cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN DAUN Indigofera YANG DIFERMENTASI Aspergillus niger SEBAGAI BAHAN PAKAN FINISHER AYAM JOPER TERHADAP FCR DAN BIAYA PER KILGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN Taufan Aruman; Badat Muwakhid; Sunaryo sunaryo
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk menganalisis pengaruh tingkat penggunaan campuran daun Indigofera terfermentasi terhadap Feed Convertion Ratio, dan biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan ayam Joper finisher. Materi yang digunakan adalah ayam Joper jantan berumur 22 hari, dengan jumlah 80 ekor. Bahan pakan berupa Konsentrat KBR-2, jagung kuning, dicalsium phosphat, minyak kelapa, kapur, dedak halus, dan daun Indigofera terfermentasi Aspergillus niger. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan, dan 4 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam Joper.Perlakuan yang diberikan adalah A = Pakan finisher tanpa campuran daun Indigofera terfermentasi, B = Pakan finisher yang mengandung 10% daun Indigofera terfermentasi, C = Pakan finisher yang mengandung 20% daun Indigofera terfermentasi, D = Pakan finisher yang mengandung 30%..Indigofera..difermentasi. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat penggunaan Indigofera difermentasi oleh Aspergilus niger dalam pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap FCR, diperoleh nilai rata – rata sebagai berikut A = 4,03a. ; B = 4,17ab. ; C = 4,23b. ; D = 4,77c. Pada nilai biaya pakan per kilogram pertambahan bobot badan berpengaruh sangat nyata (P<0,01), diperoleh nilai rata – rata sebagai berikut D = Rp. 17390.74b.; C = Rp. 15787.51a.; B = Rp. 15882.23a.; A = Rp. 16856.22b.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunaan daun Indigofera terfermentasi hingga 10% tidak bepengaruh terhadap efisiensi pakan, tetapi dapat meminimalisir biaya pakan per kilogram pertambahan bobot badan dalam ransum ayam Joper fase finisher secara signifikan. Penggunaan daun Indigofera terfermentasi hingga 20% dapat menurunkan efisiensi pakan ayam Joper, tetapi secara nyata menurunkan biaya pakan per kilogram pertambahan bobot badan dalam ransum ayam Joper fase finisher.Kata Kunci: Indigofera, fermentasi,”Feed.Convertion.Ratio, biaya pakan per kilogram pertambahan” bobot badan,” ayam  Joper
PENGARUH TINGKAT LAKTASI TERHADAP KADAR LEMAK DAN SOLID NON FAT KOLOSTRUM SAPI FRIESIAN HOLSTAIN DI PETERNAKAN MODERN KABUPATEN BLITAR Wijaya, Ega Adi; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat laktasi terhadap kadar lemak dan Solid Non Fat kolostrum sapi Friesian Holstain di peternakan modern Kabupaten Blitar. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 07 Agustus 2023 - 07 Oktober 2023. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sapi perah FH laktasi 1 - 4 sebanyak 20 ekor dengan nilai BCS 3,5. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel kolostrum diambil secara purposive sampling hari pertama sapi post calving pagi kurang dari 1 jam setelah anak keluar dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuannya adalah P1 = laktasi 1, P2 = laktasi 2, P3 = laktasi 3, P4 = laktasi 4. Variabel yang diamati yakni kadar lemak dan kadar SNF kolostrum. Data dianalisis menggunakan ANOVA (one-way analysis). Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh (P>0,05) tingkat laktasi terhadap kadar lemak dan SNF kolostrum sapi FH. Rataan lemak kolostrum P1 = 6,07 ± 2,10%, P2 = 5,754 ± 1,53%, P3 = 6,92 ± 2,12%, P4 = 5,26 ± 2,32%. Rataan SNF kolostrum P1 = 22,77 ± 2,78%, P2 = 20,82 ± 3,60%, P3 = 23,04 ± 3,39%, P4 = 20,932 ± 6,43%. Kesimpulanya adalah tingkat laktasi tidak berpengaruh terhadap lemak dan SNF kolostrum sapi FH sehingga kolostrum laktasi 1-4 bisa diberikan untuk pedet namun pada tingkat laktasi 3 memperoleh kadar lemak dan SNF yang optimal. Kata kunci : Friesian Holstain, Kolostrum, Lemak, Solid Non Fat
ANALISIS PRODUKTIVlTAS KAMBlNG P.E.R.A.NAKAN ET.AW.AH (P.E) BER.DASAR.KAN .L.ITTER .SI.Z.E, T.I.PE KELAHlRAN D.A.N MORTALlTAS (ARTICLE REVIEW) Norizan Norizan; Sumartono Sumartono; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penel.it.i.an i.n.i  bertujuan untuk menganalisis tingkat p.rodu.ktiv.itas  kambing Peranakan Etawah (PE) berdasarkan litter size, tipe kelahiran dan mortalitas. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan cara telaah pustaka (literature review) terkait Produktivitas Kambing Peranakan Etawah (PE). Berdasarkan hasil telaah literatur yang diperoleh diketahui bahwa persentase litter size Kambing Peranakan Etawah (PE) berkisar 1,06%-2,00%. Persentase tipe kelahiran yang paling optimal adalah tipe kelahiran kembar dua yaitu sebesar 61,70%, sedangkan persentase mortalitas tertinggi adalah pada tipe kelahiran kembar yaitu sebesar 61,29%. Kesimpulan dari penelitian studi literatur ini adalah produktivitas induk kambing Peranakan Etawah optimal pada tipe kelahiran kembar dua. Pada umumnya Kambing Peranakan Etawah (PE) pada tipe kelahiran kembar dua mampu menghasilkan jumlah anak sekelahiran lebih tinggi. Pada tipe kelahiran  kembar daya mortalitas lebih tinggi daripada tipe  kelahiran  tunggal. Paritas dan kondisi lingkungan merupakan faktor-faktor yang  dapat  mempengaruhi   produktivitas   Kambing Peranakan  Etawah  (PE).
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN PROSES ENKAPSULASI PADA WHEY TERHADAP JUMLAH MIKROBA DAN NILAI pH Kamelia Oktafiyanti; Umi Kalsum; M. Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan pada proses enkapsulasi Bakteri Asam Laktat dalam whey terhadap jumlah mikroba dan nilai pH. Peneltian ini dilaksanakan pada tanggal 01-30 November 2021 di Laboratorium Pangan 2, Fakultas Peternakan UNISMA. Materi yang digunakan adalah Whey keju, de Man Rogosa Sharpe Agar, tepung maizena, maltodekstrin, dan ZA. Alat yang digunakan adalah timbangan analitik, oven, inkubator 37°C, autoklaf, Colony Counter,  pH meter, dan cawan petri. Metode penelitian ini dilakukan dengan eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola Faktorial dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor yang diamati yaitu faktor suhu (40°C dan 50°C) dan faktor Lama Pengeringan (5 jam, 6 jam, dan 7 jam). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah mikroba dan nilai pH. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Uji lanjutan menggunakan jarak berganda (DMRT) utuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi suhu dan lama pengeringan proses enkapsulasi whey berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah mikroba dan nilai pH (P<0,01). Rataan mikroba yaitu S40L5 = 1,5 x 107 c, S40L6 = 2,6 x 106 b, S40L7 = 4,9 x 105 a, S50L5 = 4,9 x 105 a, S50L6 = 1,2 x 106 b, dan S50L7 = 2,1 x 106 b. Rataan nilai pH diperoleh S40L5 = 4,57 bc, S40L5 = 4,59 c, S40L7 = 4,60 c, S50L5 = 4,56 b, S50L6 = 4,47 a, S50L7 = 4,45 a. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi suhu dan lama pengeringan proses enkapsulasi whey terhadap jumlah mikroba dan nilai pH. Kombinasi suhu dan lama pengeringan terbaik terdapat pada perlakuan S40L5 (suhu 400C lama pengeringan 5 jam) untuk jumlah mikroba terbanyak. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan terkait pemanfaatan whey keju sebagai aditif pakan ternak.   Kata kunci : Enkapsulasi, probiotik, whey keju, bakteri Asam Laktat, nilai pH
ESTIMASI RIPITABILITAS DAN MOST PROBABLE PRODUCING ABILITI (MPPA) SIFAT BERAT LAHIR SEBAGAI SELEKSI DAN CULLING KAMBING PERANAKAN ETTAWAH Hadiansyah Hadiansyah; Mudawamah Mudawamah; Sumartono Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai ripitabilitas dan nilai MPPA pada sifat berat lahir pada kambing PE sebagai dasar seleksi dan culling yang telah dilaksanakan di BPTU HPT Pelaihari Kalimantan Selatan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data recording berat lahir anak kambing jantan yang mempunyai hubungan saudara tiri sebanyak 15 ekor berasal dari 3 pejantan dengan 15 ekor induk. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi kasus, menggunakan analisis ragam hubungan saudara tiri sebapak dengan software excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ripitabilitas berat lahir kambing PE adalah 0,58. Nilai MPPA berdasarkan sifat berat lahir dari pejantan kode 3989 (4,18 kg), 4305 (4,21kg), dan 4131 (4,45  kg). Rangking pejantan tertinggi berdasarkan MPPA adalah pejantan kode 4131. Kesimpulan penelitian ini adalah nilai ripitabilitas berdasarkan berat lahir pada kambing PE adalah kategori tinggi, sehingga seleksi dan culling pada pejantan dapat dilakukan berdasarkan sifat berat lahir anak dengan minimal satu satu recording berat lahir. Nilai MPPA bobot lahir PE bersifat positif berkisar antara 4,18-4,45.Kata kunci : ripitabilitas, MPPA, berat lahir, seleksi dan culling.
PENGARUH PEMBERIAN FERMENTED MOTHER LIQUOR PLUS MULTI PROBIOTIK PADA AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KONVERSI PAKAN BROILER FASE FINISHER Mohammad Fajar Ismail Imani; M. Farid Wadjdi; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian fermented mother liquor plus multi probiotik pada air minum terhadap pertambahan bobot badan dan konversi pakan broiler fase finisher. Materi yang digunakan yaitu: peralatan yang digunakan berupa: gelas ukur, kaleng plastik, gayung, tempat pakan, tempat minum ayam manual, timbangan, bambu sebagai penyangga air minum, sekat bambu sebagai pemisah tiap perlakuan, tali rafia untuk menggantung tempat pakan,dan kandang yang digunakan bertipe postal. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu: Broiler 80 ekor strain cobb, Pakan ayam pedaging, Larutan FML (Fermented Mother Liquor), Multiprobiotik Organic Green Culture, air bersih dan segar, pewarna, kertas, pulpen, spidol, dan sekam. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan P0: tidak dilakukan pemberian fermented mother liquor plus multi probiotik pada air minum, P1 : konsentrasi campuran pemberian fermented mother liquor plus multi probiotik yang terdiri dari 40 gram multi probiotik / liter fermented mother liquor dengan rasio perbandingan 4 % multi probiotik dan 96% fermented mother liquor lalu diambil campuran sebanyak 2 %, P2 : konsentrasi campuran pemberian fermented mother liquor plus multi probiotik yang terdiri dari 40 gram multi probiotik / liter fermented mother liquor dengan rasio perbandingan 4 % multi probiotik dan 96% fermented mother liquor lalu diambil campuran sebanyak 4 %, P3 : konsentrasi campuran pemberian fermented mother liquor plus multi probiotik yang terdiri dari 40 gram multi probiotik / liter fermented mother liquor dengan rasio perbandingan 4 % multi probiotik dan 96% fermented mother liquor lalu diambil campuran sebanyak 6 %. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan pada broiler fase finisher. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tingkat pemberian campuran fermented mother liquor plus multi probiotik pada air minum tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi pakan broiler fase finisher dengan nilai rataan P0 = 2272,10, P1 = 2279,65, P2 = 2280,79 dan P3 = 2292,01. Lalu pada Pertambahan Bobot Badan menunjukan bahwa tingkat penambahan pakan campuran fermented  mother liquor plus multi probiotik berpengaruh  nyata  (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan broiler finisher. Hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata dan uji BNT 5% pertambahan bobot badan broiler periode finisher selama penelitian (gram/ekor) yaitu : P0 = 1220,25a, P1 = 1239,50ab, P2 = 1248,25b dan P3 = 1258,00b. dan yang terakhir yaitu nilai Konversi Pakan Broiler menunjukan bahwa tingkat pemberian campuran fermented mother liquor plus multi probiotik pada broiler fase finisher berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konversi pakan.  Hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata dan uji BNT 5% pada konversi pakan broiler periode finisher selama penelitian yaitu : P0 = 1.86b, P1 = 1.84ab, P2 = 1.83b, P3 = 1.82b. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu semakin tinggi pemberian fermented mother liquor plus multi probiotik dalam air minum kecendrungan dapat meningkatkan konsumsi pakan, pertambahan bobot badan serta menurunkan nilai konversi pakan pada broiler fase finisher. Saran yang dapat diberikan adalah memberikan fermented mother liquor plus multi probiotik sejumlah 6% dari pemberian air minum pada ayam pedaging.Kata kunci: Broiler finisher, fermented mother liquor (FML). multi probiotik, konversi pakan
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN PROSES ENKAPSULASI PROBIOTIK WHEY TERHADAP KUALITAS KIMIAWI PROBIOTIK Dyah Eka Wahyuni; Badat Muwakhid; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Riset ini bertujuan buat menganalisa pengaruh temperatur serta lama pengeringan dalam proses enkapsulasi bakteri asam laktat pada whey terhadap kandungan asam laktat, nilai BK, serta BO. Riset ini dilaksanakan pada 8– 29 November 2021 di Laboratorium Pangan 2, Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Modul memakai whey keju, maltodekstrin, ZA, tepung maizena. Memakai tata cara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap pola factorial, 6 perlakuan serta 3 ulangan. Aspek yang diamati yakni temperatur (40⁰C serta 50⁰C) serta Lama Pengeringan (5 jam, 6 jam, serta 7 jam). Informasi dianalisis memakai uji jarak berganda (DMRT) buat mengenali perbandingan disetiap perlakuan. Hasil riset tidak menampilkan terdapatnya interaksi pada tiap perlakuan (P0, 05) terhadap kandungan asam laktat, nilai bahan kering, serta nilai bahan organik. Rataan bersumber pada pengaruh temperatur pada kandungan asam laktat ialah S40= 0, 928 serta S50= 0, 864, nilai BK (%) S40= 89, 40052 serta S50= 88, 44411, BO (%) S40= 88, 18858 serta S50= 87, 90662. Rataan bersumber pada pengaruh lama pengeringan pada kandungan asam laktat ialah L5= 0, 912, L6= 0, 888, serta L7= 0, 888, nilai BK (%) L5= 88, 56988, L6= 89, 14493. L7= 89, 05213, BO (%) L5= 87, 99938, L6= 88, 55818, L7= 88, 53023. Akhirnya tidak terdapat interaksi antara pengaruh temperatur serta lama pengeringan terhadap kandungan asam laktat, nilai BK, serta BO. Rataan terbaik diperoleh pada temperatur 400C serta lama pengeringan 5 jam. Dianjurkan melaksanakan riset lanjutan terpaut pemanfaatan whey keju terenkapsulasi secara in vivo selaku aditif pakan ternak.Kata kunci: enkapsulasi, whey keju, probiotik, kandungan asam laktat 
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN AMPAS BIR TERFERMENTASI ASPERGILLUS NIGER TERHADAP KOSUMSI PAKAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KONVERSI PAKAN PADA DOMBA LOKAL Iqbal Ahmad; Badat Muwakhid; Usman Ali, MP
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dampak dari adanya peningkatan pemakaian ampas bir terfermentasi Aspergillus niger terhdap kosumsi makanan pada penambahan bobot badan dan konversi pakan padadomba lokal. Penelitian ini memakai 12 ekor domba jantan bobot badan 16 kg sampai dengan 25 kg. Menggunakan apmas bir terfermentasi dan bahan pakan lainya untuk memenuhi kandungan protein 14% dan TDN 63%. Dalam penelitian ini, peneliti menerapkan metode percobaan yang menggunakan Rancangan Acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 3 kelompok. Adapun  pakan perlakuan meliputi P0 = 0%, P1 = 10%, P2 = 15%, P3 = 20%. Variabel yang dipelajari dalam penelitian ini adalah kosumsi makan dalam penambahan bobot badan dan konversi makan. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti menunjukan bahwa, tingkat pemakaian ampas bir terfermentasi Aspergillus niger dalam pakan dan kelompok bobot badan memiliki pengaruh sangat nyata (P<0,01) pada kosumsi makanan dan penambahan bobot badan, perlakuan pada konversi pakan memiliki pengaruh yang nyata (P<0,05) sedangkan kelompok bobot badan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada konversi pakan. Adapun rata-rata pemakaian makanan (kg/ekor/hari) yaitu; P0 = 1,018a, P1 = 1,063ab, P2 = 1,080b, dan P3 = 1,098b; sedangkan pada K1 = 1,0,28a, K2 1,066ab, K3 = 1.100b. Rata-rata penambahan bobot badan (g/ekor/hari) yaitu;P0 = 150,00a, P1 = 162,22b , P2 = 166,11bc, dan P3 = 170,55c ; sedangkan pada K1 = 156,25a, K2 = 162,08b, K3= 168,33c. Rata-rata  konversi pakan yaitu; P0 = 6,79b, P1 = 6,56a, P2 = 6,50a, dan P3 = 6,44a; K1 = 6,59a, K2 6,58a, K3 = 6,55a. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa, bertambahnya penggunaan ampas bir terfermentasi Aspergillus niger dalam pakan dan kelompok bobot badan dapat menyebabkan peningkatan pemakaian pada makanan dan penambahan bobot badan serta memperbaiki konversi pakan. Perlakuan yang paling optimal terjadi pada penggunaan ampas Bir 20% pada kelompok bobot badan 16kg – 25 kg diperoleh nilai kosumsi 1,13 kg/ekor/hari,  penambahan bobot badan 176,66 g/ekor/hari, dan konversi pakan 6,42.Kata Kunci : Ampas bir, Aspergillus niger, konversi pakan 
PENGARUH PEMBERIAN FORMALIN TERHADAP WARNA BULU KUNING, DAYA TETAS, DAN MORTALITAS DOC PADA SAAT PENETASAN Herman Christantyo; Mudawamah mudawamah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruhnya formalin terhadap warna bulu kuning, daya tetas, mortalitas DOC pada saat penetasan. Materi penelitian ini menggunakan formalin dan telur strain ayam broiler dengan lama penyimpanan 4 hari. Untuk warna bulu setiap unit percobaanterdiri dari 450 ekor tiap mesin. Pengamatan warna bulu dengan cara membandingkan dengan kamus warna. Sedangkan untuk daya tetas dan mortalitas menggunakan 12 mesin tetas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengakap(RAL), dengan tiga perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis ragam. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa pemberian formalin tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap daya tetas dan mortalitas. Rataan frekuensi warna bulu kuning P1; daffodil (10,00%), lemon (13,33%), banana (76,77%), P2; yellow (19,33%), daffodil (2,72%), flaxen (4,72), butter (6,94%), lemon (65,94%),dandellion (0,33%), P3;fire (4,00%), bumbllebee (6,39%), banana (2,28%), butter (1,50%), honey (78,56%), blonde (5,33%), pineapple (1,89%), tuscansun (0,06%). Rata-rata daya tetas P1; 87,82, P2; 87,06, P3; 87,59. Rata-rata mortalitas P1; 6,75 , P2;7,02 , P3;7,20. Kesimpulan penambahanformalin berbagai dosis tidak berpengaruh terhadap daya tetas dan mortalitas, akan tetapi hanya memberikan frekuensi warna bulu yang lebih tinggi. Sebaiknya pemberian formalin dengan dosis 800 ml saja untuk menghasilkan warna yang lebih banyak dan pekat.
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN DAUN Indigofera zollingeriana TERFERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMANS AYAM KAMPUNG SUPER UMUR 22-55 HARI Diantoro Diantoro; Muhammad Farid Wadjidi; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observasi yang dilakukan bertujuan untuk mengkaji tingkat pengaruh penggunaan daun Indigofera zollingeriana yang terfermentasi dalam ransum pakan ayam kampung super umur 22-55 hari. Materi yang digunakan yaitu konsentrat KBR2 yang dicampur dengan daun Indigofera zollingeriana terfermentasi Aspergillus niger, dedak halus, jagung giling, kapur , dicalcium phospat, minyak kelapa dan juga ayam kampung super umur 22 hari dengan bobot badan awal hari rata-rata 273.99±13.97 gram berjenis kelamin jantan sebanyak 80 ekor. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap  dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, terdiri dari 5 ekor ayam dalam satu unit percobaan. Macam perlakuan yang diberikan diantaranya P0= ransum tanpa daun Indigofera, P1= ransum yang menggunakan daun Indigofera terfermentasi 10%, P2=ransum yang menggunakan daun Indigofera  terfermentasi 20%, P3= ransum yang menggunakan daun Indigofera  terfermentasi 30%. Variabel penelitian yang diamati adalah performans ayam kampung super diantaranya konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan nilai IOFC. Penelitian ini menunjukkan hasil tingkat penggunaan daun Indigofera terfermentasi Aspergillus niger dalam ransum pakan berpengaruh sangat nyata ( P<0,01 ) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan nilai IOFC ayam kampung super umur 22-55 hari. Rata-rata dan Uji BNT 1% komsumsi pakan P0=2015,00a g/ekor; P1=2042,50a g/ekor; P2=2061,25a g/ekor dan P3=2137,50bg/ekor, pertambahan bobot badan P0=544,18b, P1 = 528,60b,  P2 = 527,60b dan P3 = 485,40a dan nilai IOFC yaitu P0=Rp. 5715,13b ; P1=Rp. 5963,10b ; P2=Rp. 6025,26b; P3=Rp. 4849,05a. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunan campuran daun Indigofera zollingeriana terfermentasi Aspergilus niger dalam pakan sampai 20% belum memberikan perbedaan terhadap konsumsi pakan,.pertambahan bobot badan dan nilai IOFC yang tinggi pada ayam kampung super umur 22-55 hari. Penggunaan campuran daun Indigofera zollingeriana terfermentasi sampai 30% dapat mengakibatkan, peningkatan konsumsi, penurunan bobot badan dan mendapat nilai IOFC yang terendah.Kata kunci :  Indigofera zollingeriana, fermentasi, Income Over Feed Cost (IOFC), ayam kampung super