cover
Contact Name
Ari Khusuma
Contact Email
khusumaari@gmail.com
Phone
+6281273148122
Journal Mail Official
khusumaari@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS)
ISSN : -     EISSN : 29634687     DOI : https://doi.org/10.32807/jilts.v3i1.40
Core Subject : Health, Science,
Journal of Indonesia Laboratory Students is a scientific journal published to facilitate academic and researcher publication of their research results in science and Medical Technology Laboratories. This journal has an EISSN of 29634687 and is Open Access and can be downloaded for free. Journal of Indonesia Laboratory Students is a journal by Medical Laboratory Technology Poltekkes Kemenkes Mataram, JILTS was published in 2022 and encourages students to get involved in research, Journal of Indonesia Laboratory Students adopts double-blind peer review policy concerns on various health fields, such as Cytohistotechnology Microbiology, Hematology, Clinical Laboratory, Parasitology, Immunology, Toxicology
Articles 64 Documents
Hubungan Nilai Hematokrit dan Jumlah Trombosit Pada Pasien Suspek DBD IgG dengan IgM Positif di Puskesmas Teratak Anaz, Haerul; Ershandi Resnhaleksmana; Thomas Tandi Manu; Iswari Pauzi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.263

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit tropis yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Pemeriksaan serologis IgG dan IgM membantu membedakan antara infeksi dengue primer dan sekunder. Nilai hematokrit yang meningkat menunjukkan adanya kebocoran plasma, sedangkan penurunan jumlah trombositmenandakan trombositopenia yang umum terjadi pada infeksi dengue. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan nilai hematokrit dan jumlah trombosit pada pasien suspek DBD dengan antibodi IgG dan IgM positif di Puskesmas Teratak. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan nilai hematokrit dan jumlah trombosit pada pasiensuspek DBD dengan antibodi IgG dan IgM positif di Puskesmas Teratak. Metode Penelitian: Penelitian dilakukan dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional pada 33 pasien dengan Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil Penelitian: Rerata nilai hematokrit pasien adalah 39,0%, sedangkan rerata jumlah trombosit adalah 132.969/µL. dengan p-value 0,847 > 0,05. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara nilai hematokrit dan Jumlah Trombosit pada pasien suspek DBD dengan IgG dan IgM Positif.
Gambaran Kadar Hematokrit Remaja Putri Usia 13-18 Tahun di SMPN 8 SOROMANDI Desa BAJO lusi selfiana; I Wayan Getas; Nurul Inayati; Ida Bagus Rai Wiadnya
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.298

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah gizi global terutama pada remaja putri akibat kekurangan zat besi, dengan prevalensi 40-88% secara global dan 53,7% di negara berkembang menurut WHO. Di Indonesia, prevalensi anemia mencapai 21,7% secara keseluruhan, 26,4% pada anak 5-14 tahun, dan 18,4% pada remaja 15-24 tahun; Puskesmas Soromandi mencatat 110 kasus hematokrit rendah tahun 2024. Hematokrit rendah menyebabkan penurunan oksigenasi, pusing, kelelahan, dan gangguan prestasi belajar akibat menstruasi dan pola makan buruk. Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan menggambarkan kadar hematokrit remaja putri usia 13-18 tahun di SMPN 8 Soromandi Desa Bajo menggunakan metode mikrohematokrit. Metode Penelitian: Penelitian observasional deskriptif cross-sectional dilakukan Maret-Mei 2025 di Laboratorium Puskesmas Soromandi dengan 50 sampel remaja putri (total sampling nonrandom). Pengukuran kadar hematokrit menggunakan metode mikrohematokrit; data dianalisis deskriptif berdasarkan usia dan interpretasi normal/rendah. Hasil Penelitian: Rata-rata kadar hematokrit 37,3%; 32 responden (64%) normal, 18 responden (36%) rendah; usia 15 tahun paling banyak (20 responden, 40%). Faktor risiko meliputi menstruasi berlebih, pola makan tinggi lemak/minyak, dan kurang sarapan menyebabkan defisiensi zat besi. Kesimpulan: Dari 50 remaja putri, 64% memiliki hematokrit normal dan 36% rendah dengan ratarata 37,3%, menunjukkan prevalensi anemia sedang akibat kehilangan zat besi menstruasi dan pola makan tidak sehat. Diperlukan edukasi pola makan kaya zat besi dan suplementasi untuk pencegahan. 
Analysis Of Urine Nicotine In Electronic Cigarette Smokers and Regular Cigarette Smokers saadaty, nila uthari; Fihiruddin; Yunan Jiwintarum; Urip; Fachrudi Hanafi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.411

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan rokok, baik konvensional maupun elektrik, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di Indonesia.paparan nikotin yang terdapat pada rokok elektrik dan konvensional dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Nikotin, sebagai zat adiktif utama dalam rokok, akan dimetabolisme menjadi cotinine yang dapat dideteksi dalam urine sebagai biomarker penting untuk menilai tingkat paparan dan risiko kesehatan.Tujuan: Menganalisis nikotin dalam urine pada pengguna rokok elektrik dan rokok konvensional.Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan racangan peneltian cross sectional. Sebanyak 30 subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengolahan sampel dilakukan dengan metode deskriptif.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 sampel perokok elektrik dan 15 sampel dari perokok konvensional menunjukkan hasil positif nikotin dalam urine. Kesimpulan: Ditemukan positif nikotin urine pada perokok elektrik dan konvensional dengan pemeriksaan RDT.  
Perbedaan Kadar Asam Urat pada Remaja Sebelum dan Setelah Mengkonsumsi Buncis Goreng Varietas Sembalun sofiatummina; Maruni Wiwin Diarti; Urip; Erlin Yustin Tatontos
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.434

Abstract

Latar Belakang: Asami urati merupakani produki akhiri metabolismei purin, i yangi secarai alami terdapat dalam tubuh maupun pada makanan seperti daging merah, jeroan, makanan laut, serta beberapa jenis kacang dan sayuran. Salah satu sayuran yang mengandung purin adalah buncis (Phaseolus vulgaris), khususnya varietas Sembalun yang banyak dikonsumsi di daerah tertentu. Kandungan purin dalam buncis berpotensi memengaruhi kadar asam urat dalam tubuh, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau diolah dengan cara tertentu, seperti digoreng. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaani kadari asami urati padai remaja sebelumi dani setelahi mengkonsumsii buncisi gorengi varietasi sembalun.  Metode Penelitian: Jenisi penelitiani inii adalahi experimeni dengani desaini pretest-postesti menggunakan isampeli darahi kapileri sebanyaki 30i sampeli respondeni remaja umur 17-23 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Responden diberi intervensi berupa konsumsi buncis goreng varietas sembalun sebanyak 100 gram setiap hari selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran kadar asam urat dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan POCT autocheck. Analisis dengan uji statistik menggunakan uji T-berpasangan. Hasil Penelitian: Reratai kadari asami urati meningkat dari 4,8 mg/dL sebelum intervensi menjadi 5,5 mg/dL setelah intervensi. Hasil uji statistik menggunkan ujii t-berpasangani dan menunjukkani terdapatnya perbedaan yang signifikan antara kadar asam urat sebelum dan setelah mengkonsumsi buncis goreng yakni (p-valuie) < 0,05. Kesimpulan: Hasilipenelitianimenunjukkanibahwa terdapatnya pengaruhikadariasamiuratipada remaja. Sebelum dan setelah pemberian buncis yang digoreng dengan dosis 100 gram.