cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 434 Documents
POTENSI TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI FEED ADDITIVE BROILER (LITERATURE REVIEW) Desy Desy; Umi Kalsum; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman multiguna yang hampir seluruh bagian tanaman kelor dapat dijadikan sebagai sumber makanan sekaligus pakan ternak. Daun “tanaman ini dapat diolah menjadi tepung daun sehingga dapat dikonsumsi oleh ayam broiler. Meskipun penambahan tepung daun kelor dibatasi dalam formulasi pakan tetapi diharapkan dapat meningkatkan efesiensi biaya produksi”. Penelitian pemberian pakan ternak menggunakan tepung daun kelor telah banyak dilakukan dengan hasil yang bervariasi. Tepung daun kelor dengan penggunaan 4 – 6% dalam feed additive dapat memperbaiki persentase karkas broiler. Daun kelor mengandung flavonoid yang bisa berfungsi sebagai antioksidan serta kaya akan pro vitamin A ,C, E, khususnya βkaroten yang akan diubah menjadi vitamin A dan daun kelor mengandung senyawa antibakteri seperti saponin, alkaloid, triterpenoid, flavonoid dan tanin.Kata Kunci : tepung daun kelor, feed addive, broiler
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PRODUK ENKAPSULASI PROBIOTIK WHEY TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT DAN NILAI pH Mushael Wenang Fatwa Aji; Umi Kalsum; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan produk enkapsulasi probiotik whey terhadap kadar asam laktat dan nilai pH. Data Penelitian ini di ambil pada tanggal 29 Maret 2022 hingga 19 April 2022. Lokasi penelitian bertempat di Ruang Mikrobiologi, Laboratorium Terapadu dan Halal Center, Universitas Islam Malang. Materi menggunakan whey keju, maltodekstrin, Urea, dan  tepung maizena. Menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap,  dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Faktor yang diamati ialah kandungan kadar asam laktat dan nilai pH pada umur 0 hari, 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Hasil analisis menunjukan perbedaan sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar asam laktat dan nilai pH. Rataan hasil kadar asam laktat selama penelitian P0=1,9a, P7=1,43a, P14=1,4b, dan P21=2,6c. Rataan nilai pH dari penelitian P0=6,13c, P7=5,68bc, P14=5,53b, dan P21=3,98a. Dari hasil penelitian ini dapat di dapatkan hasil kesimpula bahwa perlakuan lama penyimpanan dalam 21 hari probiotik whey  menghasilkan kadar asam laktat tertinggi 2,6 dan nilai pH terendah diperoleh sebesar 3,9. Disarankan agar penelitian  ini dapat dilanjutkan, untuk mengetahui batas ketahanan dari produk enkapsulasi probiotik whey dan aplikasi probiotik whey terenkapsulasi pada ternak.Kata kunci : whey keju, enkapsulasi,probiotik, kadar asam laktat
PENGARUH PENGGUNAAN DEBU SAWIT TERFERMENTASI ASPERGILLUS NIGER PADA COMPLETE FEED TERHADAP NILAI EKONOMIS PAKAN DOMBA Rozi, Ahmad Fakhrur; Kalsum, Umi; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penggunaan debu sawit terfermentasi Aspergillus niger pada Complete Feed terhadap nilai ekonomis pakan domba lokal. Menggunakan 24 ekor domba jantan bobot awal pada K1=16 kg - 21 kg pada K2= 24 kg - 29 kg dan pada K3= 30kg - 36 kg. Bahan yang digunakan adalah debu sawit, Aspergillus niger, pakan lengkap. Tekhnik berdasarkan RAK dengan model konsep empat  perlakuan dan 3 kelompok, tiap kelompok 2  domba. treatment berupa complete feed P0 = tidak menggunakan debu sawit. P1 = menggunakan debu sawit 10%. P2 = menggunakan 15% debu sawit. P3 = menggunakan 20% debu sawit. efisiensi pakan, biaya pakan perkilogram dan Income Over Feed Cost. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap biaya pakan perkilogram dan IOFC. Dari hasil Income Over Feed Cost, P0 =Rp 195325,33ᵃ/ekor, P1 =Rp 202865,00a, P2 =Rp 218118,67ᵇ, dan P3 =Rp 237525,00c/. Sedangkan Pada uji kelompok (IOFC) menunjukan K1= Rp,203232,75a,K2=Rp,2212150a, K3=Rp,224992,50b. Pada biaya pakan perkilogram penambahan berat isi badan P0 =Rp 23424,22ᶜ/ekor, P1 = Rp22853,43c, P2 = Rp 21732,75ᵇ, dan P3 = Rp 20522,41a. Pada uji kelompok K3= 21541,70a,K2=22255,14,ab, K1=22602,75b. Hasil penelitian menunjukan bahwa 20% debu sawit terfermentasi dalam ransum, efisien mengurangi  biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan menjadi 20522, sedangkan Income Over Feed Cost meningkat menjadi 237525, dan efisiensi pakan meningkat menjadi 14.77%.Kata Kunci : Debu sawit, Aspergillus niger, nilai ekonomis, kualitas pakan.
PENGARUH LAMA PEREBUSAN AIR KELAPA TUA (Cocos nucifera) TERHADAP SUSUT MASAK DAN KEEMPUKAN DAGING AYAM PETELUR AFKIR Wulang, Chairul Usman Muhammad; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lama perebusan air kelapa tua (Cocos nucifera) terhadap susut masak dan keempukan daging ayam petelur afkir. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Materi yang digunakan adalah dada daging ayam petelur afkir seberat 1 kg dan 4 liter air kelapa tua. Alat yang digunakan meliputi timbangan digital, water bath, stopwatch, plastik klip, cutter, beaker glass, tissue, meat shear force (MSF) yang dimodifikasi dari dudukan bor (Vertikal Drill). Metode yang digunakan adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang digunakan adalah lama perebusan menggunakan air kelapa tua, sebagai berikut: P0 (perebusan tanpa air kelapa tua pada bagian dada daging ayam petelur afkir), P1 (perebusan air kelapa tua pada bagian dada daging ayam petelur afkir selama 15 menit), P2 (perebusan air kelapa tua pada bagian dada daging ayam petelur afkir selama 30 menit), dan P3 (perebusan air kelapa tua pada bagian dada daging ayam petelur afkir selama 45 menit). Variabel yang diamati meliputi susut masak dan keempukan daging. Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA) apabila ada perbedaan maka akan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perebusan menggunakan air kelapa tua pada dada daging ayam petelur afkir berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tingkat susut masak dan keempukan. Adapun rerata nilai susut masak P0=10,40%ᵃ, P1=26,40%ᵇ, P2=28,00%ᵇ, P3=34,40%ᶜ, dan nilai rerata keempukan (N) P0=9,13ᵈ, P1=8,17ᶜ, P2=6,12ᵇ, P3=5,63ᵃ. Simpulan penelitian ini adalah lama perebusan menggunakan air kelapa tua berpengaruh terhadap susut masak dan keempukan daging ayam petelur afkir.  Perebusan daging ayam petelur afkir yang direbus menggunakan air kelapa tua selama 45 menit dapat meningkatkan susut masak hingga mencapai 34,40% dan nilai keempukan 5,63. Penggunaan perebusan air kelapa tua mampu meningkatkan tingkat susut masak dan keempukan pada bagian dada daging ayam petelur afkir.Kata kunci : air kelapa tua, daging ayam petelur afkir, susut masak, keempukan
STUDI MANAJEMEN PEMELIHARAAN SAPI MADURA TERHADAP KASUS PILEK SAPI BOVINE EPHEMERAL FEVER (BEF) Basar, Hairil; Humaidah, Nurul; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bovine Ephemeral Fever (BEF) salah satu penyakit yang paling banyak menyerang ternak ruminansia khususnya sapi. Tujuan untuk mengetahui manejemen pemeliharaan sapi Madura terhadap kasus pilek sapi atau Bovine Ephemeral Fever (BEF). Materi yang digunakan adalah data sapi yang terjangkit BEF terhadap 50 responden peternak sapi di Kecamatan Pakong.Metode penelitian adalah metode survey. Hasil penelitian adalah Data Personal peternak : Umur Peternak : <25 tahun = 10%, 26‑45 tahun = 80%, >46 tahun = 10%., Pendidikan : tidak sekolah = 8%, SD=60%, SMP = 6%, SMA = 4%, Sarjana = 12%., Data Sapi : Umur Sapi : pedet = 0%, dara = 6%,dewasa = 40%., Jumlah Kepemilikan Sapi, 1‑2 ekor = 70%, >2ekor = 30%.,  Kontrol Vektor, kebersihan = 60%, pengasapan = 10%, kapur ajaib = 30%., Manajemen Pemeliharaan : Pakan : hijauan = 60%, hijauan dan konsentrat = 40%., Ternak Selalu dikandangkan, ya = 8%, tidak = 0%, dikandangkan dan dijemur = 92%., Pengetahuan Peternak Tentang BEF : Pengetahuan Peternak Tentang BEF, tahu = 15%, tidak tahu = 85%,. Kesimpulan penelitian ini yaitu kasus pilek sapi (BEF) di Kecamatan Pakong terjadi dikarenakan kurangnya pengetauan para peternak terhadap kasus pilek yang berpotesi menyerang kapan saja pada sapi peternak.Kata kunci: BEF, Sapi Madura, Pemeliharaan 
INTERGRATED SMART CARBON EMISI CARD : Solusi Minimasi Emisi Carbon Peternakan Rakyat Untuk Mendukung Green Economy Farming (Artikel Review) Nofri Ardana; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor peternakan memiliki kontribusi dalam hal meningkatkan efek Gas Rumah Kaca (GRK) yang menyebabkan pemanasan global melalui produksi gas metana. Hewan ternak di Indonesia yang berpotensi menghasilkan gas metana yaitu jenis ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, domba, kambing, atau hewan ternak lainnya dengan produksi gas metana yang bebeda beda. Gas metana dihasilkan oleh bakteri metanogenik dalam proses metanogenesis, melalui reduksi CO2 dengan H2 membentuk CH4, yang keluar melalui eruktasi (sekitar 83%), pernapasan (sekitar 16%) dan anus (sekitar 1%). Sektor peternakan menyumbang pemanasan global sekitar 18%, artinya lebih tinggi dari sektor transportasi di dunia yang menyumbang sekitar 13,1%. Maka diperlukan perhitungan untuk menemukan solusi dalam meminimaslisir produksi emisi gas metana melalui proses pendataan pengeluaran gas metana pada setiap ternak di Indonesia. Gagasan ini bertujuan untuk meninjau produksi gas metana dan karbon dalam setiap industri peternakan rakyat. Pendataan tersebut dapat diadakan melalui Kartu Pintar atau Smart Carbon Emisi Card. Dalam Smart Carbon Emisi Card memiliki kode referral untuk mengetahui pendataan gas metana yang dihasilkan. Smart Carbon Emisi Card tersebut dapat diintergrasikan dalam satu wilayah yaitu Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi. Sehingga perhitungan gas metana dari sector peternakan secara Nasional dapat diketahui. Pihak yang dapat membantu mewujudkan program ini ialah Pemerintah, Perguruan Tinggi, maupun Organisasi Masyarakat / Peternak.Key words : Peternakan Rakyat; Emisi Karbon; Smart Card; Green Economy.
PENGARUH LAMA SIMPAN SUHU RUANG DAGING AYAM RAS YANG DIRENDAM LARUTAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP JUMLAH BAKTERI, WHC DAN SUSUT MASAK DAGING Surya Agustian; Inggit Kentjonowaty; Sumartono Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat mengenai pemanfaatan air perasan jeruk nipis guna meningkatkan mutu fisik dan tingkat daya simpan daging ayam ras pada suhu ruang khususnya pada jumlah bakteri, WHC dan susut masak daging. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah daging ayam ras umur 35 hari bagian dada, jeruk nipis (Citrus aurantifolia) umur 28 minggu sebanyak 1 kg, aquades, Nutrient Agar (NA), dan alkohol 70%, plastik polyethylene (PE), kertas wathman 42 diameter 11 cm, kertas grafik.  Metode dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari  12 perlakuan kombinasi dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi antara lama perendaman (P=0, Q=3, Q=6, dan R=9 jam) dan konsentrasi (A=10, B=15, dan C=20%)  Analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi lama simpan pada suhu ruang dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah bakteri dan WHC (Water Holding Capacity) namun tidak berpengaruh nyata terhadap susut masak daging. Hasil dari perhitungan bakteri hasil transformasi adalah CP=  5,43 ± 0,04; CQ= 5,54 ± 0,09; CR= 5,73 ± 0,10; CS= 5,99c± 0,02; BP=5,79 ± 0,02; BQ= 5,87 ± 0,02; BR= 5,92 ±   0,01; BS= 5,99 ± 0,01; AP= 6,10 ± 0,02; AQ= 6,20 ± 0,01; AR= 6,34 ± 0,04; AS=6,45 ± 0,02. Hasil dari perhitungan WHC (%) CS= 5; CR= 6; CQ= 7; BS= 8; CP= 9; BR= 10; BQ= 11; BP= 13; AS= 14; AR= 18; AQ= 22; AP= 25, dan untuk hasil susut masak (%) adalah AP= 46; AQ= 48; AR= 48; AS= 50; BP= 50; BQ=51; BR= 54; BS= 55; CP= 56; CQ= 58; CR= 59; CS= 60. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi konsentrasi larutan jeruk nipis akan semakin mampu menurunkan jumlah bakteri dan WHC namun meningkatkan nilai susut masaknya, semakin lama penyimpanan daging ayam ras akan semakin meningkatkan jumlah bakteri dan menurunkan nilai WHC serta meningkatkan nilai susut masaknya. Disarankan bahwa sebelum menyimpan daging ayam ras pada suhu ruang sebaiknya direndam dalam air perasan jeruk nipis terlebih dahulu dan dianjurkan untuk tidak menyimpan daging ayam ras selama lebih dari 6 jam pada suhu ruang meskipun telah direndam dalam larutan jeruk nipis.
PENGARUH PENAMBAHAN METIONIN DALAM PROSES ENKAPSULASI PROBIOTIK Lactobacillus Salivarius TERHADAP JUMLAH MIKROBA DAN NILAI pH Kurnia Angga Pratama; Usman Ali; M. Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan metionin dalam proses enkapsulasi probiotik Lactobacillus salivarius terhadap jumlah mikroba dan nilai pH sehingga diperoleh hasil penambahan metionin yang optimal dalam proses enkapsulasi. Materi utama isolat bakteri Lactobacillus salivarius, metionin dan bahan – bahan kimia untuk ekapsulasi. Metodepenelitian menggunakan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan metionin dalam proses enkapsulasi probiotik meliputi : A = pengenkapsulasi tanpa menggunakan metionin, B = penambahan metionin sebesar 1,9%, C = penambahan metionin sebesar 2,4%, D = penambahan metionin sebesar 2,9%.Analisis ragam penambahan metionin menunjukan pengaruh tidak. nyata (P>0,05) terdahap jumlah. mikroba dan nilai pH. Rata – rata jumlah mikroba menunjukan : A 1,51 x ± 0,017 log cfu/g, B 1,58 x ± 0,019 log cfu/g, C 1,57 x ± 0,004 log cfu/g,.D 1,51 x ± 0,011 log cfu/g. sedangkan pada nilai pH menunjukan A. 5,33, B. 5,26, C. 5,32, D. 5,33. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Berdasarkan dari hasil percobaan dan ulangan didapatkan penambahan metionin 1,9% - 2,9% pada bahan enkapsulasi dapat mempertahankan jumlah mikroba Lactobacillus salivarius dan dapat mempertahankan nilai pH dari produk probiotik enkapsulasi. Disarankan penggunaan metionin dengan dosis 1,9 % dalam proses enkapsulasi mampu untuk mempertahankan jumlah mikroba.Kata kunci : enkapsulasi, metionin, jumlah mikroba, nilai pH
PENGARUH BODY CONDITION SCORE (BCS) PADA SAPI SIMENTAL DAN PERANAKAN ONGOLE TERHADAP KUALITAS SEMEN SEGAR Septi Haryadi; Nurul Humaidah; Sri Susilowati; A Setiyono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis Pengaruh Body Conditional Score Pada Sapi Simental dan Peranakan Ongole Terhadap Kualitas Semen Segar. Materi menggunakan data sekunder yang meliputi data kualitas semen segar berupa motilitas dan konsentrasi semen segar sapi pejantan Simental 6 ekor dan sapi Peranakan Ongole 6 ekor. Kriteria Pejantan adalah nilai Body Conditional Score (BCS) 3 dan 4 masing-masing 3 ekor, kisaran umur 4 – 10 tahun dengan kondisi tubuh sehat dan normal. Metode penelitian yaitu studi kasus dengan melakukan pencatatan data konsentrasi dan motilitas semen segar dan penilaian BCS Sapi pejantan Simental dan Peranakan Ongole. Data yang sudah ada kemudian dianalisis menggunakan uji analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian diperoleh menunjukan  persentase motilitas semen segar sapi Simental dan Peranakan Ongole (PO) pada  BCS 3 dan 4 tidak berpengaruh (P>0,05). Rata–rata  motilitas (%) Sapi Simental BCS 3 = 80.57 ± 9,0, Sapi Simental BCS 4 = 83.80 ± 0,7, Sapi Peranakan Ongole  BCS 3 = 72.57 ± 3,2, Sapi Peranakan Ongole BCS 4 = 80.77  ± 4,3. Konsentrasi semen segar sapi Simental dan Peranakan Ongole pada  BCS 3 dan 4 tidak berpengaruh  (P>0,05). Rataan Konsentrasi (106/ml) Sapi Simental BCS 3 = 1777.44  ± 131.9, Sapi Simental BCS 4 = 1468.78  ± 231.0, Sapi Peranakan Ongole  BCS 3 = 1022.00  ± 302.2, Sapi Peranakan Ongole BCS 4 = 1429.22  ± 218.3. Kesimpulan Sapi Simental dan Peranakan  Ongole dengan BCS  3 dan 4 mempunyai motiltias dan konsentrasi yang sama. Disarankan Sapi  Simental dan Peranakan Ongole pada BCS 3 dan 4 digunakan sebagai patokan dalam memelihara sapi pejantan.Kata Kunci : sapi Simental, sapi Peranakan ongole, body condition score, kualitas semen
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN AMPAS KECAP DAN JAGUNG TERFERMENTASI PADA PAKAN TERHADAP PERFORMA PRODUKSIBROILER FASE FINISHER Muhamad Badrul Ihsan; Dr. Ir. Usman Ali, MP; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalis pengaruh penambahan ampas kecap dan jagung terfermentasi dalam pakan terhadap penampilan produksi broiler yang meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Pengambilan data diterapkan pada tanggal 18 Juni 2022 - 02 Juli 2022 di Dusun Mandiro, Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Materi yang digunakan adalah ampas kecap, jagung dan broiler. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap, dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Dosis penambahan Ampas Kecap dan Jagung Fermentasi (AKJF) yaitu P0 = 0 ; P1 = 7,5%; P2 =15% ; dan P3 = 22,5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan AKJF tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan dengan nilai rataan selama 15 hari (g/ekor/hari) P0 = 129,60, P1 = 129,84, P2 = 131,97, P3 = 131,28. Rataan pada pertambahan bobot badan P0 = 71,16, P1 = 70,66, P2 = 70,32, P3 = 69,48. Sedangkan rataan pada konversi pakan yaitu P0 = 1,82, P1 = 1,84, P2 = 1,88, P3 = 1,89. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penambahan ampas kecap dan jagung terfermentasi sebesar 22,5% masih dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pakan broiler finisher, dengan performa produksi tidak berbeda dengan pakan komersial.Kata kunci : ampas kecap, jagung terfermentasi, performa produksi, broiler