cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK LACTOBACILLUS SALIVARIUS DAN LACTOBACILLUS CASEI TERHADAP KONSUMSI PAKAN, HEN DAY PRODUCTION, DAN KONVERSI PAKAN AYAM PETELUR Irsyadul Ngibad, Muh; Kalsum, Umi; Ali, Usman
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Probiotik dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan ternak, produktivitas ayam petelur, dan kualitas produksi telur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei memengaruhi konversi pakan, produksi harian ayam, dan konsumsi pakan ayam petelur. Dalam penelitian ini, digunakan 320 ayam petelur berumur 70 minggu dari strain Isa Brown dibagi menjadi empat perlakuan, masing-masing dengan empat kali ulangan. Probiotik Lactobacillus casei dan Lactobacillus salivarius diberikan secara bebas. Metodologi penelitian bersifat eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). ANOVA (Analysis of Variance) digunakan untuk menganalisis data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei lewat air minum memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan petelur ayam. Konsumsi pakan (g) masing-masing kelompok adalah P0: 110,13; P1: 113,48; P2: 113,96; dan P3: 110,43. Perlakuan P2 memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi petelur ayam per hari, dengan rata-rata HDP (%) sebagai berikut: P0 sebesar 67, P1 sebesar 71, P2 sebesar 74, dan P3 sebesar 69. Selain itu, memberikan pengaruh yang sangat kuat (P<0,01) terhadap konversi pakan ayam petelur, dengan konversi pakan sebagai berikut: P0: 1,78; P1: 1,70; P2: 1,74; dan P3: 1,75. Perlakuan P2 menunjukkan hasil terbaik dalam peningkatan konsumsi pakan dan produksi ayam per hari, sedangkan P1 (Lactobacillus salivarius) menurunkan konversi pakan. Akhirnya, penambahan 5 ml/L probiotik Lactobacillus casei ke dalam air minum dapat meningkatkan konsumsi pakan, hen day production, sedangkan pemberian Lactobacillus salivarius dengan dosis 5 ml/L efektif dalam menurunkan konversi pakan ayam petelur.
KUALITAS TELUR AYAM RAS YANG DIEVAPORASI DENGAN GETAH PEPAYA (Carica papaya L.) SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG Fikri Reynaldi, Althof; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur merupakan produk pangan asal unggas yang mudah mengalami pembusukan, sehingga diperlukan penanganan yang tepat mulai dari pengambilan hingga penyimpanan agar kualitasnya tetap terjaga. Menjaga kualitas telur sangat penting untuk mempertahankan kesegarannya serta kandungan nutrisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penguapan menggunakan bahan alami, yaitu getah pepaya, dalam menjaga kualitas telur ayam ras.  Sebanyak 30 butir telur ayam ras digunakan dalam penelitian ini, yang kemudian dibagi ke dalam enam kelompok perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang lima kali. Kelompok perlakuan meliputi P1 (telur umur 7 hari tanpa penguapan getah pepaya), P2 (telur umur 14 hari tanpa penguapan getah pepaya), P3 (telur umur 21 hari tanpa penguapan getah pepaya), P4 (telur umur 7 hari dengan penguapan getah pepaya), P5 (telur umur 14 hari dengan penguapan getah pepaya), dan P6 (telur umur 21 hari dengan penguapan getah pepaya). Penelitian ini mengukur bobot albumen, bobot yolk, dan bobot kerabang sebagai parameter kualitas telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur yang diberikan perlakuan penguapan dengan getah pepaya memiliki daya simpan lebih baik dibandingkan dengan telur tanpa perlakuan tersebut. Selain itu, penguapan menggunakan getah pepaya terbukti dapat meningkatkan kualitas telur secara keseluruhan.Kata kunci: Evaporasi, Getah Pepaya, Kualitas Telur
ANALISIS TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN pH PADA YOGURT DENGAN PENAMBAHAN GULA AREN (Arenga pinnata Merr) Mubaraq, Ghusni; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan gula aren (Arenga pinnata Merr) dengan konsentrasi yang berbeda pada yogurt terhadap total Bakteri Asam Laktat (BAL) dan pH. Materi yang digunakan, starter yogurt komersil, 3 liter susu sapi, gula aren, MRS Agar, alkohol, kapas, alumunium foil, aquades. Penelitian menggunakan metode percobaan dan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 ulangan, P0 = gula aren 0%, P1 = gula aren 4%, P2 = gula aren 8%, P3 = gula aren 12%, dan diuji menggunakan analisis ragam dan uji lanjut BNT. Variabel yang diamati total bakteri asam laktat dan pH. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan gula aren pada yogurt berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total bakteri asam laktat namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH. Hasil rata-rata total BAL (CFU/ml) P0 = 1,1x1010 b, P1 = 1,1x1010 a, P2 = 2,1x1010 b, P3 = 1,8x1010 b. Nilai rata-rata pH yogurt yaitu P0 = 3,94, P1 = 3,91, P2 = 3,98, P3 = 3,97. Kesimpulan penelitian penambahan gula aren pada yogurt mempengaruhi total bakteri asam laktat namun tidak mempengaruhi nilai pH yogurt. Penambahan gula aren pada yogurt optimal sebesar 8% dapat  meningkatkan total BAL. Disarankan untuk menambahkan gula aren sebanyak 8% untuk mendapatkan kualitas yogurt lebih baik.Kata kunci : yogurt, susu sapi, gula aren, total BAL, nilai pH
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK LACTOBACILLUS SALIVARIUS DAN LACTOBACILLUS CASEI TERHADAP KETEBALAN KERABANG DAN INDEKS PUTIH TELUR AYAM PETELUR Rivandi, Wahyu; Wadjdi, Farid; Kulsum, Umi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian probiotik merupakan salah satu metode alternatif yang dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas telur dari ayam petelur. Tujuan penelitian ini ialah menilai efek pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei terhadap ketebalan kerabang dan indeks putih telur pada ayam petelur. Sejumlah 320 ekor ayam petelur strain ISA Brown yang berusia 70 minggu terlibat dalam penelitian ini, yang kemudian dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, masing-masing dengan 4 ulangan. Probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei dimasukkan ke dalam air minum yang diberikan secara tak terbatas kepada ayam-ayam tersebut. Dalam penelitian ini, metode yang dipakai adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dari penelitian ini diproses dengan ANOVA (Analysis of Variance) untuk analisis lebih lanjut. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemberian probiotik Lactobacillus salivarius, Lactobacillus casei, dan kombinasi keduanya tidak memiliki dampak berarti pada ketebalan kerabang, tetapi memiliki pengaruh yang sangat nyata pada indeks putih telur. Setiap perlakuan telah diukur untuk menentukan nilai rata-rata ketebalan kerabang berikut, P0: 0,40 ± 0,013, P1: 0,41 ± 0,017, P2: 0,42 ± 0,015, P3: 0,43 ± 0,011. Rata-rata nilai indeks putih telur untuk setiap perlakuan adalah seperti berikut: P0: 0,111 ± 0,006, P1: 0,126 ± 0,007, P2: 0,146 ± 0,014, P3: 0,138 ± 0,018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik Lactobacillus salivarius, Lactobacillus casei, atau kombinasi keduanya dalam air minum tidak memiliki dampak yang signifikan pada peningkatan ketebalan kerabang. Pemberian Lactobacillus casei sebanyak 5ml/L pada air minum dapat memberikan dampak positif terhadap indeks putih telur, yang menghasilkan nilai terbaik sebesar 0,146 pada ayam ras petelur.Kata Kunci : Probiotik, Lactobacillus salivarius, Lactobacillus casei, Ketebalan Kerabang, Indeks Putih Telur, Ayam Petelur.
ANALISIS KUALITAS INTERIOR TELUR AYAM KAMPUNG DENGAN PERENDAMAN BERBAGAI KONSENTRASI SARI DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) PADA SUHU RUANG Hulwani Rujianto, Alif Noval; Kentjonowaty, Inggit; Rahayu Puspitarini, Oktavia
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penyimpanan telur ayam kampung memiliki peran penting dalam mempengaruhi kualitas bagian dalam telur yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas interior telur ayam kampung dengan merendamnya dalam berbagai konsentrasi sari daun pepaya pada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan bahan berupa 20 butir telur ayam kampung yang berumur 1 hari, daun pepaya California, dan air. Metode yang diterapkan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang mencakup empat perlakuan dan lima ulangan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini antara lain Indeks Kuning Telur, Indeks Putih Telur, dan Haugh Unit. Telur ayam kampung direndam dalam ekstrak daun pepaya selama 30 menit, kemudian disimpan selama 14 hari. Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut: P0 = telur ayam kampung tanpa perendaman (0%), P1 = telur ayam kampung direndam dalam ekstrak daun pepaya 2%, P2 = telur ayam kampung direndam dalam ekstrak daun pepaya 4%, dan P3 = telur ayam kampung direndam dalam ekstrak daun pepaya 6%. Proses perendaman dilakukan selama 30 menit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur ayam kampung tidak memiliki pengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap Indeks Kuning Telur. Nilai rata-rata Indeks Kuning Telur untuk setiap perlakuan adalah P0: 0,197, P1: 0,291, P2: 0,231, dan P3: 0,249. Selain itu, perendaman juga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (P > 0,05) terhadap Indeks Putih Telur, dengan nilai rata-rata Indeks Putih Telur sebagai berikut: P0: 0,02, P1: 0,03, P2: 0,04, dan P3: 0,04. Perendaman juga tidak memberikan dampak yang signifikan (P > 0,05) terhadap Haugh Unit, dengan nilai rata-rata Haugh Unit adalah P0: 3,89, P1: 3,74, P2: 6,02, dan P3: 4,73. Kesimpulannya, merendam telur ayam kampung dalam ekstrak daun pepaya tidak memengaruhi kualitas interior telur (indeks kuning telur, indeks putih telur, dan Haugh Unit). Telur yang direndam dengan ekstrak daun pepaya 2% menunjukkan kualitas interior yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.Kata Kunci : Telur ayam kampung, Sari daun pepaya, Kualitas interior telur ayam kampung
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK LACTOBACILLUS SALIVARIUS DAN LACTOBACILLUS CASEI TERHADAP BERAT TELUR DAN EGG MASS AYAM RAS PETELUR El Makki, Ahmad Minatullah; Wadjdi, Farid; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan probiotik pada ayam petelur dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan produksi, kualitas telur, serta kesehatan ternak dengan meningkatkan penyerapan mineral dan asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei terhadap berat dan massa telur ayam petelur. Penelitian ini menggunakan 320 ekor ayam petelur strain Isa Brown berusia 70 minggu, yang dibagi ke dalam empat perlakuan dengan empat ulangan. Probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei diberikan secara ad libitum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), sementara analisis data dilakukan menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei memberikan pengaruh sangat signifikan (P<0,01) terhadap berat telur ayam petelur. Rata-rata berat telur (g) pada masing-masing perlakuan adalah P0: 61,88; P1: 64,75; P2: 65,23; dan P3: 64,49. Selain itu, pemberian probiotik juga berdampak signifikan (P<0,05) terhadap massa telur ayam petelur, dengan rata-rata massa telur (g/ekor/hari) sebagai berikut: P0: 42,22; P1: 45,70; P2: 47,10; dan P3: 43,81. Perlakuan P2 menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan berat dan massa telur. Kesimpulannya, pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei dalam air minum dengan dosis 5 mL/L efektif dalam meningkatkan berat dan massa telur ayam petelur. Kata Kunci : Probiotik, Lactobacillus salivarius, Lactobacillus casei, Berat Telur, Massa Telur, Ayam Petelur.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK LACTOBACILLUS SALIVARIUS DAN LACTOBACILLUS CASEI TERHADAP INDEKS KUNING TELUR DAN HAUGH UNIT TELUR AYAM RAS PETELUR Mubarrok, Mohammad Ramadan; Wadjdi, Farid; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan probiotik pada ayam petelur dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, serta meningkatkan kesehatan ternak dan meningkatkan penyerapan mineral dan asam amino. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei terhadap indes kuning telur serta haugh unit pada ayam petelur. Penelitian ini menggunakan 320 ekor ayam ras petelur berusia 70 minggu, yang dibagi ke dalam 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei diberikan secara ad libitum. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap indeks kuning telur ayam petelur. Nilai rata-rata indeks kuning telur adalah: P0 : 0,41 ± 0,008a, P1 : 0,43 ± 0,006ab, P2 : 0,46 ± 0,017c, P3 : 0,44 ± 0,017bc. Pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Haugh unit telur ayam petelur. Nilai rata-rata Haugh unit adalah: P0 : 88,16 ± 3,306, P1 : 90,04 ± 3,425, P2 : 91,88 ± 7,501, P3 :89,44 ± 5,032. Dengan P2 menunjukkan hasil terbaik untuk indeks kuning telur dan haugh unit telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei dalam air minum dengan dosis 5 mL/L mampu meningkatkan indeks kuning telur dan haugh unit telur ayam petelur.
PERBEDAAN PENGENCER TRIS KUNING TELUR DAN SUSU SKIM TERHADAP MOTILITAS DAN RECOVERY RATE SEMEN BEKU SAPI LIMOUSIN DAN SIMMENTAL PADA UMUR BERBEDA Dwi Saputro, Randy; Humaidah, Nurul; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Sub Kelompok Produksi Semen, dan Pengembangan Inseminasi Buatan, di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, berlangsung dari bulan Juni, sampai dengan Agustus tahun 2022.  Metode kuantitatif digunakan dengan data sekunder kualitas semen beku Sapi Limousin, dan Simmental di BBIB Singosari. Pengambilan data dilakukan menggunakan desain faktorial 2x2x2, yang mencakup taraf bangsa, taraf pengencer dan taraf umur.  Penelitian ini, dilakukan dengan 15 kali ulangan, yang terdiri dari 3 ekor sapi pejantan, dan diulang sebanyak 5 kali ejakulasi. Hasil perhitungan Analysis of Variance (ANOVA), bahwa tidak ada interaksi (P >0,05) taraf bangsa, umur, dan pengencer terhadap rerata PTM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan pengencer tris kuning telur (TKT) dengan susu skim terhadap post thawing motility (PTM), dan Recovery Rate (RR) semen beku Sapi Limousin,  dan Simmental dengan umur berbeda.  Hasil perhitungan Beda Nyata terkecil (BNT), menunjukkan semen beku Simmental yang menggunakan pengencer TKT tidak signifikan (P >0,05) pada kedua kelompok umur.  Hasil PTM Limousin yang menggunakan pengencer skim, terdapat perbedaan signifikan (P <0,05), dibandingkan dengan pengencer TKT pada kelompok umur 2- 4 tahun, dan umur 5 - 6 tahun. Perhitungan BNT rerata recovery rate (RR) Limousin berbeda signifikan(P <0,05) pada kelompok umur 2-4 tahun, dibandingan dengan kelompok umur 5 - 6 tahun. Sedangkan faktor pengencer berpengaruh signifikan (P <0,05) pada bangsa Simmental pada kedua kelompok umur.  Hasil penelitian, tidak ada interaksi taraf bangsa, umur, dan pengencer dengan rata-rata post-thawing motility. Interaksi taraf bangsa, umur dan pengencer terdapat pada persentase recovery rate. penggunaan pengencer Susu Skim dapat digunakan pada bangsa Limousin dan Simmental pada umur 2-4 tahun. Penggunaan pengencer tris kuning telur dapat digunakan pada semua kelompok umur Limousin dan Simmental. Kata Kunci :  post thawing motility, recovery rate, Limousin , Simmental
PENGARUH VALORISASI GETAH BATANG PISANG DAN EKSTRAK DAUN SIRIH TERHADAP DIAMETER, INDEKS, DAN PH ALBUMEN TELUR AYAM RAS Rachman, Hafidh Nur; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengukur efek penguapan telur ayam ras menggunakan kombinasi getah batang pisang (GBP) dan ekstrak daun sirih (EDS) pada parameter fisik telur selama penyimpanan, ditinjau dari diameter, indeks telur, dan pH albumen. Materi yang digunakan yaitu 80 butir telur ayam ras umur 0 hari, getah batang pisang dari batang pisang usia ± 1 tahun, dan ekstrak daun sirih dari daun sirih yang dibersihkan lalu dikeringkan menjadi bubuk halus dan diekstrak. Peneitian ini menerapkan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor perlakuan yaitu variasi komposisi GBP dan EDS (P0-P3) serta lama penyimpanan (0-3 minggu), masing masing dengan lima ulangan. Hasil penelitian  menunjukan bahwa kombinasi penguapan dengan GBP dan EDS dengan perlakuan berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap diameter dan pH albumen sedangkan pada indeks telur tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Perlakuan terbaik diperoleh pada P3 (15% GBP + 35% EDS + 50% air), yang mampu mempertahankan diameter telur, menjaga indeks tetap stabil, dan mempertahankan pH albumen secara konsisten selama penyimpanan. Kesimpulan penelitin ini adalah penguapan telur ayam ras dengan kombinasi getah batang pisang dan ekstrak daun sirih memberikan pengaruh terhadap diameter, dan pH albumen selama penyimpanan 21 hari. Disarankan untuk menggunakan kombinasi 15% Getah Batang Pisang + 35% Ekstrak Daun Sirih + 50% air.Kata kunci : getah batang pisang, ekstrak daun sirih, pengawetan telur, indeks telur, pH albumen, diameter telur.
PENGARUH PEMBERIAN DAUN PEPAYA JEPANG DAN KULIT NANAS TERSUPLEMENTASI ENZIM NSP PADA PAKAN TERHADAP PERFORMA PRODUKSI ITIK MOJOSARI Fadillah Akbar, Dimas; Wadjdi, Farid; Mahardhika, Brahmadhita Pratama
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Itik merupakan unggas semi-akuatik yang banyak dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia. Produk hasil ternak ini, yaitu daging dan telurnya, menjadi pilihan populer setelah ayam. Beragam olahan kuliner berbahan dasar itik dapat ditemukan, seperti bebek bakar, bebek bacem, opor bebek, bebek bumbu hitam, hingga telur asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa produksi itik yang diberi pakan berbasis daun pepaya Jepang dan kulit nanas yang dilengkapi dengan suplementasi enzim NSP. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan, di mana setiap ulangan terdiri dari lima ekor itik Mojosari. Dua faktor perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi variasi jenis bahan pakan—yakni kulit nanas, daun pepaya Jepang, dan kombinasi keduanya—serta penambahan enzim NSP sebagai perlakuan tambahan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian pakan yang mengandung kulit nanas dan daun pepaya Jepang secara signifikan (P≤0,01) menurunkan konsumsi pakan, meskipun tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap bobot badan akhir, pertambahan bobot badan, dan rasio konversi pakan. Sementara itu, penggunaan enzim NSP dalam pakan itik pedaging memberikan pengaruh sangat nyata (P≤0,01), yaitu menurunkan konsumsi pakan dan rasio konversi pakan (FCR), serta meningkatkan bobot akhir dan pertambahan bobot badan harian (PBB). Kata kunci:  Enzim papain; Enzim bromelin; Pepaya jepang; Kulit nanas.