cover
Contact Name
Ari Khusuma
Contact Email
khusumaari@gmail.com
Phone
+6281273148122
Journal Mail Official
khusumaari@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)
ISSN : -     EISSN : 29634687     DOI : https://doi.org/10.32807/jilts.v3i1.40
Core Subject : Health, Science,
Journal of Indonesia Laboratory Students is a scientific journal published to facilitate academic and researcher publication of their research results in science and Medical Technology Laboratories. This journal has an EISSN of 29634687 and is Open Access and can be downloaded for free. Journal of Indonesia Laboratory Students is a journal by Medical Laboratory Technology Poltekkes Kemenkes Mataram, JILTS was published in 2022 and encourages students to get involved in research, Journal of Indonesia Laboratory Students adopts double-blind peer review policy concerns on various health fields, such as Cytohistotechnology Microbiology, Hematology, Clinical Laboratory, Parasitology, Immunology, Toxicology
Articles 64 Documents
Analisis Tingkat Infeksi Soil Transmitted Helmints (STH) dengan Kadar Haemoglobin pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan Anwariah, Zuhairatun; Nurul Inayati; Erna Kristinawati; Rohmi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i1.122

Abstract

Latar Belakang: STH (Soil Transmitted Helminths) merupakan Nematoda usus membutuhkan tanah untuk proses pematangan sel telur dalam siklus hidupnya yang dapat menjadikan stadium non infektif menjadi stadium infektif. Sedangkan Hemoglobin merupakan molekul yang terdiri dari kandungan heme atau zat besi dan rantai polipeptida globin yaitu alfa, beta, gama, dan delta. Tujuan Penelitian: Mengetahui tingkat infeksi STH (Soil Transmitted Helminths) dengan kadar haemoglobin pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Ampenan. Metodelogi Penelitian: Rancangan pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non probability sampling yaitu accidental sampling dan uji statistik yang di gunakan adalah uji Sperman Rank, dengan jumlah sampel sebanyak 24 ibu hamil dengan Hb ≤ 11gr%. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil pemeriksaaan telur cacing Soil Transmitted Helmint pada ibu hamil dengan kadar Hb ≤11gr% di dapati 2 responden yang menunjukan hasil positif terinfeksi STH , sedangkan 22 responden menunjukan hasil negative dikarenakan tidak ditemukan telur cacing STH. Adapun jenis telur cacing yang ditemukan adalah Trichuris trichura. Rata-rata kadar haemoglobin ibu hamil yang di periksa feses nya adalah 10,7 gr%. Jumlah telur cacing Trichuris trichiura yang terhitung pada hasil positif dengan metode pemeriksaan Kato Katz adalah 40 per gr feses yang masuk dalam kategori tingkat infeksi rendah. Kesimpulan: Secara statistik tidak tedapat hubungan yang signifikan antara tingkat infeksi STH (Soil Transmitted Hemlinths) terhadap kejadian anemia pada ibu hamil.
Deteksi Cotinine sebagai Penyebab Green Tobacco Sickness (GTS) pada Petani Tembakau di Desa Marong Metode Rapid Diagnostic Test (RDT) Azharin, Intan; Fihiruddin; Danuarti, Maruni wiwin
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i1.176

Abstract

Latar Belakang: Green Tobacco Sickness (GTS) merupakan keracunan nikotin yang beresiko di alami oleh petani tembakau. Nikotin tersebut berasal dari daun tembakau yang terserap ke permukaan kulit pada saat kontak langsung dengan saat memetik atau mengolah daun tembakau. Nikotin merupakan senyawa alkaloid yang ada di dalam tembakau dengan berat molekul rendah dan kelarutan dalam lemak dan air yang baik sehingga mudah di serap oleh kulit yang mengakibatkan abrasi pada kulit tangan. Cotinine sering digunakan sebagai biomarker dalam pemeriksaan paparan nikotin terhadap petani. Tujuan Penelitian: Untuk mendeteksi cotinine pada petani tembakau sebagai penyebab Green  Tobacco Sickness (GTS) di desa marong metode Rapid Diagnostic Test (RDT). Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 – Maret 2024 dengan populasi 354 orang di dusun karang payung, tehnik pengambilan sampel simple random sampling dengan jumlah sampel 24 urin petani tembakau dan selanjutnya di analisis dengan obsevasional deskriptif. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan deteksi cotinine pada petani tembakau dengan responden 24 menunjukkan hasil positif dengan gejala yang dialami seperti mual, muntah, pusing,kelahan dan kelemahan tubuh yang berlebih,denyut jantung tidak normal, kram perut dan suhu tubuh tidak normal. Kesimpulan: Cotinine terdeteksi pada semua sampel urine petani di Desa Marong menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT).Green Tobacco Sickness (GTS), Nikotin, Tembakau.
Pengaruh Lama Penyimpanan Darah terhadap Kualitas Darah Packed Red Cell (PRC) di UTD RSUD Kabupaten LombokUtara Adawiyah, Luluil; Jiwintarum, Yunan; Resnhaleksmana, Ersandhi; Urip
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i1.192

Abstract

Background: Packed Red Cell (PRC) is the most widely used blood component in transfusion. In general, PRC is used for patients with anemia that is not accompanied by a decrease in blood volume, such as patients with hemolytic, acute leukemia, chronic leukemia, thalassemia, and chronic renal failure. The quality of the PRC component is done by checking the hemoglobin and hematocrit levels in the blood component products produced. In transfused blood storage there are elements of blood storage lesions including: morphological changes, slowing metabolism with decreased adenosine triphosphate (ATP) concentration, acidosis with decreased 2,3 diphosphoglycerate (2,3-DPG) concentration. This will pose a risk to the safety and efficacy of long-stored PRC.. Research Objectives: Knowing the Effect of Blood Storage Duration on the Quality of Packed Red Cell (PRC) Blood in the Blood Transfusion Unit of North Lombok Regency Hospital. Research Methods: This research is a pre-experimen The study population was all PRC blood in the Blood Transfusion Unit of NorthLombok District Hospital. The sample used was PRC blood taken randomly with a total of 24 experimental units. Using primary data and statistically analyzed with Kruskal-Wallis test. The Results: The average hemoglobin level on day 21 storage was 50.3 g/unit, day 28 was 48.8 g/unit, and on day 35 was 47.1 g/unit. The average hematocrit value on day 21 of storage was 65.6%, day 28 was 63.6%, and on day 35 was 61.4%. The results of the PRC blood quality assessment showed that on day 21 storage the blood quality was good, while on day28 and day 35 storage the PRC blood quality was not good. Effect of bloodstorage duration on PRC blood quality (p = 0.000 < α = 0.05). Conclusion: There is an effect of storage duration on the quality of PRC blood.
Uji Sensitivitas dan Spesitifitas Immuno Chromatography Test -Tuberculosis (ICT - TB) pada Penderita Tuberkulosis Paru di Kabupaten Bima-NTB Fitri; Rohmi; Ariami, Pancawati; Kusuma Dewi, Lale Budi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i1.213

Abstract

Background: The problem of Tuberculosis (TB) is a healt problem thathas long been faced by various countries in the world, includingIndonesia. Tuberculosis is an infectious disease caused by infectionwith the germ Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis disease mostlyaffects the lung parenchyma (pulmonary TB). ICT-TB is a serologicaltest that is fast, simple and easy bto operate. The limited of number ofGenexpert MTB in Bima regency is an obstacle in establishing an earlytuberculosis. Objective: To determinan the sensitivity and specificity of the immunochromatography test-tuberculosis (ICT-TB) method in TB patients. Method: This study is an analytical abservational study, with apurposive sampling approach, namely research samples taken fromserum specimens for the ICT-TB method and sputum for GenexpertMTB as standart. The sensitivity and specificity for ICT-TB werecalculated manually using the Mc nemar formula in the 2 x 2 diagnostictest table. Results: The ICT- TB result showed 4 positive IgG respondents and 41negative respondents, while the Genexpert MTB result showed 6 MTBDetected and 39 MTB Not Detected. The ICT-TB sensitivity test resultfor TCM were 50% and specificity 97,44%. Conclusion: ICT-TB method has excellent specificity value. However ,the ICT-TB method examination still has shortcomings that are notfound in the Genexpert MTB method.Recommendation: Further research needs to be carried out usingsamples of tuberculosis positive patients who have not receivedtreatment.
Perbedaan Kadar Kolesterol Berdasarkan Lama Mengkonsumsi Obat Golongan Statin pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Wanasaba Ayu Rosita; Erlin Yustin Tatontos; Iswari Pauzi; Yunan Jiwintarum
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.171

Abstract

Latar Belakang: Kolesterol adalah hasil metabolisme lemak sterol membran sel yang ditemukan dalam plasma darah. Pada usia lanjut, kadar kolesterol total lebih tinggi daripada pada usia muda. Ini disebabkan oleh fakta bahwa aktivitas reseptor berkurang seiring bertambahnya usia. Obat tradisional yang digunakan oleh orang tua (manula) yang mungkin mengurangi. kadar kolesterol adalah obat golongan statin. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan kadar kolesterol pada lansia berdasarkan lama mengkonsumsi obat golongan statin di wilayah kerja Puskesmas Wanasaba. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperiment rancangan One grup pretest-postest. Populasi penelitian ini adalah lansia dengan kadar kolesterol tinggi di <200 mg/dl. Sampel penelitian ini adalah populasi sebanyak 24 orang yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama berjumlah 12 responden satu tahun sebelum mengonsumsi statin, dan kelompok kedua berjumlah 12 responden satu tahun setelah mengonsumsi statin. Teknik pengambilan sampel Non-probability Purposive Sampling, analisis data menggunakan One Way Anova. Hasil Penelitian: Rerata kadar kolesterol pada kelompok lansia sebelum satu tahun mengonsumsi obat golongan statin adalah 271,9 mg/dl dan rerata kadar kolesterol pada kelompok lansia sesudah satu tahun mengonsumsi obat golongan statin adalah 224,8 mg/dl. Hasil uji statistic dengan one way anova 0,001 yang berarti rata rata kadar kolesterol sebelum dan sesudah mengonsumsi obat golongan statin yang berbeda secara signifikan atau secara nyata. Kesimpulan: Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan kadar kolesterol lansia sebelum satu tahun mengkonsumsi obat golongan statin lebih tinggi dibandingkan sesudah satu tahun mengkonsumsi obat golongan statin.
Card Bloodless : Inovasi Alat Ukur Kolesterol Non – Invasive Deteksi Dini Kadar Kolesterol dengan Pengaplikasian Arduino Uno Dharmajaya Gisu, I Ketut Budi; Lalu Srigede; Yudha Anggit Jiwantoro; Ari Khusuma
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.193

Abstract

Latar Belakang: Kadar Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penyakit henti jantung atau serangan jantung dan stroke yang merupakan penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia. Kolesterol merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi jika kadar Kolesterol tidak sesuai dengan nilai normal yang ada, maka zat ini akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Identifikasi dan pemantauan kadar kolesterol menjadi hal kritis dalam upaya pencegahan penyakit. Kolesterol umumnya dapat di pantau dengan menggunakan alat – alat Kesehatan dengan metode invasive yang mengharuskan pasien datang ke fasilitas layanan Kesehatan. Dengan metode invasive tidak jarang terjadi human error yang menyebabkan kesalahan atau trauma luka pada pasien. Hal ini yang menjadi alasan peneliti untuk mengembangkan inovasi alat ukur kadar kolesterol dengan metode non – invasive sebagai alternatif pemeriksaan yang tidak menimbulkan trauma luka pada pasien. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kadar kolesterol dengan metode non – invasive dengan menggunakan Arduino Uno dan TCRT5000 yang dapat meniadakan trauma luka pada pasien saat pemeriksaan. Metode Penelitian: Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Research and Development, peneliti melakukan uji kelayakan Card Bloodless kepada 15 pasien dengan perbandingan POCT sebagai control. Hasil Penelitian: Berdasarkan data yang diperoleh, Card Bloodless dapat melakukan uji kadar kolesterol tanpa menimbulkan trauma pada pasien. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa alat Card Bloodless dapat dijadikan sebagai alat konvensional yang memiliki nilai akurasi dan presisi yang hampir sama dengan alat konvensional lain dengan keunggulan tanpa harus menggunakan sampel darah yaitu dengan metode Non – Invasive. 
Korelasi Jumlah Trombosit dan Jumlah Eritrosit dengan Proteinuria pada Penderita Demam Berdarah Dengue (Dbd) Putra, Finky Pradika; Nurul Inayati; I Wayan Getas; Siti Zaetun
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.201

Abstract

Latar Belakang : DBD merupakan penyakit infeksi oleh virus dengue. Parameter laboratorium untuk menegakkan diagnosis DBD diantaranya adalah hasil pemeriksaan serologi menunjukkan hasil positif dan trombositopenia. Adanya hemokonsentrasi kadar hematokrit dan hemoglobin berkaitan erat dengan jumlah eritrosit dalam darah, serta menyebabkan terjadi proteinuria melalui beberapa mekanisme kebocoran protein plasma pada kondisi infeksi virus dengue berat. Tujuan Penelitian : mengetahui korelasi antara jumlah trombosit dan eritrosit serta proteinuria pada penderita DBD. Metode Penelitian : Rancangan penelitian yaitu observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel data dipetik melalui rekam medis sebanyak 97 data di RSUD Kota Mataram. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji korelasi Spearmann. Hasil Penelitian : hasil pemeriksaan Anti Dengue IgG/IgM sebanyak 97 (100%) positif. Trombositopenia sebanyak 52(53,6%), normal sebanyak 45(46,4%), dan trombosis (0%). Jumlah eritrosit rendah adalah sebanyak 7 (7,2%), dan eritrosit normal 71 (73,2%), serta eritrosit tinggi 19 (19,6%). Kadar Protein urine dengan hasil negatif sebanyak 80 (82,5%), positif 1 sebanyak 14 (14,4%), positif 2 sebanyak 3 (3,1%) sampel data, dan tidak ada positif 3 (0%). Berdasarkan analisis data menunjukkan korelasi antara jumlah trombosit dengan demam berdarah dengue diperoleh p value = 0,000, korelasi antara kadar protein urine dengan demam berdarah dengue diperoleh p value = 0,004, dan korelasi antara jumlah eritrosit dengan demam berdarah dengue diperoleh p value = 0,785. Kesimpulan : Ada korelasi antara jumlah trombosit dengan demam berdarah dengue dan ada korelasi antara kadar protein urine dengan demam berdarah dengue. Tidak ada korelasi antara jumlah eritrosit dengan demam berdarah dengue.   Kata Kunci : trombosit, eritrosit, protein urine, DBD    
Optimalisasi Tepung Talas Mbote (Xanthosoma Sagittifolium) Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Jamur Aspergillus Sp dan Candida Albicans azwa rafiza; Rohmi; Erna Kristinawati; Agrijanti
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.224

Abstract

Latar Belakang: Jamur patogen seperti Aspergillus sp. dan Candida albicans menyebabkan infeksi seperti aspergillosis dan kandidiasis, terutama pada individu imunokompromais. Media kultur standar PDA mahal, sehingga diperlukan alternatif lokal seperti tepung talas mbote yang kaya karbohidrat (41%), protein (15%), lemak (1,4%), mineral, dan vitamin. Talas mbote berpotensi sebagai substrat nutrisi untuk pertumbuhan jamur karena kandungan gizinya yang mendukung metabolisme karbon. Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan mengoptimalkan berbagai formula tepung talas mbote (4 gr, 3,5 gr, 3 gr, 2 gr, 1 gr) sebagai media alternatif pertumbuhan Aspergillus sp. dan Candida albicans dibandingkan PDA. Analisis dilakukan untuk membandingkan diameter koloni Aspergillus sp. dan jumlah koloni Candida albicans pada media tersebut. Metode Penelitian: Penelitian pre-eksperimental dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi TLM Poltekkes Kemenkes Mataram pada Desember 2024-Januari 2025 dengan 4 perlakuan formula tepung talas mbote. Inokulasi jamur diinkubasi 3x24 jam pada suhu optimal, dianalisis secara deskriptif melalui pengukuran diameter koloni Aspergillus sp. dan hitung koloni Candida albicans. Hasil Penelitian: Pada Aspergillus sp., formula 4 gr menghasilkan diameter koloni terbesar 23 mm (rata-rata 51,5 mm), melebihi PDA (rata-rata 49 mm); formula 3,5 gr 22 mm. Pada Candida albicans, formula 4 gr tumbuh 25 koloni (rata-rata 55,5), lebih tinggi dari PDA (rata-rata 42); formula 3,5 gr 24 koloni. Semua formula menunjukkan pertumbuhan optimal, didukung enzim amilase yang menguraikan karbohidrat menjadi glukosa. Kesimpulan: Tepung talas mbote Xanthosoma sagittifolium efektif sebagai media alternatif optimal untuk pertumbuhan Aspergillus sp. dan Candida albicans, terutama formula 4 gr dan 3,5 gr yang sebanding atau melebihi PDA. Media ini ekonomis dan nutrisi lengkap, cocok untuk laboratorium dengan keterbatasan sumber daya.
Pengaruh Jenis Pengobatan terhadap Kadar Gula Darah 2 Jam Post Prandial pada Pasien Diabetes Melitus Tipe-2 Jasmine Chairunnisa; Agrijanti; Ari Khusuma; Pancawati Ariami
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 disebabkan oleh gangguan sekresi atau fungsi insulin yang menyebabkan akumulasi glukosa dalam darah, sehingga merusak organ seperti jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Prevalensi diabetes di Indonesia meningkat signifikan, dengan 19,5 juta penderita pada 2021 menurut IDF, termasuk 64.544 kasus di Nusa Tenggara Barat pada 2023. Pengukuran gula darah 2 jam post prandial penting untuk menilai efektivitas pengobatan dalam mengontrol glukosa pasca makan. Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pengobatan metformin, glibenklamid, dan kombinasi metformin-glibenklamid terhadap kadar gula darah 2 jam post prandial pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Selain itu, menganalisis mekanisme kerja obatobatan tersebut dalam menurunkan glukosa darah untuk meningkatkan pengendalian glikemik. Metode Penelitian: Penelitian analitik observasional potong lintang menggunakan data sekunder dari 96 rekam medis pasien DM Tipe 2 di RSUD Patut Patuh Patju periode JanuariDesember 2024, dengan sampel purposive (32 metformin, 32 glibenklamid, 32 kombinasi). Analisis dilakukan dengan uji nonparametrik Kruskal-Wallis setelah uji normalitas KolmogorovSmirnov. Hasil Penelitian: Rerata gula darah puasa dan 2 jam post prandial sebelum pengobatan: metformin (157 dan 151 mg/dL), glibenklamid (154 dan 150 mg/dL), kombinasi (189 dan 162 mg/dL), menunjukkan penurunan kadar gula darah pada ketiga kelompok. Uji Kruskal-Wallis menghasilkan p=0,081 (puasa) dan p=0,886 (2 jam post prandial), tidak ada perbedaan signifikan antar pengobatan (p>0,05). Kombinasi metformin-glibenklamid memberikan penurunan rerata terbaik (selisih 27 mg/dL). Kesimpulan: Ketiga jenis pengobatan menurunkan kadar gula darah 2 jam post prandial pada pasien DM Tipe 2, dengan kombinasi metformin-glibenklamid paling optimal meskipun tidak signifikan secara statistik. Pengendalian glikemik lebih baik pada terapi kombinasi, dipengaruhi faktor seperti pola makan dan kepatuhan pasien.
Pengaruh Senam Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Penderita Hiperurisemia di Wilayah Kerja Puskesmas Praya Mahillatul Iffa; Siti Zaetun; Thomas Tandi Manu; Erna Kristinawati
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.242

Abstract

Latar Belakang: Hiperurisemia merupakan kelainan metabolisme purin yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat serum (>7,0 mg/dL pria, >6,0 mg/dL wanita), memicu nyeri sendi parah dan kondisi patologis lainnya. Prevalensi global mencapai 34,2% dengan mayoritas kasus pada usia >34 tahun; di NTB terdapat 155 kasus artritis gout tahun 2021. Senam Prolanis sebagai aktivitas fisik non-farmakologis direkomendasikan untuk meningkatkan ekskresi asam urat melalui peningkatan aliran darah dan fungsi ginjal. Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh senam Prolanis dalam menurunkan kadar asam urat pada 42 penderita hiperurisemia peserta Prolanis di Puskesmas Praya. Metode Penelitian: Penelitian observasional analitik desain cross-sectional dilakukan Mei 2025 menggunakan metode POCT (Point of Care Testing) Easy Touch pada darah kapiler sebelum dan sesudah senam Prolanis. Data dianalisis uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Wilcoxon karena tidak berdistribusi normal (p<0,05). Hasil Penelitian: Rerata kadar asam urat sebelum senam Prolanis 7,69 mg/dL dan sesudah 7,40 mg/dL; 39 dari 42 responden (92,8%) mengalami penurunan. Uji Wilcoxon menghasilkan p=0,000 (p<0,05), menunjukkan pengaruh signifikan senam terhadap penurunan kadar asam urat. Kesimpulan: Senam Prolanis berpengaruh signifikan menurunkan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia (p=0,000), dengan penurunan rerata 0,29 mg/dL setelah satu sesi. Intervensi ini efektif sebagai metode non-farmakologis di tingkat pelayanan primer, didukung kepatuhan dan pola makan rendah purin.