cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH TINGKAT PENGGANTIAN PAKAN KOMERSIAL TERFERMENTASI DAN PENAMBAHAN ACIDIFIER TERHADAP PERFORMANS AYAM PEDAGING FINISHER Isnan Mashuri; Umi Kalsum; M. Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terhadap pengaruh penggunaan pakan komersial yang telah difermentasi dan diberikan tambahan acidifier terhadap performans ayam pedaging pada fase finisher. Materi yang digunakan adalah ayam pedaging/broiler finisher, yaitu ayam usia 20 hari sampai panen (usia 34 hari) sebanyak 200 ekor, menggunakan strain Cobb 500. Jenis pakan yang digunakan adalah pakan komersial GCI 201 cs. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diamati yaitu konsumsi pakan, penambahan bobot badan dan konversi pakan. Data yang didapat dianalisa dengan analisis ragam (ANOVA). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan pakan komersial yang telah difermentasi dan diberikan tambahan acidifier menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) terhadapkonsumsi pakan, penambahan bobot badan dan konversi pakan, Hasil perhitungan nilai rata-rata konsumsi pakan ayam pedaging periode finisher selama penelitian (gram/ekor) yaitu P0(1975)c, P1(1962)bc, P2(1960)abc, P3(1945)ab, P4(1932)a, hasil perhitungan nilai rata-rata penambahan bobotbadan ayam pedaging periode finisher selama penelitian (gram/ekor) yaitu P0(1196,25)a, P1(1221,88)a, P2(1245,63)a, P3(1259,38)ab, P4(1315,00)b, hasil perhitungan nilai rata-rata konversi pakan ayam pedaging periode finisher selama penelitian yaitu P0(1,65)C, P1(1,61)bc, P2(1,57)b, P3(1,55)ab, P4(1,47)a. Kesimpulan bahwa semakin tinggi penggunaan pakan komersialterfermentasi dan penambahan acidifier memberikan performans yang baik pada ayam pedaging periode finisher.Kata kunci : konsumsi pakan, penambahan bobot badan, konversi pakan, fermentasi, acidifier
UJI POTENSI ANTISEPTIK HERBAL BAWANG DAYAK SEBAGAI TEAT DIPPING TERHADAP.PENURUNAN SKOR MASTITIS.SUBKLINIS DAN PRODUKSI SUSU KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE) Khofifa Ramadhani; Inggit Kentjonowati; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang Dayak adalah tanaman liar yang mempunyai zat bioaktif bermanfaat seperti sebagai antseptik, antioksidan dan anti mikroba. Perlu kajian untuk melihat potensi tersebut pada ternak. Tujuan  penelitian adalah menguji potensi antiseptik herbal Bawang Dayak sebagai teat dipping terhadap penurunan skor mastitis subklinis dan produksi susu kambing peranakan Ettawa (PE). Materi yang digunakan yaitu 12 ekor Kambing PE pada laktasi ke-5, larutan Bawang Dayak, povidone iodine 10%  dan reagen CMT untuk uji mastitis. Metode penelitian adalah percobaan dengan Rancangan Lengkap Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan adalah P0 = Teat dipping dengan povidone iodine 10% (antiseptik kimia), P1 = Teat dipping.antiseptik herbal Bawang Dayak 5%, P2= Bawang Dayak 10%, P3 = Bawang Dayak 15%. Variabel yang diukur adalah penurunan skor mastitis subklinis dan produksi susu. Data.yang telah diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan Uji BNT untuk mengetahui perbedaan tiap perlakuan. Hasil penelitian.menunjukkan bahwa.Bawang Dayak sebagai teat dipping berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap penurunan skor mastitis subklinis dan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap produksi susu. Rata-rata penurunan skor mastitis subklinis pada masing-masing perlakuan sebagai berikut : P0 = 1.67a, P1 = 2.00a, P2 = 2.00b, P3 = 1.00b. Bawang Dayak dapat menurunkan skor mastitis subklinis dari skor 3 menjadi 1. Nilai rata-rata.produksi susu (liter) adalah P0 = 9.94a , P1 = 9.95a, P2 = 9.30a , P3 = 10.40b. Kesimpulan adalah Bawang dayak dengan konsentrasi 15% mempunyai potensi paling baik sebagai antiseptik herbal Bawang Dayak dan dapat meningkatkan produksi susu kambing PE.Kata Kunci: Bawang.Dayak ; susu ; kambing PE; teat dipping ; mastitis
KAJIAN KASUS RETENSI PLACENTA AKIBAT INFEKSI DAN FAKTOR PAKAN PADA SAPI PERAH (ARTICLE REVIEW) Yustian Dwi Cahyo; Nurul Humaidah; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retensi placenta adalah suatu penyakit yang terjadi akibat selaput fetus atau placenta yang tidak dapat melepaskan diri dari tubuh induk setelah partus melebihi batas normalnya. Secara fisiologik placenta akan dikeluarkan oleh tubuh dalam waktu 8-24 jam post partus. Penyebab terjadinya retensi placenta ini adalah penyakit organ reproduksi, infeksi organ reproduksi, manajemen pemeliharaan yang kurang baik, dan faktor pakan yang diberikan pada ternak. Ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan retensi placenta diantaranya adalah umur, defisiensi hormon, musim, kematian fetus, kelahiran kembar, kelahiran prematur dan kelemahan induk. Infeksi yang terjadi pada organ reproduksi sapi dapat disebabkan oleh penyakit, penanganan partus yang kurang tepat dan abortus sehingga mikroorganisme mudah untuk masuk ke dalam organ reproduksi dan menyebabkan peradangan. Kondisi ini dapat menyebabkan terhabatnya pelepasan ikatan antara kotiledon dan karancula sehingga terjadi retensi placenta. Pakan yang diberikan pada saat sapi bunting harus dapat mencukup kebutuhan hidup ternak. Nutrisi yang terkandung dalam pakan yaitu vitamin, mineral energi dan protein sangat berguna pada masa pre partus. Masa ini adalah masa kritis perubahan hormonal, metabolisme dan kesehatan tubuh. Sehingga pada masa ini nutrisi yang diberikan harus cukup dan seimbang. Apabila terjadi defisiensi nutrisi pada masa ini maka akan dapat menurunkan kekebalan tubuh. Imun tubuh yang menurun dapat menyebabkan mikroorganisme mudah masuk dan menginfeksi saluran reproduksi yang berimbas pada kasus retensi placenta. Kata Kunci : Retensi, Placenta, Infeksi, Pakan, Sapi Perah
PERBEDAAN BANGSA INDUK SAPI TERHADAP KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN DI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG Yuwantoro yuwantoro; Mudawamah mudawamah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) pada sapi PO, Simmental dan Limousin dengan IB menggunakan straw bangsa sapi yang sama. Metode penelitian adalah studi kasus di peternakan sapi potong rakyat Kecamatan Wagir. Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan kriteria induk bangsa PO, Simmental danLimousin yang telah melahirkan, sapi induk diinseminasi dengan pejantan bangsa yang sama, BCS dengan nilai sedang. Variabel yang diamati adalah Conception Rate (CR) pada satu kali IB (Conception Rate) dan BCS (Body Condition Score) pada induk 3 bangsa sapi. Analisa data dengan menggunakan uji Chi-Square untuk CR dan uji t tidak berpasangan untuk nilai BCS. IBdilakukan dengan menggunakan straw sebangsa yaitu PO dengan PO, Simmmental dengan Simmental dan Limousin dengan Limousin. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa CR pada sapi PO, Simmental dan Limousin tidak berbeda nyata (P>0,05). Rataan CR sapi PO, Simmental dan Limousin adalah 80%, 70% dan 60%. Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan bahwa BCSantara PO dengan Simmental, PO dengan Limousin dan Simmental dengan Limousin tidak berbeda nyata (P>0,05). Rataan BCS pada PO, Simmental dan Limousin adalah 2,98, 3,05 dan 3,20. BCS antara sapi bunting dan tidak bunting pada bangsa sapi PO, Simmental dan Limousin berbeda sangat nyata (P<0,01). BCS sapi bunting antara sapi PO dan Simmental serta antara Simmental dan Limousin tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah nilaiBCS dan keberhasilan inseminasi buatan pada induk berbagai bangsa sapi potong di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang adalah sama. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang keberhasilan IB yang lain seperti S/C, Calving Interval pada berbagai bangsa sapi potong.Kata Kunci : bangsa induk, BCS, CR
PENGARUH PEMBERIAN Aspergillus niger PADA JERAMI WORTEL TERHADAP KANDUNGAN SERAT KASAR DAN LEMAK KASAR SEBAGAI PAKAN DASAR RUMINANSIA Nidhamuddin, Haekal Ahdi; Wadjdi, M.Farid; Ali, Usman
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kandungan serat kasar dan lemak kasar pada jerami wortel yang difermentasi menggunakan Aspergillus niger yang terutama diberikan pada hewan ruminansia. Material yang digunakan antara lain Jerami wortel dan Aspergillus niger dengan ketersediaan CFU 108 CFU/g. Metode penelitian memakai prosedur eksperimental dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Aspergillus niger diberikan dengan dosis yang berbeda-beda pada setiap kelompok perlakuan: P0 kelompok kontrol tanpa fermentasi, P1, P2, dan P3 merupakan kelompok yang mendapat Aspergillus niger masing-masing dengan dosis 5 gram, 7 gram, dan 10 gram per kilogram bahan. Setiap perlakuan memerlukan 1kilogram jerami wortel dengan BK 89% dan ditambahkan molases 20% (20 ml) untuk setiap perlakuan. Temuan penelitian menunjukkan penambahan konsentrasi inokulum Aspergillus niger yang berbeda pada jerami wortel berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar serat kasar dan lemak kasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa dosis optimal Aspergillus niger adalah 10 gram per kilogram bahan jerami wortel dengan kadar serat kasar 12,36% dan kandungan lemak kasar 12,36%.Kata kunci: Aspergillus niger; Jerami Wortel; Serat Kasar; Lemak Kasar  
PENGARUH LAMA SIMPAN DAGING KAMBING KACANG YANG DIBUNGKUS DAUN JATI (Tectona grandis) DAN KANTONG PLASTIK PE (Polyethylene) PADA SUHU RUANG TERHADAP NILAI pH DAN JUMLAH BAKTERI In&#039;am Maulidha Rizaldy; Irawati Dinasari; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh lama simpan daging kambing kacang yang dibungkus daun jati (Tectona grandis) dan kantong plastik PE (Polyethylene). Penelitian percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) ortogonal dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor A = Jenis kemasan yang terdiri dari Kontrol, daun jati, dan kantong plastik PE. Faktor B = Lama simpan 6, 12 , dan 24 jam. Data yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kemasan dan lama simpan dengan dua macam bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap nilai pH. Rerata kontrol dan jenis kemasan pada nilai pH yaitu kontrol 5,6 a, daun jati 5,4 a, kantong plastik PE 5,9 b, Rataan nilai pH lama simpan dengan dua pengemas yaitu Kontrol 5,60 a, DJ.P1 5,77 a, DJ.P2 5,87 ab, DJ.P3 6,67 bc, dan PE.P1 6,33 abc, PE.P2 6,73 bc, PE.P3 6,77 c. Jenis kemasan dan lama simpan dengan dua macam bahan pengemas berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap jumlah bakeri. Rataan perbandingan kontrol dan jenis kemasan pada jumlah bakteri yaitu Kontrol 1,2x105 cfu/g, daun jati 4,4x105 cfu/g, kantong plastik PE 6,1x105 cfu/g, Rataan Jumlah Bakteri lama simpan dengan dua pengemas yaitu Kontrol 1,2x105 a cfu/g, DJ.P1 4,4x105 ab cfu/g, DJ.P2 7,1x105 ab cfu/g, DJ.P3 7,2x105 ab cfu/g dan PE.P1 6,1x105 ab cfu/g, PE.P2 7,6x105 ab cfu/g, PE.P3 1,3x106 b cfu/g. Pengemasan dengan daun jati menghasilkan jumlah bakteri yang sedikit apabila dibandingkan dengan kantong plastik PE. Kesimpulan dari penelitian ini Jenis pengemas daun jati menghasilkan nilai pH dan jumlah bakteri lebih rendah dibandingkan dengan kantong plastik PE sebagai pembungkus daging kambing pada suhu ruang dan Jenis pembungkus daun jati dengan lama simpan 6 jam mampu menghasilkan nilai terbaik pada uji pH 5,77 dan uji bakteri 4,4x105 cfu/g.Kata Kunci : Daging kambing, pengemasan, nilai pH, jumlah bakteri, daun jati, kantong plastik PE
PENGARUH PENGGANTIAN PAKAN KOMERSIAL DENGAN CAMPURAN TEPUNG BIJI LAMTORO DAN JAGUNG TERFERMENTASI PLUS BIOENZIM PADA BROILER PERIODE FINISHER TERHADAP BIAYA PAKAN PER KG BOBOT BADAN DAN IOFC Achmad Zaenuri; M Farid wadjidi; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penggantian pakan komersial dengan campuran tepung biji lamtoro dan jagung terfermentasi plus bioenzim (JLFB) pada pakan broiler terhadap biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan dan income over feed cost (IOFC). Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu broiler dengan umur 22 hari sebanyak 64 ekor yang dipelihara selama 14 hari dengan menggunakan JLFB sebagai campuran pakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adlah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan, setiap unit perlakuan di isi 4 ekor ayam. Perlakuan P0 = pakan komersial 100%, P1 = pakan komersial 92,5% ditambah JLFB 7,5%, P2 = pakan komersial 85% ditambah JLFB 15%, P3 = 77,5% ditambah JLFB 22,5%. Variabel yang diamati biaya pakan perkilogram pertumbuhan bobot badan dan income over feed cost. Data yang diperoleh menggunakan analisis ragam (Anova), hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggantian pakan komerisal dengan campuran JLFB dalam pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap biaya pakan perkilogram pertumbuhan bobot badan dan IOFC. Rataan nilai pada biaya pakan perkilogram pertumbuhan bobot badan (Rp/kg PBB) P0 :16015, P1 : 15616, P2 : 15498, P3 : 15407 sedangkan rataan income over feed cost (Rp/ekor) P0 : 4748, P1 : 5244, P2 : 5299 P3 : 5343. Kesimpulan penelitian bahwa penggantian pakan komersial dengan campuran JLFB 22,5% memberikan biaya pakan perkilogram pertumbuhan bobot badan paling murah dan memberikan nilai income over feed cost (IOFC) paling tinggi.Kata Kunci :broiler finisher, tepung biji lamtoro, tepung jagung, bioenzim
PREVALENSI LEPTOSPIROSIS SAPI PEJANTAN DI BBIB SINGOSARI TAHUN 2020-2021 Miftahul Ashar; Nurul Humaidah; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLeptospirosis merupakan salah satu penyakit ternak dan termasuk penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Leptospira dapat menginfeksi dan mampu sebagai sumber penularan pada sapi, manusia sapi dan hewan lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi, jenis serovar leptospira dan nilai titer antibodi pada sapi pejantan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari pada tahun 2020-2021. Metode penelitian adalah survey. Materi menggunakan data sekunder dari Bank Data Kesehatan Hewan di BBIB Singosari tahun 2020 hingga 2021. Data hasil survey berupa hasil pemeriksaaan leptospirosis dengan uji Microscopic Agglutination Test (MAT). Data dianalisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi leptospirosis  sapi pejantan di BBIB Singosari tahun 2020 pada bulan Januari sampai dengan Juni (musim kemarau) sebesar 11,95% (27/226) dan bulan Juli sampai dengan Desember (musim hujan) sebesar 9,72% (21/216), serta tahun 2021 pada bulan Januari sampai dengan Juni (musim kemarau) sebesar 7,66% (17/222) dan bulan Juli sampai dengan Desember (musim hujan) sebesar 2,46% (5/203). Ada penurunan kasus Leptospirosis dari tahun 2020 ke tahun 2021. Hasil identifikasi Leptospira yang menginfeksi sapi pejantan di BBBI Singosari adalah Leptospira interrogans serovar hardjo, taravossi, grippotyphosa, bataviae dan rachmati. Serovar yang mempunyai titer antibodi tertinggi tahun 2020 pada musim kemarau adalah serovar hardjo dan taravossi dan pada musim hujan adalah serovar harjo. Titer antibodi tertinggi ada di tahun 2021 adalah serovar hardjo yaitu 1: 1600 yang diperoleh baik pada musim kemarau dan hujan. Saran dilakukan pengkajian lebih dalam pada sapi yang seropositif dengan uji MAT dan peningkatan pelaksanaan Biosekuriti.Kata kunci : Prevalensi, leptospirosis, pejantan, zoonosis
PERBEDAAN MEDIA PENGASIN PADA TELUR ITIK MOJOSARI TERHADAP KUALITAS TELUR ASIN Muhammad Mu’is; Oktavia Rahayu Puspitarini; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan media pengasin pada telur itik mojosari terhadap kualitas organoleptik dan kadar protein telur asin. Penelitian ini menggunakan telur itik mojosari, garam dan serbuk bata merah. Metode yang digunakan yaitu metode studi komparatif dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 2 perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan terdiri dari: A1 = Garam dan serbuk bata (1:2) A2= Garam dan air (1:2). Variabel yang diamati adalah kualitas organoleptik dan kadar protein. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pengasin pada telur itik Mojosari berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap uji organoleptik meliputi uji hedonik telur asin, warna kuning, rasa, tekstur putih dan kadar protein. Berbeda nyata (P<0,05) terhadap organoleptik aroma dan tekstur kuning, tidak berbeda nyata (P>0,05) pada organoleptik warna putih telur asin. Hasil hedonik telur asin A1(3,6) lebih disukai daripada A2(2,8). warna putih telur asin A1 dan A2 yaitu putih kekuningan hingga putih, warna kuning telur asin A1 agak merah sampai kuning kemerahan dan A2 dihasilkan warna kuning, aroma telur asin A1 agak amis sampai tidak amis dan A2 amis, rasa telur asin A1 sangat asin sampai asin dan A2 agak asin, tekstur putih telur asin A1 kenyal sampai sangat kenyal sedangkan A2 agak kenyal, tekstur kuning telur asin A1 masir sampai sangat masir sedangkan A2 agak masir. Rataan kadar protein pada A1=18,76% dan A2=13,12%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa media pengasin kering berbeda dengan media pengasin basah pada telur itik mojosari terhadap kualitas organoleptik dan kadar protein.Kata Kunci: telur asin, itik Mojosari, media pengasin, organoleptik, protein
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK Lactobacillus salivarius PLUS BIO ENZIM TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN QUAIL DAY PRODUCTION PADA BURUNG PUYUH Pambudi, Seto Tri; Wadjdi, Muhammad Farid; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri Lactobacillus salivarius plus bioenzim berperan penting dalam proses penyerapan makanan dengan cara memperpanjang vili. makanan yang diserap berpengaruh pada konsumsi pakan dan quail day production Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penambahan probiotik Lactobacillus salivarius yang dikombinasikan dengan bio enzim untuk menilai pengaruhnya terhadap asupan pakan serta jumlah telur harian yang dihasilkan oleh burung puyuh. Fokus dari studi ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana penambahan probiotik dan bio enzim memengaruhi kedua aspek tersebut. Penelitian ini menggunakan materi isolat bakteri Lactobacillus salivarius, burung puyuh yang berumur 17 minggu, tepung maizena, maltodextrin, bio enzim, quail day production dan konsumsi pakan. metode penelitian eksperimen In Vivo Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan serta 4 ulangan,  perlakuan P0 adalah pakan komersial yang tidak diberi probiotik (kontrol), P1 adalah pakan komersial dengan penambahan probiotik. Variabel penelitian berupa konsumsi pakan dan quil daily product. Perlakuan dalam penelitian ini melibatkan penambahan dosis probiotik terenkapsulasi Lactobacillus salivarius yang dikombinasikan dengan bio enzim. Perlakuan tersebut mencakup kontrol P0 yang tidak menggunakan probiotik serta perlakuan dengan dosis probiotik P1 = 1,5 g/kg, P2 = 3 g/kg, dan P3 = 4,5 g/kg. Analisis data dilakukan menggunakan metode ragam dan uji BNT. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik terenkapsulasi Lactobacillus salivarius yang dipadukan dengan bio enzim memberikan dampak signifikan (P<0,05) terhadap konsumsi pakan dan quil daily product. Rataan konsumsi yaitu : P0  = 21.77a, P1 = 21.80a, P2= 21.86b  dan P3 = 21.89b, sedangkan rata-rata quil daily product yaitu P0  = 73.98a, P1 = 75.65a, P2= 78.37b dan P3 = 82.91b.Disimpulkan bahwa tingkat penambahan probiotik terenkapsulasi Lactobacillus salivarius plus bio enzim pada pakan burung puyuh berpengaruh terbaik pada dosis 4,5 g/kg, penelitian berikutnya dapat meneliti bobot ayam pedaging berupa HDP.Kata kunci : Lactobacillus salivarius, bio enzim, enkapsulasi, konsumsi pakan, quail day production