitum for 29 days. The experiment was arranged in a factorial completely randomized design (CRD) with two factors: BSF oil levels (0%, 1.5%, and 3%) and antioxidant types (zinc 80 ppm, selenium 0.3 ppm, and a combination of zinc and selenium). The observed variables included the weights of the thymus, bursa of Fabricius, spleen, heart, lungs, and gall bladder. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan’s multiple range test. The results showed that BSF oil supplementation had a highly significant effect (P<0.01) on the weights of lymphoid organs, namely the thymus, bursa of Fabricius, and spleen, and a significant effect (P<0.05) on lung weight, but had no significant effect on heart and gall bladder weights. Zinc and selenium supplementation significantly affected thymus and spleen weights. No interaction was observed between BSF oil and antioxidant type on all visceral organ parameters. It can be concluded that BSF oil supplemented with zinc and selenium is safe and has potential to support visceral organ health and immune system function in laying hens.Keywords: Black Soldier Fly oil supplemented with zinc and selenium metalloenzymes,viceral organs.
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK LEMURU DAN JUS DAUN AFRIKA TERHADAP NILAI HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT DARAH PUYUH JEPANG (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) Mayzahra, Difa Cantika; Muwakhid, Badat; Mahardhika, Brahmadhita Pratama
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dalam mencari pengaruh kombinasi minyak lemuru pada pakan dan jus daun afrika pada air minum pada nilai hemoglobin dan hematokrit ternak puyuh. Design yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 faktor yaitu faktor pertama berupa pemberian minyak ikan lemuru pada pakan dengan perlakuan dosis 0% dan 3% sedangkan faktor kedua berupa pemberian jus daun afrika pada air minum dengan perlakuan dosis 0ml, 3ml, dan 6ml, terdapat tiga ulangan dalam tiap perlakuan dan terdapat lima ekor burung puyuh di tiap ulangan. Data nilai hemoglobin dan hematokrit diperoleh melalui pengambilan sampel darah menggunakan metode sahli dan dianalisis melalui Analisyst of Variance (ANOVA). Penelitian ini memberikan hasil bahwa perpaduan antara penggunaan minyak lemuru dan jus daun afrika berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap penurunan nilai hematokrit dengan nilai 49.1 ± 8.4a, namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai hemoglobin. Sedangkan penggunaan jus daun afrika dalam air minum nyata (P<0,05) meningkatkan  nilai hemoglobin dengan nilai optimal 18.7 ± 2.5a, namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai hematokrit. Parameter yang mengalami peningkatan adalah nilai hemoglobin melalui penggunaan jus daun afrika dalam air minum. Kata Kunci : Minyak lemuru, daun afrika, hemoglobin, hematokrit, burung puyuh
EVALUASI PENAMBAHAN MINYAK LEMURU DALAM PAKAN DAN ANTIOKSIDAN DAUN AFRIKA DALAM MINUM TERHADAP RESPON BOBOT RELATIF ORGAN PENCERNAAN PUYUH Prayoga, M; Kalsum, Umi; Mahardhika, Brahmadhita Pratama
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan minyak ikan lemuru dalam pakan dan jus daun Afrika dalam air minum terhadap bobot relatif organ pencernaan puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RALF) yang terdiri atas dua faktor, yaitu tiga taraf minyak lemuru dalam pakan (0; 1,5; dan 3%) dan tiga taraf jus daun Afrika dalam air minum (0 ml, 3 ml, dan 6 ml). Percobaan ini menggunakan 81 ekor puyuh betina fase layer yang dipelihara secara intensif. Parameter yang di amati dalam riset ini meliputi bobot relatif proventrikulus, ventrikulus, dan usus halus. Data dianalisis menggunakan analisis analysist of variance (ANOVA). Penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak lemuru dan jus daun Afrika berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot relatif organ pencernaan serta terdapat interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Interaksi antara minyak lemuru dan jus daun Afrika menunjukkan respon terbaik pada dosis minyak lemuru 1,5% dalam pakan yang di kombinasikan dengan jus daun afrika dengan dosis 3 ml dalam air minum.Kata kunci: minyak lemuru, daun Afrika, puyuh, organ pencernaan. EVALUATION OF THE ADDITION OF LEMURU OIL IN FEED AND AFRICAN LEAF ANTIOXIDANTS IN DRINKING ON THE RELATIVE WEIGHT RESPONSE OF QUAIL DIGESTIVE ORGANSAbstractThis study aims to evaluate the effect of adding lemuru fish oil in feed and African leaf juice in drinking water on the relative weight of the digestive organs of quail (Coturnix coturnix japonica). The study used a factorial pattern Completely Randomized Design (RALF) consisting of two factors, namely three levels of lemuru oil in feed (0, 1.5, and 3%) and three levels of African leaf juice in drinking water (0 ml, 3 ml, and 6 ml). This experiment used 81 female quails in the layer phase that were intensively maintained. The parameters observed in this study included the relative weight of the proventriculus, ventriculus, and small intestine. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The study showed that the addition of lemuru oil and African leaf juice had a very significant effect (P <0.01) on the relative weight of the digestive organs, and there was an interaction between the two treatments. The interaction between lemuru oil and African leaf juice showed the best response at a dose of 1.5% lemuru oil in feed combined with African leaf juice at a dose of 3 ml in drinking water.Keywords: lemuru fish oil; African leaf; quail; digestive organs.
PENGARUH PENAMBAHAN SKIM PADA GRAIN KEFIR DARI LOKASI BERBEDA TERHADAP TOTAL KHAMIR DAN TOTAL ASAM TERTITRASI Mujahidin, Muhammad Wildan; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan susu skim pada grain kefir dari lokasi berbeda terhadap total khamir dan total asam tertitrasi (TAT). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang pada Juli–Desember 2025. Bahan yang digunakan meliputi susu sapi segar dan grain kefir yang berasal dari tiga lokasi berbeda, yaitu Malang (A1), Banyumas (A2), dan Tasikmalaya (A3). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor, yaitu faktor A (asal grain kefir) dan faktor B (konsentrasi penambahan susu skim), yang terdiri atas B0 (0%), B1 (6%), dan B2 (8%), dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati adalah total khamir dan total asam tertitrasi. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal grain kefir tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total khamir, dengan nilai rata-rata berkisar antara 5,9 × 10⁹ hingga 1,1 × 10¹⁰ CFU/ml. Penambahan susu skim hingga 8% juga tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total khamir, serta tidak terdapat interaksi antara kedua faktor tersebut. Sebaliknya, asal grain kefir berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total asam tertitrasi. Grain kefir asal Banyumas (A2) menghasilkan nilai TAT tertinggi sebesar 0,92%, diikuti Malang (0,84%) dan Tasikmalaya (0,76%). Penambahan susu skim dan interaksi antara asal grain dan konsentrasi skim tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai TAT, dengan kisaran nilai 0,83–0,85%, yang masih berada dalam standar mutu kefir segar menurut SNI (0,6–1,2%). Penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik mikroba pada grain kefir dari lokasi berbeda lebih berperan dalam pembentukan total asam tertitrasi dibandingkan penambahan susu skim, sedangkan total khamir relatif stabil terhadap kedua perlakuan. Grain kefir asal Banyumas berpotensi menghasilkan kefir dengan tingkat keasaman terbaik. Saran selanjutnya perlu melakukan penelitian lebih lanjut dengan variabel lain seperti uji organoleptik, viskositas, kadar protein serta menambahkan susu skim lebih dari 8%. Kata kunci: kefir, susu skim, grain kefir, khamir, TAT
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK LEMURU DAN TEPUNG KAYU MANIS DALAM PAKAN TERHADAP KUALITAS KUNING TELUR AYAM Fauzi, Robby Andi; Sholikah, Nisa'us; Mahardhika, Brahmadhita Pratama
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan minyak lemuru dan ekstrak kayu manis dalam pakan terhadap kualitas kuning telur ayam petelur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei–Agustus 2024 menggunakan 27 ekor ayam petelur yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor, yaitu tingkat penambahan minyak lemuru (0%, 1,5%, dan 3%) dan ekstrak kayu manis (0%, 2%, dan 4%), dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi, panjang, dan warna kuning telur. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan penambahan minyak lemuru dan ekstrak kayu manis memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap parameter performa tinggi, panjang, dan warna kuning telur. Kombinasi perlakuan minyak lemuru dan ekstrak kayu manis mampu meningkatkan tinggi, panjang, serta intensitas warna kuning telur dibandingkan perlakuan kontrol. Minyak lemuru berperan sebagai sumber asam lemak tidak jenuh ganda yang mendukung deposisi lipid dan pigmen karotenoid, sedangkan ekstrak kayu manis berfungsi sebagai antioksidan alami yang melindungi lipid dan pigmen dari oksidasi. Kesimpulan penelitian adalah kombinasi minyak lemuru dan ekstrak kayu manis berpotensi digunakan sebagai aditif pakan untuk meningkatkan mutu internal telur ayam petelur.Kata Kunci : Minyak lemuru, kayu manis, kualitas kuning telur