cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Swamedikasi di Apotek Kabupaten Nunukan Anggi Setiawati; Deasy Nur Chairin Hanifa
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4iSE-1.1688

Abstract

Banyaknya Apotek sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan di sekitar kita memberikan kemudahan untuk memilih Apotek mana yang memberikan pelayanan yang berkualitas, tersedianya pelayanan yang berkualitas akan mendatangkan kepuasan bagi konsumen, kepuasan konsumen didapat jika pengalamannya terhadap suatu pelayanan sebanding atau melebihi harapan. Salah satu pelayanan kesehatan yang banyak terjadi di Apotek adalah swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan swamedikasi di Apotek Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif dan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, sampel diperoleh dengan melibatkan 100 responden yang melakukan swamedikasi di Apotek yang ada di Kabupaten Nunukan pada bulan Agustus 2022. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel kemudian dianalisis dengan membandingkan kenyataan dirasakan dan layanan yang diharapkan konsumen dalam diagram kartesius yang terdiri atas 4 bagian yaitu kuadran 1 prioritas utama, kuadran 2 pertahankan prestasi, kuadran 3 prioritas rendah dan kuadran 4 berlebihan. Berdasarkan hasil penelitian keseluruhan kepuasan konsumen terhadap pelayanan swamedikasi di Apotek Kabupaten Nunukan adalah rata rata menjawab puas dengan rata-rata nilai kenyataan dirasakan (4.43) dan rata-rata nilai layanan yang diharapkan (4.39) sehingga kesimpulannya yaitu nilai kenyataan sebanding dengan apa yang diharapakan konsumen.
Potensi Ekstrak Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) sebagai Cairan Pencuci Buah: Red Galangal Extract’s (Alpinia purpurata K. Schum) Potential as Fruit Washing Liquid Sri Mulyaningsih; Agustriyanata Vieri Ansharullah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4iSE-1.1689

Abstract

Mencuci buah merupakan kebiasaan yang dilakukan sebelum mengkonsumsi buah. Pencucian buah dilakukan dengan air atau cairan lain untuk membersihkan kotoran atau bakteri yang menempel. Ekstrak lengkuas merah dilaporkan mempunyai aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dalam menginaktivasi jumlah bakteri total dan Escherichia coli serta mengetahui potensinya sebagai cairan pencuci pada buah. Analisis kandungan ekstrak dilakukan dengan menggunakan kromatografi gas spektroskopi massa. Ekstrak diperoleh dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 5% selanjutnya digunakan untuk merendam buah takokak selama 5 menit. Penentuan jumlah bakteri menggunakan metode total plate count (TPC) pada media plate count agar (PCA) dan eosin methylene blue (EMB) Agar. Data dianalisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-whitney. Hasil GCMS komponen ekstrak lengkuas merah merupakan golongan fenol, ester, asam lemak dan minyak atsiri seperti eugenol, trans-kariofilen, dan b-farnesen. Jumlah bakteri total dari air rendaman buah takokak dari ketiga konsentrasi tidak berbeda signifikan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Sementara penurunan jumlah bakteri E. coli akibat perlakuan ekstrak rimpang laos merah berbeda signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif maupun kontrol positifnya. Kesimpulannya, ekstrak rimpang lengkuas merah berpotensi sebagai cairan pencuci mengurangi jumlah E. coli, tetapi kurang efektif menurunkan jumlah bakteri total.
The Effect of Provision Decoged Leaves of Moringa, Red Ginger, Turmeric, Red Meniran, Cinnamon, and Sambiloto Towards Reduction of Blood Pressure in The Region Long Kali District, Paser Regency Sekar Ningrum; Dewi Rahmawati; Fajar Prasetya
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4iSE-1.1690

Abstract

Moringa leaves, red ginger, turmeric, red meniran, cinnamon, and sambiloto have compounds with antihypertensive activity. The study was to describe the characteristics and effect of decoction 6 plant compositions for reducing the systolic and diastolic blood pressure of respondents in Long Kali District. The method used is quasi-experimental for 7 days. The results show characteristics data respondents for hypertensive patients in Long Kali District occurred the highest in late adulthood (36-45 years) with a percentage of 65%, female sex with a percentage of 75%, family history (hypertension) with a percentage of 65%, other diseases (more than 1 disease) with a percentage of 30%, and BMI obesity I (23.0 – 29.9) 50%. Data on the effect of giving decoction 6 plant compositions had a significant effect for decreased systolic and diastolic blood pressure of pre-test and post-test which was able to reduce the average systolic blood pressure on the third day by 11.7 mmHg (p=0.000) and diastolic blood pressure of 7.2 mmHg (p=0.005) and on the seventh day was also able to reduce the average systolic blood pressure of 9.4 mmHg (p= 0.012) and diastolic blood pressure of 4.9 mmHg (p= 0.030).
Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daging Buah dan Daun Pala (Myristica fragrans): Antimicrobial Activity Test of Ethanol Extract of Nutmeg Flesh and Leaves (Myristica fragrans) Muh. Nasir; Eri Marwati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4iSE-1.1691

Abstract

Indonesia terkenal sebagai salah satu negara penghasil rempah yang cukup besar, salah satunya adalah pala. Pala (Myristica fragrans Houtt) dan ekstrak pelarutnya digunakan di seluruh dunia untuk aktivitas anti-inflamasi, antioksidan dan anti mikroba dikaitkan dengan fitokimia alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etanol daging buah dan daun pala (Myristica fragrans) terhadap daya hambat mikroba (Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acne dan Candida albicans). Sampel yang digunakan adalah daging buah dan daun pala (Myristica fragrans) diambil dari Pulau Ternate, Maluku Utara. Aktivitas antimikroba diuji terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acne, dan Candida albicans dengan metode difusi cakram. Semua sampel dilakukan dalam tiga replikasi, dan datanya dilaporkan sebagai mean±Standar Deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daging buah pala memiliki diameter hambat paling besar terhadap Candida albicans 16,77±1.96 mm dan daun pala 17,70±2.21 mm terhadap Staphylococcus aureus. Ekstrak etanol daging buah dan daun pala memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acne dan jamur Candida albicans dengan diameter hambat yang bervariasi.
Profil Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Pemerintah di Kota Mataram Tahun 2018: Profile of Drug Related Problems (DRPs) on Hypertension in Outpatients Installation at one of Mataram Government Hospital in 2018 Candra Eka Puspitasari; Royani Widiyastuti; Ni Made Amelia Ratnata Dewi; Oci Qonita Londo Woro; Arfi Syamsun
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4iSE-1.1692

Abstract

Pasien hipertensi seringkali mendapatkan beragam terapi atau polifarmasi untuk mencegah terjadinya komplikasi, namun berpotensi meningkatkan Drug Related Problems (DRPs). DRPs merupakan permasalahan yang mungkin terjadi ketika memperoleh terapi obat sehingga perlu dilakukan identifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kejadian DRPs pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Pemerintah di Kota Mataram tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross-sectional menggunakan data restrospektif dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Permasalahan dan penyebab DRPs pada masing-masing pasien diklasifikasikan berdasarkan Pharmaceutical Care Network Europe Foundation Versi 8.03 (PCNE V8.03). Hasil penelitian ini diperoleh 113 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan 75 pasien mengalami kejadian DRPs. Pola penggunaan antihipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD Provinsi NTB tahun 2018 didominasi golongan Calcium Chanel Blocker (CCB) (47.42%). DRPs yang terjadi secara berurutan dari yang paling tinggi adalah kejadian efek buruk obat mungkin terjadi (50.44%), obat tidak tepat menurut pedoman/formularium (34.51%), obat tanpa indikasi (7.96%), gejala atau indikasi tidak diterapi (3.53%), dan terlalu banyak obat yang diresepkan untuk indikasi (3.53%).
Formulasi Granul Instan Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Varietas Antin-3: Instant Granule Formulation from Ethanol Extract of Purple Sweet Potato Leaves (Ipomoea batatas L.) Antin-3 Variety Damaranie Dipahayu; Frisca Nadya Rachmawati; Devy Safitri
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4iSE-1.1693

Abstract

Ekstrak daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) varietas Antin-3 (ekstrak daun Antin-3) mengandung senyawa flavonoid dan polifenol yang memiliki potensi antioksidan sehingga dapat diformulasikan menjadi sediaan granul instan sebagai nutraceutical antioksidan. Granul instan diformulasikan menggunakan metode granulasi basah, bahan pengikat menjadi poin penting keberhasilan terbentuknya granul. Tujuan penelitian ini adalah mencari perbedaan karakteristik fisik granul instan yang mengandung 2 % ekstrak daun Antin-3 yang dibuat menjadi tiga formula dengan kadar PVP sebagai pengikatnya yaitu 2,5 %: 3 %: 3,5 % = F1: F2: F3. Data yang didapatkan adalah variasi PVP tidak mempengaruhi hasil uji kecepatan alir, sudut istirahat, kadar air dan nilai pH namun mempengaruhi hasil uji waktu melarut. Bahan pengikat mempengaruhi kompaktibilitas dari granul sehingga semakin tinggi konsentrasi bahan pengikat yang digunakan maka semakin lama waktu melarut yang dibutuhkan, namun demikan semua hasi uji karakteristik granul instan tersebut masih memenuhi persyaratan.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Mouthwash Ekstrak Etanol Daun Jeringau (Acorus calamus Linn.): Formulation and Antimicrobial Activity of Jeringau Leaves Extract (Acorus calamus Linn.) Nanoemulsion Mouthwash Nurista Dida Ayuningtyas; Ayu Ina Solichah; Rizky Nur Fadhilah; Tri Subekti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4iSE-1.1694

Abstract

Ekstrak daun jeringau telah diketahui mengandung flavonoid dan saponin serta berkhasiat antibakteri. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi sediaan farmasi yang lebih praktis yaitu nanoemulsi mouthwash. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan komponen nanoemulsi dan uji aktivitas antibakteri pada formula nanoemulsi yang baik. Nanoemulsi dibuat menggunakan variasi IPM:Tween 80:Propilenglikol dengan perbandingan F1 (1:8:1); F2 (2,15:5,7:2,15); dan F3 (3,25:5,2:1,55). Pengujian nanoemulsi yaitu organoleptis, sentrifugasi, transmitan, pH, viskositas, dan bobot jenis. Formula terbaik dilanjutkan dengan pengujian ukuran partikel, zeta potensial dan aktivitas antibakteri metode disc diffusion. Pengujian organoleptis pada F1 dan 3 stabil selama 7 hari sediaan tetap jernih dan tidak mengalami pemisahan fase, sedangkan F2 terjadi creaming. Uji transmitan F1-3 96,8%+0,00; 95,9%+0,00; dan 96,73+0,06. pH F1-3 5,92+0,02; 5,89+0,01; dan 5,92+0,01. Viskositas F1-3 1,681 Cps +0,02; 1,460 Cps +0,01; dan 1,533 Cps+0,03. Bobot jenis F1-3 sebesar 1,030 g/mL; 1,026 g/mL; dan 1,026+ g/mL. F3 dipilih sebagai formula yang baik, hasil uji ukuran partikel 239,97+ 3,45 nm dan zeta potensial -30,5+1,11 mV. Nanoemulsi mouthwash ekstrak etanol daun jeringau 1% memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengan diameter daya hambat 30,33+0,58 mm yang hampir sama dengan diameter daya hambat Clindamysin sebagai kontrol positif sebesar 33+1,00 mm.
Pengaruh Kemudahan dan Kegunaan Penggunaan terhadap Sikap Penggunaan Aplikasi Telemidicine Diabestie: Effect of Telemedicine Diabestie Application Usage Attitude on Ease of Use and Usability Prisma Trida Hardani; Ira Purbosari; Nina Hidayatunnikmah; Asri Wido Mukti; Dewi Perwito Sari; Asti Rahayu; Nadya Ambarwati; Intan Ayu Kusuma Pramushinta; Rizal Adi Saputra; Muhamad Handoyo Sahumena; Yurika Sastyarina; Yolanda Camelia Imelda; Zahro Al Maulidiyah; Maulivia Idham Choliq
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i3.1698

Abstract

Indonesia is ranked seventh in the world for the most smartphone users, supported by changes in the modern era where technology is increasingly sophisticated, thus having an impact on daily activities. One of them is the use of telemedicine applications. Diabestie is one of the telemedicine services that provides online health consultations focusing on diabetes, where diabetes in Indonesia is considered a major health problem with more than 10 million people living with diabetes. There are still those who think telemedicine services are difficult to operate, so this research was conducted to find out the influence of ease and usability of use on the attitudes of Diabestie application users. The findings revealed that ease of use and usability of use influence attitudes toward use. In other words, perceived usability and ease of use are important for people to determine their attitude towards Diabestie's telemedicine app services. Furthermore, people will tend to adopt a service when they find that it is useful and easy to use. Keywords: Diabetes, Telemedicine, Diabestie, Telemedicine Applications Abstrak Indonesia peringkat tujuh dalam pemakaian smartphone terbanyak dunia, didukung oleh perubahan pada era modern dimana teknologi yang semakin canggih, sehingga memberikan dampak dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya yaitu penggunaan aplikasi telemedicine. Diabestie merupakan salah satu layanan telemedicine yang memberikan konsultasi kesehatan online yang berfokus pada penyakit diabetes, dimana diabetes di Indonesia dianggap sebagai masalah kesehatan utama dengan lebih dari 10 juta orang yang hidup dengan diabetes. Masih terdapat pihak yang menganggap layanan telemedicine sulit untuk dioperasikan, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kemudahan dan kegunaan penggunaan dengan sikap pengguna aplikasi Diabestie. Hasil penelitian menyatakan kemudahan penggunaan dan kegunaan penggunaan berpengaruh terhadap sikap penggunaan. Dengan kata lain, kegunaan yang dirasakan dan kemudahan penggunaan merupakan hal yang penting bagi masyarakat untuk menentukan sikap mereka terhadap layanan aplikasi telemedicine Diabestie. Masyarakat akan cenderung untuk menggunakan suatu layanan ketika mengetahui layanan yang disediakan bermanfaat dan mudah untuk digunakan. Kata Kunci: Diabetes, Telemedicine, Diabestie, Aplikasi Telemedicine
Efek Pemberian Gel Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) Sebagai Antiinflamasi Metode Carrageenan-Induced Air Pouch: The Effect of Administering Ethanolic Extract Gel from Ekor Naga (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) Leaves as an Anti-Inflammation Carrageenan-Induced Air Pouch Method Fathnur Sani K; Kristin Simamora; Havizur Rahman; Ave Olivia Rahman; Yuliawati Yuliawati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1707

Abstract

The ethanol extract ekor naga leaves (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) has been studied as an anti-inflammatory agent. This study aims to formulate a topical preparation of ekor naga leavesextract gel so that it can be a futher step from previous research as a product development effort. The research method used is experimental design. The treatment group was divided into five groups: positive control (Hydrocortisone), Formula 0 (Gel Base), Formula 1 (10% Extract Concentration), Formula 2 (15% Extract Concentration), and Formula 3 (20% Extract Concentration). The test animals used in each treatment group were 5 animals. The data obtained were analyzed using one way ANOVA with a 95% confidence level. The results showed that the more extracts, the better the anti-inflammatory effect. However, based on preparation evaluation data in previous studies regarding gel formulations, it was concluded that formula 2 was the best formula with an effect that was statistically almost the same as formula 3 and had good gel stability in the formulation. Keywords: Ekor Naga Leaves, Gel, Inflammation, Air Pouch Abstrak Ekstrak etanol daun ekor naga  (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) telah diteliti memiliki efek sebagai agen antiinflamasi. Penenlitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan topikal gel ekstrak daun ekor naga sehingga dapat menjadi menjadi langkah lanjut dari penelitian sebelumnya sebagai upaya pengembangan produk. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental design. Kelompok perlakuan dibagi menjadi lima kelompok yaitu: Kontrol positif (Hidrokortisone), Formula 0 (Basis Gel), Formula 1 (Konsentrasi Ekstrak 10%), Formula 2 (Konsentrasi Ekstrak 15%), dan Formula 3 (Konsentrasi Ekstrak 20%). Hewan uji yang digunakan masing-masing kelompok perlakuan 5 ekor. Data yang didapat dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak ekstrak maka semakin baik efek antiinflamasinya. Namun berdasarkan data evaluasi sediaan pada penelitian sebelumnya tentang formulasi gel maka disimpulkan bahwa formula 2 merupakan formula terbaik dengan efek yang secara statistic hampir sama dengan formula 3 serta memiliki stabilitas gel yang baik dalam formulasi. Kata Kunci: Daun Ekor Naga, Gel, Inflamasi, Air Pouch
Potensi Interaksi Polifarmasi Pasien Jantung Koroner (PJK) di Rumah Sakit I.A. Moeis Samarinda: Polypharmacy Potential Interactions in Coronary Heart (CHD) Patients at I.A. Moeis Hospital, Samarinda Melenia Saputri; Sinta Ratna Dewi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i2.1709

Abstract

The condition of the heart experiencing changes is called Coronary Heart Disease namely, changes in body cells that encourage organ work. According to the 2018 Basic Health Research, coronary heart disease in Indonesia is 1.5% or is estimated to be 883,447 people and for East Kalimantan it is 1.9% or as many as 13,977 people. The use of a lot of drugs, often occurs in coronary heart patients with additional comorbiditiens that require doctors to prescribe more than one drug to overcome the complaints suffered by the patient. The purpose of this study was to determine the interaction of the use of drug in patients with coronary heart disease and additional comorbidities. The concept was carried out using a random sampling data collection method in the form of taking outpatient prescription data at the cardiac polyclinic for 1 year, from January to December 2021. There were 242 patients, 59.1% male and 40.9% female. The highest comorbidities, of the 7 comorbidities with the most patients being hypertension, amounted to 122 and followed by diabetes mellitus 40 patients. The highest drug interactions were found in 108 clopidogrel and lansoprazole drugs, 31 spironolactone and furosemide drugs, and 26 simvastatin and amlodipine. With the incidence of drug interactions as many as 218 of 242 samples. Keywords: Heart, Polyclinic, Drug Interactions, Additional Disease, Polypharmacy Abstrak Kondisi jantung mengalami perubahan disebut Penyakit Jantung Koroner yaitu, terjadinya perubahan sel-sel tubuh yang mendorong kerja organ. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, penyakit jantung koroner di Indonesia sebesar 1,5% atau diperkirakan menjadi 883.447 orang dan untuk Kalimantan Timur sebesar 1,9% atau sebanyak 13.977 orang. Penggunaan obat yang banyak, sering terjadi pada pasien jantung koroner dengan tambahan penyakit penyerta yang mengharuskan dokter meresepkan obat lebih dari satu untuk mengatasi keluhan yang dialami pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi dari penggunaan obat pasien penyakit jantung koroner dan tambahan penyakit penyerta dengan adanya penelitian ini agar menjadi sumber informasi agar dapat meningkatkan profil pengobatan pada peresepan obat. Konsep dilakukan dengan metode pengumpulan data random sampling berupa pengambilan data resep pasien rawat jalan yang ada di poliklinik jantung selama 1 tahun yaitu pada bulan Januari – Desember 2021. Ditemukan 242 pasien, 59,1% laki-laki dan 40,9% perempuan. Penyakit penyerta tertinggi, dari 7 penyakit penyerta dengan pasien terbanyak adalah hipertensi berjumlah 122 dan disusul diabetes melitus 40 pasien. Interaksi obat terbanyak ditemukan pada obat clopidogrel dengan lansoprazole sebanyak 108, spironolakton dengan furosemide sebanyak 31, dan pada obat simvastatin dengan amlodipine sebanyak 26. Dengan kejadian interaksi obat sebanyak 218 dari 242 sampel. Kata Kunci: Jantung, Poliklinik, Interaksi Obat, Penyakit Penyerta, Polifarmasi

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue