cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK PLUS MULTI ENZIM TERHADAP PROTEIN EFISIENSI RASIO DAN BIAYA PAKAN PADA PUYUH Putra, Bina; Wadjdi, Farid; Kalsum, Umi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan Lactobacillus fermentum dengan multi enzim dalam pakan terhadap protein efisiensi rasio serta biaya pakan perkilogram telur pada puyuh. Materi yang digunakan adalah pakan komersil, bakteri L. fermentum, multi enzim, pati jagung, dan burung puyuh fase layer dengan jumlah 320 ekor. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap. Dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan terdapat 20 ekor burung puyuh. Macam perlakuan P0= 0g/kg P1= 1,5g/kg, P2= 3g/kg, P3= 4,5g/kg. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisa menggunakan uji ANOVA (Analysis of Varians), dilanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan penambahan probiotik L. fermentum dengan multi-enzim berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap PER dan biaya pakan perkilogram telur pada puyuh. Rerata dari PER pada P0: 1,22a, P1: 1,24a, P2: 1,26ab, P3: 1,30b. Pendugaan pakan yang diberikan telah melengkapi kebutuhan ternak itu sendiri. Rerata biaya pakan perkilogram telur dari setiap perlakuan P0: Rp. 22.156b, P1: Rp. 21.591ab, P2: Rp. 21.477a, P3: Rp. 21.135a. Makin tinggi kadar probiotik yang diberikan bisa mengurangi biaya pakan perkilogram telur puyuh. Kesimpulan dari penelitian ini ialah penambahan probiotik L. fermentum dengan multi-enzim pada takaran 4,5g/kg dapat memaksimalkan PER dengan hasil 1,30 dan mengurangi biaya pakan perkilogram telur dengan hasil Rp. 21.135/kg.Kata Kunci: protein efisiensi rasio, biaya pakan, multi enzim, L. fermentum, puyuh. 
EVALUASI BODY CONDITION SCORE (BCS) TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN REPRODUKSI SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) (artikel review) Nadiah Nurhaliza; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan reproduksi merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam efisiensi reproduksi sapi perah yang sering dihubungkan dengan nilai kondisi tubuh ternak atau yang disebut juga dengan Body Condition Score (BCS). Sekitar 40-55% induk sapi di Indonesia mengalami gangguan reproduksi. Salah satu gangguan reproduksi yang diakibatkan oleh skor BCS rendah yaitu kawing berulang (repeat breeder), silent heat, hipofungsi ovarium dan corpus luteum persisten (CLP). Skor BCS ideal sapi perah antara 2,5-3 pada skala 1-5. Sapi perah dengan BCS kurang ideal akan berdampak pada sistem reproduksinya sehingga tidak berfungsi secara optimal. Faktor yang dapat mempengaruhi nilai BCS pada sapi perah yaitu nutrisi pakan yang diberikan. Pemberian konsentrat dan hijauan seperti rumput gajah dengan rumput lapang dan campuran kaliandra dengan gamal, ketersedian air minum secara ad libitum, pemberian supplement feed yang terdiri dari mineral, selenium, kalsium, dan vitamin E serta manajemen kesehatan dan pencegahan penyakit merupakan upaya yang dilakukan untuk mengatasi gangguan reproduksi.Kata kunci: Gangguan reproduksi; BCS; pakan; sapi perah.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN DENGAN PENGENCER SARI WORTEL (Daucus carota) PADA SUHU RUANG TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA KELINCI REX (Oryctolagus cuniculus) Moh Fariz Abdillah; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitiandinidbertujuanduntukdmengetahuidpengaruhdlamadpenyimpanandsemendpada dsuhudruangddengan pengencersSari Wortel dan Kuning Telur terhadap kualitas spermatozoa Kelinci Rex. Kelinci Rex adalah kelinci yang memiliki 2 keunggulan yaitu sebagai kelinci pedaging dan hias. Materi yang digunakan adalah semen Kelinci Rex umur 10 bulan, pengencer Sari Wortel, Kuning Telur dan EosindNegrosin. Metodeepenelitianhekperimental dengan RancanganhAcakdLengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan.Perlakuandadalahdlamadpenyimpanandyaitu P0 (0 menit), P1 (30 menit), P2 (60 menit), P3 (90 menit) dan P4 (120 menit). Data yang didapat Dianalisa of varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BedacNyatacTerkecil (BNT). VariabeldyangddiamatidadalahdMotilitas dan Viabilitas spermatozoa. Hasil penelitiandmenunjukkandbahwadperlakuandlamadpenyimpanan SemenKelinci Rex dalam pengencer Sari Wortel padassuhusruangsmemberikanspengaruhssangatsnyata (P<0,01) terhadap kualitas Spermatozoa Kelinci Rex. Rata-ratasMotilitassSpermatozoa (%) adalahP0 = 80,00%d, P1= 73,00%cd, P2= 67,00%bc, P3 = 58,40%ab, dan P4= 52,60%a. Viabilitas (%) P0 = 76,00%e, P1 = 63,40%d, P2 = 57,40%c, P3 = 49,80%b, dan P4= 40,60%a. KesimpulanoadalahdlamahpenyimpananrsemeniiKelinci Rex dalam pengencer Sari Wortel pada suhu ruang berpengaruh tehadap motilitas dan viabilitas spermatozoa. Penyimpanan semen sampai 120 menit masih memberikanii’hasilii’yangii’bagusii’terhadapiiijkualitasii’spermatozoaaasehinggariiimasih’hlayak kiidigunakankuntukkeperluanwInseminasi Buatan (IB).Kata kunci : Penyimpanan, Sari Wortel, Kualitas, Semen, Kelinci Rex
PENGARUH BERBAGAI UKURAN MANGKOK BUATAN TERHADAP PANJANG TUBUH DAN BOBOT CALON LEBAH RATU Apis cerana java genotype Desirma Cipta Masnaly; Muhammad Farid Wadjidi; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai ukuran mangkok buatan terhadap panjang tubuh dan bobot calon lebah ratu Apis cerana java genotype. Larva Apis cerana umur 1 hari, lilin Apis cerana, gas CO2 sebagai bahan dan timbangan analitik dengan ketelitian 0,01g, milimeterblok sebagai alat. Metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan 6 kotak koloni sebagai ulangannya dengan masing-masing ulangan 4 unit, kemudian dilanjut uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Mangkok buatan terbagi menjadi P1(kecil) = tinggi 7,5 mm; diameter atas 6,5 mm; diameter bawah 4,4 mm, P2(sedang) = tinggi 8,5 mm; diameter atas 7,1 mm; diameter bawah 5,8 mm, P3(besar) = tinggi 10 mm; diameter atas 7,1 mm; diameter bawah 6,2 mm. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata (P<0,05) antara berbagai ukuran mangkok buatan dan panjang tubuh, sedangkan pengaruh berbagai ukuran mangkok buatan terhadap bobot calon lebah ratu sangat nyata (P<0,01). Nilai rataan panjang tubuh terbesar diperoleh sebesar 12,52 mmb dengan ukuran mangkok buatan besar (P3), 11,06 mma dengan ukuran mangkok buatan sedang (P2), terakhir 10,96 mma dengan ukuran mangkok buatan kecil (P1). Bobot calon lebah ratu terbesar senilai 122 mgb (P3), dibawahnya 119 mgb (P2) dan terkecil 119 mga (P1). Dapat disimpulkan adanya pengaruh nyata terhadap panjang badan dan pengaruh sangat nyata terhadap bobot lebah ratu Apis cerana java genotype. Mangkok buatan dengan tinggi 10 mm, diameter atas 7,1 mm dan diameter bawah 6,2 mm dijadikan patokan  agar  calon  lebah ratu  yang  dibuat  selanjutnya memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan optimal. Kata kunci : ukuran mangkok buatan, lebah ratu, Apis cerana java genotype, panjang tubuh, bobot calon ratu.
PENGARUH MANIPULASI RANSUM FINISHER TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN EFISIENSI PAKAN DALAM PRODUKSI BROILER Sofyan Arifin; Sunaryo .; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Peternakan
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti bertujuan untuk mengetahui pengaruh manipulasi pakan finisher terhadap pertambahan bobotbadan dan efisiensi pakan dalam produksi ayam broiler yang meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan,konversi pakan dan biaya pakan/kg bobot badan. Materi yang digunakan adalah broiler umur 25 hari sebanyak 160ekor (80 ekor jantan dan 80 ekor betina), pakan komersil, limbah mie instan, konsentrat, premix dan susu skim.Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan dengan 4perlakuan dan 4 ulangan, perlakuan ini terdiri dari P0 = 100% pakan komersil, P1= pemberian 70% ransum komersildan 30% bahan pakan campuran antara lain (97% limbah mie dan 3% susu skim), P2 = pemberian 75% ransumkomersil dan 30% bahan pakan campuran antara lain (85% limbah mie, 3,5% susu skim, 1,5% premix dan 10%konsentrat), P3 = pemberian 70% pakan komersil dan 30% bahan pakan campuran antara lain (75% limbah mie dan25% konsentrat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis pakan yang berbeda berpengaruh nyata(P<0,05) terhadap konsumsi dan konversipakan, namun tidak tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadappertambahan bobot badan. Sedangkan terhadap biaya pakan/kg bobot badan berpengaruh sangat nyata (P<0,01)terhadap biaya pakan/kg bobot badan. Disimpulkan bahwa pemberian jenis pakan yang berbeda dengan campuranpakan komersil 70% dan 30% bahan pakan campuran (75% limbah mie dan 25% konsentrat) mampu menghasilkanefisiensi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan biaya pakan/kg bobot badan yang lebih baik dariperlakuan lain.
EVALUASI POTENSI EMISI GAS RUMAH KACA DI PETERNAKAN SAPI PERAHKECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Minan Nur Rochman; Nurul Humaidah; Sunaryo Sunaryo
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas.rumah.kaca (GRK) adalah sejumlah gas yang.mengakibatkan efek rumah kaca yang terdapat di atmosfer bumi. Ternak ruminansia, yaitu sapi perah berpotensi menimbulkanemisi gas rumah kaca seperti gas metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O)dari fermentasi enterik dan kotoran ternak. Kecamatan Pujon adalah wilayah dengan populasi ternak sapi perah terbanyak di Jawa Timur. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yakni guna mengevaluasi  potensi emisi gas metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O) yang dihasilkan dari fermentasi enterik, pengelolaan kotoran ternak, dan upaya mitigasi di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data populasi peternakan sapi perah pada tahun 2019 sampai tahun 2021.Kemudian metode padapenelitian iniyakni studi kasus dengan menggunakan data jumlah populasi sapi perah di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang yang diambil dari Dinas Peternakan Kabupaten Malang. Variabel pengamatan yaitu total emisi gas metana (CH4)dan gas dinitrogen oksida (N2O) dihitung denganmenggunakan metode perhitungan Tier-1 IPCC 2006 ditabulasi kemudian dianalisa secara deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil emisi gas metana(CH4) dan dinitrogen oksida (N2O) berbanding lurus antara jumlah populasi ternak dengan total emisi gas yang dihasilkan. Jumlah populasi sapi perah di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang terus meningkat yaitu pada tahun 2019 sebesar 20.411 ekor, tahun 2020 sebesar 24.483 ekor, dan tahun 2021 sebesar 24.598 ekor. Total emisi gas metana (CH4) dari fermentasi enterik tahun 2019 sampai  2021 berturut-turut adalah 21,477 GgCO2-eq/tahun, 25,762 GgCO2-eq/tahun dan 25,884 GgCO2-eq/tahun. Nilai emisi gas metana (CH4) dari pengelolaan kotoran ternak pada tahun 2019 sampai 2021 berturut-turut adalah 10,915 GgCO2-eq/tahun,13,092 GgCO2-eq/tahundan 13,154 GgCO2-eq/tahun. Emisi dinitrogen oksida(N2O) secara langsung pada tahun 2019-2021 berturut-turut adalah 0 Gg CO2-eq/tahun. Emisi dinitrogen oksida tidak langsung pada tahun 2019-2021 berturut-turut adalah 0,217 Gg CO2-eq/tahun, 0,261 Gg CO2-eq/tahun, dan 0,262 Gg CO2-eq/tahundari pengelolaan kotoran ternak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa totalemisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari sektor peternakan sapi perah di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang yang terus meningkat setiap tahunnya sehingga dapat berpengaruh pada iklim dan berdampak buruk bagilingkungan secara langsung maupun tidak langsung. Kata Kunci :emisi, grk,pujon,metana, dinitrogen oksida, sapi perah.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA SAPI POTONG DI KECAMATAN TUJUH BELAS KABUPATEN BENGKAYANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT Asyrur Bobby Adroby; Sri Sulistyowato; Sumartono Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 September sampai 26 September 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Sapi Potong di Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat. Materi yang dipakai dalam penelitian ini adalah 10  peternak kuesioner responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey dengan mengumpulkan data angket (kuesioner) dan wawancara dengan pengambilan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata biaya tetap sebesar Rp. 2.418.000, rata-rata biaya variabel sebesar Rp.159.725.900, rata-rata biaya total sebsar Rp.161.761.900, rata-rata analisis penerimaan sebesar Rp.266.630.000, rata rata pendapatan sebesar Rp. 104.888.100, nilai R/C Ratio sebesar 1,64, sedang nilai BEP produksi sebesar 6 ekor dan BEP harga sebesar Rp. 17.971.322 yang artinya bahwa usaha tersebut layak diusahakan dengan minimal beternak sebanyak 6 ekor dengan harga jual Rp.17.971.322 /ekor.Kata kunci : Analisis kelayakan finansial, sapi potong
PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN Lactobacillus fermentum TERENKAPSULASI PLUS MULTI ENZIM TERHADAP KECERNAAN PAKAN BURUNG PUYUH Ahmad Luayyi Nur Rozikin; M Farid Wadjdi; Sunaryo sunaryo
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat penambahan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi plus multi enzim terhadap kecernaan pakan burung puyuh. Materi yang digunakan yaitu burung puyuh umur 17 minggu, pakan komersial, isolat bakteri Lactobacillus fermentum, multi enzim, maltodextrin, tepung maizena, dan sampel feses. Penelitian dengan metode eksperimen secara In Vivo mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan, perlakuan A : pakan komersial tanpa probiotik (kontrol), perlakuan B : pakan komersial + probiotik Lactobacillus fermentum terenkapsulasi plus multi enzim 1,5 g/kg pakan, perlakuan C : pakan komersial + probiotik Lactobacillus fermentum terenkapsulasi plus multi enzim 3 g/kg pakan, dan perlakuan D : pakan komersial + probiotik Lactobacillus fermentum terenkapsulasi plus multi enzim 4,5 g/kg pakan. Variabel yang diamati kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik . Data yang diperoleh dianalisis ragam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi plus multi enzim berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering dan berbeda nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan organik. Rataan kecernaan bahan kering perlakuan A : 72,09a, perlakuan B : 72,44a, perlakuan C : 72,66a, dan perlakuan D : 74,50b. Rataan kecernaan bahan organik perlakuan A : 67,87a, perlakuan B : 68,53a, perlakuan C : 69,03a, dan perlakuan D : 72,94b. Kesimpulan penelitian ini bahwa penambahan Lactobacillus fermentum terenkapsulasi plus multi enzim  sebanyak 4,5 g/kg pakan memberikan nilai rataan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik terbaik.Kata kunci : Lactobacillus fermentum, multi enzim, enkapsulasi, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik 
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGOVENAN PADA ENKAPSULASI Lactobacillus salivarius TERHADAP KADAR BAHAN KERING DAN JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT Erlyna Budiarti; Usman Ali; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pengovenan pada enkapsulasi Lactobacillus salivarius terhadap kadar bahan kering dan jumlah bakteri asam laktat. Pada Penelitian kali ini dilaksanakan Lab. Terapan Fakultas dan Lab. Dasar Fakultas Pertanian UNISMA pada tanggal 1 Juli-30 Juli 2020. Dalam penelitian terdapat bahan materi yaitu isolat bakteri Lactobacillus salivarius, MRS Agar, tepung maizena, dan maltodekstrin. Alat yang digunakan adalah timbangan analitik, oven, inkubator 37 ºC, autoclave, desikator, cawan petri, tabung reaksi, erlemeyer, dan alat tulis. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan, dengan perlakuan suhu (45 ºC, 48 ºC, 51 ºC) dan lama ( 4 jam dan 6 jam). Variabel yang diamati dalam peneltian ini adalah kadar bahan kering dan jumlah bakteri asam  laktat. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan (ANOVA) Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Berdasarkan penelitian, hasil menunjukkan bahwa suhu dan lama pengovenan pada enkapsulasi Lactobacillus salivarius berpengaruh nyata (P<0,05)  terhadap kadar bahan kering, dengan nilai rataan P1L1 = 71,38a, P1L2 = 75,62b, P2L1 = 75,93c, P2L2 = 76,04c, P3L1 = 76,11c, dan P3L2 = 81,90d Hasil perhitungan jumlah BAL (Bakteri Asam Laktat) pada enkapsulasi Lactobacillus salivarius menunjukkan  tidak berpengaryh nyata (P<0,05), dengan nilai rataan  P1L1 =  10,14 log cfu/gr, P1L2 = 10,14 log cfu/gr, P2L1= 10,10 log cfu/gr, P2L2= 10,28 log cfu/gr, P3L1= 16,91ᵇ cfu/gr, dan P3L2= 10,31 log cfu/gr. Dalam penelitian dapat ditarik kesimpulan  bahwa bahwa suhu dan lama pengovenan pada enkapsulasi Lactobacillus salivarius ada respon positif terhadap kadar bahan kering kering dan jumlah bakteri asam laktat, dan disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan menggunakan suhu 48 ºC  selama  6 jam untuk pengovenan.
PENGARUH PENAMBAHAN Ca(OH)2 DAN FERMENTASI JERAMI JAGUNG DENGAN Aspergilus niger TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN, LEMAK DAN HEMISELULOSA Aghnia Fidya Sagar N. M.; Umi Kalsum; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mncari kadar Protein Kasar (PK), Lemak Kasar (LK) danHemisellulosa dalam jerami jagung dengan penambahan larutan kapur dan fermentasi Aspergillus niger. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 kg jerami jagung umur 90 hari. Metode penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial ortogonal 3 x 3, masing-masing diulang 3 kali. Penambahan kapur Ca(OH)2 4%, 5% dan 6% kemudian masing-masing difermentasi Aspergillus niger 1,02 x 108cfu/ml dengan dosis6ml, 8ml dan 10ml per kg jerami jagung. Hasil analisa ragam menunjukkn sangat nyata berpengaruh (P<0,01) pada nilai kandungan PK, LK dan Hemisellulosa. Nilai rataan PK, LK dan Hemisellulosa masing-masing berkisar (5,22%-8,02%), (1,05%-1,59%), (6,66%-9,81%). Disimpulkan bahwa perlakuan alkalinasi dan fermentasi pada jerami jagung sangat nyatameningkatkan kualitas pakan jerami jagung.Kata kunci : jerami jagung, alkalinasi, fermentasi, PK, LK, Hemisellulosa.