cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
ANALISIS USAHA DOMBA LOKAL PERSILANGAN DENGAN SKALA BERBEDA PADA PETERNAKAN RAKYAT DI KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER Falahuddin Alfahmi, Syafiq
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis usaha ternak domba lokal ekor gemuk persilangan dengan skala yang berbeda pada peternakan rakyat di Desa Ampel Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Materi penelitian ini ialah domba lokal ekor gemuk jantan dan betina dewasa hasil persilangan serta alat tulis, lembar kuesioner, alat bantu hitung dan data recording peternakan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan populasi 10 peternak yang ditentukan melalui stratified random sampling sehingga diperoleh 6 peternak yang terbagi masing-masing 2 peternak pada setiap skala kelompok. Penelitian ini terdiri dari tiga skala yang dikelompokkan sesuai dengan jumlah ternak, yaitu skala I (10 ekor), skala II (18-20 ekor) dan skala III (27 – 30 ekor). Variabel yang diamati meliputi biaya total, penerimaan, pendapatan, revenue cost ratio dan break even point. Data dianalisa dengan metode analisa deskriptif sehingga mendapatkan data tentang biaya produksi/total biaya, penerimaan dan pendapatan selama satu periode pemeliharaan, kemudian dilanjutkan mengkalkulasi dengan menghitung revenue cost ratio dan break even point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan domba lokal Ekor Gemuk persilangan pada peternakan rakyat menguntungkan dengan rata-rata nilai R/C skala I : 1,12, skala II : 1,22 dan skala III : 1,43, sedangkan rata-rata BEP Produksi skala I : 2,70, skala II : 4,51 dan skala III : 6,68 serta rata-rata BEP Harga skala I : Rp.2.248.933, skala II : Rp.2.255.840 dan skala III : Rp.1.670.600. Berdasarkan temuan diatas disimpulkan bahwa skala III usaha ternak domba lokal ekor gemuk persilangan dengan populasi 27-30 ekor mendapatkan keuntungan tertinggi. Hasil nilai R/C skala III : 1,43.Kata Kunci : Domba Lokal Persilangan, Skala Usaha, Revenue Cost Ratio, Break Even Point
PENGARUH TINGKAT PENGGANTIAN JAGUNG DENGAN CASSAVA TERFERMENTASI PLUS CORN GLUTEN MEAL PADA BROILER FINISHER TERHADAP NILAI EKONOMIS PAKAN Hidayat, Tony Rachmad; Wadjdi, Farid; Susilowati, Sri
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahalnya pakan jagung menyebabkan mereka yang beternak unggas harus mencari pilihan yang lebih murah untuk disertakan dalam campuran pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggantian jagung dengan cassava fermentasi dan corn gluten meal berdampak pada faktor ekonomi pemberian pakan ayam pedaging. Penelitian ini akan melihat biaya pakan untuk setiap kilogram berat badan yang bertambah dan pendapatan dari biaya pakan. Penelitian ini dilakukan di Murni Jaya Farm, yang berada di Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Kami menggunakan 100 ekor ayam pedaging yang berumur 21 hari untuk penelitian ini. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan yang berbeda yang masing-masing diulang 5 kali. Perlakuan tersebut melibatkan penggantian sebagian jagung dengan singkong fermentasi dan CGM: P0 = 100% pakan standar dengan 10% jagung, P1 = 100% pakan standar dengan 9% jagung dan 1% singkong dengan CGM, P2 = 100% pakan standar dengan 8% jagung dan 2% singkong ditambah CGM, P3 = 100% pakan standar dengan 7% jagung dan 3% singkong ditambah CGM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan singkong dan CGM sebagai pengganti jagung tidak mengubah biaya pakan per kilogram pertambahan berat badan atau pendapatan dari biaya pakan secara signifikan (P> 0,05). Rata-rata biaya pakan per kilogram pertambahan berat badan (Rp/kg PBB) adalah: P0: 15.751, P1: 15.729, P2: 15.552, P3: 15.143. Rata-rata pendapatan dari biaya pakan (Rp/ekor) adalah: P0: 6.476, P1: 6.529, P2: 6.859, P3: 7.554. Sebagai kesimpulan, penggantian jagung dengan singkong dan 3% CGM secara umum menghasilkan biaya pakan terendah untuk setiap kilogram pertambahan bobot badan dan pendapatan tertinggi dari biaya pakan. Kata Kunci : Ayam Pedaging, Cassava, Corn Gluten Meal (CGM), Biaya pakan, IOFC (Income Over Feed Cost)
PENGARUH PERIODE LAKTASI TERHADAP PRODUKSI DAN KADAR LEMAK SUSU PADA SAPI PERAH Julio Pratama, Fakhrizal; Kentjonowaty, Inggit; dinasari, irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 November sampai dengan 30 Desember 2024 di Koperasi Laboratorium Ternak dan Perah (KPSP) Sidodadi-Jambesari yang berlokasi di Kecamatan Poncokusumo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menyelidiki pengaruh masa laktasi terhadap produksi dan kadar lemak sapi perah perah pada pagi hari. Bahan penelitian yang digunakan adalah sembilan ekor sapi perah PFH, tiga ekor pada setiap masa laktasi, serta susu segar dari sapi perah PFH pada bulan laktasi kedua dan ketiga pada setiap siklus laktasi. Sebanyak dua puluh mililiter susu diambil dari setiap ekor sapi laktasi untuk menghitung persentase kadar lemak susu. Metodologi penelitian ini bersifat eksperimental dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. P1 adalah laktasi kedua, P2 adalah laktasi ketiga, dan P3 adalah laktasi keempat. Produksi susu dan kadar lemak susu sapi perah PFH, yang berasal dari proses produksi susu setiap hari, adalah variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance). Analisis ragam menunjukkan pengaruh yang sangat jelas, yang kemudian diikuti oleh uji BNT untuk memahami perbedaan antar tugas. Menurut temuan penelitian, produksi susu dan kandungan lemak dipengaruhi secara signifikan (P<0,01) oleh periode laktasi. Untuk setiap perlakuan, produksi susu rata-rata adalah P1: 9,66 L a, P2: 12,38 Lb, dan P3: 14,38 L c. Untuk setiap perlakuan, kandungan lemak susu rata-rata adalah P1: 3,15% a, P2: 3,30% b, dan P3: 3,53% c. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan produksi susu rata-rata 14,38 liter setiap pagi, sapi perah di KPSP Sidodadi menghasilkan susu paling banyak pada periode laktasi keempat. Namun, pada fase laktasi keempat, kandungan lemak rata-rata paling tinggi, yakni 3,53% pada pagi hari.Kata Kunci : Sapi perah PFH, Periode laktasi, Produksi susu, dan Kadar lemak susu.
PEMBERIAN ADDITIVE HERBAL DAN NON-ADDITIVE HERBAL TERHADAP PERBEDAAN PENAMPILAN PRODUKSI, KONSENTRASI AMMONIA DAN KARBONDIOKSIDA DI KANDANG BROILER Deas Adisty, Laura Auralia; Yulianti, Dyah Lestari; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Pemberian Additive Herbal dan Non Additive Herbal terhadap Perbedaan Penampilan Produksi, Konsentrasi Ammonia, dan Karbondioksida  di Kandang Broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu DOC Broiler strain Cobb yang diproduksi oleh PT Dinamika Megatama Citra, pada kandang control 3.400 ekor dan kandang trial 3.200 ekor. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah Produk komersial additive herbal dengan merk dagang ”Nutromeat’’ memiliki komposisi bahan utama : Rumput laut (Ascophyllum nodosum), Adas (Foeniculum vulgare mili), dan buah lima rasa (Schisandra chinensis). Metode yang digunakan adalah eksperimental. Faktor yang diamati berupa 2 perlakuan yang terdiri dari P0 = 0 ml additive herbal/1000 liter air minum (kontrol) dan P1 = 1000 ml additive herbal/1000 liter air minum. Variabel yang diamati Konsumsi pakan, Pertambahan Bobot Badan, Konversi Pakan, Konsentrasi Ammonia (NH3) dan Karbondioksida (CO2). Data yang di dapatkan dianalisa dengan Uji (Independent Samples T-test) dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Konsumsi pakan pada umur 1-7 hari (P0=25,3g P1=26,9g)  8-14 hari (P0=42,6g P1=45,1g) 15-21 hari (P0=67,6g P1=69,0g) 22-28 hari (P0=88,6g P1=89,5g) 29-35 hari (P0=105,6g P1=95,6g) 36-40 hari (P0=105,1g P1=101,3g). Dari. Rata-rata PBB pada umur 1-7 hari (P0=18,4g P1=17,7g)  8-14 hari (P0=45,1g P1=45g) 15-21 hari (P0=66,2g P1=67,1g) 22-28 hari (P0=75,7g P1=74,2g) 29-35 hari (P0=62,8g P1=67,8g) 36-40 hari (P0=84g P1=83g). Rata-rata Konversi Pakan pada umur 1-7 hari (P0=1,021 P1=1,159)  8-14 hari (P0=1,126 P1=1,235) 15-21 hari (P0=1,015 P1=1,082) 22-28 hari (P0=1,106 P1=1,156) 29-35 hari (P0=1,185 P1=1,206) 36-40 hari (P0=1,258 P1=1,240). Hasil rata-rata pada parameter penampilan produksi yang meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan menunjukkan bahwa perlakuan non additive herbal (P0) lebih tinggi dibandingkan kelompok additive herbal (P1). Pada mikroklimat kandang yang meliputi konsentrasi ammonia dan karbondioksida menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan p>0,05. Rata-rata konsentrasi ammonia pada umur 15 hari (P0=3,74ppm P1=3,76ppm) 22 hari (P0=3,56ppm P1=3,14ppm) 30 hari (P0=4,70ppm P1=4,32ppm) 36 hari (P0=3,96ppm P1=4,42ppm). Rata-rata konsentrasi karbondioksida pada umur 15 hari (P0=663,44ppm P1=637,00ppm) 22 hari (P0=505,89ppm P1=503,56ppm) 30 hari (P0=518,67ppm P1=506,89ppm) 36 hari (P0=570,33ppm P1=582,89ppm). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian additive herbal dan non additive herbal pada broiler secara deskiptif pada parameter penampilan produksi yang meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan, menunjukkan bahwa hasil rata-rata perlakuan non additive herbal (P0) lebih tinggi dibandingkan kelompok additive herbal (P1), serta pemberian additive herbal dan non additive herbal pada air minum broiler menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan p>0,05 terhadap parameter mikroklimat kandang, seperti konsentrasi ammonia (NH₃) dan karbondioksida (CO₂).Kata Kunci : additive herbal, broiler, penampilan produksi , ammonia, karbon dioksida
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN SUSU KAMBING (STUDI KASUS DI UD MEGA JAYA) Ahsanul Ikhwanda, Dian Mirza; Susilowati, Sri; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Februari  sampai 1 Maret 2024. Lokasi penelitian  di UD MEGA JAYA Desa Tejowangi Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasii dan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal terhadap keputusan strategi pemasaran susu kambing. Kegunaan penelitian ini sebagai bahan informasi dan ilmu atau teori dalam strategi pemasaran di UD Mega Jaya serta Hasil dari penelitian dapat menghasilkan publikasi artikel ilmiah dalam bentuk jurnal yang diharapkan menjadi manfaat suatu pengetahuan bagi peneliti yang lain. Materi penelitian ini dilakukan di perusahaan UD Mega Jaya di sektor usaha susu kambing. Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus di Perusahaan UD Mega Jaya. Variabel yang diamati yaitu Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman. Jenis dan sumber data dengan data primer diperoleh melalui wawancara, diskusi, observasi, kuisioner dan dokumentasi sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan Perusahaan dan internet. Analisis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif mengunnakan analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor internal yang menjadi kekuatan pemasaran susu kambing adalah pangsa pasar (konsumen luar kota), kualitas susu kambing terjamin, varian produk olahan, teknologi penanganan susu, produksi susu, sumber daya manusia dan khasiat penyembuhan. Faktor-faktor yang menjadi kelemahan adalah kontinyunitas produk, kurangnya promosi di social media, daya tahan produk terbatas, teknologi produksi masih tradisional dan pencatatan keuangan masih sederhana. Faktor-faktor eksternal yang menajadikan peluang adalah keberlangsungan pasokan bahan baku, teknologi terbaharukan, peningkatan jumlah penduduk, loyalitas konsumen, gaya hidup back to nature, dan perkembangan teknologi informasi. Faktor-faktor yang menjadi ancaman adalah persaingan harga, pendatang baru, Perusahaan sejenis dan produk substitusi. nilai IFAS dan EFAS Perusahaan susu kambing UD Mega Jaya masing masing adalah 3.38 dan 3.30.Berdasarkan hasil analisis SWOT dapat disimpulkan bahwa Perusahaan susu kambing UD Mega Jaya berada pada posisi kuat (growth) melalui integrasi vertical. Strategi pemasaran susu kambing pada perusahaan UD Mega Jaya mamiliki peluang dan kekuatan yang besar, sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ada dengan melakukan strategi menciptakan promosi dengan meanfaatkan teknologi informasi, menoptimalkan pangsa pasar produksi susu dan varian yang beragam, mencitrakan susu kambing sebagai produk berkhasiat pengobatan, meningkatkan jumlah produksi dengan pengoptimalan sumber daya manusia, penggunaan teknologi modern menyertakan label produk susu kambing dari perusahaan UD Mega Jaya. Saran yang dapat diajukan kepada Perusahaan yaitu mengembangkan produk baru yang berasal dri susu kambing, seperti yoghurt, keju, dan kosmetik. Label pada produk berfungsi sebagai tanda bahwa produk susu kambing memiliki kualitas yang terjamin. Menciptakan jaringan komunikasi dengn peternak kecil dan dinas terkait untuk mendapatkan bantuan seperti penyulhan dan pemasaran. 
PENGARUH LAMA PEREBUSAN AIR KELAPA TUA TERHADAP KEEMPUKAN DAN SUSUT MASAK DAGING ENTOK (Cairina moschata) Anwar, N. Khoirul; Suryanto, Dedi; dinasari, irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu subsektor unggas yang memiliki kontribusi penting dalam penyediaan protein hewani bagi masyarakat adalah entok (Cairina moschata). Tujuan dari studi ini yaitu untuk mengidentifikasi serta mengkaji pengaruh lama perebusan menggunakan air kelapa tua terhadap tingkat keempukan serta persentase susut masak daging entok (Cairina moschata). Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa daging dada entok jantan berusia 8 bulan dengan bobot 1.200 gram (1,2 kg) serta air kelapa tua sebanyak 3 liter. Peralatan yang digunakan meliputi talenan, stopwatch, gelas ukur, plastik klip, pisau, tisu, dan alat pengukur keempukan daging Warner Bratzler Shear Force (WBSF). Penelitian ini mengaplikasikan metode eksperiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan: P0 (kontrol) yaitu perebusan daging entok dengan air kelapa tua selama kurang dari 1 menit, P1 selama 15 menit, P2 selama 30 menit, dan P3 selama 45 menit. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Variabel yang diamati mencakup tingkat keempukan dan susut masak daging. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila terdapat perbedaan yang signifikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keempukan daging entok adalah P0 = 7,93 kg/cm²ᶜ, P1 = 4,57 kg/cm²ᵇ, P2 = 4,50 kg/cm²ᵇ, dan P3 = 2,50 kg/cm²ᵃ. Sementara itu, rata-rata susut masak berturut-turut adalah P0 = 9,33%ᶜ, P1 = 28,66%ᵇ, P2 = 36,00%ᵇ, dan P3 = 44,66%ᵃ. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa lama perebusan menggunakan air kelapa tua memberikan pengaruh terhadap tingkat keempukan dan persentase susut masak daging entok (Cairina moschata).Kata Kunci : Daging Entok, Air Kelapa Tua, Keempukan, Susut Masak.
PENGARUH VALORISASI GETAH BATANG PISANG DAN EXTRACT DAUN SIRIH TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR AYAM Kholili hak, Muhammad Rifqi; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur merupakan salah satu hasil ternak unggas yang dikenal luas sebagai sumber protein hewani dengan kualitas tinggi. Meskipun demikian, telur termasuk bahan pangan yang mudah rusak (mudah basi) dan sangat rentan terhadap pencemaran, khususnya oleh bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah proses penguapan menggunakan bahan alami seperti getah batang pisang dan ekstrak daun sirih dapat membantu menjaga mutu telur ayam ras selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan total 80 butir telur ayam ras yang dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan, masing-masing dengan lima ulangan. Kelompok perlakuan terdiri dari P0 (telur disimpan selama 0, 7, 14, dan 21 hari tanpa perlakuan penguapan), serta P1, P2, dan P3 (telur disimpan dalam rentang waktu yang sama namun diberikan perlakuan penguapan). Parameter yang diukur meliputi berat albumen, berat kuning telur, dan indeks kuning telur sebagai indikator mutu. Data dianalisis menggunakan metode ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa telur yang diberi perlakuan penguapan dengan campuran getah batang pisang dan ekstrak daun sirih memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberi perlakuan, dan penguapan dengan getah batang pisang secara khusus memberikan efek positif terhadap peningkatan mutu telur. Kata Kunci: Evaporasi, Getah Batang Pisang, Kualitas Telur, Ekstrak Daun Sirih
EVALUASI KUALITAS KADAR AIR DAN WATER HOLDING CAPACITY (WHC) DAGING SAPI BRAHMAN BERDASARKAN UMUR POTONG DI RPH GADANG KODYA MALANG Bayu Pratama, Bima Sakti; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapi Brahman ialah ternak penghasil daging yang baik dengan umur potong yang optimal. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis kualitas daging Sapi Brahman berdasarkan umur potong di RPH Gadang Kodya Malang. Materi utama pada penelitian ini adalah 1,8 kg has dalam dari daging sapi Brahman, serta botol timbang/cawan petri kecil, eksikator, timbangan analitik, timbangan ohaus, oven, alat penjepit, pisau, gunting, kertas whatman no. 41, kertas grafik, lempengan kaca, alat tulis, plastik dan beban pemberat 35 kg sebagai alat dalam penelitian. Metode penelitian yang diterapkan berupa studi kasus dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang didasarkan pada bobot badan. Penelitian ini melibatkan tiga perlakuan umur potong, yaitu: P1 (5 tahun), P2 (6 tahun), dan P3 (7 tahun), dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak enam kali, sehingga terbentuk enam kelompok. Parameter yang diamati mencakup kadar air dan kapasitas mengikat air (Water Holding Capacity/WHC) daging. Untuk analisis data, digunakan uji ANOVA (Analysis of Variance), yang kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila terdapat pengaruh yang signifikan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya rata-rata kadar air (%) daging sapi Brahman adalah P1 = 51,64ᵇ, P2 = 49,86ᵃᵇ, dan P3 = 47,11ᵃ, sedangkan rata-rata WHC (%) ialah P1 = 38,84ᵇ, P2 = 35,03ᵃᵇ, dan P3 = 33,50ᵃ. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwasanya umur potong memberikan pengaruh terhadap kadar air dan WHC daging sapi Brahman di Rumah Potong Hewan (RPH) Gadang. Umur potong yang layak pada sapi Brahman di RPH Gadang adalah umur 5 tahun.Kata Kunci : Daging Sapi Brahman, Umur Potong Daging, Studi Kasus, Kualitas Daging.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING ITIK AFKIR DENGAN SARI DAUN KENIKIR TERHADAP KADAR AIR DAN WATER HOLDING CAPACITY (WHC) Nurazka, Nauval; Puspitarini, Oktavia Rahayu; dinasari, irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman daging itik afkir menggunakan sari daun kenikir terhadap kadar air dan Water Holding Capacity (WHC). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pangan Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang pada tanggal 29 Juli hingga 29 Agustus 2024. Materi yang digunakan meliputi daging itik afkir bagian dada seberat 100 gram serta sari daun kenikir. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas empat perlakuan yakni P0, P1, P2, P3 dan lima ulangan. Proses perendaman dilakukan selama 45 menit pada masing-masing konsentrasi perlakuan. Variabel yang dianalisis adalah kadar air dan WHC yang menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman daging itik afkir dalam sari daun kenikir tidak pengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air maupun WHC. Rata-rata kadar air (%) berturut-turut untuk perlakuan P0, P1, P2, dan P3 adalah 76,21; 77,33; 78,43; dan 77,54. Sedangkan nilai WHC (%) masing-masing adalah 50,69; 53,28; 54,37; dan 52,16. Disimpulkan bahwa perendaman dalam sari daun kenikir dengan konsentrasi hingga 20% selama 45 menit belum mampu memberikan perubahan signifikan terhadap kadar air dan WHC daging itik afkir. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi konsentrasi dan waktu perendaman yang lebih optimal serta variabel lain seperti keempukan dan susut masak.Kata kunci: daun kenikir, daging itik afkir, kadar air, WHC, perendaman.
PENGARUH VARIASI TEPUNG TAPIOKA DAN TEPUNG AREN TERHADAP SUSUT MASAK DAN ORGANOLEPTIK BAKSO AYAM AFKIR Abdhi Firdhana, Sulthon; Susilowati, Sri; dinasari, irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi tepung tapioka dan tepung aren dengan persentase terbaik terhadap susut masak dan hasil uji organoleptik pada bakso ayam afkir. Bahan yang digunakan adalah daging dada ayam petelur yang sudah tidak produktif berusia 80 minggu dengan berat total 2800 gram. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain, timbangan digital, alat tulis dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dalam penelitian ini terdapat 4 perlakuan dan 6 ulangan. Data yang diperoleh dari pengujian susut masak dan uji organoleptik pada bakso akan dianalisis menggunakan uji  ANOVA (Analysis of Variance). Jika terdapat hasil yang nyata atau sangat nyata, akan dilanjutkan dengan pengujian BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung aren  berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap uji susut masak dan uji organoleptik warna, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada uji organoleptik aroma dan rasa. Rata-rata nilai susut masak (P0) = 7.44%a, (P1) = 7.37%a , (P2) = 5.82%b dan (P3) = 5.15%c . Rata-rata nilai warna (P0) = 2.56d, (P1) = 2.91c, (P2) = 3.31b , dan (P3) = 3.91a Rata-rata nilai aroma (P0) = 2.33, (P1) = 2.31, (P2) = 2.21 dan (P3) = 2.41. Rata-rata nilai rasa (P0) = 2.15, (P1) = 2.06, (P2) = 1.91 dan, (P3) = 2.11. Berdasarkan hasil dari  penelitian, dapat disimpulkan bahwa variasi tepung  tapioka 15% dan tepung aren sebesar 15% pada pembuatan bakso ayam afkir dapat menghasilkan bakso dengan minim susut masak dan menambah nilai organoleptik warna.Kata Kunci : Bakso, Ayam Afkir, Tepung Aren, Susut Masak, Organoleptik