cover
Contact Name
Oktavia Rahayu Puspitarini
Contact Email
oktaviarahayu@unisma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dinamikarekasatwa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang, Jl. MT Haryono 193, Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)
ISSN : 23383720     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Dinamika Rekasatwa (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan) Merupakan Jurnal Hasil Penelitian yang Diterbitkan Secara Berkala oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (terbit 2 kali setahun)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
PEFORMA PRODUKSI BROILER DENGAN PENYEMPROTAN PROBIOTIK LACTOBACILLUS SALIVARIUS PADA LITTER Hakim, Mohammad Akbar; Wadjdi, Farid; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas produksi ayam broiler sangat dipengaruhi oleh hasil yang baik dan juga dengan penerapan dari pengaruh aplikasi Lactobacillus salivarius melalui spray pada litter terhadap performa ayam broiler, yang meliputi bobot badan akhir, mortalitas, dan indeks performa. Penelitian dilaksanakan selama 19 hari menggunakan 94 ekor ayam broiler strain MB202, yang dibagi menjadi dua perlakuan: P0 (tanpa spray probiotik) dan P1 (dengan spray L. salivarius pada litter). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam pada perlakuan P1 memiliki bobot badan akhir lebih tinggi (2,31 kg) dibanding P0 (2,14 kg), nilai FCR lebih efisien pada kandang P1 (1,473) dan P0 (1,568), dan indeks performa lebih tinggi pada kandang P1(455,8) dan P0 (413,4). Namun, tingkat mortalitas pada P1 (8,51%) lebih tinggi dibandingkan P0 (0%), yang diduga disebabkan oleh kondisi suhu dan kelembapan lingkungan yang tidak stabil. Secara keseluruhan, aplikasi Lactobacillus salivarius pada litter berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan ayam broiler, meskipun perlu pengendalian lingkungan yang lebih optimal untuk menekan angka kematian. Kata Kunci : Lactobacillus salivarius, ayam broiler, litter, bobot badan, Haugh Unit Telur, FCR, indeks performa.
POTENSI NATURAL FEED ADDITIVE BAWANG DAYAK (Eleutherine Palmifolia) TERHADAP PERFORMA ANAKAN DOMBA CROSS TEXEL Saifulloh, Rafie Achmad; Wadjdi, Farid; Humaidah, Nurul
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang Dayak merupakan tanaman herbal yang berpotensi sebagai Natural Feed Additive pada ternak domba. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari penambahan tepung Bawang Dayak melalui air minum terhadap Konsumsi Bahan kering, Pertumbuhan Bobot Badan (PBB) dan Feed Conversio Ratio (FCR) pada anakan Domba Cross Texel. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah anakan Domba Cross Texel dengan umur berkisar 6 - 7 bulan dengan berat badan ±16 Kg dan berjenis kelamin betina, tepung Bawang Dayak, Tempat pakan dan minum, drench gun, dan timbangan. Penelitian ini menggunakan metode Experimen dengan tata letak Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan berupa pemberian tepung Bawang Dayak melalui air minum dengan mengunakan drench gun. Perlakuan ada 4 dan setiap perlakuan terdapat 3 ulangan. Adapun perlakuan sebagai berikut : P0 = Kontrol (tanpa pemberian Bawang Dayak), P1 = pemberian Bawang Dayak melalui air minum sebanyak 0,2 g ; P2 =  0,4 g ; P3 = 0,6 g. Pemberian tepung Bawang Dayak sesuai perlakuan setiap 2 hari sekali selama 20 hari. Variabel yang diamati yaitu Konsumsi Bahan Kering, Pertumbuhan Bobot Badan (PBB) dan Feed Conversio Ratio (FCR). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan Uji BNT untuk mengetahui perbedaan tiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) yang ditimbulkan oleh penambahan tepung Bawang Dayak terhadap Konsumsi Bahan Kering dan PBB, serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap FCR. Rata-rata Konsumsi Bahan Kering (g) adalah P0 = 1292,67±32,96 ; P1 = 1386,67±12,50 ; P2 = 1421,33±21,96 dan P3 = 1423,33±18,34. Nilai rata-rata PBB (g) adalah P0 = 68,33±22,55 ; P1 = 126,67±12,58 ; P2 = 140,00±30 dan P3 = 138,33±10,41. Rata-rata FCR (g) adalah P0 = 20,39±6,81 ; P1 = 11,01±0,98 ; P2 = 10,48±2,35 dan P3 = 10,33±0,77. Berdasarkan hasil tersebut, dapa disimpulkan bahwa pemberian tepung Bawang Dayak melalaui air minum pada anakan Domba Cross texel berpengaruh terhadap Konsumsi Bahan kering, Pertumbuhan Bobot Badan (PBB) dan Feed Conversio Ratio (FCR). Pemberian tepung Bawang Dayak melalui air minum yang optimum adalah 0,4g.Kata Kunci : Domba Cross Texel, Tepung Bawang Dayak, Konsumsi Bahan kering, Pertumbuhan Bobot Badan, Feed Conversio Ratio. POTENTIAL OF NATURAL FEED ADDITIVE DAYAK ONION (Eleutherine Palmifolia) ON THE PERFORMANCE OF CROSS TEXEL SHEEP AbstractDayak Onion is a herbal plant that has the potential as a Natural Feed Additive for sheep. The main objective of this study was to analyze the impact of adding Dayak Onion flour through drinking water on Dry Matter Consumption, Body Weight Growth (PBB) and Feed Conversion Ratio (FCR) in Cross Texel Sheep. The materials used in this study were Cross Texel Sheep with an age ranging from 6 - 7 months with a body weight of ± 16 Kg and female sex, Dayak Onion flour, feed and drink containers, drench guns, and scales. This study used an Experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) layout. The treatment was giving Dayak Onion flour through drinking water using a drench gun. There were 4 treatments and each treatment had 3 replications. The treatments were as follows: P0 = Control (without giving Dayak Onion), P1 = giving Dayak Onion through drinking water as much as 0.2 g; P2 = 0.4 g; P3 = 0.6 g. Dayak Onion flour was given according to the treatment every 2 days for 20 days. The variables observed were Dry Matter Consumption, Body Weight Growth (PBB) and Feed Conversion Ratio (FCR). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and continued with BNT Test to determine the differences in each treatment. The results showed a very significant effect (P<0.01) caused by the addition of Dayak Onion flour on Dry Matter Consumption and PBB, and a significant effect (P<0.05) on FCR. The average Dry Matter Consumption (g) was P0 = 1292.67±32.96; P1 = 1386.67±12.50; P2 = 1421.33±21.96 and P3 = 1423.33±18.34. The average PBB value (g) was P0 = 68.33±22.55; P1 = 126.67±12.58; P2 = 140.00±30 and P3 = 138.33±10.41. The average FCR (g) is P0 = 20.39±6.81; P1 = 11.01±0.98; P2 = 10.48±2.35 and P3 = 10.33±0.77. Based on these results, it can be concluded that the administration of Dayak Onion flour through drinking water to Cross Texel lambs has an effect on Dry Matter Consumption, Body Weight Growth (PBB) and Feed Conversion Ratio (FCR). The optimum administration of Dayak Onion flour through drinking water is 0.4g.Keywords: Cross Texel Sheep, Dayak Onion Flour, Dry Matter Consumption, Body Weight Gain,, Feed Conversion Ratio.
EFEKTIVITAS TEKNIK PEMASARAN KELINCI DI AZHAR RABBIT FARM BATU Resfendy, Muhammad Setya; Masyithoh, Dewi; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas teknik pemasaran online (melalui Facebook) dan offline (melalui penjualan langsung/mulut ke mulut) terhadap peningkatan penjualan kelinci. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi peternak kelinci serta menjadi kontribusi akademis dalam pengembangan strategi pemasaran peternakan. Materi penelitian berupa data penjualan kelinci yang diperoleh melalui dua saluran pemasaran, yaitu online melalui Facebook dan offline melalui kunjungan langsung ke peternakan periode Juli 2024-Juni 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method sequential exploratory, dengan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi strategi pemasaran, serta analisis kuantitatif menggunakan uji beda rata-rata (independent sample t-test) untuk membandingkan efektivitas kedua teknik pemasaran. Hasil penelitian dengan menggunakan uji beda rata-rata (independent sample t-test) berbeda secara signifikan dibanding dengan pemasaran offline (P<0,05) menunjukkan bahwa efektivitas penjualan online berbeda signifikan dibanding dengan penjualan secara offline. Rata-rata penjualan online adalah 40,25 ekor/bulan dengan standar deviasi 16,71, sedangkan rata-rata penjualan offline adalah 27,75 ekor/bulan dengan standar deviasi 11,20. sehingga diperoleh nilai t hitung = 12,5 ÷ 5,68 = 2,20. Hasil ini menunjukkan bahwa t hitung = 2,20 dengan Sig. (2-tailed) = 0,043. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa pemasaran online lebih efektif dalam meningkatkan volume penjualan dan menjangkau pasar spesifik, sedangkan pemasaran offline berperan penting dalam memenuhi permintaan musiman dari sektor pariwisata. Sinergi antara keduanya menjadi faktor utama yang menunjang keberhasilan strategi pemasaran Azhar Rabbit Farm secara keseluruhan.Kata Kunci : Efektivitas, Teknik pemasaran online, Teknik pemasaran offline, Kelinci.
PENGARUH PEMBERIAN DAUN PEPAYA JEPANG DAN KULIT NANAS PADA PAKAN TERHADAP WHC DAN KEEMPUKAN DAGING ITIK MOJOSARI Ramadhan, Moch Ilham; Wadjdi, Farid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian daun pepaya Jepang dan kulit nanas dalam pakan terhadap kemampuan menahan air (Water Holding Capacity / WHC) dan keempukan daging itik Mojosari. Daun pepaya Jepang mengandung enzim papain, sedangkan kulit nanas mengandung enzim bromelin, keduanya merupakan enzim protease yang berfungsi meningkatkan kecernaan protein serta mengempukkan jaringan daging. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis bahan pakan (kulit nanas, daun pepaya Jepang, kombinasi keduanya) dan penambahan enzim protease (NSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kulit nanas dan daun pepaya Jepang secara tunggal maupun kombinasi berpengaruh sangat nyata (P≤0.01) terhadap WHC dan keempukan daging. Penambahan enzim protease NSP semakin memperkuat pengaruh kedua bahan tersebut, yang ditunjukkan oleh meningkatnya nilai WHC serta penurunan tingkat kekerasan daging. Kesimpulannya, pemberian kedua bahan pakan tersebut dapat meningkatkan kualitas fisik daging itik, khususnya WHC dan keempukan. Kata Kunci: itik Mojosari, bromelin, papain, WHC, keempukan daging THE EFFECT OF GIVING JAPANESE PAPAYA LEAVES AND PINEAPPLE SKIN IN FEED ON WHC AND TENDERNESS OF MOJOSARI DUCK MEAT AbstractThis study aimed to examine the effect of Japanese papaya leaves and pineapple peels in feed on the water holding capacity (WHC) and meat tenderness of Mojosari ducks. Japanese papaya leaves contain the enzyme papain, while pineapple peels contain the enzyme bromelain, both protease enzymes that increase protein digestibility and tenderize meat tissue. The study used a factorial completely randomized design (CRDF) with two treatment factors: feed type (pineapple peels, Japanese papaya leaves, or a combination of both) and protease enzyme (NSP). The results showed that the administration of pineapple peels and Japanese papaya leaves, either singly or in combination, had a highly significant effect (P≤0.01) on WHC and meat tenderness. The addition of the protease enzyme NSP further enhanced the effects of both ingredients, as indicated by an increase in WHC and a decrease in meat toughness. In conclusion, the administration of both feed ingredients can improve the physical quality of duck meat, particularly WHC and tenderness. Keywords: Mojosari duck, bromelain, papain, WHC, meat tenderness
POTENSI NATURAL GROWTH PROMOTOR BAWANG DAYAK (Eluetherine Palmifolia (L) Merr) TERHADAP AKTIVITAS SUPEROXIDE DISMUTASE (SOD) DAN KADAR MALONDEALDEHIDE (MDA) ANAKAN DOMBA CROSS TEXEL Fachruddin, Farhan Gusti; Humaidah, Nurul; Wajdi, Farid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang Dayak merupakan herbal yang mempunyai zat bioktif dengan potensi sebagai antioksidan. Penelitian Bawang Dayak yang diberikan secara per oral lewat minuman pada ruminansia kecil belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian tepung Bawang Dayak sebagai Natural Growth Promotor terhadap aktivitas Superoxide Dismutase (SOD) dan kadar Malondealdehide (MDA) anakan Domba Cross Texel. Materi penelitian adalah anakan Domba Cross Texel dengan umur 3-4 bulan dan berat badan ± 16 Kg berjenis kelamin betina, tepung Bawang Dayak, tempat pakan dan minum, drenching gun dan timbangan. Pemberian tepung Bawang Dayak dalam bentuk larutan diberikan secara oral melalui drenching gun. Pemeliharaan anakan Domba Cross Texel pada kandang individu dengan manajemen pemeliharaan standar. Metode penelitian adalah percobaan. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Riset ini mempunyai 4 perlakuan dengan 3 ulangan per perlakuan. Perlakuan tepung Bawang Dayak yang diberikan adalah P0: 0 gram (kontrol), P1: 0,2 gram, P2: 0,4 gram, dan P3: 0,6 gram. Pemberian Bawang Dayak melalui air minum dilakukan 2 hari sekali selama 19 hari perlakuan. Variabel penelitian adalah aktivitas Superoxide Dismutase dan kadar Malondealdehide. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung Bawang Dayak  melalui air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap Superoxide Dismutase  dan malondealdehide. Rata-rata SOD (ng/ml) adalah P0= 51,33±5,05 ; P1= 52,5±2,37 ; P2= 55,12±8,96 ; dan P3= 43,34±11,17. Rata-rata MDA (nmol/ml) adalah P0= 25,37±1,29 ; P1= 26,19±0,31; P2= 25,30±1,12 ; dan P3= 23,83±3,17. Kesimpulan adalah pemberian tepung Bawang Dayak melalui air minum tidak berpengaruh terhadap aktivitas Superoxida Dismutase dan kadar Malondealdehide anakan domba Cross Texel dengan manajemen pemeliharaan standar. Kata Kunci : Bawang Dayak, Natural Growth Promotor, Superoxide Dismutase, Malondealdehide, Anakan Domba Cross Texel.  THE POTENTIAL OF NATURAL GROWTH PROMOTER OF DAYAK ONION (Eluetherine Palmifolia (L) Merr) ON THE ACTIVITY OF SUPEROXIDE DISMUTASE (SOD) AND MALONDIALDEHYDE (MDA) LEVELS IN CROSS TEXEL LAMBS AbstractDayak Onion (Bawang Dayak) is an herb that contains bioactive substances with antioxidant potential. Research on the oral administration of Dayak Onion via drinking water in small ruminants has never been conducted. This study aims to analyze the effect of administering Dayak Onion flour as a Natural Growth Promoter on the activity of Superoxide Dismutase (SOD) and the level of Malondialdehyde (MDA) in Cross Texel lambs. The research materials were Cross Texel lambs aged 3-4 months and weighing ± 16 Kg, female, Dayak Onion flour, feed and water troughs, drenching gun, and scales. The Dayak Onion flour was given in a solution orally using a drenching gun. The Cross Texel lambs were maintained in individual pens with standard management. The research method was an experiment. The experimental design was a Completely Randomized Design (CRD). This research involved 4 treatments with 3 replications per treatment. The Dayak Onion flour treatments given were P0: 0 grams (control), P1: 0.2 grams, P2: 0.4 grams, and P3: 0.6 grams. Dayak Onion was administered via drinking water once every two days for 19 days of treatment. The research variables were Superoxide Dismutase activity and Malondialdehyde level. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that the addition of Dayak Onion flour via drinking water did not significantly affect (P>0.05) Superoxide Dismutase and Malondialdehyde. The mean SOD (ng/ml) were P0= 51.33±5.05; P1= 52.5±2.37; P2= 55.12±8.96; and P3= 43.34±11.17. The mean MDA (nmol/ml) were P0= 25.37±1.29; P1= 26.19±0.31; P2= 25.30±1.12; and P3= 23.83±3.17. The conclusion is that the administration of Dayak Onion flour via drinking water does not affect the activity of Superoxide Dismutase and the level of Malondialdehyde in Cross Texel lambs under standard management. Keywords:Dayak Onion, Natural Growth Promoter, Superoxide Dismutase, Malondealdehide, Cross Texel Lambs
POTENSI LARUTAN DAUN PARE SEBAGAI ANTISEPTIC TEAT DIPPING TERHADAP SCORE MASTITIS DAN NILAI pH SUSU SEGAR Ferdiansyah, Hanim Novan
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mastitis merupakan gangguan kesehatan ambing yang banyak dijumpai pada sapi perah dan berdampak langsung pada produksi serta mutu susu. Daun Pare (Momordica charantia L.) mengandung senyawa bioaktif yang bersifat antimikroba sehingga berpotensi menjadi alternatif bahan antiseptik Teat dipping. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh larutan Daun Pare terhadap skor California Mastitis Test (CMT) dan derajat keasaman (pH) susu segar. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 ekor sapi perah sehat peranakan friesien holstein yang masa laktasi 2-3, reagen CMT dan Daun Pare yang masih muda, air sebagai campuran untuk membuat larutan Daun Pare, susu segar sapi perah hasil Teat dipping. Metode penelitian adalah percobaan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Ada tiga perlakuan dengan masing-masing 4 ulangan. Perlakuan yaitu teat dipping dengan menggunakan povidone iodine sebagai control = P0, teat dipping dengan larutan Daun Pare 15%=P1 dan P2 = larutan Daun Pare 20%. Pemberian perlakuan selama 15 hari. Pengujian variable setiap minggu. Variabel yang diamati adalah score mastitis dan nilai pH. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan larutan Daun Pare tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap score mastitis maupun nilai pH. Rata-rata score mastitis adalah P0 = 1,08 ; P1 = 1,00 ; P2 = 1,00 dan rata-rata nilai pH susu adalah P0 = 6,6 ; P1 = 6,6 ; P2 = 6,5.  Kesimpulan adalah Larutan Daun Pare mempunyai potensi antiseptik Teat dipping sama dengan larutan povine iodine berdasarkan nilai pH dan CMT.Kata Kunci : Daun Pare, Teat dipping, mastitis, CMT, pH susu. POTENTIAL OF BITTER MELON LEAF SOLUTION AS A TEAT-DIPPING ANTISEPTIC ON MASTITIS SCORE AND pH VALUE OF FRESH MILK AbstractMastitis is a common udder health disorder in dairy cows and has a direct impact on milk production and quality. Bitter melon leaves (Momordica charantia L.) contain bioactive compounds with antimicrobial properties, making them a potential alternative antiseptic for teat dipping. This study aimed to evaluate the effect of bitter melon leaf solution on the California Mastitis Test (CMT) score and the acidity (pH) of fresh milk.The materials used in this study included nine healthy Friesian Holstein crossbred dairy cows in their 2nd–3rd lactation period, CMT reagents, and  young bitter melon leaves, water for preparing the bitter melon leaf solution, and fresh milk obtained after teat dipping. The research method employed was an experimental. Approach with a Completely Randomized Design (CRD). Three treatments were applied, each with four replications. The treatments consisted of teat dipping using povidone iodine as the control (P0), teat dipping using 15% bitter melon leaf solution (P1), and 20% bitter melon leaf solution (P2). The treatments were administered for 15 days, and variable testing was conducted weekly. The observed variables were mastitis score and milk pH value. The collected data were analyzed using ANOVA. The results showed that the use of bitter melon leaf solution had no significant effect (P>0.05) on either mastitis score or milk pH value. The average mastitis scores were P0 = 1.08; P1 = 1.00; and P2 = 1.00, while the average milk pH values were P0 = 6.6; P1 = 6.6; and P2 = 6.5.The conclusion is the bitter melon leaf solution has the potential to serve as an effective teat-dipping antiseptic comparable to povidone iodine based on the observed milk pH and CMT results. Keywords: Bitter melon leaf, Teat dipping, Mastitis, CMT, Milk pH.
APLIKASI EKSTRAK DAUN KELOR SEBAGAI ANTISEPTIK ALAMI UNTUK MENCEGAH KEJADIAN MASTITIS SUBKLINIS SAPI PERAH Nurrosyid, Ahmad Hakim; Kentjonowaty, Inggit; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mastitis merupakan penyakit radang ambing yang terjadi pada sapi atau kambing perah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi sel-sel pada kelenjar ambing sapi. Perlakuan teat dipping pada puting sapi perah saat sebelum dan sesudah pemerahan dapat membantu dalam mencegah ternak terserang mastitis subklinis, sehingga mencegah terjadinya penurunan jumlah produksi susu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi efek penggunaan ekstrak daun Kelor sebagai antiseptik terhadap jumlah tingkat kejadian mastitis dan produksi susu sapi perah. Penelitian ini menggunakan 16 ekor sapi perah, yang dibagi ke dalam 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuannya adalah P0: menggunakan iodine, P1: menggunakan ekstrak daun Kelor 2%, P2: menggunakan ekstrak daun Kelor konsentrasi 4%, P3: menggunakan ekstrak daun Kelor konsentrasi 6%. Variabel dari penelitian ini adalah angka kejadian mastitis dan jumlah produksi susu sebelum dan sesudah dilakukannya teat dipping menggunakan ekstrak daun kelor. Ekstrak daun Kelor digunakan sebagai  cairan antiseptik saat proses teat dipping setelah proses pemerahan. Metode yang digunakan adalah metode esperimen yang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan ekstrak Daun Kelor sebagai cairan antiseptic tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap produksi susu susu sapi. Nilai rata-rata produksi susu adalah: P0 : 10,9L, P1 : 9,15L, P2 : 10,6L, dan P3 : 10L. Penggunaan ekstrak Daun Kelor sebagai cairan antiseptik tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap Tingkat kejadian mastitis sapi perah. Nilai rata-rata Tingkat kejadian mastitis adalah: P0: 1; P1: 1,2; P2: 1,2; dan P3: 0,8. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan ekstrak daun Kelor dapat digunakan sebagai antiseptik saat teat dipping setelah pemerahan untuk mencegah mastitis pada ternak. Kata Kunci : Antiseptik, Daun Kelor, Produksi Susu Sapi, Mastitis, Teat Dipping. APPLICATION OF MORINGA LEAF EXTRACT AS A NATURAL ANTISEPTIC TO PREVENT SUBCLINICAL MASTITIS IN DAIRY COWS AbstractMastitis is an inflammatory disease of the udder that occurs in dairy cows or goats. This disease is caused by a bacterial infection that attacks the glandular cells in the cow's udder. Teat dipping treatment in dairy cows before and after milking can help prevent livestock from being attacked by subclinical mastitis, thereby preventing a decrease in milk production. The purpose of this study was to evaluate the effect of using moringa leaf extract as an antiseptic on the number of mastitis incidents and milk production of dairy cows. This study used 16 dairy cows, which were divided into 4 treatments with 4 replications. The treatments were P0: using iodine, P1: using 2% moringa leaf extract, P2: using 4% concentration of moringa leaf extract, P3: using 6% concentration of moringa leaf extract. The variables of this study were the incidence of mastitis and the amount of milk production before and after teat dipping using moringa leaf extract. Moringa leaf extract was used as an antiseptic liquid during the teat dipping process after the milking process. The method used was an experimental method using a completely randomized design (CRD).  The research data were then analyzed using ANOVA (Analysis of Variance). The results of this study are the use of Moringa Leaf extract as an antiseptic liquid is not significantly different (P>0.05) on cow's milk production. The average value of milk production is: P0: 10.9L, P1: 9.15L, P2: 10.6L, P3: 10L. The use of Moringa Leaf extract as an antiseptic liquid is not significantly different (P>0.05) on the incidence rate of mastitis in dairy cows. The average value of the incidence rate of mastitis is: P0: 1; P1: 1,2; P2: 1,2; P3: 0,8. The conclusion of this study is the use of Moringa Leaf extract can be used as an antiseptic during teat dipping after milking to prevent mastitis in livestock. Keywords: Antiseptic, Moringa Leaf,  Cow Milk Production, Mastits, Teat Dipping.
PENGARUH PENGGUNAAN DEDAK RUMPUT LAUT ORGANIK TERHADAP KONSUMSI PAKAN, PRODUKSI TELUR DAN KONVERSI PAKAN PADA AYAM RAS PETELUR Pratamas, Gilang Muhammad Roziqy; Kalsum, Umi; Yulianti, Dyah Lestari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh dari penambahan dedak rumput laut organik pada beberapa level dalam ransum yaitu konsumsi pakan, produksi telur serta nilai dari konversi pakan (Feed Conversion Ratio) ayam petelur. Bahan uji berupa dedak rumput laut organik berasal dari limbah industri pengolahan agar-agar. Percobaan dilaksanakan di Desa Pegelaran, Kabupaten Malang, pada 29 September–4 November 2025. Sebanyak 160 ekor ayam petelur strain Lohmann Brown, umur 9 bulan digunakan sebagai hewan percobaan. Penelitian ini menerapkan rancangan acak lengkap menggunakan empat perlakuan serta empat ulangan. P0  (0%), P1 (5%), P2 (10%), dan P3 (15%), dedak rumput laut dalam ransum pakan. Hasil analisis ragam dapat diketahui bahwa penambahan dedak rumput laut organik sampai taraf 15%, tidak memberikan pengaruh terhadap konsumsi pakan, produksi telur, maupun konversi pakan.Kata kunci : dedak rumput laut organik, ayam petelur, konsumsi pakan, produksi telur, serta konversi pakan THE INFLUENCE OF ORGANIC SEAWEED BRAN SUPPLEMENTATION ON FEED INTAKE, EGG PRODUCTION, AND FEED CONVERSION IN LAYING HENS AbstractThe purpose of this study was to evaluate the effect of adding organic seaweed bran at several levels in the ration, namely feed consumption, egg production, and the value of the feed conversion ratio (FCR) of laying hens. The test material was organic seaweed bran derived from waste from the agar-agar processing industry. The experiment was conducted in Pegelaran Village, Malang Regency, on September 29–November 4, 2025. A total of 160 Lohmann Brown strain laying hens, aged 9 months, were used as experimental animals. This study implemented a completely randomized design with four treatments and four replications. P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), and P3 (15%), seaweed bran in the feed ration. The results of the analysis of variance showed that the addition of organic seaweed bran up to 15% did not affect feed consumption, egg production, or feed conversion. Keywords : seaweed bran, egg-laying hens, feed intake, egg production, feed conversion
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AMMO-Tech MESIN PRODUKSI ANTISEPTIK TEAT DIPPING EKSTRAK DAUN KELOR DAN DAUN KEMANGI BERDASARKAN NILAI PH DAN PRODUKSI SUSU SAPI PFH Devanti, Adelita; Humaidah, Nurul; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antiseptik untuk teat dipping sapi perah setelah pemerahan dapat menjadi strategi yang efektif dalam mencegah kejadian mastitis sub klinis maupun klinis. Hal ini dapat mencegah penurunan kualitas dan produksi susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan mesin AMMO-Tech dalam memproduksi antiseptic ekstrak Daun Kelor dan ekstrak Daun Kemangi sebagai  pengganti Povidone Iodine terhadap pH dan produksi susu sapi. Materi penelitian adalah 16 ekor sapi Friesian Holstein, Mesin AMMO-Tech, daun Kelor dan daun Kemangi. Dengan metode eksperimental yang rancangan penelitiannya adalah Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan ada 4 dengan 4 ulangan, Perlakuan Adalah P0: menggunakan Povidone Iodine (kontrol), P1: menggunakan ekstrak daun Kelor 90%, P2: menggunakan ekstrak daun Kemangi 90%, P3: menggunakan ekstrak daun Kelor 45% dan ekstrak daun Kemangi 45%. Variabel yang diukur adalah pH dan produksi susu sebelum dan sesudah perlakuan teat dipping. Data yang didapatkan akan dianalisis dengan ANOVA. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa teat dipping dengan ekstrak daun Kelor dan ekstrak daun Kemangi hasil produksi mesin AMMO-Tech tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH serta produksi susu sapi PFH. Nilai rataan pH susu segar PFH adalah P0: 6,2 ; P1: 6,2 ; P2: 6,1 ; P3: 6,1. Nilai rataan produksi susu (L) adalah P0: 7,7 ; P1: 9,2 ; P2: 10, P3: 10. Kesimpulan adalah Mesin AMMO-Tech dapat menghasilkan antiseptic dari Daun Kelor dan Daun Kemangi yang potensinya sama dengan antiseptic kimia Povidone Iodine dalam hal nilai pH dan produksi susu. Kata Kunci : antiseptik, AMMO-tech, daun kelor, daun kemangi, teat dipping.
PENGARUH PENAMBAHAN SKIM PADA BIBIT KEFIR LOKASI BERBEDA TERHADAP NILAI pH DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT Apriyanti, Novi; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan skim pada bibit kefir lokasi berbeda terhadap nilai pH dan total bakteri asam laktat. Materi yang digunakan adalah 10 L susu sapi segar hasil pemerahan pagi dan bibit kefir sebanyak 3% dari lokasi berbeda. Bahan yang digunakan meliputi MRS agar, skim cair, kapas, kertas sampul coklat, alkohol 90%, micro tip, aquadest, dan buffer pH 4 serta pH 7. Peralatan yang digunakan antara lain tabung reaksi, erlenmeyer 500 ml, gelas jar, pH meter, inkubator, colony counter, autoclave, timbangan digital, alat pengaduk, micropipet, cawan petri, bunsen, beaker glass, gelas ukur, dan botol semprot. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial dengan dua faktor: A (bibit kefir) yaitu A1 = Jawa Timur (Malang), A2 = Jawa Tengah (Banyumas), dan A3 = Jawa Barat (Tasikmalaya); serta faktor B (penambahan skim) yaitu B0 = 0%, B1 = 6%, dan B2 = 8%, masing-masing dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati adalah nilai pH dan total bakteri asam laktat (BAL). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji BNT jika berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor A berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH kefir dengan nilai rata-rata A1 (3,91a), A2 (3,95a), dan A3 (4,02b). Faktor B berpengaruh nyata (P<0,05) dengan rata-rata B1 (3,93b), B0 (3,97a), dan B2 (3,98a). Interaksi AB juga berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH dengan nilai A1B0 (3,87a), A1B1 (3,91b), A2B1 (3,91b), A1B2 (3,94c), A2B2 (3,95c), A3B1 (3,97d), A2B0 (3,98d), A3B2 (4,03e), dan A3B0 (4,06f). Berdasarkan ANOVA, tidak terdapat pengaruh nyata (P>0,05) terhadap total BAL dengan nilai A3B2 (1,3 × 1010 CFU/ml), A3B0 (1,3 × 1010 CFU/ml), A2B2 (1,8 × 1010 CFU/ml), A2B0 (1,9 × 1010 CFU/ml), A2B1 (2,1 × 1010 CFU/ml), A1B2 (2,6 × 1010 CFU/ml), A1B0 (2,6 × 1010 CFU/ml), A3B1 (4,1 × 1010 CFU/ml), dan A1B1 (4,3 × 1010 CFU/ml). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penambahan skim pada bibit kefir lokasi berbeda mempengaruhi nilai pH tetapi tidak mempengaruhi total BAL. Bibit kefir asal Malang dengan skim 6% menghasilkan pH 3,91 dan total BAL 4,3×1010 CFU/ml. Disarankan penggunaan bibit kefir Malang dengan skim 6%, serta penelitian lanjutan pada uji organoleptik, viskositas, dan kadar protein. Kata Kunci : Kefir, Bibit kefir, Lokasi berbeda, Skim, pH, Total BAL. THE EFFECT OF ADDING SKIM ON KEFIR SEEDLINGS IN DIFFERENT LOCATIONS ON THE pH VALUE AND TOTAL LACTIC ACID BACTERIA AbstractThe purpose of this study is to analyse the effect of adding skim on kefir seeds in different locations on the pH value and total lactic acid bacteria. The ingredients used are 10 L of fresh cow's milk from morning milking and 3% kefir seeds from different locations. The ingredients used include MRS agar, liquid skim, cotton, brown envelope paper, 90% alcohol, micro tip, aquadest, and pH 4 and pH 7 buffers. The equipment used include test tube, 500 ml erlenmeyer, glass jar, pH metre, incubator, colony counter, autoclave, digital scale, mixing tool, micropipette, petri dish, bunsen, glass beaker, measuring cup, and spray bottle. The research method uses Complete Randomisation Design (RAL) Factorial Pattern with two factors: A (kefir seed) namely A1 = East Java (Malang), A2 = Central Java (Banyumas), and A3 = West Java (Tasikmalaya); and factor B (skim addition) namely B0 = 0%, B1 = 6%, and B2 = 8%, each with three repetitions. The observed variables are the pH value and the total of lactic acid bacteria (BAL). The data was analysed using ANOVA and continued with the BNT test if it had a real effect. The research results show that factor A has a very significant effect (P<0,01) on the pH of kefir with an average value of A1 (3,91a), A2 (3,95a), dan A3 (4,02b). Faktor B berpengaruh nyata (P<0,05) dengan rata-rata B1 (3,93b), B0 (3,97a), dan B2 (3,98a). Interaksi AB juga berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH dengan nilai A1B0 (3,87a), A1B1 (3,91b), A2B1 (3,91b), A1B2 (3,94c), A2B2 (3,95c), A3B1 (3,97d), A2B0 (3,98d), A3B2 (4,03e), dan A3B0 (4,06f). Based on ANOVA, there is no real effect (P>0,05) on the total BAL with values of A3B2 (1,3 × 1010 CFU/ml), A3B0 (1,3 × 1010 CFU/ml), A2B2 (1,8 × 1010 CFU/ml), A2B0 (1,9 × 1010 CFU/ml), A2B1 (2,1 × 1010 CFU/ml), A1B2 (2,6 × 1010 CFU/ml), A1B0 (2,6 × 1010 CFU/ml), A3B1 (4,1 × 1010 CFU/ml), dan A1B1 (4,3 × 1010 CFU/ml). The conclusion of the study shows that the addition of skim on kefir seeds in different locations affects the pH value but does not affect the total BAL. Kefir seeds from Malang with 6% skim produce pH 3,91 and total BAL 4,3×1010 CFU/ml. It is recommended to use Malang kefir seeds with a 6% skim, as well as further research on organoleptic tests, viscosity, and protein levels.     Keywords : Kefir, Kefir Seeds, Different Locations, Skim, pH, Total BAL.