cover
Contact Name
Ari Khusuma
Contact Email
khusumaari@gmail.com
Phone
+6281273148122
Journal Mail Official
khusumaari@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)
ISSN : -     EISSN : 29634687     DOI : https://doi.org/10.32807/jilts.v3i1.40
Core Subject : Health, Science,
Journal of Indonesia Laboratory Students is a scientific journal published to facilitate academic and researcher publication of their research results in science and Medical Technology Laboratories. This journal has an EISSN of 29634687 and is Open Access and can be downloaded for free. Journal of Indonesia Laboratory Students is a journal by Medical Laboratory Technology Poltekkes Kemenkes Mataram, JILTS was published in 2022 and encourages students to get involved in research, Journal of Indonesia Laboratory Students adopts double-blind peer review policy concerns on various health fields, such as Cytohistotechnology Microbiology, Hematology, Clinical Laboratory, Parasitology, Immunology, Toxicology
Articles 54 Documents
Pengaruh Waktu Inkubasi Campuran Sampel Dan Reagen Kerja Terhadap Kadar Bilirubin Total Metode Jendrassik-Grof: Pengaruh Waktu Inkubasi Campuran Sampel Dan Reagen Kerja Terhadap Kadar Bilirubin Total Metode Jendrassik-Grof Dera Suci Elmaria; yunan jiwintarum; Erlin Yustin tantontos; Maruni wiwin Danuarti; Iswari Pauzi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i1.18

Abstract

Pemeriksaan bilirubin total merupakan pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk mendiagnosa kelainan pada organ hati. Metode Penelitian ini menggunakan metode Jendrassik-Grof yaitu bilirubin bereaksi dengan DSA ( Diazotized Sulphanilic Acid ) dan membentuk senyawa azo berwarna merah. Dari hasil penelitian didapatkan rerata inkubasi campuran sampel dan reagen kerja terhadap kadar bilirubin total yang diinkubasi 0 menit yaitu 0.0333 mg/dl, yang diinkubasi 5 menit yaitu 0.0333, 10 menit yaitu 0.0333, 15 menit yaitu 0.0333, 20 menit yaitu 0.0333, 25 menit yaitu 0.0333, 30 dan 35 menit yaitu 0.0882. Hasil uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk mendapatkan hasil berdistirubusi tidak normal atau terdapat pengaruh ditandai dengan nilai sig<0.05. Hasil uji Kruskal Walis menunjukan bahwa nilai p=(0.003)<(0.005). Terdapat pengaruh lama waktu inkubasi campuran sampel dan reagen kerja terhadap kadar bilirubin total metode Jendrassik-Grof.
Differences In Blood Glucose Levels Of Amphetamine-Type Drug Users Who Are Undergoing Rehabilitation and Completed Baiq Linda Rolian ocatari; Lale Budi Kusuma Dewi; Lalu Srigede; Fihiruddin; Nurul Inayati
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i1.19

Abstract

Latar Belakang: Amfetamin merupakan salah satu jenis psikotropika yang berefek diantaranya, mengurangi rasa lelah, nafsu makan menurun, dan susah tidur. Tubuh memerlukan nutrisi, istirahat yang cukup serta aktifitas yang sehat agar kondisinya tetap normal. Pola hidup buruk dan penggunaan NAPZA secara terus – menerus dapat mempengaruhi kadar gula dalam darah. Tujuan : untuk mengetahui perbedaan kadar gula darah pada pengguna NAPZA jenis amfetamin yang sedang dan selesai menjalani rehabilitasi di BNN Kota Mataram. Metode : Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi oleh peneliti untuk mendata setiap pengguna positif NAPZA jenis amfetamin. Pengumpulan data dlakukan langsung dengan menghitung kadar glukosa darah terhadap responden menggunakan metode POCT. Hasil : Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan diperoleh rata-rata kadar gula darah yang sedang rehabilitasi 78,85 mg/dl, dan selesai rehabilitasi 101,56 mg/dl. Pengolahan data menggunakan uji statistik wilcoxon sehingga didapatkan hasil sig 0,000 < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan pada data. Kesimpulan: terdapat perbedaan antara kadar gula darah pengguna NAPZA jenis amfetamin yang sedang dan selesai menjalani rehabilitasi. Kadar gula darah orang selesai rehabilitasi meningkat dari sebelum rehabilitasi. Untuk peneliti selanjutnya bisa melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor penyebab menurunnya kadar gula darah pada pengguna NAPZA jenis amfetamin yang sedang rehabilitasi.
Pengaruh Lamanya Gejala Terhadap Hasil Pemeriksaan Albumin, Ureum Dan Kreatinin Pada Pasien UGD Positif COVID-19 Di Rumah Sakit Wira Bhakti Angkatan Darat Anisa Prisilia Prisilia; Agrijanti; Ari Khusuma; Fihiruddin; I Wayan Getas
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i1.20

Abstract

Tingginya angka kematian akibat COVID-19 disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya penyakit penyerta yang dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada ginjal. Untuk mengetahui komplikasi ginjal dapat dilakukan pemeriksaan albumin, ureum dan kreatinin dengan menggunakan sampel serum. Namun, lamanya gejala dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Cross Sectional dengan teknik Consecutive Sampling. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah data pasien di Rumah Sakit Wira Bhakti Angkatan Darat yang melakukan pemeriksaan albumin, ureum dan kreatinin pada pasien UGD positif COVID-19. Hasil penelitian ini dilakukan terhadap 43 responden yang memiliki riwayat pemeriksaan kadar albumin, ureum dan kreatinin pada pasien UGD positif COVID-19 berdasarkan lamanya gejala. Hasil yang diperoleh rerata kadar albumin terendah berdasarkan lama gejala >14 hari, yaitu 2,64 g/dL. Rerata kadar ureum tertinggi diperoleh berdasarkan usia 58-73 tahun yaitu 51,50 mg/dL. Rerata kadar kreatinin tertinggi diperoleh berdasarkan usia 26-41 tahun, yaitu 1,63 mg/dL. Lamanya gejala tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil pemeriksaan albumin, ureum, dan kreatinin pada pasien COVID-19
Overview Of Pathological Color Urine Examiation Result The Dip Cark Method Dwi Melbaow Aisyiah Putri; Nurul Inayati; Erna Kristinawati; Fihiruddin Fihiruddin; Agrijanti Agrijanti
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i1.21

Abstract

Latar Belakang : Urine merupakan cairan sisa hasil ekskresi ginjal yang keluar dari tubuh melalui proses urineasi. Komposisi urine mencerminkan kemampuan ginjal untuk menahan dan menyerap bahan–bahan yang penting untuk metabolism dan mempertahankan homeostatis tubuh. Intensitas warna urin sesuai dengan konsentrasi urin. Alat diagnostik dasar untuk menentukan perubahan patologis dalam urin dengan melihat perubahan warna yang terjadi sesuai dengan keadaan urine yang sebenarnya adalah carik celup. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan urin warna patologis dengan metode carik celup. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Observasional deskriptif dengan pengumpulan data dilakukan secara langsung. Sampel pada penelitian ini berjumlah 18, berasal dari pasien yang melakukan pemeriksaan urinalisa di laboratorium RSUD Kota Mataram. Hasil : Urin warna merah didapatkan hasil abnormal pada pemeriksaan Blood, Protein dan Leukosit; Urin warna kuning didapatkan hasil abnormal pada pemeriksaan Glukosa, Blood, Protein dan Leukosit; Urin warna coklat didapatkan hasil abnormal pada pemeriksaan Glukosa, Keton, Blood, Protein dan Urobilinogen; Urin warna hijau didapatkan hasil abnormal pada pemeriksaan Blood, Protein dan Leukosit. Kesimpulan : warna pada sampel urin berpengaruh dengan hasil pemeriksaan urin metode carik celup.
Hubungan Berat Badan Dengan Kadar Gula Darah Pada Kegiatan Screening Diabetes Melitus Lansia Di Puskesmas Alas Barat Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa Avinni Maula Fardha; Zainal Fikri; Yudha Anggit Jiwantoro; Ari Khusuma
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i2.28

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar, tidak saja di Indonesia, tetapi juga diseluruh dunia. Diabetes mellitus dapat meningkat dengan cepat prevalensi komplikasi kronis pada usia lansia.Berdasarkan tinjauan lapangan yang dilakukan, Puskesmas Alas barat merupakan salah satu puskesmas yang rutin melakukan kegiatan posyandu screening kasus Diabetes Mellitus pada usia lansia, melihat pola hidup masyarakatnya yang tidak menjaga asupan makanan yang masuk serta kurangnya aktivitas fisik, sehingga menimbulkan peningkatan berat badan diikuti kenaikan kadar glukosa darah. Mengetahui terdapat Hubungan antara Berat Badan Dengan Kadar Gula Darah Pada Kegiatan Screening Diabetes Mellitus lansia di Puskesmas Alas Barat Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa. Rancangan penelitia`n ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan sampel pasien lansia yang akan dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan dan kadar gula darah pasien. Hasil penelitian dilakukan terhadap 44 pasien lansia dengan hasil pasien obesitas dengan gula darah tinggi (diabetes) sebanyak 31,8%, pasien berat badan normal dengan gula darah normal sebanyak 27,3 %, pasien berat badan normal dengan indikasi (pra diabetes) sebanyak 15,9. Sedangkan pasien dengan berat badan underweight dan gula darah normal sebanyak 18,5%. Berdasarkan uji hipotesis didapatkan p= 0,000 (p≤0,05). Sehingga terdapat hubungan antara berat badan dengan kadar gula darah pada pasien lansia di puskesmas Alas Barat.
Profil Kadar Hemoglobin Pada Santriwati Kelas 1, 2, Dan 3 MTS di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kota Mataram Fadhilah Rizkiyah; Lale Budi Kusuma Dewi; Siti Zaetun; Agrijanti
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i2.29

Abstract

Latar belakang: Aktivitas fisik dan pola hidup santriwati di pondok pesantren berbeda dengan aktivitas fisik atau pola hidup yang dilakukan oleh siswa yang tidak berada di pondok pesantren. Mengingat aktivitas fisik dan pola hidup santriwati di pondok pesantren memiliki aturan atau jadwal yang telah ditetapkan oleh pondok pesantren. Terjadinya perubahan aktivitas fisik dan pola hidup pada santriwati dapat menyebabkan terjadinya anemia pada santriwati. Karena aktifitas fisik dan perubahan pola hidup dapat membuat proses regenarasi sel-sel dalam tubuh yang rusak tidak maksimal sehingga mengganggu proses pembentukan hemoglobin. Pengukuran kadar hemoglobin dapat menggunakan alat POCT (Point Care of Test). Tujuan : Untuk mengetahui profil kadar hemoglobin pada santriwati kelas 1, 2, dan 3 MTS. Metode Peneltian: Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang mengumpulkan data, baik variabel bebas maupun variabel terikat dilakukan dalam waktu bersamaan. Hasil Penelitian: Rerata kadar hemoglobin santriwati kelas 1 MTS adalah 14.5 g/dL, kelas 2 MTS 14.10 g/dL, dan kelas 3 MTS 14.32 g/dL. Kesimpulan : Profil kadar hemoglobin pada santriwati kelas 1 MTS diantaranya 55% normal, 11% rendah, 33% tinggi. Pada kelas 2 MTS diantaranya 76% normal, 7% rendah, 15% tinggi. Dan pada kelas 3 MTS diantaranya 52% normal, 11% rendah, dan 35% tinggi. 
Efek Usia Kehamilan Terhadap Protein Urine Dengan Metode Dipstick (Carik Celup) I Gusti Ayu Ambarawati Iswara Sesa; Thomas Tandi Manu; Nurul Inayati; Maruni Wiwin Diarti; Erlin Yustin Tatontos
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i2.30

Abstract

Kehamilan adalah suatu proses reproduksi yang mulanya normal dapat beresiko tinggi. Pemantauan Kesehatan berkaitan erat dengan pemeriksaan ibu hamil di labortorium, salah satu pemeriksaan yang dilakukan yaitu protein urine. Pemeriksaan protein urine ibu hamil dilakukan untuk mengetahui Kesehatan ibu, seperti halnya komplikasi pada waktu kehamilan seperti preeklampsia. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui adanya efek usia kehamilan terhadap protein urine dengan metode dipstick (carik celup). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode observasional analitik dengan besar sampel sebanyak 41 sampel. Pada penelitian ini didapatkan hasil pengukuran protein urine ibu hamil trimester I, trimester II, dan trimester III didapatkan hasil sampel negatif persentase 41% dan sampel positif persentase 54,6% dengan persentase positif (+)1 22.0%, positif (+)2 22,0%, dan postif(+)3 berjumlah 14,6%. Sehingga terdapat efek usia kehamilan terhadap protein urine dengan metode dipstick (carik celup).
Deteksi Dini Fungsi Ginjal Berdasarkan Nilai Protein Urine Dan Lama Menderita Hipertensi Rosidatul Umami; Lalu Srigede; Drs. Urip; Rohmi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i2.31

Abstract

Latar belakang: Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang serius. Hipertensi sering terjadi pada lanjut usia, hal ini disebabkan elastisitas dinding pembuluh darah semakin menurun karena dinding pembuluh darah arteri telah menebal dan kaku. Hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik akan menyebabkan kelainan pada fungsi ginjal karena tekanan darah yang tinggi terus menerus menimbulkan kerusakan progresif pada glomerulus sehingga menyebabkan protein keluar melalui urine. Salah satu tes yang dilakukan adalah urinalisis atau Analisa urin untuk tujuan diagnosis dan evaluasi perkembangan penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi dan skrining terhadap status kesehatan umum. Tujuan penelitian: Diketahuinya hubungan protein urine pada penderita hipertensi berdasarkan lama menderita hipertensi sebagai deteksi dini fungsi ginjal. Metode penelitian: Jenis penelitian ini purposive sampling dengan pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel dilakukan dengan wawancara sebanyak 24 sampel, data protein urine dilakukan dengan pemeriksaan carik celup. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 responden yang positif proteinuria. Hasil uji statistic Rank spearman menunjukkan nilai p=0,114 berarti pada alpha 5% terlihat tidak adanya hubungan antara lama menderita hipertensi dengan kadar protein urine. Kesimpulan: Bahwa diketahui sebagian kecil responden memiliki kadar protein urine positif (+1) sebanyak 5 orang, sebagian kecil responden memiliki kadar protein urine positif (+3) sebanyak 2 orang, dan hampir seluruh responden memiliki kadar urine normal sebanyak 17 orang.
Perbedaan Konsentrasi Filtrat Daun Belimbing Wuluh Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli Metode Difusi Sumuran Sofhia Asna Sakina; Erna Kristinawati; Yudha Anggit Jiwantoro; Dr. Fihirrudin
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i2.32

Abstract

Latar Belakang: Daun belimbing wuluh mempunyai kandungan kimia yaitu flavonoid, tanin, steroid, flavonoid, saponin,asam format, dan peroksida. Senyawa-senyawa tersebut memiliki aktivitas sebagai antibakteri.Bakteri Escherichia coli patogen menyebabkan terjadinya penyakit infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih, infeksi selaput otak. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui daya hambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli terhadap pemberian filtrat daun belimbing wuluh dengan konsentrasi 100%, 75%, 50% ,25%. Metode penelitian:  Dalam penelitian ini dilakukan pengujian bakteri menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian: Tidak terbentuknya zona hambat pada uji sensitivitas pada Konsentrasi 100%, 75%,50%,25%. Kesimpulan: Filtrat daun belimbing wuluh tidak dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli.
Pengaruh Konsentrasi Kaporit Terhadap Daya Tetas Telur Nyamuk Aedes Aegypt Arda Rahmadani; Erna Kristinawati; Nurul Inayati; Pancawati Ariami
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i2.33

Abstract

Latar Belakang:Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang  disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Salah satu cara menghentikan penyebaran nyamuk Aedes aegypti Adalah dengan menghilangkan Telur nyamuk misalnya dengan kaporit. Kaporit bersifat Desinfektan sehingga dapat menghambat perkembangan dari telur ke larva maupun dari Larva ke nyamuk Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas kaporit terhadap daya tetas telur nyamuk Aedes aegypti. Metode: Penelitian ini bersifat Quasy Eksperimen . Sampel yang digunakan adalah telur nyamuk Aedes aegypti dengan Variasi konsentrasi larutan Kaporit 0,006%, 0,008%, dan 0,01%. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji kruskal-wallis Hasil: Rerata Daya tetas telur nyamuk Aedes aegypti pada konsentrasi 0,01% sebesar 5% daya tetas telur, konsentrasi 0,008% sebesar 13,3% daya tetas, konsentrasi 0,006% sebesar 18,8% daya tetas telur nyamuk. Kesimpulan: Konsentrasi 0,006%, 0,008% dan 0,01% Kaporit berpengaruh terhadap daya tetas  telur nyamuk Aedes agypti dengan konsentrasi yang semakin tinggi.