cover
Contact Name
Ari Khusuma
Contact Email
khusumaari@gmail.com
Phone
+6281273148122
Journal Mail Official
khusumaari@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)
ISSN : -     EISSN : 29634687     DOI : https://doi.org/10.32807/jilts.v3i1.40
Core Subject : Health, Science,
Journal of Indonesia Laboratory Students is a scientific journal published to facilitate academic and researcher publication of their research results in science and Medical Technology Laboratories. This journal has an EISSN of 29634687 and is Open Access and can be downloaded for free. Journal of Indonesia Laboratory Students is a journal by Medical Laboratory Technology Poltekkes Kemenkes Mataram, JILTS was published in 2022 and encourages students to get involved in research, Journal of Indonesia Laboratory Students adopts double-blind peer review policy concerns on various health fields, such as Cytohistotechnology Microbiology, Hematology, Clinical Laboratory, Parasitology, Immunology, Toxicology
Articles 54 Documents
Pengaruh Kualitas Tidur Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Berdasarkan Trimester Kehamilan Di Wilayah Narmada Malia Septiana; Siti Zaetun; Dr. Ershandi Renshaleksmana; Ida Bagus Rai Wiadnya
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i2.35

Abstract

Latar Belakang: Ketika proses kehamilan keluhan yang muncul berdampak kepada penurunan kualitas tidur dan berimbas kepada penurunan kesehatan akibat dari proses perbaikan sel yang tidak sempurna salah satunya biosintesis sel darah merah yang menyebabkan penurunan kadar hemoglobin dalam darah. Pengukuran kualitas tidur menggunakan instrument PSQI (Pittsburgh Sleep Qualilty Index) dan alat pengukuran kadar hemoglobin menggunakan metode POCT.Tujuan: Mengetahui pengaruh kualitas tidur terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil berdasarkan trimester kehamilan.Metode penelitian: Observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan data yang di peroleh di olah menggunakan uji statistic non parameetrik yaitu mann-whitney test.Hasil penelitian: kualitas tidur bu hamil trimester I, II, dan III 14 (46,7%) buruk dan 16 (53,3%) diantaranya baik. Rerata kadar hemoglobin trimester I 13,13 gr/dl, trimester II 10,14 gr/dl, trimester III 12,01 gr/dl. Hasil uji mann-withnwy test di dapatkan nilai probabilitas p= 0,017 kurang dari 0,05.Kesimpulan:Terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas tidur terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil berdasarkan trimester kehamilan
Prevalensi C-Reactive Protein (CRP) Positif Pada Usia Di Bawah Dan Di Atas 50 Tahun Rizki Ananda Putri; Dr. Fihiruddin; Drs. I Wayan Getas; Yunan Jiwintarum
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i2.36

Abstract

Latar Belakang: Rokok merupakan salah satu hasil olahan tembakau, yang mengandung zat-zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Kandungan zat dalam rokok dapat mengakibatkan kerusakan organ yang dapat menyebabkan inflamasi. Salah satu cara untuk mengetahui adanya inflamasi dalam tubuh yaitu dengan pemeriksaan kadar C-reactive protein. Kadar C-reactive protein yang meningkat sebagai penanda terjadinya inflamasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh usia perokok terhadap kadar C-reactive protein Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Sampel yang digunakan ialah 24 sampel menggunakan simple random sampling. Data yang diperoleh dan analisis menggunakan chi square. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 2 sampel yang positif CRP Kesimpulan : Usia perokok bukan merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi peningkatan kadar C-reactive protein.
Pengaruh Konsentrasi Formalin Terhadap Hasil Pemeriksaan Urine Metode Carik Celup Pada Urine Penderita Diabetes Melitus Vani Nurcahyanti; Ari Khusuma; Lale Budi Kusuma Dewi; Pancawati Ariami; Iswari Pauzi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i2.37

Abstract

Latar Belakang: Spesimen urin sebaiknya diperiksa  kurang dari 2 jam setelah pengambilan spesimen dan dapat bertahan 18 jam bila disimpan pada suhu 2 ̊ - 8 ̊ C. Urine penderita diabetes melitus mengandung glukosa yang baik untuk pertumbuhan bakteri. Pemberian pengawet seperti formalin diharapkan dapat mencegah penguraian komponen bakteri. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui konsentrasi formalin yang dapat dijadikan sebagai pengawet urine metode carik celup pada urine penderita diabetes melitus. Metode Penelitian: Merupakan penelitian Pre Eksperimen dengan rancangan One Grup Pretest-Postest Desain. Sampel urine penderita diabetes melitus akan ditambahkan dengan formalin 37%, 30%, 20%, dan 10% dapat digunakan sebagai pengawet urine pada penderita diabetes melitus sesudah ditunda selama 5 jam.             Hasil Penelitian: Sampel urine pada glukosa sebelum perlakuan +4 setelah diberikan perlakuan +1, pada pH urine sebelum perlakuan 6.0 setelah perlakuan 5.0 pada keton urine sebelum perlakuan negatif (-) setelah perlakuan hasilnya positif(+) pada parameter lain menunjukkan hasil yang tetap sama sebelum pemberian pengawet formalin dan setelah pemberian pengawet formalin.  Kesimpulan: formalin dengan konsentrasi 37%,30%,20%, dan 10% mampu menyebabkan penurunan hasil pada parameter pH dan glukosa urine. Sehingga pengawet formalin tidak efektif pada pemeriksan urine mengandung, glukosa.
Pengaruh Lama Inkubasi Terhadap Produksi Biofilm Secara In Vitro oleh Staphylococcus aureus yang Diisolasi dari Pasien Infeksi Saluran Kencing yang Menjalani Perawatan RSUD Provinsi NTB. Agrijanti; Siti Karyani; Nurul Inayati; Lale Budi Kusuma Dewi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i2.38

Abstract

Biofilm terutama dimiliki oleh bakteri pathogen, dan pengetahuan biofilm bermanfaat sebagai strategi pengobatan. Penelitian terhadap produksi biofilm oleh strain lokal masih jarang dilakukan, termasuk Staphylococcus aureus dikaitkan dengan sifat kekebalan terhadap antibiotik. Penelitian ini  secara in vitro meneliti tentang produksi biofilm oleh Staphylococcus  aureus yang diisolasi dari pasien infeksi saluran kencing  yang menjalani perawatan RSUD Provinsi NTB. Penelitian ini menggunakan lama inkubasi sebagai faktor yang mempengaruhi pembentukan biofilm bakteri Staphylococcus aureus. Lama inkubasi yang dilakukan adalah 0, 12, 24, 36 dan 48 jam. Pembentukan biofilm merupakan hasil dari pembacaan menggunakan metode perlekatan biofilm pada microplate reader atau microtitter plate biofilm assay yang selanjutnya akan dilakukan pembacaan optical density dan dilakukan pengujian / analisa data dengan uji one way ANOVA yang dilanjukan dengan uji post hoc TUKEY HSD (œ = 0,05).  Hasil optical density diketahui adanya kenaikan yang juga berarti terjadi kenaikan pembentukan biofilm seiring dengan bertambahnya lama inkubasi. Kesimpulan yang bisa diambil pada penelitian ini adalah bahwa lama inkubasi atau umur biakan mempunyai pengaruh terhadap peningkatan pembentukan biofilm bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro.
Gambaran Nikotin pada Pra Lansia Perokok Linting (Tembakau) di Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya Isnaeni, Robiatul; Inayati, Nurul; Anggit jiwantoro, Yudha; Kristinawati, Erna
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i1.40

Abstract

Background: Cigarettes are a type of tobacco product produced from the Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica and other species. Cigarettes are cylinder-shaped from paper measuring between 70 – 120 mm long with a diameter of around 10 mm containing chopped tobacco leaves. There are two types of cigarettes, namely hand-rolled cigarettes and electronic cigarettes which are usually called vape or vapor. Objective: To find out the description of nicotine in hand-rolled (tobacco) smokers in East Pohgading village, Pringgabaya subdistrict. Method: The research is a descriptive analytical method. By taking samples using purposive sampling technique. Results: The results of the research that was carried out obtained samples of 42 elderly people who used hand-rolled cigarettes (tobacco), 41 samples were positive and 1 was negative for nicotine. Conclusion: Results from the urine of pre-elderly respondents who smoked hand-rolled (tobacco) were positive for nicotine as many as 41 people and 1 person was negative.
Interpretasi Hasil Protein Keton dan Glukosa Metode Carik Celup Urine Pagi dan Urine Tampung 12 Jam pada Penderita Infeksi Saluran Kemih Supliana, Yurika; Drs.Urip; Diarti, Maruni Wiwin; Resnhaleksmana, Dr.Ersandhi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i1.42

Abstract

Latar Belakang : ISK merupakan jenis infeksi yang paling sering terjadi di rawat jalan, dengan kejadian seumur hidup sebesar 50-60% pada wanita dewasa. ISK adalah penyakit yang dapat menyebabkan gonorhea, herpes, mikoplasma, kanker, dan juga batu pada saluran kemih. Hasil pemeriksaan protein, keton dan glukosa pada urin terutama pada penderita infeksi saluran kemih (ISK) yang dipengaruhi oleh sampel urin. Gold standard yang digunakan untuk pemeriksaan carik celup yaitu urin pagi dan urin tampung 12 jam belum ditemukan untuk data tersebut. Sehingga perlu dilakukan penelitian apakah variasi sampel urin berpengaruh terhadap hasil protein, keton dan glukosa menggunakan metode pemeriksaan carik celup dalam urin penderita infeksi saluran kemih. Tujuan Peneltian : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis sampel urin terhadap hasil protein, keton, dan glukosa metode carik celup pada penderita Infeksi Saluran Kemih. Metode Penelitian : Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik , yaitu penelitian yang diarahkan untuk menjelaskan suatu atau situasi. Berdasarkan waktunya termasuk peneltian cross sectional . Sampel yang digunakan adalah urine pagi dan urine tampung 12 jam pada penderita infeksi saluran kemih yang dilakukan pemeriksaan protein, keton dan glukosa dengan metode carik celup. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji Statistik Non Parametrik Kruskal Wallis . Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil pada pemeriksaan protein dari positif (+) ke positif (+) rata rata dari rendah menjadi tinggi dan tidak diperoleh perbedaan hasil pada pemeriksaan keton dan glukosa. Hasil Uji Statistik : Dianalisis dengan menggunakan uji statistik non parametrik Kruskal Wallis. Pada uji statistik Kruskal wallis diperoleh nilai sig. 0.000<0,05 yang artinya adanya pengaruh yang signifikan antara urine pagi dan uri tampung 12 jam terhadap hasil protein dan nilai yang diperoleh sig. 1.000>0,05 yang artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara urine pagi dan uri tampung 12 jam terhadap hasil keton dan glukosa urine pada urine penderita ISK. Kesimpulan: Variasi sampel urin pagi dan urin tampung 12 jam terjadi perbedaan pada hasil protein dan tidak didapat perbedaan hasil pada keton dan glukosa. Gold standar untuk pemeriksaan pemeriksaan protein, keton dan glukosa pada ISK menggunakan sampel urin pagi hari.
Pengaruh Konsumsi Timun dan Bawang Merah terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pasien di Wilayah Kerja Puskesmas Babakan Nandini, Ni Kadek; Zaetun, Siti; Inayati, Nurul; Lale Budi Kusuma Dewi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i1.44

Abstract

Hypercholesterolemia is caused by the liver not being able to control LDL in the blood vessels, this condition will cause atherosclerosis and cardiovascular disease. Sterols and flavonoids are content that found in cucumbers which can lower cholesterol by replacing sterols with LDL which will be absorbed in the digestive system. The LDL will be excreted in the form of feces with the help of flavonoids And quercetin is a content found in red onions that can reduce cholesterol levels in the blood by inhibiting the HMG Co-A reductase enzyme. Yankestrad is a program at the Babakan Public Health Center include the use of medicinal plants (TOGA) such as cucumbers and red onions. The purpose of this study is to know the effect of cucumber and red onions consumption on reducing cholesterol levels in patients in the Babakan Health Center work area through the Yankestrad program. Research methods are analytical observational with case control research design and purposive sampling methods. The results of this there is an effect of consuming cucumber and red onions on reducing cholesterol levels.
Gambaran Kadar Trigliserida pada Wanita Menopouse dengan dan tanpa Hipertensi Hapielda, Ririn; Resnhaleksmana, Dr.Ersandhi; Wayan Getas, Drs.I; Jiwintarum, Yunan
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i1.46

Abstract

Latar belakang : Peningkatan trigliserida terjadi pada fase menopouse. Jika kadar trigliserida meningkat mengakibatkan penumpukan lemak dalam aliran darah yang menimbulkan plaque sehingga aliran darah terhambat yang dapat memicu terjadinya hipertensi. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar trigliserida pada wanita menopouse dengan dan tanpa hipertensi. Dengan data yang disajikan dan dianalisis secara deskriftif. Metode : Jenis peneltian ini purposive sampling. Pengambilan sample dilakukan dengan wawancara sesuai kriteria sebanyak 32 sample dibagi 2 kategori. Kadar trigliserida pada penelitian ini diperoleh dengan metode automatically analyzer dan data diolah secara deskriptif Observasional. Hasil : Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Rata -rata kadar trigliserida pada wanita menopouse dengan hipertensi dari hasil penelitian ini adalah 177 mg/dL dengan tekanan darah 151/92 mmHg dan rata – rata kadar trigliserida pada wanita menopouse tanpa hipertensi adalah 148 mg/dL dengan rata-rata tekanan darah 110/79 mmHg. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa kadar trigliserida pada wanita menopouse dengan hipertensi lebih tinggi dibandingkan dengan kadar trigliserida pada wanita menopouse tanpa hipertensi.
Daya Tahan Bakteri Escherichia coli terhadap Zat Warna Natrium Deoksilat dengan Uji Konfirmasi PERMATA SARI, DINA; Urip , Drs.; Jiwintarum , Yunan; Fihirudin , Dr.
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i1.59

Abstract

Background: One group of Enterobacteriaceae bacteria is Escherichia coli, . These bacteria can live in the human large intestine, also known as enteric bacteria. This bacteria can cause gastrointestinal infections such as diarrhea, stomach ache, vomiting and nausea. This bacteria is resistant to several chemicals, such as the dye, namely brilliant green. This dye functions to inhibit gram-negative bacteria. From the description above, it is necessary to carry out a confirmation test to find out whether Escherichia coli bacteria can survive the dye Sodium deoxycholate by carrying out a confirmation test.Research purposes: to find out the picture of resilience Escherichia coli against sodium deoxycholate dyesResearch Method: The research design used was experimental. The sampling technique in this research used the Purposive Sampling Technique. The samples used were Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The Most Probable Number (MPN) method consists of 2 tests, namely presumption and confirmation test. The presumptive test is an initial test using a liquid medium containing lactose, then incubated for 48 hours, if gas bubbles form in the presumptive test, proceed to the confirmation test.Research result: The resistance of Escherichia coli to sodium deoxycholate media by carrying out confirmation tests showed that the Escherichia coli bacteria were resistant to NDLB (Natrium Deoxycholate Lactose Broth) media, because when tested with LBDS and LBSS no gas bubbles were formed. Conclusion: Research that has been carried out shows that Sodium Deoxycholate media does not inhibit the growth of Escherichia coli bacteria and can be used as a replacement for BGLB.
Perbedaan Jumlah Limfosit dan Monosit serta Morfologi Eritrosit pada Perokok Tembakau dan Elektrik sebagai Faktor Risiko Aterosklerosis pada Remaja Laila Nisa, Isra; Rohmi; Khusuma, Ari; Zaetun, Siti
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v3i1.60

Abstract

Background : Smoking from adolescence can increase the risk of atherosclerosis because there is a buildup of fibrolipids and other substances in the blood that can cause plaque. Meanwhile, research results show that e-cigarettes are no less dangerous than tobacco cigarettes. Namely, the number of lymphocytes in e-smokers is 54% and tobacco smokers are 39% (Mega, 2020). The novelty of this research is to look at differences in erythrocyte count and morphology in adolescents at risk of atherosclerosis. Research Objectives : To determine the differences in the number of lymphocytes and monocytes and the morphology of erythrocytes in tobacco and electronic smokers as risk factors for atherosclerosis in adolescents. Research Methods : This research is an analytical observational study with a cross sectional research design and uses the lameshow formula to determine the sample size so that a sample size of 30 samples can be obtained. Data were tested using the Independent T-test and Mann Whitney-U test. The results of the study : The average percentage of lymphocytes and monocytes in tobacco and electronic smoker is 37% & 27% lymphocytes and 7% & 6% monocytes. From 15 samples of tobacco smokers the results were normal and from 15 samples of e-smokers there was 1 lymphocyte result below normal. Also, the abnormal cells found include anulocytes, tear drops, burr cells, ovalocytes and stomatocytes. Conclusion : There are differences in the number of lymphocytes and monocytes as well as erythrocyte morphology in tobacco and electronic smokers as risk factors for atherosclerosis in adolescents with the probability value for lymphocytes being 0.01<0.05 and monocytes 0.04<0.05.