cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
alfian.rokhmansyah@gmail.com
Phone
+62541-7809033
Journal Mail Official
fib@unmul.ac.id
Editorial Address
Jalan Ki Hajar Dewantara, Kampus Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti)
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26852756     EISSN : 27769992     DOI : -
Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) merupakan seminar nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman. Seminar ini dimulai pada tahun 2019 dan dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Ruang lingkup seminar ini khususnya kajian-kajian bidang kebudayaan, seperti kajian bahasa, kajian sastra, dan kajian seni.
Articles 82 Documents
MAKNA SIMBOLIK UPACARA ADAT BELIAN SENTIYU DI DESA MUANG, SAMARINDA Setya Ariani; Chris Asanti; Purwanti
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis upacara adat yang hingga saat ini masih dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Dayak yang menempati wilayah Kalimantan Timur adalah upacara Belian Sentiyu. Di wilayah Desa Muang, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Belian Sentiyu dipercaya sebagai ritual pengobatan yang melibatkan masyarakat setempat, diselenggarakan sesuai dengan prosesi serta mempergunakan peralatan, perlengkapan ataupun sesajen tertentu. Tahapan pelaksanaan serta peralatan, perlengkapan dan sesajen yang dipergunakan dalam upacara Belian Sentiyu mengandung makna sehingga penelitian ini memfokuskan permasalahan utama pada makna simbolik upacara Belian Sentiyu di Desa Muang, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus melalui pendekatan semiotik mitos Roland Barthes. Data diperoleh dari hasil observasi pelaksanaan upacara adat, wawancara dengan pemeliat, kepala adat dan warga setempat serta hasil dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa warga Dayak Desa Muang menyelenggarakan ritual tolak bala yang dikenal dengan istilah Gugu Tahun pada setiap tahunnya. Narasumber juga menyebutkan bahwa Belian Sentiyu dapat pula diselenggarakan bersamaan dengan ritual tolak bala ini apabila ada warga setempat yang berkepentingan untuk mengobati/ menyembuhkan penyakit yang berasal dari roh-roh jahat. Tahapan, waktu dan lokasi pelaksanaan, pemotongan jumlah dan jenis hewan dalam upacara, peralatan, perlengkapan serta jenis sesajen yang digunakan dalam upacara adat Belian Sentiyu merepresentasikan hal-hal yang mengandung makna simbolik tertentu sesuai dengan kepercayaan masyarakat suku Dayak.
THE REFERENTS OF CENDANA IN MEDIA DISCOURSE A: Study of Metonymic Use of Place Name Muhammad Adam
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since the resignation of Indonesian second president-Soeharto twenty one years ago, his private residence’s address is still used by media till today to refer to him, to his family, to political party affiliates to him and everything associates to him. This research looks into the metonymic use of cendana, the street address of the second Indonesian president - Soeharto’s residence, Cendana Street No.8-Menteng, Central Jakarta. The aims of the research are to study the metonymic use of cendana in Indonesian media discourse to analyze the collocation of cendana in metonymic use, and to identify the exact referents. The method is descriptive qualitative, the source of data are from thirty news article from two mainstream Indonesian online media, Detik and Tempo. The results show that there are in total five collocations of cendana in metonymic use exclude the use of only the word cendana and the referents of the metonymic use is extended not only to Soeharto’s off springs but also to his brother, and other relatives. The contexts of discourse mostly used in political discourse,andsomeothersareinlaw,economyandentertainment discourse. The metonymic use of cendana by Indonesian media implies that the family still holds a big influence in Indonesian political landscape. The result also shows that Tommy Soeharto is the most dominant referent for the metonymic use of cendana and its collocation, whereas keluarga cendana (cendana family) is the most dominant collocation.
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA, BAHASA DAERAH, DAN BAHASA INGGRIS DALAM STATUS DI MEDIA SOSIAL FACEBOOK M. Imelda Kusumastuty
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan maraknya media sosial di era global dan milenial ini, pengguna media sosial—terutama kaum muda—semakin bertambah dari hari ke hari termasuk di Indonesia. Para pengguna media ini dapat membuat status dalam bentuk teks, yang dapat diguna k a n untuk melihat kecenderunga n pengguna a n bahasa mereka. Dala m makalah ini peneliti ingin melihat preferensi penggunaan bahasa di media sosial Facebook dan mengidentifikasi apakah para pengguna tersebut lebih cenderung menggunaka n bahasa Inggr is sebaga i bahasa internas io na l, tetap mempertaha nk a n bahasa Indone s ia sebagai bahasa nasional, atau malah lebih memilih mempertahanka n kelestarian bahasa daerah. Peneliti juga ingin melihat dalam situasi apa dan bagaimana pengguna menggunakan pilihan bahasanya tersebut. Data diperoleh dari status Facebook dari 15 (lima belas) orang warga negara Indonesia yang di-posting selama bulan Januari 2019 hingga Juni 2019. Para pengguna tersebut semuanya berlatar belakang mahasiswa, alumni, guru, atau dosen bahasa Inggris dan menguasai juga bahasa daerah dalam hal ini bahasa Jawa. Data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejauh ini bahasa Indonesia tetap menjadi preferensi utama, disusul oleh bahasa Inggris di tempat kedua, dan bahasa daerah berada pada posisi terakhir. Secara umum pengguna lebih cenderung menggunak a n bahasa Indonesia na mun pada beberapa situasi tertentu mereka beralih ke bahasa Inggris atau bahasa daerah.
KESADARAN SIMBOLIK DALAM TEMBANG JOONG NYELONG (KAJIAN MITOS ROLAND BARTHES) Dahri Dahlan; Norma Atika Sari; Jonathan Irene Sartika Dewi Max
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada tradisi tembang Joong Nyelong, terutama liriknya. Teori yang digunakan adalah semiologi Roland Barthes yang secara spesifik menelaah makna teks pada tataran pertama (denotasi), kedua (konotasi), dan akhirnya akan merujuk pada mitos yang terbagun dari pemaknaan tersebut. Objek kajian tidak hanya terpusat pada lirik atau teks jadi akan dilihat pula konteks sosial budaya masyarakat Dayak Long Gelaat tempat tradisi ini tumbuh. Pada bagian ini digunakan teori sosiologi Emili Durkheim untuk melihat fungsi Joong Nyelong sebagai pembentuk solidaritas. Penelitian kualitatif deskriptif ini menemukan bahwa Joong Nyelong mentransmisikan mitos (1) Kekuatan dan Status Sosial, (2) Persatuan, (3) Kebersamaan dan Ikatan Persaudaraan, (4) Keterbukaan, (5) Estetika, (6) Kepahlawanan, (7) Perlindungan, dan (8) Siklus Kehidupan. Pemaknaan mitos-mitos inilah yang secara internal mendasari pola perilaku dan membentuk sikap solidaritas masyarakat Long Gelaat dalam menjawab tantangan modernisme.
PERAN LINGUIS DI ERA INDUSTRI Rissari Yayuk
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tidak hanya melingkupi masalah untung rugi tetapi juga terdapat unsur ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan linguistik. Masalah yang dikaji meliputi apa saja jenis dunia industri secara umum dan bagaimanakah peranlinguis dalam dunia industri. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan jenis dunia industri secara umum dan wujud peran linguis dalam dunia industri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan studi kepustakaan. Temuan hasil analisis yaitu jenis dunia industri secara umum meliputi industri primer, sekunder, manufaktur, dan industri jasa. Wujud peran linguis dalam dunia industri antara lain: a) pekamus dan analisis kata, membuat kamus, dan penyusunan kosakata/istilah dalam keempat jenis industri dengan subbidang yang dilingkupinya; b) menjadi saksi ahli dengan menggunakan linguistik forensicdalamindustri jasapencemarannamabaik danilmu strukturuntuk analisis sertifikat lahan; c) sebagai programmer dengan teori pragmatik untuk menyaring berita hoaks dalam industri digital; d) sebagai neurolog dalam subindustri kesehatan; e) sebagai penerjemah (bahasan Indonesia dan daerah) melalui industri digital yang lebih bagus daripada google; f) membuat game di youtube dan play store yang berhubungan dengan struktur bahasa dan ilmu bahasa lainnya di media digital; g) menyebarluaskan informasi kebahasaan berlatar teori linguistik dalam industri riset; serta h) menerbitkan ragam kajian melalui industri cetak dan digital. Kesimpulannya adalah linguis dapat berperan dalam berbagai bidang di era industri sekarang berdasarkan kemampuan masing-masing. Saran penelitian ini adalah perlu kerja sama dan dukungan yang baik antara linguis daninstansi.
RELASI KARAKTERISTIK MUSIKAL TERHADAP TANDA PADA IKLAN DJARUM 76 TEMA ANJING Yofi Irvan Vivian; Ririn Setyowati; Nita Maya Valiantien
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi membawa dampak positif bagi produsen dalam memasarkan produknya ke calon konsumen. Hal ini terlihat dari iklan yang hadir pada televisi, salah satunya iklan rokok. Iklan rokok tidak diperkenankan mempertunjukan barang jualannya karena mengikut i PeraturanPemerintahRepublik Indonesia, Nomor 108, Tahun 2012. Fokus penelitian ini adalah iklan Rokok 76 tema Anjing. Iklan ini tidak mempertunjukan rokoknya tetapi menghadirkan sebuah sosok Om Jin dan Perempuan. Banyak tanda yang memberikan makna dari adegannya, baik ekspresi maupun tuturan yang dihasilkan. Peneliti membagi tiga bagian pada musik backsound yang digunakan pada iklan Rokok Djarum 76 tema Anjing.
MINAT DAN PENGETAHUAN ANAK PADA LAGU DAERAH KALIMANTAN Famala Eka Sanhadi Rahayu; Zamrud Whidas Pratama
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat dan pengetahuan anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) terhadap lagu daerah Kalimantan merupakan hal yang cukup serius untuk diperhatikan karena hal ini berpengaruh terhadap upaya pelestarian kesenian daerah Kalimantan. Oleh karena itu, informasi tentang minat dan pengetahuan anak-anak menjadi penting untuk diketahui melalui survei minat dan pengetahuan anak terhadap lagu daerah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori minat dan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendata bagaimana minat dan pengetahuan anak terhadap lagu daerah Kalimantan khususnya Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan penelitian survei dengan metode deskriptif kuantitatif yakni melakukan survei lapangan. Sampel penelitian ini adalah 158 siswa yang terdiri dari Kelas VA, dan VB Sekolah Dasar Negeri 005 berjumalah 40 siswa, dan kelas VA, VB, dan VC Sekolah Dasar Negeri 007 Samarinda berjumlah 118 siswa. Hasil analisis data menunjukan bahwa minat responden terhadap lagu daerah cukup tinggi, yaitu sekitar 74 %. Namun, pengetahuan responden terhadap lagu daerah Kalimantan Timur. Hal ini dibuktikan dengan adanya 118 orang atau 80,8 % dari jumlah responden memiliki tingkat pengetahuan tentang lagu daerah khususnya daerah Kalimantan Timur dalam kategori rendah.
PROJECT-BASED DRAMA LEARNING IN REDUCING STUDENTS’ SPEAKING ANXIETY A. K. Amarullah; Noor Rachmawaty
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Project-based Drama Learning (PBDL) is a learning model designed for both language learning and language teaching. In this case, PBDL gives a positive contribution to students’ language engagement and development. It provides a natural context for learning English. They learn not only the language that existed in the drama or the novel they read, but also the spontaneous language they use when they are doing their project. Referring to the significant contribution of PBDL and the urgency in helping pre- service English teachers at the English Department, Mulawarman University to perform well in their speaking, therefore the researcher intends to replicate the implementation of PBDL conducted by the previous researchers in the researchers’ English Drama course. The participants of this study were 27 students who enrolled in the researchers’ English Drama Course. This study was experimental. Speaking anxiety questionnaire was used by the researcher to find out students’ speaking anxiety level before and after the PBDL was implemented. Paired samples t-test was conducted to compare the level of speaking anxiety of students before and after PBDL was implemented. There was no significant difference found in students’ speaking anxiety levels before and after the treatment. Further investigation using different design and instruments needs to be carried out in order to reveal the insignificant effect of PBDL in reducing students’ speaking anxiety.
STUDI KASUS TENTANG MINAT BACA ANAK Satyawati Surya; Indah Sari Lubis
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat baca anak serta faktor-faktor pendukung minat baca anak. Penelitian ini mengunakan disain penelitian berupa studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak SD Swasta di kota Samarinda bernama Cassey yang mempunyaikebiasaanmembacaluarbiasadanbisadigolongkan anakyang gemar membaca. Penelitian ini menggunakan teori minat baca anak. Instrument berupa observasi dan interview/wawancara. Temuan yang diperoleh adalah Cassey adalah seorang anak yang memiliki minat baca. Kebiasaan membaca Cassey timbul sejak masa kanak-kanak (usia 4 tahun). Minat dan kebiasaan ini muncul dengan sendirinya tanpa ada permintaan dari orang tua untuk dia membaca. Peran orang tua dan kondisi ekonomi keluarga sangat berpengaruh terhadap minat dan kebiasaan membaca yang tumbuh pada diri Cassey.
LEARNING STRATEGIES AND ANXIETY ON GRAMMAR ACHIEVEMENT Noor Rachmawaty; Setya Ariani
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Successful foreign or second language instruction involves individual learning differences as important variables observed among students. Out of many variables, learning strategies and anxiety are highlighted to be major concerns influencing grammar achievement. This paper sought to examine whether learning strategies and anxiety reported by EFL students influencing grammar scores. Strategy Inventory for Language Learning (SILL) and Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) questionnaires were administered to fifty-nine student samples. Path analysis was used to map the relationship model of the variables in this study. The statistical analysis revealed that the influence of learning strategies and anxiety on grammar score was 0.063 or 6.3%. This implied that 93.7% of students’ grammar score was influenced by other variables. The statistical analysis also showed that there was a negative correlation between learning strategies and grammar scores (r = -200, p<.05). Similarly, a negative correlation was also seen in anxiety and grammar score (r = -146, p<.05). The findings contribute to improve the quality of teaching grammar and provide recommendation for future studies in the area of teaching and learning grammar in the EFL context.